My Mine
Author : Me
Cast : Lee Jae Hwan dan Lee Hong Bin VIXX (KenBin)
Rate : T
Genre : Romance
Disclaimer : Cast milik Tuhan dan dirinya sendiri dan cerita milik author sendiri
Warning : Author baru, boys x boys, typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur maksa dll
Don't Like Don't Read.
Chapter 3
Happy Reading~~~~
"Mwo" pekik Hongbin "Bagaimana kau tau?" lanjutnya heran
Jaehwan terkekeh sebentar sebelum menjawab "Rahasia" sambil mengedipkan matanya ke arah Hongbin, yang entah mengapa membuat Hongbin merinding dibuatnya "Kongie kau makanlah sup ini dulu" ujar Jaehwan menyodorkan semangkuk sup gingseng
Tanpa banyak protes Hongbin menerima suapan demi suapan yang diberikan Jaehwan, hingga supnya habis tak tersisa.
"Hyung" panggilnya
"Hmm" gumam Jaehwan
"Eomma, hyung, eomma meminta hyung menemuinya secepatnya" ujar Hongbin menundukkan kepala, takut jika Jaehwan menolak permintaan eommanya
"Eo itu, sebelum kau katakan hyung sudah berpikir ingin menemui eommamu dan melamarmu" kata Jaehwan santai tapi berdampak bagi pipi mulus Hongbin yang merona sempurna karna malu
"Jinjja"
"Kau tidak percaya, kalau begitu sekarang jugapun aku sanggup mendatangi beliau tapi setelah kesehatanmu pulih, bagaimana chagi" tutur Jaehwan sambil menatap kedua manik mata Hongbin penuh cinta dan keseriusan
"Ne hyung" jawab Hongbin dan menyatukan bibirnya ke bibir Jaehwan, cuma sekedar menempel tidak ada pergerakan ataupun lumatan yang dilakukan kedua. Mereka ingin menyalurkan segala rindu dan cinta dalam ciuman yang didalamnya tak terkandung nafsu, hanya cinta saja yang ingin mereka sampaikan.
"Ugh" leguh Hongbin setelah melepas ciuman mereka lalu tersenyum dengan manisnya kepada Jaehwan yang dibalas dengan senyuman yang tak kalah manisnya "Hyung Kongie ingin makan jjajangmyeon" kata Hongbin tiba-tiba
"Eh, tapi ini sudah malam Kongie" kata Jaehwan
"Tapi Kongie inginnya makan sekarang" kekuhnya
"Tapi.."
"Ya sudah kalau tidak mau Kongie bisa sendiri" potong Hongbin cepat lalu beranjak ingin keluar kamar meninggalkan Jaehwan yang bengong dibuatnya
"Kongie chakhaman" cegah Jaehwan memegang lengan kanan Hongbin
"Apa?" katanya ketus
"Biar hyung saja yang membelinya, Kongie di apartemen saja" putus Jaehwan lalu meninggalkan Hongbin begitu saja tanpa melihat reaksi Hongbin selanjutnya
"Huh" decaknya tak suka lalu kembali berbaring di ranjang King size milik Jaehwan
Dretttdretttdrettt
Baru saja Hongbin menghidupkan kembali ponselnya tapi sudah ada saja pemberitahuan beruntun yang ia miliki mulai dari misscall dan sms yang semuanya berasal dari Yura adiknya di Swiss 'Huh, pasti ia akan mengomel setelah ini' batin Hongbin saat mengingat tabiat adiknya yang sangat cerewet jika dirinya tidak memberi kabar sama sekali.
Ditekannya tombol hijau untuk memulai pangilan untuk adiknya itu
"Yobo.."
"YAK OPPA, KEMANA SAJA KAU, DARI SEMALAM TIDAK BISA DI HUBUNGI, KAU TIDAK KASIHAN DENGAN KESEHATAN EOM.."
"YAK KIM YURA, BERHENTI BERTERIAK TELINGA KU BISA TULI" bentak Hongbin kepada line diseberang
"Mian oppa" sesalnya "Tapi oppa, sekarang ada dimana, dari semalam eomma mencari oppa" lanjutnya
"Oppa di Seoul Yura-ah" jawabnya santai
"Mwo" kaget Yura "Bagaimana bisa, apa oppa menemui Jaehwan oppa" tanyanya
"Ne oppa menemui Jaehwan hyung, secepatnya oppa akan kembali ke Jenawa (kota tempat tinggal Yura yg di Swiss) jadi kau tenang saja dan jaga eomma baik-baik ne. Bye bye pip" kata Hongbin memutuskan sambungannya sepihak tanpa menunggu respon di line seberang yang pastinya sedang mengomel-ngomel tak jelas
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.25 tapi belum juga ada tanda-tanda kedatangan Jaehwan, bahkan Hongbin sudah tertidur dengan lelapnya lantaran lelah menunggu sang kekasih yang belum juga menunjukkan batang hidungnya padahal dia sudah 3 jam menunggu
"Baby, makanannya sudah datang" kata Jaehwan setelah ia sampai di dalam kamarnya tapi apa yang dia lihat, Hongbin sudah tertidur lelap bahkan di sekitar wajahnya terdapat gurat-gurat kelelahan. Jaehwan yang melihat itu jadi tidak enak membangunkannya, dia putuskan untuk ikut menyusul ke alam mimpi.
.
.
"Hyung ppali bangun" seru Hongbin sambil menguncang-guncang tubuh Jaehwan
"Ugh.. sebentar lagi chagi" balasnya, merapatkan kembali selimutnya, Hongbin yang melihat sifat malas kekasihnya ini berdecak tak suka
Lalu tiba-tiba ide gila itu melintas di otaknya "Hyung, padahal Kongie sudah menyiapkan sarapan kesukaan hyung shhhhh" bisiknya senduktif di telingan Jaehwan, sedikit desahan di akhir kalimatnya, mengoda sang empunya tidur
Dan benar saja setelah mendengar suara sexy Hongbin, Jaehwan langsung bangun dari tidurnya dan menindih tubuh mungil itu di atas tubuh besarnya sambil berucap "Hyung lebih suka mencicipi sarapan yang ini" dengan nada mengoda di telingan Hongbin, mengigit telingan Hongbin yang merupakan daerah sensitif namja manis itu
"Hhhhh" desahan lolos begitu saja dari bibir plum Hongbin, menciptakan serinngai di wajah tampan Jaehwan. Salah siapa yang mengoda Jaehwan lebih dulu, akhirnya dia harus pasrah tubuhnya kembali dinikmati oleh Jaehwan.
Jaehwan mulai menyatukan bibirnya dengan bibir Hongbin dengan lembutnya, lama-kelamaan ciumannya bertambah intens, mengigit, menghisap, melumat bagai menikmati permen lolipop. Desah-desah tak terelakkan meluncur begitu saja dari bibir plum itu bagai nyanyian yang sangat merdu ditelingan Jaehwan. Tidak disitu saja, lidahnya juga menerobos masuk kedalam mulut Hongbin, mengajaknya berperang lidah, saliva-saliva mereka saling tertukar.
Cukup lama mereka melakukan ciuman panas itu, sehingga pasokan udara mereka semakin menipis, dipukulnya kecil-kecil dada bidang Jaehwan memberitahukan bahwa dirinya memerlukan oksigen, paham akan maksud sang kekasih, Jaehwan melepaskan tautan mereka. Segera saja kesempatan itu tidak di sia-siakannya untuk mengambil udara sebanyak-banyaknya, dadanya naik turun, lelehan saliva mereka mengalir turun ke leher jenjangnya manambah kesan sexy di mata Jaehwan.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, langsung saja disambarnya lagi bibir plum itu, dengan tangannya yang berusaha melepaskan pakaian Hongbin, Hongbin yang paham kekasihnya ini sudah tidak sabar lagi menikmati tubuhnya, membantu melepaskan pakaian sang kekasih dan melemparkannya ke sembarang arah. Tak menunggu lama mereka sudah full nekad, mata Jaehwan memandang tubuh indah Hongbin tak berkedip, dia memandang takjup ciptaan tuhan yang berada di bawahnya sekarang.
"Hyung jangan memandangi Kongie seperti itu" ucap Hongbin malu-malu sontak menyadarkan kekaguman Jaehwan akan tubuhnya, Jaehwan tersenyum sebelum menjawab "Tidak usah malu chagi, tubuhmu sangat indah" dengan jujurnya membuat rona merah diwajah Hongbin bak kepiting rebus
.
.
Setelah kegiatan panas yang mereka lakukan, mereka segera sarapan lalu bersiap-siap untuk kebandara karna setelah ini mereka akan melakukan perjalanan jauh.
Sesuai dengan janjinya Jaehwan menepatinya untuk segera menemui calon mertunya itu, tidak ingin menunda-nunda terlalu lama, dia putuskan sekaranglah waktu yang tepat untuk meminta restu calon mertuanya. Soal ayahnya mungkin dia akan meminta restunya setelah ini, dan dia berencana ingin membawa pulang ibu dan adik kekasihnya itu ke Seoul setelah nanti mereka resmi menikah.
Sekarang mereka sudah tiba di Bandara Incheon Internasional dengan penerbangan Seoul-Jenewa
"Chagi bisakah kau memangilku dengan Jaehwan saja" tanya Jaehwan tiba-tiba menghentikan langkah kaki Hongbin dibelakangnya
"Waeyo?" bukannya menjawab, Hongbin malah bertanya dengan tampang bingungnya yang membuat dirinya imut di mata Jaehwan
"Aku rasa sudah sepantasnya Kongie memanggil nama hyung tanpa embel-embel hyung lagi" jelasnya mencoba memberikan pengertian kepada kekasih hatinya ini
"Hmmm, baiklah jika itu membuat hyu.. eh hwanie, bolehkah Kongie memangil hyung seperti itu" ucap dan pinta Hongbin penuh harap cemas
Jaehwan menautkan alisnya bingung tapi tak lama kemudian senyum manis berkembang dibibirnya "Hwanie, hmm terdengan sangat manis"
"Jinjjayo?" antusias Hongbin yang diangguki oleh Jaehwan "Gomawo Hwanie saranghae" ucapnya berhambur kepelukan sang kekasih dan mengecup bibirnya sekilas
"Cheonma chagi, nah sekarang ayo kita masuk kedalam, sebentar lagi pesawat kita akan lepas landas" ujar Jaehwan sambil menuntun Hongbin memasuki pesawat Seoul Air Lines
.
.
"Eomma, Yura aku pulang" teriak Hongbin saat memasuki kediaman keluarga Kim, Mrs. Kim dan Yura segera keluar mendatangi arah suara itu yang berada diruang tamu kediaman itu "Eomma bogoshipo" Hongbin segera berhampur kepelukan ibunya setelah melihat ibunya berjalan ke arahnya
"Nado bogoshipo chagi, eh siapa itu" balas dan tanya Mrs. Kim melepaskan pelukan putra sulungnya lalu menghampiri sesosok pemuda yang berdiri dibelakang anaknya
"Annyeonghaseyo Mrs. Kim, Lee Jaehwan imnida" sapa Jaehwan memperkenalkan dirinya, membungkuk hormat kepada Mrs. Kim yang tersenyum melihat kesopanan pemuda itu
"Nde, kau kekasih putraku bukan" tanyanya yang diangguki oleh Jaehwan "Silakan duduk, tidak usah terlalu formal kepadaku" katanya sopan mempersilakan sang tamu untuk duduk "Yura buatkan minuman dan ambil beberapa cookies yang ada dilemari untuk tamu kita" perintah Mrs. Kim kepada putrinya
Jaehwan langsung duduk di sofa yang berhadapan dengan Mrs. Kim, senyuman tidak pernah luntur dari wajah tampannya, ia sangat yakin bahwa ibu Hongbin akan merestuinya dari sikap beliau yang sangat ramah kepadanya.
Sebelum mengutarakan tujuannya kesini ia berdehem sebentar "Ehm.. Mrs. Kim, tujuan saya datang kesini ingin meminta restu kepada Mrs. Kim untuk menikahi putra Mrs. Kim" katanya to the point tapi sangat kentara sekali keseriusan di dalam kata-katanya
Mrs. Kim cuma diam tidak menujukan reaksi apapun malah terkesan datar, membuat Jaehwan menahan nafasnya. Gugup. Ya, gugup bahkan sekarang tangannya dingin dan gemetar, takut jika Mrs. Kim tidak merestui keinginan mulianya. Hongbin yang duduk di sampingnya memegang tangannya, sontak Jaehwan menolehkan kepalanya kesamping, Hongbin memberikan senyuman terbaiknya dan mengatakan lewat tatapan matanya 'Semua akan baik-baik saja'. Seolah seperti sihir ajaib, kegugupan Jaehwan berangsur-angsur menghilang.
Mrs. Kim yang memperhatikan interaksi keduanya cuma diam, cukup lama dia diam sebelum mengutarakan pikirannya Mrs. Kim mengambil nafasnya "Apa kau serius ingin menikahi putraku, maksudku apakah kau sudah memikirkannya matang-matang selepas dari kenyataan bahwa Hongbin hamil"
"Semuanya sudah saya pikirkan matang-matang sebelum saya datang kemari Mrs. Kim, saya berjanji akan membahagiakan dan mencintai putra Mrs. Kim hingga ajal memisahkan kami bahkan cinta saya tidak akan pernah luntur terhadapnya" Jaehwan berkata dengan nada keseriusan didalamnya. Hongbin yang mendengarnya tak kuasa menahan tangis harunya, sungguh berartinya dirinya untuk sang kekasih, dia juga akan berjanji untuk mencintai dan bahagia bersama sang kekasih.
Mrs. Kim bungkam mendengar kata-kata yang meluncur dimulut Jaehwan, tapi dirinya tak kehabisan akal untuk mendesak sang calon menantu dan mengetahui seberapa behargakah putranya bersanding dengannya, dia belum bisa melepaskan putranya begitu saja sebelum dirinya yakin bahwa Jaehwan adalah pilihan terbaik untuk sang anak "Bagaimana dengan keluargamu, apakah mereka sudah mengetahui perihal ini" tanya Mrs. Kim
Untuk kali ini Jaehwan diam membisu seribu bahasa, dirinya melupakan keluarganya sendiri karna yang ada dipikirannya dari semalam cuma cara agar mendapatkan Hongbin secepatnya dan membawanya bersanding di altar gereja.
Pikirannya menimbang-nimbang akankah dirinya jujur atau berbohong kepada calon mertuanya, tapi jika berbohong restu itu sudah pasti ada didepan matanya akan tetapi sesuatu yang berawal dari kebohongan akan menghancurkan kepercayaan dan pastinya tidak akan berakhir bahagia.
Bukankah dirinya ingin membahagiakan Hongbin bukannya membuat dirinya dibohongi oleh sang kekasih. Sepertinya jujur adalah pilihan terbaik untuk sekarang, biarlah restu itu sulit didapat tapi semua berasal dari kejujuran bukan dari kebohongan "Mian Mrs. Kim, saya belum memberitahu semua ini kepada keluarga saya, tapi saya berjanji kepada Mrs. Kim dan Hongbin bahwa saya akan memberitahukannya secepat mungkin" ujar Jaehwan berusaha menyakinkan
"Mengapa kau tidak memberitahukannya sekarang,bukankah kau mencintai putra saya" tanyanya sarkastik
"Ah iya Mrs. Kim, saya akan menghubungi mereka sekarang" Jaehwan mengeluarkan ponselnya dari saku celananya
"Tolong dilaunspeaker" pinta Mrs. Kim 'Aku tidak mungkin menghubungi Abeoji, bisa-bisa dia marah lebih baik ku hubungi Hyeri saja' batin Jaehwan
Tutututuuuu
"Yoboseyo" sapa line diseberang
"Hyeri-ya ada hal penting yang akan aku beritahukan padamu" kata Jaehwan serius via ponsel
"Apa itu?" tanyanya penasaran
"Kau masih ingatkan kejadian tempo hari yang dikantorku, hmm yang itu lho" ujar Jaehwan ambigu
"Hah, yang mana" tanyanya heran
"Yang itu lho, yang aku sama Hongbin me.."
"Stop aku paham, jadi apa masalahnya" potongnya cepat tidak ingin mendengar ucapan Jaehwan
"Sekarang Hongbin hamil, jadi aku ingin menikahinya. Itu saja yang ingin ku sampaikan, tolong kau beritahukan hal ini pada Abeoji tapi secara halus. Aku tidak ingin Abeoji syok dan kena serangan jantung" jelasnya dengan satu tarikan napas
"Oh jadi Hongbin hamil... MWORAGO HAMIL BAGAIMANA BISA" Hyeri kaget saat dirinya berhasil mencerna penjelasan Jaehwan
"Bisa sajakan, kan aku sudah berhasil mem..."
"STOP STOP, tidak usah kau lanjutkan kalimat kau itu. Maksudku bagaimana Hongbin bisa hamil sementara dia namja, kau jangan bercanda Jaehwan-ah" kesal Hyeri disertai kekehan diakhirnya, tak suka dengan lelucon tak lucu Jaehwan
"Kalau itu.."
"Jaga bicaramu nona, anak saya memang namja tapi dia mempunyai rahim diperutnya. Dia namja istimewa" jawab Mrs. Kim tidak terima dengan asumsi Hyeri memotong ucapan Jaehwan
Hyeri bungkam mendengar jawaban lain yang bukan berasal dari Jaehwan tapi dari perempuan, yang ia yakini sebagai ibunya Hongbin "Maaf jika saya lancang tapi Anda siapa ya, maaf sekali lagi" ucapnya
"Saya ibunya Hongbin, saya tidak mau tau Anda mau percaya atau tidak tapi yang pasti saya meminta pertanggung jawaban dari Jaehwan yang telah menghamili putra saya" ucap Mrs. Kim datar
"Ah maaf nyonya, saya percaya apa yang Anda katakan. Anda tenang saja, saya akan memastikan bahwa Jaehwan akan bertanggung jawab dan menikahi putra Anda secepatnya. Sekali lagi maaf jika saya lancang, apa Anda bisa ke Seoul beserta yang lainnya sehingga memudahkan kita membahas masalah ini. Sekali lagi maaf" kata Hyeri ramah
"Baik akan saya pikirkan lagi" putus Mrs. Kim
"Terima kasih nyonya" pip sambungan terputus
"hhhhhh... lebih baik kalian istirahat, eomma juga ingin istirahat" perintah Mrs. Kim dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu
"Hwanie bagaimana" ucap Hongbin cemas setelah Mrs. Kim tidak ada diruangan itu lagi
"Oppadeul, ini minuman dan cookiesnya. Eh mana eomma oppa" seru dan tanya Yura meletakkan nampan yang berisi minuman dan cookies
"Kau kemana saja sih Yur, eomma ada dikamar" tanya dan jawab Hongbin
"Hehehe.. tadi Yura telponan dengan namjachigu Yura" katanya cenge-ngesan
"Ya sudah, kau ingin duduk disini atau pergi" tawar Hongbin
"Yura pergi sana, ada janji sama namjachigu Yura. Yura pamit oppadeul" balasnya
"Hati-hati" ucap Hongbin singkat "Hwanie bagaimana" tanyanya serius kepada Jaehwan yang dari tadi cuma diam
"Entahlah, semua keputusan ada ditangan Eomma-mu dan Abeoji-ku" jawabnya singkat
"Hwanie kau seriuskan" tanya Hongbin ambigu
"Apanya?" tanya Jaehwan bingung
"Mencintaiku" ucapnya pelan
"Astaga baby, mengapa kau merisaukan perasaanku. Itu sudah pasti, nan jeongmal jeongmal saranghae nae sarang my baby Kongie" ucap Jaehwan tulus menatap kedua manik mata Hongbin penuh cinta
"Jinjja?" ragunya
"Ne baby, saranghae" ucap Jaehwan sambil mengecup dahi Hongbin lembut
"Nado saranghae Hwanie" balas Hongbin dan berhambur kepelukan hangat Jaehwan yang disambut dengan senang hati.
Tebece~~~~
Hahahhah :D terima kasih yang sudah mau baca dan review fanfic abal-abal dan gaje milik ku
Jeongmal jeongmal gomawo
Maaf jika lama update karna saya lagi banyak tugas sekolah yang menumpuk
Dan maaf jika ceritanya tidak memuaskan karna saya masih author baru jadi harap di maklumi -_- *bow
Please review
