Evangelion : You are the (Hope)


Genre : Action , Drama, Sci-Fi, Physocology
Characters : Shinji Ikari, Misato Katsuragi , Rei Ayanami ,
Gendo Ikari.

EVANGELION by Gainax 'Proper'
Rated : T


"Chapter 3.0 : Tersenyumlah part 2."


Tokyo-3 : 2015
Dua tahun setelah kejadia "Second Impact". Bumi hampir kehilangan 50% benua karena jatuhnya meteor ke bumi. Dan ada nya sebuah mosnter di namakan "Angel" yang datang dan menghancurkan apa yg di laluinya.
Angel pertama adalah Adam. Tapi di bumi hanya ada Lilith. Angel yang petama kalinya datang ke planet bumi.


-Sebelumnya
Setelah terbangun dari mimpinya, Shinji yang terbaring lemah di sebuah ruang UKS di markas NERV sadar bahawa itu hanya mimpi.
dan ia melihat Rei Ayanami yang menjaganya saat ia tertidur.


Pagi itu setelah Shinji terbangun dari tidurnya, dan melihat Rei ia heran kenapa Rei menjaganya semalaman penuh.
-Di ruang Training Flector
"
Pemindaian selesai Kapten." kata Aoba.
"Apakah semua sudah di cek kerusakan pada EVA-01..?" tanya Misato.
"Sudah, tetapi hanya 97% saja. Kerusakan lainya hanya bisa di perbaiki secara manual membutuh kan waktu sekitar 8 jam." kata Maya.
"Huh... Bosan sekali tiada Angel.. Tiada yang harus dilakukan." kata Ritsuko.
"Eheehe kau tidak melihat kita sedang melakukan aktivitas pemindaian...?" tanya Misato.
"Ya aku tau kita sedang melakukanya, tetapi ini membosankan.." jawab Ritsuko.
"Mau minum sake dengan ku Ritsuko? Setelah ini...?" tanya Misato lagi.
"Maaf aku masih banyak kerjaan. Ku rasa aku tak bisa. Aku akan senang jika kau traktir makan saja." jawab Ritsuko.
"Kenapa kau tidak bilang jika hanya ingin makan saja..?" kata Misato.
"Kau tidak bertanya.." jawab Ritsuko.
dan setelah berbincang-bincang keluarlah Shinji dari EVA-01 miliknya dan meuju ke ruang ganti.
"Aku heran kenapa dia tenang sekali menjadi pilot EVA..?" tanya Shinji dalam hatinya.
setelah ia berganti pakaian ia di panggil ke ruang monitoring oleh Katsuragi.
"Ini tanda pengenal mu Shinji. Gunakan itu pada saat mau memasuki gedung ini." kata Misato.
"Waahh... Baik..." kata Shinji.
Dan sebelum Misato pergi ia melihat satu tanda pengenal punya Rei.
"Misato-san...!" panggil Shinji.
"Ya..? Ada apa lagi..?" tanya Misato.
"Itu tanda pengenal punya Ayanami kan...?" tanya Shinji.
"Ya memang kenapa...?" tanya lagi si Misato.
"Kenapa ia tak mengambilnya...?" tanya Shinji lagi.
"Ohh.. Ia tidak bisa datang, tadi ia menelfon ke sini." jawab Misato.
"Mmmm biarkan aku mengantarkan tanda pengeenal Ayanami." kata Shinji.
"Mmm memangnya kau tau di mana rumah Rei...?" tanya Misato.
"Ehehehe itu dia masalahnya..." jawab Shinji sambil tertawa.
"Aku akan kirimkan lokasi rumah Rei ke hp mu." kata Misato
"Baik." jawab Shinji.
Dan setelah Shinji menerima peta lokasi di mana Rei tinggal, ia langsung menuju ke rumah Rei yang berada 12 block dari rumah Misato.
"Apa ini rumah di mana Ayanami tinggal...?" tanya Shinji yang sambil melihat kondisi tempat Rei tinggal.
dan segera ia mencari di mana ruangan Rei.
"Ini dia ruang 14." katanya sambil mengetok pintu.
"Halo...? Ada orang di rumah...? Ayanami aku membawakan tanda pengenal dari NERV. Ini punya mu aku letakan di atas meja." katanya.
Dengan sebentar Shinji melihat-lihat ruangan Rei. Melihat satu foto Rei dengan ayah Shinji, Gendou Ikari.
"Apakah ayah sangat menyanginya di banding aku...? Tapi aku tak boleh berpikir begitu... Aku ini laki-laki tak akan mungkin aku manja." katanya dengan menutup matanya.
Tak lama kemudian Rei yang habis mandi keluar dari kamar mandi dan melihat Shinji yang sedang berdiri menghadap fotonya itu.
Shinji pun berbalik arah dan terkejut ada Rei yang hanya memakai handuk.
"Uuuwaaa...? Ayanami...?" tanya Shinji sambil panik saat melihat Rei.
"Mmm terimakasih telah membawakan itu Shinji." jawab Rei.
"I i iya s sama-sama.." kata Shinji dan menuju pintu keluar.
karena kecerobohan Shinji, Shinji pun tersandung sepatu Rei. Dan kehilangan keseimbangan. Terjatuhlah Shinji dengan menimpa Rei dan terjadilah posisi itu.
"Aaaa... Maaf.." katan Shinji.
"Ahhh...? Maaf aku harus pergi ke sekolah." jawab Rei.
"Aaaa ini benar-benar memalukan ku.. Maafkan aku Ayanami." kata Shinji sambil menundukan badannya.
"Tak apa. Lain kali hati-hati." jawab Rei.
Dan dengan bergegas Shinji keluar dan pergi ke sekolah nya.
di sekolah saat jam pelajaran di mulai, Shinji pun menoleh kebelakan dan melihat Rei yang sedang melamun melihat arah jendela.
"Apa yang dia pikirkan...?" tanya Shinji.
"Hei Shinji fokus nanti kau bisa kena marah.." kata Touji.
"Ooh iya iya." jawab Shinji.
saat pulang sekolah ia melihat Rei menaiki mobil hitam yang di naiki ayahnya.
"Ayanami... Dia..." kata Shinji.
"Hei Shinji kau mau makan es krim atau tidak..? Touji sedang banyak uang hari ini." kata Kensuke.
"Benarkah itu Touji..?" tanya Shinji.
"Benar... Ayo kita pergi ke dekat Akiba park disana es krimnya sungguh enak." jawab Touji.
"Iya." kata Shinji.
Setelah itu mereka pergi ke Akiba park dan membeli es krim.
"Waahhh ini enak sekali. Terimakasih Touji." kata Shinji.
"Iya terimakasih. Kau memang benar-benar berbakat soal makanan. Buktinya kau tau di mana jual es krim yang enak ini." kata Kensuke.
"Ahahahaha sama-sama." jawab Touji.
saat memakan es krim itu Touji yang penasaran dengan Shinji karna dia menjadi pilot EVA-01, ia bertanya kepaada Shinji.
"Hey Shinji.." kata Touji.
"Ya...?" jawab Shinji.
"Kau seorang pilot EVA bukan..? Apa rasanya menjadi pilot EVA dan bagian dari NERV.?" tanya Touji.
"Ohh.. Biasa saja. Tidak ada yang asik semua normal." jawab Shinji.
"Tapi kan mengasikkan bisa mengendari EVA. Dan menghajar semua Angel." kata Touji.
"Benar..." sahut si Kensuke.
"Kau tidak tau apa rasanya saat bertarung melawan Angel." kata Shinji.
"Ha..?" kata Kensuke dan Touji.
"Itu menyakitkan. Saat kau berpikiran tidak ingin membunuh. Tapi kau harus. Itu sama saja dengan mebunuh orang." jawab Shinji.
"Mereka kan para Angel, Sudah pantas kita menbunuhnya." kata Kensuke.
"Ya benar apa kata Kensuke. Mereka juga membunuh orang kita bukan. Dan menghacurkan kota juga. Bila aku menjadi pilot Eva nanti, aku akan rela mati demi mempertahankan kota ini." jawab Touji.
"Ya begitulah kata mereka bilang." kata Shinji.
Dan hari mulai gelap Shinji pun pulang kerumah Misato.
"Aku pulang..." kata Shinji.
"Ohh Shinji, dari mana saja..? kau lupa memasakan makan malam." kata misato.
"Baik itu mudah saja." jawab Shinji.
Keesokan harinya Shinji yang sedang ada di kota, sedang membeli peralatan sekolah, ia pun di hubungi oleh Misato.
"Halo.." kata Shinji.
"Halo Shinji... Ini aku Misato, cepat pergi ke NERV sekarang." kata Misato.
"B baik aku aakan kesana." jawab Shinji.
dengan cepat ia pun berlari ke markas NERV.
Saat itu Aoba sang monitoring mendapat sinyal kuat dari arah Barat Tokyo-3.
"Kapten..! aku mendapat sinyal kuat dari arah barat.. Berjarak 4 Km." kata Aoba.
"Apa...? Coba di convert ke mode frekuensi..!" perintah Misato.
"Baik..." jawab Aoba.
"Sinyal apa itu..?" tanya sang Komandan Gendou Ikari.
"Hasil convert telah di dapatkan... Seperti sinyal cristal.!" kata Aoba.
Dan tiba-tiba alarm kode merah pun berbunyi.
"Setelah di kira-kira... Itu Angel.!" kata Maya.
"Tampilkan di monitor Shikoku." Perintah Fuyutski.
"Baik." kata Shikoku.
"Itu Angel crystal. Namanya Barta." kata Shikoku.
"Apa yang akan ia lakukan.?" tanya Ritsuko.
"Pastinya menghancurkan kota ini." jawab Misato.
di pagi yang cerah itu datanglah Angel crystal ke tengah kota Tokyo-3. Angel itu berrencana menembus gerbang bawah Tokyo-3 yang perpusatkan markas NERV di sana. Tapi tidak mudah untuk sampai ke sana. Ada sebuah gerbang. Gerbang markas NERV berlapiskan baja dan titanium setebal 3 Km dan gerbang itu ada 33 lapis jauh di bawah kota Tokyo-3.
Shinji yang berada di atas gedung perusahaan elektronik, yang sedang melihat angel tersebut.
"Lihat Angel itu berubah bentuk ke posisi Bor." kata Aoba.
"Apa yang akan dilakukannya...?" tanya Fuyutski.
"Tidak.. Ia akan mengebor gerbang NERV dan menerobos masuk ke dalam markas ini." kata Shikoku.
"Tapi untuk apa...?" tanya Ritsuko.
"Pastinya ia akan mengahancurkan Evangelion." jawab Misato.
dan di atas itu sang Angel pun memulai pengeborannya di tengah kota Tokyo-3. Tanah pun mulai bergetar karna effect bor sang Angel.
"Jika dia ingin menerobos gerbang itu. Dia akan butuh waktu 41 jam." kata sang Komandan.
"Apa...? apakah selama itu...?" tanya Misato.
"Ya... Jadi kita bisa mempersiapkan sesuatu." jawab Komandan Ikari.
"Bagus aku punya sejata rahasia." kata Misato.
"Blester Cannon." jawab Shikoku.
"Ya... Cannon itu bisa langsung menghancurkan sang Angel dan bisa menembus crystal." kata Misato.
"Tapi effect dari ledakan itu akan berakibat fatal." jawab Ritsuko.
"Bagaimana ini Ikari... Kita akan tetap mengambil resiko itu..?" tanya Fuyutski.
"Hmpp.. Kita tak punya pilihan lain." jawab Misato.
"Shikoku apaakah perbaikan EVA-01 sudah selesai.?" tanya Misato.
"Belum kapten tinggal 2 hari lagi." jawab Shikoku.
Keesokannya sang Angel pun masih terus mengebor dan baru menembus 24 Gerbang NERV tersebut.
Misato, Komandan Ikari , Fuyutski , Shikoku pun pergi ke gudang persenjataan di Renvon tidak jauh dari Tokyo-3 dan markas NERV.
"Komandan Shou.. Apakah kau masih menyimpan senjata itu...?" tanya Misato.
"Tentu saja... Senjata itu sudah jarang di gunakan.." jawab Komandan Shou.
dan saat mereka keluar dari sentinel gudang itu mereka akhirnya sampai di mana senjata besar itu di letakan berserta 300 pembangkit listrik bertenaga Nelvo. Yang berhubungan dengan Blester cannon sebagai charge peluru. Peluru yang di gunakan adalah tegangan listrik tersebut. Effect dari Blester cannon adalah dapat meledekan 2 kota besar dalam sekali tembak saja.
"Baik mari kita mulai ini." kata Komandan Ikari.
"Baik." jawab Misato.
Misato meminta NERV membawa 2 unit EVA-nya, EVA-00 dan EVA-01 ke Renvon.
"Baiklah pengecasan senjata membutukah 23 hari untuk bisa digunakan." kata Komandan Shou.
"Itu akan pas pada hari saat Angel itu mencapat gerbang ke 30." kata Shikoku.
"Apakah telalu cepat Komandan..?" tanya misato.
"Tidak... Malah kita menginginkan ini cepat berakir bukan...?" kata Komandan Ikari.
"Ya." jawab Misato.
Dan mereka terus menunggu dan mengamati sang Angel selama 21 hari penuh.
Saat itu hari penentuan 2 pilot Evangelion itu pun di panggil untuk standby.
4 jam sebelum dimulai.
"Hei Ayanami... Apakah kau pernah menggunakan senjata itu sebelumnya...?" tanya Shinji.
"Belum... Kelihatanya ini senjata yang kuat." jawab Rei.
"Ya... Aku berpikir juga begitu." kata Shinji.
2 jam sebelum dimulai.
"Rei, Shinji.! Ayah sangat mengandalkan kalian dalam misi ini. Yang lain juga begitu. Jadi jangan kecewakan aku dan yang lainnya." kata sang Komandan.
"Yang akan menembak adalah EVA-01. Jadi Rei akan melindungi EVA-01 dengan Shield jadi persiapkan diri kalian berdua." perintah Misato.
"Baik kapten..!" jawab mereka berdua.
Dan sementara itu sang angel pun sudah mencapai ke gerbang ke 27.
1 menit sebelum di mulai.
"Hei Shinji..." kata Rei.
"Ya...?" kata Shinji.
"Saat kau bilang cobalah untuk tersenyum itu aku masih bimbang." kata Rei.
"Kenapa begitu...?" tanya Shinji.
"Ya soalnya aku ini tidak tau apakah senyum itu bisa membuat orang senang." jawab Rei.
"Tentu saja... Tentu saja bisa membuat orang senang. Karna senyum juga bagian dalam menghibur orang." kata Shinji.
"Ahh kalau begitu aku masih akan terus mencobanya." jawab Rei.
"Ya terus coba. Jika kau sudah terbiasa, tunjukan lah senyum mu itu pada ku ya... Ayanami." kata Shinji sambil tersenyum.
Karena Shinji berkata seperti itu Rei pun menjadi malu.
Dan sudah saatnya misi tersebut di mulai.
"Misi di mulai.. Para pilot apakah kalian siap...?" tanya Misato.
"Kami siap lepaskan dest-plug nya." jawab Shinji.
"Baik misi di mulai..!" kata Komandan Ikari.
"Shinji para tentara akan menahan Angel dan kau bidiklah dengan tepat." perintah Shikoku ke Shinji.
"Aku sedang mencoba.!" jawab Shinji.
"Baik Blester cannon Velt pertama...! Tembak...!" kata Shinji.
Dengan cepat canno melepaskan tembakan pertamanya yang di tembakan oleh EVA-01.
dengan Ekumus sang Angel ( Angel Shield ), tembakan pertama pun berhasil di gagalkan oleh sang Angel. Dan effect dari ledakan itu adalah baru menghancurkan 4 perbukitan dan 54 gedung di Tokyo-3.
"Apa...? Meleset...?" kata Shinji.
"Shinji presure locking harus di lepaskan." seru Shikoku.
"Untuk apa...?" tanya Shinji dengan panik.
"Itu gunanya akan mempercepat pengisisan energi ke dalam cannon itu." jawab Rei.
"Baik...! Presure locking activated." kata Shinji.
dengan cepat Blester cannon itu terisi ulang dan siap di tembakkan.
"Blester cannon velt kedua..! Tembak...!" kata Shinji.
"Apa...? Shinji menghindar dari sana Angel itu melepaskan Diaxsonic. Kau bisa hancur...!" perintah Misato.
"Apa...? tapi aku tak bisa berpindah...!" jawab Shinji.
dengan diam-diam Shikoku pergi dan masuk ke Entry plug untuk mengendarai EVA-09. Untuk membantu EVA-01 dan EVA-00.
"Shinji...!" kata Ritsuko.
"Aaaaaaaaaaaa...!" teriak Shinji.
"Tenanglah aku disini..." kata Rei.
"Ayanami...?" kata Shinji dengan panik.
"AT-Field full power Defense On.!" Seru Rei.
Dan segera tembakan dari sang Angel pun tertangkis dengan tameng EVA-00.
"Cepat Shinji... Aku tak bisa menahanya lebih lama...!" kata Rei yang sambil menahan tembakan sang Angel.
"Rei, Shinji..! Limit kalian tersisa 1 menit.!" kata Maya.
"Di mana Shikoku...?" tanya Misato.
"Ahh...? Dia menghilang...?" kata Ritsuko.
"Cepat Shinji...!" kata Rei.
"Aku sedang berusaha... Terlalu silau...! Eghgghhh...!" kata Shinji.
dengan cepat keluarlah EVA-09 dengan Rapiernya dan memotong tembakan dari sang Angel tersebut.
"Hiiiiiiiiyaaaaaa...!" kata Shikoku.
dan tembakan pun terhenti karena Shikoku.
"Shikoku...! apa yang kau lakukan...?" tanya Misato.
"Maaf kapten. Seharusnya kalian tau. Kalau aku adalah seorang Angel." Kata Shikoku.
"Apa yang kau bicarakan Shikoku...!" kata Shinji.
"Aku Shikoku tabane anak dari Angel ke 4 melnfith. Dan nama asli ku adalah Redopth." kata Shikoku.
"Apa...? jadi selama ini kau menyamar menjadi manusia Shikoku..?" tanya Ritsuko.
"Tapi kenapa kau tidak membunuh kami semua...?" tanya sang Koamndan.
"Aku bukanlah type angel pembunuh seperti yang lainya. Suatu hari nanti akan ada Angel lagi yang datang ke bumi dengan wujud manusia. Dan angel yang ada di kota itu adalah saudaraku." kata Shikoku.
"Apa...?" kata Aoba.
"Akan aku akhiri ini... Shinji terus bidik dan tunggu aba-aba dari ku..!" perintah Shikoku.
"Baik...!" kata Shinji dan langsung membidik sang Angel.
"Baiklah sampai dimana kita tadi...? Apa kau masih mengingat ku Barta...?" kata Shikoku.
Dan karena Shikoku ingin mengakhiri ini semua maka ia meminta izin kepada sang komandan untuk menjalankan mode Self Destruction dengan membawa misile.
"Komandan izinkan aku mengganti mode... Mode bunuh diri." kata Shikoku.
"Terserah padamu Shikoku... Senang bisa mengenalmu.." jawab sang komandan.
"Kapten, Aoba dan maya... Kalian takkan pernah ku lupakan." kata Shikoku.
"Semoga berhasil Shikoku." jawab Aoba.
"Baik... Rasakan ini...!" kata Shikoku dan berlari menggunakan AT-field full booster ke arah sang Angel dengan membawa sbuah missile.
"Bidikan sudah tepat...! apa selanjutnya...?" tanya Shinji.
"Tunggu saja..." jawab Rei.
Dan Rei pun melihat Shinji yang sedang serius membidik sang Angel. Demi melindunginya Rei pun rela maju untuk menghalau effect ledakan nanti.
"Rei...! Apa yang kau lakukan...! mundur ..!" teriak Shinji.
"Diamlah...!" jawab Rei.
Dan melihat EVA-09 melompat ke arah sang Angel, Shikoku pun memerintahkan Shinji untuk menembak.
"Shinji ...! sekarang..!" perintah Shikoku.
"Blester cannon velt ketiga...! Tembak..! full energi.!" kata Shinji.
dan laser pun ditembakan ke arah sang Angel sampai membelah air danau.
"Whahahahahahahahaha...! Matilah kau Barta keparat...!" kata Shikoku.
dan EVA-09 behasil menancapkan misile itu dan menoleh ke kanan ia melihat laser tersebut.
"Shinji jaga dirimu dan jagalah yang lainya." kata Shikoku.
"Pasti..!" jawab Shinji.
Dan terkenalah EVA-09 dan sang Angel dengan laser tersebut menghancurkan area sampai berjarak 2,3 Km jauhnya.
"Shikokuuuuuuuuuu...! Tidaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk...!" teriak Shinji.
dan effect ledakan itu juga tak meninggalkan Renvon.
"Ini dia...! AT-field full power nano Shield..!" kata Rei.
"Reeeeeeeeeeeeeeeiiiiiiiiii...!" teriak Komandan ikari.
"Shinji menjauh lah..!" perintah Rei.
dan terkenalah Renvon place dan menghancurkan sluruh gudang persenjataan. Dan EVA-00 pun juga terkena ledakan itu menghasilkan Damage yang sangat berat.
dan effect itu sudah berlalu. Shinji yang melihat EVA-00 terbaring di dekat bukit dengan kerusakan yang parah.
"Aoba laporkan status mereka..!" perintah Misato.
"Kerusakan pada EVA-00 skitar 96%.. Tingkat Psikis pilot tidak terganggu sama sekali.. Tingkat ketegangan 78%. Limit tersisa 01.11 detik. Pada EVA-01 hanya Limit saja yang tinggal 00.01 detik lagi." jawab Aoba.
Shinji pun mendekati EVA-00 dan keluar dari EVAnya untuk nenolong Rei yang terjebak di dalamnya.
"Ayanami...! Ayanami...! Apakau mendengar ku..?" teriak Shinji.
"Shinji...?" kata Rei dengan suara pelan.
"Ayanami.. Egh..!" kata Shinji sambil membuka pintu Entry plug EVA-00.
"Ayanami kau tak apa...?" tanya Shinji yang mencemaskan Rei.
"Aku... Tak apa.." jawab Rei.
"Syukurlah... Aku mencemaskan mu.." kata Shinji.
"Shinji... Saat kau bilang tersenyum juga merupakan bagian menghibur orang. Aku jadi berpikir unutk tersenyum tadi." kata Rei sambil memenggan pundak Shinji.
"Ahh..? Jadi saat Effect ledakan tadi..." kata Shinji.
"Ya... Aku mencoba untuk tersenyum." jawab Rei.
"Baguslah..." kata Shinji.
"Ehhhmp...?" tanya Rei.
"Ya Karena aku ingin membuat orang senang dan aku juga mengharapkan kau tersenyum Ayanami. Itu saja yang ku harapkan dari mu.!" kata Shinji yang langsung memeluk erat-erat Rei.
"Ahh...? Shinji...?" kata Rei.
"Sekarang bisa kah kau tersenyum...?" tanya Shinji.
"Aku..." jawab Rei dengan saling tatap-menatap.
dan Akhirnya Rei pun tersenyum kepada Shinji. Dan Shinji pun bahagia bisa melihat Rei tersenyum.
"Ternyata tersenyum itu mudah." kata Rei.
"Dan aku akan mencoba untuk slalu begitu." katanya lagi dan duduk bersama Shinji di pundak EVA-00 sambil melihat bintang.


Evangelion Act. 3 End.