KAIHUN
Cast: Exo's Member
WARNING! TYPO BERTEBARAN, ALUR CERITA MAJU MUNDUR CANTIK,DLL.
Selama Sehun tidak tinggal dirumah, Sehun juga tidak pergi ke sekolah agar tidak bertemu dengan Kai. Itulah yang sangat ia hindari sekarang.
Disekolah, Kai terasa seperti orang gila. Mengapa? Karena Sehun tidak tinggal dirumah. Jadi tidak ada yang menyiapkan bekal dan makanan untuk Kai.
Padahal Kai mempunyai pacar, tapi pacarnya tidak pandai memasak. Kai harus melakukan sesuatu.
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu.", Kai hanya memastikan apa benar Sehun berada dirumah Chanyeol.
"Ada apa,Kai? Akhir-akhir ini kulihat kau berantakan sekali."
"Apa Sehun ada dirumahmu?"
"Mengapa tiba-tiba mencari Sehun? Bukankah kau sangat tidak peduli dengan anak cupu itu?", Chanyeol hanya heran kepada Kai. Kai selalu menjelek-jelekkan nama Sehun ketika disekolah.
"Hanya bertanya. Kau hanya perlu menjawabnya.", Kai dengan cueknya hpan.
"Dia tidak ada dirumahku. Bahkan aku jarang mendengar kabar tentang dirinya.", Chanyeol berkata jujur.
DEG! Kemana perginya Sehun. Anak itu memang merepotkan. Kalau Ibu mertua menanyakan keadaan Sehun, apa yang harus Kai jawab? Atau Sehun kerumah ibunya? Sepertinya tidak mungkin. Sehun tidak akan memberitahu ibunya apa yang terjadi.
Kai selalu dibuat pusing oleh kelakuan Sehun. Dengan terpaksa Kai harus merayu Sehun untuk kembali pulang kerumah. Tapi Kai tidak akan memutuskan pacarnya.
ooooo
Sepulang sekolah, Kai langsung mencari Sehun. Kai ingat bahwa Kai memberi GPS dihp Sehun, itu memudahkan Kai untuk mencari Sehun.
Sepertinya Kai sudah mulai tau tempat Sehun berada. Kai segera berangkat menuju Hotel XYZ.
DINGDONG!
"Iya sebentar.", Sehun mengira itu adalah mas-mas kebersihan. Tapi ternyata...
"K-kai? Mau apa kau disini?", Sehun langsung menutup pintunya kembali tapi kaki Kai menahannya.
"Aku ingin kau pulang sekarang.", Kai menatap Sehun. Ada rasa takut yang tersirat dimatanya. Kai tau itu.
"TIDAK MAU! Aku tidak mau pulang kerumah! Aku tidak mau pulang ketempat yang pernah kau cumbui bersama WANITAmu itu!", Sehun menekankan kata wanita yang dimaksud pacar Kai.
"Karena itu? Biarkan aku masuk.", Sehun membiarkan Kai masuk. Tidak enak juga jika diliat oleh kamar sebelah.
Kai seperti menelfon seseorang.
"Jual rumah itu. Carikan aku tempat tinggal baru bersama Sehun."
WHAT! Kenapa rasanya Kai enteng banget berbicara seperti itu?
"K-kenapa dijual?", Sehun bingung.
"Kau bilang tidak ingin menempati tempat yang pernah aku cumbui dengan wanita itu.", Kai hanya melirik Sehun.
"Pilih yang kau suka. Lalu kita akan menempatinya disitu.", Kai memberikan hpnya kepada Sehun agar Sehun.
"Tapikan tidak perlu begitu.", Sehun sedikit cemberut.
"Kalau tidak begitu, kau tidak akan pulang."
"Aku pilih yang ini saja.", Karena pilihannya rumah yang mewah-mewah, Sehun akan mencari rumah yang desainnya sederhana.
"Baiklah.", Kai mengatur semuanya dengan baik. Terbukti bahwa Kai sudah terbiasa membantu pekerjaan ayahnya diperusahaan.
"Sekarang pulang.", Kai berdiri dan memegang tangan Sehun, lebih tepatnya memaksa Sehun agar pulang.
"T-tapi bagaimana denga baju-bajuku disini? Aku harus membereskannya.", Sehun masih ingin menghindari Kai.
"Aku sudah mengurus semuanya.", Kai menarik lengan Sehun menuju parkiran. Dan memasukkan Sehun kedalam mobil.
WOW! Seberaa kaya Kai? Sehun tidak pernah tau itu. Yang Sehun tau adalah Kai anak dari keluarga terhormat. Sehun tidak menyangka bahwa secara personallity, Kai juga kaya.
Sehun kira Kai mulai sayang padanya, makanya sampai mencari dan menjemputnya seperti ini.
Sehun dan Kai bersama-sama memasuki rumah baru tersebut.
Kai belum bilang kepacarnya bahwa dia sudah pindah rumah. Karena kalau bilang, pasti pacarnya akan menyusul kesini.
"Sehun, aku lapar. Buatkan aku sesuatu.", Kai tidur-tiduran diatas sofa. Kebiasaan malasnya muncul lagi. Sehun hanya heran, dia pemalas tapi kaya.
Sehun segera memasak untuk makan malam, kalau dilihat-lihat. Dikulkas sudah disiapkan bahan-bahan makanan. Jadilah Sehun memasaknya dengan mudah.
ooooo
Mereka makan dengan tenang.
"Hm..Kai, ada yang ingin aku tanyakan.", Sehun memecah keheningan karena masih ada pikiran yang menggajal di dirinya.
"Silahkan."
"Apa...kau sudah putus dengan pacarmu?", Sehun bertanya dengan hati-hati.
Kai menghentikkan makannya. "Setidaknya, dia tidak tau tentang rumah ini. Itu sudah cukup kan?"
Kenapa tidak kau putuskan saja Kai?
Sehun serasa tidak ada mood lagi untuk makan. Hanya tersisa setengah. Lalu Sehun segera mengambilnya dan membuangnya. Tidak peduli Kai yang akan memarahinya nanti. Sehun juga mengambil makanan Kai lalu membuangnya.
"Apa-apaan kau ini? Aku masih makan.", Kai yang emosi tapi tidak peka terhadap perasaan Sehun yang tersakiti.
"Aku.tidak.peduli. Seharusnya aku memang tidak mendengarkan rayuan busukmu Kai.", Sehun masuk kekamarnya dan menguncinya dari dalam.
Kai memutar bola matanya dengan malas. Baru saja dia berbaikan dengan Sehun. Tapi masalah baru muncul lagi.
Sepertinya Kai harus meluruskan semuanya.
ooooo
TOKTOKTOK! Kai mengetuk pintu kamar.
"Keluarlah. Ada yang ingin aku selesaikan.", Kai sudah bersiap dengan baju yang rapi.
Memangnya dia akan mengajak Sehun kemana?
"Tidak mau! Aku sedang tidak ingin bertemu denganmu!", Ini seperti de javu menurut Kai.
"Kau ingin masalahnya cepat selesaikan? Kalau begitu ganti bajumu lalu ikut aku. Aku akan menunggu dimobil.", Kai meninggalkan Sehun dan menunggu didalam mobil.
Sehun berpikir cukup lama. Kemana Kai akan membawanya? Dia harus menyiapkan hati yang kuat.
Pakaian apa yang terlihat bagus? Sehun tidak ingin mengecewakan Kai. Dia harus merubah penampilannya walaupun sedikit.
"Kita akan kemana?"
"Menemui pacarku."
HAH? Sehun tidak percaya ini. Apa Kai berniat merusak pertunangan ini? Sehun dengan malas masuk kemobil.
"Aku tidak tau niat busuk apalagi yang akan kau buat, tapi cepat atau lambat aku akan memberitahu kesemua orang kalau kita tunangan!"
Kai hanya diam mendengarkan perkataan Sehun. Dia harus menyusun rencana yang benar agar tidak gagal ditengah-tengah.
Sesampainya direstaurant, Kai keluar dari mobil dengan menggandeng tangan Sehun.
"Apaan sih.", Sehun langsung menepis tangan Kai. Orang lagi kesal karena perbuatannya, dia malah cari kesempatan.
TBC.
Tolong kasih review dari kalian yaa? Mimin butuh bangett, siapa tau jadi inspirasi di chapter selanjutnya!
