Mawar biru.

Secara lantang dia memuji indah. Menghapus citra makhluk tersebut dari pikiran adalah di luar kemampuannya.

"Makhluk apa?" tanyanya.

Bukan 'Kau', tapi dia memilih untuk menyebut si mawar biru dengan sebutan 'makhluk.' Kata benda lebih pas diucapkan untuk jenazah misterius yang beristirahat di peti mati bertahtakan kelopak biru. Dia berbeda dari mayat-mayat manusia lainnya. Rantai merah yang merayapi sekujur tubuhnya yang kaku, memerangkapnya seperti tahanan. Helaian rambut seperti pabrikasi benang laba-laba, sehitam arang, menutupi alis sang makhluk. Sebuah penutup mata hitam menyembunyikan apakah kedua mata itu terbuka atau menutup.

Jika ada yang berdiri di sampingnya saat itu, mereka akan berkomentar ngeri. Tapi baginya, tidak pernah sebelumnya dia melihat keindahan seperti itu dalam dunianya yang buruk rupa. Kecantikan? Dia tidak menyukai istilahnya.

Dia menghela napas gemetaran. Dia, seorang dewa kematian, tak berjantung, tak berhati, mampu merasakan degupan hidup menjalari tubuhnya. Degupan dari mana memekakkan telinga. Jemari tengkoraknya bergerak-gerak, menuju penutup mata, hendak merampasnya.

Suara jeritan melolong bergaung di sepanjang koridor, melepaskannya dari jeratan mantra. Dia berlari meninggalkan ruangan. Mendesis. Menggeram. Suara ratapan. Suara memohon pertolongan. Suara yang meluluhlantakkan pertahanan dinding kewarasannya. Ini adalah tempat bagi orang-orang mati saja.

Raja Shinigami akan membunuhnya.

Aku akan mati. Aku akan mati. Aku akan mati. Aku akan mati. Aku akan mati.

Tubuhnya menelikung tajam, napas terengah-engah. Dia bukan dewa kematian pemalas yang jatuh tertidur setiap hari, tapi bahkan ketika sadar, mimpi buruk melanda. Rekaman kejadiannya terus mengikuti seperti bayangan.

Setiap kali dia mengangkat kepala, terguncang oleh memori, wajahnya mendadak hampa. Beberapa Shinigami jelek sedang menonton di balik batu, menyeringai dan terkikik. Satu sorot tajam dari matanya dan mereka melarikan diri seperti anjing-anjing manusia.

Dia bangkit berdiri.

Light menatap telapak tangan skeletalnya.

Sebuah kelopak mawar biru bersinar dalam kegelapan.

.

.

SOMNUS

Arc One: Mawar Biru

Bab 2

"Shinigami Raito, lihat apa yang kutemukan di dunia manusia!"

Selain Ryuk dan beberapa Shinigami lain, Zellogi adalah salah satu yang memanggilnya 'Raito', pengucapan 'Light' dalam bahasa Jepang.

"Zellogi, sudah sembilan belas kali Kau perlihatkan objek itu padaku."

"Tidak, Raito. Ini bukan spons. Ini makanan yang namanya 'Mochi.' Lezat sekali! Cobalah! Sangat lembut,"kata Shinigami peminat barang kenyal, dengan gembira mengaitkan kue mochi pada tangannya yang berwujud hook, memasukkan ke mulut, mengunyahnya dengan senang hati. Dia salah satu dewa yang tidak menikmati kehidupan di Alam Shinigami masa kini.

"Kau tidak kasihan pada bocah gemuk di bawah sana, Zell? Menangis karena kehilangan kue mochi yang Kau curi?"

"Aku mencuri demi kebaikan bocah itu. Lagi pula lihat Ryuk! Berapa banyak apel yang telah dicurinya dari dunia manusia." Zellogi melirik dengan tatapan yang tidak bisa dipahami, dan tertawa.

Ryuk terbang di atas kepala mereka. Light mengikuti ke arah mana sang Shinigami pergi, menerka-nerka tempat yang dipilih Ryuk untuk mengisolasi diri, walau tidak ada maksud untuk mengikutinya. Mata merah Light berpaling untuk mengamati dua remaja manusia di dalam lubang pengintip, sedang bermain tenis di bawah sana. Dia tidak mengerti, tapi merasa gejolak aneh menyerbak di dalam dada saat melihat pertarungan sengit yang tidak menarik.

Di sampingnya, Zellogi berceloteh tentang dunia manusia dan kue halus lembut mereka. Di telinga Light, semua terdengar samar. Pikirannya melambung ke peristiwa yang terjadi setahun yang lalu. Rekaman kejadian yang berputar-putar di kepalanya. Makhluk yang dia sebut 'mawar biru.'

Akan tetapi, Light tidak menyadari satu hal.

Sesungguhnya dia telah menemukan obat untuk menghilangkan kejenuhannya.

.

.

Dunia manusia sedang dilanda kekacauan.

The Old Man – panggilan akrab untuk menyebut Raja Shinigami - mengeluarkan aturan baru. Bukan aturan yang membuat para Shinigami cemas; Mayoritas menanggapi dengan ketidakpedulian, sampai mereka mendengar pengalaman Ryuk, dan mulai mengamati keadaan dunia manusia yang sedang di ambang kehancuran.

Meskipun mayoritas Shinigami tidak tahu rencana kontingensi untuk mengantisipasi kehebohan di dunia manusia, para anggota eksklusif Shinigami, termasuk Light, mengetahui sebuah fakta menarik. Old Man telah mengirim beberapa Shinigami untuk turun ke bumi dan mengawasi pengguna Death Note sampai kekacauan mereda. Sementara itu, beliau membuat dua aturan baru:

Pertama, aturan berakhirnya 82 jam Shinigami diperbolehkan berkeliling dunia manusia, kini berubah menjadi:

'Shinigami dilarang untuk hadir di dunia manusia selama lebih dari 333 detik waktu manusia'

Perubahan yang ekstrem: dari 82 jam menjadi 333 detik.

Tambahan peraturan baru yang kedua adalah:

'Shinigami dilarang untuk menjatuhkan buku catatan kematiannya sendiri atau milik yang lain secara sengaja ke dunia manusia.'

Sangat menarik mengetahui sumber kekacauan ini berasal dari turunnya Ryuk ke dunia manusia. Kisah seorang manusia yang berambisi menjadi Tuhan dan menciptakan utopia. Mereka memanggilnya Kira. Ryuk mengaku telah melenyapkan Kira untuk selamanya. Namun, tidak ada yang sadar tentang akibat dari guncangan dahsyat dari gempa di masa silam, retakan-retakan di dinding menumbuhkan tanaman menjalar, terus tumbuh berkelanjutan sejak pemuda itu berdeklarasi menjadi Tuhan. Kira masih hidup, di antara mereka, dalam pikiran manusia.

Ryuk tertawa ketika ditanyai pendapatnya.

Ryuk yang menanam bibit buah terlarang di tanah manusia. Dia menerapkan pupuk, disiram dengan baik, dan sekarang, pohon-pohon apel terlarangnya berkembang subur di lahan manusia.

Situasi terkini setelah lima puluh tahun kematian Kira, ada enam buah Death Note di dunia manusia.

Setiap manusia, terpesona oleh penampilan buah terlarang, memakannya, menjadi gila. Mereka semua menjadi Kira.

Anehnya, Old Man memutuskan untuk tidak menghukum Ryuk, mengutus tangan kanan dan kirinya – dua entitas misterius yang disebut pangeran dan putri Shinigami. Ah. Bagaikan dongeng fana manusia. Rumor mengatakan Pangeran dan Putri telah ditugaskan secara khusus untuk mengendalikan kekacauan di bawah sana. Dua makhluk ini, tak ada yang pernah melihat wajah mereka. Beberapa dari dewa kematian – termasuk Light - percaya Pangeran dan Putri adalah wujud lain dari Old Man itu sendiri.

Light tidak peduli. Dia adalah arsitek bagi dirinya sendiri, membangun secara perlahan benteng raksasa yang kokoh dan sudah memprediksi segala rencananya akan berjalan lancar untuk beberapa tahun ke depan, begitu pun, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

Light membunuh satu manusia lagi lalu menutup bukunya. Dia menjinjing sabitnya, mengambil napas dalam-dalam, udara terasa tidak begitu rusak sejak infiltrasinya ke istana Old Man. Sekarang, dia menghabiskan hari-harinya merenungkan misteri hantu mawar biru.

Hatinya berpacu. Itu adalah perasaan aneh yang, dengan tubuhnya yang berwujud tulang belulang, dia bisa merasakan emosi seperti manusia. Ryuk pasti merasakan hal yang sama ketika turun dan bertemu dengan Kira. Singkat kata, Light telah menemukan sesuatu yang bisa membunuh kebosanannya.

Pemecahan dan mengungkap misteri di balik alam Shinigami. Hal apa lagi yang lebih menyenangkan selain itu?

.

.

.

Ryuk dan tawa serak khas nya.

"Dan kemudian, ia tertawa di atas makam orang itu. Oh, sungguh, dia itu bukan manusia! Percayalah, dia lebih cocok menjadi Shinigami! Sosoknya lebih Shinigami dibandingkan Shinigami lain yang pernah kulihat sebelumnya! Dan kemudian, setelah Kira membunuh musuh bebuyutannya-"

Shinigami Light menghabiskan waktu mendengar sisa legenda Kira. Fenomena semacam ini. Jika Kira adalah Shinigami, mungkin dia akan melakukan banyak percakapan menarik dengan Kira. Dia makhluk fana dan lemah, namun Kira berhasil mengubah dunia manusia di bawah sana. Semakin Light mendengarkan cerita Ryuk, semakin tinggi daya imajinasinya membuncah seperti air yang meluap kelaur dari dalam botol kaca. Betapa Light ingin segera turun ke dunia manusia, tetapi aturan baru mengikatnya.

Light menghela napas.

"Ryuk, Kau telah tinggal di Alam Shinigami lebih lama sebelum aku tiba di sini, benar?" tanyanya.

Ryuk memiringkan kepalanya. "Yup. Kenapa kau bertanya?"

"Ini berarti bahwa Kau bukan Shinigami pertama yang menjatuhkan Death Note ke dunia manusia."

"Memang bukan yang pertama. Tapi Kira tercipta karena aku." Ryuk terkekeh bangga. "Belum pernah seorang manusia yang memiliki Death Note berubah menjadi seperti dia. Dia adalah orang yang sangat istimewa. Hyuk Hyuk Hyuk."

"Pengguna Death Note yang mati akan menuju dunia bernama Nothingness. Dan kita di sini, sebagai Shinigami tidak akan pernah tahu persis bentuk 'ketiadaan' tersebut. Betul 'kan?"

"Yah, kupikir Kau lebih tahu peraturan dari pada aku. Kau adalah Shinigami ranking 1, "kata Ryuk dengan anggukan cepat.

Light melemparkan kepalanya ke belakang. "Baiklah, jadi sudah ada beberapa manusia menggunakan Catatan Kematian sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Apakah aku benar?"

"Tentu saja!"

"Jadi setiap pengguna Death Note dibunuh oleh Shinigami, apakah jumlah peningkatan Shinigami di alam ini meningkat setelah itu?" tanya Light, suara setengah berbisik di akhir kalimat.

"Hm, tidak, aku tidak tahu tentang hal itu. Aku malas menghitung-hitung jumlah Shinigami di dunia ini, "kata Ryuk dengan seringai dan sedikit apel busuk. "Tapi, Shinigami Raito, daripada menanyaiku tentang jumlah populasi, kenapa Kau tidak tanya pada temanmu yang bernama Armonia Juice ... Fernandez, misalnya-"

"Armonia Justin Beyondormason," Light menyela dengan suara berat. "Sudah kulakukan sejak seratus tahun yang lalu, tapi dia tidak memberiku jawaban yang memuaskan."

"Eh?"

"Armon berbohong."

Sambil tertawa, sayap hitam Ryuk berkibar, dia menukik terbang ke arah Light. "Ya, memang Kau mungkin bukan Shinigami biasa, tetapi apa Kau percaya aku juga tidak akan berbohong kepadamu?" tanya Ryuk, bersuara licik.

Tawa menyeramkan berderai dari sela-sela taring Light, singkat, berat. "Kau tidak akan berkhianat. Aku yakin."

Senyum lenyap dari wajah Ryuk. Dia menatap penasaran, kemudian memekik, "Oh!" Ryuk mendelik senang saat buah apel merah segar melayang di udara. Dia menari-nari, menangkap buah manisnya, memuja dan mengangkatnya di udara bagaikan sebuah benda pusaka suci.

Light tersenyum tipis melihatnya, tak bisa menolak gejolak nostalgia yang meraup dirinya saat itu. "Aku mengambilnya langsung dari dunia manusia. Hanya memanen apel tidak butuh waktu lebih dari 333 detik."

Ryuk mendorong lidahnya, menjilati apel dengan bahagia.

Menyeringai, Light menyambar sabitnya dan merebut apel itu.

"A-Apa?!" Ryuk berseru, syok, matanya menatap nanar.

"Tentu saja, aku tahu bahwa Kau telah turun ke dunia manusia. Kau pasti akrab dengan kata 'transaksi?' Hm?" Light berbisik, tersenyum lebar melihat reaksi dari dewa kematian ranking 7 di hadapannya.

Senyum gelap perlahan-lahan melengkung di wajah Ryuk. "Yah, aku menyerah," katanya, duduk di samping Light. "Apa yang Kau inginkan dariku, Shinigami Raito?"

"Kebenaran, Ryuk. Jawab semua pertanyaanku dengan jujur. Kau ingin apel ini, jangan berani berbohong." Light meremas buah berair di tangannya. "Aku akan tahu jika Kau berbohong."

Ryuk menyetujui dengan ledakan tawa. "Baiklah, akan kulakukan yang terbaik, Shinigami Raito," katanya, tersenyum seperti anjing jelek. Senyum yang mengingatkan Light pada raja manusia termiskin yang ia konsumsi jiwanya beberapa tahun yang lalu. "Apa yang Kau Anda inginkan?"

"Jawab pertanyaanku yang terakhir."

Ryuk menyeringai. "Nah, pada kenyataannya, memang benar. Banyak Shinigami baru bermunculan di Alam Shinigami setelah para pemilik Death Note meninggal. " Ryuk terkekeh gembira ketika Light menyerahkan apel hadiahnya. "Contohnya, seperti Kau ini," tambahnya, sebelum mengunyah dengan berisik.

Light tidak terkejut.

"Kita makhluk abadi. Tapi katanya ada beberapa cara untuk membunuh Shinigami. Kau tahu caranya?"

Ryuk terdiam, berpikir sejenak, menggali-gali ke dalam otak dangkal nya. Ketika dia menatap Light lagi, matanya menyala. "Salah satu cara untuk membunuh Shinigami adalah—OH YEAH"pekik Ryuk senang saat Light menghadiahinya apel yang lain. "—adalah dengan membuat mereka-" Mengunyah. "-jatuh cinta—" Mengunyah. "-dengan manusia."

Light tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.

Cinta? Mencintai manusia? Cinta terlarang merupakan ancaman yang mengarah kepada kematian Shinigami? Oh, ide yang sangat menyegarkan. Betapa cinta sangat jauh di luar ekspektasinya.

"Hal yang sedemikian sederhana?"

"Yep. Prosesnya kira-kira begini: Shinigami akan mati ketika mereka menyelamatkan manusia yang mereka cintai dengan memperpanjang hidup manusia tersebut."

Light mengerutkan kening, dan realisasi muncul di dalam kepalanya.

Ryuk melanjutkan, "Sebagai contoh, ada seorang manusia, seorang wanita yang ditakdirkan mati saat ia akan dibunuh oleh seorang pria. Shinigami, yang jatuh cinta dengan wanita itu, berusaha menyelamatkan hidupnya dengan menghentikan si pembunuh. Wanita yang dicintainya gagal untuk mati, dan kehidupan Shinigami akan ditransfer ke wanita tersebut. Sang Shinigami akan mati menjadi debu."

Beberapa Shinigami akan bertindak bodoh dengan melanggar aturan, dan hukuman mereka akan bervariasi. Tetapi di antara semua ini, ada aturan-aturan dasar untuk ditaati. Satu aturan, misalnya, adalah larangan untuk membunuh manusia tanpa menggunakan Death Note. Jika dilanggar, kematian akan menjadi hukuman. Pekerjaan Shinigami adalah menyerap kehidupan manusia dan tidak memperpanjang hidup mereka. Itulah mengapa Shinigami dalam cerita Ryuk menerima hukuman matinya. Namun, hanya mengetahui bagaimana Shinigami menghilang tidaklah cukup. Bagaimana dengan tujuan keberadaan Shinigami itu sendiri?

Light tidak percaya pepatah tua manusia: Curiosity Kill The Cat. Dia percaya bahwa, dalam beberapa hari, dia bisa mendapatkan jawaban yang dia inginkan. Jika dia berhasil, mungkin, dia bisa mengambil risiko menyelinap ke istana Old Man lagi. Makhluk misterius, jenazah berselimut mawar biru yang ada di dalam kamar yang ia masuki, apakah mungkin bahwa dia adalah prototipe yang lebih tinggi atau bentuk baru dari dewa kematian? Dan nama yang terpahat pada petinya-

Sesuatu memukul kepala Light. Waspada, dia tersentak dan berbalik.

Seseorang menatap diam-diam. Sepasang mata biru-aquamarine berkedip di antara pohon-pohon mati. Ketika dia mencari sumber percikan intens, sosok misterius telah menghilang. Angin meniupkan aroma bunga mawar, meniupkan helaian rambutnya yang tajam dan kasar. Menatap ke dalam kegelapan, dia bergeming. Kecemasannya menusuk setajam jarum tak terlihat, tapi rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan. Langkah demi langkah, waktu ke waktu, Light bisa membaca rencana Old Man. Sekarang, biarkan dia tenang, mendengarkan kisah Ryuk, menonton kehebohan di dunia manusia dalam keheningan. Ini adalah kunci untuk mengungkapkan misteri.

Tidak lama lagi dia akan mengucapkan selamat tinggal yang kekal kepada kebosanannya.

.

.

Dia pernah menyelidiki siapa saja Shinigami baru yang muncul di waktu yang bersamaan saat kelahirannya.

Shinigami bernama Mihael adalah salah satunya; perawakan tinggi, wajah setengah terbakar, rambut pirang panjang, kepribadian kasar. Mirip dengan Light, dia tidak pernah mengambil kesenangan dalam aktivitas membosankan di alam dewa kematian. Sidoh tampak senang berada di dekatnya, berbagi permen dari dunia manusia yang disebut cokelat.

Light mengabaikan mereka, mengamati lubang pengintai terdekat. Tidak lapar, tapi berpikir untuk membunuh dua atau tiga manusia.

Dunia manusia tidak berubah, dipadati kerusuhan dan kekerasan, tanah mereka dibanjiri darah segar dari para penghasut perang. Kira dan L terus berperang di hati manusia. Pertarungannya memicu hasrat kaum barbar untuk mengobarkan api perang dunia kesekian. Ini adalah panggung teater bernama Pandemonium. Kira dan L adalah konduktor, para manusia pengikutnya sebagai anggota orkestra. Instrumen yang dimainkan menciptakan simfoni kekacauan. Keduanya memakan satu sama lain, menggerogoti hingga habis tak bersisa, tidak akan berhenti sampai salah satu dari mereka jatuh ke dalam jurang maut bernama kehampaan.

"Oi Raito!"

Suara Shinigami, yang merupakan pemicu sebenarnya keributan ini, memanggil nama Light. Ryuk.

Light menoleh ke belakang, tersentak, menangkap sesuatu yang dilempar ke arahnya. Sejenis benda ringan, dibungkus dalam kemasan plastik mengkilap. "Apa ini?"

"Keripik kentang rasa rumput laut. Kuambil dari dunia manusia. Hyuk Hyuk Hyuk. Sebagai rasa terima kasih atas buah apel yang enak itu. Selamat menikmati!"

"Kenapa keripik kentang?"

Ryuk berhenti sejenak. Light bisa melihat bahwa ia sedang berpura-pura bodoh.

"Untuk mengimbangi kebaikanmu. Nah. See ya!" Ryuk melambai terbang menuju suakanya.

Mencurigakan, Light menyambar makanan ringan khas manusia dan merobek plastiknya. Bau rumput laut menguar. Mengambil salah satu keripik, Light perlahan-lahan memasukkannya ke dalam mulut. Tidak buruk. Dia menyukainya, meskipun dia bukan penikmat makanan seperti beberapa Shinigami; Ryuk si pencinta apel, Sidoh dan Michael yang menyukai cokelat dan Calikarcha yang menyukai blueberry. Mungkin Light akhirnya menemukan jati dirinya. Keripik kentang. Tidak terlalu buruk.

Menurut cerita Ryuk, Kira pernah diawasi oleh enam puluh empat kamera di kamar tidurnya. Pemuda itu menghindari kamera dengan bantuan perangkat elektronik Mini tersembunyi dalam paket keripik kentang. Keripik kentang. Makanan ringan favorit Kira.

Suara Gukku yang memanggil Light dari kejauhan mengusik pikirannya, mereka tidak pernah bosan mengajaknya untuk berjudi.

Light berjalan pergi.

.

.

O, Racun. Racun yang manis. Semanis madu. Racun yang mematikan. Manisnya racun membawa manusia pada kematian.

O, Cinta. Cinta adalah manis. Semanis madu. Cinta yang mematikan. Manisnya cinta akan membuai manusia menuju kematian mereka. Cinta sama dengan racun.

Zellogi memberikan Light secarik kertas, yang disebut oleh manusia sebagai lirik romantis, ketika Light mulai mempertanyakan deskripsi cinta dari sudut pandang manusia.

Bagi Light, lirik tersebut adalah alat untuk menggelitik perut dan waktu yang berharga untuk dapat tertawa bersama Zell, pada hari-hari yang membosankan itu, sekaligus membuat mual.

Setidaknya dia ingin mengirim pesan untuk Gelus dan Rem - dua Shinigami yang jatuh cinta dan menolong manusia yang dicintainya, dan mati karenanya.

Ikan mungkin bisa jatuh cinta pada burung, tetapi di mana mereka dapat hidup bersama?

Makhluk-makhluk bodoh.

TBC