Heart Attack

Park JiminMin Yoongi

Min Yoongi si mahasiswa cantik, yang terkenal akan tingkah dingin, cuek, dan ketidakpeduliannya mengalami serangan jantung saat melihat siswa baru yang diketahui sebagai adik tingkatnya ?

"Ya Tuhan, aku serangan jantung, kenapa ini?!"


Jimin berjalan kaki pulang dari kampusnya. Ini sudah lumayan tengah malam, bahkan sekarang pukul 20.00 KST. Dosen di kampusnya sangat menunda waktu datang dan mengajar dengan materi banyak. Padahal ia baru masuk. Untung saja Taehyung, namjachingu hyung nya berbaik hati meminjamkan buku catatanya.

Ia menghembuskan nafasnya kasar. Ia hanya bisa berjalan kaki sekarang. Orangtuanya belum memperbolehkan ia menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan ia belum mempunyai Surat Izin Mengemudi di Korea. Untung saja apartemennya dekat dengan kampusnya. Hanya berjarak 200-300 meter dari kampusnya. Dengar ya.. kata hanya, setidaknya tidak 1 kilometer kan? kekeke~~

Apartemen ? Jimin memutuskan untuk tinggal di apartemen saja daripada merepotkan kedua orang tuanya. Lagipula kemarin sesampainya di Korea ia sudah bertemu orangtuanya dan menginap sehari dirumahnya. Ia sudah dewasa sekarang, lagipula ia terbiasa mandiri bahkan hidup di negara luar. Bagaimana dengan hyungnya? Tentu saja berbeda apartemen dengannya.

Jimin segera masuk ke apartemen yang bisa dibilang cukup 'mewah' untuk orang seumuran dirinya. Salahkan orang tuanya yang sangat memanjakan dirinya. Tapi Jimin senang kok, kekeke.

"Aish tinggal sendiri , sepi ya huft~~" Jimin memutuskan untuk langsung mandi dan mungkin langsung tidur ? Hey Jimin, jangan lupa catatan yang kau pinjam dari Taehyung~~

"Astaga, besok ada si dosen gila itu lagi. Catatan Taehyung harus kuselesaikan malam ini. Ya Tuhan apa salahku uhuuuhuu" Jimin menggerutu kesal. Akhirnya dengan segera ia menyelesaikan kegiatan mandinya dan memutuskan untuk melanjutkan catatan pelajaran yang tertinggal.

Jimin menatap serius buku yang dihadapannya. Sesekali ia menggigit ballpoint yang dipegangnya, memikirkan setiap kata kata yang akan dicatatnya untuk ia ringkas sesingkat mungkin. Kegiatannya sekarang menulis, membaca, menulis, membaca. Jangan lupakan tulisan nya yang sekarang hampir tak terbaca. Masa bodohlah, yang penting aku bisa membacanya –pikirnya

Alih-alih berpikir serius, tiba-tiba ia mengingat perkataan Taehyung di kelas tadi. Tentang sunbae manis itu loh.. yang katanya cuek, dingin, suka berkata kasar. Masa iya sih?

"Jim, mendingan kali ini kamu diem aja deh. Aku masih gak yakin yang kamu bilang. Jangan bertindak deketin Yoongi sunbae dulu" Taehyung menyarankan Jimin sembari memakan kimchi yang dibawanya ke kelas.

"jadi aku harus ngapain tae?"

"gini aja. Aku mau liat bener gak kamu diperlakukan 'spesial' sama Yoongi sunbae. Atau jangan-jangan itu bukan dia, atau dia lagi kesambet, hiii"

"kalo memang iya dia baiknya sama kamu doang. Berarti dia suka kamu. Kalau dia suka kamu kamu gak usah bertindak, aku pengen liat usaha Yoongi sunbae. Nanti kapan kapan aku tunjukkin deh sisi jeleknya Yoongi sunbae"

"kalo gitu lama dong" jawab Jimin bingung. Taehyung memutar bola matanya malas

"ya cinta itu memang butuh perjuangan tau! Lagian mainstream banget sih seme ngejer-ngejer uke. Biar ukenya dulu dong usaha" jelas Taehyung. Jimin pikir ada benernya juga. Emang susah ya jadi orang ganteng, disukain mulu –pikirnya

Jimin tersenyum sendiri bayangin Yoongi sunbaenya

"semoga Yoongi sunbae punya perasaan yang sama denganku" Jimin tersenyum kecil dan memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda


Yoongi dengan semangatnya berjalan dikoridor. Senyum tipis terhias diwajahnya membuat semua orang bergidik. Hell yeah, biasanya Yoongi itu datang dengan tatapan sayunya dan lirikan sinisnya. Jangan kan tersenyum, berekspresi saja tidak.

Lihatlah Yoongi sekarang, tersenyum seperti itu membuat kadar manisnya bertambah. Belum lagi style pakaiannya yang semakin hari semakin imut. Dengan memakai t-shirt, jacket, bahkan syal serba berwarna abu-abu, sneakers hitam dan celana jeans serta topi berwarna hitam dan putih. Jangan lupakan syal dan jaket khasnya yang tebal. Masih takut mati kedinginan, Yoongi-ah? ~~

Kini ranselnya terlihat sedikit lebih berisi sekarang. Ingat apa saja yang dibawa Yoongi , kan?

Yoongi merasakan ada yang merangkul pundaknya. Yoongi memutarkan bola matanya malas sembari menatap kesampingnya melihat Hoseok tersenyum lebar sembari memperlihatkan gigi-giginya yang berkilau, kekeke.

"Pagi Yoongi-ah, datang pagi lagi ne" Hoseok menggoda Yoongi sembari mencoel dagu sahabat dinginnya itu dan dibalas dengan dengusan malas Yoongi.

"kau ini, aku datang siang salah, datang pagi salah" jawab Yoongi sedikit kesal, membuat Hoseok tertawa. Aigoo terkadang ia bangga jadi sahabat Yoongi, bisa melihat wajah imut Yoongi secara langsung.

"ah ne .. ne .. aku mengerti. Kau kan sedang dalam masa pubertas" ejek Hoseok

"pubertas? Yak! Aku sudah 22 tahun! Sudah lama aku pubertas!"

"maksudku , jatuh cinta bodoh. Belum pernah aku melihat seorang Min Yoongi gugup dan tersenyum malu dengan orang yang baru dikenalnya"

"Hoseok-ah"

"apaan yoon?"

"sepertinya tendangan ku kemarin belum membuatmu puas ya" tatapan sinis Yoongi seketika membuat Hoseok terdiam tak berkutik. Hell yeah, seharusnya ia tau membuat Yoongi badmood di pagi hari adalah kesalahan terbesar.

"canda elah Yoon. Jangan ngamuk masih sakit nih idung" gerutu Hoseok sambil mengelus hidungnya yang kemarin jadi bahan tinjuan Yoongi. Masih sakit, man.

Sedangkan Yoongi? Hanya menatap sahabatnya itu malas.

"eh btw janji ya jangan bilang siapa-siapa apalagi sampe nyebarin video" Yoongi menatap Hoseok dengan pandangan memelasnya. Jangan lupakan mata sayunya yang membuat Hoseok semakin gemas dan mencubit pipinya

"yakk! Jung Hoseok! Pipiku sakit tau! Seenaknya aja nyubit pipi orang!" Yoongi meninju pergelangan Hoseok membuat Hoseok meringis

"kasar sekali sih Yoon, sakit nih"

"biarin! Janji dulu Hoseok-ah!"

"ahh ne.. ne.. aku tidak memberitahukan siapa-siapa. Lagian kurang kerjaan banget sih Yoon nyebarin gituan"

"kan siapa tau"

"kamu gak percaya aku nih?"

"enggak" jawab Yoongi singkat dan memutuskan berjalan mendahului Hoseok yang berlari pelan mengerjarnya.

Jangan lupakan tatapan iri semua orang menatap kedua sahabat ini~~


Yoongi menghembuskan nafas kesal sembari menopang dagunya. Bosan. Itulah yang cocok untuk menggambarkan perasaannya sekarang. Mendengar ocehan dosen yang sedang menerangkan sesuatu -yang bahkan Yoongi tak tau.

Perlahan Yoongi menatap jendela kelas yang tepat berada disampingnya. Seketika mata Yoongi berbinar. Hoobae kesayangannya terlihat sedang duduk bersantai dibangku penonton lapangan kampusnya yang terlihat dipenuhi salju sembari menikmati hot chocolate –menurut Yoongi dengan sweater abu-abu serta hoodie putih.

"Park Jimin aigooo" gumam Yoongi sembari tersenyum melihat hoobaenya yang tampak bercanda gurau dengan seseorang

Eh?

Seseorang?

Yoongi menyipitkan matanya. Memerhatikan seseorang yang berada disamping Jimin dengan seksama. Jika saja ...

"Min Yoongi, bisakah maju kedepan untuk menjawab soal di papan?"

"Shit."

Dosen tua itu memergoki Yoongi sedaritadi ternyata.

Dan jangan lupakan Hoseok yang tertawa dibangkunya sekarang.


"Song Songsaenim absen, Jim" Jimin menatap Taehyung disebelahnya.

"Serius? Yah gak jadi cuci mata deh" Taehyung menatap Jimin dengan pandangan malasnya. Ia menyesap hot chocolatenya

"hobi mu sama yang tua-tua ya jim, gak nyangka" Taehyung menatap Jimin dengan tatapan mengejeknya.

"duh, Tae ada kaca gak? Atau perlu manggil Jin hyung kesini?" Taehyung tertawa melihat wajah Jimin merengut tak suka

"canda Jim canda. Panggil Yoongi sunbaenim nih"

"panggil aja kebetulan lagi kangen nih"

"yakin banget gak salah orang Jim"

"gak lah. Firasat batin udah terhubung nih"

"dah mules mules"

"mules ya ke wc"

"temenin dong jim"

"minta temenin Jin hyung sana"

"maunya sama kamu jim" dengan memasang aegyonya, Taehyung menatap Jimin yang bahkan geli melihat wajah Taehyung sekarang –(bayangin waktu aegyo di bangtan bomb sama jhope. Mukanya jimin gimana kekkekeke)

Kita tinggalin aja percakapan orang absurd ini ya~~~


Yoongi menatap sekeliling kelasnya malas. Barusan saja si tua Kim itu keluar dari kelasnya, karena sekarang jam istirahat. Omong-omong, Yoongi lagi sedang malas bergerak sekarang. Tetapi pikirannya sedaritadi melayang kemana-mana melihat seorang namja yang sedang duduk disebelah Jimin tadi. –membuatnya badmood saja.

Yoongi lagi pengen ngelancarin misinya sekarang. Tapi karena dasarnya Yoongi itu orangnya malas, susah gerak. Ambisinya terhalangi karena perasaan nyaman duduk dibangkunya sekarang. Apalagi cuaca diluar dingin, kelasnya sedang memakai penghangat ruangan. Buat ingin tidur saja.

"Yoon" Hoseok yang sedari tadi memerhatikan gerak-gerik Yoongi bingung melihat ekspresi Yoongi yang sedaritadi berubah-rubah. Tadinya murung, melamun, kadang terlihat ingin berdiri dari kursinya. –mencurigakan –pikir Hoseok.

"apaan?" Yoongi menatap sahabatnya malas. Sahabatnya yang duduk disebrang kursi sebelah kanan nya menatapnya bingung

"ngapain daritadi melamun terus ? mikirin Jimin ya ?"

DUING

Darimana si Horse itu tau –pikirnya.

"udah mikirin Jimin mulu, aku kapan dipikirinnya" Hoseok memasang raut sebal –yang dibuat buat. Membuat Yoongi memandangnya malas

"pengen muntah"

"jahat amat Yoon" Hoseok merengutkan wajahnya. Melihat raut wajah Hoseok, Yoongi jadi kepengen minta sesuatu. Minta tolong maksudnya

"Hoseok"

"hmm?"

"bisa minta tolong gak?" Yoongi menatap Hoseok penuh harap. –pasti ada apa apanya nih. Pikir Hoseok

"minta tolong apaan? Tumben minta tolong"

"jadi gak bisa minta tolong nih? Yaudah" Yoongi menatap sebal sahabatnya. Ia membuang mukanya layaknya anak kecil sedang merajuk. Yah kalo begini, siapa yang tahan liat raut imut Yoongi.

"eh gak gitu juga Yoon, yaudah minta tolong apaan?"

"cari tau lokernya Park Jimin dimana ya, HEHEHE" Yoongi nyengir kuda sekarang melihat Hoseok memasang raut datar diwajahnya. Bukannya apa ya, Yoongi jatuh cinta masa ngerepotin orang.

"yaampun Yoon, aku gak ngelarang kamu suka sama Jimin, hoobae baru itu. Tapi kalo suka jangan ngerepotin yang lain dong" ucap Hoseok, bercanda. Tapi sekaligus ada benarnya juga sih.

"oh jadi aku ngerepotin ? oke" Yoongi menatap sebal Hoseok sekarang. Ia lagi badmood malah ditambah omongan sahabatnya gitu. Kan nyebelin

"eh nggak Yoon enggak. Yaudah ntar aku cariin deh" kalo gini Hoseok bisa apa. Susah membujuk Yoongi kalau udah marah. Untung aja kenalan Hoseok ada dimana-mana

"nah gitu dong" Yoongi tersenyum senang menatap Hoseok sekarang.

"emang susah ya kalo kawan lagi jatuh cinta. Untung kawan" batin Hoseok menatap Yoongi yang kini sibuk bermain dengan smartphonenya

Jadi Hoseok sekarang dicuekkin nih sama Yoongi. Daripada dicuekkin kayak bebek congek, Hoseok memilih melancarkan misinya sekarang, nyari loker hoobae barunya yang bernama Park Jimin itu. Ya itung-itung bantu teman lah – pikirnya

Tapi, bukan Hoseok kalo gak punya akses disegala arah. Daripada capek-capek gak jelas pelototin nama-nama loker diseluruh kampus, enakan minta tolong hoobaenya yang lain, ya gak? Malas banget melototin loker kek orang goblok – gerutu Hoseok.

"Yoon" Yoongi menoleh sebentar begitu namanya dipanggil Hoseok.

"apaan?"

"tau jurusan Jimin apaan?"

Yoongi bengong sebentar. Ah iya bahkan ia belum tau jurusan hoobae yang disukainya itu. Hah.. ia memang tidak handal dalam stalker, ia tidak yakin rencananya sukses.

Yoongi menatap Hoseok lesu, lalu ia menggeleng. Membuat Hoseok prihatin pada sahabatnya tersebut. Ah Yoongi memang tidak terlalu handal dalam soal ini. Yang ia tau sahabatnya itu cueknya stengah mampus. Bahkan masalahnya pun masih perlu bantuan Hoseok. Membuat Hoseok gemas. Yoongi itu gemesin tau, apalagi tatapan memelasnya. Ingatkan Hoseok bahwa ia pernah menyukai Yoongi waktu pertama kali bertemu. Yoongi yang kalem saat MOS dikampusnya. Cuek membuat Hoseok penasaran mendekatinya. Yah itung-itung sebagai kawan lah. Susah payah ia mendekati Yoongi karena sikap cueknya Yoongi terhadap semua orang. Tetapi, bukan Hoseok namanya kalo ia pantang menyerah. Dengan segala kegigihannya ia mendekati Yoongi, sampai akhirnya Yoongi luluh dan menjadikan Hoseok sahabat dekatnya.

Mereka udah temenan lumayan lama. Hoseok juga kena friendzone lumayan lama. Akhirnya waktu itu ia memutuskan untuk nembak Yoongi nih. Semua orang sekampus juga tau kalo Hoseok suka ama Yoongi, dasar Yoongi aja kelewat cuek bebek gitu ampe gak peka. Tapi naas, Yoongi menolak Hoseok karena ia memang menganggap Hoseok sebagai sahabat dekatnya. Tidak lebih

Hoseok santai aja. Kecewa dikit sih tapi bangganya lebih banyak jadi sahabat satu-satunya Yoongi. Hoseok berfikir positif aja. Ia juga sekarang menyukai Yoongi sebagai sahabat, gak lebih. Ya aneh emang, tapi itulah Hoseok.

"yaampun Yoon, gemesin amat" Hoseok mencubiti pipi Yoongi yang memang sudah memerah karena suhu dingin.

Yoongi mah pasrah aja, dicubitin gitu kalo dilarang juga Hoseok gak bakal stop nyubitin

"jadi gimana dong ?" tanya Yoongi

"ya gampanglah. Ntar aku tanya sama hoobae yang lain. Biasanya kan kalo ada hoobae baru heboh gitu apalagi ganteng sampe buat Yoongi klepek-klepek. Ya gak?" Hoseok menaik turunkan alisnya membuat Yoongi memukul kepala sahabatnya ini


Yoongi berjalan santai sekarang. Pelajaran sekarang kosong. Biasalah anak kuliah, guru males dikit gak ngajar. Keuntungan juga sih buat Yoongi.

Jalan sendirian keliling lapangan itu buat Yoongi keliatan kayak anak hilang. Apalagi syal abu-abunya yang hampir menutupi wajahnya itu membuat ia semakin imut.

Jadi Yoongi putuskan membawa kamera yang dibawanya tadi pagi. Jangan tanya Hoseok dimana, ia sedang tidur dikelas. Katanya capek habis begadang nonton bola. Yoongi percaya aja sih. Ga enak juga kemana-mana masa sama temennya terus.

Tiba-tiba langkah Yoongi terhenti melihat seseorang yang amat di kenalinya bersama namja manis sedang bercanda di ujung lapangan sana. Ya siapa lagi kalau bukan Park Jimin yang sedari tadi dilihatnya dikelas dan ternyata masih belum beranjak dari posisi yang sama dan siapa itu? Hoobae manis itu yang disebelahnya?! Kenapa akrab banget?! Jimin bukannya baru masuk ya? – pikir Yoongi

Yoongi penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk sembunyi agak jauh dibelakang sambil memegang kamera slr nya, ia menangkap beberapa moment Jimin tertawa, terkadang merengut saat namja disebelahnya menggodanya, yang bahkan Yoongi tidak tau mereka membahas apa. Sebenarnya ia kesal melihat moment itu. Apalagi pas ia ambil foto Jimin namja yang disebelahnya terikut. Ya gak apalah, nambah koleksi baru foto Jimin, ntar sebelahnya bisa di blur – pikirnya

Yang Yoongi baru tau, ternyata nama namja yang disebelah itu Kim Taehyung. Ia baru ingat kalau ia pernah bertemu Taehyung sebelumnya. Tapi ia bingung ketemu dimana. Ia lupa lagi. Pokoknya Yoongi gondok banget liat Kim Taehyung, Yoongi harus cari tau apa hubungan mereka. Ingatkan Yoongi menambah Taehyung sebagai nama yang di blacklistnya

"Jim ke kelas yuk"

"kantin dulu ah Tae, males dikelas. Pengen makan ddakboki nih, kangen sama makanan favorit"

"yaelah kek gak pernah makan aja Jim barusan juga tadi makan"

"maklum. Di US gak ada makanan kayak gitu"

"yaudah deh"

Samar-samar Yoongi mendengar percakapan mereka. Yoongi segera mengeluarkan catatan kecilnya yang sedari tadi ia bawa dikantung jacketnya

Monday

Park Jimin, makanan favorit ddakboki. Pindahan dari US

Blacklist : KIM TAEHYUNG

TBC OR END?

Sorry for late update. really really late update karena banyak kesibukan disekolah apalagi tugas yang buat ide pemikiran aku buyar. ide aku gak sebagus kemaren tapi aku masih coba buat lanjutin ini ff. aku berencana hapus ff aku semuanya. yang lost star sama hey, its secret. aku bakal republish kalo ff itu udah selesai aku tanganin. aku bingung gimana cara lanjutinnya :( aku salah banget sih publish pas gak siap :(

aku masih bingung bakal hapus atau enggak.

buat ff yang ini, tinggalin review dan saran ya biar nambah wawasan aku atau buat nambah semangat aku buat lanjutin ff mumpung ini sekarang udah masuk liburan dan aku gak di ganggu tugas lagi~~ yeay~~

sorry buat kalian kecewa karena update aku yang lama banget dan untuk ff lain aku bakal usaha buat cari inspirasi :(

semua gara gara tugas

dont forget to leave a review ! pyeong ~~