"Kita hanya ingin pemanasan denngan ini!" mata Jungkook dan Yoongi terbelak tak percaya. Ugh apa-apaan itu!
"Hyungiee apa itu?" Tanya Jungkook bingung
"Kau tidak tahu ya? Hmm baguslah kalau kau tidak tahu" Taehyung menyeringai. "Aku tahu kau sangat polos chagi, nanti kau juga akan tahu" dia membelai lembut wajah namjanya tersebut. Tenggelam lagi dalam suasana.
"HEY BODOH APA YANG AKAN KAU LAKUKAN DENGAN ITU!" Gertakan dari Yoongi yang mencoba bangkit dari ranjangnya.
"Kau jangan membantah, atau aku akan benar benar meninggalkan benda ini di dalam mu hingga besok!" Jimin mendorong kembali tubuh Hyungnya. Mengecup bibir plumnya yang sudah membengkak, lama kelamaan menjadi ciuman panas andalan seorang Park.
Saat lidahnya ingin memasuki nya lebih dalam Yoongi malah menutup rapat mulutnya itu, bukan Jimin namanya jika dia kehabisan akal. Dia meremas dengan keras kejantanan milik Yoongi dengan tangan kananya, dan memilin nipple kiri yoongi dengan tangan kirinya. Membuat yang ditindihpun mendesah kesakitan, dan langsung saja lidah nakalnya melesat masuk ke ruangan kesayanganya itu.
"Ehemm Taehyung" Jimin menarik tubuh Yoongi yang sudah polos itu menghadap kedua namja yang sedang bercumbu itu. "Maukah kalian menghisap ini hmm?" meraba nippple dan kejantanan Yoongi. APA! Mata Yoongi terbelak tak percaya. Taehyung langsung melepas ciumanya pada Jungkook dan menariknya menuju Yoongi.
"Kookie apa kau keberatan?" Tanya Taehyung. Dijawabnya hanya menggeleng.
Yoongi POV
"Tidak! Janggaan ku mohnngg!" Terlambat Jungkook telah memasukan penisku kedalam mulutnya. Menyedot cairan yang ada dengan sangat kuat dengan posisi menungging. Nggh ini gila!
"Kookie-ah kau sangat agresif rupanya kkk" kekehan dari Park bodoh yang mengecupi leherku, meninggalkan bekas-bekas kepilikanya disana. Mereka bolehsaja menyentuhku, tapi tidak di leher dan hole ku itu semua hanya milik ku dan kekasihku.
Taehyung menunjukan seringai menyeramkan itu lagi. Dia langsung menerjangku memilin dan menghisap nippleku kanan dan kiri ARRH! Aku sungguh sudah gila. Ini sangat nikmaaath.
YOONGI POV END
Mereka masih membelai tubuh Yoongi kesayangan Jimin itu, hingga saat dirasa kejantanan Yoongi mulai berkedut Jimin dan Tae bertatapan, menunjukan sebuah kode yang akupun tak tahu. Namun tiba-tiba.
"UGGHH!" Kedua Uke itu melenguh kesakitan secara bersamaan. Tae langsung menarik Kookienya dari kejantanan itu. Merebahkan Kookie di pangkuanya, dengan kaki mengangkang menghadap depan.
"Hyung! Apa ini hiks sakit!" Kookie mngeluh kesakitan, membuat Taehung merasa iba dan meringis merasakan itu.
"Tenang sayang ini akan nikmat, aku bersumpah" tae memasukan lebih dalam benda yang memenuhi Jungkook itu. Membuat erangan keluar dari bibir manisnya ehem desahan dahsyat. "Aku telah menyimpan vibrator ini sejak lama dengan Park itu menunggu waktu yang tepat untuk menggunakanya sayang" Taenyung mengendus ringan perpotongan leher Jungkook.
.
.
.
.
"Hey bodoh! Apa yang nggghh!" Jimin melesakan vibrator itu dengan sekali hentak, membuat Yoongi yang masih di cengkramnya itu mengeluh kesakitan dan nikmat, karna benda itu langsung menyentuh prostartnya.
"Tadi aku sudah bilang jangan membantah!" Jimin meninggikan suaranya.
"Tapi ini Ugghh Gila kau park!" Yoongi menggeliat di pelukan Jimin, yang hanya di balas senyuman kecil. Dia memainkan alat itu keluar masuk tanpa hentinya, dan benar saja Yoongi telah mencapai klimasknya karna ulah Jungkook tadi.
"Apa kau mengeluarkanya terlalu cepat, bahkan aku belum bermain denganmu" Jimin mendesah kecewa
"Maaf, jangan hukum aku AARRGH!" Jimin semakin melesakan benda itu kedalam lubang Yoongi.
JIMIN POV
Aku suka saat Yoongi ku begitu frustasi dibawah kukunganku, mendengarkan desahan indah yang keluar dan umpatan manisnya. Aku menatap Taehyung dan memberi kode kepadanya. Yang dijawab anggukan.
"Hana dul set!" Taehyung berteriak. 'grek' dengan segera kami langsung menyalakan remote vibrator itu yang membuat desahan dan erangan keluar dari mulut nakal 'mereka'. Umpatan yang jelas dari Yoongi, rengekan dari Jungkook, ah aku baru pertama kalinya melakukan ini sekamar dengan sahabatku. 'Sejak kapan dia menjadi sexi begini'
"Uhumm, kami ingin makan, mau kalian menemani kami?" tanyaku mengooda. Taehyung mengangguk pelan dan tersenyum, sepertinya dia mulai tahu maksutku. Tak ada yang menjawab. "baiklah kalau kalian tidak mau, kalian bisa menunggu disini selagi kami makan oke?" aku mulai beranjak dari kasur itu menuju pintu.
'Grep' ada yang memeluku dari belakang. "ada apa Hyung, aku ingin makan, apakah kau belum puas?" dia hanya menenggelamkan wajahnya di punggungku. 'Arrgghmmn' aku menaikan getaran alat itu menuju ke getarann tertinggi. Dan langsung memasang coock ring yang kubawa bersama vibrator itu. "Baiklah temani kami oke?" aku langsung menggendong tubuhnya.
Jimin POV end
"hmm Kookie-ah apa kau baik baik saja?" Tae mulai merasa cemas, iyapun akhirnya mengecup lembut bibir yang mulai menjadi candunya itu. Yang hanya dibalas dengan anggukan lemah seorang Jeon. "Baiklah~" dia menyeringai.
'Klik' Tae langsung menaikanya menuju getaran tertinggi dan langsung saja memasangkan coock ring yang Jimin bawa tadi.
"Hyungiiee~ apa yang aarrg kau lakukan" airmatanya mulai membanjiri pipinya dia mengeluh kesakitan karna lagi-lagi ada yang menyumbat kejantananya itu, di usapnya dengan lembut oleh tangan indah Taehyung.
"Kau akan menyukainya chagi" dia mengecup lagi bibir itu. Menggendongnya keluar tanpa melepas ciuman itu. Dan akhirnya mereka sampai di dapur, sepertinya ini tidak akan berjalan semenyenangkan di kamar tadi.
.
.
.
.
Mau lagi? XD
