Chapter 3 : A Wizard Ghost

Ya' chapter 3 sudah selesai, kemungkinan... 5 chapter lagi selesai,

Luka : *tiba-tiba nongol* kenapa gue jadi hantu?! Hei author baru sini lu! gue bunuh lu pake' tuna raksasa gue!

Author : Waaaahhhh! Sumimasen Luka-san! Di pikiranku cuma Luka-san yang cocok! *langsung ngacir*

Luka : Kau tidak akan kumaafkan Author newbie! *ngejar author*

Rin : *lihat aksi kejar-kejaran Luka dan Author* seprtinya kita harus yang baca disclaimernya Len,

Len : Iya, Luka-nee kalau marah juga serem kayak Meiko-nee

Rin & Len : *ngambil kertas yang di jatuhin sama Author

Disclaimer : Sampai kapanpun nih Vocaloid bukan punya Author!

Luka : *masih tetap ngejar Author* Sini lu BakAuthor!

Author : SUMIMASEN!

Happy Reading! ^_^


Rin POV


Aku dan Len berlari menuruni tangga dengan kecepatan inhuman, lalu mengambil roti selai kami di atas meja dan berlari lagi ke mobil orang tua kami dengan menggigit roti selai kami masing-masing. Kami berlari seperti ini karena….


-Flashback-


Aku menunggu Len selesai mandi, anak itu-maksudku Len, sifatnya benar-benar kekanakan saat di rumah, kalau di luar sifatnya sangat dewasa, biar kelihatan keren, katanya. Dasar. Tapi, baru pertama kali ini dia menangis karena mimpi buruk, apa segitu buruknya sampai dia menangis? Apalagi, di depanku.

"Rin-nee-chan…," panggil Len yang sudah lengkap dengan seragamnya. "Kau sudah siap? Sebelum berangkat, kau bisa ceritakan mimpimu?" tanyaku. Len mengangguk, "Wizard Ghost…. Ada di mimpiku," jawabnya pelan sambil berjalan ke arahku lalu duduk di sampingku. Tunggu, dia bilang Wizard Ghost? Aku kaget itu yang dikatakan Kaa-san kemarin malam! "W-Wizard Ghost?! Kamu bercanda?! Dia bilang apa?" tanyaku beruntun. Tiba-tiba Len memelukku "Dia memperlihatkan masa lalunya, dia juga ingin balas dendam pada sekumpulan orang yang menggantungnya, dia juga ingin balas dendam pada keturunan mereka. Dia bilang jika aku ingin menyelamatkan guru, teman, sekolah, dan Nee-chan aku harus memberikan tubuhku pada Wizard Ghost," jawab Len. Aku kaget, belum sempat keterkejutanku hilang, Len melanjutkan ucapannya. "Aku diberi kesempatan sampai hari ini, doushiyou Rin-nee-chan?" lanjutnya. Aku benar-benar habis pikir, apa keluarga Kagamine juga terlibat dengan Wizard Ghost? "Yang penting, berhentilah menangis! Nee-chan akan membantumu, seperti yang kita rencanakan kemarin, saat istirahat kita akan mencarinya. Kamu jangan khawatir, oke? Nee-chan bisa jaga diri kok!" kataku sambil tersenyum untuk menenangkan Len.

Len menatapku dengan tatapan polos miliknya, ukh… aku hampir saja memeluk Len karena kepolosannya. Padahal dia sudah kelas 2 SMP, tapi kayak anak kecil. "Len, kau benar-benar shota..," kata-kata itu langsung meluncur di mulutku tanpa sadar. Len langsung berhenti menangis, ekspresinya bengong, wajahnya merah. "R-Rin-nee-chan! Jangan sebut aku shota!" kata Len sambil memukul tanganku pelan. "Wakatta, Wakatta. Aku hanya bercanda," kataku sambil tertawa. Len? Dia cemberut. "RIN, LEN! KALIAN CEPAT TURUN! NANTI KALIAN TELAT! SUDAH JAM 07.00!" teriak Kaa-san dari bawah. Aku dan Len saling pandang.

Sedetik...

Dua detik...

Tiga detik...

Empat detik...

Lima detik...

"YAMAIII! KITA TELAT!" teriakku dan Len bersamaan. Kami pun mengambil tas kami dan berlari turun tangga.


NORMAL POV


Len dan Rin masuk ke mobil orang tua mereka. Disana sudah ada Leon dan Lily "Kalian ngapain saja? Dan Len, kenapa matamu sembab?" tanya Leon sambil menyalakan mesin mobilnya. Len melepaskan roti yang ia gigit, "Nee-chan, boleh aku cerita?" tanya Len tidak menjawab pertanyaan Leon. Rin ikutan melepas roti yang ia gigit. "Biar aku yang cerita, Len diam saja," jawab Rin. Len mengangguk, Rin mengalihkan pandangannya ke orang tua mereka.

"Tou-san, Kaa-san, apa kalian tahu Wizard Ghost?" tanya Rin. Leon dan Lily terkejut, "Bagaimana bisa kau….." "Wizard Ghost datang ke mimpi Len," Rin menyela ucapan Lily. "Siapa yang terlibat dengan Wizard Ghost? Apa Kagamine juga terlibat?" tanya Rin bertubi-tubi. Leon langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, Len menghela nafas lalu mengalihkan pandangannya ke jendela. "Tou-san, Kaa-san, jawab aku!" bentak Rin. Wow! Ini pertama kalinya Rin seperti ini.

"Kita memang terlibat, kakekmu, Rinto dan nenekmu, Lenka meninggal saat kita pindah. Mereka dibunuh dengan cara digantung seperti Wizard Ghost. Yang terlibat dengan Wizard Ghost adalah Kamui, Shion, Hatsune, Kagene, dan Kagamine. Nama itu berurutan dengan keterlibatan mereka, Kamui secara langsung terlibat sangat dalam dari pada Kagamine. Karena itu Kagamine lebih sedikit aman. Teman dan gurumu yang hilang adalah, Kamui Gakuko, Shion Akaito, Shion Kaiko, Hatsune Mikuo, dan si kembar Kagene Rui dan Kagene Rei. Saat ini kalian masih aman, tapi Tou-san tidak tahu untuk ke depannya," jawab Leon panjang lebar.

Rin hanya bisa diam mendengar jawaban─tidak, lebih tepatnya penjelasan Leon. Len? Dia menimbangkan antara mengorbankan dirinya atau tidak, tapi telinganya mendengar ucapan Leon dan Rin. "Tou-san, Kaa-san, Wizard Ghost menginginkan Len, bahkan Len melihat masa lalu Wizard Ghost di mimpinya. Apa kesalahan Len sampai dia menginginkan Len?" tanya Rin. "Dia tidak memiliki kesalahan apapun, karena itu yang diinginkan Wizard Ghost. Wizard Ghost menginginkan tubuh seseorang tanpa ada dosa didalamnya. Itu untuk menjadi perantara antara kita yang terlibat dengan Wizard Ghost dan menyegel dirinya di tubuh seseorang itu. Bisa juga dia disegel dari luar tubuh. Untuk menyegelnya membutuhkan tubuh seseorang yang tidak memiliki dosa didalamnya. Seperti itu," jawab Lily. Lagi-lagi Rin diam mendengarkan penjelasan dari Lily, dia sudah menyerah. Keingin tahuan dia sudah lenyap bersamaan dengan penjelasan dari kedua orang tuanya tadi.

Selama perjalanan, ,mereka berempat han


ya diam, tidak ada yang ingin membuka suaranya untuk menghancurkan suasana yang sedikit canggung itu. Hingga akhirnya, mobil Leon berhenti di depan gerbang sekolah SMP Sakura. "Sudah sampai, kalian bisa turun. Jangan dekat dengan gudang sekolah yang ada pohon besar dengan tali tambang di dahannya," pesan Leon. Len dan Rin hanya diam, lalu keluar dari mobil. "Kami akan menyelesaikan ini, gomenasai, Tou-san, Kaa-san," kata Len dan Rin bersamaan. Leon dan Lily terkejut, belum sempat mereka melarang kedua anaknya, sepasang anak kembar itu sudah berjalan memasuki sekolah.

"Bagaimana ini Leon? Ramalan itu benar-benar terjadi. Bagaimana jika salah satu dari mereka benar-benar mengorbankan tubuh mereka, khususnya Len?" tanya Lily khawatir. "Tenanglah Lily, walaupun Wizard Ghost merasuki salah satu tubuh mereka, kita bisa mengelnya 'kan? Itu ramalan terakhir bukan? Jika Wizard Ghost sudah masuk ke tubuh Len atau Rin kita tinggal megeluarkan Wizard Ghost dan menghancurkannya, atau menenangkannya. Kita harus percaya sama mereka,"jawab Leon, lalu menjalankan mobilnya kembali.


-SKIP TIME- [SMP SAKURA 13.00 P.M]


Len dan Rin berjalan dengan saaaaaaaangat pelan, untuk ke-5 kalinya mereka mencoba untuk ke gudang yang tidak pernah di jajah oleh warga sekolah. Tunggu, ke-5 kalinya? Ya, karena di usaha pertama mereka, Len dan Rin di cegat oleh Pak Satpam karena itu kawasan daerah terlarang. Yang kedua, mereka di kejar oleh penunggu gudang tersebut. Yang ketiga, entah apa yang di pikirkan oleh hantu di depan pintu gudang itu, mereka diceremahi sampai jam makan siang habis. Yang keempat, mereka bertemu lagi dengan penunggu gudang itu, tapi dengan penampilan yang berbeda yaitu, kepala yang rusak berat sampai kelihatan otaknya (Note : pertama, mereka lihat kepalanya, dikira itu jelly.), kulitnya mengelupas sampai kelihatan tulangnya,. Jadi, secara otomatis, mereka berdua lari terbirit-birit karena kaget hantu itu tiba-tiba muncul. Dan kini, percobaan kelima, mereka sudah menyiapkan mental apapun yang terjadi nanti. Saat sudah ada di depan pintu gudang, Rin membuka pintu itu, tapi hantunya tidak muncul. Dia hanya bisa menghela nafas lega.

"Len ayo! Tidak ada hantu itu, kita harus cepat!" kata Rin. "Tunggu sebentar Rin-nee-chan! Lihat, pohon itu ada di mimpiku. Di dahannya ada tali tambang untuk menggantung Wizard Ghost," kata Len sambil menunjuk pohon yang terdapat tali tambang di dahannya. 'Itu benar Kagamine Len, apa kau kesini untuk menyerahkan tubuhmu? Kenapa kakakmu ada disini?' . "Wizard Ghost! " teriak Len kaget. Ya, hantu yang baru saja di teriakkan oleh Len tadi adalah Wizard Ghost. Wizard Ghost menyeringai, 'Hajimemashite, watashi no namae….'

-To Be Continued-


Author : *ngos-ngosan* hah... makasih yang udah baca nih cerita aneh, aku sangat senang ada yang suka nih cerita,

Luka : *ngeluarin aura killer* Author...

Author : *bulu kuduk meremang* oh Luka-san! Apa kabar? Luka-san tambah cantik deh! *senyum-senyum gj

Luka : *tertipu dengan rayuan Author* benarkah? makasih Author! aku rela jadi hantu di ceritamu!

Rin & Len : *sweatdrop* Dia tertipu, lupakan saja. Akhir kata...

REVIEW PLEASE!