"Baiklah, aku akan ikut denganmu ke kerajaan yang kau katakan itu!" Ujar Baekhyun membuat Chanyeol menatapnya kaget.
"Kenapa? Ada yang salah? Bukankah kau memaksa ku harus ikut?" Tanya Baekhyun melihat raut wajah Chanyeol.
"Tidak! Baiklah, ayo kita pergi ke Kerajaan!" Chanyeol kemudian berjalan ke arah pintu.
Diikuti Baekhyun yang baru sadar betapa anehnya pakaian yang dikenakan Chanyeol. Apa si aneh itu seorang aktor yang membintangi drama sejarah?
"Tunggu dulu," ujar Chanyeol saat Baekhyun sedang memakai sepatu.
"Apa?"
"Ini di wilayah kerajaan mana?"
"Hah?"
"Aku tidak tau tempat ini wilayah kerajaan apa, karena setauku wilayah kerajaan ku tidak memiliki gedung besar dan tinggi seperti disini," ujar Chanyeol.
"Kau sadar? Ini di Seoul! Haish! Kau berasal darimana sebenarnya?!" Ujar Baekhyun kesal.
"Seoul? Kalau begitu, dimana pusat kerajaan ini berada? Kita harus kesana dan meminta bantuan pada mereka, agar mereka bisa menyampaikan pada para prajuritku untuk menjemput kita" Baekhyun lagi-lagi dibuat kesal dengan tingkah namja asing itu.
"Kupikir kau harus menghentikan leluconmu ini! Ini sama sekali tidak lucu!" Bentak Baekhyun.
"Tapi--
Ting Tong
Bel Apartement sederhana milik Baekhyun itu berbunyi. Membuat Baekhyun segera menuju ke arah pintu.
"Kenapa bunyi loncengnya sangat aneh?" Gumam Chanyeol dan tak lama kemudian muncul namja asing lainnya bersama Baekhyun.
Chanyeol yang melihat salah satu dari dua namja itu langsung berdiri tegap dari duduknya.
"Sekretaris Oh?"
Baekhyun beserta dua namja yang berjalan bersamanya itu menghentikan langkah mereka tepat di depan Chanyeol yang sedang menatap ke salah satu dari mereka.
"Tak ku sangka kau secepat itu bisa menemukanku, Sekretaris Oh" ujar Chanyeol sembari menepuk pundak seorang namja tinggi dan berkulit putih yang ikut dengan Baekhyun tadi.
"Kau siapa?" Namja berkulit putih itu menepis tangan Chanyeol yang berada di pundaknya.
Chanyeol yang melihat tingkah Sekretarisnya itu kaget. Di Kerajaan orang yang paling menghormatinya adalah Sekretaris Oh.
"Aku Raja Park Chanyeol, kau melupakanku Sekretaris Oh Sehun?" Ujar Chanyeol
Ketiga namja di depannya terbelalak.
"Raja Park-- Yak! Darimana kau mengetahui namaku?" Namja berkulit putih itu menatap horror ke arah Chanyeol.
"Kenapa aku bisa melupakan Sekretaris terbaikku sendiri, Sehun-ah?" Ujar Chanyeol lagi.
"Hei, kenapa kau sok akrab dengan Sehunku?!" Seorang namja yang sedari tadi diam itu berseru ke arah Chanyeol.
"Kau?" Chanyeol menatap ke arah namja bermata rusa itu. Ia seperti tidak asing dengan wajahnya.
"Dayang Xi? Kau dayang dari kerajaan di China kan?
"Pftttttt hahahaha! Dayang Xi?!" Chanyeol tertegun melihat Baekhyun yang tertawa kencang. Rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat tawa itu.
"Dayang??? Aku namja! Sialan kau!" Namja bermata rusa itu langsung menendang kaki Chanyeol, membuat namja itu tersungkur.
Sial, kenapa para bawahannya di istana menjadi sekurangajar ini?
"Hei, kau tidak apa-apa Raja Park Chanyeol?" Tanya Baekhyun dengan nada geli saat memanggil namja itu Raja.
Chanyeol tersenyum, "Aku baik-baik saja Ratu Park Baekhyun"
Kini giliran namja berkulit putih dan namja bermata rusa itu yang tertawa.
"Sialan! Sudah kubilang aku ini namja!"
T h e K i n g
ChanBaek
"Dimana kau tinggal?"
Chanyeol mengernyit bingung mendengar pertanyaan namja berkulit putih yang menyerupai Sekretaris Oh itu.
"Tentu saja di Istana, kau bahkan tinggal disana juga, Sehun"
Sehun, namja berkulit putih itu mendengkus kesal. Sementara Luhan, namja yang disebut dayang tadi oleh Chanyeol juga melakukan hal sama. Disisi lain, Baekhyun hanya terdiam mencoba mencerna perkataan-perkataan konyol yang dilontarkan oleh namja yang mengaku seorang Raja itu.
"Kau berasal dari kerajaan mana Chanyeol?" Sehun dan Luhan menatap tak percaya ke arah Baekhyun.
"Hei Baek, kau sadar? Namja ini bahkan tidak waras dan kau malah bertanya hal aneh seperti itu!" Seru Luhan.
"Diamlah, Lu"
"Ck!"
Chanyeol menatap ke arah Baekhyun yang baru saja melontarkan pertanyaan padanya. Sebuah pertanyaan yang familiar ditelinganya.
"Kau berasal dari kerajaan mana, tuan?"
"Baekhyun-ah..." Chanyeol mendekat dan langsung memeluk Baekhyun.
"Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?!" Pekik Baekhyun sambil mencoba melepas pelukan Chanyeol. Sementara Sehun dan Luhan seperti orang bodoh melihat kejadian aneh di depan mereka.
"Aku merindukanmu, Baekhyun. Sangat merindukanmu," ujar Chanyeol sambil mengendus leher Baekhyun.
"Haish! Geli, bodoh! Dasar mesum!"
Bugh
Sret
Chanyeol langsung jatuh ke lantai saat Baekhyun menendangnya sekuat tenaga. Bahkan jubah besar yang dikenakan Chanyeol robek, mengundang tawa dua orang disana.
"Hahahahaha pakaian konyolmu robek, Raja!" Ujar Sehun sambil menunjuk bagian depan pakaian yang dikenakan Chanyeol.
"Sial," umpat Chanyeol dalam hati lalu menatap ke arah Baekhyun.
"Apa?! Kau mau memarahiku?!" Omel Baekhyun tanpa sadar membuat Chanyeol tertawa pelan.
Deg
Baekhyun terpana melihat Chanyeol yang tertawa dengan elegan itu.
T h e K i n g
ChanBaek
"Hei Baek, kupikir pakaian-pakaianmu tak ada yang muat padanya" ujar Luhan saat Baekhyun hendak mengambil pakaian ganti untuk Chanyeol.
"Ah, kupikir waktu itu aku meninggalkan pakaianku disini. Kau ingat kau kita berlima menginap disini, Baek?" Ujar Sehun. Baekhyun terlihat berpikir sejenak lalu beranjak menuju kamarnya.
"Kau menginap? Apa yang kau lakukan dengan Baekhyun, Sekretaris Oh?" Chanyeol bertanya dengan nada yang menyeramkan -menurut Luhan- diikuti sorot mata yang memicing tajam ke arah Sehun.
"Ck, berhenti memanggilku Sekretaris Oh! Lagipula kau tidak dengan perkataanku jika kita menginap BERLIMA, huh?" Balas Sehun.
"Ya, terserah padamu! Tapi jika aku tau kau berkhianat, aku akan menyuruh Jendral Kim memenggal kepalamu! Aku bahkan tidak akan peduli kau bersahabat baik dengan Jendral Kim!"
Baik Sehun maupun Luhan bergidik ngeri mendengar perkataan Chanyeol. Memenggal kepala? Itu terdengar seperti tradisi hukuman jaman kerajaan yang sering mereka pelajari saat mata pelajaran sejarah Korea.
"Haish, aku tidak peduli dengan memenggal dan bahkan si Jendral Kim itu!" Ujar Sehun sambil memeluk Luhan dari samping.
Chanyeol yang melihat mereka mengangkat sebelah alisnya, "Bukankah kau sangat membenci Sekretaris Oh karena ia pernah mengintipi kau saat sedang berada dikamar kecil, dayang Xi?"
"Yak! Sudah kubilang aku ini namja! Dan tau darimana kau kalau Sehun pernah mengintipiku saat berada ditoilet?!"
Chanyeol menghela napasnya, "Bahkan kejadian itu membuat ramai satu kerajaan, karena waktu itu kau mengejar Sekretaris Oh dengan menggunakan sapu"
Sehun dan Luhan saling memandang dengan tatapan kaget. Apa yang diucapkan namja itu memang benar terjadi dua tahun lalu, saat mereka belum terlalu akrab. Saat itu Sehun yang memang sudah memendam rasa pada Luhan, iseng mengintip namja itu saat berada di toilet sekolah. Sampai ia tak sadar jika Luhan mengetahuinya dan namja rusa itu langsung mengejar Sehun sambil memegang sapu yang ia temukan di toilet.
"Kau-- ini tidak mungkin! Kenapa kau tau semuanya?!" Tanya Sehun.
"Karena aku memang mengenal kalian"
"Kalau begitu--
"Ini pakaian gantimu, Chanyeol" Baekhyun tiba-tiba muncul dari kamarnya sambil membawa pakaian Sehun. Sebuah sweater dan celana training.
"Pakaian macam apa ini? Kenapa sangat jelek?" Tanya Chanyeol sambil melihat-lihat pakaian yang diberikan Baekhyun.
"Hei, yang kau sebut jelek itu harganya lebih dari sejuta!" Seru Sehun tak terima saat Chanyeol menghina sweater mahal miliknya.
"Sejuta? Sejuta keping emas? Pakaianku bahkan seharga lima juta keping emas!" Ujar Chanyeol sedikit menyombongkan diri.
Sementara tiga orang yang mendengar ucapan Chanyeol hanya terngaga.
Lima juta keping emas?!
Emas?!
"Kau-- punya kepingan emas?!" Tanya Luhan tak percaya.
"Tentu saja," jawab Chanyeol santai sambil mengeluarkan sesuatu dari jubah yang belum ia lepaskan itu.
"Aku selalu membawa ini kemanapun, untuk berjaga-jaga" Chanyeol mengeluarkan sebuah bungkusan sedang, lalu meletakkannya diatas meja.
"Apa itu?"
"Bukalah, jika kalian penasaran dengan kepingan emas yang kumaksud" ujar Chanyeol.
Sehun yang berada paling dekat pun, menjulurkan tangannya mengambil bungkusan itu. Saat namja putih itu membukanya, ia langsung memekik kaget.
"E-emas! Astaga!" Seru Sehun sambil menunjukkan bungkusan yang sudah ia buka itu.
Baekhyun dan Luhan mengeluarkan reaksi yang sama saat melihat bungkusan yang sudah dibuka Sehun itu.
"K-kau-- kau mencurinya?!" Tuduh Baekhyun.
"Hei! Itu punyaku, para penambang yang menggalinya dan memberikannya untuk kerajaan" jawab Chanyeol.
"Ta-tapi... bagaimana mungkin?! Tambang yang menghasilkan emas saja sekarang sangat sulit ditemukan dan kau mendapatkan ini secara cuma-cuma dari para penambang itu?!"
"Mereka rakyatku, para pekerjaku. Tidak ada yang salah dengan itu" jawab Chanyeol.
Berbeda dengan tiga orang lain disana yang sibuk dengan pikiran mereka.
Bahkan mereka tidak sadar jika apa yang ada dipikiran mereka menarik satu kesimpulan.
Jika namja aneh di depan mereka itu adalah seorang raja sungguhan.
TBC
Haii, kalian~
Masih nunggukah?:3
Heheuu
Btw, sbenarnya gue mau update chapter ini itu hari sabtu, cuman berhubung gue lagi ketjell bingitzz sama si admin ZONAKOREA jadinya gue update cepet (?) gak nyambung emang:v tpi likelike me lah~
Klean ada yg kesel gak sama si admin(?)
Klo iya, kita sehati gengs~
Mana yg komen kaum sok suci lagi, ewh.
Tuhkan gue kesel, lagi.
Heheh,
Seeyaa!
