Drrrt… drrrt… drr―

Alarm penanda waktu bangun itu terhenti saat sang pemilik mematikannya. Pagi masih berada di penghujungnya. Langit diluar masih semi-gelap dan menunjukkan transisi warna dari hitam ke biru kejinggaan. Matahari masih terlalu malu untuk menampakkan diri dan menyapa musim panas yang hangat saat itu.

Choi Siwon membuka matanya yang masih berat lalu beralih menatap jendela kaca besar yang ada di depan ranjangnya. Tirainya masih tertutup, namun Siwon bisa melihat bias langit kebiruan di luar.

05.30 Pagi waktu Seoul.

Masih pagi. Namja tampan itu mengalihkan pandangannya dari arah jendela menuju ke samping kirinya. Tersenyum dan mengagumi sosok yang masih terlelap di sampingnya.

"Selamat pagi, Sayang~" ucap Siwon lirih sambil mengusap pelan pipi gemuk yang terlihat kemerahan karena udara dingin itu.

Siwon mengganti posisi tidurnya menjadi miring agar bisa menikmati wajah manis dan indah milik seseorang yang sudah terikat kepadanya beberapa minggu yang lalu ini. Kepada istrinya, Choi Kyuhyun. Namja tampan itu meraih surai ikal kecoklatan milik Kyuhyun-nya yang terlihat sedikit berantakan lalu mengusapnya lembut dengan jemari-jemari besarnya. Terasa lembut dan harum.

"Oh, Cho Eomonim. Terbuat dari apakah anakmu ini? Pasti dia terbuat dari gumpalan kapas dan permen manis yang banyak jumlahnya. Itukah sebabnya mengapa Choi Kyuhyun-ku ini sangat lembut dan manis? Kekekeke."

Siwon terkekeh pelan mendengar monolognya sendiri. Namja tampan itu akhirnya mengangkat kepala Kyuhyun yang masih menindih lengannya dan meletakkannya dengan hati-hati ke atas bantalnya sendiri. Sedikit terkekeh lagi saat melihat kancing piyama istrinya yang masih berantakan dan terbuka disana-sini. Siwon kembali merona saat melihat beberapa bercak merah keunguan―hasil karyanya―yang menghiasi dada putih pucat itu.

Oh ayolah~ Mereka masih pengantin baru. Dan hal seperti 'kegiatan-malam' atau sekedar 'bekas-kissmark-bertebaran' bukanlah hal yang tabu, kan?

Kembali kepada Siwon, namja tampan itu sudah selesai mengancingkan kancing piyama putih Kyuhyun dan sekarang sedang menggelar selimut tebal diatas tubuh ramping―sedikit berisi― Kyuhyun. Memastikan pendingin ruangan sudah berada di suhu lumayan hangat, Siwon akhirnya turun dari ranjang setelah sebelumnya mendaratkan sebuah ciuman singkat di bibir merah muda yang sedikit terbuka itu.

"Kau permen kapas yang lembut dan manis, Baby. Bagaimana aku bisa bertahan untuk tidak selalu memakanmu? Uhm… kuputuskan untuk memakanmu lagi nanti malam, ya?"

.

.

SAPPHIRE RESIDENCE

Chapter 3: First Morning

Genre: Romance, Comedy, Drama

Rating: T

Main Pairing: WONKYU

Other Pair: YunJae, HaeHyuk, YeWook

Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

.

.

Sapphire Resident, pukul 07.00 pagi.

Pagi yang seperti biasanya di salah satu perumahan bernuansa alam di pusat ibukota Korea Selatan. Beberapa orang yang berlari pagi, bocah pengantar koran yang bersepeda sambil melempar gulungan-gulungan koran ke rumah-rumah, sapaan para tetanggga―

"LIHAT KAN?! KAU MEMECAHKAN SATU POT BUNGA LAGI, LEE DONGHAE!"

"Maaf, Hyukkie~ Bocah pengantar koran itu yang salah, dia melempar dengan sudut elevasi dan kecepatan awal yang tidak tepat, sehingga gerak parabolanya―"

"DIAMLAH! DAN BERESKAN SEMUA INI!"

Termasuk kehebohan-kehebohan yang dikarenakan oleh Pasangan Lee.

"Wah~ Pagi yang hangat se―"

Bruk

Yesung kehilangan kata-katanya saat tiba-tiba tubuhnya di tabrak begitu saja hingga membuatnya oleng kesamping. Dan benar saja, ternyata Yunho sudah berdiri di sampingnya.

"Yunho-ah? Apa yang kau―"

"Yesung Hyung, aku harus masuk ke dalam rumahmu sekarang. Dan kalau ada yang mencariku katakan saja kalau aku sedang memancing, oke?! Ini darurat! Dan jangan tanya kenapa. Terima kasih, Hyung." Ucap Yunho cepat dan tanpa jeda kemudian tanpa ijin segera masuk ke dalam rumah nomor 21 milik pasangan Kim. Yesung hanya ternganga melihat tingkah tetangganya itu.

"Yunnie~ Yunnie~ Kau dimanaaaa?!"

Yesung mengalihkan pandangannya ke arah rumah nomor 28 yang terletak persis di depan miliknya dan mendapati Jaejoong sedang berdiri di teras rumahnya sambil membawa sebuah piring yang nampaknya berisi makanan.

"Yesung Hyung, kau lihat dimana Yunnie?" tanya Jaejoong saat melihat Yesung sedang berdiri terbengong di depan rumahnya.

"Siapa Yunnie?"

"Ck! Yunho, Jung Yunho." Sahut Jaejoong sambil melangkah menuju rumah pasangan Kim. "Kau melihatnya?"

"Err… Y-ya. Yunho sedang…uhm…memancing mungkin?" jawab Yesung terbata sambil mengingat-ingat apa yang dikatakan Yunho beberapa saat yang lalu.

"Hah? Memancing?"

"Entahlah~" ucap Yesung merasa pusing sendiri. "Memangnya ada apa sampai dia berlari ketakutan―uhm maksudku mengapa dia keluar memancing pagi-pagi sekali?"

"Aku tidak tahu. Tadinya aku mau dia untuk mencicipi resep masakanku yang baru." Balas Jaejoong sambil menyodorkan piring yang dibawanya. Sebuah hidangan berbau sedap terpampang disana.

"Wow, baunya enak. Kebetulan aku lapar~ Apa ini?"

"Kau lapar, Hyung? Mau menjadi yang pertama mencicipinya? Ini daging."

Senyum Yesung musnah begitu mendengar kata daging. Namja berkepala besar itu tahu benar rumor yang beredar bahwa Jaejoong suka memasak daging―manusi―

"Ayo silahkan ambil."

Yesung memundurkan langkahnya satu step sambil menatap horror hidangan di depannya. "Wow~ Ajaib. Hanya dengan menatap masakanmu saja, aku langsung kenyang, Jaejoong-ah! K-kau luar biasa!"

"Wah, ada Jaejoong Hyung ya? Selamat pagi~"

"WOOKIE! AH SYUKURLAH~"

Ryeowook terheran melihat Yesung yang tiba-tiba beringsut ke belakang tubuhnya dengan wajah takut. Sementara Jaejoong masih berdiri dengan wajah tidak mengerti di depannya.

"Kau membuat kue lagi, Wookie? Tanya Jaejoong saat melihat toples kecil di tangan Ryeowook.

"Ah ya!" sahut Ryeowook ceria berusaha mengabaikan Yesung yang kini melesat masuk ke dalam rumah mereka, "Ini setoples macaroon untuk Kyuhyunnie. Tanpa warna jingga."

"Untuk Kyuhyun?" ulang Jaejoong sambil menimbang sesaat lalu menatap sepiring steak daging di piringnya. "Ah, aku akan memberikan daging ini untuk Kyuhyun juga kalau begitu."

"YEAYYY!"

Tiba-tiba Yesung dan Yunho keluar dari balik pintu sambil bersorak dan berhigh-five ria. Kedua istri masing-masing menatap suami mereka dengan tatapan aneh.

"Itu keputusan yang sangat brilliant, Boo." Seru Yunho sambil merangkul bahu Jaejoong. "Kyuhyun pasti suka dengan dagingmu."

"Benar sekali!" sahut yesung bersemangat.

"Ayo kita berikan ini semua sekarang juga."

"Hey, kalian mau kemana?"

Suara Donghae membuat pasangan Kim dan pasangan Jung menoleh ke rumah nomor 23. Disana terlihat Donghae yang baru saja selesai menyatukan pot bunga. Hyukjae keluar dari dalam rumah beberapa saat kemudian.

"Kami akan mengunjungi rumah berhantu di sebelah rumah Yunho~ Hiiiii~" ucap Yesung sambil membuat suara menyeramkan. Donghae dan Hyukjae terlihat berpikir sejenak.

"KAMI IKUT!" seru pasangan Lee serempak.

"Kalau mau ikut, kau harus membawa tumbal." Ucap Yunho saat mereka sudah berada di depan halaman rumah nomor 27. Donghae dan Hyukjae menatapnya tidak mengerti. "Yesung Hyung dan Wookie membawa kue, sedangkan aku dan Jaejoong membawa daging."

"Daging?!" seru Donghae sambil menatap horror ke arah piring yang dibawa Jaejoong. "Apa maksudmu itu daging…"

"APA? Ini daging sapi, Pabbo!" sahut Jaejoong ketus. "Kalaupun aku mau memasak daging manusia, itu adalah dagingmu, Lee Donghae! Akan aku iris tipis-tipis lalu kutumis dengan saus tiram dan jagung manis serta sedikit tambahan cabai! Hmm~ "

"Ya ampun~" bisik Yesung pelan ke arah Yunho disampingnya. "Yunho-ah~ Sudah berapa banyak korban yang dimakan istrimu itu?"

"Beberapa keponakannya menghilang tanpa jejak. Entahlah~" Jawab Yunho dengan berbisik pula. Yesung bergidik di tempatnya.

"Jangan, Jaejoong-ah!" sela Hyukjae, "Rasa daging Donghae sama seperti ikan biasa. Tidak ada yang istimewa~"

"Hyukkie!"

"HAHAHAHA!"

Akhirnya ketiga pasang suami-istri muda itu sudah mencapai teras rumah pasangan Choi. Keadaan di rumah nomor 27 itu masih sepi.

"Apa mereka masih tidur?" tanya Ryeowook sambil melongok ke arah jendela besar di samping pintu utama.

"Bukankah ini masih terlalu pagi?" kali ini Hyukjae yang menimpali sambil berkacak pinggang menghadap yang lain. "Ck! Kalian ini~ Mereka itu masih pengantin baru. Dan pagi-pagi seperti ini pasti cocok bagi para pengantin baru untuk―"

"Ah! Hyukkie benar~" sahut Donghae dengan mata memicing menatap keempat tetangganya. "Pagi-pagi seperti ini sangat cocok bagi pengantin baru untuk….sarapan bersama."

Plak!

Semuanya hanya menghela nafas malas dan lebih memilih melanjutkan langkah ke arah pintu berlabel 'Choi' di depan mereka. Meninggalkan Donghae yang masih tertinggal di belakang sambil mengusap kepalanya yang baru saja dijitak Hyukjae.

"Ck! Aku kan juga belum sarapan~ Aish!"

.

Sapphire Resident―

.

Puk puk puk

Choi Kyuhyun membuka matanya perlahan saat merasa tangannya hanya menyentuh lapisan tempat tidur yang kosong disampingnya. Namja manis itu bangkit dari posisi berbaringnya dan terduduk di ranjang besar itu masih sambil memejamkan mata. Bias-bias sinar matahari yang menyusup dari jendela kaca yang sudah terbuka, mau tak mau membuat iris coklat caramel itu menampakkan keindahannya. Perlu waktu sedikit lama bagi Kyuhyun untuk menyesuaikan kinerja pupil matanya dengan cahaya terang ini.

"Hmm~ Wonnie~ Aku bermimpi dicium kuda~"

Namja manis itu tampak bergumam masih dengan tatapan kosong ke arah depan. Sepertinya masa trans-nya masih belum berakhir. Namja manis itu kemudian menggaruk surai ikal coklatnya yang berantakan hingga menjadi lebih berantakan lagi. Setelah menguap beberapa kali dan meregangkan otot tangannya, namja manis itu turun dari ranjang.

Kyuhyun berjalan menuju meja nakas dan menemukan segelas susu hangat dan sandwich keju, juga selembar kertas di sana.

Selamat pagi, Baby. Aku akan pergi jogging sebentar mengelilingi kompleks sambil mencoba mengenali daerah Sapphire Residence. Aku akan kembali dalam 2 jam. Pastikan kau habiskan susu dan sandwichnya, arrachi?

Hug and deeeeeeeeep kiss, Siwonnie :* :* :*******

Kyuhyun merengut sebentar lalu melangkah menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka. Selesai itu, namja manis itu segera menyambar susu dan sandwich keju kesukaannya sambil berjalan keluar kamar menuju lantai bawah.

Namja manis itu meletakkan piring dan gelas susunya yang masih berisi setengah ke meja mini-bar dapurnya lalu duduk disana sambil mengedarkan pandangan ke arah ruang tamu dan ruang keluarga yang berada tepat di depannya.

"Rumah aneh ini tidak buruk juga." Ucap Kyuhyun masih sambil mengunyah makanannya. "Kecuali kau―" ucapnya lagi sambil menunjuk sebuah lukisan di dinding ruang keluarga. "―kau―" kali ini menunjuk vas bunga kaca di meja ruang tamu, "―dan kau!"

Yang terakhir ditunjuk Kyuhyun adalah pintu depan bersamaan dengan bunyi dering bel.

.

Sapphire Resident―

.

Ting tong

Ting tong

Pip

'Siapapun yang ada di luar, apa jenjang pendidikan terakhir kalian?'

Keenam namja yang berdiri di depan pintu berlabel 'Choi' itu kini saling menatap satu sama lain.

"Uhm… Sarjana ilmu kedokteran." Jawab Donghae bangga selaku orang yang berdiri paling dekat dengan intercom disamping pintu.

"Hei, aku tidak ingat kau pernah sekolah, Lee Donghae?" celetuk Yesung yang hanya dihadiahi tatapan jengkel Donghae.

"Urusi jenjang pendidikanmu sendiri, Hyung kepala besar!" desis Donghae yang hanya dihadiahi dengan dorongan keras oleh Hyukjae yang terlihat tidak tahan dengan perdebatan tidak penting di depannya.

"Halo, selamat pagi, Kyu. Ini kami~" ucap Hyukjae yang merasa satu-satunya orang yang tahu benar bagaimana menangani seseorang yang ada di balik pintu ini. "Boleh kami masuk?"

'Apa jenjang pendidikan terakhirmu? Kau belum menjawab.'

"Sarjana." Jawab Hyukjae pada akhirnya. "Memangnya kenap―"

'APA KAU TIDAK PERNAH DIAJARI TATA KRAMA DAN WAKTU BERTAMU YANG BENAR SELAMA DI SEKOLAH DAN KULIAHMU, HAH?!'

Hyukjae dan yang lainnya sempat terlonjak mendengar seruan yang terdengar dari intercom.

"Baiklah~ Ini memang masih jam 07.30 pagi. Tapi kami―"

'Tidak ada orang dirumah. Silahkan tinggalkan pesan setelah terdengar bunyi Beep.'

"Tapi, Kyu~" ucap Hyukjae lagi, "Kami punya beberapa―"

"Tunggu, Hyukkie!" sela Donghae sambil menarik bahu istrinya. "Kita harus menunggu bunyi Beep."

Semuanya sweatdrop untuk yang kesekian kalinya menghadapi tetangga baru penghuni rumah nomor 27 ini dan kekonyolan Donghae. Ryeowook yang mulai tidak tahan segera menerobos dan menggeser tubuh Hyukjae yang berada di depan intercom.

"Halo, Kyu. Aku membawa pesanan macaroon yang kau minta." Ucap Ryeowook dengan nada ceria sambil mengacungkan toples macaroon-nya ke arah kamera intercom.

'Apa itu warna jingga?"

"Tidak. Tidak ada warna jingga. Hanya ada merah, kuning, ungu, hijau, dan coklat." Sahut Ryeowook cepat-cepat sebelum tubuhnya digeser ke samping oleh Jaejoong.

"Hallo, Kyu. Aku membawa steak daging. Baru matang dari pemanggang. Kau mau jadi orang pertama yang mencicipinya?" ucap Jaejoong sambil mengacungkan piring dagingnya ke hadapan intercom.

'Hmm, baiklah~ Tapi jawab dulu pertanyaanku. Apa warna langit diluar sekarang?'

"Jangan mengatakan kata Jingga kepadanya. Aku tahu benar bagaimana sifatnya." Ucap Donghae pelan penuh penekanan di setiap suku katanya. Wajahnya terlihat serius. "Kalian mengerti? Jangan-mengatakan-kata―"

"Lee Donghae, langitnya memang tidak sedang berwarna jingga. Kau lihat disana? Biru! Biru dimana-mana!" balas Yunho yang nampak sedikit emosi menghadapi namja berwajah ikan yang tampak mencibir kepadanya.

"Baiklah~ Baiklah, Tuan sok-pintar!"

Hyukjae menggeleng malas kepada semua tetangganya atas tingkah suaminya, kemudian mulai berdehem lagi di depan intercom.

"Langitnya tidak jingga. Warnanya biru."

'Kau yakin?'

"Yakin."

Pip

Ceklek

Semuanya menghela nafas lega saat pintu putih di depan mereka terbuka, menampilkan sosok Choi Kyuhyun yang berdiri disana masih dengan piyama putih dan rambut berantakan khas bangun tidur dengan segelas susu yang sudah hampir habis di tangannya. Iris coklat caramel itu menatap malas kepada enam orang yang berdiri di depannya.

"Kalian ini siapa?" tanya Kyuhyun santai sambil meneguk susunya sedikit. Semua yang ada di depannya hanya bisa sweatdrop.

"Hahaha~ Kita kan baru bertamu semalam, Kyu. Kau sudah lupa?" tanya Yunho dengan sedikit tertawa. Kyuhyun di depannya hanya menatapnya dengan sebelah alis terangkat. "Kau benar-benar lupa?"

"Aku sering terserang Amnesia dadakan." Sahut Kyuhyun kemudian. Iris coklatnya berbinar menatap apa yang ada di tangan Ryeowook dan Jaejoong. "Itu untukku?"

Ryeowook dan Jaejoong tersenyum sambil menyodorkan bawaan masing-masing ke tangan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum saat menerimanya, lalu kembali merengut.

"Kalian ada tiga pasang, tapi mengapa makanannya hanya dua?" tanya Kyuhyun sambil memicing menatap pasangan Lee yang terlihat salah tingkah. "Kalian! Apa yang kalian bawa? Cepat berikan padaku."

"K-kami ti-tidak mem―"

"Kami membawa cinta untukmu~" sela Donghae yang membuat kalimat Hyukjae terputus. Namja berwajah ikan itu membentuk lovesign dengan kedua tangannya.

"Apa itu cinta? Rasanya enak tidak?" tanya Kyuhyun lagi sambil meletakkan piring dan toples macaroon yang tadi dibawanya ke atas meja di samping pintu.

"Entahlah~ Aku juga belum pernah merasakannya sebenarnya." Jawab Donghae.

Pletak!

"Ya ampun, Lee Hyukjae~ Mengapa kau bisa menikahi namja pabbo seperti suamimu ini~" bisik Jaejoong sesaat setelah Hyukjae berhasil mendaratkan jitakan keras di kepala Donghae.

"Oh ya, Kyu. Dimana Siwon?" tanya Yesung berusaha mengabaikan dua pasangan di sampingnya. "Apa dia masih tidur?"

"Siwonnie sedang menggantikan para security di sini untuk mengelilingi seluruh kompleks." Jawab Kyuhyun santai sambil melongok jam dinding di dalam rumahnya.

"Ha?"

"Kadang dia suka melakukan hal-hal tidak penting." Sahut Kyuhyun lagi.

Semuanya tertawa kecil melihat ekspresi dan cara Kyuhyun mengatakan sesuatu. Sangat kasar, vulgar, dan terang-terangan. Namun terkesan sangat lucu dan manis di dukung wajah bangun tidurnya yang terlihat galak.

"Benda apa ini?!" tanya Kyuhyun saat merasakan ada sesuatu yang bergerak di sekitar kakinya.

Yesung segera membungkuk dan meraih seekor anjing kecil berbulu hitam yang mengitari kaki Kyuhyun. "Benda ini biasa disebut dengan Anjing Peliharaan, Choi Kyuhyun."

Ryeowook mengusap bulu anjing di tangan Yesung dengan sayang. "Ini anjing peliharaan kami, Kyu. Dia adalah anak kami."

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya lagi, "Anak kalian seekor anjing?"

"Itu hanya kiasan, Kyu." Sahut Yesung dengan mata berputar.

"Kiasannya sangat cocok kukira." Lanjut Kyuhyun dengan senyum sadisnya. "Kami juga pernah punya satu yang seperti itu saat di apartemen."

"Kau dan Siwon punya anjing juga? Wah, mereka bisa jadi teman!" seru Ryeowook bersemangat. "Dimana anjingmu sekarang, Kyu?"

"Entahlah. Wonnie menyingkirkannya dariku setelah kami menikah."

"Mengapa disingkirkan?"

"Karena benda berbulu itu terus saja menganggapku kasur empuk dan tidur diatasku."

Semuanya menahan tawa mendengar kalimat lugu itu.

"Tapi anjing Yesung Hyung sangat baik kok. "Ucap Donghae sambil mengelus anjing di gendongan Yesung. "Dia suka bermain di halamanku dan membantuku menyatukan pot-pot bunga yang pecah. Kami adalah sahabat baik dan sudah seperti saudara dekat. Namanya adalah Koma."

"Namanya Kkoming!" seru Yesung dengan tatapan mematikannya. "Saudara dekat apanya!"

"HAHAHAHAHAHA!"

Semuanya tertawa melihat penderitaan Donghae sekali lagi.

"Yasudah! Kalau tidak ada makanan lagi, sebaiknya kalian pulang! Aku harus menyeleksi beberapa barang jelek yang ada di dalam rumah ini."

Semuanya tersenyum maklum mendengar kalimat pedas Kyuhyun. Setelah meminta maaf sekali lagi karena telah bertamu pagi-pagi sekali, ketiga pasangan suami-istri itu pamit pulang ke rumah masing-masing.

Kyuhyun melongok jam dinding di dalam rumah lagi lalu bergerak ke teras rumahnya. Membiarkan sinar hangat matahari menyinari tubuhnya sebentar. Kulit putih pucat dan piyama putih yang dikenakannya terlihat bersinar terkena bias sinar mentari. Namja manis itu memejamkan matanya lalu bergumam pelan.

"Sepuluh… Sembilan… Delapan… Tujuh… Enam… Lima… Empat…"

Grep

"…Tiga... Dua… Satu."

Cup

"Yah!"

Kyuhyun merengut saat kecupan itu mendarat di pipinya. Sepasang lengan kekar yang penuh keringat melingkar di pinggangnya. Tanpa melihat siapa yang memeluk tubuhnya dari belakang pun, Kyuhyun sudah tahu benar siapa pelakunya. Choi Siwon.

"Tepat waktu, kan? Dua jam tepat." Ucap Siwon masih mempertahankan posisinya backhug-nya.

"Ck! Badamnu bau dan lengket, Wonnie!" ucap Kyuhyun kesal, namun sama sekali tidak menolak pelukan itu.

Siwon tersenyum geli lalu menyandarkan dagunya di bahu kecil Kyuhyun. "Nah, begini~ Keluarlah sekali-kali dan biarkan matahari menyinari tubuhmu, Baby."

"Aku hanya mau keluar jika langitnya tidak jingga!"

"Akan kupastikan langitnya tidak berwarna jingga lagi, Sayang."

"Benarkah? Bagaimana caranya?"

"Uhm~ Itu rahasia."

"Wonnie~"

"Akan kuberitahu setelah aku mendapatkan morning-kiss."

"DASAR PERVERT!"

Siwon tertawa saat Kyuhyun melepaskan pelukannya dan berjalan ke dalam rumah dengan kaki menghentak-hentak dan mengomel galak.

"Baby~"

"Bersihkan badanmu yang bau itu!"

"Hey, dengarkan aku dulu, Baby."

"Shirreo!"

"Aku punya permen manis~"

"Ha? Mana―"

Tepat saat Kyuhyun berbalik, Siwon segera menarik tangan istrinya dan menyambar bibir merah muda yang sejak tadi mengomel itu. Mendaratkan ciuman lembut disana sementara Kyuhyun hanya bisa membeku di tempatnya.

"AWW~ ROMANTISNYA PENGANTIN BARU~ AWW AWWW AWW~"

Salahkan saja mereka yang masih berdiri di depan teras rumah, sehingga siapapun yang ada di jalan atau tetangga di sekitar rumah nomor 27 itu bisa melihat adegan ciuman gratis itu.

.

Sapphire Resident―

.

"Jadi… Kau yang memasak daging ini, Baby?"

Saat ini pasangan Choi sedang menikmati sarapan pagi mereka di meja makan dapur minimalis mereka. Diatas meja makan sudah terhidang beberapa lembar roti plain, keju, susu, butter, dan beberapa sarapan ala eropa lainnya. Dan jangan lupa sepiring daging steak terlihat bertolak belakang dengan semua hidangan dairy di meja itu.

"Baby?"

Ulang Siwon saat tidak mendapat respon dari Kyuhyun. Istrinya itu duduk tepat di depannya sambil mengoleskan butter ke roti plain-nya dengan gerakan brutal hingga menimbulkan suara berdenting antara piring dan pisau makannya. Siwon menatap pemandangan 'menyeramkan' di depannya menjadi suatu pemandangan yang terkesan imut dan lucu.

"Kau marah―"

"APA KAU TIDAK MELIHAT WAJAHKU?! INI WAJAH MARAH, SIWON-SSI! LIHAT?!" seru Kyuhyun sambil menunjuk wajahnya sendiri dengan tangan kanannya yang masih menggenggam pisau butter. Siwon buru-buru meraih pisau itu dan meletakkannya di piringnya sendiri sebelum pisau itu benar-benar melukai wajah manis istrinya yang terlihat merah padam menahan marah.

"Oke… Oke… Maafkan aku karena telah menciummu di depan semua orang, Baby." ucap Siwon lembut sambil mengelus punggung tangan Kyuhyun yang terlihat masih terengah karena suaranya yang terlalu keras. "Tapi aku harus mendapatkan morning kiss, kan~"

"YA TAPI TIDAK DI TERAS RUMAH, SIWON-SSI!"

Siwon tertawa geli melihat wajah marah Kyuhyun. Namja tampan itu kemudian mengambil piring Kyuhyun dam mulai mengolesi roti yang belum selesai diolesi butter di piring itu.

"Kau bisa menganggapnya seperti di upacara pernikahan kita, Baby. Semua orang melihat, kan?" ucap Siwon sambil mengambil selembar keju dan menambahkan sepotong tomat dan selada di atas roti itu.

"Hey, aku tidak suka yang berwarna merah dan hijau itu, Siwon-ssi." Seru Kyuhyun sambil menatap jijik apa yang ada di piringnya. "Buang! Buang!"

"Yang hijau ini namanya selada, dan yang merah ini tomat." Ucap Siwon sambil menunjuk sayuran di hadapannya. "Kau harus memakannya agar tetap sehat, Sayang."

"Buang atau aku akan mogok makan." Sahut Kyuhyun sambil menyilangkan tangannya ke depan dada.

"Kau? Mogok makan? HAHAHA! Percayalah, My Baby Kyukyu. Kau pasti makan."

Kyuhyun semakin cemberut melihat wajah geli Siwon. Namja manis itu lebih memilih menyambar daging di depannya dan langsung memotong dan melahapnya dengan sekali suapan.

"Lebih baik aku makan ini daripada harus memakan makanan kambing." Ucap Kyuhyun di sela-sela kunyahannya. "Daging ini lebih en―Uhuk!"

Siwon menghentikan kegiatan mengolesi rotinya dan segera menyerahkan segelas air putih kepada Kyuhyun yang terlihat tersedak. Namja manis itu menerimanya dan menghabiskan isinya dalam sekejab.

"Nah, kau jadi tersedak, kan, Baby?"ucap Siwon sambil mengusap beberapa noda saus di pipi Kyuhyun. "Jangan berbicara saat maka―"

"W-wonnie―aku ti-tidak bi-sa―"

Siwon melebarkan matanya saat melihat wajah Kyuhyun yang mulai memerah hingga semi keunguan. Namja tampan itu segera mengendus sepiring daging di depannya seraya beranjak. Dan wajahnya memucat saat menyadari sesuatu disana.

"Baby!"

.

Sapphire Resident―

.

Siwon mondar-mandir di depan kamar tamunya sendiri sejak beberapa menit yang lalu. Namja tampan itu terus menerus meremas jemari tangannya sendiri sambil sesekali mengusap wajahnya kasar.

"Siwon-ah, sebaiknya kau duduk dulu. Kyuhyun pasti baik-baik saja."

Yunho mendengus saat ucapannya sama sekali tidak digubris oleh Siwon. Jaejoong dan pasangan Kim juga ada disana. Beberapa menit yang lalu mereka dikejutkan dengan Siwon yang membopong tubuh Kyuhyun yang lemas ke dalam mobilnya. Ternyata namja manis itu mengalami penyempitan saluran pernafasan karena alerginya kambuh setelah memakan steak daging yang ternyata mengandung minyak udang di dalamnya. Simple-nya istri Choi Siwon itu alergi dengan udang, dan sekarang sedang diperiksa oleh pasangan Lee di dalam.

Sangat mengejutkan, pasangan pembuat onar dan konyol itu ternyata benar-benar lulusan sekolah kedokteran. Sehingga mereka bisa mengatasi Kyuhyun tanpa harus membawa Kyuhyun ke rumah sakit sesuai rencana Siwon pada awalnya.

Ceklek

"Hae Hyung! Hyukjae Hyung! Bagaimana keadaan istriku?"

Siwon segera melesat ke arah pintu saat Donghae dan Hyukjae keluar dari kamar tamu itu. Hyukjae tersenyum sambil menepuk bahu Siwon pelan.

"Tenang saja, Siwon-ah. Kyuhyun sudah baik-baik saja. Dia masih tertidur di dalam." Ucap Hyukjae mencoba meminimalisir semua raut khawatir di depannya.

"Dia alergi udang, menyebabkan asupan cairan ke paru-parunya menipis dan mengentalkan lender yang ada disana sehingga terjadi penyempitan hingga membuatnya sulit bernafas." Ucap Donghae sambil melepas stetoskop yang sejak tadi melingkar di lehernya. "Apa Kyuhyun punya riwayat penyakit asma, Siwon?"

Semua terpana mendengar dan melihat gaya bicara Donghae yang sangat bertolak belakang dengan kesehariannya. Namja berwajah ikan itu tampak sangat berwibawa dan intelektual dengan stetoskop di tangannya dan raut wajah yang serius.

"Wow~ Apa dia benar-benar si konyol Donghae?" bisik Yunho kepada Yesung di sampingnya.

"Sering-sering saja ada yang sakit seperti in―aww!"

Ryeowook segera menjitak kepla besar suaminya. "Jangan bicara sembarangan!"

"K-Kyuhyun pernah mengalami luka di paru-parunya karena kecelakaan beberapa tahun silam." Jawab Siwon masih dengan raut khawatir yang kentara. "Apa paru-parunya bermasalah?"

"Tidak. Sama sekali tidak." ucap Donghae lagi. "Itu tadi hanya reaksi alami penolakan alergen. Kami sudah memberinya obat yang akan memicu pencairan lendir di saluran pernafasannya."

"Dia sudah sangat baik-baik saja." Sambung Hyukjae. Namja itu tersenyum lagi. "Dan sepertinya dia sudah sadar."

Siwon yang pertama kali melesat menuju ranjang dan mendapati Kyuhyun terbaring dengan mata terbuka disana. Keenam namja yang lain menyusul masuk kemudian.

"Baby, apa yang rasakan? Mana yang sakit? Kau bisa bernafas? Kau masih mengenaliku, kan?" tanya Siwon bertubi-tubi sambil menggenggam tangan pucat Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya memutar matanya malas.

"Bukan begitu cara memeriksa keadaan pasien, Siwon-ah!" ucap Donghae sambil menyerahkan stetoskop ke tangan Hyukjae lalu bergerak ke sisi ranjang Kyuhyun. "Kyu, coba hitung berapa jariku? Kau harus bisa dan melakukannya dengan cepat oke? Ayo berapa jumlah jariku?"

Kyuhyun menatap dua jari Donghae yang terpampang di depan wajahnya dengan sebelah alis terangkat. "Dua?"

"OH TIDAK! DIA TIDAK BAIK-BAIK SAJA!" seru Donghae panik, semua orang disana menatapnya bingung. "Dia salah meghitung jumlah jariku! Lihat?! Satu… Dua… Hanya dua?"

Pletak

"Memang hanya dua, Pabbo!" seru Hyukjae setelah memukul kepala suaminya dengan stetoskop yang dipegangnya. "Jangan khawatir, Siwon. Istrimu sudah baik-baik saja."

"Aku Tarik kembali ucapanku tentang Donghae." Bisik Yunho kepada Yesung di sampingnya.

Yesung mengangguk setuju. "Seharusnya stetoskop itu tetap dipasang di lehernya."

Siwon masih saja menatap khawatir pada Kyuhyun di depannya. Istrinya itu memang sudah terlihat baik-baik saja dan wajahnya sudah tidak sepucat tadi.

"Baby?"

"Ini semua gara-gara kau memaksaku memakan benda hijau dan merah menjijikkan itu, Wonnie!" ucap Kyuhyun galak walau dengan intonasi yang sedikit lemah.

"Benda hijau dan merah apa?" tanya Yunho penasaran. "Siwon, kau tidak menyuruh istrimu untuk memakan kabel listrik, kan?"

"Tidak, Yunho Hyung. Aku hanya menyuruhnya untuk memakan selada dan tomat di sandwichnya. Tapi dia menolak dan langsung memakan daging itu." jawab Siwon sambil sesekali mengusap sisi wajah Kyuhyun.

"Maafkan aku, Siwon… Kyuhyun… Aku benar-benar tidak tahu kalau Kyuhyun alergi udang. Aku memang menggunakan minyak udang untuk membuat steak itu. jeongmal mianatta~"

Siwon tesenyum saat Jaejoong membungkuk kepadanya. "Tidak apa, Jae Hyung. Kita sama-sama tidak tahu. Yang penting sekarang istriku sudah baik-baik saja. Dan aku berjanji tidak akan memaksanya memakana sayuran lagi."

Kyuhyun yang awalnya diam, kini menatap tidak percaya kepada Siwon. Namja manis itu bangkit dari posisi berbaringnya. "Benarkah, Wonnie?"

Siwon tertawa pelan lalu mencubit hidung mancung Kyuhyun di depan wajahnya dengan gemas. "Tentu saja, Baby~"

"Huwaaa~ Aku senang sekali~" kali ini Kyuhyun bergerak memeluk Siwon dengan erat.

Siwon menerima pelukan itu dengan senag hati. "Aku senang karena kau senang, Baby."

"Aku juga senang karena kau senang karena aku senang, Wonnie~"

"Aku lebih senang karena kau juga senang karena aku senang karena kau senang, Babykyu~"

Ketiga pasang suami istri yang masih berdiri mengelilingi ranjang itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pasangan Choi.

"Benar-benar pengantin baru."

.

Sapphire Resident―

.

"Jadi Donghae Hyung yang konyol itu benar-benar sarjana kedokteran?"

Siwon mengangguk setelah meletakkan tubuh Kyuhyun yang tadi digendongnya dari bawah menuju ranjang mereka di lantai dua dengan lembut dan hati-hati. Hari masih sore dan Siwon memutuskan untuk membawa Kyuhyun ke kamar mereka untuk beristirahat sepulang tetangga-tetangganya.

"Sudah nyaman?" tanya Siwon setelah membenarkan posisi bantal Kyuhyun dan menggelar selimut di atas tubuh istrinya.

"Hmm~" jawab Kyuhyun seadanya. "Wonnie~ Tutup jendelanya! Aku tidak suka warna langitnya!"

"Ah, kau benar." Sahut Siwon lalu menutup tirai putih di depan jendela kaca besar di depannya lalu beranjak menuju ranjang dan duduk di tepinya. "Kau butuh sesuatu, Baby?"

"Wonnie! Aku hanya alergi biasa. Kau jangan menganggapku seperti sedang sakit patah tulang! Jangan khawatir berlebihan."

Siwon tersenyum lalu mengecup kening pucat di depannya. "Aku tidak khawatir, tapi hampir mati."

"Kau menggombal."

"Aku tidak menggombal."

"Iya, kau menggombal."

"Baiklah~ aku menggombal. Kau senang?"

"Tidak."

Siwon yang gemas segera mencubit kedua pipi gemuk Kyuhyun sedikit keras hingga pipi pucat itu terlihat kemerahan. "Sekarang tidur, ya?"

Kyuhyun menahan lengan Siwon yang akan bangkit dari ranjang. Siwon menatapnya bingung.

"Kau mau kemana?"

"Aku akan mengambil obatmu di bawah, Baby." jawab Siwon sambil mengusap wajah manis dii depannya. "Tunggu disini, oke?"

Namja tampan itu sudah akan bangkit lagi, namun pergerakannya terhenti saat lengannya tidak juga dilepas oleh Kyuhyun.

"Jangan pergi~"

Ucapan malu-malu itu membuat Siwon tersenyum lebar. Namja tampan itu kemudian beranjak naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Kyuhyun. Istri manisnya itu segera merapatkan tubuhnya ke dalam pelukannya dan menyamankan diri disana. Siwon mendekap tubuh Kyuhyun dengan erat.

"Wonnie, tadi pagi aku bermimpi dicium seekor kuda." Ucap Kyuhyun sambil mendongak menatap Siwon. "Kau pasti mencuri ciuman lagi, ya?"

"Apa? Tidak." Sahut Siwon cepat-cepat. "Mencuri bagaimana?"

"Ya~ menciumku diam-diam saat aku tidur."

"Maksudmu seperti ini?"

Cup

Kyuhyun cemberut saat Siwon mendaratkan sebuah ciuman kilat di bibirnya, sementara Siwon tertawa senang melihat wajah merona Kyuhyun.

"Kau tahu, Baby? Saat jogging tadi pagi, aku melewati sebuah taman yang indah di bagian belakang kompleks. Kau mau kesana?"

Kyuhyun nampak berpikir sambil memainkan jarinya di kaos yang dipakai Siwon. "Tidak. Pasti panas dan benda kuning bulat yang biasa menggantung di langit itu akan membuat kulitku merah-merah."

"Disana ada banyak bunga~"

"Di halaman kita juga ada bunga!"

"Ada ayunan juga lho~"

"Aku bukan anak kecil, Wonnie."

"Ada penjual permen kapas~"

"Aku… Benarkah?"

"Ya~ Juga ada beberapa truk ice cream."

"AYO KITA KESANA!"

Bagaimana Siwon bisa menahan untuk tidak tertawa melihat kelakuan lucu istri manisnya ini. namja tampan itu mendaratkan sebuah kecupan di pipi gembul itu sekali lagi sebelum mengusap surai ikal coklat beraroma apel di depannya.

"Oke, besok kita kesana." Ucap Siwon yang ditanggapi dengan sorak gembira Kyuhyun. "Tapi janji satu hal dulu."

"Apa?" tanya Kyuhyun antusias.

"Kau harus sudah sembuh besok. Oke?!"

"Oki doki!"

Siwon kembali mengeratkan pelukannya, sebelum berusaha bangun lagi. Namun belum sempat tubuhnya bangkit, Kyuhyun sudah memeluk lengan kirinya dengan erat.

"Biarkan aku mengambil obatmu dulu, Baby. Kau mau sembuh kan?" tanya Siwon saat pelukan di lengannya terasa mengerat.

Kyuhyun tetap bertahan di posisinya hingga merasa Siwon menyerah dan kembali berbaring memeluknya.

"Kenapa kau manja sekali, eoh? Jangan sampai aku lupa diri dan memakanmu mentah-mentah. Rawr!"

Kyuhyun terkikik saat Siwon menciumi area lehernya. Kumis tipis suaminya itu terasa menggelitiknya. Ia suka.

"Makan saja~"

"Kau yakin?" tanya Siwon tidak percaya.

"Yyaaaa~"

"Kau membangunkan singa lapar, Baby~"

Kyuhyun kembali terkikik saat tangan Siwon membelai punggungnya sensual, namun beberapa saat kemudian gerakan itu berganti menjadi gerakan menggelitik hingga membuatnya tertawa bertubi-tubi.

"Siapa yang nakal disini, eoh? Choi Kyuhyun mulai nakal, eoh?" goda Siwon masih betah menggelitiki pinggang dan perut Kyuhyun yang masih tertawa dan menggeliat kesana kemari. Siwon tahu benar, bahwa ia masih punya otak dan tidak akan 'memakan' istrinya yang masih sakit seperti sekarang.

"HAHAHAHAHA! Hentikan, Wonnie! HAHAHAHA!"

Kyuhyun terus saja tertawa. Namja manis itu juga tahu, bahwa obat terbaik untuk menyembuhkannya bukanlah obat generic manapun, cukup dengan Siwon disampingnya, maka ia akan sembuh.

.

TBC

Lagi mood untuk meneruskan FF yang ini.

Enjoy it ^^

.

Sebenarnya chapter baru THE POWER OF HIGH POLAR dan HEAVEN LOVE STORY sudah hampir rampung, hanya perlu edit beberapa bagian.

So, nikmati dulu yang manis-manis, kemudian baru baca TPOHP yang menegangkan, kemudian menangis di chapter terakhir HLS ^^

Hehehehe~

.

Stay tuned ;)

.

Thanks for always wait for my WonKyu FF :)

Keep spread WonKyu Love

.

WonKyu is Love

BabyWonKyu