.

Title: V ?

,

Cast: JinTae/ VJin ,

BTS

author: Taehyvng

Jimin masuk ke rumah Taehyung dengan gugup. Walaupun disebelahnya ada Jungkook yang menggenggam erat tangannya. Tetap saja ia merasa takut. Bagaimana jika orang tua Taehyung menuntutnya? Ia sendiri pun belum tahu apa obat yang bisa mengembalikan Taehyung menjadi normal kembali. Apalagi jika keluarga Seokjin mengetahuinya. Pertunangan Taehyung dan Seokjin pasti akan dibatalkan.

.

"Selamat siang ahjumma" Jimin dan Jungkook berjalan masuk sambil tersenyum ke dalam rumah Taehyung.

"Jimina? Kookie? Ne~ selamat siang. Eh? Tapi untuk apa kalian kesini? Taehyung kan sedang pergi ke rumah Jimin?" Tanya ibu Taehyung.

"Ah iya ahjumma. Justru itu, aku ingin memberi tahu sesuatu" jawab Jimin gugup.

"Sesuatu? Apa itu?" Tanya Nyonya Kim. "Oh yasudah kalian duduk dulu saja, ahjumma akan mengambilkan minum untuk kalian"

"T-tidak perlu ahjumma. Kita ingin cepat saja" potong Jungkook sopan. Nyonya Kim memasang wajah bingungnya. Biasanya Jimin dan Jungkook merayunya untuk membuatkan segala jenis makanan atau minuman yang aneh.

"Jadi, apa yang ingin kalian berdua bicarakan?" Tanya Nyonya Kim.

"Eumm, Taehyung... Dia..."

"Kenapa Taehyungie-ku?"

Jimin menggigit bibir bawahnya ragu. "Dia..."

"Ya? Dia?"

Jungkook menghela nafasnya. "Ahjumma, Taehyung berubah menjadi anak kecil karena memakan permen percobaan Jimin" ucap Jungkook apa adanya.

Jimin menggigit bibir bawahnya lebih keras selama Nyonya Kim diam mencerna apa yang Jungkook katakan.

.

1 detik

5 detik

10 detik

15 de...

"MWO?!" Teriak Nyonya Kim "S-SEKARANG DIMANA TAEHYUNGIE-KU?!" lanjutnya.

Jimin dan Jungkook berpegangan tangan lalu menutup matanya dan memundurkan sedikit badan mereka karena teriakan Nyonya Kim.

.

.

-other side-

Taehyung -coret- V melipat tangannya dan menutup matanya. Mengambil sikap berdia dan berlutut didalam mobil. Tak lama kemudian ada sebuah mobil yang datang dan oarkir tepat di halaman rumahnya. V mengintip melalui jendela untuk mengetahui siapa yang menjadi tamu keluarganya tersebut.

Mata V membulat lebar saat melihat bahwa Kim Seokjin -calon tunangannya- itulah yang keluar dari mobil dari mobil sang tamu tersebut. Hampir saja Taehyung melompat turun dari mobil dan memanggil Seokjin jika saja ia lupa bahwa ia sedang terjebak di tubuh bocah berumur lima tahun saat ini.

.

.

.

"Annyeong~" sapa Jin saat memasuki rumah mertuanya tersebut. Hendak mempertanyakan kejelasan dari hubungannya dan Taehyung yang tak juga menemui titik terang.

"Ah annyeong Jin-ah" balas nyonya Kim yang langsung duduk setelah meneriaki Jimin dan Jungkook. Jika boleh jujur, sebenarnya ia belum mengerti.

"Ne ahjumma. Aku kemari untuk me- eh? Kalian? Kalian kakak V yang tadi di taman kan? Untuk apa kalian ada disini?" Tanya Jin saat melihat Jimin dan Jungkook.

"V?"

"Ahjumma, jadi sebenarnya..."

"Ada apa ini?"

"Eumm maafkan kami Ahjumma, maafkan kami Jin-ssi. V, itu adalah Taehyung" Jungkook kembali menjelaskan karena Jimin yang tak kunjung menjelaskannya.

Oh. Bolehkah Jimin membunuh kekasihnya sekarang?

.

Hening.

.

"A-apa maksudmu?" Jin memecah keheningan. Ia tidak percaya dan tidak mengerti apa maksud Jungkook.

Jimin menghela nafasnya. Ia paham kebingungan mereka. Ini semua ulahnya. "Biar aku yang menjelaskan"

.

*Skip Time*

.

V meringkuk di jok mobil dan menggigit bibir bawahnya. Bagaimana jika Jin tahu bahwa ternyata calon tunangannya itu hanyalah seorang bocah bau matahari? V sudah tahu bahwa Jin adalah orang yang baik. Sangat baik bahkan. Dan tentu saja jauh didalam dirinya, dalam hati dan kepribadian seorang Taehyung, ia tak mau kehilangannya. Ia memeluk bantal mobil dan menenggelamkan kepalanya sambil menggigit bantal tersebut dan mulai terisak.

'Kenapa aku bodoh? Kenapa penyesalan harus datang terlambat? Coba saja aku tidak berusaha menghindar tadi pagi'

Tangisan Taehyung makin menjadi. Rasa bersalah berlomba- lomba menyiksa batin dan hatinya secara bersamaan. Ia menyesal, merasa bersalah dan juga egois di waktu yang sama.

Kalau saja ia percaya terhadap Jin saat itu.

Ya..

Kalau saja,

.

Tak lama kemudian pintu mibil dibuka. Membawa hawa hangat matahari yang khas masuk kedalam mobil yabg dingin tersebut. V mengeratkanpelukannya ke bantal tersebut. Ia tidak mau melihat siapapun yang ada di puntu. Ia tak mau. Sangat tidak mau.

"Hey"

DEG!

'Suara itu...?'

"Hey Taehyung? Ah, maksudku, V?"

V meremas bantal sebut dan menggigitnya lebih keras. Ia menekuk kakinya lebih dalam. Tubuhnya bergetar hebat.

"Jangan takut, aku sudah mendengarnya. A-aku..." Jin merasakan sesuatu menekan dadanya saat melihat Taehyung jecil takut padanya. Apakah yang ia katakan di taman tadi salah? Oh mungkin kalimat dimana Jin berkata ingin membatalkan pertunangan mereka. "T-taehyung maafkan a-"

V menggeleng bahkan sebelum Jin menyelesaikan kalimatnya.

SRET

Jin menarik tubuh mungil V dan memeluknya. Menarik dan melempar bantal oenuh liur bayi yang sebelumnya dipeluk oleh bocah tersebut. "Aku tidak peduli bentuk tubuhmu sekarang. Bahkan jika kau adalah bayi berusia satu tahun pun aku tidak peduli. Kau sudah mendengar semuanya Taehyung, kau sudah tahu semuanya. Aku mencintaimu bahkan sebelum aku mengenalmu. Bukan mencintai fisikmu" bisiknya.

V tetap menggeleng didalam pelukan Jin. Tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya saat ini "M-maaf" bisik V dengan suara lembut khas bocah berusia 5 tahun yang lugu. Suaranya serak karena baru saja ia menangis.

"Sssst uljima. Ini bukan salahmu"

"T-tapi. Aku belum tentu bisa kembali... a-aku juga sudah membohongimu Jin-hyung" ucap V sambil mencoba mendorong tubuh kekar Jin yang memeluknya erat.

Ia merasa tidak pantas.

Jin merasakan dadanya menghangat saat bocah dipelukannya menyebut namanya. "Dengar, jika aku berada di posisimu tadi, aku akan melakukan hal yang sama" ucapnya. Tangan besarnya menurun tangan kecil V menempel di dadanya. "Bisakah kau rasakan? Betapa senangnya aku saat bisa bertemu denganmu? Betapa jantung ini berdetak cepat saat akhirnya aku berhasil merengkuhmu?" Ucap Jin tulus dan menatap bola mata V dengan dalam dan lekat.

V mengangkat kepalanya dan tatapan mereka bertemu. Si bocah menatap mata Jin dengan lekat mencoba menggali kebohongan yang mungkin terlihat dari tatapan matanya. Namun ia tidak dapat menemukannya. Semua disimpan dengan rapi. Itupun jika Jin berbohong.

Selama Jin menatap setiap inci wajah mungil milik V yang sangat mirip dengan Taehyung yang tampan itu. Memuaskan dirinya dengan melihat ciptaan Tuhan yang sangat indah yang harusnya menjadi miliknya suatu saat nanti.

"Oh iya, kau pernah mendengar cerita pangeran kodok?" Jin memecah kegiatan tatap menatap antara mereka berdua. Taehyung hanya mengangguk. Jin tersenyum simpul. "Apa yang dilakukan untuk mengembalikan sang pangeran tersebut?" Tanyanya penuh arti.

V terdiam. Pipinya memerah "M-menciumnya?" Suaranya sangat pelan. Well, bocah itu mengerti kemana jalan pembicaraan ini. Memikirkannya membuat pipinya semakin hangat.

Jin tersenyum kecil melihat reaksi V. Ia menyejajarkan wajahnya dan wajah V. Menatap matanya dalam. "Mau mencobanya?"

Jin menabrakkan bibir mereka tanpa menunggu jawaban resmi dari bocah berumur lima tahun didepannya. Membayar rasa ingin tahunya akan benda pink kenyal nan manis yang berada di wajah sang calon tunangan. Merasakan betapa manisnya bibir itu dan melupakan waktu juga membutakan keadaan.

V tidak memberontak. Ia juga menginginkan ini walaupun tak terpikir olehnya melakukan hal ini sebagai V. Bukan Taehyung.

"YAAA!"

Taehyung menggigit bibir Jin karena suara teriakan seorang wanita dari pintu mobil mengagetkannya. Dua sejoli itu menarik tubuh mereka melompat mundur dan menatap yeoja paruh baya yang dikenali sebagai ibu Taehyung dengan tatapan horror.

"CEPATLAH MENIKAH KALIAN! DAN OH, PARK JIMIN! JEON JUNGKOOK! KALIAN MENGERJAI AHJUMMA?! DEMI TUHAN INI TIDAK LUCU ANAK ANAK!" pekik wanita itu.

Jimin dan Jungkook bertatapan bingung di belakang Ny Kim. Semua terdiam mencoba memahami betul keadaan saat ini. Ny Kim menghela napasnua lalu masuk kedalam mobil. Menyingkirkan Jin dari putranya dan memeluk Taehyung.

Ingat, Taehyung! Bukan V!

"Mereka bilang kau berubah menjadi anak berumur lima tahun. Umma sangat khawatir Taehyungie"

Semua membulatkan matanya. Betapa bodohnya Jin baru menyadari bahwa V bertransformasi selama mereka berciuman. Entah kenapa hatinya berdesir mengingatyang ia cium ternyata adalah Taehyung bukan bocah berumur 5 tahun yang bernama Taehyung.

"Ah eomma sebenarnya-"

"Taetae tahukah kau? Mereka bertiga bahkan membuat tokoh anak berumur lima tahun yang bernama V untuk meyakinkan eomma. Mereka jahat sekali bukan?"

"Eomma aku-"

"Tae, eomma tidak bisa membayangkan jika semua itu benar. Jika-"

"EOMMA DENGAR! SEMUA ITU BENAR!" teriak Taehyung lalu memeluk eommanya lebih erat "dan kejadian yang eomma lihat tadi lah yang membuatku kembali" Taehyung melembutkan kembali suaranya. Sang eomma melepaskan pelukannya lalu menatap putranya dan Seokjin secara bergantian

"B-benarkah?" Tanya Ny Kim tak percaya yang dibalas anggukan kecil dari keduanya. "Ah sayang sekali padahal eomma belum sempat melihat little Taetae"

Mereka hanya bisa sweatdropped melihat emosi ibu Taehyung yang tak menentu.

"Jadi ahjumma?" Ucap Jin tiba- tiba.

"Ah aku pasti akan melaporkan kejadian ini dan memaksa ayah kalian berdua untuk mempercepat pertunangan kalian. Dan ingat! Kim Taeyeon tidak menerima oenolakan!" Ucap sang ibu.

"Tapi eomma kami baru saja-"

"Berciuman? Ya eomma melihat dengan jelas semuanya" Taeyeon -eomma Taehyung- memotong perkataan putra satu satunya itu. "Dan kau Seokjin, aku yakin jika Miyoung mendengar kabar ini, kau akan masuk kedalam masalah besar"

Jin meneguk ludahnya kasar mendengar nama ibunya disebut. Ia yakin eomma Taehyung pasti akan melebih- lebihkan cerita karena ia sudah mencuri keperawanan bibur anak tercintanya tanpa ijin.

"Ahjumma, aku-"

"Ssstt diam." Taeyeon keluar dari mobil. "Ini mo

bil Jimin. Jika ingin melanjutkannya, lanjutkan di mobilmu Kim Seokjin" Taeyeon menyeringai kecil. "Ayo masuk anak anak! Ahjumma akan membuatkan kue!" teriak wanita itu memancing Jimin dan Jungkook masuk. Jimin berlari kecil ke kursi pengemudi dan mencabut kunci mobilnya.

"Selamat bersenang- senang Taetae" ucapnya.

Jin menyeringai dan menarik Taehyung kedalam mobilnya

'Oh tidak aku berharap aku masih menjadi V sekarang...'

.

.

.

TBC~~! Akhirnya bisa ngelanjutiin XD

Senin besok aku UN mohon doanya ya readerdeul-/\- /author nakal/

Makasih yang udah baca~ ngeriview ataupun enggak. Aku sayaaaaang banget sama kalian. Setelah selesai hiatus nanti, Taehyvng akan kembali melestarikan ff Bangtan yeheeeeee XD

Makaseh mau baca~ semoga menghibur:D