(A/N) : maaf pisan, tadinya mau apdet pertengahan agustus, eh ngaret jadi akhir agustus. dan, part terakhir dari chappie ini rasanya dikit banget... mungkin chap" selanjutnya akan per chappie aja, nggak per part, karena setelah diitung" cuma kisaran 1000~3000 kata.

ohya, saya mau ngucapin makasih buat Meilin Hanamiya, Ryu, Ayren Christy Caddi, CN Bluetory, Fantasi Liar, Aoki cassieast,Ucucubi, dan Reiki Kikawa atas reviewnya... udah dibalesin, lhoo... (bagi yang nggak ada akunnya silakan liat bagian paling bawah ^ ^), juga buat orang" yang sudah memasukkan story nggak jelas ini ke dalam alerts dan atau favorites... arigatou~

ohya, mungkin kalian merasa di chapie" kedepannya banyak yang mirip" sama adegan komik mana... yah, karena saya suga baca komik, jadi ada beberapa scene yang saya ambil dari komik" lain. semoga itu nggak menggangu kesenangan kalian untuk membaca...

yah...selamat membaca ^ ^


Kitchen Romance

a Naruto fanfiction by Mizumori Fumaira

Disclaimer : Naruto©Masashi Kishimoto

Part 3

Bertepatan dengan Sakura meletakkan kuenya di atas piring kecil, bel tanda waktu telah habis berbunyi. Satu per satu peserta maju sesuai nomor urut, tentu saja ada yang berhasil, ada juga yang gagal. Dari 75 orang peserta, hanya akan diterima 25 orang peserta. Itu artinya, setiap orang secara tidak langsung harus mengalahkan minimal dua orang untuk dapat diterima di Konoha Gakuen.

Sakura menunggu gilirannya dengan sabar, menyadari kalau ia adaah peserta terakhir yang akan dipanggil. Ia tak mempermasalahkan hal tersebut, apalagi peserta lain—termasuk Shizune dan Itachi yang sudah mulai kecapekan, yang ingin menonton kelanjutan duel tak terduga antara si jenius yang bermulut tajam dan si nekat berambut pink.

"Peserta terakhir, nomor 75, Haruno Sakura-san silakan maju!"

Peserta yang gagal yang harusnya sudah pulang pun menyempatkan diri untuk menonton sang penantang terakhir. Banyak dari mereka memperkirakan bahwa gadis itu akan gagal, karena faktanya, selama 3 tahun terakhir Hatake Kakashi belum menerima siapapun lewat jalur ini. Tapi, banyak juga yang diam-diam mendukung gadis itu untuk membuat Kakashi bertekuk lutut.

Ia meletakkan piring itu di meja juri.

"Hm… wanginya sedap sekali," gumam Itachi sambil tersenyum.

"Ini cinnamon, ya?" ujar Shizune.

"Betul," Sakura mengangguk. "Wanginya bisa menyamarkan bau langu yang secara alami dimiliki oleh wortel. Menurut teman-temanku yang nggak suka wortel, bau langu yang dimiliki wortel merupakan salah satu alasan mereka untuk tidak menyukai wortel."

Kakashi hanya tersenyum mengejek.

"Kalau carrot cake yang kau buat rasanya sama seperti buatan ibu-ibu di rumah, bersiaplah untuk menepati janjimu tadi," ujarnya sambil mengambil garpu dan pisau.

Perlahan, Kakashi menyuapkan carrot cake buatan Sakura ke dalam mulutnya. Seisi gedung sunyi, diliputi atmosfir ketegangan yang berasal dari semua orang kecuali Kakashi dan Sakura sendiri.

Sunyi. Tak ada komentar pedas yang dari tadi dikeluarkan oleh Kakashi. Apa kue itu begitu tidak enak sampai Kakashi malas berkomentar? Atau malah sebaliknya? Pertanyaan yang senada berputar dalam otak semua orang, termasuk Shizune dan Itachi.

Penasaran, Shizune segera mengambil garpu dan pisau untuk mencicipi juga, diikuti oleh Itachi yang sama penasarannya. Namun, bukannya memperjelas rasa kue itu, kedua juri yang lain ikut-ikutan speechless.

"Aa… berarti aku harus siap-siap handstand…" ujar Sakura sambil meregangkan tangannya, membalikkan badan ke arah pintu keluar.

"Tunggu!"

Sakura menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia kemudian dikejutkan dengan sebuah kotak berwarna hitam kecil yang dilempar ke arahnya. Dengan sigap ia menangkap kotak tersebut.

"Kau tak perlu melakukan hal bodoh macam itu!" ujar Kakashi kesal.

Sebuah pin perak bersinar diterpa cahaya lampu. Sakura mengangkat pin Konoha Gakuen itu tinggi-tinggi, dan suara tepuk tangan dan siulan membahana dari gedung itu.

Sakura tersenyum bangga.

"Sudah kuduga. Mana mungkin aku mau handstand?"

Shizune berdeham. Gedung tersebut kembali tenang.

"Sebuah carrot cake yang luar biasa, Haruno-san. Teksturnya bagus, dengan takaran yang sempurna, juga tidak over baked," puji Shizune sambil tersenyum ke arah gadis itu.

"Tapi yang paling enak adalah isiannya," tambah Itachi. "Itu juga wortel 'kan? Tapi rasa manisnya beda dengan wortel yang kau gunakan untuk cakenya."

"Iya, benar, itu juga wortel. Untunglah aku membawa wortel spesial dari freeschool."

"Ah! Lingkaran tengahnya kecil sekali!" ujar Shizune kagum ketika Sakura memamerkan wortel yang ia bawa.

"Wortel ini kami budidayakan sendiri agar rasanya lebih enak dari yang lain. Berhubung aku hanya bawa sedikit, jadi wortel untuk bahan cake aku ambil dari persediaan untuk ujian di sini," jelas Sakura kalem.

"Tunggu, itu tidak adil! Memangnya boleh seperti itu?" protes seorang gadis berseragam SMA putri elit yang dari tadi menatap Sakura tak suka.

"Karena tidak ada larangan untuk memakai bahan yang dibawa sendiri," ujar Kakashi yang dari tadi diam saja.

Sakura lalu membungkuk pada ketiga juri.

"Terima kasih."

Setelah dibubarkan, Shizune segera menyusul Sakura dan mengahmpirinya.

"Saat dia makan kuemu tadi, dia bilang parfait, lho!" bisik Shizune.

Sakura lagi-lagi tersenyum. "Itu nggak masuk prediksiku, tapi syukurlah. Terima kasih, sensei."

Prologue : end


parfait (france) : sempurna


(A/N) yap, mulai sekarang saya akan berusaha apdet sebulan sekali karena kesibukan sekolah dan balblabla, di munggu ke dua. doakan saya supaya bisa tepat waktu.

mau review? :3


Ryu : syukurlah kamu suka sifatnya kakashi ^ ^, ntar juga jadi baik, kok... soal apdet, liat (A/N) ya.. ^ ^;

Aokie cassieast : hehe... terkejutkah? idenya terlalu simpel, yah? karena dibuat tergesa" jadi begini... semoga nggak menghancurkan ekspektasimu ^ ^ ;

Ucucubi : sedikit. saya cuma ngambil beberapa scene dari komik itu. inspirasi yang gedenya sih dari acara komeptisi masak"an yang lagi naik daun itu...(tahulah...) :D