SULAY FANFICTION INDONESIA

==Present==

Sexically Sexical

By

Flying White Unicorn

*Pairing*

Kim Junmyeon*Zhang Yixing

Yaoi

Bxb

Rate M NC17

Don't plagiat

Many typo(s)

Konten dibawah benar-benar banyak menggunakan bahasa sensual mohon disesuaikan dengan umur anda semua yang akan membaca

JANGAN BACA KALAU MASIH UNYU PLEASE T.T

I just wanna travel and fuck you on hotel balconies

….

Junmyeon berdiri diantara pertengahan rak buku yang mengerumuninya. Tidak ada desak-desakan orang ataupun dorongan kereta belanja di antara para pembeli disana. Junmyeon sendiri menyesalkan hal tersebut. Seharusnya di toko buku inilah orang berdesak-desakan mencari apa yang mereka butuhkan. Bagaimana mungkin para penjual buku memprediksikan pembeli hanya membawa satu ataupun dua buku yang cukup ditangan mereka. Sedangkan seharusnya berat buku yang harus di bawa melebihi berat maksimum yang dapat dibawa oleh tangan-tangan manusia.

Sejak perkenalannya dengan website yang di tulis Yixing, kegiatan Junmyeon berubah 180 derajat. Tidak ada lagi Junmyeon yang dari pagi hingga malam di balik meja kerjanya. Begitu makan siang Junmyeon memilih untuk keluar, makan di antara kerumunan orang-orang yang tidak ia kenali kemudian pergi ke toko buku untuk menjawab beberapa pertanyaannya yang tidak pernah dibalas Yixing di website nya.

Junmyeon mengambil beberapa jenis buku, kemudian membawanya menuju kasir. Sang kasir yang tampaknya sudah mulai terbiasa dengan kemunculan pria tampan yang tidak pernah melihatnya itu tersenyum dan menyapa seperti biasa. Tetap tidak ada jawaban, ia kemudian menghitung dan menunggu Junmyeon menggesekkan kartu nya dan menyapanya untuk meninggalkan meja kasir dan menanti pembeli yang baru.

Junmyeon segera menuju parkiran, meletakkan bukunya di samping tempat duduknya kemudian keluar dari parkiran untuk kembali menuju kantornya. Rintikan air mulai membasahi mobil Junmyeon, ternyata diluar hujan tidak terdengar hingga ke dalam mall. Junmyeon diam melihat butiran air yang membasahi kaca mobilnya. Hujan yang tidak menghubungkannya dengan Yixing tetapi mengapa membuatnya memikirkan Yixing. Junmyeon menghela napasnya, sungguh rasa penasaran ini semakin menjadi-jadi melebihi batas kewajaran yang dimiliki. Mungkin sudah berubah menjadi sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh dari sifat penasaran. Yaitu jatuh cinta.

.

.

Sudah lewat tengah malam Yixing menghidupkan laptopnya, menghubungkannya dengan jaring-jaring sosial manusia yang lebih dari 90 persen tidak ia kenal. Tidak ada jam khusus untuk meringkuk di depan laptop membaca puluhan banyak chat yang masuk ke dalam website nya. Yixing seorang yang teliti, ia akan mulai membaca dari bawah chat yang masuk kemudian memikirkan apakah harus dibalas atau pun tidak. Semua obrolan yang di kirimkan kepadanya sesungguhnya terbaca tapi layak atau tidak ia membalasnya itu semua sesuai dengan keinginan dirinya. Tidak ada pemaksaan, sama seperti dia menjalani kehidupan. Berjalan seperti mana yang ada tanpa dibuat-buat.

Hey Zyxzjs,

Bisakah kau menolongku? Aku tengah bersedih. Membuka ask fm ku dan menemukan banyaknya orang yang mencibirku daripada bertanya. Aku benci ketika IG mulai mempunyai DM, betapa mereka mengejarku hingga kesana berharap aku membaca segala macam sumpah serapa mereka kepadaku. Apakah ini tandanya sudah saatnya aku menutup akun sosialku?.

Yixing tersenyum, curahan biasa oleh kalangan yang tidak biasa. Bisa jadi yang mengirimkan obrolan itu adalah seseorang dengan kapasitas ketenaran yang besar sehingga orang-orang sanggup meneror nya di siang malam harinya.

Hai kau di ujung sana,

Ketika kau mulai bertanya bisakah aku membantumu untuk sesuatu yang menyangkut kehidupan pribadimu, sudah tentu jawabanku adalah tidak. Tapi curahanmu mengingatkan ku ketika pagi hari tadi aku membuka televisi, hal yang sangat jarang terjadi untukku. Menonton sebuah show menampilkan sang pembawa acara yang dikabarkan telah menutup dua media sosialnya. Alasannya bukan karena haters melainkan dia ingin kembali menjadi siapa dia, dia ingin berhenti makan sesuatu karena foodporn, berhenti memakai baju yang menjadi tren dan OOTD, ataupun berhenti mengedit fotonya hingga terlihat indah. Ia berhenti melakukan semua itu hanya karena ia ingin kembali ke sofa ruang tamu nya dan memainkan ujung rambutnya lebih lama.

Indah bukan?

Aku tidak menyarankanmu untuk menutup segala macam sosial media mu, satu pelajaran yang bisa kau ambil dari dirinya. Nikmatilah hidupmu, semua yang kau rasakan itu hanya karena tidak cukupnya waktu untuk dirimu menikmati hidupmu.

Kau terlalu sibuk memikirkan pembicaraan orang lain tentang dirimu, kau terlalu heboh memikirkan perasaan orang lain tentang sikapmu. Berhentilah mengurusi mereka, urusilah perasaanmu sendiri.

Yixing menekan tanda send, kemudian melanjutkan membaca kiriman yang lainnya.

Hi Zyxzjs,

Apakah salah mencintai pacar sahabatku sendiri?

Yixing mengabaikan

Hi Zyxzjs,

Apakah salah jika saya menjadi simpanan seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya?

Yixing tetap mengabaikan

Yixing….

Aku merindukanmu…

Yixing tersenyum dia tahu siapa pengirim pesan tersebut, Yixing mengabaikannya..

Yixing..

Kenapa hujan ini membuatku semakin merindukanmu..

Yixing menghirup kopi, matanya masih memandang tulisan di depannya. Tidak ada rayuan, murni suatu perasaan yang tertera sang pemilik.

Hi pria dingin…

Akhirnya kau berjumpa dengan rekanmu, hujan. Ya kalian sama-sama mengeluarkan suatu atmosfer yang sama, terkadang bisa deras ataupun hanya rintikan. Biasanya juga membawa satu keadaan yang sama, yaitu sakit.

Mana yang menurutmu lebih membuat kau mengingatku? Melihat rintikan hujan ataupun secangkir kopi panas? Mungkin semuanya.

Semakin kau merasakan rindu, semakin banyak mau sanggup menghabiskan waktu hanya untuk memikirkanku. Tetap satu yang nyata, aku tidak akan keluar dari pikiranmu dan memelukmu.

Teruslah merindukanku, mungkin itu akan membuat hari pertemuan kita semanis wine dan sepanas kopi hitam.

Yixing berhenti di akhir chat yang masuk ke dalam mailbox nya, memandang luar mengawasi dari jauh dua orang yang berciuman. Satunya masih diatas sepeda motornya sedangkan yang satu lagi kakinya telah berada di bumi tidak dengan hatinya Yixing rasa.

Yixing segera menuju lebih kedepan kaca berharap dua orang tersebut menyadari mereka tengah diawasi. Tetapi ternyata tidak berpengaruh bagi kedua orang yang sama-sama telah mabuk dalam cairan cinta yang seperti membendung dan melindungi mereka dari apapun. Ciuman yang semakin intim, tangan-tangan yang mulai masuk kedalam baju.

Yixing memutuskan untuk mengetuk kuat kaca, menciptakan suara yang mampu membuat dua orang tersebut kembali ke bumi. Kedua sejoli itu akhirnya mulai menyadari mereka masih berada di dunia. Melihat kearah suara bising yang mengganggu mereka kemudian saling melepaskan diri kemudian berpisah.

Dengan jaket kulit dan rambut berwarna pink, rasanya suatu penampilan yang kontras dengan tatapan mata penuh amarah. Orang yang mungkin saja Yixing tunggu dalam malam hari ini.

" Kenapa malam sekali pulangnya? Apa besok kau tidak ada jam belajar?."

" Siapa peduli!."

" Lu! Luhan!."

Orang yang dipanggilnya tidak memperdulikan, kemudian pergi meninggalkan Yixing sendiri. Yixing diam membiarkan adik satu-satunya orang yang disayang dan juga musuh satu-satunya itu pergi menuju kamarnya. Rasanya Yixing sudah mulai lupa sejak kapan antara dia dan adiknya menjadi dua ujung mata pedang yang saling menusuk.

Ting!

Sebuah mailbox masuk kembali

Hi Zyxzjs,

Apa kau pernah merasa sedih?

Yixing mengabaikan pesan tersebut, bukan karena dia tidak tahu jawabannya. Karena ia membiarkan air matanya menggantikan ketikan jawaban tersebut.

Dibelakangnya Luhan yang baru keluar dari kamarnya untuk mengisi botol air minumnya, memandangi sosok kakak laki-laki satu-satunya, orang yang jarang berbicara dan bertemu dengannya. Kini menangis di atas kursinya seperti sosok seorang yang kesepian.

Biasanya memang Luhan hanya berjumpa ketika malam dengan kakaknya itu, ia tidak pernah peduli apa pekerjaan ataupun kegiatan kakaknya itu. Ia terlalu muak untuk sekedar memulai percakapan. Tidak ada yang salah sesungguhnya dari sosok Yixing dimata Luhan, dia kakak yang tidak banyak mencampuri urusannya, bahkan ketika Luhan menjalin asmara dengan sesama laki-laki. Yixing tidak pernah mencampuri urusan pribadi Luhan. Ia hanya peduli dengan pendidikan Luhan yang semakin banyak di tinggalkan Luhan.

Mungkin itu salah satu dari sekian banyak alasan mengapa Luhan muak dengan Yixing. Mengapa Yixing harus peduli dan memaksa Luhan menjadi seorang dokter jika Luhan tidak pernah bermimpi menjadi seperti itu. Membuatnya mengubur cita-cita nya menjadi seorang penyanyi. Luhan menatap geram kakaknya, kembali masuk ke dalam kamarnya dengan botol kosongnya.

..

Sudah hampir dua puluh kali rasanya Junmyeon membaca balasan dari Yixing, sibuk menduga bagaimana perasaan Yixing ketika membalas pesannya itu. Apakah senang? Ataupun sama seperti dirinya rindu?. Junmyeon menggelengkan kepalanya. Itu tidak mungkin terjadi jika Yixing merindukannya. Bahkan mungkin Junmyeon hanya dianggap seperti pelanggan yang lainnya. Mungkin juga balasan dari Yixing sopan santun kepada konsumen.

Junmyeon memejamkan matanya, perasaan cemburu, tidak berdaya menghampirinya. Ingin memiliki tapi rasanya tidak mungkin karena si pemilik hati tidak mengizinkannya. Junmyeon berpikir, apa dia harus bersikap seperti primitif menculik Yixing dan menyimpan nya sendiri hanya untuk dirinya. Bukankah itu yang di inginkan hatinya daripada dia harus melewati hari demi hari memikirkan bersama siapa Yixing saat ini.

" Dooor!."

Junmyeon membuka matanya memandang kedepan dua sosok manusia yang paling tidak dia harapkan muncul saat ini.

" Ada apa?."

" Hyung… Kau galak sekali. Kami hanya ingin berbicara denganmu menghabiskan waktu bersama. Kita kan keluarga hyung…" Ucap Jongdae

Dibelakangnya Minseok sibuk mengangguk-anggukkan kepalanya, percis boneka anjing kecil yang jika dinyalakan tombol on nya maka kepala mengangguk-angguk lucu.

" Apa mau kalian?." Tanya Junmyeon langsung

" Hehe hyung mu ini paranormal ya sepertinya." Ucap Minseok

Jongdae memberikan tanda untuk Minseok diam tidak berkomentar daripada rencana mereka akan gagal.

" Begini Hyung… kemarin kan.. waktu aku minta kau mewakiliku ke Jepang itu…Er…"

Junmyeon menyipitkan pandangannya ia tahu apapun yang dibicarakan adiknya itu adalah sebuah masalah yang akan diselesaikannya nanti.

" Er.. Seharusnya aku diminta untuk mengurusi bisnis disana. Apakah bisa kau…"

" Menggantikanmu?."

" Ya, kutahu ini akan susah ditambah lagi tidak cukup waktu hanya seminggu berada disana, dan perusahaan mu yang tidak mungkin bisa kau tinggalkan. Tapi kita kan saudara, bukankah saham kita berada dalam satu company hyung.."

" Baiklah."

" Eh apa?!." Tanya Jongdae tidak yakin

" Baik aku akan menggantikanmu disana. 70 persen keuntungan mu akan menjadi milik ku."

" Apa kau yakin?! Lalu perusahaanmu?."

" Perusahaanku akan berjalan dengan sendirinya Jongdae, aku bukan memelihara kambing yang ku beri makan kemudian ketika aku pergi maka mereka akan mati."

" Jadi kau setuju?."

" Siapkan penerbanganku kelas Business. Aku mau tidur dulu."

Junmyeon meninggalkan Jongdae dengan semakin menggenggam ponselnya erat.

Yixing, aku semakin dekat denganmu….

Jongdae masih membuka lebar mulutnya yang kemudian Minseok tutup dengan tangannya.

" Sudah pesan saja tiketnya cepat. Dengan begitu kita bisa party lagi dirumah hihi." Ucap Minseok

Jongdae yang telah kembali ke alam sadarnya ikut tertawa bahagia bersama pasangannya, walau dia tidak menyangka jika Junmyeon dengan mudah akan menyetujui keinginannya itu.

" Ta..Tapi Minseok.. bukankah ini aneh?." Tanya Jongdae lagi

" Kau kenapa sih? Hyung mu sudah setuju sekarang kau yang sibuk memikirkan tidak jelas. Sebenarnya yang aneh siapa?." Minseok pergi dengan geram

" Sini dulu.." Jongdae menarik Minseok

" Apa?."

" Kemarin butuh berhari-hari aku memujuknya untuk menggantikanku ke Jepang. Sekarang kau lihat! Cukup ucapan saja." Ucap Jongdae dengan nada herannya

" Hmm.. Aku juga kemarin mengintip waktu hyung mu tidak pergi kerja. Dia hanya diam di depan laptopnya." Ucap Minseok

" Seperti…"

" Seperti orang yang sedang jatuh cinta. Tapi tidak berada disini. Astaga!."

" Kenapa Minseok?."

" Siapa rekan bisnis mu disana?!."

" Jongin?."

" Bagaimana orangnya? Penampilannya?."

" Coklat seperti beruang, tinggi, badannya lumayan bagus, mesum…."

" Ha! Itu dia! Hyung mu…"

" Hyung ku? Kenapa hyung ku?!." Tanya Jongdae panik

" Hyung mu UKE!."

" Ha?!."

TBC

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

Happy satnite adik- adik sayang ^^

Mau balas review bingung mulai darimana… mulai balasan chap ini saja ya kedepannya biar ada ngobrol-ngobrolnya ^^