Disclaimer: Their own self

Pairing:YunJae

Warning: YAOI!BL(Boys Love)!

Don't like, don't read

NO BASH!NO COPY!

"Y-yun,mataku berat sekali"Ucap Jaejoong. Ia merasa ngantuk sekali saat ini. Sekarang sudah jam 3 pagi. Masih ada 2 jam lagi sampai matahari terbit.

"Tidur saja Boo,nanti akan aku bangunkan"

"Oke"Jaejoong berbaring di kasur,dan mulai terlelap. Sebenarnya Yunho juga sangat mengantuk,tapi demi BooJae-nya,akhirnya ia mencoba bertahan. Yunho memperhatikan wajah Jaejoong yang sudah terlelap. Ia kelelahan setelah bermain seharian. Tapi,tetap saja wajah alaminya terlihat sangat cantik. Yunho mengelus pelan rambut Jaejoong,membuat namja cantik itu menggeliat pelan. Buru-buru Yunho menarik tanganya agar Jaejoong tidak terbangun.

Dan Yunho hampir saja tertidur,ia ke kamar mandi dan mencuci muka,untuk sekedar menghilangkan rasa kantuknya.

"Aigoo,kenapa mata ini tak bisa diajak kerjasama eoh?"Keluh Yunho.

Yunho melirik Jam tanganya,sudah jam 5 kurang. Saatnya membangunkan Jaejoong.

"Jae,jae,ireona. Sudah mau jam 5"

"Eugh"Jaejoong hanya meleguh tapi tidak bangun.

"Boojae!ayo bangun,kau mau melihat matahari terbit kan?Boo"

"Eugh,ne"Jaejoong bangkit dari tempat tidurnya. Ia masih sempoyongan.

"Ayo,kita ke pantai. Melihat dari sana pasti jauh lebih indah"

...

Jaejoong dan Yunho berada di pesisir pantai. Yunho merangkul Jaejoong dan kepala Jaejoong menyandar di bahu Yunho,sangat romantis.

Mereka menyaksikan sunrise(?) Itu secara diam. Hening. Mereka menikmatinya. Ditambah lagi dengan hembusan angin pantai pagi yang membuat jiwa mereka tenang.

Yunho menatap namja cantik yang ada dipelukanya,sungguh,ia amat mencintai Jaejoong.

"Saranghae Boo"Ucap Yunho pelan namun masih bisa terdengar oleh Jaejoong. Jaejoong tersentak kaget sebentar,lalu ia tersenyum.

"Nado Saranghae,Yunnie Bear''

Mata musang Yunho membulat seketika. Ia kira Jaejoong akan menolaknya.

"Serius?"Yunho melepaskan rangkulanya dan menatap doe eyes Jaejoong lama.

"Ne,aku sudah jatuh dalam pesonamu,Jung Yunho"

"Hihihi~Jadi..."

"Jadi apa?"Tanya Jaejoong bingung.

"Jadi kita sekarang,jadi sepasang kekasih ne?"

Muka Jaejoong bersemu merah,ia tak tau harus bicara apa.

"Terserahmu"Jawab Jaejoong kemudian. Ia memalingkan mukanya karena malu.

"Hmmmmm... Kau cantik sekali Boo"

...

"Boo,kita akan pulang besok" Ucap Yunho. Ia dan Jaejoong sedang ada di kamar hotel.

"Wae?bukanya masih ada 2 hari lagi?"

"Aku juga tak tahu. Eomma mu bilang agar kita pulang besok. Aku menurutinya saja."

"Baiklah" Jaejoong dan Yunho pun berkemas untuk kepulangan mereka besok.

''Boo,hari ini kan hari terakhir. Ayo jalan-jalan di pulau ini. Tak ada barang yang ingin kau beli,hmm?"

"Barang?hmmm"Jaejoong tampak berpikir sebentar.

"Boleh juga,mungkin oleh-oleh buat Eomma"

"Ya,sehabis beres-beres kita pergi ya"

"Iya"

Setelah selesai packing,Yunho dan Jaejoong berjalan-jalan di pulau itu.

Mereka berjalan-jalan disekitar pulau itu,Membeli barang-barang yang diinginkan Jaejoong. Tak disangka,Jaejoong membeli banyak sekali barang. Pada awalnya,ia ragu-ragu,tapi sekarang?sepertinya sifat belanjanya sudah mulai keluar.

"Yun,apakah baju ini cocok untukku?"Tanya Jaejoong,menunjuk sebuah kaos yang ada di gantunganya.

Yunho kembali mengangkat kantong belanjaan Jaejoong dengan susah payah,untuk kemudian menghampiri namja cantik itu.

"Baju apapun akan cocok untukmu Jae"Yunho tersenyum.

"Kau selalu bilang seperti itu!"

"Memang benar kan?kau terlihat cantik memakai apapun"

"Ish!tapi aku ini namja,aku tampan"Jaejoong mempoutkan bibir merahnya membuatnya semakin imut.

"Ya,tampan dan cantik"Jawab Yunho.

"Terserahmu saja~"Balas Jaejoong memalingkan mukanya karena malu. "Hihihi~"Yunho terkikik geli dibelakangnya. Kekasih nya memang sangat manis,makanya ia senang sekali menggodanya.

Cukup lama mereka berada di toko itu,menambahkan kantong belanja yang akan dibawa Yunho. Setelah keluar dari toko itu,Jaejoong menuju toko jam tangan dan perhiasan yang berada tidak jauh dari toko sebelumnya. Ia berencana membelikan sang appa jam tangan.

Saat masuk,mereka disamput oleh pramuniaga yang ada. Jaejoong diperkenalkan dengan berbagai macam jam tangan mahal dan bermerek. Sedangkan Yunho,ia duduk di kursi dekat pintu,wajahnya tampak lelah.

"Aku ingin ini saja. Tolong bungkuskan yang rapi" Jaejoong menunjuk sebuah jam tangan berwarna silver bermotif manik.

"Ne,tunggu sebentar tuan" Pramudiaga itu lekas ke belakang untuk membungkus pesanan Jaejoong.

Sambil menunggu pesananya datang,Jaejoong melihat-lihat sekeliling toko itu. Matanya berhenti pada sebuah kalung perak yang seperti mengukir huruf "YJ",seperti inisial namanya dan Yunho.

"Agasshi!"Panggil Jaejoong.

Pramudiaga itu lekas datang dan menghampiri Jaejoong.

"Ada apa tuan?"

"Aku ingin kalung perak ini. Aku mau 2,tapi dijadikan dalam 1 kotak"Jelas Jaejoong.

"Ne,saya permisi sebentar"Pramudiaga itu segera membungkus pesanan Jaejoong. Tak berapa lama,Pramudiaga itu datang. Setelah membayar semuanya Jaejoong segera mengajak Yunho untuk keluar dari toko itu.

"Boo,kita pulang ya?"Ucap Yunho memelas.

"Eum..."

"1 toko lagi,aku akan membelikan oleh-oleh buat Eomma"

"Baiklah"Ucap Yunho lemah. Selanjutnya mereka masuk ke toko sepatu. Jaejoong membeli sepatu high heels berwarna kalem untuk Eommanya dan sepatu kets trendy untuknya.

Setelah selesai membayar belanjaanya,Yunho dan Jaejoong berjalan balik ke hotel. Yunho langsung membaringkan tubuhnya di single bednya saat sampai di hotel,ia lelah sekali. Sedangkan Jaejoong langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Yunho hampir saja tertidur sebelum suara teriakan Jaejoong mengusiknya.

"AAAAaaaaaaa~"Teriak Jaejoong. Yunho langsung bangkit dari single bed nya dan menghampiri Jaejoong.

"Boo,ada apa,Boo?"Tanya Yunho dari luar. Jaejoong tak menjawab,ia lekas memakai pakaianya dan keluar dari kamar mandi itu.

"Ada apa,Boo?"Tanya Yunho lagi.

"Tadi ada cicak jatuh,yun!"

"Oh~kukira ada apa"Yunho menarik nafas lega.

"Eh,kau tahu tidak?kata orang jaman dulu,kalau kita kejatuhan cicak,maka kita akan bernasib sial"

"Hahhahaha.. Kau percaya Boo?itu cuma mitos!"

"Ish,aku kan hanya memberitahu saja!sudah sana cepat mandi,habis ini kita cari makan."

Tak berapa lama,Yunho keluar dari kamar mandi. Mengambil dompet dan ponselnya,mereka langsung keluar untuk mencari restorant.

Pemandangan kota Jeju di malam hari benar-benar ramai dan indah. Ada banyak pedagang makanan,mainan,pernak-pernik dan sebagainya di sepanjang jalan yang mereka lewati. Banyak orang datang ke jalan itu untuk membeli barang bagus yang murah.

"Eum,aku mau Takoyaki"Jaejoong langsung menghampiri pedagang Takoyaki yang ada disana. Setelah puas dengan Takoyaki,mereka berjalan lagi menyusuri sepanjang jalan itu. Jaejoong menghampiri pedagang kimchi yang ada disana. Membeli seporsi kimchi besar dan daging lalu ia makan bersama dengan Yunho.

Akhirnya mereka tak jadi ke restorant yang menjadi tujuan awal,mereka sudah cukup kenyang setelah memakan takoyaki dan seporsi besar kimchi dan daging.

Saat perjalanan balik ke hotel,tak sengaja Jaejoong melihat pedagang permen kapas.

"Yun,kau tunggu disini sebentar,aku mau beli permen kapas"

Jaejoong datang dengan 2 permen kapas berukuran sedang di kedua tanganya. 1 diberikan pada Yunho,dan 1 lagi untuk dirinya sendiri.

Sesampainya di hotel,Jaejoong langsung berbaring di single bednya. Tapi,tiba-tiba ia teringat akan kalung perak yang dibelinya tadi sore. Ia hanya sangat gengsi dan malu kalau langsung memberikanya pada Yunho. Setelah mengumpulkan keberanianya,Jaejoong segera menghampiri Yunho yang sedang membereskan buah tangan yang tadi dibelinya bersama Jaejoong.

"Yun~"

"Hmm,wae?"Yunho belum mengalihkan pandanganya dari peralatanya.

"Eum,i-ini untuk mu,sepasang dengan punyaku"Jaejoong membuka kotak yang sedari tadi dipegangya perlahan lalu menunjukkanya pada Yunho. Yunho langsung mengalihkan penglihatanya. Ia tersentak kaget melihat kalung perak yang ada di dalam genggaman Jaejoong.

"G-gomawo"Ucap Yunho gugup. Yunho langsung mengenakan kalung itu di lehernya,begitupun dengan Jaejoong. Kalung perak itu sangat kontras dengan leher Jaejoong yang putih mulus tanpa cacat.

"Aku tidur dulu"Jaejoong segera berbalik,meninggalkan Yunho yang masih senyum-senyum. Ia senang sekali mendapatkan sesuatu dari kekasih barunya itu:)

...

Waktu sudah menunjukkan jam 11 siang. Yunho dan Jaejoong sedang bersiap-siap pergi ke bandara untuk pulang ke Seoul. Namun,ada yang berbeda dengan mereka kali ini. Jaejoong mengenakan kaos pink bergambar setengah hati,sedangkan Yunho mengenakan kaos biru muda bergambar setengah hati dari kaos Jaejoong. Jadi bila didekatkan,kaos mereka akan membentuk hati yang sempurna. Hmm,baju couple rupanya.

...

Pukul 2 siang,pesawat mereka tiba di Seoul. Saat memasuki bandara,mereka langsung dijemput oleh orang suruhan keluarga Kim.

Saat sampai dirumah,Jaejoong langsung disambut oleh Eomma yang rindu padanya.

"Jongie~"

"Eomma"Jaejoong langsung memeluk Eommanya untuk melepas rindu.

Eomma Kim melihat anaknya sebentar,lalu ber alih ke Yunho.

"Kalian pakai baju yang sama?"

"Eh?iya e-eomma"Jawab Jaejoong gugup. Sedangkan Yunho,ia bingung harus jawab apa. Kaos yang dipakainya memang mencolok sekali sebagai pasangan. Eomma Kim membuang jauh-jauh pikiranya,lalu mengalihkan pembicaraan.

"Hmmm,,,apakah liburan mu menyenangkan?"

"Ne,menyenangkan" Jawab Jaejoong.

"Tapi kenapa Eomma tiba-tiba menyuruh kami pulang?ada apa?"

"Begini Jae,nanti malam kita akan makan malam bersama keluarga Cho. Keluarga Cho baru saja pulang dari Jepang setelah bisnis mereka selesai,oleh karena itu eomma mengundangnya untuk makan malam bersama kita"

"Apa Appa akan datang juga?"

"Tentu,Appa mu sedang keluar untuk membeli sesuatu"

"Jinjja?aku kangen sekali Appa!"Jaejoong kegirangan. Sudah lama sekali rasanya ia tak bertemu Appa-nya.

"Iya,sebaiknya sekarang kau istirahat chagy,persiapkan dirimu untuk nanti malam"

"Ne,aku juga lelah sakali. Aku ke atas dulu ya Eomma"

"Eum" Eomma Kim hanya berdehem pelan,lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.

Yunho meletakkan semua barang yang dibeli Jaejoong dikamarnya. Kemudian ia pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan masakan untuk nanti malam. Ya,Yunho lah yang akan memasak semua makanan. Sendiri!Karena orangtuanya sedang tidak ada. Eomma Kim sangat percaya pada Yunho. Lagipula masakanya yang dibuat Yunho pasti enak,lebih enak dari masakan restoran sekalipun.

...

Kringgg kringgg kringggg

Jaejoong segera bangun setelah suara jam weker itu mengusik tidur nya. Sudah Jam 6 sore,itu berarti ia tertidur 3 jam. Jaejoong teringat akan perkataan Eommanya tadi siang,ia segera mandi untuk makan malam bersama keluarga Cho.

Jaejoong mengenakan kaos V-neck warna putih,dan celana jeans berwarna hitam. Ia hendak turun ke bawah,sebelum sang Eomma mencegatnya di tangga.

"Eh chagy,kenapa kau pake baju seperti ini?"Tanya Eomma Kim. Ia melihat Jaejoong dari atas sampai bawah.

"Memangnya kenapa eomma?"

"Ish!ayo ikut Eomma ke kamar,Eomma akan mencarikan baju yang cocok untukmu. Masa kau mau mengenakan kaos V-neck saat makan malam nanti?" Ucap Eomma Kim membuat Jaejoong heran. Hanya makan malam biasa kan?kenapa harus seformal itu?pikirnya.

Di dalam kamar,eomma kim memiliki banyak sekali baju dan pernak-pernik yang sekiranya cocok untuk anaknya. Jaejoong keluar dari kamar itu dengan mengenakan kemeja putih tangan panjang,dan celana panjang berwarna hitam. Jangan lupakan dasi yang melekat di lehernya. Pakaianya ini membuatnya jauh lebih manly dan tampan tentunya.

Yunho agak keget melihat penampilan baru Jaejoong. Menurutnya,jaejoong lebih cocok memakai kaos biasa ketimbang memakai baju seperti itu.

Jam 7 lewat,Keluarga Cho datang. Appa dan Eomma Jaejoong menyambut mereka hangat. Mereka tampak berbincang-bincang sebentar. Lalu memulai acara makan malamnya.

"Eeteuk-ah,anakmu cantik sekali" Puji eomma Kim. Sedang yang dipuji hanya senyam-senyum.

"Anyeong Ajhumma,Cho Jiyeon inmida." Ucap yeoja itu seraya tersenyum. Ia melirik Jaejoong yang sedang menyantap makananya.

"Ne,ini anakku. Jae,perkenalkan dirimu."

"Anyeong,Kim Jaejoong inmida" Jaejoong membungkuk sedikit.

"Anakmu juga tampan,Chullie-ah"

Sedari tadi yeoja bernama Jiyeon itu terus memperhatikan Jaejoong. Ia terkesima melihat ketampanan sekaligus kecantikan yang dipancarkan oleh namja di depanya ini.

"Berapa umur Jiyeon?"Tanya Eomma Kim.

"18 tahun,ia baru lulus"

"Wah,berarti sama dengan Jaejoong ne.."

"Ne,ajhumma" Jawab jiyeon. Ia masih sibuk memandangi Jaejoong,sedangkan yang diperhatikan menjadi salah tingkah.

"Ah iya,setelah makan malam ini,bagaimana kalau Jaejoong mengajak Jiyeon jalan-jalan disekitar seoul?kurasa Jiyeon juga kangen dengan kampung halamanya..hahhhahah" Orang yang ada di meja makan itu tertawa.

"Baiklah"

...

Suasana Canggung meliputi Jaejoong dan Jiyeon. Secara,mereka belum dekat. Keduanya masih gugup.

"Ehm,kau mau kemana Jiyeon-ah?"Jaejoong angkat bicara. Tak betah berdiam diri di pinggir jalan seoul karena mereka bingung mau kemana.

"Aku juga sudah lupa mengenai Seoul,mungkin karena terlalu lama tinggal di Jepang. Apakah kau tau tempat yang menarik?"

"Aku biasa mengunjungi Bolero Park sewaktu masih SMP. Kau mau kuajak kesana?"

"Tentu saja. Apakah jauh dari sini?"

"Ani,10 menit dengan berjalan kaki" Jawab Jaejoong,kemudian mereka pergi ke Bolero Park yang berada tak jauh dari sana.

Jaejoong menatap ke sekeliling Taman. Bolero Park masih saja rame walau sudah malam. Kalau tak salah,hari ini akan ada pertunjukkan air mancur di taman itu. Jaejoong juga tak tahu pasti,ia mendengar dari temanya.

Lampu-lampu taman menghiasi sekeliling Bolero Park. Menjadikanya lebih indah. Banyak juga Keluarga yang bersantai disana,sambil menunggu pertunjukkan air mancur yang akan dimulai beberapa menit lagi.

Jaejoong dan Jiyeon duduk di sebuah kursi panjang disana,menghadap ke arah air mancur. Mereka mengobrol sebentar. Sepertinya Jaejoong dan Jiyeon cepat akrab. Jiyeon banyak menceritakan kehidupanya di Jepang,sedangkan Jaejoong menceritakan tentang Seoul.

"Ini,ini,sebentar lagi akan dimulai"Seru Jaejoong semangat. Orang-orang yang ada disana mulai memadati sekeliling air mancur itu. Tak berapa lama,terdengar musik yang mengalun indah. Air mancur itu mulai bergoyang-goyang,menari-menari dengan lihai. Jaejoong dan Jiyeon takjub melihat pemandangan di depanya. Benar-benar memukau!Air mancur berwarna-warni karena sorotan lampu dibawahnya,menyatu dengan musik yang diputarkan.

Setelah 10 menit,air mancur itu berhenti bergoyang dan kembali seperti semula. Semua penonton yang ada di sana bertepuk tangan meriah,puas akan tontonan yang baru saja ditunjukan. Jaejoong dan Jiyeon berjalan-jalan disekitar taman itu,mereka menaiki ayunan yang ada disana. Sesekali Jaejoong tertawa karena lelucon yang diceritakan Jiyeon. Jaejoong merasa nyaman dengan Jiyeon,begitupun sebaliknya. Tapi,tetap saja,ia tak memiliki perasaan apapun pada yeoja itu,karena Yunho tentunya:)

Jaejoong dan Jiyeon memutuskan untuk kembali ke rumah saat waktu sudah menunjukan pukul 08:30 malam. Sementara Dirumah,keluarga Kim dan keluarga Cho masih asyik mengobrol,tertawa ria sambil menonton tv.

Jaejoong membuka pintu rumahnya,masuk ke dalam disusul dengan Jiyeon yang ada dibelakangnya. Mereka menghampiri 2 keluarga mereka yang ada di ruang tengah.

"Mereka sudah pulang~"Ucap Eomma Cho. Jiyeon duduk disebelahnya.

"Bagaimana?kalian sudah akrab?"Tanya Eomma Kim.

"Ne,Jaejoong-ah sangat baik padaku. Kami banyak mengobrol" Jawab Jiyeon itu lalu terkekek pelan. Jaejoong hanya menanggapinya dengan senyum. Ia baru menyadari kalau sejak makan malam,ia belum melihat kekasihnya alias Yunho.

"Aih,ini sudah malam. Kami pulang dulu Eeteuk-ah. Kapan-kapan datanglah kerumah baru kami di jalan Wasurenaide nomor 9."

"Tentu,hati-hati dijalan"Jawab Eomma Kim.

"Ehm,aku pulang dulu Jaejoong-ah"Ucap Jiyeon malu-malu.

"Ne,hati-hati"

.

.

Jaejoong dan Yunho masih menghabiskan waktu liburan panjang mereka. Rencananya,Jaejoong akan mendaftar di DongBang University 3 minggu lagi. Ia mengambil jurusan tata boga di sana. Ya,ia sangat suka masak. Suatu hari nanti,Jaejoong berharap akan menjadi kepala Koki di sebuah Kapal Pesiar mewah.

"Aish!Aku bosan~"Gerutu Jaejoong. Sedari tadi ia mengganti channel tv yang ada di depanya,tak ada yang menarik. Eommanya pergi berbelanja bersama Eomma Cho dan Jiyeon. Sebenarnya mereka juga mengajak Jaejoong,tapi Jaejoong menolaknya. Ia tak bisa membayangkan nasib dirinya di tengah-tengah yeoja seperti itu. Jaejoong paham sekali Eommanya gila belanja,sama seperti dirinya. Membawa belanjaan Eommanya pasti berat,belum lagi ditambah dengan Eomma Cho dan Jiyeon. Jaejoong tak bisa membayangkan jadi apa badanya kalau ia sampai ikut.

Jaejoong naik ke lantai atas lalu membuka pintu kamar Yunho dengan keras. Yunho yang sedang membaca novel pun tersentak kaget.

"Ada apa Boo?"Tanya Yunho tenang.

''Aku bosan~ayo jalan-jalan" ajak Jaejoong.

"Mau kemana?"

"Eum..."Jaejoong tampak berpikir,ia juga bingung mau kemana.

''Game center"Seru Jaejoong. Yah,game canter tak buruk. Ia bisa bermain sepuasnya disana.

"Baiklah,kajja"Yunho menggandeng tangan Jaejoong,menuju Game canter terdekat.

1 jam setelah mereka pergi,Eomma Kim pulang. Ia bersama dengan jiyeon. Jiyeon ingin bertemu Jaejoong,ia berniat mengajak namja itu menemaninya ke salon. Tapi,rasanya kali ini ia harus menelan kekecewaan karena Jaejoong tak ada dirumah. Eomma Kim sendiri begitu mengutuk anaknya,padahal tadi anaknya bilang bahwa ia butuh istirahat,tapi sekarang malah sudah hilang-bersama butlernya.

"Jaejoong tak ada di rumah ya Ajhumma?"Ucap Jiyeon sedih.

"Mian ne Jiyeon"

"Gwenchanna Ajhumma,sebaiknya aku pulang saja" Jiyeon berpamitan dan hendak pulang.

"Aku pulang~" Jiyeon dan Eomma Kim langsung menoleh ke sumber suara. Dilihatnya Jaejoong bersama Yunho dibelakangnya.

"Nah,ini dia sudah pulang" Ucap Eomma Kim senang.

"Ada apa Eomma?"Tanya Jaejoong bingung.

"Sekarang kau temani Jiyeon ke salon,ia sudah menunggumu daritadi. Jika saja kau tidak datang,mungkin dia sudah pulang,huh hampir saja"

"Mwo?sekarang?aku lelah eomma!"Rajuk Jaejoong. Sebenarnya ia tak lelah,hanya saja ia malas menemani Jiyeon. Jaejoong tak suka disuruh menunggu.

"Tak ada alasan,cepat antarkan sana~"

"Keundae-"

"Tak ada alasan!salahmu sendiri pergi-pergi!"Ucap Eomma Kim tegas.

"Baiklah,ayo Yunho"

"Kenapa kau mengajak Yunho bukan Jiyeon?"

"Iya maksud ku Jiyeon juga,Eomma bawel sekali sih!"Gerutu Jaejoong sebal.

Jiyeon berjalan menghampiri Jaejoong dan menggandengnya.

"Baik Tuan-"

"Yunho tak usah ikut!"Ujar Eomma Kim sebelum mereka meninggalkan rumah itu.

"Aish!waeeee?~"

"Memangnya kenapa kalau Yunho tidak ikut?masalah banget ya?"

"Masalah Banget Eomma!Ayo Yunho harus ikut,aku gak mau tau!"Jaejoong kemudian menarik tangan Yunho keluar. Yunho hanya terkekeh geli melihat kelakuan pacarnya itu. Kekasihnya itu menempel sekali padanya. Tapi ia juga tak masalah,daripada ia harus membiarkan Jaejoong pergi berduaan dengan Jiyeon. Yunho lebih tak rela.. Posesive eoh?

...

Jaejoong melengguh dari tidurnya,sudah satu jam setengah ia duduk di salon ini. Sampai ia ketiduran,dan bangun lagi. Kenapa Jiyeon masih belum selesai juga?apa sih yang dilakukan wanita itu selama satu jam setengah?

Jaejoong melirik ke samping,melihat Yunho yang sedang serius membaca novelnya. Jaejoong langsung menarik novel tersebut dari Yunho,membuatnya terkesiap.

"Wae?kembalikan Boo"

"Baca novel apa sih?serius sekali" Jaejoong membolak-balik novel yang bersampul biru itu. Kemudian membaca judul yang ada disana.

"Before U Go"Guman Jaejoong pelan.

"Novel apa ini?"

"Friendship,tentang persahabatan 5 orang yang menamakan diri mereka Tohoshinki. Perpisahan menorehkan luka dalam di hati mereka. Miris sekali rasanya"Jelas Yunho.

"Owh"

"Kau tahu?Novel ini adalah salah satu karya Lee Sungmin"

"Lee sungmin?"Ucap Jaejoong bingung. Jujur saja ia tak bergitu tertarik dengan buku,dan sejenisnya.

"Ya,novelis terkenal campuran korea-inggris. Karya-karya nya sangat terkenal. Seperti Before U Go,Wasurenaide,Mirotic,White Lie danWinter Rose. Aku banyak mengoleksinya dirumah. Tulisanya benar-benar membuat pembaca ikut masuk ke dalamnya,merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh yang ada disana."

Jaejoong hanya mengangguk-angguk paham,tak tahu harus menjawab apa.

Setelah 2 jam menunggu,akhirnya Jiyeon selesai. Jiyeon creambath untuk merawat kesehatan rambutnya setelah itu men-cat rambutnya menjadi coklat almond dan mem-blownya.

"Mian oppa,tadi aku sedikit lama"Ucap Jiyeon dengan sedikit nada bersalah.

"Gwenchana,Jiyeon-ah. Ayo kita pulang"

"Ne" Jaejoong,Jiyeon,dan Yunho keluar dari salon itu dan menuju rumah Jiyeon untuk mengantarkan yeoja itu terlebih dahulu.

...

Tok tok tok

Cklek

Jaejoong terduduk dari tidurnya. Ia segera melihat siapa yang masuk ke kemarnya.

"Eomma"Guman Jaejoong pelan. Eomma Kim hanya tersenyum dan ikut duduk di pinggir ranjang Jaejoong.

"Ada apa Eomma?"

"Begini Jae,menurut mu Jiyeon itu bagaimana?"

"Jiyeon?menurutku dia biasa saja,wae?"

"Tidakkah menurutmu dia cantik,hmm?"Eomma Kim malah balik bertanya membuat Jaejoong bingung.

"Yah,lumayan"Jawab Jaejoong seadanya. Ia tak mengerti ke arah mana pembicaraanya dengan Eommanya.

"Sikapnya?"Tanya eomma kim lagi.

"Jiyeon baik,ceria. Sebenarnya Eomma mau bicara apa?daritadi nanya-nanya soal Jiyeon?"

"Ani,menurut Eomma kalian sangaat cocok. Kau menyukainya bukan?"

"Menyukai?!aku tak pernah menyukainya!"Ucap Jaejoong tegas membuat Eomma Kim kaget.

"Wae?!"

"Yah karena aku tak meyukainya,itu saja. Aku hanya menganggapnya teman biasa."

"Andwaeeee!Rencananya Eomma mau menjodohkan mu denganya. Ia cantik,sikapnya sopan pula. Sangat pas untuk keluarga kita Jae" Jelas Eomma Kim panjang lebar. Ia berbicara dengan nada lembut menyalurkan pengertian dalam bagi Jaejoong.

"Mwo?menjodohkan ku?aku tak mau Eomma!"

"Sebaiknya kau pikirkan dulu Jae,daripada kau menyesal nantinya"Eomma Kim masih saja belum menyerah membujuk anak semata wayangnya itu.

"Aku tak mungkin menyesal Eomma!bahkan aku baru mengenalnya selama 3 hari,mana mungkin aku menyukainya?"Ucap Jaejoong dengan nada kesal. Bayangkan saja,ia baru mengenal gadis itu selama 3 hari,waktu yang sangat singkat untuk membahas soal perjodohan. Jaejoong merasa ini semua terlalu terburu-buru. Lagipula,ia sudah memiliki Yunho yang akan selalu menjaganya.

"Sudahlah,kau pikirkan hal ini dulu secara matang. Ini masih rencana,eomma bisa merubahnya" Eomma Kim bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jaejoong yang termenung. Jaejoong tak mau ambil pusing. Ia tak akan mau dijodohkan dengan Jiyeon,hanya itu yang perlu ia katakan pada Eommanya nanti.

...

"Yeoboseyo?"

"..."

"Apa?Halmoni dan Haraboji sudah diperbolehkan pulang?"

"..."

"Baiklah,Yunho akan kesana besok pagi"

"..."

"Ne,nado saranghae Eomma"

Telepon dimatikan oleh Yunho. Sepertinya ia harus bersiap-siap hari ini. Baru saja Eomma nya telepon bahwa Halmoni dan Harabojinya sudah mulai pulih dan diperbolehkan pulang. Yunho bermaksud untuk menjenguknya sementara.

"Kau mau kemana?"Tanya Jaejoong bingung saat melihat Yunho sedang menge-pack pakaianya.

"Besok pagi aku akan ke Gwangju,menjenguk Halmoni dan Haraboji ku."

"Gwangju?boleh kah aku ikut?"

"Ikut?kau serius?Disana tempat pendesaan. Aku tak yakin kau betah disana Boo"

"Biarlah. Sekali-kali aku merasakan hidup jadi orang susah Yunnie-bear"Jaejoong memeluk lengan Yunho manja. Yunho hanya terkekeh geli melihat Jaejoong menjadi padanya. Dalam hati ia merasa senang Jaejoong bersikap seperti ini.

"Arasseo BooJae"

CUP

Yunho mencium pipi Jaejoong gemas. Sedangkan Jaejoong hanya tertawa saja.

"Ish,Yunnie nakal~"Ujar Jaejoong masih dengan nada yang manja.

"Tapi kau suka kan?Hahahahhaha"

TBC

Mian,updatenya lama... Sebenernya Ff nya uda jadi,tapi baru sekarang aku sempet ke warnet buat nge-post,soalnya aku gaada komputer di rumahT^T
THX to: Nara Yuuki,Vic89,YunHolic,Tymagh,rara Maria Rena,dan semua yang uda baca
Review lagi ya,biar ,makin cepet updatenya^^