Perasaan tenang selalu saja menjalari hati Siwon yang belakang ini terasa ngilu karna terpaan berbagai rasa bersalahnya pada Kyuhyun. "Dia baik-baik saja appa, tetap keras kepala seperti dulu."Siwon kembali menyunggingkan senyumnya saat Taemin datang membawakan pesanannya.

"Hehehe ini pesanannya. Aku yang buat lho~ pasti enak"Siwon mengangguk " gomawoyeo Taemin-ah. Buatanmu memang yang terbaik." Taemin mengangguk senang. "Cheon, Siwon oppa" Taemin pun kembali kedapur melanjutkan pekerjaannya.

"Kau ini sepertinya sangat menyayangi Kyuhyun,ne?"Siwon menatap namja paruh baya itu dengan wajah yang sulit untuk diartikan. "Aku memang menyayanginya appa. Tapi, dia berbeda tanggapan denganku"namja paruh baya itu menautkan alisnya yang sedikit keriput.

Just You

Chapter 3

Yey… sudah bisa update kali ini ^^

Let's read~

"Apa maksudmu?"

"Dia membenciku Appa"Siwon tertunduk sambil meneteskan airmata.

"Kau tahu darimana kalau Kyuhyun membencimu?"

"Aku… aku selalu menyalahkannya. Aku selalu berkata padanya bahwa dirinyalah yang membuat appa kami meninggal dunia. Padahal aku tahu, Appa meninggal karna penyakit jantungnya. Menanyakan bahkan memikirkan Kyuhyun saja… itu sangat mustahil dilakukan oleh Appa. Dia begitu kejam."

"Kau tidak boleh berkata seperti itu padanya Siwon. Walau bagaimanapun dia tetaplah Appamu. Lalu… mengapa kau melakukan itu pada Kyuhyun? Apa kau berharap Kyuhyun membencimu?"

Siwon mengeleng "Sama sekali aku tak bermaksud seperti itu. Aku ingin Kyuhyun merasa bersalah dan pulang kerumah. Umma… umma selalu menanyakan kabar Kyuhyun padaku, bahkan terkadang umma malahan menanggis dihadapanku, agar aku bisa membawa Kyuhyun pulang kerumah. Aku… aku binggung appa. Apa yang aku lakukan ini salah? Tapi, aku ingin sekali melihat umma bahagia walaupun itu bukan karnaku. Aku sangat mencintai umma, appa. Semua perintahnya selalu aku turuti,tapi aku tidak tahu. Apakah dia mencintaiku dan menyayangiku seperti dirinya menyayangi… Kyuhyun atau tidak?"

Tetesan airmata Siwon kian menderas, rasa hatinya semakin rapuh. Dia tahu, sangat tahu malahan kalau ummanya itu sangat menyayangi Kyuhyun. Tapi, apakah pernah ummanya memikirkan perasaan Siwon? Siwon selalu menanggis dalam diam, dia selalu mencoba sabar atas perlakuan orang tuanya selama ini.

Dari kecil Siwon selalu dituntut sebagai anak yang pintar, perfectionis, dan selalu disiplin dalam segala hal. Sampai pada tahap dewasa pun dirinya masih dikekang ditambah lagi dengan perjodohannya yang akan diselenggarakan sebentar lagi.

Siwon ingin berteriak rasanya… sakit, perih, dan lelah. Itulah perasaan Siwon saat ini. Karna apa Siwon berdiam diri terus dan mengikuti semua kemauan orang tua dan keluarganya? Jawabannya adalah ummanya. Siwon tak ingin lagi ada tetesan airmata berharga sang umma. Cukup Kyuhyun… cukup Kyuhyun yang mebuat ummanya bersedih, jangan dirinya lagi yang menambahkan beban sang umma yang kian bertambah usia itu.

Sebenarnya dibelakang Kyuhyun, Siwon sama sekali tidak pernah menyalahkan adik bungsunya itu. Siwon malahan selalu mendukung keinginan adik kecilnya itu. Rasa sayangnya pada Kyuhyun sangatlah besar. Dirinya mencintai Kyuhyun seperti dirinya mencintai sang umma.

'Biarkanlah aku yang sakit, aku yang berkorban demi semua ini. Asalkan semua orang yang aku cintai bahagia, walaupun aku yang akan terluka. Aku rela melakukanya'

Itulah prinsip seorang Cho Siwon. Dia rela untuk semua kenyataan pahitnya bahkan melepas cintanya kelak bersama dengan yeoja yang dicintainya hingga ajal menjemputnya.

'Aku mencintaimu melebihi apapun. Tolong lepaskan aku… aku tak ingin kau tersakiti lagi karna kenyataan bodoh ini. Aku sakit… aku juga sakit chagi. Maka dari itu lepaskan aku sebelum hati kita bertambah sakit lagi. Aku mencintaimu… selamanya'

"Jadi selama ini kau berfikiran seperti itu?"Siwon mengangguk lemah. "Kau mencintai mereka?" Siwon mengangguk. "Sangat"

"Kau tidak salah anakku. Hanya saja jalan yang kau ambil itu terlalu beresiko untuk dirimu sendiri"

Siwon mengeleng dengan tatapan mata sendu. "Aku akan rela appa. Asalkan mereka bahagia. Aku… aku rela" namja paruh baya bernama KangIn itu mengeleng kasihan pada Siwon yang sedang meneteskan airmata harunya.

Siwon anak yang baik, jangan sampai dia terluka lagi. Demi apapun aku akan melindunginya. Dengan tanganku sendiri. Aku berjanji padamu Siwon.

"Appa tahu kau sangat mencintai mereka. Tapi, kau bisa mempertahankan itu semua dengan cara –" Siwon mengelengkan kepalanya lagi. "Sudah cukup Appa. Aku tak bisa mundur lagi. Semuanya akan berakhir dengan takdirnya sendiri. Aku tahu Tuhan mempunyai rencana dibalik ini semua. Sekarang aku hanya akan berserah diri padanya"

"Baiklah aku akan mendukung apapun jalan yang kau pilih. Aku akan selalu bersamamu" Siwon tersenyum sambil menghapus jejak airmatanya dengan tissue yang disodorkan KangIn.

"Gomawoyeo Appa. Aku sangat mencintaimu" Siwon memeluk tubuh renta KangIn dengan erat. Dirinya sangat merindukan sosok Appa yang ia dambakan. Untungnya ada KangIn, yang selalu membuatnya nyaman dan memiliki sosok ayah yang selama ini ia inginkan.

"Ah~~ aku juga sangat mencintaimu, anakku"Siwon melepaskan pelukannya bersama KangIn. "Appa aku harus kembali kekantor, kalau tidak kakek tua itu akan mengomel lagi nantinya" kata Siwon dengan cenggiran khasnya.

"Dasar anak nakal. Ne, pergilah. Kapan-kapan datanglah lagi kemari"Siwon mengangguk sebelum meninggalkan KangIn dicaffe milik KangIn tersebut.

"Annyeong Appa. Aku mencintaimu!"kata Siwon dengan nada berteriak.

"Aku juga, anakku!"

.

.

.

"Engghh…"lenguh seorang namja dibalik selimut hangatnya. Pagi yang cerah ini dibukanya dengan lenguhannya yang khas. Setelah membiasakan dirinya dengan cahaya matahari yang menerobos masuk kekamarnya melalui jendela kamar yang terbuka lebar, namja itu mendudukan tubuh kurusnya.

Mata obsidian namja itu mencari sesuatu "Ming~~ Minnie chagi…. Dimana kau?" panggilnya manja. Namja bernama Kyuhyun itu bangkit dari tidurnya dan tersenyum malu saat melihat gambaran dirinya melalui pantulan cermin yang berada dihadapannya.

"Aish… jadi ini hasil kerja semalam? Aku malu sekali~" katanya sambil tersenyum malu menatap tubuh full nakednya didepan cermin. "Aku mandi sajalah. Baru mencari Minnie~~ aku merasakan lengket dimana-mana, termasuk… ahhh adikku kenapa kau malah menegang?!" teriak Kyuhyun panik.

"Ommona… pagi ini sepertinya aku harus solo dulu dikamar mandi" memang dasar mesum pikiran Kyuhyun itu #plak sepagi ini saja dirinya sudah ereksi duluan, padahal hanya karna membayangkan Sungmin nya yang tadi malam sedang bercinta dengannya. Sungguh pervert kau Cho #Plak

Setelah beberapa lama dengan acara ritual mandi dan bersolonya (Read:hand job :D) Kyuhyun keluar juga dari kamar mandinya. Dengan segera ia mencari seragam kantornya dan segera memakainya. Entah mengapa Kyuhyun selalu mengawali paginya dengan indah dan malamnya dia akan menangis karna masalahnya yang belum juga terselesaikan. Miris…

Kyuhyun menuruni anak tangga rumahnya sambil bersenandung ria. Dirinya sudah sangat rapi dengan stelan jas kantornya sambil menjinjing beberapa file kantor yang dia perlukan nantinya dalam sebuah map merah yang senada dengan kemejanya pagi ini.

"Minnie ku~~~ apa yang kau lakukan, hmm? Aku merindukanmu chagi" kata Kyuhyun manja sambil memeluk tubuh ramping istrinya yang sedang berada didapur cantiknya untuk menyiapkan sarapan suami mesumnya itu.

"Kyunnie~~"panggilnya manja, sebelum…

"Pergi sana! Aku sedang memasak tahu. Kau tidak ingin sarapan dengan nasi goreng kimchi gosong 'kan?" kontan Kyuhyun mengeleng dengan wajah melasnya. "Ya sudah sana duduk! Tunggu apalagi?" Kyuhyun langsung ngambek "Aish.. jahat sekali. Aku diusir lagi~~" rengek Kyuhyun entah pada siapa sambil berjalan menuju ruang makannya.

Yeoja mungil itu langsung kembali memasak tanpa memperdulikan Kyuhyun yang sedang mengomel dengan mulut yang dimanyunkan seperti bebek #plak itu. Setelah beberapa menit kemudian, Sungmin sudah selesai dengan acara mari memasak sarapan nya. Dengan sabar Sungmin menata sarapannya keatas piring dan membawanya dengan hati-hati menuju ruang tengah yang sudah ada Kyuhyun yang pasti sedang menunggunya.

Kyuhyun yang ceritanya lagi ngambek pun hanya menatap datar dan tanpa nafsu pada masakan yang baru Sungmin taruh diatas meja, Sungmin tidak terkejut dengan raut wajah Kyuhyun saat ini. Sungmin lebih memilih diam dan menatap Kyuhyun biasa saja seolah tak terjadi apapun.

"Makanlah"Kyuhyun mengeleng, jual mahal, padahal Kyuhyun sudah sangat ngiler dengan masakan Sungmin pagi ini. Namun sayangnya, Kyuhyun lebih memilih jual mahal dihadapan Sungmin.

Sungmin mendekat kearah Kyuhyun dan duduk dipangkuan suami mesumnya itu. Dengan gaya seduktif Sungmin membelai wajah stoick Kyuhyun. Kyuhyun merasa nafasnya telah menguap entah kemana, rasanya sangat sulit sekali untuk bernafas.

"Ka-kau ma-mau apa Min?"

"Bagaimana kalau aku ingin memakanmu? Apa kau bersedia Tuan Cho?"

Kyuhyun membulatakan kedua matanya "Apa maksudmu?" Sungmin tersenyum seseduktif mungkin. "Kau yakin tak tahu dengan maksudku?"Kyuhyun mengeleng kikuk. "Benarkah?"Kyuhyun mengangguk masih dengan wajah kikuknya.

Sungmin menarik kepalanya menuju perpotongan leher Kyuhyun dan menyembunyikan kepalanya diantara ceruk leher Kyuhyun lalu menghembuskan nafas hangatnya disana. Kyuhyun semakin tercekat dibuatnya, Sungmin nya membuatnya gila.

'Chup~

Bibir sexy Sungmin menempel pada ceruk leher putih Kyuhyun, Sungmin menghisapnya dengan lembut setelah menjilatnya dengan gaya yang seerotis mungkin.

"Enghhh…" lenguh Kyuhyun saat merasakan kenikmatan yang Sungmin berikan padanya. "Ssstthh…" lenguhnya sekali lagi. Kyuhyun mengenggam tangannya dengan erat , saat ciuman anarkis Sungmin semakin turun membelai dada bidangnya. Entah sejak kapan Sungmin telah melepaskan kancing kemeja Kyuhyun, Kyuhyun sama sekali tak menyadarinya karna dirinya sibuk mendesah. Kali ini Kyuhyun membiarkan Sungmin yang memuaskannya.

Hampir lima menit Sungmin melakukan itu semua, Sungmin merasakan benda tumpul Kyuhyun yang makin terasa membesar dan sesak dibawah sana. Dengan sengaja kewanitaannya Sungmin gesekan kedaerah privat Kyuhyun.

"Ungghhh.." Sungmin tersenyum mendengar desahan Kyuhyun yang tertahan. Masih jual mahal rupanya. "Kyunnie~~" panggil Sungmin dengan nada manja.

"Wa-wae?"Tanya Kyuhyun dengan wajah memerah padam. Menahan hasrat, eoh?

"Kyu! Cepat sarapan, kau mau terlambat bekerja,eoh?!" Tanya Sungmin dengan nada berteriak. Kandas sudah cita-cita Kyuhyun yang mengingikan Sungmin memakannya pagi ini. Kyuhyun mengeleng lemah.

"Cepatlah dan jangan main-main lagi" ujar Sungmin kembali kekursi makannya sendiri. Kyuhyun cengo seketika. "Kau yang berulah Min, bukan aku" sangkal Kyuhyun membuat Sungmin menaikan sebelah alisnya. "Terus?" Tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan terdakwa. "Terus apa?" Tanya Kyuhyun polos. "Terus… MASALAH BUAT LO?!" setelah mengucapkan kalimat itu Sungmin tertawa terbahak sendiri melihat raut wajah pabbo Kyuhyun. #Gubrak

"Sudahlah… buang jauh-jauh tampang pabbo mu itu Kyu. Kau membuatku tidak berselera"

"Selalu begitu. Awas saja kau nanti" gumam Kyuhyun pelan.

"Apa kau bilang?"Tanya Sungmin yang memang tidak mendengar gumaman Kyuhyun barusan.

"Ah tidak ada. Hanya perasaanmu saja" Kyuhyun langsung menyendokkan nasi goreng kimchinya dalam satu suapan penuh. Tanpa Kyuhyun sadari, raut wajah Sungmin berubah.

"Kyu" panggil Sungmin.

"Hmm?"

"Apa kau akan kerumah mu nanti?" Tanya Sungmin hati-hati.

"Uhuuukk…uhukkk…" Kyuhyun yang sedang mengunyah pun kontan menyemburkan seluruh makanan yang sudah masuk kedalam mulutnya. "Gwaechanayeo, Kyu? Minumlah dulu" kata Sungmin sambil menyodorkan segelas air putih pada Kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya lalu menegaknya dengan cepat.

"Gwaechana. Lain kali kalau mau bicara masalah itu lihat keadaan,dong~ " kata Kyuhyun dengan nada bicara yang dibuatnya sekesal mungkin. "Aishh… iya-iya maaf. Jadi bagaimana jawabanmu?" Kyuhyun memasang pose berfikirnya.

"Mungkin hari ini. Aku malas jika terus-terusan diteror dengan Siwon hyung. Sebenarnya apasih yang dia mau?"

Sungmin tersenyum melihat raut wajah kesal Kyuhyun yang tampak kekanakan itu. "Aku yakin dia mempunyai maksud yang baik. Kau jangan berburuk sangka dulu padanya."nasihat Sungmin pada suami mesumnya itu.

Kyuhyun mengangguk "Hmm. Semua perkataan mu akan aku turuti, chagi" kata Kyuhyun dengan senyum mautnya.

Setelah percakapan itu, suasana kembali hening. Kyuhyun dan Sungmin memilih diam sambil menghabiskan sarapan mereka pagi ini. Kyuhyun dan Sungmin saling menyibukan diri dengan pikirannya masing-masing.

'Apa yang akan kulakukan setelah ini? Aku tampak seperti namja yang bodoh' batin Kyuhyun miris.

'Semuanya aku serahkan padamu Tuhan. Yang aku inginkan hanyalah bersama Kyunnie.. hanya bersama Kyunnie, hingga maut memisahkan kita. Aku mohon~' kali ini Sungmin yang membatin.

"Chagi, aku sudah selesai. Aku pergi bekerja dulu,ne. masak yang enak istriku"

'Chup~

Kyuhyun mencium tepat dibibir ranum nan sexy milik Sungmin. Kyuhyun melumatnya dalam pagutan hangatnya. Rasa cintanya selalu saja bertebaran keudara saat dirinya melakukan skinship dengan Sungmin, istri tercintanya. Sungmin selalu membuat Kyuhyun melayang diudara.

"Aku pergi dulu,ne" kata Kyuhyun setelah selesai mencium Sungmin.

Sungmin mengangguk sambil tersenyum hangat.

"Ne, sampai nanti Kyu"

.

.

.

Dikediaman keluarga Cho, terlihat seorang yeoja paruh baya tengah membaca majalah sambil menyeriput teh hangatnya dengan santai. Tak lama datanglah seorang namja dengan usia yang tua menghampirinya dan duduk dihadapan putri semata wayangnya yang sedang berada diruang tengah.

"Kau melihat Siwon?"Tanya namja bernama Lee Yunho itu pada putrinya, Leeteuk.

Leeteuk mengalihkan pandangannya lalu menyimpan majalah fashion yang sedang dibacanya.

"Aku…"

"Pagi Umma. Pagi Kek" sapa namja bertubuh atletis itu saat melihat ibu dan kakeknya sedang berkumpul diruang tengah.

"Eh? Chagi. Kau tak ke kantor?"Tanya Leeteuk saat melihat putra pertamanya itu yang hanya memakai pakaian santainya. Siwon tersenyum lalu mengambil tempat duduk tepat disamping Leeteuk.

"Aku akan kekantor agak siangan sedikit, Umma. Hari ini relasi bisnisku akan datang siang nanti" Leeteuk mengangguk.

"Ehem.." dehem Yunho.

"Kakek kenapa? Tersedak,eoh? Ambil minum gih" kata Siwon dengan wajah meremehkannya.

"Siwon. Sopan sedikit, dia kakekmu" Yunho hanya diam membeku saat Siwon berkata dingin padanya.

"Kau sudah mulai kurang ajar,eoh? Belajar dari mana? Dari adikmu?"Tanya Yunho dengan pandangan mengejek.

Siwon hanya diam sambil menatap tidak suka pada Yunho.

"Jadi, kalian selalu membicarakanku dibelakangku?"Tanya sosok yang dirindukan oleh Leeteuk untuk kembali pulang ke mansion megah itu.

"Kyuhyun! Benarkah ini kau Kyuhyun anak umma? Apa umma tidak bermimpi?" kata Leeteuk sambil mengapai anak bungsunya itu yang sedang berdiri tegang dihadapan mereka semua. Kyuhyun tersenyum simpul lalu mengangguk.

"Ne, umma. Aku Kyuhyun mu" Kyuhyun melempar senyum dinginnya pada Yunho.

"Hei kek. Lama tak berjumpa. Ku kira kau sudah diliang lahat menemani Appaku itu"

Hati Yunho terasa tertohok oleh perkataan Kyuhyun. Siwon tersenyum menang dibalik wajah bekunya. Leeteuk mengernyitkan dahinya.

"Kalian berdua kenapa selalu berkata kasar pada kakek kalian? Jangan seperti itu. Umma tidak pernah mengajari kalian berbuat seperti itu."

"Kyu duduklah" titah Siwon dengan tatapan datarnya.

Kyuhyun mengikuti perintah Siwon. Siwon duduk tepat dihadapan Yunho, sedangkan Kyuhyun dan Leeteuk duduk disamping sofa Yunho. Mereka membuat lingkaran kecil.

"Kau masih berani kemari?" Tanya Yunho dengan wajah meremehkan.

Kyuhyun melemparkan tatapan kejinya pada Yunho. "Seharusnya aku yang ertanya padamu. Sedang apa kau dirumah Appaku?" Siwon lagi-lagi tersenyum dibalik topeng wajahnya yang menggambarkan wajah tenangnya.

Leeteuk hanya diam melihat suasana saling melempar tatapan tidak suka itu antara kedua putranya dengan ayahnya sendiri. Siwon kembali mengambil alih percakapan. "Kau mau minum apa Kyu?"

"Tidak terimakasih Hyung. Aku sedang terburu" Yunho tersenyum mengejek.

"Kyuhyun, umma sangat merindukanmu nak. Umma sangat menyayangimu. Kembalilah nak dan tinggalah dirumah ini."pinta Leeteuk dengan wajah sedihnya.

"Aku juga sangat merindukanmu, Umma. Tapi, bukan itu maksud kedatanganku kemari, Umma"

Leeteuk memejamkan matanya, hatinya sangat terasa sakit dan hancur berkeping-keping. Keinginannya belum juga terpenuhi. Siwon menatap kasihan pada ibunya yang menatap Kyuhyun dengan penuh harap.

"Aku datang kemari hanya ingin meluruskan permasalahan yang telah terjadi" Leeteuk membuka matanya perlahan.

"Maksudmu Sungmin?"pancing Siwon. Kyuhyun tersenyum lalu menganggukan kepalanya. Entah kenapa Kyuhyun menyukai pengambilan alih suasana yang Siwon lakukan.

"Umma… aku tahu kau sangat mencintaiku dan Siwon hyung sepenuh hati mu. Tapi, maaf untuk kali ini aku akan menjadi anak yang membangkang. Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, Umma. Aku hanya menginginkan Sungmin… hanya dia."

Kyuhyun berkata sambil memejamkan matanya. Dirinya harus tahan dan kuat untuk menahan tetesan airmatanya, jangan sampai kakek tua bangka itu menganggapnya lemah. Kyuhyun sama sekali tak memperdulikan tentang posisi Yunho yang berperan sebagai kakeknya, walaupun Yunho melarangnya berhubungan dengan Sungmin sekalipun. Bukan masalah bagi Kyuhyun jika itu hanyalah Yunho, sang kakek.

Deraian airmata Leeteuk kian berderas, perasaannya kian mengalau. Disatu sisi dia menginginkan anaknya itu bersatu dengan kekasihnya, tapi dilain sisi dirinya juga memandang ayahnya yang pasti akan menentang keinginan cucu sulungnya itu. Leeteuk harus bisa memilih,antara kebahagiaan anaknya atau mempertahankan ego sang ayah.

Kyuhyun yang merasa masih tak ada lampu hijau dari sang umma pun terpaksa berdiri dari duduknya. Yunho yang melihat pergerakan Kyuhyun kontan mengambil alih pembicaraan mereka yang sempat menghening.

"Kau sudah selesai dengan dramamu?"Tanya Yunho dengan senyum liciknya, membuat Kyuhyun makin merasa jijik padanya.

"Diamlah kakek tua, aku tidak minta pendapatmu" ujar Kyuhyun dingin.

"Neo! Sampai kapan pun aku tak akan pernah menerima Sungmin sebagai dari bagian keluarga Cho! Kalian berdua selalu membuatku emosi. Kalian lupa siapa aku?" dari hati yang paling dalam, Kyuhyun dan Siwon ingin sekali rasanya membekap mulut namja tua itu dengan plester lalu mengikat kedua kaki dan tangannya dan setelah itu mengurungnya didalam gudang.

"Kyu… dengarkanlah ucapan kakek mu. Dia itu pemimpin dikeluarga kita, karna appa mu sudah tiada. Umma mohon padamu Kyu."Ucap Leeteuk dengan deraian airmatanya. Siwon ingin sekali rasanya berada disamping ummanya dan menghapus airmata berharga itu. Tapi, Siwon masih menginginkan Kyuhyun mendapatkan hasil finalnya bersama Sungmin.

Kyuhyun menghela nafas beratnya. "Aku hanya mencintai dia! Tidakkah kalian bisa menerimanya? Aku sudah lelah kalian anggap sampah! Biarkan aku hidup bahagia dengannya… aku tidak akan perduli lagi jika harus nyawaku yang aku korbankan hanya demi cinta dan kebahagiaanku bersamanya. Umma… maafkan aku… aku hanya mencintai Cho Sungmin… hanya dia"

Setelah mengucapkan kalimat tersulitnya itu, Kyuhyun pun keluar dari kediaman keluarga Cho sambil menahan airmatanya. Siwon yang melihat kepergian Kyuhyun pun, hanya bisa mengelengkan kepalanya. Sungguh runyam masalah Kyuhyun jika terus dihalangi oleh kakek tua bangka itu. (-_-o)"a

Siwon memindahkan posisi duduknya kesamping Ummanya yang sedang rapuh itu. Siwon mengangkat dagu Leeteuk dengan lembut, dihapusnya airmata Leeteuk dengan ibu jarinya. Sekali lagi hati Siwon teriris.

"Uljima, ne umma. Jangan menanggis lagi. Kyuhyun hanya menginginkan kebahagiaanya. Apakah Umma ingin Kyuhyun kembali, namun dirinya gila karna dipisahkan oleh Sungmin?"Leeteuk mengeleng lemah.

"Kalau umma memang tidak menginginkan hal itu terjadi, restuilah dia. Dan aku yang akan menggantikan Kyuhyun dalam perjodohan yang appa amanatkan pada umma. Aku rela… asalkan umma dan Kyuhyun bahagia"

Siwon semakin sulit menahan airmatanya yang sejak tadi ia tahan. Pertahanannya runtuh, runtuh bersama dengan cintanya yang akan kandas bersama yeoja yang dicintainya itu. Tapi, hanya inilah yang bisa Siwon lakukan untuk kebahagiaan keluarga kecilnya itu.

Leeteuk menatap Siwon dalam. Dirinya berusaha menyelami raut wajah Siwon. Yang Leeteuk temukan hanyalah gambaran wajah Siwon yang sedang terluka. Leeteuk harus segera bertindak sebelum semuanya terlambat.

Kedua anak ku harus bahagia. Apapun itu resikonya, aku akan mempertahankannya.

Leeteuk menganggukan kepalanya dengan lemah. "Gomawo Wonnie" lirihnya sebelum merengkuh tubuh tegap anaknya kedalam pelukannya "Cheon, Umma" Yunho lagi-lagi menyerigai menatap adegan drama yang dilakukan Siwon dan Leeteuk. Yunho pun memilih pergi ketimbang melihat lebih jauh lagi aksi drama menyedihkan yang terjadi pagi ini dikediaman keluarga Cho yang megah itu.

.

.

.

Kyuhyun memakirkan mobil sportnya dengan asal dipinggiran Sungai Han. Siang ini, dirinya lebih memilih berdiam diri disini. Kyuhyun tidak ingin kembali kekantor, karna pikirannya sendiri sedang suntuk. Dan jika Kyuhyun pulang kerumahnya, dirinya nanti akan membuat Sungmin cemas lagi. Kyuhyun tak mau melihat istri sexynya itu cemas lagi. Kyuhyun sama sekali tak menginginkan Sungmin bersedih lagi, cukup dirinya yang tersakiti.

Kyuhyun keluar dari mobil sport putihnya dan memandang hamparan air Sungai Han dengan tatapan sendunya. Dengan tenaga yang tersisa, Kyuhyun mulai membuka penutup kaleng softdrinknya lalu menegaknya hingga setengah kaleng.

"Ah… kenapa semuanya jadi begini? Aku lelah jika keadaannya seperti ini terus. Hubunganku dengan Sungmin akan terus dihalangi oleh kakek tua itu… sebenarnya apa yang dia mau? Dasar, sudah tua masih saja berbuat gila"

Kyuhyun membuang pandangannya kesebelah kiri, dan pada saat itu juga dirinya melihat seorang yeoja sedang duduk dibangku yang berada tepat dipinggiran Sungai Han. Yeoja itu sedang menatap lurus kearah Sungai Han,dengan pandangan mata yang kosong.

Kyuhyun menajamkan pandanganya, Kyuhyun merasa dirinya mengenali yeoja tersebut. Setelah memastikan siapakah yeoja tersebut? Kyuhyun pun memberanikan diri untuk menghampiri yeoja bertubuh ramping itu.

"Sedang apa disini?" Tanya Kyuhyun, yeoja itu menengokan kepalanya kekanan dan mendapati Kyuhyun yang sedang tersenyum tipis padanya.

"Kyuhyun"

"Kau sedang apa disini, Kyu? Apa kau tidak bekerja hari ini?"Kyuhyun mengelengkan kepalanya.

"Annie, aku minta diliburkan hari ini"

Yeoja itu langsung menatap Kyuhyun dengan pandangan mengintimidasi. "Ya ya ya! Kau bukan Kyuhyun yang aku kenal. Kyuhyun yang aku kenal itu sangat menggilai pekerjaannya itu."kata yeoja itu dengan nada bergurau.

"Ya, nonna! Aku ini serius" sangkal Kyuhyun dengan wajah kesalnya.

'Pluk

Yeoja itu melayangkan tepukan ringan pada bahu Kyuhyun yang sedang duduk bersamanya dipinggiran Sungai Han itu.

"Kau pasti sedang ada masalah? Apa kau sedang bertengkar dengan Sungmin?" yeoja itu memandang Kyuhyun dengan pandangan serius. Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

"Aku memang mempunyai masalah, nonna. Tapi, bukan itu masalahku"

"Apa kau ingin menceritakannya padaku?"Kyuhyun berfikir sebentar sebelum menganggukkan kepalanya.

"Umma dan kakek belum bisa menerima Sungmin sebagai istriku. Aku juga binggung, sebenarnya apa masalahnya sehingga mereka tidak dapat menerima Sungmin?"

Yeoja itu menatap Kyuhyun kasihan. Dirinya merasa sangat prihatin oleh kedua putra Cho yang sangat dikenalnya itu. Dirinya tahu kalau Siwon dan Kyuhyun itu pasti tengah menentang perjodohan gila yang telah direncanakan oleh kakek dan ayah mereka yang gila itu.

'Orang tua kita sama gilanya' batin yeoja itu sambil tersenyum miris.

"Entah lah Kyu. Aku juga binggung dengan nasibku" Kyuhyun yang sedang menatap aliran Sungai Han itu pun langsung membalikan wajahnya kekiri untuk menatap yeoja yang tengah duduk disampingnya itu.

"Bagaimana hubungan nonna dengan Siwon hyung?"

'DEG'

"Kau pasti tahukan kalau Siwon dijodohkan?"Kyuhyun mengangguk sedih.

"Dan sayangnya, nasibku pun sama dengannya?"

Kyuhyun menautkan alisnya binggung. "Maksud nonna?"

Yeoja itu menghirup udara secara perlahan sambil menutup matanya. "Aku dan Siwon saling dijodohkan oleh pilihan orang tua kami masing-masing." Kyuhyun diam seribu bahasa. Dirinya sangat mengenal pasangan romantis itu sejak dirinya baru saja memasuki bangku SMA tapi, sekarang… cinta yang dulu bersemi indah itu harus kandas ditengah jalan. Miris…

"Aku turut berduka,nonna"

'Plak

Yeoja itu menimpukan buku analis kuliahnya kekepala Kyuhyun. "Kau pikir siapa yang meninggal? Dasar magnae Cho evil" ledek yeoja itu sambil nyengir.

"Ya, nonna! Selalu saja mengataiku evil… padahal aku 'kan anak yang baik" kata Kyuhyun ngawur.

"Hahaha terserah kau sajalah."

Setelah itu, keadaan mereka pun menjadi hening. Mereka berdua terlalu sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kyuhyun dan yeoja itu termasuk Siwon dan Sungmin, ingin sekali masalah ini dapat terselesaikan dengan cepat, tanpa melukai hati siapa pun. Tapi, apalah daya… hanya Tuhan yang tahu atas rencananya. Mereka semua hanya bisa berserah diri dan meminta keputusan akhir yang terbaik.

"Nonna" panggil Kyuhyun datar.

"Hmm"

"Apa nonna masih mencintai Siwon hyung?"keduanya berbicara tanpa mengalihkan pandangan mata mereka yang masih memandang lurus pada aliran Sungai Han yang tepat berada didepan mereka.

"Sangat. Aku masih sangat mencintainya. Mungkin sampai aku mati"yeoja itu berkata dengan lirihnya.

"Kibum nonna ingin berjanji satu hal padaku?"yeoja bernama lengkap Kim Kibum itu langsung menatap wajah tampan Kyuhyun yang masih belum melepas pandangannya pada aliran Sungai Han.

"Berjanji apa?"

"Jagalah… jagalah hatimu untuk hyungku."

"Dia terlalu lama berdiam diri menahan rasa sakitnya sendiri. Aku tahu kalau dirinya itu juga merasa lelah dan ingin sekali berteriak pada semua orang yang selalu memaksakan kehendaknya pada dirinya. Tapi, Siwon hyung dengan sabar menahannya. Itu semua karna umma. Semua itu dia lakukan karna cintanya yang sangat besar pada umma"

Kibum meneteskan airmatanya yang sudah sejak tadi ia tahan saat sebelumKyuhyun datang dan menyapanya tadi. Kibum sama dengan Kyuhyun yang mendatangi Sungai Han hanya untuk melepas penat mereka masing-masing.

"Aku akan selalu menjaga hatiku untuk Siwon. Karna hanya Siwon lah yang aku inginkan menjadi calon suamiku kelak, bukan calon suami yang appa jodohkan padaku"

Kyuhyun tersenyum "Baguslah kalau begitu, nonna"

.

.

.

Seorang namja paruh baya, kini sedang menatap sendu pada sebingkai foto yang mengambarkan dirinya yang masih muda dengan seorang yeoja yang sampai mati pun akan terus dicintainya itu. Namja itu kembali menikan airmata harunya.

"Chagi… sudah banyak airmata yang menghiasi kisah cinta kita berdua."

"Apakah kau masih ingat dengan janji kita dulu?" namja itu terlihat sangat pasrah.

"Aku harap kau masih mengingatnya"

Namja paruh baya bernama KangIn itu, sekarang sedang duduk dibalkon rumah mewahnya. Dirinya sama sekali tidak melakukan aktivitas yang berharga sejak tadi pagi. Sampai sesiang ini pun dirinya masih menggunakan piama tidurnya.

KangIn semakin menanggis menjadi-jadi saat dirinya mengingat betapa indahnya kisah cintanya bersama yeoja yang sangat dicintainya itu. KangIn sama sekali tidak mengetahui kalau Siwon adalah putra dari Leeteuk, yeoja yang masih sangat dicintainya itu.

"Tuhan… apakah benar ini takdirku? Kenapa rasanya aku tidak sanggup untuk menjalaninya? Tuhan… pertemukan aku padanya, sekali saja dimoment yang tepat. Sebelum aku mati dimakan usia."

.

.

.

Nan jauh disana, Leeteuk sedang memegangi dada kirinya yang terasa berdenyut. Hatinya merasa bahwa ada seseorang yang sedang menyinggung dirinya. Leeteuk menutup matanya, berusaha untuk mendalami perasaan apa yang sedang menghantamnya saat ini.

Leeteuk membuka matanya dengan perlahan. "KangInnie… masih kah kau mengingatku?" Tanya Leeteuk pada angin yang sedang berhembus lembut membelai wajah tua namun masih terlihat cantik itu melalui pintu balkon kamar yang terbuka.

"KangInnie… nan bogoshipeo… sarangheo"

'Ceklek'

Leeteuk mengalihkan pandanganya kearah pintu masuk kamarnya dan mendapati sang appa yang sedang menatapnya dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan itu.

"Jadi kau masih mencintainya?" Leeteuk menautkan alisnya saat Yunho menanyakan sesuatu hal yang menyangkut perasaannya itu.

"Maksud appa?" Yunho, namja tua itu mendekat kearah Leeteuk dan duduk disamping Leeteuk yang sedang duduk dipinggiran ranjang tidurnya.

"Apa kau masih mencintai namja bernama KangIn itu?"Tanya Yunho dengan jelas menyampaikan maksud dari pertanyaannya tadi.

Leeteuk menatap Yunho dengan pandangan kikuknya "Ke-kenapa appa menanyakan hal itu padaku?"

Leeteuk merasa gugup yang terasa amat sangat, dirinya takut kalau Yunho akan mencari tahu keberadaan KangIn sekarang lalu menghancurkan hidup namja yang dari dulu hingga sekarang masih sangat dicintainya itu.

"Kenapa? Karna aku mendengarnya tadi." Yunho ingin meninggalkan Leeteuk sebelum Leeteuk mencegahnya.

"Appa tunggu sebentar. Ada yang ingin aku tanyakan padamu"

.

.

.

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Setelah kepergian Kyuhyun dari kediaman keluarga Cho tadi pagi, Siwon langsung meminta izin pada Leeteuk untuk segera pergi kekantornya. Namun, Siwon tak benar-benar pergi kekantornya, melainkan ketempat sang Appa angkatnya berada.

Saat Siwon mendatangi caffe modern bergaya klasik itu, Siwon tak mendapati sang appa yang dia cari. Saat dirinya menanyakan dimana keberadaan sang appa pada Taemin, seorang yeoja remaja yang telah KangIn anggap sebagai anaknya tersebut, Taemin mengatakan bahwa KangIn belum datang juga sejak tadi pagi.

Dan saat itu jugalah Siwon langsung meminta alamat lengkap KangIn. Dan sekarang disinilah dia berada… dipinggiran kota Seoul yang padat akan penduduk itu. Siwon terus mengendarkan pandangannya mencari dimana rumah KangIn yang memang baru pertama kali didatanginya itu.

Siwon sangat khawatir pada kondisi renta KangIn. Walau bagaimanapun KangIn tetaplah namja renta yang hidup tanpa seorang istri pun, Siwon juga binggung dengan alasan KangIn yang lebih memilih hidup sendiri hingga umurnya setua itu.

Tada!

Mata jeli Siwon akhirnya menemukan dimana keberadaan rumah KangIn.

Siwon memakirkan mobilnya tepat dihadapan pagar kayu jati yang menutupi sebagian rumah mewah KangIn itu. Lalu Siwon memberanikan diri untuk memencet bel yang berada tepat disamping kanan pagar kayu jati tersebut.

Tak lama keluarlah seorang petugas keamanan dari pagar kayu jati tersebut. Siwon menundukan kepalanya dengan sopan, sang petugas keamanan pun ikut menundukan kepalanya setelah melemparkan senyuman hangatnya pada Siwon.

Namja yang umurnya kira-kira tiga puluh tahunan itu menatap Siwon dengan tatapan penuh tanya. "Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tawarnya pada Siwon.

Siwon menampakkan senyuman tipisnya "Maaf apakah rumah ini adalah rumah milik namja paruh baya bernama KangIn?"

Petugas keamanan itu menganggukan kepalanya. "Ne, Tuan. Ini memang benar rumah milik Tuan KangIn. Apakah anda mempunyai keperluan dengan Tuan Besar?"Siwon menganggukan kepalanya.

"Bilang saja kalau yang mencarinya adalah Siwon, anaknya"petugas keamanan itu mengangguk dan menyuruh Siwon untuk memarkirkan mobilnya dihalaman parkir yang terdapat disebelah kiri pintu masuk pagar kayu jati tadi.

Setelah Siwon memarkirkan mobilnya, sang petugas keamanan tadi datang lagi. "Ah.. Siwon-shi anda sedang ditunggu oleh Tuan Besar. Mari saya antarkan kedalam"kata petugas keamanan itu dengan ramah.

"Ne"

Siwon bersama petugas keamanan rumah KangIn pun mulai memasuki bagunan megah dengan furniture klasik yang dipadukan dengan modern style, sehingga semakin menambahkan kesan kenyamanan bagi siapa saja yang memasuki rumah bag istana tersebut.

Mata onyx Siwon telah menemukan sosok namja paruh baya yang sedari tadi dicarinya itu. Setelah Siwon bertemu pandang dengan Kangin dan saling melemparkan senyuman, sang petugas keamanan pun mohon undur diri dari hadapan kedua namja yang merupakan pemilik rumah dengan tamunya tersebut.

"Maaf Tuan Besar dan Tuan Muda, saya mohon undur diri dulu"pamitnya dengan nada yang sopan.

"Ne, Silahkan"ujar KangIn dan Siwon bersamaan.

Sepeninggalnya petugas keamanan itu dari hadapan KangIn dan Siwon, Siwon langsung menghambur memeluk tubuh renta KangIn.

"Ya, Appa~~"

Fuihhhh…. #lap keringat

Gimana readerdeul masih betah bacanya?

Bagi yang udah review dan memberi saya masukkan saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga readerdeul pada puas dengan hasil chap kelanjutannya ini. Kalau masih ada yang belum puas ya.. maafkan saya, ne.

Dichap ini memang enggak ada NC nya. Tapi, saya bakalan janji bakalan bikin NC yang HOT kalau saya udah dapetin waktu yang pas. Masalah NC yang kemaren enggak HOT, itu memang dikarenakan saya nya yang belum bisa mengambarkan NC dalam bentuk kata-kata yang tepat #plak. Tapi, saya akan BELAJAR menekuni bagaimana cara menulis bagian NC yang BAIK dan BENAR. Kekeke~~ #disumpal sandal.

Baiklah sampai disini dulu,ne. lanjut review yaaa reader.

Dan sekali lagi gomawo untuk segalanya ^^