Finding Memories about You

Chapter three

Disclaimer: Bleach © Tite Kubo

"Tentu saja…" kata Toushiro. Lalu Momo membenamkan wajahnya ke dada Toushiro. Tanpa merasa sepasang mata violet memperhatikan mereka.

"Hey, sebagai permintaan maaf, maukah kau umm, hank out bersama ku?" tanya Toushiro.

Sunday morning…

"Brumm, Brumm," seorang pemuda berambut putih salju itu menaik-turunkan gas sepeda motornya. Menunggu gadis yang di cintainya itu.

"Wah Toushiro, kau sudah lama menunggu, ya?" tanya Momo.

"Eh, engg-" kata Toushiro, namun terpotong begitu Momo berbalik. Ia terlihat sangat manis sekali. Ia mengenakan baju tanpa lengan berwarna perak, lalu rok mini berwarna putih yang dipadu-padankan dengan legging berwarna hitam, dan rambut panjangnya ia biarkan terurai.

"Toushiro?" tanya Momo.

"Oh, eh, maaf, umm, hanya saja, kau manis…" kata Toushiro. Baik yang memuji maupun yang di puji, sama-sama blushing.

"A-ayo berangkat…" ajak Momo.

"Oh, ayo!" kata Toushiro.

-XxX-

"Sebenarnya kita mau kemana, sih?" tanya Momo, di tengah perjalanan.

"Taman Hiburan…" kata Toushiro, lalu menarik gas hingga 200km/h.

"Kyaa!!"

-XxX-

Selama di Taman Hiburan, Momo tampak senang sekali. Ia dan Toushiro benar-benar layaknya anak SD, mereka naik Roller coaster, masuk ke rumah hantu dan masih banyak lagi yang lainnya.

"Hey Momo, kau mau naik Kincir Raksasa?" tanya Toushiro. Saat itu mereka sedang duduk di bangku taman.

"Boleh saja," kata Momo, mengipas-ngipas lehernya. "Tapi istirahat sebentar, ya? Aku haus…" kata Momo, nyengir.

"Ayo, lagi pula ini saatnya makan siang, kita makan dulu saja…" kata Toushiro, melihat arloji-nya.

"Setuju!" kata Momo.

"Akhirnya, datang juga…" kata Toushiro, melihat Momo, dengan nampan yang di bawanya.

"Hehehe, antriannya panjang.." kata Momo, menaruh nampannya di meja. Lalu Toushiro segera mengambil Beef burger-nya.

"Kau lapar, ya?" tanya Momo.

"Hmm, ya.." jawab Toushiro dengan mulut penuh. Momo hanya tersenyum melihat kelakuan cowok berambut seputih salju di depannya itu. Setelah itu ia menatap lekat-lekat pria di depannya itu. "Eh, umm, ada apa?" tanya Toushiro, merasa aneh ditatap lekat seperti itu.

"Umm, tidak, hanya saja, kenapa saat sekolah kau melicinkan rambutmu? Kenapa rambutmu tidak di buat seperti ini saja?" tanya Momo, memperhatikan rambut Toushiro.

"Ah, er, umm," kata Toushiro,membetulkan letak kacamatanya. "I-itu, er, ka-karena, bi-bisa di marahi, kan?" kata Toushiro, berusaha tidak melihat Momo.

"Eh? Menurutku tidak, ini asli, kan?" tanya Momo, tanpa sadar mengelus kepala Toushiro. "Lembutnya…" gumam Momo.

"Eh, umm, Momo…" kata Touhiro.

"Ah, maaf!" sergahnya, langsung menarik tangannya.

"Ahahaha tak apa…" kata Hitsugaya, tertawa kecil. "Eh, ayo cepat habiskan, kau mau naik Kincir Raksasa, kan?" tanya Toushiro.

"Hmm!" kata Momo, mengangguk.

"Silahkan masuk!" kata pegawai perempuan yang membukakan Loker Kincir Raksasa itu. "Kalian pasangan serasi!" katanya lagi dengan wajah tanpa dosa. Seketika Momo merah padam, begitu pula Toushiro. Akhirnya mars di dalam loker itu menjadi kurang enak. Tiba-tiba, saat mereka di bagian puncak,

"DUKK!" Kincir Raksasa berhenti tiba-tiba, dan Semua loker Kincir itu bergoyang-goyang, namun tak lama Kincir kembali berjalan, namun "DUKK!" Kincir berhenti, kali ini lebih keras, sampai membuat Momo yang duduk berseberangan dengan Toushiro, terlempar ke tempat Toushiro.

"Maaf kepada para pengunjung Kincir Raksasa, harap bersabar dikarenakan adanya kesalahan teknis, kami akan berusaha memperbaikinya secepat mungkin, Terima kasih." kata pengeras suara yang ada.

"Sial…" gumam Toushiro, ia ingin sekali berteriak-teriak, namun ia ingat kalau ada Momo di sebelahnya.

"To-toushiro… a-aku ta-takut…" kata Momo, mengeluarkan beberapa bulir airmata.

"Te-tenang, ada aku, kok…" kata Toushiro, merangkul Momo, berusaha menenangkannya.

-XxX-

"Silahkan…" kata perempuan yang mebuka-tutup pintu loker itu setelah tiga jam di dalam Loker kincir. Ia memegang kotak tissue, mungkin bukan hanya Momo yang menangis.

"Bagaimana? Kau mau pulang?" tanya Toushiro.

"Umm, sepertinya aku harus pulang, sudah jam 5 sore…" kata Momo.

"Umm, iya, baiklah, ayo kita pulang…" kata Toushiro.

-XxX-

"Brumm…" derum motor Toushiro yang berhenti di depan rumah bertuliskan 'Hinamori'.

"Yap, sampai…" kata Toushiro.

"Terima kasih, ya Toushiro, aku senang sekali, sudah ya, sampai besok…" kata Momo, lalu, secara tiba-tiba, ia mengecup pipi Toushiro, dan masuk kedalam rumahnya.

"Haa?" gumam Toushiro, yang masih bengong di atas motornya. "Hmph, Momo-chan…" kata Toushiro, memakai helm-nya dan pulang.

"Bluskh!" Momo merebahkan badannya di atas kasur empuknya. "Hmmph, aku mulai gila…" kata Momo, menyentuh bibirnya, "Tapi biarlah, aku senang sekali…" katanya seraya meraih boneka Chappy yang dibelikan Toushiro. "Apa aku jatuh cinta padanya, ya?"

Di saat yang bersamaan, di kamar toushiro…

"Woohoo!" teriak Toushiro girang.

"Tuan?" tanya Ichimaru, yang kebetulan sedang di depan kamarnya.

"EH, uhm, ya baik-baik saja, ada apa, Ichimaru?" tanya Toushiro, kembali menjadi pangeran.

"Tuan besar memanggil anda, tuan." kata Ichimaru.

"Oh, ya.." kata Toushiro, merapikan rambutnya, lalu ia keluar, menuju ruang keluarga.

"Doushite? Otou-san…" tanya Toushiro begitu di ruang keluarga.

"Bagaiamana? Apakah ada perkembangan?" tanya Juushiro, langsung.

"Sedang dalam proses, otou-san…" kata Toushiro.

"Lama sekali, sebenarnya kau serius atau tidak?" tanya Juushiro lagi.

"Tentu saja aku serius, otou-san, aku benar-benar mencintainya…" kata Toushiro, sungguh-sungguh.

"Kalau begitu buktikan dengan segera, Okaa-san tak mau kalau kau hanya membuang-buang waktu…" kata Rangiku, yang baru saja masuk ke dalam ruang keluarga. "Sekarang ganti baju mu lalu makan malam." Kata Rangiku.

"Baik, okaa-san…" kata Toushiro.

-XxX-

"Teng, Teng, Teng!" bel pulang berbunyi, semua anak menghambur ke koridor.

"Momo! Tunggu sebentar," panggil Rukia, menarik Momo yang mau pulang itu. "Aku ingin bicara sebentar…" katanya lagi.

"Oh, tentu saja…" kata Momo.

"Ada apa, Rukia-chan?" tanya Momo, saat itu kelas sudah sepi.

"Umm, apakah kau mempunyai hubungan dengan Kurosaki-kun?" tanya Rukia langsung.

"E-eh? Toushiro? Ti-tidak, kok…" kata Momo, kaget, tiba-tiba di sodori pertanyaan seperti itu.

"Baguslah," kata Rukia, senang. "Sebenarnya, aku suka padanya, aku mau menyatakan cinta padanya…" kata Rukia.

Degg!

"O-oh, ganbatte yo, Rukia-chan…" kata Momo.

"Hmm! Ya sudah, matta Ashita!" kata Rukia, lalu pergi.

"Ukh…" gumam Momo.

"Grekk!" slide door kelasnya terbuka.

"Momo?" tanya seseorang, ternyata Orihime.

"Eh? Hime, ada apa?" Momo balik bertanya.

"Umm, bisa kau temani aku? Aku ingin membelikan hadiah untuk seseorang…" kata Orihime.

"Oh ya? Aku tahu toko kado yang bagus, ayo kita ke sana!" kata Momo.

-XxX-

"Kau mau memberi apa?" tanya Momo.

"Umm, aku sih ingin memberi sapu tangan…" kata Orihime.

"Oh, sebentar, aku ambilkan pilihannya…" kata Momo. Lalu ia menuju tempat sapu tangan. Ia memilih beberapa model. Namun tiba-tiba ia mendengar dua suara yang di kenalnya di balik etalase tempat ia memilih sapu tangan.

"Hey, Kurosaki, menurutmu mana yang lebih bagus?" tanya suara seorang gadis, namun Momo tahu itu adalah Rukia.

"Beli saja dua-duanya, aku yang bayar, deh…" kata seorang pria, yang tak lain tak bukan, adalah Toushiro.

"Sungguh? Terima kasih!" kata Rukia.

"Hmm, sama-sama, udah biasa, kok…" kata Toushiro.

Nyutt!

"Ukh…" kata Momo, "Ternyata, apapun, siapapun, sama saja, ya…" gumam Momo.

"Orihime, pilihlah di antara ini, umm, ano, aku pulang duluan, ya, aku agak pusing…" kata Momo, berbohong.

"Oh? Oh, ya sudah, hati-hati di jalan…" kata Orihime.

"Kurosaki, kau mau tahu ini untuk siapa?" kata Rukia, mereka berdua sudah berada di luar toko tadi.

"Siapa?" tanya Toushiro.

"Sini…" Rukia mendekat pada Toushiro, membisiki sesuatu, namun ia menutupi nya hingga terlihat seperti orang yang sedang berciuman, tepat pada saat Momo keluar.

------TBC------