CHAPTER 3 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X ? - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 3 : BORN OF TIM UZUMAKI ::..
Akhirnya setelah pembicaraan mereka dengan Sandamei-Hokage a.k.a Hiruzen Sarutobi selesai mereka memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen mereka. Setelah keluar dari gedung Hokage. Naruto memperhatikan keadaan sekitar, dan setelah dirasa aman dari penduduk yang akan menatap Karin dengan tatapan benci dan takut mereka akhirnya berjalan meninggalkan gedung Hokage.
Dua puluh menit kemudian mereka tiba di apartemen tempat tinggal mereka. Naruto tengah berdiri di depan pintu sambil merogoh saku celananya. Setelah menemukan kunci apartemen miliknya ia memasukkannya ke lubang pintu dan membuka pintu.
"Tadaima." Ucap mereka bertiga dan sudah pasti tidak ada yang menjawab.
"Aku akan menyiapkan makan siang." Ucap Naruto lalu berjalan ke dapur dan mulai memasak. Sementara Karin dan Kushina tampak duduk sambil berbincang-bingcang di sofa.
Makan siang sudah siap dan mereka kini sedang menyantap makan siang di depan mereka. Walaupun perempuan Karin tidak pernah memasak. Naruto memakluminya apalagi ia seorang Kakak walaupun cuman beda 20 menit. Suara sedok dan piring menjadi lagu pengiring waktu makan siang mereka.
Setelah makan siang. Karin dan Kushina bersantai di balkon apatermen. Mereka memperhatikan langit sambil tersenyum.
"Ne..Kushina-Neechan, bagaimana Kushina-Neechan bisa sampai ke konoha." Tanya Karin sambil menatap antusias Kushina.
"Begini..."
FLASHBACK
Tampak seorang gadis bersurai merah panjang sepunggung dengan manik Violet a.k.a Kushina, mengenakan baju seperti di Canon sewaktu datang ke Konoha. Berjalan sendirian di dalam hutan. Langkah kecilnya tampak sangat lelah. Ia sudah berjalan sejauh 10 Kilometer dari desa terdekat. Perutnya juga sudah mulai demo meminta makanan.
KUSHINA POV
"Aku sudah sangat kelelahan dan perutku juga sudah mulai meminta untuk diisi." Ucapku sambil kupegang perutku yang dari tadi minta diisi. Kemarin saja aku cuman makan beberapa buah apel yang kudapat di hutan.
Langkahku tiba-tiba terhenti ketika mendengar suara pertarungan dari arah kanan. Aku langsung bersembunyi ketika mendengar suara pertarungan. Tiba-tiba seorang ninja yang menggunkan topeng anjing jatuh dari atas pohon tepat di depanku.
"Siapa dia, apa harus aku tolong." Ucapku. Naluriku langsung bertindak untuk meolong orang tersebut. Aku menariknya masuk ke dalam semak-semak tempat aku bersembunyi.
"Orang ini tidak sadarkan diri." Ucapku. Hari mulai gelap aku memutuskan untuk menjaga orang ini sampai ia sadar.
KUSHINA POV END
Keesokan paginya Anbu bertopeng anjing a.k.a Inu/Kakashi sadar. Ia terkejut ketika melihat Kushina tertidur disampingnya. Kakashi mengingat kejadian kemarin. Sewaktu ia berhasil lolos dari pertempuran ia langsung ambruk dan terjatuh.
"Apa gadis ini yang menyelamatkanku." Ucap Kakashi lalu membangunkan Kushina.
"Nii-san sudah sadar." Tanya Kushina setelah bangun dan mengusap kedua matanya.
"Terima kasih telah menolongku." Ucap Kakashi kemudian membuka mengangguk menjawab pertanyaan Kushina, "Namaku Hatake Kakashi."
"Kau mirip dengan seseorang yang kukenal, siapa namamu?" Tanya Kakashi
"Aku Uzumaki Kushina."
"Sudah kuduga kau adalah Uzumaki, rambut merahmu mengingatkanku pada seseorang." Ucap Kakashi sambil tersenyum di balik masker yang sampai saat ini belum dibuka.
"Dimana orang tuamu dan dimana kamu tinggal, Kushina-chan." Kushina tertunduk sedih membuat Kakashi menjadi penasaran.
"Aku tidak tau dimana orang tuaku dan-" Kushina meneteskan air mata disela perkataannya. "dan aku tidak mempunya tempat tinggal...Hiks..hikss." Air mata terus menetes dari manik Violet Kushina.
"Maaf telah menanyakan hal itu." Ucap Kakashi sambil mengelus rambut Kushina.
"Begini saja, bagaimana kalau kau ikut bersamaku ke Konoha." Kushina langsung menghentikan tangisnya dan mengangguk pelan.
"Tunggu sebentar, aku akan melaporkan ini pada Hokage-sama." Ucap Kakashi kemudian membuat sebuah Handseal.
Kuchiyose no Jutsu
Seekor anjing kecil langsung muncul di depan Kakashi mengenakan Hittae-Atte di kepalanya.
"Tolong bawa laporan ini ke Hokage-sama dan katakan bahwa aku akan datang bersama seorang anak Uzumaki." Ucap Kakashi dan dengan cepat anjing bernama Pakku tersebut langsung berlari.
END OF FLASHBACK
"Maaf telah menanyakan hal ini padamu." Ucap Karin dengan wajah sedih.
"Tidak apa-apa." Jawab Kushina sambil tersenyum. "Lagipula aku sudah mempunya keluarga, yaitu kalian." Sambung Kushina.
"Ngomong-ngomong dimana Naruto-kun." Ucap Kushina menambahkan embel-embeli kun dinama Naruto.
"Nii-chan bilang Ia tidak mau diganggu bermeditasi di atap." Jawab Karin.
"Bermeditasi?" Tanya Kushina dengan tanda tanya muncul di kepalanya,
"Aku juga tidak tahu kenapa Nii-chan sering melakukan meditasi." Ucap Karin sambil memegang jidatnya sambil berpikir untuk apa Naruto bermeditasi memangnya dia biksu.
Sementara itu di atas atap Naruto tampak duduk bersila sambil menutup mata dan berkonsentrasi untuk masuk ke Mindscapenya.
"Oee! Bola bulu tukang tidur bangun." Naruto duduk di atas kepala Kurama yang sedang tertidur menepuk-nemuk kepalanya.
Perlahan pupil merah dengan iris verikal mulai terbuka, mulut Kurama penuh gigi-gigi tajam penuh liur terbuka (menguap). Kurama mengankat tangannya di dekat Naruto lalu mendorong Naruto hingga terjatuh di dekat kepalanya menggukan jarinya.
"Apa yang kau lakukan? Bola bulu sialan." Perempatan muncul di kening Naruto yang tersungkur di permukaan air.
"Itu karena kau membangunkan tidurku." Kurama merubah posisinya menjadi duduk. Sembilan ekornya mulai melambai-lambai, "Mau apa kau duren?" Tanya Kurama kemudian.
"Kapan kau mau melatihku menggunkan Rinnegan Jiji." Kata Naruto lalu melompat ke atas kepala Kurama.
"Begini saja, kalau kau bisa menjadi rookie of the year saat ujian kelulusan Genin aku akan melatihmu menggukan Doujutsu itu."
"Itu sih masalah gampang." Ucap Naruto sambil senyum lima jari.
"Terus kapan kau ingin mempertemukan Karin dengan Kurama Yang ditubuhnya?"
"Aku akan memikirkan itu." Jawab Naruto
"Kalau begitu cepatlah keluar aku ingin kembali tidur."
Kurama memposisikan dirinya seperti semula dan kembali tidur. Naruto hanya bisa menggurutu tidak jelas melihat tingkah partner-nya ini lalu keluat dari Mindscape-nya.
Setelah kembali dari Mindscape-nya Naruto membuka matanya lalu bardiri dan melompat turun dari atap apartemenya menuju ke balkon dimana Karin dan Kushina masih mengobrol disana.
"Ternyata kalian masih disini." Sapa Naruto berjalan menghampiri mereka.
"Bagaimana meditasinya, Naruto-kun." Tanya Kushina pada Naruto.
"Tidak terjadi apa-apa, bagaimana kalau kita ke Training Ground saja untuk berlatih." Ucap Naruto sambil menatap langit yang masih menunjukan siang hari, "Mumpun hari masih siang." Sambung Naruto dan dibalas anggukan oleh Karin.
"Kushina-Neechan mau ikut juga, Nii-chan bisa melatih Kushina-Neechan." Karin menatap Kushina yang masih bingung. "Apa tidak masalah, aku kan baru sehari bersama kalian." Lanjut Kushina.
"Kan Karin sudah bilang kalau kita sekarang adalah keluarga. Jadi itu bukan masalah, benarkan Nii-chan?" Tanya Karin sambil menatap Naruto dan dijawab dengan anggukan pelan sambil tersenyum.
"Baiklah ayo kita berangkat." Ucap Naruto kemudian menggandeng tangan kedua calon Kunoichi berambut merah yang membuat salah satunya menjadi Blushing dan rona merah muncul dipipinya dan menghilang diikuti kepulan asap.
Suasana tenang di Training Ground yang tadi sepi tiba-tiba berubah ketika sebuah kepulan asap muncul dan tampak Trio Uzumaku yang berada di tengan adalah anak laki-laki Jabrik Kuning sementar di kanan dan kirinya dua anak perempuan cantik bersurai merah indah yang malambai-lambai ditiup angin.
"Untuk Karin latihannya seperti biasa." Karin menganggukkan kepalanya dengan wajah semangat dan setelah itu Naruto menatap Kushina yang masih blushing karena tangannya dipegang Naruto.
Naruto yang melihat ekspresi Kushina langsung melepaskan tangannya dengan lembut, "Bagaimana denganmu, Kushina-chan?" Tanya Naruto.
"Aku sudah berlatih kontrol chakra dan sudah kukuasai." Jawab Kushina membuat Naruto ber'oh'ria
"Kalau begitu, hari ini kau akan berlatih Kagebunshin." Ucap Naruto kemudian mengeluarkan sebuah gulungan dari Fuinjutsu di tangan kirinya.
"Ambil gulungan ini setelah itu baca dan pelajari apa yang tertulis di dalam." Naruto memberikan gulungan jutsu Kagebunshin kepada Kushina.
Mareka pun memulai latihan dan tak terasa hari mulai gelap dan Kushina sudah menguasai Kagebushin. Setelah latihan mereka langsung pulang ke apartemen menggunakan Shunshin Naruto. Sesampainya di apartemen Naruto yang pertama membersihkan diri lalu Karin dan terakhir Kushina.
Sehabis mandi Kushina menggunkan Yukata ungu selutut dengan corak bunga. Rambut merah indah miliknya dibiarkan tergerai menampilkan kesan cantik. Naruto yang sedang menyiapkan makan malam langsung kagum melihatnya.
"Cantik."
Itulah yang ada dibenak Naruto menatap Kushina yang membuat orang yang ditatap langsung merona hebat. Karin yang melihat Naruto langsung berdehem dan membuat Naruto berhenti menatap Kushina.
"Makan malam sudah siap." Ucap Naruto kemudian duduk di salah satu kursi diikuti Karin yang duduk di samping Naruto sementara Kushina berada di depan Naruto.
"Itadakimasu!" Ucap mereka bertiga bersamaan dan mulai menyantap makan malam.
Malam semakin larut setelah mereka menyantap makan malam Karin langsung masuk ke kamarnya setelah mengucapkan 'Oyasumi' kepada Naruto dan Kushina. Bingung, itulah yang dirasakan oleh Kushina. Di apartemen ini kamarnya hanya dua, sementara mereka bertiga.
"Ayo kita ke kamarmu, Kushina-chan." Ucap Naruto membuat Kushina berhenti bingung.
Naruto lalu mengantar Karin menuju ke kamar yang satunya dan terlihat Naruto dan Kushina sedang berdiri di sebelah tempat tidur.
"Kalau aku tidur disini, dimana Naruto-kun tidur?" Tanya Kushina
"Tidak apa-apa, aku bisa tidur di sofa." Jawab Naruto sambil mengeluarkan cengiran khasnya. "Lagipula kau dan Karin itu perempuan cantik, tidak baik jika kalian tidak tidur di dalam kamar." Kushina langsung merona setelah Naruto perhatian sekali padanya.
"Oyasumi, Kushina-chan." Ucap Naruto berjalan keluar kamar, "Oyasuminasai, Naruto-kun." Jawab Kushina setelah Naruto sampai di depan pintu dan menutupnya.
Keesokan paginya. Matahari bersinar cerah beranjak dari peraduannya membuat seluruh penduduk desa merasakan kehangatan di pagi hari seperti sekarang. Naruto yang tidur di sofa pagi hari ini posisinya bisa dibilang gila. Kepala bergelantungan di pinggir sofa sementara kakinya mengarah ke atas. Membuat Karin dan Kushina yang melihat hal menjadi tertawa terpinkal-pinkal.
"Hoamm...ini masih pagi kalian ribut sekali." Naruto bangun dari tidurnya mendengar tawa dari Karin dan Kushina.
"Nii-chan/Naruto-kun, bangun kita bisa terlambat." Ucap Mereka berdua sambil mengguncang-guncang tubuh Naruto.
"Kalian duluan saja, jika mau sarapan ada ramen cup di lemari." Ucap Naruto lalu memperbaiki posisi tidurnya.
"Baiklah, terserah Nii-chan." Ucap Karin mewakili.
Akhirnya mereka menyeduh ramen cup yang ada di dalam lemari dan setelah itu berangkat ke akademi meninggalkan Naruto yang masih tertidur di sofa. Tiga puluh menit kemudian akhirnya Naruto bangun dari tidurnya dan melakukan ritual mandinya lalu menggunka Shunshin untuk mempersingkat waktu.
Sementara itu di ruang kelas. Perempatan muncul di kening Iruka menunggu Naruto yang sudah terlambat dua puluh menit yang lalu. Naruto lalu menggunakan Shunshin dan langsung tiba di depan kelas, untung tidak ada orang yang melihat jadi Naruto langsung masuk kelas.
"Coba katakan mengapa kau terlambat." Tanya Iruka
"Tadi aku bertemu seorang nenek yang butuh bantuan karena aku orang baik jadi aku membantunya, setelah seperempat perjalanan aku melihat seekor kucing hitam karena takut sial aku mengambil jalan memutar dan tersesat di jalan bernama kehidupan."
Seluruh siswa dibuat sweatdrop oleh Naruto.
"Alasan macam apa itu." Batin Iruka pulih dari sweatdrop.
Sepulangnya dari akademi Trio Uzumaki melanjutkan latihan mereka di Training Ground tempat mereka biasa berlatih. Hari ini Karin memfokuskan latihannya di Taijutsu. Sementara Naruto tampak sedang menjelaskan apa itu perubahan chakra dan dan menyuruh Kushina untuk melakukan apa yang pernah dilakukan Karin yaitu mengetahui apa perubahan chakra milik Kushina.
"Aku aku mempunyai perubahan chakra Doton, Katon dan Suiton." Ucap Kushina setelah mengalirkan chakra miliknya pada kertas yang diberikan oleh Naruto.
Naruto lalu mengeluarkan gulungan empat gulungan dari Fuinjutsu di tangannya lalu memberikan 3 dari 4 gulungan tersebut. "Ini adalah gulungan Doton, Katon dan Suiton. Sementara yang aku pegang adalah gulungan jutsu Mukoton." Ucap Naruto.
"Baiklah, ayo kita latihan!" Ucap Naruto sambil mengankat tangannya sementara Kushina mengangguk pelan lalu berjalan menuju ke tengah-tengah Training Groud dan memulia latihan Ninjutsu.
.
.
.
FIVE MONTH LATER
Hari demi hari berlalu hingga mereka tak sadar ujian kelulusan Genin sudah di depan mata. Ninjutsu dan Taijutsu Kushina mulai berkembang demikian pula dengan Karin. Sementara Naruto sudah sempurna menggunkan Mokuton dan beberapa Fuinjutsu.
Kini wajah Karin sedikit berbeda karena perlahan tiga garis lahir di kedua pipinya mulai menghilang. Hingga membuat wajahnya tampak semakin cantik. (Lihat Karin sewaktu flashback pertemuannya dengan Sasuke pertama kalinya)
Hari ini mereka tengah berada di ruang akademi menunggu Iruka, Sensei dan Shikamaru melakukan kegiatan favorit mereka yaitu tidur. Beberapa Fansgirl Naruto tamapak memperhatikannya namun Naruto tidak memperdulikannya dan melajutkan tidurnya bersama Shikamaru. Selang beberapa lama akhirnya Iruka masuk ke ruang kelas.
"Anak-anak diam!" Pinta Iruka pada siswanya tetapi tidak ada yang memperdulikannya.
"ANAK-ANAK DIAM!" Teriak Iruka sambil menggebrak meja dan seluruh siswa langsung diam kecuali Naruto dan Shikamaru karena mereka bangun dari tidurnya.
"Ada apa sih ribut-ribut, Cih Mendokusai." Ucap Mereka bersamaan.
"Hari ini Sensei mampunyai berita bagus." Seluruh siswa langsung menjadiu serius.
"Apa itu Sensei?" Tanya Beberapa murid.
"Besok kita akan melakukan tes kelulusan Genin, jadi kuharap kalian bersiap-siap." Ucap Iruka sambil tersenyum.
"Baik Sensei." Teriak seluruh siswa kecuali Sasuke yang mengeriangai serta Naruto dan Shikamaru yang tenang-tenang saja.
Langit senja menghiasi desa Konoha. Trio Uzumaki tampak sedang bersantai di balikon apartemen mereka. Setelah jam pelajaran akademi selesai mereka memutuskan untuk tidak berlatih hari ini mengingat besok adalah ujian kelulusan genin.
"Aku ingin kalian berdua sedikit memperlihatkan kemampuan kalian." Ucap Naruto
"Bukannya Nii-chan menyuruh kita untuk merahasiakan kemapuan kita." Kata Karin serta Kushina yang mengangguk mengiyakan
"Tidak ada salahnya jika kita menunjukan sedikit kemampuan kita." Ucap Naruto sambil mengelus rambut metah kedua orang yang disayanginya. Naruto masih menyembunyikan perasaannya terhadap Kushina.
"Dan satu lagi, aku berjanji setelah ujian Genin aku akan mengajari kalian satu Kekkei Genkei." Ucap Naruto membuat Karin dan Kushina menjadi senang.
"Benarkah Nii-chan/Naruto-kun." Kata mereka berdua dan Naruto mengangguk pelan lalu kembali mengelus rambut keduanya sambil tersenyum.
Senja berganti malam. Setelah membersihkan diri dan menyantap makan malam Karin langsung masuk ke dalam kamarnya sementara Naruto dan Kushina masih sibuk membersihkan meja makan dan mencuci piring. Kushina kini berjalan menuju ke kamarnya setelah mencuci piring tiba-tiba namanya dipanggil oleh Naruto.
"Kushina-chan, tunggu!" Ucap Naruto berjalan menghampiri Kushina.
"Ada ap-" Ucapan Kushina langsung terhenti ketika Naruto mengecup singkat keningnya yang sontak membuat Kushina merona.
"Oyasumi, Kushina-chan." Tanpa menjawab Naruto, Kushina langsung berlari ke kamarnya dan melempar tubuhnya ke atas tempat tidur. Sementara Naruto hanya menatap bingung Kushina padahal ia cuman mencium keningnya.
"Kehidupanku semakin sempurna ketika kehadiran Kushina-chan." Gumam Naruto.
Sementara Kushina yang tengah terbaring di atas tempat tidurnya wajah cantik miliknya masih belum berhenti merona merah. Ini pertama kalinya ada seseorang yang mencium keningnya dan perlahan hatinya mulai di penuhi Naruto membuatnya semakin merona.
"Aku tidak menyangka Naruto-kun mencium keningku, tetapi aku merasa sangat bahagia ketika ia mencium keningku." Gumam Kushina masih dengan wajah merona. Lalu perlahan manik violet Kushina tertutup membawanya ke alam mimpi.
Pagi hari pun tiba. Trio Uzumaki bangun dari mimpi indah mereka masing-masing lalu melakukan ritual pagi seperti biasa. Setelah mandi Naruto mengenakan baju lengan pendek hitam dengan lambang Uzumaki pada di belakang sedangkan untuk celana ia mengenakan celana pendek putih (mirip celana yang sering digunakan Sasuke) serta alas kaki standar ninja.
Sedangkan Karin dan Kushina mengenakan baju yang mereka pakai di canon. Karin mengenakan baju yang ia gunakan saat pertama kali bertemu Sasuke sementara Kushina sewaktu pertama masuk ke akademi.
Suasana di ruang akademi tampak hening. Beberapa murid tampak memasang wajah gugup. Namun ada beberapa murid yang hanya memasang wajah santai. Selang beberapa lama Iruka akhirnya masuk ke dalam kelas lalu memerintahkan seluruh murid untuk ke lapangan tempat Ujian Genin dilaksanakan.
"Nah! Anak-anak Ujian Genin kali ini adalah melempar 10 Kunai. Mempraktekkan Henge, Kawarimi , membuat Bunshin dan yang terakhir adalah mengeluarkan Ninjutsu yang kalian kuasai." Jelas Iruka pada murid-muridnya dan dibalas anggunkan.
Tempat Ujian Genin ada beberapa Jounin dan Chunin yang akan menonton. Serta para juri untuk menentukan siapa Rookie of The Year.
"Kita mulai saja. Yang pertama Uzumaki Kushina, tolong maju kedepan."
"Berjuanglah Kushina-chan." Ucap Naruto membuat rona merah muncul sejenak di pipi Kushina.
"Kushina-Neechan." Ucap Karin memberi jempol pada Kushina.
Kushina lalu meju ke depan dan berhasil melempar 10 Kunai tepat sasaran, melakukan Henge, Kawarimi dan membuat empat Bunshin serta mengeluarkan Ninjutsu.
Katon : Gouryuka no Jutsu
Kita Skip saja sampai ke Sasuke. Fansgirls Sasuke langsung berteriak kegirangan ketika Sasuke melangkah menuju ke tempat praktek.
"KYAA...SASUKE-KUN"
"SASUKE-KUN"
Sasuke berhasil melempar 9 Kunai berhasil mengenai sasaran dan satunya melenceng sedikit ke samping, melakukan Henge, Kawarimi , membuat tiga Bunshin dan mengeluarkan Ninjutsu
Katon : Goukakyu no Jutsu
"Selanjutnya Uzumaki Karin."
Wajah beberapa murid langsung berubah menjadi tatapan benci dan jijik bahkan beberapa Jounin dan Chunin menatap Karin dengan tatapan membunuh.
"Apa yang bisa dilakukan oleh monster sepertimu." Ucap Seorang siswa membuat Karin langsung menundukan kepalanya.
Naruto yang mendengar hal itu benar-benar marah. Ia bahkan menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Ketika Naruto ingin beranjak menuju siswa tersebut tangannya langsung digenggam erat oleh Kushina dengan tatapan khawatir. Naruto lalu menghela nafas berat.
Sementara Karin yang sudah tiba di tempat ujian Genin. Memulai dengan baik dengan 9 Kunai berhasil kena sasaran, berhasil melakukan Henge, Kawarimi dan membuat tiga bunshin. Dan mengeluarkan Ninjutsu.
Katon : Hibashira no Jutsu
Beberapa Jounin sempat terkejut melihat Karin berhasil menyarangkan shuriken 9 Kunai pada sasaran dan setidaknya itu bisa dianggap hampir sempurna.
"Cih! Itu sudah pasti, karena dia adalah anak monster."
"Itu benar, pasti ia menggunkan kekuatan monster terkutuk itu."
Naruto yang mendengar perkataan Chunin tersebut kembali marah dan sekali lagi tangannya digenggam eret oleh Kushina. Namun Naruto tidak bisa lagi menahan amarahnya ketika melihat Karin tertunduk sambil meneteskan air mata.
Dengan cepat Naruto langsung melepaskan genggaman Kushina dan melesat menuju salah satu Chunin tersebut, sebuah ledakan kecil langsung tercipta kawah kecil di dekat lokasi ujian Genin dan membuat semua orang menjadi terkejut.
"Apa itu!" Ucap Seorang siswa.
Perlahan debu dan asap yang beterbangan menghilang dan menampakkan Naruto yang tengah berada di atas tubuh seorang Chunin dengan lengan di taruh di leher Chunin tersebut. Semua orang langsung terkejut melihat apa yang dilakukan Naruto.
"Aku tidak melihat pergerakan Naruto." Batin Iruka masih terkejut.
"Seberapa cepat sebenarnya si Dobe itu." Batin Sasuke sambil menatap sinis apa yang dilakukan Naruto saat ini.
"SEKALI LAGI KAU HINA ADIKKU. AKAN KUPASTIKAN KAU MENDERITA LEBIH DARI INI WALAUPUN KAU SEORANG CHUNIN!"
Teriak Naruto dengan nada sangat marah serta tekanan chakra yang sangat kuat membuat orang-orang disekitarnya menjadi merinding. Sementara Chunin yang diserang Naruto hanya bisa ketakutan ketika melihat mata Naruto yang berubah menjadi pola riak air berwarna ungu.
"Na-Naruto lepaskan orang itu." Kata Iruka dengan sedikit takut. "Segitu marahkah Naruto ketika mendengar adiknya diperlakukan layaknya monster." Batin Iruka dan keringat dingin mulai mengucur di keningnya.
Naruto lalu menonaktifkan Rinnegan miliknya. "Kau jangan katakan pada orang-orang tentang mataku." Ucap Naruto sementara orang hanya mengangguk ketakutan. Lalu Naruto beranjak dari atas tubuh Chunin tersebut.
"Sudah-sudah Naruto selanjutnya adalah giliranmu." Ucap Iruka dan beberapa fansgirl Naruto yang tadinya ingin menyorakinya mengurungkan niat mereka.
Naruto lalu berjalan menuju tempat ujian yang ternyata Karin masih tertunduk bersedih di tempat itu. Naruto lalu memeluk Karin dan mengelus-ngelus rambut merah milik Karin. Susana kembali menjadi tenang setelah Naruto memeluk adiknya.
"Kau tak usah khawatir, aku akan terus melindungimu."
Naruto lalu melepaskan pelukannya dan Karin beranjak dari tempatnya lalu mengahmpiri Kushina yang langsung memeluknya.
Back to Naruto, Ia kini sedang memedang 10 Kunai lalu mengalirkan chakra angin miliknya lalu melemparkannya secara serentak dan semuanya tepat sasaran hingga menembus sasaran lemparan tersebut. Sekali lagi semua orang yang berada disana dibuat tercengang oleh Naruto.
Naruto lalu melakukan Henge, Kawarimi danmembuat lima bunshin. Terkahir ia membuat Handseal dengan cepat.
Mokuton : Mokusatshu Shibari
Sebuah pohon langsung muncul di depan Naruto dan untuk ketiga kalinya semua orang yang berada disana tercengang. Pasalnya satu-satunya orang yang bisa menggunkan Mokuton adalah Shodaime-Hokage. (AN : Disini Yamato tidak memiliki Mokuton).
"Mokuton!, bukannya itu Jutsu milik Shodaime Hokage." Ucap salah satu Jounin.
"Aku benar-benar tidak percaya bahwa ada Ninja yang bisa menggunaka Mokuton selain Shodaime Hokage." Sambung salah satu Jounin
"Sebenarnya seberapa kuat kau Dobe!" batin Sasuke.
"Apa selama ini mereka bertiga menyembunyikan kekuatan mereka terutama Naruto yang selalu bertingkah bodoh." Batin Iruka masih tercengang.
"Baiklah Naruto adalah yang terakhir dan ujian Genin aku nyatakan selesai." Ucap Iruka setealh pulih dari tercengan.
Seluruh murid akhirnya masuk kedalam ruang kelas diikuti oleh Iruka. Dan sesampainya di ruang kelas Iruka memberitakan sedikit informasi kepada murid-muridnya.
"Dengan ini aku menyatakan kalian semua lulus." Ucap Iruka dan sontak seluruh murid langsung bersorak gembira.
"Hey aku lulus."
"Orang tuaku pasti bangga."
Naruto hanya tersenyum tipis mendengar hal itu kemudian menghampiri Karin dan Kushina yang duduk didepannya. Ia lalu memeluk kedua orang yang disayanginya dan mengelus rambut merah keduanya. Naruto kemudian mencium kening Karin dan setelah itu mengecup singkat pipi Kushina yang langsung membuatnya merah padam.
"Anak-anak besok kita akan mengumumkan siapa yang menjadi Rookie of the year dan pembagian tim."
Setelah mendengar perkataan Iruka seluruh murid langsung keluar dari kelas lalu pulang ke rumah mereka masing-masing. Trio Uzumaki kini sedang berada di kedai Ichiraku untuk merayakan suksesnya ujian Genin yang mereka menikmati ramen akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen mereka.
Tak terasa malam pun tiba. Mereka memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa setelah sampai ke apartemen hingga malam hari tiba.
"Hari ini kita akan merayakan kelulusan kita dengan memakan ramen edisi spesial yang aku simpan." Ucap Naruto yang langsung disambut gembira oleh Karin dan Kushina.
Naruto lalu berjalan menuju lemari penyimpanan ramen miliknya dan mengambil tiga ramen cup edisi spesial lalu menyeduh ke tiga ramen cup tersebut. Mereka bertiga kini sedang bersanti di balkon apartemen sambil menatap bintang setelah menikmati makan malam. Naruto dan Kushina duduk di kursi panjang yang muat untuk mereka berdua sementara Karin bediri di pinggir balkon sambil menatap bintang.
"Kuharap besok kita menjadi satu tim." Ucap Karin berbalik menatap Naruto dan Kushina.
"Itu semua terserah dengan Jiji." Jawab Naruto
"Walaupun nantinya kita tidak dalam satu tim, aku tetap akan melindungi kalian."
"Kalau begitu aku ingin masuk ke kamar, aku sudah..Hoamm...Mengantuk." Ucap Karin sambli menguap.
"Oyasumi, Nii-chan, Kushina-Niichan." Ucap Karin lalu beranjak menuju kamarnya meninggalkan Naruto dan Kushina. "Oyasumi." Jawab mereka berdua.
Angin malam mulai berhembus. Membuat dua insan yang sedang bersantai di balkon apartemen mereka mulai diserang kantuk. Selang beberapa lama akhirnya mereka memutuskan masuk ke dalam apartemen untuk beristirahat.
Keesokan harinya di ruang kelas akademi. Suasana tampak hening mengingat hari ini adalah hari pembagian tim dan siapa yang akan menjadi Rookie Of The Year. Selang beberapa lama akhirnya seorang dengan luka horizontal memasuki ruang kelas sambil membawa sebuah kertas. Naruto mengenakan baju lengan pendek warna hitam dengan lambang Uzumaki di bagian punggung. sedangkan Karin dan Kushina mengenakan Baju Genin sperti di Canon.
"Baik anak-anak, aku akan mengumumkan siapa yang akan menjadi ROTY adalah-" Iruka menggantung kalimatnya membuat seluruh siswa menjadi penasaran.
"Pasti aku." Gumam Sasuke
"Pasti Sasuke-kun yang menang." Batin beberapa Fansgirl Sasuke.
"Peringkat pertama Uzumaki Naruto, kedua Uzumaki Kushina ,ketiga adalah Uzumaki Karin."
Seluruh siswa langsung terkejut dengan hasil ROTY yang dikatakan oleh Iruka. Sasuke dikalahkan oleh Trio Uzumaki.
"Aku tidak terima. Bagaimana mungkin aku dikalahkan oleh Dobe itu dan kedua orang berambut aneh itu yang salah satunya adalah mons..."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya Sasuke terkejut karena Naruto telah berjongkok di atas meja miliknya sambil memegang kerah baju Sasuke.
"Lepaskan aku Dobe! Aku ini seorang Uchiha." Pinta Sasuke sambil membanggakan Clan Uchiha walaupun sudah dibantai oleh Kakaknya sendiri.
"Kau boleh-boleh saja menghinaku, tetapi jika menghina kedua orang yang sayangi, tempat Hitae-atte milikmu itu akan lenyap walaupun kau seorang Uchiha." Ucap Naruto sambil mengeluarkan Killing Intens yang sangat kuat membuat seluruh ruangan menjadi ketakutan.
Keringat dingin kembali mengucur di kening Iruka sementara Sasuke terlihat ketakutan melihat tatapan membunuh Naruto.
"Sudah Naruto lepaskan Sasuke, dan kau Sasuke menghina orang itu bukan tindakan yang baik." Ucap Iruka sedikit ketakutan
Mendengar perkataan Iruka, Naruto lalu melepaskan kerah baju milik Sasuke dan berjalan menuju Karin dan Kushina yang tampak sangat khawatir. Naruto kemudian mengelus-ngelus rambur keduanya sambil tersenyum tipis.
"Aku tidak akan membirkan orang lain menghina kalian." Naruto lalu berjalan menuju tempat duduknya.
"Selanjutnya." Iruka sedikit menghela nafas setelah Killing Intens Naruto menghilang.
"Untuk pembagian tim akan aku katakan.."
Tim 1 sampai 6 kita skip saja
"Tim 7. Uchiha Sasuke, Haruno Sakura dan Sarutobi Rei (OC). Jounin pembinbing Hatake Kakahsi." Sakura langsung melompat kegirangan.
"Tim 8. Aburame Shino, Inuzuka Kiba dan Hyuga Hinata. Jounin pembinbing Yuhi Kurenai."
"Kita lewati Tim 9 Karena mereka masih aktif."
"Tim 10. Nara Shikamaru, Akimichi Chouji dan Yamanaka Ino. Jounin pembinbing Saruto Asuma." Ino langsung menggerutu tidak jelas karena satu tim dengan dua orang pemalas.
"Dan terakhir Tim 11. Uzumaki Naruto, Uzumaki Karin dan Uzumaku Kushina."
"Sensei, kenapa tim 11 tidak ada pembinbingnya." Tanya Sakura dan Ino
"Itu karena mereka lemah." Uajr Sasuke kesal. Trio Uzumaki hanya diam saja.
"Itu adalah keputusan Hokage-sama."
"1 Jam lagi pembinbing kalian akan menjemput kalian jadi kuharap kalian tidak meninggalkan kelas. Dan tim 11 kalian tunggu saja informasi selanjutnya dari Hokage-sama." Trio Uzumaki mengangguk paham.
2 Jam berlalu seluruh tim kecuali tim 7 dan 11 telah meninggalkan ruang kelas. Sakura mulai tampak mondar-mandir kayak minibus menunggu kedatang Kakashi yang tukang terlambat. Sementara yang lainnya cuman duduk di tempat mereka.
"Hoi! Naruto, apa kau merasakan kebencian pada bocah itu." Ucap Kurama di Mindscape Naruto.
"Apa kepada Uchiha Itachi yang membantai seluruh klannya." Kata Naruto di pikirannya.
"Ini adalah langkah awal dari tugas yang diberi oleh Jiji. Kau harus menyelematkan bocah itu jurang kebencian dan dendam."
"aku akan bicara padanya." Ucap Naruto lalu menghampiri Sasuke.
Naruto kini berada di samping Sasuke, sementara Sasuke hanya mendengus kesal mengetahui orang yang memukulnya tadi berada di sampingnya.
"Ada apa denganmu." Tanya Naruto.
"Hn...Bukan urusanmu."
"Kakakmu pasti memiliki alasan tertentu yang membuat ia membantai seluruh klannya dan yang jelas alasan tersebut logis. Dan kau tidak menyadarinya mengapa ia membunuh seluruh anggota klan kecuali dirimu." Kata Naruto.
"Hal ini tidak ada sangkut pautnya denganmu. Yang jelas ia membantai seluruh Uchiha hanya untuk mengetes kemampuannya."
"Terus kau mempercayai hal itu." Kata Naruto langsung membuat Sasuke terhentak.
"Terus apa yang harus aku lakukan." Ucap Sasuke menatap Naruto.
"Aku sarankan agar kau mencari kebenaran mengenai apa alasan ia melakukan hal itu. Aku akan dengan senang hati membantumu." Wajah Sasuke yang selalu datar akhirnya sedikit berubah mengingat Naruto akan membantunya untuk mengetahui alasan mengapa kakaknya membantai seluruh Klan.
"Aku akan melakukan saranmu itu." Sasuke tersenyum untuk pertama kalinya pada Naruto.
"Dan maaf aku tadi menatapmu dengan tatapan membunuh." Ucap Naruto sementara Sasuke hanya mengeluarkan Trademark "Hn."
Naruto beranjak dari tempatnya dan tak berselang lama muncul kepulan asap dan mucul seseorang berambut merak melawan gravitasi menggunkan masker muncul di kelas.
"Sensei terlambat." Kata Rei dan Sakura bersamaan.
"Tim 7 dan 11 temui aku diatap." Ucap Kakashi lalu menghilang dikuti kepulan asap
"Kakashi-Nii tidak berubah sama sekali." Batin Karin.
Kedua tim langsung menuju ke atap Akademi dan sesampainya disana terlihat Kakashi sedang duduk di pinggiran sambil membaca buku andalannya. Tak lama kemudian akhirnya Tim 7 dan 11 tiba disana dan langsung duduk di depan Kakashi.
"Karena semuanya sudah berkumpul. Kita mulai saja dengan perkenalan." Ucap Kakashi lalu menutup buk laknatnya.
"Bagaimana kalau Sensei yang memprakteknya." Ucap Sakura.
"Baiklah. Aku Hatake Kakashi, yang aku sukai kalian tidak usah tau begitupula yang tidak kusukai, hoby kalian belum cukup umutu untuk mengetahuinya sementar untuk cita-cita aku kita lihat saja nanti." Jelas Kakashi membuat semuanya Sweatdrop berjamaah.
"Dia hanya memperkenalkan namanya saja." Batin Rei dan Sakura
"Kakashi-Nii tidak berubagh." Ucap Karin membuat semuanya terkejut bagaimana bisa ia mengenal Kakashi sementara Kakashi hanya tersenyum di balik maskernya.
"Pertama kau." Kakashi menunjuk Rei
"Namaku Sarutobi Rei, hal yang sukai adalah desa Konoha dan yang tidak kusakai ramen. Hobiku berlatih dan membaca buku dan cita-citaku aku ingin menjadi Ninja Konoha yang hebat."
"Selanjutnya, kau Pinky."
"Aku Haruno Sakura, yang kusuka (melirik ke Sasuke) dan yang tidak suka (melirik ke Karin) dan Ino Pig. Cita-citaku (melirik ke Sasuke)."
"Dasar Fansgirl level dewa." Batin Kakashi sweatdrop.
"Kau Pantat ayam." Tunjuk Kakashi setelah sweatdrop
"Uchiha Sasuke, banyak hal yang tidak kusukai dan tujuanku mencari tahu kebenaran tentang 'dia'." Ucap Sasuke tersenyum ke Naruto.
"Ia sedikit berubah, apa karena Naruto." Batin Kakashi lalu menunjuk Kushina
"Kau Tomat." Wajah Kushina sedikit cemberut.
"Uzumaku Kushina, yang kusukai adalah berlatih dengan Naruto-kun serata ramen dan yang tidak kusukai orang yang menghinaku, tujuanku menjadi kunoichi pertama yang menjadi Hokage dan hidup dengan orang yang kusayangi." Kushina tersenyum ke Naruto dan Karin
"Selanjutnya, Karin-chan."
"Nama Uzumaki Karin, yang kusukai sama dengan Kushina-neechan begitu juga dengan yang tidak kusukai, tujuanku ingin terus bersama orang yang kusayangi." Karin tersenyum ke Naruto dan Kushina.
"Terakhir kau Duren."
"Namaku Uzumaki Naruto, aku suka berlatih dan ramen, yang tidak kusukai adalah orang yang menaruh kebencian, hobiku menciptakan jutsu baru dan tujuanku melindungi orang yang kusayangi serta membuat dunia menjadi damai."
"Menarik juga."
"Yosh besok pagi kita kan melakukan uji kelayakan menjadi Genin dan kusarankan agar tidak sarapan. Dan aku jamin kalian akan memuntahkannya." Ucap Kakashi membuat semuanya kecuali Naruto merinding.
"YOSH aku tunggu kalian besok di Training Ground 10 Jam 7 pagi." Ucap Kakashi lalu menghilang diikuti kepulan asap putih.
~~ TBC ~~
Author Note :
Sarutobi Rei merupakan Genin yang berasal dari Klan Sarutobi tetapi Ia tidak memiliki hubungan darah dengan Sandaime Hokage. Pemanmpilan Rei memilik Rambut coklat jabrik. dan memiliki kulit tan eksotis mirip Naruto. Ia mengenakan baju yang mirip Obito gunakan sewaktu Genin tanpa lambang Klan Uchiha.
#Akhirnya Chapter 3 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan beberapa Review :
: akan terjawab di Chapter ini
: Itu bisa dipikirkan
|RIP| : Kekuatan Naruto akan bertambah secara bertahap
Ndah D. Amay : Tenang saja garis lahir Karin perlahan akan hilang sendiri (mungkin pengaruh kosmetik) dan nama ibu NaruKarin adalah Ayuki di Chapter 1 itu Author membuat sedikit kesalahan.
Vin'Diesel D'.Newgates : Sankyuu Senpai
Mohon maaf yang Reviewnya kagak dibalas.
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
