Annyeong! Ucchan nongol lagi! Ngebawa chapt final nih! Kekeke, mian kalau maksa ne. Ucchan gak punya ide buat ngemanjangin! Ini… Ucchan dapet inspirasi dari foto HanChul yang Ucchan lihat di You tube! Huweee, Hanppa jatuh pingsan! Entah itu beneran atau cuma akting.

Hem… ngomong apa ne? Ah iya~! Kalau Readerdeul sekalian mau epilognya, Ucchan bikinin! Kalau gak mau… hiks… ndak papa deh! Eheheh, moga-moga suka ne!

RnR pleasee~!


Ucchan persembahkan:

A Deathly Bet

Pair: HanChul, Other SuJu Pair

Rated: T~

Genre: Romantic, Hurt/Comfort, General

DISCLAIMER: Tuhan, ayah ibu mereka, SMEnt, Elf (Jadi mereka punya Ucchan juga~*PLETAK!*)

WARN: Gaje, alur membingungkan, bahasa Korea yang minim kebenarannya, plot rumit, YAOI, BL!BOYSLOVE!, Genre gado-gado!

DIDN'T LIKE? DON'T READ!

Happy Reading, chinguu~


DONGHAE POV


"Kenapa kamu menangis…?" kutatap chocolate yang terus menerus mengeluarkan air mata itu.

"… Kau ingat, Haesshi…? Saat kau berumur 4 tahun." aku mengernyit heran. 4 tahun lalu…?

"Ciuman pertamamu," ah! Aku ingat! Aku mengangguk polos. Sedetik kemudian aku tersadar, BAGAIMANA NAMJA TAMPAN DIDEPANKU INI BISA TAHU?! Aku menatap chocolatenya minta penjelasan.

"… Akulah bocah laki-laki yang menciummu waktu itu…" ringisnya pelan. aku membelalakkan mataku. Apa dia bilang?!

"Mian… akulah yang merebut ciuman pertamamu… aku sangat mencintaimu…" aku menunduk dengan wajah pucat. Kalau itu… aku ju-

"Tapi, kau menyukai Heechullie ah, bukan? Kau bahkan mengirim surat cinta padanya…"

GLEK! Aku dengan susah payah berusaha menelan salivaku.

"Tapi aku tetap mencintaimu…" aku menatap chocolatenya. Siwon sunbae… kalau kau tahu bahwa aku hanya bertaruh, apa kau akan senang…? Atau malah marah…?

"Er, itu saja yang mau kusampaikan… mian mengganggu istirahatmu." ucap Siwon sambil menjauhkan wajahnya dariku. Kutatap punggungnya yang semakin menjauh.

Dan…

Blam… punggungmu menghilang dibalik pintu. Aku menundukkan wajahku. Liquid-liquid bening meluncur dengan mulus dari mataku. Aku jatuh terduduk. Mengacak-acak rambutku kesal. Kenapa aku membuat taruhan seperti ini?! Kalau sampai ketahuan, akan ada banyak yang terluka… aku hanya bisa merutukki kebodohanku.

"N-nado… nado sarangheyo…"


KYUHYUN POV:


"Jeongmal sarangheyo," kupeluk tubuh mungil itu. Takut akan melepaskannya lagi.

"M-m… lepas… Kyu ah…" kurasakan tangan mungilnya yang berusaha mendorongku.

Akhirnya kulepaskan pelukanku dengan berat. Yesung memandangiku dengan sorot penuh luka.

"Mian… aku tak bisa membalas perasaanmu…" aku tersenyum miris. Ah, aku tahu akan jadi begini…

"Karena aku… tidak bisa mencintaimu…" dia menggigit bibirnya yang gemetar. Aku mengangguk pelan sambil tersenyum.

"…Arraseo…" dia menatapku dengan sayu. "Aku akan membuatmu mencintaiku…" seketika matanya membulat.

Tak peduli, aku berdiri dan mengecup pipi chubbynya, lalu beranjak dari ruangan itu secepat kilat. Ya, aku pasti akan membuatmu mencintaiku, Yesung hyung.


READER POV:


"Hankyung… gomawo sudah menolong adikku!" Hankyung menatap namja didepannya dengan alis bertaut. Tumben sekali Heechul –nama namja itu– berterima kasih?

"Gwenchana… aku sudah bilang 'kan? Aku senang dapat menolongnya." Hankyung melirik yeoja mungil yang sedang tertidur dipangkuan Heechul. "Aku senang dia mau menghabiskan waktu ulang tahunnya di rumah sakit! Kkk~"

Heechul tidak menjawab. Ditatapnya caramel itu dengan tatapan sendu. Caramel yang mengingatkannya pada seseorang…

"Gwenchanayo, Heechul sunbaenim…?" Hankyung menatap iris mata Heechul dengan khawatir.

"… Saranghaeyo…" bisik Heechul sambil menatap sayu caramel Hankyung. Tapi bisikkan itu masih sanggup didengar Hankyung. Hankyung melongo. Apa tadi kata Heechul? Heechul mencintainya?

"Saranghaeyo… sial! Aku tidak tahu kenapa… tapi aku sudah jatuh cinta padamu!" desis Heechul pelan. Tak mau yeoja kecil dipangkuannya terbangun.

Hankyung tersenyum. "Jinjjayo…?"

Heechul mempoutkan bibirnya kesal. "Jangan buat aku mengulanginya la-"

"Nado saranghaeyo, Heechul sunbaenim…" senyum lembut terulas dibibir tipis Hankyung. Heechul membelalakkan matanya.

"Kau… yakin…?" tanya Heechul ragu. Jujur dia sudah siap ditolak mentah-mentah oleh Hankyung. Mengingat betapa kasarnya Heechul pada namja tampan itu.

Hankyung mengangguk sambil mengusap pipi Heechul. "Aku juga sangat mencintaimu, Cinderella…" wajah Heechul memanas. Dia sangat suka dengan sentuhan Hankyung… Goddamnit… sepertinya dia mulai gila!

Dengan lembut, Heechul mengangkat tubuh mungil Jessica, dan memindahkannya kesofa. Lalu berjalan mendekati Hankyung. Namja itu langsung meraih Heechul dalam pelukannya.

"… Jangan pernah tinggalkan aku, Hankyung ah…" bisiknya ditelinga Hankyung.

"… Tentu Cinderella… aku takkan pernah meninggalkanmu…" ucap Hankyung ragu sambil mengeratkan pelukannya. Sungguh… kini dia sibuk merutukki taruhan itu…

Heechul melepaskan pelukan hangat itu, dan menatap intens wajah Hankyung, namja tampan yang lebih muda darinya itu. perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Hankyung.

Cup

Hanya sebuah kecupan penuh cinta dari Heechul untuk Hankyung. Hankyung tersenyum disela kecupannya.

Perlahan kecupan itu berubah menjadi lumatan. 'Manis…' batin Hankyung saat menjilat bibir Heechul.

"Eumh…" desah Heechul saat Hankyung mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Heechul.

Bunyi kecipak lidah yang saling beradu terdengar. Tangan Hankyung memeluk pinggang Heechul, sementara namja cantik itu melingkarkan tangannya dileher Hankyung.

Beberapa saat kemudian, keduanya saling melepas pagutan karena kehabisan oksigen.

"Hah… hahh…" Heechul dan Hankyung saling bertatapan sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.

"Jeongmal saranghaeyo, Hankyung ah…" Heechul memeluk Hankyung dengan sangat erat.

Hankyung tersenyum manis sambil mempererat pelukan mereka, "Nado… nado saranghaeyo…" Tuhan… bisakah ia memutar waktu…?


"Heechul ah! Kau salah paham… aku benar-benar mencintaimu! Ini hanya-"

"Tolong percayalah padaku! Aku dipaksa olehnya! Bukan mauku!"

"Cinderella… jeongmal saranghaeyo…"

"Kuharap kau mau mempercayaiku…"


:

:

Kini keempat sahabat itu sedang sibuk di kantin. Mereka sedang mendiskusikan sesuatu.


HEECHUL POV


Aiish, dimana si Hankyung? Padahal aku mau menemuinya! Aku kangen padanya… aku tersenyum sendiri. Padahal aku baru saja bertemu dengannya semalam. Tapi masih teringat sampai sekarang.

Ah! kantin! Pasti dia ada disana bersama teman-temannya itu! aku secepat kilat memacu kakiku kearah kantin.

:

:

Aku menemukan sosoknya! Saat aku hendak menghampirinya, aku mendengar seruan namja temannya,

"MWO?! Kau sudah ditembak si Cinderella itu?!" namja gila yang pernah dance digerbang sekolah itu membelalakkan matanya.

"N-ne…" Hankyung tetap memakan mienya dengan tenang. Entah kenapa aku mencium sesuatu yang tak beres disini…

"Aiiish, berarti Hankyung menang dong?" aku membelalakkan mataku. Menang!? Menang apa?!

"Ne, Hankyung kau memenangkan taruhannya! Cih, sial!" celetuk namja yang waktu itu menyanyi. Taruhan…?! APA MAKSUDNYA INI!? Kurasakan mataku memanas.

"Kasihan si Cinderella! Dia mengira kau benar-benar mencintainya, Hankyung ah!" tawa namja berwujud ikan itu. Aku menatap Hankyung menunggu jawabannya. Tolong… jangan bilang kau tidak mencintaiku… jangan…

"Ne, kau… benar…" aku menatap namja itu dengan hancur. Ya, aku hancur… sangat hancur…

Segera aku berlari menghampiri keempat namja itu. Mereka pikir aku ini apa?! Seenaknya bertaruh begitu!

"He-heechul sunbaenim…?" suara namja ikan terdengar ketakutan. Hankyung hanya menatapku dengan tatapan aneh.

"Kalian puas heh?!" bentakku kesal. Keempat namja itu terdiam. Hankyung tetap menatapku dengan sorot yang tak dapat kuartikan.

"Kalian brengsek! KALIAN PIKIR SIAPA KALIAN?! Seenaknya membuat taruhan!" caciku emosi. "Dan kau!" aku menatap namja yang sangat kucintai itu dengan sorot penuh kebencian.

"KUTARIK KATA-KATAKU! Aku membencimu! Sangat hiks…" sialan! Air mataku malah jatuh disaat seperti ini! Hatiku sakit… sangat sakit… Tuhan… aku sangat mencintainya…

"…" Hankyung tetap terdiam sambil menatapku. Itu membuatku semakin hancur. Apakah semua kata-katamu malam itu bohong, Hankyung ah…? Hanya untuk 'taruhan' seperti ini kau tega mempermainkanku…? Aku ini manusia… bukan barang… brengsek…


READER POV:


Semua mata dikantin menatap nanar Heechul yang tengah menangis. Tangis yang amat sangat jarang ditunjukkannya. Sementara keempat pelaku sedang terdiam, tak tahu mau bicara apa.

"Hiks… hiks… sialan… sialan…" umpat Heechul sambil tetap menangis.

"Sudah, Heechul ah…" sebuah suara memecahkan keheningan. Suara bass itu milik Kibum, sahabat Heechul. Dibelakangnya ada Siwon, Leeteuk, Kangin dan Yesung. Mereka menatap dingin keempat namja yang tengah menunduk itu.

"Ne, ayo. Jangan buang-buang air matamu…" Leeteuk maju dan memeluk Heechul. Menyembunyikan wajah Heechul dalam pelukannya.

"Kalian…" Siwon menatap dingin satu persatu keempat namja itu, tapi tatapannya menjadi penuh kesedihan saat berhenti di Donghae.

"Sudah, kajja." Kangin menarik tangan Heechul untuk menjauh dari kantin. Yesung tak melepas sorot mata penuh kebenciannya pada Kyuhyun.

Kibum melirik Eunhyuk sekilas, lalu berjalan mengikuti kelima namja yang mulai berjalan menjauh.

Keenam namja yang paling disegani di sekolah itu pun berlalu. Meninggalkan puluhan pasang mata yang tetap mengikuti sosok mereka.

"… Seperti dugaanku… akan ada banyak yang terluka…" ringis Donghae sambil menggigit bibirnya. Sementara Eunhyuk hanya menunduk dengan wajah pucat. Kyuhyun tetap memandangi Yesung yang semakin menjauh. Kalau begini caranya, Yesung malah akan semakin membencinya…

Hankyung menatap mienya dengan wajah hilang selera.

'Mianhae… jeongmal saranghaeyo… jeongmal saranghaeyo

Aku… tidak pernah berbohong soal perasaanku, Heechul ah…'

:

:

TREENG TEREEENG!

Semua siswa dengan berat hati melangkah menuju kelasnya masing-masing. Termasuk keempat namja yang tadi menebar sensasi. Berita taruhan mereka jadi trending topic(?) sesekolahan.

:

:

"Nyuk? Kenapa kamu? Sepertinya kau tahu sesuatu ya?" Hankyung melirik Eunhyuk. Donghae memicingkan matanya pada Eunhyuk yang sedari tadi gemetar. Mereka harus berbisik-bisik. Junsu songsaengnim sedang mengajar. Kalau sampai mereka ketahuan ngobrol, mereka bisa-bisa disuruh keluar kelas oleh guru yang masih sangat muda itu.

"… Nae…" suara Eunhyuk terdengar bergetar.

"… Gwenchanayo, Hyukkie…?" Hankyung mengusap punggung Eunhyuk bermaksud menenangkan Eunhyuk. Junsu songsaengnim melangkah keluar kelas. Sepertinya mau kekamar kecil. Kelas jadi ribut seketika.

"Harusnya aku segera memberitahu kalian soal ini… cerita Heechul sunbaenim…" Eunhyuk menggigit bibirnya dengan keras.

"Cerita?! Cerita apa, Hyukkie?!" Donghae mengguncang bahu sahabatnya itu.

"Itu…"


FLASHBACK ON:


Kibum dan Eunhyuk melangkah keluar dari ruang guru. Mereka baru saja selesai mengantar dokumen-dokumen TOP songsaengnim. Eunhyuk bernapas lega. Untunglah ada yang membantunya.

Eunhyuk berbalik hendak mengucapkan terima kasih, tapi perkataannya terpotong oleh ucapan Kibum, "Kau dan teman-temanmu…" Eunhyuk mengangkat sebelah alisnya. Dia diam menunggu Kibum melanjutkan kata-katanya.

"Kalian bertaruh untuk mendapatkan Heechul hyung bukan…?" Eunhyuk membelalakkan matanya kaget.

"E-eh…" Eunhyuk tergagap. Dia lantas menunduk untuk menyembunyikan wajahnya dari tatapan menusuk Kibum.

"Heechul itu… punya memori yang sangat buruk…" ujar Kibum sambil menengadahkan kepalanya. "Yunho hyung… kekasihnya meninggal karena kecelakaan. Tepat saat Heechul hyung mendiamkannya."

Mata Eunhyuk terbuka lebar. Oke, dia merasa sangat bersalah sekarang. "… Kenapa Heechul hyung mendiamkannya…?" tanya Eunhyuk memberanikan diri.

"Itu karena…" Kibum diam sejenak, lalu melanjutkan kata-katanya, "Yunho hyung taruhan dengan teman-temannya, siapa yang mendapat hati Heechul akan diberi kesempatan kencan dengan Jaejoong hyung. Jaejoong hyung adalah namja yang sangat cantik. Jaejoong hyung sudah pindah ke Amerika sekarang."

Eunhyuk menunduk dengan wajah pucat. Persis seperti taruhannya, bedanya, taruhan mereka tak ada hadiah.

"… Kalian benar-benar jahat karena akan membuat luka lamanya terbuka lagi… kulihat Heechul hyung mulai tertarik pada namja temanmu itu. si Hankyung," ujar Kibum dengan nada dingin.

"… Mianhae…" cuma itu yang bisa Eunhyuk katakan…

"Jangan padaku. Pada Heechul hyung. Saat dia tahu kalau kalian hanya bertaruh, dia akan sangat terluka. Kalian harus tahu itu." ucap Kibum sambil berbalik meninggalkan Eunhyuk yang terpaku. Tidak bisa menjawab apa-apa…


FLASHBACK OFF:


"GYAAH! Kenapa kau tak memberitahu kami hal sepenting itu?!" pekik Donghae frustasi. Beberapa pasang mata mendelik kearahnya.

"M-mian… habis kalian pada ngilang semua! Kucari-cari nggak ada! Kamu juga Hae! Main minta ijin pulang aja!" sungut Eunhyuk membela dirinya.

"Hajimaaan! Kalau begini, kita bisa dicincang Cinderella itu!" pekik Donghae tidak memperdulikan belaan Eunhyuk. Kyuhyun hanya memasang wajah pucat. Ommo, belum juga sempat pdkt, udah dibenci duluan sama Yesung! Gimana nih?!

"…" Hankyung tanpa basa basi langsung berlari meninggalkan ketiga namja sahabatnya. Tujuannya satu. Heechul! Dia ingin minta maaf, juga menyatakan perasaannya. Perasaannya yang sesungguhnya…

DUK! Hankyung menabrak Junsu songsaengnim yang baru saja kembali. "Mianhamnida, songsaengnim!" pekiknya, lalu kembali melesat keluar kelas. Tak dipedulikannya teriakan-teriakan Junsu songsaengnim.

"Heechul sunbaemianhae…" gumamnya sambil terus berlari.

:

:

BRUAK! "DIMANA HEECHUL SUNBAENIM!?" teriak Hankyung lantang. Tak diperdulikannya Park Bom songsaengnim yang tengah melongo kearahnya. Ditatapnya wajah Kibum. Kibum menghela napas berat kemudian menjawab,

"Heechul hyung baru saja pulang. Susul saja, pasti belum jauh." Dan tanpa mengucapkan terima kasih, Hankyung bergegas keluar dari kelas itu.

:

:

Sesosok namja cantik tengah berjalan gontai. Dia sedang jalan kaki kerumahnya. Toh, tidak terlalu jauh… memorinya masih setia memutar percakapan Hankyung dan teman-temannya.

"Sial…" umpatnya. Kenapa dia harus merasakan luka itu lagi? Masalah yang sama pula! Tapi… kenapa harus Hankyung…? Heechul kira Hankyung tulus padanya. Mata caramel itu seakan tidak berdusta…

'Aku tertipu… lagi…' batin Heechul. Sorot matanya kini penuh luka. Teringat akan kejadian Yunho… padahal Heechul mengira Hankyung adalah pengganti yang dikirim Tuhan untuknya. Nyatanya? Heechul tampaknya terlalu polos…

'Kau tahu, Heechul ah? Saat dia ingin bicara, dengarkanlah. Saat dia ingin minta maaf, maafkanlah. Bukankah itu yang Yunho ajarkan padamu?' kata-kata Leeteuk menari-nari dikepalanya.

Heechul menggigit bibirnya. 'Sudah terlanjut, Teuki ah. Yunho sudah tak ada lagi… dan apakah benar Hankyung adalah penggantinya?' Heechul masih sangat ragu… hatinya merasa sangat terluka. Sebegitu tegakah Tuhan padanya…? Dia merasa sangat bodoh sekarang. Sangat bodoh karena mencintai Hankyung. Matanya mulai memanas. Sakit kau tahu…?

"Hiks… hiks… Hankyung…" Heechul jatuh terduduk. Dia menangis lagi. Sial, padahal Heechul sudah berusaha menahan air matanya. Tampaknya sia-sia saja… "Tuhan… kenapa harus dia…? Kenapa harus dia?! Hiks… brengsek… aku mencintainya… sungguh mencintainya… jangan buat aku kehilangan orang yang kucinta lagi… aku sungguh-sungguh… hiks… mencintainya…"

"HEECHUL SUNBAE!" sebuah suara menggelegar dari arah belakang Heechul. Heechul menoleh dengan tidak percaya. Heechul menyipitkan matanya melihat orang yang berteriak, "… Hankyung…?"

Hankyung dengan panik berlari menghampirinya. Dengan terlalu buru-buru, dia menyeberang jalan. Hingga…

KOOOONG! CIIIT! BRAAAAAK!

...?


"Heechullie…"

"Mianhae… mianhae…"

"Aku sungguh-sungguh telah jatuh cinta padamu…"

"Apa kau tak mau memaafkanku, Chullie…?"

"Kenapa kau diam saja…?"

"Ah… aku mengerti. Gomawo untuk segalanya… dan jeongmal saranghaeyo…"

Kelopak mata itu tertutup. Menyembunyikan caramel itu dari dunia…


Heechul tercengang. Berputar kembali kejadian lama yang selama ini sudah ia berusaha lupakan. Sosok orang yang dicintainya tertabrak… yeah, tertabrak tepat didepan matanya. Dan sosok itu adalah…

"Hankyung…?" panggil Heechul pelan kepada sosok yang masih terbaring tak jauh dari tempatnya itu. matanya memanas, "Hankyung? Hankyung!" segera dia berlari kearah sosok itu dengan panik.

"Hankyung!" Heechul menggenggam tangan Hankyung yang telah kotor oleh debu dan darah. "Brengsek! TOLOOONG!" jerit Heechul panik tanpa melepas genggamannya.

"… Heechullie…?" obsidian itu menatap caramel yang menatapnya dengan sendu itu. "Chullie…"

"Mianhae… mianhae…" bisiknya dengan suara parau. Heechul tak kuat melihatnya. Air matanya mulai berjatuhan. Tuhan… kenapa bisa seperti ini…? Heechul semakin terisak.

"PABBO! Jangan banyak bicara! Hiks…" bentak Heechul emosi.

Hankyung tersenyum tipis, dengan susah payah, dibelainya pipi Heechul dengan sayang, "Uljimma Heechullie… mianhae ne… aku sungguh-sungguh telah jatuh cinta padamu… sangat! Saranghaeyo Kim Heechul… aku tak pernah berbohong soal perasaanku…" ucapnya dengan nada berat. Ya… Hankyung tak tahu, sampai kapan ia akan membuka mata…

"Hiks… nado… nado saranghaeyo Hankyung ah!" Heechul tak mau menyesal lagi… direngkuhnya tubuh Hankyung yang mengeluarkan darah dengan lembut. Orang disekeliling mereka hanya terdiam. Takut mengganggu moment pasangan yang akan terpisah itu.

"… Go… mawo…" suara Hankyung mulai terdengar putus-putus. Heechul tersenyum penuh kepedihan. Sambil mempererat pelukannya, dia berkata,

"Gomawo, Hankyung ah…" Hankyung mulai memejamkan mata… "Jeongmal saranghaeyo…"

Dan kelopak mata itu benar-benar tertutup… menyembunyikan caramel itu dari dunia ini…


"… Yunho ah…?"

"Gomawo Yunho ah…"

"Saranghaeyo!"

"Mianhae… aku terlalu mencintaimu…"

"Apa aku akan mendapatkan penggantimu…?"

"Yunho ah…?"


"Yunho ah… aku menemukan penggantimu. Bukan sekedar pengganti… tapi orang yang mengajarkanku… untuk bisa mencintainya dengan tulus…"

"Hankyung. Namanya Hankyung... Hankyung adalah hadiah Tuhan. Hankyung adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan ciptakan untukku..."


END

Hehhehe, Ucchan benar-benar cari dirajam! Ngegantung ne? Endingnya maksa juga… Kkkk~! Tapi kalau readerdeul nggak mau epilognya, Ucchan nggak bikin! Ucchan juga harus bikin proyek Fic yang lain.

Uwaaaa~! Sabtu ini ulangan IPS… mampus dah… mohon doanya ne, *kedip kedip*

Yosh! Silahkan direview kalau berkenan!


Nah! Ayo balas review! Ekekke, walau terlambat! Yak! Mulaaai~!

YunieNie: "Yossh! Kekekke, gomawo reviewnya Nie chan!"

ChaaChulie247: "Yikes, heheh, mian ne. Ucchan lebih suka CP dibanding OP. Kekeke, gomawo reviewnya Chaa chan!"

ichigo song: "Miaaanne~! Ucchan lebih suka CP... hehehe, oke deh! Nanti di FF lain Ucchan bikin Hanppa tua! #PLAK! Gomawo reviewnya Ichi chan!"

rinny . agustya: "Heehee, mianhae~! Ah, soal itu nanti akan Ucchan jelaskan di epilog. Itu kalau mau~! Gomawo reviewnya Rinny chan!"

MyDecember: "Jinjja? Uwaah~ gomawo bantuannya dan reviewnya Dece(?) chan!"

aka bryan ryeohyun: "Hehhehe, soalnya Ucchan lebih dapet feel itu pas ngetiknya! #PLAK! Bias Ucchan? Hohoho! Of course Sungieppa! Yang kedua Leeteuk oppa! Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat dari profil Ucchan!*promosi* Hheheh, ne! ini udah Ucchan bales! Kkekekek! Gomawo reviewnya Yan chan!"


Hum~ hum~! Selesaai! Nah, silahkan review kalau mau epilognya ne! Ucchan akan lihat responnya dulu! *nyiapin teropong(?)*

Yosh! Review pleasee~?! *Turtle eyes no jutsu!*