HIDLEAF

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pair : NaruSasu pastinya

Warning : LEMON, NC-18, Yaoi, Kingdomverse, Typo (s), Tentacles, dan lain-lainnya menyusul (?)

Last Chapter sekaligus untuk merayakan Sasuke Day alias Birthday nya Uchiha Sasuke, husbando saya tercinta hahahahaha

.

Happy Reading

.

-(PART 3 : ULANG TAHUN BERLENDIR )-

Srek...

Srek...

Sasuke membuka kedua matanya lalu melirik sekelilingnya dengan bingung.

Tidak ada Naruto di sampingnya, bukannya ini sudah malam ya?

Kemana lelaki pirang itu pergi?

Apa ada urusan kerajaan? Kenapa tidak membangunkannya juga?

Srek...

Srek...

Dahinya berkerut mendengar suara gesekan dari bawah kasurnya.

Karena penasaran ia pun turun dari ranjangnya dan mengintip ke bawah ranjangnya.

Tidak ada apapun.

Jadi, berasal dari manakah suara aneh itu?

Sasuke tidak pernah percaya dengan yang namanya hantu, jadi ia yakin sekali jika suara itu berasal dari makhluk hidup.

Saat ia mulai menegakkan badannya, mendadak ia merasakan sesuatu tengah mengelus pipinya. Sebelum ia bisa memproses apa yang terjadi dengan dirinya, seluruh tubuhnya telah 'digenggam' dengan eratnya oleh makhluk yang Sasuke yakini, tidak seharusnya ada di dalam istana.

Karena hidupnya berada di laut.

"Kenapa hewan ini bisa ada di si-Ughh..." mata hitam itu membelalak lebar saat kedua tangannya di cekal oleh benda berlendir yang ia yakini adalah sebuah tentakel.

Setelah itu tubuhnya pun di paksa untuk berbaring kembali di atas ranjang, bersamaan dengan kedua kakinya di paksa membuka lebar.

Sasuke membelalak ngeri melihat keadaannya saat ini.

Ada seekor gurita raksasa, mencoba untuk memperkosanya, di sini.

Apa gurita ini sedang memasuki masa kawin?

Apa populasi gurita saat ini sangatlah sedikit hingga membuatnya menangkap manusia sebagai gantinya?

Tetapi kenapa harus dia?

KENAPA GURITA INI BISA MASUK KE DALAM KAMARNYA?!

"Akhhh..." tanpa sadar ia mendesah keras saat salah satu tentakle gurita tersebut masuk ke dalam celana tidurnya juga celana dalamnya, dan melilitkan tentakelnya yang lain pada benda miliknya, melilit dengan eratnya hingga Sasuke merasa seperti diperas dengan paksa.

"Ahhh~ Hentikannn..." Rasanya geli sekali, Sasuke masih berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman erat sang gurita walaupun seluruh tubuhnya telah di goda secara bersamaan.

"Naruto... ahh... Narut-" ucapannya terhenti saat mulutnya dimasuki langsung dua tentakel berlendir itu, membuatnya tak bisa lagi untuk berbicara.

"Ummm.. Unghhh..!" dan ia tak bisa melepaskan diri lagi saat lubang sempitnya di terobos masuk oleh tentakel gurita yang lain.

Ia pun memejamkan matanya, setetes air mata keluar dari sudut matanya, pasrah dengan keadaan menyedihkannya ini.

Ia lebih memilih untuk di setubuhi berkali-kali oleh Naruto dari pada harus melakukan seks dengan seekor gurita.

Ia ingin lepas.

Lubangnya kembali di sodok oleh benda kenyal itu dengan cepat dan kejantanannya di genggam semakin erat.

Di tambah lagi mulutnya yang penuh dengan dua tentakel milik Gurita itu.

"Enggg... Ehhh..."

TIDAKKK!

Tidak mungkin dia merasa 'Hard' gara-gara di grepe oleh makhluk laut ini kan?

Tetapi...

"Ummhhhhhhh!"

Saat ia merasa sampai pada puncaknya, mendadak suasana aneh itu berubah dan ia kembali tertidur dengan baju tidur yang masih lengkap dan juga Naruto yang berada di sampingnya, tengah memeluknya.

Nafas Sasuke masih putus-putus, ia melirik sekelilingnya dan tidak lagi merasakan kehadiran gurita mesum yang menyetubuhinya tadi.

Jadi...

Tadi itu hanya mimpi?

Kenapa terasa begitu nyata?

Jangan bilang...

Wajahnya mendadak memerah saat merasakan benda miliknya mengeras dan mulai basah.

WTF?! Ia mimpi basah dengan seekot gurita?!

...

...

...

...

Naruto mengerutkan dahinya melihat Sasuke yang tidak berhenti menggosokkan sabun ke tubuhnya sejak 15 menit yang lalu, juga berkali-kali keramas hingga Naruto merasa jika rambut itu akan terasa sangat-sangatlah harum dan juga lembut.

Memangnya hari ini akan ada pesta ya? Kan pestanya masih besok?

"Sasuke..." Naruto yang masih menggenakan baju handuknya berjalan menghampiri Sasuke, jika ia biarkan terus-terusan maka Sasuke bisa sakit, air di daerah ini sangatlah dingin dan ia tidak mau terjadi sesuatu dengan sang ratu di liburan mereka kali ini.

Ah, Raja dan Ratu Hidleaf berniat untuk berlibur di pulau seberang yang juga wilayah kekuasaan Hidleaf yang lain, dan saat ini mereka berdua tengah berada di atas kapal besar yang menjadi alat transportasi untuk ke tempat tujuan.

Hanya ada beberapa pelayan, prajurit terpilih dan juga juru masak yang ikut dalam perjalanan liburan ini, tak lupa juga nahkoda yang mengendalikan kapal besar terkuat yang hanya Hidleaf miliki.

Jack Hidleaf, Nara Shikamaru di tugaskan khusus oleh Naruto untuk memimpin kerajaan saat ia dan juga sang ratu pergi untuk berlibur.

Liburan ini juga Naruto maksudkan sebagai honeymoon mereka yang sudah kesekian kalinya dan juga merayakan hari ulang tahun sang Ratu.

Ya, Naruto sudah mempersiapkan pesta ulang tahun meriah untuk Sasuke di pulau tersebut, Raja itu juga yakin kapal ini akan sampai ke tempat tujuan tepat pada hari ulang tahun Sasuke keesokan harinya.

Pokoknya Naruto ingin ulang tahun ini menjadi yang paling berkesan untuk Sasuke.

"Sudah ya mandinya, ayo kita segera sarapan." Ujarnya bingung, ya bingung juga melihat tingkah Sasuke yang aneh semenjak ia membuka matanya tadi.

Contohnya saja ini, saat ia mencoba untuk menyentuh pundak Sasuke, tiba-tiba saja lelaki itu mengelak dan menjauh darinya.

Lelaki itu seakan-akan takut dengannya. Ah, bukannya takut, tetapi segan.

Memangnya kemarin ia melakukan apa ya dengan Sasuke?

Kenapa lelaki itu harus merasa segan dengannya di dalam kamar ini? Ia tidak terlalu memikirkannya jika tingkah yang Sasuke lakukan di luar kamar alias saat mereka benar-benar menjadi Raja dan Ratu di hadapan khalayak umum.

Tetapi ini?

"Sebenarnya ada apa Sasuke? Jika ada masalah tolong ceritakan kepadaku juga." Naruto mematikan shower yang sedari tadi mengguyur Sasuke lalu dengan sedikit paksaan ia memakaikan baju handuk kepada sang terkasih.

Sasuke tetap diam saja hingga Naruto menggiringnya keluar kamar mandi dan mendudukan Sasuke di pinggir ranjang.

Hingga Naruto telah menggunakan pakaian khas raja Hidleaf – yang simpel dan modis – Sasuke masih tetap diam di tempat.

"Kau tidak memakai pakaianmu?" Naruto menghampiri Sasuke yang mematung lalu mengusap rambut Sasuke dengan handuk kecil, bahkan lelaki ini belum mengeringkan rambutnya, memangnya apa yang sedang Sasuke pikirkan?

Naruto menghela nafasnya lalu mengambilkan pakaian Sasuke, memutuskan untuk memperlakukan Sasuke seperti anak kecil dengan memaksa lelaki itu untuk segera berganti.

Setelah sarapan dan melihat kapalnya ini, ia akan memaksa Sasuke untuk menceritakan masalahnya. Walaupun dengan paksa.

Naruto sudah menyelesaikan tugasnya sebagai suami yang baik dengan memakaikan baju dan merapikan rambut sang istri yang sedang galau.

"Maaf..."

Ia menghentikan kegiatannya yang tengah menyisir rambut Sasuke lalu merendahkan tubuhnya.

"Maaf buat apa? Kau juga sering melakukan hal serupa saat aku sedang galau memikirkan kerajaan. Kalau belum mau cerita ya tidak apa-apa, tetapi pastikan kau sudah menceritakannya sebelum malam nanti." Ujarnya seraya menegakkan tubuhnya kembali.

"Maaf..."

"Ya... Ya... Aku maafkan. Sudah, ayo kita segera sarapan."

Tanpa tahu Sasuke meminta maaf untuk hal yang lain.

'Maafkan aku telah bersetubuh dengan seekor gurita, Naruto!' batinnya menangis dengan malangnya.

(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)

Bukannya terkejut atau apa, Naruto malah tertawa dengan kerasnya. Sasuke tak suka Naruto menertawakan hal yang membuatnya merasa bersalah hingga seperti ini.

Sasuke memutuskan untuk menceritakan semuanya saat mereka berdua tengah berjalan-jalan di luar kapal, suasana yang cukup sepi dan sejuk ini membuat pikiran Sasuke menjadi lebih tenang.

"Astaga Sasuke... Jadi itu yang membuatmu menjadi lebih pendiam? Kau bermimpi tengah diperkosa oleh seekor gurita? Kenapa harus kau yang merasa bersalah?" ujar Naruto seraya memeluk Sasuke dari belakang, menyamankan dirinya pada tubuh Sasuke yang lebih wangi dari biasanya.

"Menjijikan... Seharusnya kau merasakan bagaimana... Arghhhh! Menyebalkan!"

Naruto kembali tertawa lalu semakin mengeratkan pelukannya, namun kini ia tidak diam dan mulai melakukan aksinya. Ia mendekatkan mulutnya pada daun telinga Sasuke lalu meniupnya pelan.

"Jadi... Seharusnya aku yang berada di dalam objek mimpi basahmu. Apa aku harus masuk ke dalam mimpimu dan membunuh gurita yang sudah memperkosamu itu 'Suke? Atau... Kau mau menghapus jejak khayal gurita itu dengan jejakku saja hm?"

Sasuke memejamkan matanya dan sedikit berdesis saat lidah Naruto mulai membasahi leher jenjang sang ratu, bak seorang vampir Naruto mengendus perlahan bahu Sasuke lalu menggigitnya.

"Akhh..." menciptakan kiss mark yang masih memerah dengan indahnya. Kedua tangan Naruto tidak berdiam saja, kini mulai menggerayangi dada Sasuke yang masih tertutupi dengan pakaian dan mengelus kedua nipple Sasuke dari luar. Menyeringai senang saat benda kecil itu mulai menegang hanya dengan sentuhan kecilnya.

"Ini di luar...ummm..."

Sasuke sendiri berusaha menahan desahannya, tidak mau suara gairahnya ini di dengar oleh orang luar, tetapi sepertinya Naruto tidak menginginkan hal itu, terbukti dengan jemari-jemari Naruto yang langsung menekan kedua titik sensitifnya bersamaan.

Membuat lolongan indahnya sontak terlepas tanpa bisa ia cegah.

"Ahhhh..."

"Nah... Aku tidak suka kau menahannya. Aku sangat suka mendengar suaramu sayang..." ujar Naruto berat. Tangan kirinya mulai turun dan menyentuh gundukan yang mulai menegang itu, hanya dengan menyentuhnya saja Naruto yakin jika Sasuke sangat haus akan sentuhannya, seakan-akan lelaki yang kini sibuk mendesah itu menginginkan celana hitam yang mengganggunya ini segera Naruto lepas.

"Kau yakin 'Suke..? Bagaimana jika tiba-tiba ada orang yang datang dan melihat tubuh telanjangmu yang menggairahkan ini? Ahh... Aku tidak mau sayang... jadi.." Naruto merapatkan dirinya dan mulai memijat benda tegang Sasuke dari luar, "Kita akan melakukannya di sini dengan pakaian utuh hehehe..."

"Ahhh... Sesak-ahh!" Jika Naruto bersenang-senang melihat Sasuke yang tengah kepayaan, maka Sasuke sendiri merasa sangat tersiksa. Kejantanannya yang mulai menegang tidak dapat menegak dengan sempurna karena terhalangi oleh celananya, rasanya sangat sesak dan panas, membuat Sasuke menggelepar di pelukan Naruto.

"Hahh Narutohhh... Lepashhhh..."

"Hmmm..."

"Engggg... sesakkk... ahhhh..."

"Tapi enak kan? Lebih enakan mana? Pijatanku atau gurita itu hmm?" Naruto semakin mempercepat pijatannya, di sisi selatan Sasuke dan juga dada sang Uchiha. Tak lupa ia juga menggesekkan miliknya yang juga mulai menegang ke bokong Sasuke.

Membuat desahan Sasuke menjadi semakin tak terkendali, masa bodoh jika ada yang mendengar suara anehnya, salahkan Naruto yang langsung menggarapnya tanpa aba-aba, di luar kamar juga.

Bukankah sudah ia bilang jika ia rela digagahi oleh Naruto berkali-kali dari pada dengan seekor binatang?

"Naruhhh... Aku-kelua-ahhh! Keluarhh...ahhhh..."

"Keluarkan saja..."

Sasuke memejamkan matanya, merasakan desakan hebat yang mulai turun dan siap untuk keluar kapan saja.

"Akhhhh..." tubuhnya mulai melengkung ke atas, pijatan yang Naruto lakukan semakin cepat dan membuat tubuhnya tak bisa menahan cairannya kembali. "Ahhhhhhhhhhh!"

Cairan putih miliknya mengucur dengan deras, membasahi celana hitamnya dan juga lantai kapal yang merembes melalui kaki-kakinya. Sasuke merasa sangat lemas sekali dan ia yakin akan ambruk begitu saja jika Naruto tidak memeluknya dengan erat.

"Mau lanjut?" bisik Naruto dengan suara seksinya. Masih ingatkah kalian dengan sihir milik Naruto? Dan yah! Raja Hidleaf ini mulai mengeluarkan sihirnya dan membuat benda Sasuke kembali berdiri hanya dengan bisikan saja.

Sasuke yang masih berada dalam kenikmatan, menganggukkan kepalanya dan tanpa sadar mulai memijat bendanya sendiri. Naruto terkikik kecil melihatnya.

"Dimana? Di sini atau di dalam kamar hm?"

"Enggg... Terserahhh..." jawab Sasuke seraya memejamkan kedua matanya, kenikmatan kembali meraihnya, tubuhnya benar-benar sangat haus akan sentuhan. "Cepatt lakukan bodohh... ahhh!"

BRAKK...!

Kedua pasang mata berbeda warna itu terkejut saat kapal yang mereka tumpangi mulai goyah, gelombang air mulai bergerak kasar, tak sehalus tadi. Naruto yang mengerti keadaan genting ini memutuskan untuk menunda kegiatannya dan mulai menggendong Sasuke ala bridal.

Sebelum sesuatu merebut Sasuke dari gendongannya dan membuat mata birunya membelalak lebar.

"Naruto-sama! Segera menjauh dari sana! Ada seekor gurita raksasa menyerang kapal ini!" seruan kepala pelayannya tak ia hiraukan, ia memandang kaget seekor gurita yang membawa serta Sasuke ke dalam lilitannya.

Sedangkan Sasuke sendiri, merasa ingin gantung diri saat ini juga, karena ia harus bertemu kembali dengan gurita yang memasuki mimpinya tadi.

Gurita yang menyerang kapal mereka tidaklah terlalu besar dan raksasa, namun tetap saja gurita yang mungkin seukuran ikan pari ini masih saja menyerang sisi luar kapal dan mengambil Sasuke begitu saja.

Naruto menggeram kesal, "Pertahankan kapal apapun yang terjadi, kalian yang tidak berkepentingan segera menyelamatkan diri! Aku akan di sini untuk menyelamatkan Ratu!" perintahnya mutlak.

"Ta-Tapi..."

"Cepat lakukan!"

Para prajurit dan awak kapal mulai berusaha mempertahankan kapal dari goncangan yang di buat oleh gurita, namun mendadak gerakan mereka mulai melambat.

"Ugh!" salah satu prajurit mulai jatuh tergeletak di ikuti oleh prajurit yang lainnya, seluruh awak kapal pun juga tidak bisa menahan bau yang memasuki indra penciuman mereka.

Gurita itu mengeluarkan semacam gas yang bisa membius seluruh orang yang ada di atas kapal besar itu. Entah apa yang ada di dalam benak gurita aneh itu, tetapi yang pasti Naruto sudah terlanjur kesal dengan tingkah makhluk bertentakel delapan itu.

Kenapa Naruto masih tegak berdiri tak terpengaruh gas bius? Raja Hidleaf itu segera menutup hidungnya dan karena ia sendiri memiliki ketahanan tubuh yang lebih besar dari pada anak-anak buahnya. Lagi pula, jika ia ikut-ikutan pingsan saat ini juga, bagaimana dengan Sasuke nantinya?

Seperti di dalam mimpi, gurita itu mulai melilitkan tentakel-tentakelnya pada tubuh Sasuke di udara dan memaksa lelaki berambut hitam itu melebarkan kakinya yang di tarik dengan paksa oleh tentakel gurita yang lain.

Tanpa persiapan apapun, salah satu tentakel gurita yang lain masuk ke dalam lubang yang sebelumnya telah basah oleh aktifitasnya tadi, tetapi tetap saja rasa sakit yang mendera lubang yang belum di persiapkan sama sekali itu sontak membuat Sasuke berteriak kesakitan.

"AKHHHHHHH! ENGGGGGG!" teriaknya yang mendadak menjadi lenguhan saat kejantanannya yang telah berdiri tegak itu di lilit oleh sebuah tentakel, semuanya menjadi lebih menyakitkan saat ujung tentakel itu menutup saluran kencingnya, membuat cairan pre cum nya tidak dapat keluar dengan semestinya.

"Ennnnnhhhh...!"

Celana Sasuke telah robek dan terbuang ke dalam lautan, jubah kebesarannya sebagai seorang ratu Hidleaf juga telah robek, menyisahkkan kemeja putih yang masih bertahan di tubuhnya, yang telah basah oleh keringat dan juga cairan lendir yang gurita itu keluarkan.

"Brengsekk! Lepaskan Sasuke gurita sialan!" Naruto berusaha untuk menghampiri gurita tersebut, sebelum salah satu tentakel gurita melilit ke pergelangan kaki kanannya dan memaksanya untuk terjatuh.

Gas yang mati-matian tidak ia hirup pun pada akhirnya memasuki paru-parunya juga, ia berusaha untuk bangkit dan tidak jatuh tertidur seperti yang lain, harga dirinya sebagai Raja Hidleaf dan juga suami yang baik di pertaruhkan hari ini.

Tidak akan ia biarkan gurita itu hidup setelah semua ini.

"Naruthh-ummmm..." Sasuke merasa deja vu dengan keadaannya saat ini, di mana mulutnya di masuki dengan paksa dua tentakel besar dan lubangnya di genjot dengan kasarnya oleh gurita ini.

Nikmat sekaligus menyakitkan.

"Akhh! Akhh! Akhh-ummm...!"

Sangat menyakitkan.

"Ahhhh-enggggghhh!" dan ia merasa terhina saat cairan yang seharusnya membasahi tangan Naruto kini malah membasahi tentakel-tentakel milik sang gurita.

Ia kembali menangis sama seperti di mimpinya tadi malam.

Ia tidak ingin merasakan persetubuhan ini.

Ia sangat menjijikan.

Sangat menjijikan.

Menjiji-

Sret..!

"AKHHHHHH!" ia berteriak kesakitan saat tubuhnya di tarik paksa untuk menjauhi gurita tersebut, rasanya sangat menyakitkan saat tentakel gurita yang melilit erat tubuhmu terlepas dengan paksa, apalagi saat terlepas dari lubangnya.

"Ahnnn..."

"Maaf Sasuke..." saat ia membuka kedua matanya, tubuh kacaunya ini telah berada dalam dekapan Naruto, tangan kiri Naruto memeluknya dengan erat, sedangkan tangan kanannya tengah mengacungkan sebuah pedang yang mungkin lelaki itu dapatkan dari prajuritnya yang tertidur. "Aku sudah menyakitimu, kau boleh menghukumku setelah ini."

Sasuke yang masih meringis menahan sakit, memandang wajah Naruto sedikit mengabur, walaupun begitu ia sangat tahu sekali jika Naruto sudah memasang wajah itu, berarti Raja muda itu terlanjur sangat marah.

Gas bius itu mulai menghilang dan membuat keadaan menjadi seperti semula, Naruto menyeringai senang saat merasakan prajurit-prajuritnya mulai berdiri, walaupun dengan sempoyongan.

Seseorang tiba-tiba saja datang dari bawah kapal kecil dan melangkah dengan cepat melewati pasukan-pasukan yang masih sedikit linglung.

Seringai Naruto semakin besar.

Seseorang itu merendahkan dirinya di belakang Naruto yang masih mendekap Sasuke dengan eratnya, kaki kanannya ia tumpukan ke depan sedangkan ia menundukan wajahnya dengan punggung tegap.

"Maafkan kedatangan saya yang terlambat, Ou-sama..."

Naruto melempar pedangnya, ia ambil jubahnya sendiri untuk menutupi tubuh Sasuke yang telanjang, ia gunakan tangan kanannya untuk mengangkat kaki Sasuke dan menggendong sang ratu ala bridal. Sang Raja pun membalikkan badannya dan berjalan pelan melewati seseorang yang merendahkan tubuhnya tadi.

"Tugasmu sangat banyak Ace, aku maklumi keterlambatanmu. Tetapi sebagai hukumannya..."

CRASHHH!

Seluruh tentakel gurita itu tiba-tiba terpotong dan mengucurkan banyak darah yang membasahi kapal dan juga lautan di sekitarnya. Hasil tarian pedangnya yang sangat singkat namun menyakitkan bagi sang gurita.

Tentakel-tentakel itulah yang menyakiti Sasuke. Jangan harap hewan brengsek itu mati dalam keadaan utuh.

"Bunuh gurita itu lima menit dari sekarang dan hidangkan dagingnya pada buaya di istana." Ujarnya memberat. Penuh kewibawaan yang menakutkan.

Sang Ace berambut hitam panjang yang di ikat di leher itu menganggukkan kepalanya dan berdiri dari posisi sembahnya, "Akan saya laksanakan tugas yang anda berikan, Ou-sama."

Naruto hanya tersenyum, yang saat ini mendadak menjadi senyum mengerikan dan membuat para prajurit dan awak kapal merasa merinding walau tidak melihatnya secara langsung.

"Tidak perlu sehormat itu..."

Ia melangkahkan kakinya kembali dan memasuki ruangan dalam kapal.

'Kakak ipar.."

..

..

..

..

..

Kapal yang sedikit rusak itu akhrinya sampai di pulau... sebut saja pulau X keesokan paginya. Tepat di hari ulang tahun sang ratu Hidleaf.

Sasuke yang berjalan teratih-atih itu sangat terkejut karena sudah ada puluhan orang alias pelayan mereka dan juga anggota istana yang sudah ada di pulau tersebut, menyiapkan pesta sebegitu meriahnya hingga ia merasa pesta itu seperti di adakan untuk anak kecil.

OTANJOUBI OMEDETEOU JOOU-SAMA!

Sebuah panduk besar mereka pasang saat Sasuke dan juga Naruto mulai menuruni kapal, saat kakinya yang terbalut sandal tradisional Jepang mulai menyentuh tanah berpasir khas daerah pantai. Seorang pelayan yang sudah mengurus Naruto sejak kecil datang menghampiri mereka dan memasang wajah khawatir.

"Sasuke-sama... Anda tidak apa-apa? Saya sudah membuatkan obat untuk anda saat saya mendapat kabar itu dari sini..." tanyanya cemas.

Sasuke yang cukup terkejut karena sudah banyak orang yang tahu akan keadaannya pun hanya memasang wajah datar dan menolak untuk menjawab, Naruto yang mengerti keengganan Sasuke pun mulai angkat bicara.

"Ratu tidak apa-apa Baa-san... Pelayan sudah mengobatinya di kapal.." ujarnya seraya tersenyum lebar.

"Benarkah? Ah, tapi anda tetap gunakan obat tradsional yang sudah saya buatkan. Saya benar-benar khawatir."

"Hahahaha Arigatou Baa-san."

Pesta pun di adakan dengan meriah, walaupun para pelayan dan prajurit sedikit enggan bersenang-senang karena masalah yang kemarin mereka lalui, namun Naruto sendirilah yang menyuruh mereka untuk tetap seperti biasa dan membuat pesta ini menjadi meriah.

Walaupun Naruto melihat Sasuke telah tersenyum saat banyak pelayan dan prajurit mulai mengucapkan selamat kepadanya, namun Naruto tahu jika itu adalah senyuman formalitasnya sebagai seorang ratu. Bahwa senyuman itu palsu.

Pesta pun selesai sore harinya sekaligus juga makan malam yang diadakan ramai-ramai di pinggir pantai, semua orang mulai menempati rumah-rumah yang tersedia di pulau tersebut, sedangkan sebagian prajurit menjaga ketat rumah yang terlihat paling bagus di pulau ini, tempat tinggal sang Raja dan Ratu Hidleaf.

"Aku ingin melakukannya sekarang."

Naruto mengerutkan dahinya tak mengerti, ia memandang Sasuke yang telah duduk meringkuk di atas ranjang mereka dan juga balas memandangnya dengan mata sayu.

"Kau... Ingin melakukan apa?"

"Jangan buat aku yang mengatakannya bodoh.." gumam Sasuke, ia pun memutuskan pandangannya dari Naruto.

"Hah..." Naruto pun menaiki kasur dan duduk di hadapan Sasuke, "Aku memang ingin sekali melakukannya denganmu 'Suke... Tetapi tidak sekarang. Kau masih terluka." Ujarnya pengertian, ia memandang sedih seluruh tubuh Sasuke yang memerah, bekas cengkraman tentakel gurita tadi.

"Lalu kenapa kalau aku terluka? Kau jijik kepadaku hah?! Katakan saja!"

"Aku tidak pernah merasa jijik kepadamu, aku hanya tidak ingin kau semakin terluka."

"Naruto!" Sasuke mencengkram bahu Naruto kuat-kuat, "Lakukan kepadaku saat ini juga! Hapuskan jejak makhluk itu! Rasanya masih sangat terasa! Ini menjijikan! Tolong aku... Aku bisa gila karena memikirkannya!"

Dengan tenang Naruto mendekatkan wajahnya lalu membungkan bibir Sasuke dengan bibirnya, ia sentuh kedua bahu Sasuke pelan dan mendorongnya agar tertidur di atas kasur. Ia pun semakin memiringkan wajahnya, memperdalam lidahnya yang mulai bergulat dengan lidah Sasuke. Sedangkan kini tubuhnya telah menggagahi sosok tubuh yang terkulai lemah di bawahnya.

Kedua pasang mata berbeda warna ini mulai memejamkan matanya dan semakin memperdalam ciumannya.

Ia hanya akan mencium Sasuke, sepuasnya hingga lelaki di bawahnya ini merasa bosan. Karena ia tidak sanggup melakukan seks dengan lelaki itu saat ini.

Ia tidak merasa jijik, perasaan itu bahkan tidak ada sama sekali. Namun ia hanya tidak ingin menyakiti Sasuke lebih dalam lagi.

Saat ia memeriksa Sasuke – sendiri – tadi, betapa marahnya ia saat melihat darah yang keluar dari lubang Sasuke yang telah membengkak, begitu pula dengan kejantanannya. Cairan pre-cum Sasuke telah bercampur dengan merahnya darah. Pergelangan tangan dan kakinya memerah dan mulai membiru dan banyak luka lagi yang tidak sanggup Naruto sebutkan.

Mungkin saja yang membuat Sasuke sanggup berdiri dan berjalan seperti tadi adalah kekuatan daya tahan tubuh yang sudah ia asah sejak kecil, tidak jauh berbeda dengan yang Naruto miliki.

Naruto tidak tahu lagi apa yang akan terjadi pada Sasuke jika lelaki itu hanya rakyat biasa.

Ciuman masih berlanjut cukup lama, mereka berpisah hanya 10 detik untuk mengambil nafas dan kembali bercumbu dengan panasnya.

"Enggg... Naruthh..."

"Ummm..." Naruto menggelengkan kepalanya saat merasakan Sasuke mulai meminta lebih dari ini. Sasuke akan sakit, percayalah.

"Ahhh-akhh!" merasa tegang saja sudah membuat Sasuke merintih kesakitan, Naruto pun lekas menghentikan ciumannya tetapi tidak merenggangkan jarak di antara mereka, dahi mereka saling berdekatan dan Naruto berusaha memberi pengertian kepada Sasuke dengan mata birunya.

"Aku akan membersihkanmu dengan sebuah ciuman sebagai ganti seks yang kau inginkan. Aku tidak akan melakukannya sampai kau sembuh benar sayang... Tolong... Lihat keadaanmu juga..." ujarnya lirih.

Ia pun kembali memeluk Sasuke saat lelaki berambut hitam itu mulai menitikkan air mata.

"Lupakan saja masalah kemarin, hari ini adalah hari ulang tahunmu dan kau harus berbahagia. Wajib berbahagia, ini perintahku sebagai seorang raja!" ujar Naruto tegas, walaupun ada sedikit nada canda.

'Lagi pula gurita itu sudah mati dan kini telah terkoyak oleh buaya-buaya dan ular-ular istana.' Batinnya penuh dendam.

"Selamat ulang tahun Sasuke... Selamat ulang tahun... Semoga kau bisa mendampingiku, baik sebagai Ratu dan juga Istriku hingga tua nanti. Aku sangat mencintaimu..."

Sasuke menarik nafasnya dan mengusap wajahnya dengan pakaian tidur Naruto yang masih memeluknya, ia pun semakin menyamankan dirinya dalam pelukan Naruto yang mulai berbaring di sampingnya.

"Hn, Arigatou..." ujarnya pelan. "A-aku juga mencintaimu..." dan semakin memelan.

Naruto pun tertawa kecil lalu semakin mengeratkan pelukannya, mengeratkan pelukan lembutnya yang tidak akan menyakiti tubuh Sasuke.

Hah... Hari ini rencana Honeymoon yang ingin ia lakukan di pula ini pun gagal, walaupun kemarin ia sudah memulainya dengan merangsang Sasuke terlebih dahulu dan berlanjut ke -serangan-gurita-aneh-yang-kayaknya-kebelet-kawin-tapi-nggak-dapet-dapet-pasangan-

Membuat kejantanannya yang mulai horny ini sama sekali tidak memasuki lubang ketat sang uke. Mengingat hal itu membuatnya kembali mengutuk sang gurita dan menganggap kematian gurita saja masih belum cukup sebagai hukumannya.

Tetapi tak apalah, yang namanya musibah bisa datang kapan saja, ia cukup menyuruh juniornya ini sabar selama satu bulan lebih dan memilih untuk menghibur dirinya sendiri terlebih dahulu di kamar mandi.

Semuanya demi Sasuke.

.

.

.

.

"Oh ya Sasuke... Ngomong-ngomong kemarin kakakmu datang loh, seharusnya sih ia datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu karena hari ini ia harus bertugas kembali sebagai Ace kerajaan. Tetapi aku malah menyuruhnya untuk melanjutkan bagianku yang telah memotong tentakel gurita itu hehehehe dia sudah membunuh gurita itu dan memberikan dagingnya kepada buaya dan juga ular-ular peliharaan kita loh~"

..

..

..

..

END

..

..

..

..

MAAF SUDAH MENISTAI SASUKE DI HARI ULANG TAHUNNYA!

*Di hajar fans Sasuke

Seharusnya sih aku bikin fic oneshoot untuk Sasuke Day, tapi nggak dapet ide sama sekali hahaha *plak* soalnya sudah banyak ide aku keluarkan untuk - USUK Day di fandom sebelah – yang sampai saat ini nggak ada yang review T_T – Promosi sebentar yaa~ Buat yang suka USUK – Pasti tahu dong USUK itu dari fandom apa hahahaa – juga silahkan mampir ke fanficku yaaa, jangan lupa reviewww.

Sudah cukup promosinya.

Gomenn nggak munculin adegan Hot Naruto sama Sasuke di ranjang – en nggak sampe adegan tusuk-tusukan – dan malah jadi kayak full GuritaxSasuke ( Pair mengerikan macam apa iniiiiii! )

Hahahaha sekali-kali lah hahahahahaha Efek habis lebaran hahahaha bikin Rated M masih males-males gimana gitu, padahal ya pingin buat XD

Lain kali juga, Author bakal bikin versi seriusnya Kerajaan Hidleaf ini dengan tidak mengutamakan LEMON sebagai plot ceritanya. Yah kalau bisa sih, Author kan mulai sibuk nihh hehehehe

Sebagai bonusnya dan terakhir saya mbacot di sini, saya akan kasih tahu struktur kerajaan Hidleaf versi Uchiha Iggyland hehehehehe.

KING : UZUMAKI NARUTO ( Seorang King pastilah satu keturunan dengan King-king yang sebelumnya, jadi jikalau ada keturunan cewek, cewek itu pantas mendapatkan gelar King. )

QUEEN : UCHIHA SASUKE ( Seorang Queen belum tentu menjadi istri atau suami dari King. Queen bisa dari golongan bangsawan atau rakyat jelata sesuai kehendak King – yang ingin menikahinya juga atau tidak – )

JACK : NARA SHIKAMARU ( Jack menjabat seumur hidup atau atas kehendak King atau Jack sendiri yang ingin mengundurkan diri, tugasnya adalah seperti seorang manager jika di dunia perkantoran )

ACE : UCHIHA ITACHI ( Ace di pilih langsung oleh King dan juga Queen, tugasnya adalah sebagai panglima tertinggi kerajaan dan menjadi kekuatan kedua ( Jika Queen tidak bisa melakukan perang ) atau ketiga kerajaan ( Jika Queen sanggup berperang dan memiliki kekuatan setara dengan King )

Dan lain-lainnya, anggap saja seperti dalam kartu Remi hahahaha

Kalian menganggap Kerajaan Hidleaf * Konoha lah kalau kalian bingung hehehe* ini menjadi sosok SPADES (Sekop), CLUBS (Keriting), DIAMONS (Yaa Diamon) , atau HEARTS (Hati) ? Isikan ke kolom review yaaaa

Di fanfic lanjutannya ini bakal aku buat bergenre fantasy, bisa sihir-shir gitu hehehe. Tapi masih wacana. Bisa aja bakalan aku buat 2 atau 3 tahun kemudian *Wuthh?*

Sudah cukuplah.

Intinya... Review pleaseee!

.

Uchiha Iggyland