Chapter 3

Blam… Cklek… pintu kamar telah ditutup dan dikunci oleh Sungyeol.

Sungyeol menatap Myungsoo yang juga tengah menatapnya sambil duduk memeluk guling diatas kasur mereka. Mereka akhirnya hanya saling menatap hingga Myungsoo membuka pembicaraan.

"jadi? Apakah hyung tetap akan menjelaskannya padaku?" Tanya Myungsoo to the point.

Sungyeol hanya menghela nafasnya ditemani Myungsoo yang masih setia memperhatikannya. Sungyeol mulai berjalan kearah Myungsoo dan mengambil guling yang tadi dipeluknya dan membuang guling itu kesembarang tempat, dan Myungsoo tetap setia memperhatikan tindakan hyungnya.

Sungyeol memegang kedua pundak Myungsoo. Myungsoo sedikit merintih kesakitan saat peganggan Sungyeol berubah menjadi cengkraman yang kuat. Sungyeol mendekatkan bibirnya ke telinga Myungsoo. Myungsoo bergidik geli merasakan deru nafas hangat yang menyentuh telinganya.

"kau yakin mau tau?" Tanya Sungyeol didekat telinga Myungsoo.

Tak mendapat jawaban dari namjachingunya, Sungyeol mulai menjilat daun telinga Myungsoo. Cengkraman Sungyeol mulai mengendur. Merasa tak ada perlawanan, Sungyeol mulai mengulum daun telinga Myungsoo. Myungsoo sendiri hanya bisa diam dengan menggeliat geli atas ulah Sungyeol.

"hhh..hyung… apa yang kau lakukan?" ucap Myungsoo masih Innocent. Tanpa ia sadari dirinya telah membuat libido Sungyeol semakin tinggi saat secara tak sengaja sebuah desahan keluar dari bibirnya saat memanggil Sungyeol.

"bukankah kau yang menginginkannya?" balas Sungyeol.

"ha? Apa…. Mmhhh.." kalimat Myungsoo tepotong oleh ciuman tiba-tiba dari Sungyeol.

Myungsoo masih diam saja menikmati ciuman Sungyeol. Jarang-jarang Sungyeol yang memulai untuk berciuman. Lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi sebuah lumatan. Sungyeol mulai menghisap bibir atas dan bibir bawah bawah myungsoo secara bergantian seolah meminta jalan untuk mengabsen penghuni rongga mulut Myungsoo. Myungsoo yang masih terbuai oleh hisapan Sungyeol tak sadar kalau Sungyeol meminta ijin. Akhirnya Sungyeol pun terpaksa menggigit bibir bawah Myungsoo yang membuat Myungsoo merintih dan mengeluarkan suara yang terdengar indah ditelinga Sungyeol daripada alunan piano Beethoven.

"nnggh…" Myungsoo mulai mendesah lagi pada saat lidah Sungyeol menyapu rongga mulutnya.

Libido Sungyeol semakin meningkat. Tangannya yang nganggur mulai ikut bermain. Ia merebahkan tubuh Myungsoo dan menindihnya. Dan tangannya mulai menyusup kebalik kaos putih yang digunakan Myungsoo. Meraba, mengelus, dan menyentuh dada bidang Myungsoo dibalik kaos merupakan pekerjaan tangan Sungyeol saat ini.

Myungsoo hanya bisa mendesah dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Sungyeol. Disaat lidah Sungyeol masih sibuk menyapu rongga mulut Myungsoo, kini jarinya mulai bermain suatu tonjolan di dada Myungsoo yang mulai mengeras. Mengelus, memilin, mencubit, dan menekannya hingga beberapa desahan keluar dari bibir myungsoo.

Beberapa tetes saliva keluar dari celah bibir keduanya diikuti Myungsoo yang hampir kehabisan oksigen. Myungsoo mendorong Sungyeol pertanda meminta waktu untuk bernafas. Sungyeol yang mengerti apa yang diminta namjachingunya pun melepaskan lumatannya dan menghentikan permainan jarinya tanpa mengeluarkan jarinya dari balik kaos Myungsoo.

"hh..hhh..hh.." hanya suara deru nafas tak teratur yang terdengar dari keduanya. Tak ada yang memulai berbicara. Keduanya hanya saling menatap manik mata namjachingunya.

"hh..hh.. apakah… apakah ini yang Sungjong maksud hyung?" Tanya Myungsoo yang masih belum juga ngerti. Sungyeol yang mendengarnya hanya bisa membuat smirk di bibirnya. Myungsoo makin bingung karna yang ditanya cuma senyum doang.

"kenapa hyung malah senyum? Apa aku salah hyung?" Tanya Myungsoo lagi.

Smirk diwajah Sungyeol makin besar. Bukannya menjawab Sungyeol malah mencium bibir Myungsoo sekilas.

"aniya… kau tidak salah… tapi tidak sepenuhnya benar…" jawab Sungyeol yang kembali beraktivitas dengan jarinya didalam kaos Myungsoo.

"nnhh… maksud hyung?" Tanya Myungsoo

"yaa.. hyungdeul memang melakukan ini… tapi hanya sebagai permulaan… " ucap Sungyeol memberi penjelasan. Ia mendekatkan wajahnya ke leher Myungsoo hingga Myungsoo dapat merasakan kembali deru nafas Sungyeol yang menggelitik lehernya.

"hyung… don't tease me…" ucap Myungsoo yang mulai menggeliat tak nyaman.

"just tell to me hyung…" pinta Myungsoo.

Sungyeol menggesekkan hidungnya dileher Myungsoo. Myungsoo hanya bisa menggeliat geli. Sudah puas menghirup wangi myungsoo, Sungyeol mulai mengganti kerja hidungnya dengan bibirnya. Sungyeol menciumi leher Myungsoo sedikit agresif. Tak puas menciumi, Sungyeol mulai menjilat sekitar leher Myungsoo.

"hh…hyung…Arrkhh!" rintih Myungsoo saat Sungyeol secara tiba-tiba memberikan sebuah kissmark yang kemudian dijilatnya untuk menghilangkan perih yang myungsoo rasakan.

Sungyeol menghentikan permainannya sejenak untuk melepas bajunya dan baju myungsoo hingga mereka berdua topless. Belum selesai myungsoo heran, Sungyeol sudah menerjang bibir myungsoo lagi dengan agresif. Tangannya kembali bermain di nipple myungsoo hingga semi tegang.

Ciuman Sungyeol mulai turun keleher. Ciumannya pun singgah sebentar untuk memberikan beberapa kissmark lagi disana hingga hampir seluruh leher myungsoo berwarna biru keunguan akibat kissmark yang saling tertumpuk satu sama lain. Merasa tak ada tempat lagi dileher, sungyeol menurunkan ciumannya ke dada putih mulus myungsoo. Menciumi dan menjilat seluruh dada myungsoo hingga berhenti di nipple kanan myungsoo.

Ia mencium, menjilat, menghisap dan menggigit ringan nipple namjachingunya dengan lihai. Tak hanya itu, tangannya yang berada di nipple kiri myungsoo pun ikut bermain. Mengelus, memilin, menekan, mencubit, menarik, memijat nipple itu hingga tegang. Smirk dibibirnya semakin lebar saat ia tau ada sesuatu yang hampir bangun dibawah sana. Yup, myungsoo terangsang. Mengetahui hal itu membuat ia semakin semangat dengan dirinya yang juga telah terangsang.

Puas bermain degan nipple sang kekasih ia mulai memberikan kissmark didada putih mulus myungsoo hingga dada myungsoo kini berwarna seperti lehernya. Bosan, sungyeol mulai bermain ditelinga myungsoo. Tangannya juga tak tinggal diam. Tangannya menerobos masuk kedalam celana myungsoo and gotcha!

"AAKH! Hh.. hyung… don't tease me… enghh…" racau myungsoo saat jrnya yang setengah terbangun digenggam erat oleh sungyeol. Tak hanya menggenggam ia juga menarik jr sungyeol yang masih digenggamnya dengan erat hingga menbuat myungsoo merintih kesakitan.

"ARRGHH! Hyung.. nnhh.. whhhat eunghh.. whhould.. youuh.. doo? Errmm.." racau myungsoo yang setengah kesakitan setengah merasa nikmat. Dan kini 'adik kecilnya' itu sudah bangun 100%. Sungyeol masih saja diam. Ia benar-benar menikmati pemandangan didepannya. Ia menikmati desahan-desahan seksi dengan suara berat myungsoo yang keluar dari bibirnya itu. Ditambah wajah myungsoo yang bersimbah keringat dan terlihat sayu. Benar-benar dapat meningkatkan libido semua seme yang melihatnya.

Saat myungsoo dalam keadaan setengah sadar oleh kenikmatan yang ia rasakan, sungyeol dengan cepat membuka celana myungsoo dan celananya sendiri hingga mereka berdua benar-benar naked. Sungyeol semakin mengembangkan smirknya saat melihat tubuh naked myungsoo. Apalagi dibawah sana ada sesuatu yang sudah sangat menegang. Sungyeol sangat tak bisa menahan libidonya. Segera saja ia menerjang jr myungsoo yang sudah tegang itu. Ia mencium, menjilat, menekan dengan lidahnya lubang kecil di ujung jr itu untuk menggoda myungsoo. Viola, tubuh mnyungsoo langsung menggelinjang hebat atas rangsangan yang diberikan sungyeol. Sungyeol mulai memasuki jr myungsoo kemulutnya. Ia memainkan lidahnya, menghisap dan menggigitnya ringan. Tak hanya itu ia juga membuat kissmark disana.

"errhh… hhhyungghh.. i.. I wannahh… ARRRGHHH!" tubuh myungsoo tersentak kuat saat klimaksnya yang pertama di dalam mulut sungyeol. Tak menyia-nyiakan, sungyeol segera menelan habis semuanya, bahkan ia sampai menghisap jr myungsoo seakan apa yang myungsoo keluarkan tidaklah cukup untuk dahaganya.

"bagaimana? Kau mengerti sekarang apa yang dimaksud oleh sungjong, chagiya?" Tanya sungyeol yang memberikan waktu istirahat untuk myungsoo.

"a.. arra hyung…" jawab myungsoo sambil terengah-engah.

"kau masih mau melanjutkannya?" Tanya Sungyeol.

"terserah hyung saja.." jawab myungsoo lirih.

"now you serve me!" perintah Sungyeol sambil mengarahkan jrnya ke mulut myungsoo.

Wajah myungsoo sukses memerah saat melihat jr sungyeol yang semi tegang tepat didepan wajahnya. Ia tak pernah berpikir kalau jr ukenya itu ternyata cukup besar, walau tak sebesar punyanya sih.

"lakukan seperti yang tadi kulakukan kepadamu. Lick!" Titah sungyeol lagi.

Myungsoo hanya dapat mengikuti apa yang diperintahkan sungyeol karena mau memberontak pun badannya telah dikunci oleh sungyeol yang menduduki dadanya. Sungyeol mendesah keras saat myungsoo mengulum dan melakukan hal yang tadi ia lakukan di jr myungsoo. Tanpa myungsoo sadari ia menghisap semakin kuat saat mendengar banyak desahan keluar dari bibir sungyeol. Pada saat ia masih sibuk menghisap sungyeol memainkan jr myungsoo untuk mengganggu konsentrasi myungsoo. Tak beberapa kemudian tepat pada saat jrnya dan jr myungsoo menegang sempurna, sungyeol melepaskan jrnya dari serve myungsoo.

"aku ingin yang pertama keluar di holemu chagi.." ucap sungyeol seduktif di telinga myungsoo sembari memainkan jr myungsoo yang sudah sedikit mengeluarkan precum.

Sungyeol turun dari dada myungsoo dan langsung mencengkram kedua pergelangan kaki myungsoo dengan erat. Ia menggesekkan jrnya ke hole myungsoo yang sudah memerah minta diisi.

"errrghhmm… aahh.. nnnh.." desah sungyeol.

"enghh.. hhyunnghh.."

Puas menggoda dengan jr nya kini sungyeol menggoda hole myungsoo dengan lidahnya, sekaligus sebagai persiapan. Ia memainkan lidahnya dan menusukkan lidahnya kedalam hole myungsoo dan menjilat sekeliling dinding rektum myungsoo yang dapat dijangkau oleh lidahnya. Dan lagi, itu membuat myungsoo menggelinjang dan mendesah semakin liar. Merasa sudah cukup untuk membasahinya kini sungyeol mulai bermain serius untuk mempersiapkan 'seme' nya yang tak berdaya *author evil smirk*.

Selagi myungsoo asik-asiknya mendesah, tanpa aba-aba sungyeol langsung memasukkan 3 jari tengahnya ke hole myungsoo hingga myungsoo menggelinjang lagi dan berteriak kesakitan.

"AARKKHH! HYUUNG!"

"hiks.. hiks… appo hyung… appo…" keluh myungsoo hingga ia meneteskan sedikit air matanya.

Sungyeol terus memainkan hole myungsoo tanpa mengacuhkan myungsoo yang sekarang kembali mendesah ketika sungyeol mencolek jail sweetspotnya.

"ayolah.. kau kan seme.. ini pasti belum ada apa-apanya denganmu…" kata Sungyeol yang mulai berbicara.

Dan lagi, saat sedang asik mendesah, myungsoo dapat merasakan sesuatu yang terasa seperti merobek bagian bawahnya tersebut. Ternyata dibawah sana Sungyeol kembali memasukkan 3 jari tengahnya ke hole myungsoo hingga kini ada 6 jari di hole myungsoo. Sekaligus readers ^^ *author bangga*

"AARRRKKH!" teriak myungsoo saat sungyeol memasukkan jarinya lagi yang bertepatan dengan klimaks keduanya.

Setelah myungsoo kembali mendesah karena terbiasa sungyeol baru melepaskan jari-jarinya. Ia mengangkat kaki myungsoo ke atas pundaknya. Ia melihat myungsoo yang setengah merintih sakit dan setengah mendesah nikmat (?).

"kau siap?"

"kapanpun hyung.."

"tenanglah.. dengan persiapan seperti tadi kurasa kau tak akan kesakitan.." ucap sungyeol

"AAARKKHHH! HYUNGG! APPOO! APPPO HYUUNG!"

Dan sungyeol salah. Myungsoo teriak lagi pada saat ia memasuki myungsoo dengan sangat perlahan untuk menikmati setiap gesekan jrnya dan dinding rektum myungsoo.

"eeungh… you arrehh thhhight chhagii euum.." desah sungyeol saat seluruh jrnya memasuki hole myungsoo.

Tak memberi istirahat, sungyeol langsung bergerak tanpa memperdulikan myungsoo yang masih kesakitan akibat sungyeol yang masuk sangaaat pelan tadi. Ia tak peduli pada cairan kental berwarna merah yang banyak keluar dari hole myungsoo. Mungkin itu gabungan darah 'keperjakaan' myungsoo dan darah akibat luka disekitar dinding hole myungsoo ^^.

Ruangan itu benar-benar panas akibat permainan dan suara desahan-desahan yang saling menggoda satu sama lain. Apalagi pada saat sungyeol berkali-kali 'menumbuk' sweetspot myungsoo sejak pertama kali masuk. Hingga akhirnya…

"LLLL!"

"HYUUUNG!"

Mereka berdua meneriakkan pasangan masing-masing saat keduanya mencapai surga dunia. Sungyeol langsung merebahkan tubuhnya di sebelah myungsoo tanpa melepaskan jrnya. Ia benar-benar kehabisan tenaga saat ini.

"hh..hh..hh.. mian myungsoo-ah… mian telah memaksamu melakukan ini…" lirih sungyeol. Myungsoo hanya diam sambil menutup kedua matanya dengan napas yang terengah-engah.

"aku tak tau apakah kau akan membenciku setelah ini.. aku juga tak tau bagaimana nasib hubungan kita setelah ini… tapi.. hh..hh.." lirih sungyeol.

"jeongmal.. jeongmal saranghe chagi…" ucap sungyeol sambil memeluk myungsoo. Myungsoo masih tak menyahut. Sungyeol kini merasakan dadanya perih. Nampaknya myungsoo benar-benar marah dengannya. Hingga sungyeol meneteskan air matanya saat memeluk myungsoo.

Tiba-tiba sungyeol merasakan sentuhan lembut ditangannya. Sentuhan lembut yang sangat hangat dan menenangkan.

"ulljima hyung… hh..hhh.." ucap myungsoo masih memburu udara.

"aku tak ingin melihatmu menangis. Melihatmu menangis jauh lebih sakit rasanya dari apa yang telah kau lakukan dengan holeku.." ucap myungsoo lirih.

Sungyeol yang awalnya terdiam langsung menangis dipelukan mereka.

"sudah.. tenanglah.. aku tak akan membencimu.. aku tak punya hak untuk membencimu.. apalagi…" ucap myungsoo menggantung.

"apalagi.. sejujurnya aku menikmati permainanmu.." ucap myungsoo yang mukanya memerah.

"saranghae myungsoo-ah.." ucap sungyeol disela isak tangisnya.

"nado hyung…" jwab myungsoo.

Kamar itu sunyi sesaat. Kemudian myungsoo yang baru sadar langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh naked mereka.

"myungsoo-ah" panggil sungyeol

"ne.. wae?" Tanya myungsoo.

"apakah lain kali kau mau melakukannya lagi?" sebuah dirty ask mengalir dari bibir sungyeol.

Myungsoo hanya memberikan smirk andalannya hingga…

"tentu saja. Tapi…" gantung myungsoo.

"tapi apa?" Tanya sungyeol penasaran.

Bukannya menjawab myungsoo malah menaiki tubuh sungyeol dan berbisik seduktif di telinga sungyeol.

"tapi aku tak mau menjadi uke mu lagi. Kan seharusnya kau yang menjadi uke hyung.." jawab myungsoo sambil menjilat cuping telinga sungyeol.

"ennghh.. myungsoo-aah.."desah sungyeol yang menjadi pertanda dimulainya ronde kedua.

Apa readers masih ingat? Sungyeol belum melepaskan jrnya di hole myungsoo lhoo. Jadi dapat readers bayangkan permainan macam apa yang mereka lakukan di ronde kedua. Yup, mereka saling menusuk hole pasangannya. Mereka sama-sama jadi seme dan sama-sama jadi uke. Amajing-amajing ^^