'Kring!'

Bel kali ini bagaikan nyanyian merdu yang dilantunkan oleh malaikat di surga, begitulah yang terdengar di telinga para murid, yah bel kali ini adalah bel pulang sekolah. Sorak sorai para murid terdengar dari tiap-tiap kelas mereka, para guru hanya bisa menghela nafas kasar, kegiatan yang sangat disenangi mereka harus segera berakhir. Bel pulang sekolah tersebut pertanda kebebasan bagi murid-murid yang sudah kelelahan menerima pasokan materi hari ini, mereka dengan semangatnya membereskan meja belajar mereka. Lalu mereka membaca do'a bersama-sama, kemudian berlomba-lomba menuju luar sekolah.

Tetapi Yaya masih berada di kelas, ia harus membersihkan kelas ini lagi sekarang. Dia tidak sendirian, tampak disana juga terdapat Ying, Fang dan Boboiboy. Mereka juga ikut membantu Yaya, ah terkecuali Fang. Ying hanya bisa mengomeli pemuda itu, tetapi yang ada Fang malah menggoda Ying. Sedangkan Boboiboy berusaha mendekati Yaya, tetapi Yaya hanya mendiamkan pemuda itu.

"Yaya?" panggil Boboiboy pelan.

Yaya tidak merespon pemuda itu, dirinya masih kesal terhadap kelakuan Boboiboy beberapa hari yang lalu.

FLASHBACK~

'Plok!'

Tampak seorang pemuda menempelkan kedua belah tangannya di atas meja Yaya.

"Mau ngapain Boboiboy?" ucap Yaya dengan nada biasa, ia bingung dengan sikap pemuda itu.

Pemuda yang dipanggil Boboiboy tadi merogoh saku celananya, tampak sebuah bolpoin yang dipegang oleh tangan kanannya. Boboiboy mulai menyeringai jahil, Yaya sudah merasa tidak enak dengan situasi ini.

'Sret Sret'

"!"

Kedua kelopak mata Yaya melebar, sebuah garis berbentuk tidak beraturan kini menghias meja Yaya. Yaya yang kaget itu, tanpa sadar telah membiarkan Boboiboy menggoreskan ujung bolpoinnya terus menerus. Hingga hampir setengah meja telah dipenuhi oleh goresan tinta itu, barulah Yaya tersadar dari kekagetannya.

"BOBOIBOY! INI KETERLALUAN!" bentak Yaya tidak tahan menahan emosinya, ia langsung menepis tangan Boboiboy yang sibuk mencoreti mejanya. Yaya hampir menangis dibuatnya, sedangkan Boboiboy sudah kembali ke kursinya. Beruntung Yaya hari ini membawa sebuah bungkusan kado untuk membuat kado ulang tahun adiknya, tetapi sepertinya keadaan harus membuatnya memakai kertas kado itu untuk hal yang lain dan menggantinya dengan yang baru.

Boboiboy yang memang berniat menjahili Yaya itu sedikit merasa bersalah, ia kemudian meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Yaya. Yang dia dapat hanyalah sebuah ciuman manis dari kepalan tangan Yaya di pelipisnya, ia sangat merutuki sifat jahilnya itu.

FLASHBACK OFF~

"Ayolah Yaya, jangan begini terus." ucap Boboiboy merayu Yaya, justru rayuan itu membuat Yaya tersadar dari amunannya.

Yaya hanya menatap datar pemuda itu, kemudian mengambil tas sekolahnya dan langsung berlari ke luar kelas untuk meninggalkan Boboiboy.

Ying dan Fang yang memperhatikan mereka hanya bisa tersenyum perih, mereka berdua tidak ingin Boboiboy dan Yaya seperti itu terus.

'Plak!'

Sebuah sepatu ungu kini mendaratkan alasnya di kepala boboiboy, hal itu membuat Boboiboy mengaduh dan semakin kesal.

"Bisakah kau tidak melemparkan sepatu baumu ini?!" bentak Boboiboy kesal, ia melemparkannya kembali kearah Fang, tak lupa sebuah perempatan siku muncul di kepalanya.

"Whoah, bau-bau gini masih bau punyamu tau." ucap Fang tidak terima sepatunya dikatakan bau, ia kemudian menerima lemparan sepatunya dari Boboiboy dengan mudah dan kembali memakaikannya dikakinya.

Boboiboy menjulurkan lidahnya ke arah Fang, sungguh tindakan yang terlihat seperti orang yang baru saja kalah debat.

"Kejar dia!" teriak Fang memerintah, ia tidak mau sahabat kekasihnya itu kenapa-napa, apa dia benar-benar peduli terhadap Yaya?

Fang memang terlihat peduli dengan Yaya, tetapi jangan salah, ia peduli karena dirinya melihat tatapan membunuh Ying yang terarah kepada Boboiboy.

"Aku harus mengejarnya kemana?!" tanya Boboiboy dengan wajah tanpa dosanya alias polos.

Fang dan Ying hanya bisa sweetdrop di tempat, mereka sungguh tidak menyangka jika Boboiboy sepolos itu.

"Cepat kejar dia b****! Sebelum kau benar-benar kehilangan jejaknya!" kali ini Ying yang membentak Boboiboy, yang dibentak akhirnya mengerti dan langsung melarikan diri untuk mencari Yaya.

Fang dan Ying akhirnya bisa bernafas lega, tetapi tetap saja Ying merasa khawatir dengan sahabatnya itu.

***

Boboiboy benar-benar kelelahan sekarang, tubuhnya dibanjiri dengan keringat. Dirinya tidak tau lagi kemana mencari sosok gadis berhijab pink itu. Ia sekarang berada di taman, kemudian dia menyapu seluruh pandangan yang bisa dijangkau oleh indra penglihatannya.

"Hiks... Kau jahat Boboiboy..." suara isak tangis yang lirih seorang perempuan terdengar di indra pendengaran Boboiboy.

"!"

TBC~

Terima kasih untuk reviewnya reader x'3 Maaf gak bisa balas sekarang :'3

Akhir kata, reviewnya ya^^