AUTHOR WARNING : OOC, OC, AU, DLL, DST, ECT, NGGAK SESUAI SEJARAH 3KINGDOM SAYA CUMAN NGAMBIL NAMANYA DAN SAYA PAKSAKAN MENJADI KELANJUTAN DARI FATAL FRAME 3 DAN 4. NGGAK SUKA? NGGAK TERIMA SEJARAH DI ACAK? KLIK TOMBOL CLOSE DI BROWSER ANDA SEKARANG! KALAU ANDA TETEP BACA, DAN DIRIVIEW TENTANG HAL YANG SUDAH SAYA WARNINGKAN. SAYA KASIH DOORPRISE JALAN KAKI DARI KOTA ANDA SAMPAI KE KAMPUNG HALAMAN SAYA BUAT WISATA KULINER!
Hour 2 – The Camera and The Flashlight
" Ini, namanya kamera. Kau belum pernah melihatnya yang asli kan?"
" I-iya, tapi... bentuknya aneh, tidak seperti gambar yang sering Guo gege bawakan untukku"
" Iya memang kamera ini bentuknya berbeda. Sebenarnya kamera itu bentuknya tidak hanya satu loh, aku lupa menjelaskannya kepadamu kemarin. Oh ya, yang kudengar dari sahabatku kamera ini punya fungsi yang berbeda dari kamera yang lain. Kamera ini, bisa memperlihatkan hal yang tak bisa kau lihat..."
" Kedengarannya menyeramkan, Guo gege pernah mencobanya?"
" Tidak, sebenarnya aku mau mencobanya disini untuk memotretmu. Tapi, temanku yang mengirimkan ini tidak tau jika kamera ini rusak saat sampai ditanganku. Besok aku ingin mengembalikannya lagi kepadanya untuk diperbaiki..."
-What would you do, if you could see something that ordinary eyes could not see?-
Maron dan Rekka terus berjalan dikoridor yang hanya diterangi oleh lilin lilin di kedua dindingnya. Sebenarnya mereka penasaran kenapa bisa lilin tersebut masih aja nyala walaupun sudah lama berada didalam sana[1]. Sebenarnya Rekka sempat iseng mencoba meniup lilin tersebut untuk mematikannya, anehnya sekuat Rekka meniup sampai dia kehabisan napas. Lilin tersebut tidak mati-mati juga, akhirnya Rekka pun menyerah dan melanjutkan perjalanannya bersama kakaknya masuk ke dalam koridor yang aneh bin ajaib itu.
" Rekka apakah kau sudah kehilangan niatmu untuk mematikan lilin itu?" Ucap Maron sambil tertawa kecil.
Rekka yang marah akibat di ejek oleh kakaknya langsung berkata, " Uh! Onee-chan, tadi aku cuman main-main! Aku nggak berjuang untuk mematikan lilin lilin itu kok!"
" Hahahaha, tenang saja aku tau kok kamu hanya main-main tadi. Oh ya, dari tadi kita sudah berjalan di koridor ini, tapi kelihatannya lorong ini nggak ada ujungnya ya?" Ucap Maron yang baru sadar jika mereka berjalan tanpa arah di koridor tersebut.
" Hm, nee-chan benar juga sih. Dari tadi kita berjalan diruangan ini, tapi kita nggak menemukan apapun selain lorong lorong baru" Jawab Rekka. " Hey, coba nee-chan sekali lagi memotret salah satu koridor ini! Siapa tau kita menemukan..."
' Ryotaro... dimana kau?'
Perkataan Rekka langsung terpotong ketika mendengar suara seseorang merintih dan memanggil manggil nama seseorang. Rekka langsung merinding disko, dan menoleh kearah kanan kiri mencoba mencari sang pemilik suara yang menyeramkan itu. Maron yang tidak mendengar apa-apa hanya bisa terdiam dan memperhatikan tingkah laku adiknya yang berubah secara mendadak.
Tak lama kemudian, Maron berkata, " Ada apa Rekka? Kau ini seperti baru melihat hantu saja" Kata Maron dengan heran.
" Eh, masa nee-chan tidak mendengar suara seseorang sih?" Tanya Rekka yang mukanya berubah jadi pucat,
" Suara apa? Aku tidak mendengar apapun kecuali suaramu itu" Jawab Maron.
Rekka langsung ketakutan sendiri, " Uh, masa sih nee-chan tidak mendengarnya? Padahal suaranya jelas sekali loh kudengar! Nee-chan jangan bercanda ya! Jangan membuatku takut disaat seperti ini!"
" Aku tidak membuatmu takut! Aku memang tidak mendengar suara apapun!. Kau itu yang pasti main-main ingin sekali membuatku takut disaat seperti ini!" Kata Maron yang mulai terbawa suasana,
" Ugh, aku tidak main-main! Tadi aku mendengar suara wani..."
' Ryo...Ryo...Aku takut!'
" GYAAAAAH! SUARA ITU!" Jerit Rekka,
" Rekka aku tidak mendengar apapun! Kau ini jangan main-main!" Ujiar Maron yang akhirnya ketakutan juga.
Belum habis ketakutan dua bersaudara itu, secara samar-samar Rekka melihat sesosok wanita yang berada di belakang kakak perempuannya. Dengan gemetar, jari telunjuk Rekka menunjuk makluk yang berada di belakang kakaknya. Maron secara perlahan menoleh kebelakang, karena teralu takut Maron tidak kepikiran untuk menggunakan kameranya. Saat Maron melihat kebelakangnya, matanya terbelalak melihat...
….lorong yang gelap yang hanya diterangi dengan lilin lilin yang tak pernah habis.
" REKKA! KAU BENAR-BENAR MEMBUATKU TAKUT TAU!" Teriak Maron marah besar, "Aku tak menyangka, di saat seperti ini pun kau masih ingin mengerjaiku!"
Berbeda dengan Maron yang tidak melihat apapun, Rekka masih melihat sosok wanita itu. Wanita itu perlahan-lahan menaruh tangannya ke bahu kakak perempuannya. Dengan reflek, Rekka langsung mengambil benda yang berada di dekat tangannya. Rekka yang tak sadar jika benda tersebut sebuah senter, langsung melemparkan senter tersebut ke sosok wanita itu. Kaget dengan perilaku adik laki-lakinya yang aneh, Maron langsung menoleh belekang berjaga-jaga jika memang benar-benar ada orang yang ada di belakangnya.
Betapa terkejutnya Maron, ternyata memang terdapat seorang wanita yang begitu suram nan menyeramkan. Poni wanita ini menutupi matanya dan hal tersebut menambah aura seram dari wanita itu. Tanpa pikir panjang lagi, Maron langsung mengarahkan kameranya kearah wanita itu, disaat yang sama tabung di kamera tersebut berubah menjadi warna merah. Tanpa basa basi lagi, Maron langsung memotret sosok wanita itu. Tak lama kemudian, wanita itu langsung menghilang dari hadapan mereka.
" Apa itu?" Kata Rekka yang masih ketakutan.
Maron yang masih shock menelan ludahnya dan berkata, "Hantu. Tidak salah lagi. Selain itu, aku yakin makluk itu tidak memiliki niat yang baik! Oh ya Rekka, sepertinya kau tadi melemparkan sesuatu berbentuk seperti balok..."
" Ya palingan itu balok biasa kok nee-chan, tak ada yang spe-"
" Tapi Balok itu kelihatan seperti senter..." Maron memotong ucapan adiknya sambil mengingat ingat bentuk benda tersebut.
Baru saja Maron mengatakan hal tersebut. Tiba-tiba senter yang di lemparkan Rekka mengelinding kearah mereka. Kedua orang itu terdiam dan terheran-heran melihat benda itu.
" Sepertinya, aku mengenal bentuk dari senter ini!" Kata Rekka sambil memungut senter yang dilemparkannya tadi dan memperhatikan bentuknya.
" Oh ya, kau kenal dimana?"
" Di dalam buku kecil yang kita temukan itu! Coba nee-chan buka dulu buku kecil itu!"
Maron langsung mengambil buku kecil yang mereka temukan di kantong baju miliknya. Maron kemudian membuka buka buku tersebut dan menemukan sebuah catatan.
" Hoo, kau memang benar Rekka. Disini ada catatan mengenai senter itu katanya benda ini bernama 'Senter bulan'[2] dan senter ini harus di cas menggunakan sinar bulan. Lalu di bawahnya adalah penjelasan mengenai senter ini, senter ini dikatakan sama seperti kamera obscura yaitu bisa 'memperlihatkan hal yang tak bisa dilihat oleh mata kita'" Ucap Maron, " Bagus, kita mendapatkan dua benda yang berfungsi yang sama. Entah kenapa aku merasa berada di komik Ghost buster" Lanjut Maron sambil menaruh buku tersebut di kantong bajunya.
" Bukan hanya nee-chan saja, aku juga begitu" Kata Rekka sambil mengangkat kedua bahunya, saat Rekka menoleh kearah kabawah. Rekka melihat sebuah catatan yang tergeletak tak bertuan di lantai. Rekka tanpa pikir panjang lagi langsung memungutnya,
" Coba nee-chan lihat apa yang kutemukan!"
Perhatian Maron langsung tertuju ke adik laki-lakinya, " Memangnya apa yang kau temukan?"
Rekka kemudian membaca tulisan di kertas berwarna putih dengan suara keras, ' Ryotaro, aku akan pergi ke taman di rumah ini. Aku akan menunggumu disana... ~ Yukari'
" Taman! Mungkin disana kita bisa menemukan tangga dan keluar dari rumah ini!" Kata Maron sambil tersenyum.
" Woah, benar juga! Ayo kita kesana!" Kata Rekka.
Kedua orang itu langsung mengangkat kaki mereka dari tempat yang menyeramkan itu untuk mencari taman yang ada di note itu. Langkah mereka berdua terhenti ketika mereka melihat sebuah pintu yang terbuka. Memang, terlihat sebuah cahaya luar masuk dari dalam pintu itu dan mereka bisa menebak jika pintu itu adalah pintu yang akan membawa mereka ketaman, tapi mereka agak ragu karena takut melihat hal yang aneh lagi ditaman.
" Jadi bagaimana, Rekka?" Kata Maron.
" Bagaiman apa, nee-chan?"
" Kau merasakan sesuatu tidak?" Tanya Maron sambil memasang wajah ketakutan.
" Merasakan apa?" Tanya Rekka balik yang tidak mengerti dengan pertanyaan kakaknya.
" Merasakan itu, yang kaya tadi. Kau bisa merasakan kehadiran makluk sepetri makluk yang tadikan?" Ucap Maron sambil memasang wajah serius.
" Hey, nee-chan pikir aku ini paranormal yang bisa merasakan kehadiran makluk yang seperti tadi? Lagipula, seharusnya kan nee-chan yang lebih peka dengan hal-hal semacam itu!" Kata Rekka sambil menyilangkan kedua tangannya.
" Lah siapa tau kau juga memiliki bakat jadi paranormal?" Balas Maron secara sengit.
" Ah terserah deh apa yang onee-chan mau katakan. Lagi pula, aku tidak merasakan apapun di balik pintu itu. Mungkin masih aman saja kok kita masuk lewat pintu itu" Kata Rekka sambil menyeringai usil.
" Ya, aku harap kau tidak main-main Rekka..."
Maron pun memasuki pintu itu diikuti dengan Rekka, dan benar saja mereka berada di sebuah taman. Tapi taman itu begitu aneh, tamannya memang luas, ada sebuah pohon juga disana. Tapi pohon tersebut tak terlihat hidup sama sekali. Tepat di bawah pohon tersebut terdapat sebuah pemandangan yang lumayan mengerikan, memang hanya sebuah batu besar[2] namun batu itu di lumuri oleh cipratan darah dan paku yang bertebaran dimana mana. Seketika itu Maron dan Rekka langsung merinding diskotik, apalagi mereka baru sadar jika cuaca yang awalnya pagi berubah jadi malam[4].
" Aku nggak tau kita udah seharian dirumah menyeramkan ini" Kata Maron sambil memperhatikan batu yang ada di bawah pohon itu.
" Aku juga nggak tau kalau kita sudah seharian disini. Aku juga heran, kok aku nggak ngantuk ngantuk ya? Padahal inikan sudah malam..." Ucap Rekka sambil menyipitkan mata.
" Setuju banget sama kamu, ng... biar ku check dulu ini jamn berapa" Kata Maron sambil melihat jam tangannya, " Ho~~ Jam nya menunujukkan jam 12 malaaam?"
Seketika itu, Rekka melihat sebuah penglihatan yang mengerikan di taman itu. Taman itu tiba-tiba terisi penuh dgn orang, dan tepat di atas batu itu terdapat seorang pemuda sementara itu seorang pria yang berdiri didepannya memberikan isyarat kepada empat orang untuk 'menyiksa' pemuda itu dengan paku. Setelah itu, Rekka hanya bisa mendengar teriakkan.
" HUAAAAAH!"
Rekka yang mendapatkan pengelihatan itu langsung melompat kebelakang, Maron yang melihat reaksi adiknya tentu saja ikut ikutan kaget.
" A-Ada apa Rekka?" Tanya Maron dengan wajah penasaran.
" Onee-chan tidak lihat tadi?" Jawab Rekka dengan tubuh gemetaran, " Aku tadi melihat sesuatu yang mengerikan! Aku melihat ada seseorang dipaku oleh tiga orang dibagian tangan, kepala dan tenggorokan!" Lanjut Rekka.
" Apa yang kau bicarakan Rekka! Aku tidak melihat apapun, sumpah!"
' Ryotaro...'
GLEK!
Kedua orang itu langsung merinding disko ketika mendengar suara seorang wanita yang menakutkan tadi. Mereka berdua langsung menoleh kearah kanan dan kiri dengan waspada. Mereka juga telah bersiap dengan Kamera dan senter yang mereka bawa.
' Ryo... Aku takut...'
Tanpa mereka sadari, wanita itu ternyata berada di atas mereka! Secara pelahan-lahan, wanita itu melayang kearah mereka. Merasa ada hal yang mencurigakan tepat diatas mereka, Rekka dan Maron langsung menoleh keatas.
" AAAAAAAAA! SETAN!" Teriak kedua orang yang langsung mengarahkan kamera dan Senter yang mereka kewanita itu. Wanita itu tentu saja terlempar keatas dan menghilang entah dimana. Sementara Maron dan Rekka langsung melompat beberapa langkah karena terkejut.
Baru saja Maron merasa dirinya telah aman, tiba-tiba saja wanita itu berada di belakangnya dan berteriak.
' KAU! BERITAHU DI MANA RYOTARO!'
Tak dapat menghindar, tubuh Maron tentu saja langsung jadi sasaran dari wanita itu. Wanita itu langsung menggoncang goncangkan tubuh Maron[5], membuat Maron merasa tenaganya tiba-tiba tersedot habis. Melihat itu, Rekka langsung mengarahkan senternya kearah kakak perempuannya.
" Bertahanlah, nee-chan!" Seru Rekka.
Rekka langsung menekan tombol di senter tersebut sampai wanita itu terpental jauh dari Maron. Untung saja, Maron langsung pulih dari keterkejutannya langsung mengarahkan kameranya kearah wanita itu dan memotretnya.
' AAAAH! MENYILAUKAN!' Jerit wanita itu sebelum wanita itu menghilang entah kemana.
Rekka dan Maron sekarang cuman bisa terdiam saja.
" Kau-Kau lihat itu Rekka?" Tanya Maron dengan napas terengah-engah.
" Ya, aku melihatnya, nee-chan" Kata Rekka, " Sepertinya benda yang kita punya ini bukan hanya bisa memperlihatkan hal yang tak bisa mata lain liat. Namun juga bisa memusnahkan mereka" Lanjut Rekka sambil memasang wajah sok serius, " Sekarang aku merasa seperti ada di film ghost buster dengan kita sebagai main character-nya"
" Ya aku juga sama sepertimu" Kata Maron, "Seru juga sih, tapi mengerikan..."
Maron langsung berdiri, kemudian mata Maron tertuju ke sebuah buku berwarna pink yang tak bertuan lagi. Maron langsung berjalan kearah kertas tersebut. Maron kemudian membuka buku tersebut, " Hm, tulisannya bahasa Jepang lagi."
" Heh, ada buku lagi?"
" Iya, er... um... Ada sesuatu yang tertulis di buku ini," ucap Maron sambil mulai membacakan tulisan di buku pink itu.
Aku dan Ryotaro akan pergi ke Manor of Hatred aka M.O.H.
Kalau tidak salah manor itu adalah manor yang paling berhantu. Setiap bulan kadang kadang terdapat jasad manusia yang penuh darah ditemukan tergeletak beberapa meter dari manor ini.
Aku tidak tau kenapa Ryotaro sangat tertarik dengan manor ini, tapi saat aku tanya sama Misaki-neesan, ia bilang Ryotaro ingin menyelesaikan penelitian kakek buyut mereka yaitu Dr. Kunihiko Asou tentang Manor ini. Menurut Misaki-neesan, kakek buyut mereka itu dulu sempat meneliti rumah ini dengan bantuan temannya. Tapi secara mendadak, penelitian berhenti karena alasan yang tidak jelas.
Nee-san juga berkata jika aku ingin selamat berada disana aku harus membawa senter dan kamera ini. Menurut Misaki-neesan dan Ryotaro, kamera dan senter bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa.
"Hm, aku jadi penasaran dengan manor ini dan kira kira apa yang bisa kami temukan di sini?" tanya Maron seusai membaca buku itu, " Bagus, sekarang aku jadi ikut-ikutan penasaran dengan apa yang ada di dalam manor ini..." [6]
" Kalau aku sih biasa saja, aku hanya ingin keluar dari rumah ini" Kata Rekka sambil melipat kedua tangannya,
" Sebenarnya sih aku juga, tapi jujur aku lebih penasaran dengan misteri dirumah ini dari pada keluar dari sini" Ucap Maron dengan penuh semangat.
" Oh tidak, jiwa detektif nya keluar lagi. Nee-chan benar-benar mirip dengan nii-san, deh... Tapi tidak apa apa lah, mungkin kalau misalkan kita berhasil memecahkan misteri dirumah ini kita bisa keluar dari sini," ucap Rekka sambil tersenyum penuh arti.
" Ok! Sekarang kita kembali ketempat awal kita masuk! Siapa tau kita menemukan hal yang baru lagi! Ayo, Rekka!" seru Maron sambil melangkah.
" Baik, baik..." Ucap Rekka yang langsung mengikuti kakak perempuannya.
Kedua orang itu berjalan menuju pintu dimana mereka masuk tadi dengan harapan bisa memecahkan misteri dan keluar dari rumah ini. Tapi tanpa mereka sadari, sebuah bahaya besar akan menghantui mereka dalam perjalanan mencari kebenaran.
Lain di dalam manor, lain di salah satu hotel tidak berbintang namun nyaman di China. Seorang pria yang berumur 27 tahun baru saja terbangun dari tidurnya, tepat di meja yang ada di kamar hotel itu. Berbagai macam buku mulai dari buku tulis, buku novel sampai kertas-kertas yang nggak jelas isinya bertebaran tak teratur. Tepat di atas kertas dan disamping sebuah tumpukkan buku-buku yang tak jelas itu terdapat sebuah kamera berwarna hitam dengan bentuk yang unik tergeletak tak terpakai[7]. Karena baru bangun pria itu langsung meregangkan tubuhnya.
Baru saja pria itu membuka gorden jendela kamar itu. Tiba-tiba telepon di kamar itu berbunyi. Dengan segera, pria itu langsung menyambar telpon di kamar hotel itu.
" Hallo?" ucap pria itu memulai pembicaraan.
" Hallo? Ojiisan? Ini Ojiisan kan? " sahut suara seorang gadis dari speaker telepon.
" Iya ada apa, Mio?" Tanya pria itu ditelpon kepada keponakan perempuannya, " Tumben pagi sekali bangunnya."
" Ojiisan kenapa berangkat tidak bilang padaku dan meninggalkan aku sendirian di rumah bersama Rei-san dan Miku-neesan? Padahal hari ini kan kita mau menonton konser dari Ruka Minazuki!" omel gadis itu panjang lebar ditelpon.
" Ah, maaf maaf...aku mendadak sekali harus berangkat ke China. Maafkan aku kalau aku kembali aku janji akan menemani mu di hari libur" Ucap pria itu sambil memukul jidatnya karena baru sadar dia melupakan janjinya bersama keponakannya yang tercinta.
" Baiklah kalau begitu, kalau kembali kesini. Bawa kan aku oleh-oleh, sampai jumpa!"
" Sampai jumpa."
Dan telpon pun terputus, disaat yang bersamaan pria yang bernama Kei Amakura[8] itu hanya bisa meratapi kecerobohannya.
" Sepertinya memang kata Rei benar. Aku teralu serius dengan pekerjaan" Ucap Kei sambil duduk di dekat meja dimana terdapat tumpukan tumpukan buku dan kertas yang tak teratur.
Kei memang seorang pria yang selalu saja mendahulukan pekerjaannya dalam meneliti sejarah-sejarah sebuah manor yang dikatakan seram dan menulis novel sampai lupa untuk bersenang senang bersama keponakan satu satunya. Sejak kejadian di Manor of Sleep setahun yang lalu, Kei jadi bertemu dan jadi akrab dengan Rei dan Miku dan juga Mio keponakannya. Bahkan mereka berempat pun tinggal bersama, maka dari itu Kei tidak perlu repot ketika harus berangkat meninggalkan Mio untuk pekerjaannya karena ada Rei dan Miku yang bisa menjaga Mio. Sebagai imbalan dari bantuan Rei dan Miku, Kei kadang-kadang membantu mereka saat mereka bekerja mengambil gambar untuk majalah dengan cara membawakan barang barang mereka.
" Baiklah, apa yang harus kumulai hari ini" gumam Kei yang langsung sibuk dengan kertas-kertas yang ada didepannya, "...Mungkin aku harus mulai dengan catatan dari Dr. Kunihiko Asou mengenai Manor of Hatred dari Misaki..." Lanjut Kei sambil mengambil salah satu buku jornal yang terlihat usang.
Begitu Kei mengucapkan nama teman satu universitasnya itu, mendadak Kei jadi teringat dengan janjinya kepada Misaki Asou yang kehilangan adiknya secara mendadak untuk mencarinya sebagai imbalan dari bantuan Misaki yang memberikan catatan-catatan dari kakek buyutnya mengenai manor tersebut. Seingat Kei, Misaki yang kebetulan adalah adik kembar dari sahabat dan tunangan dari Rei yaitu Yuu Asou[9]. Misaki bercerita jika adiknya Ryotaro Asou sangat tertarik dengan misteri Manor Of Hatred ini, maka dari itu sebelum menghilang Misaki pernah bercerita jika Ryotaro berencana hendak pergi ke China untuk mengungkap misteri dari rumah ini dan berjanji akan kembali secepatnya. Sayangnya, sampai hari ini, Ryotaro tidak pernah kembali kerumahnya dan menghilang tanpa jejak.
Kei langsung membuka journal usang itu dan membacanya,
'8 Agustus 1874[10]
Seminggu yang lalu, aku mengirimkan sebuah duplikasi dari barang barang ciptaanku kepada kedua sahabatku dengan harapan bisa membantu mereka dalam pekerjaan mereka sendiri sendiri. Temanku yang berada di negri China sana memberitauku jika kamera yang kukirimkan kepadanya ternyata sudah rusak. Tapi, di suratnya dia juga mengatakan jika dia tetap menerimanya tanpa memberitaukan alasannya. Namun, aku tetap mengiriminya kamera lagi dengan model yang sama serta balasan surat tentang sebuah ritual tersembunyi di sebuah rumah yang diberitahukannya kepadaku. Aku harap dia berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan bantuan benda-benda itu'
Setelah membacanya, perhatian Kei langsung tertuju ke kertas yang terlihat usang. Kertas itu adalah surat dari sahabat Dr. Asou yang tinggal di China.
'2 Agustus 1874
Asou-senpai, aku sangat senang karena kau mengirimiku kamera, radio dan projektor hasil ciptaanmu. Tapi, ada satu hal yang ingin kusampaikan, kamera yang kau kirimkan itu tidak bisa dipakai, kaca di bagian lensanya pecah sehingga aku tidak bisa mengambil gambar apapun. Walaupun begitu, kamera yang kau kirimkan akan tetap kusimpan.
Oh ya Asou-senpai, aku mendapatkan beberapa pengetahuan baru soal manor ini yaitu, manor ini sepertinya memiliki koneksi dengan neraka. Kalau tidak salah aku pernah mendengar jika di suatu tempat di Jepang ada keluarga yang mengorbankan seorang anak perempuan untuk menjaga pintu neraka kan?[11] Kalau disini, aku mendengar jika keluarga ini memberikan persembahan seorang anak laki laki yang merupakan anggota keluarga mereka sendri sebagai penenang penguasa neraka sejak berpuluh puluh tahun yang lalu. Aku masih belum melakukan penelitian lebih dalam, tapi aku akan langsung mengirimkanmu surat jika aku mendapatkan sesuatu yang baru.
Salam, Guo Jia'
" Pintu neraka dan keluarga yang menjaganya? Apakah pintu neraka yang dimaksudkan oleh pengirim surat ini adalah pintu neraka yang ada di Himuro mansion sementara keluarga yang dia maksud adalah keluarga Himuro yang pernah diceritakan oleh atasanku dulu itu?" Ucap Kei dengan nada penasaran.
Sesaat Kei duduk terdiam sambil membolak balik otak karena Kei merasa mengenal nama dari sang pengirim surat. Kalau tidak salah, pengriim surat tersebut adalah salah satu folktorist yang lumayan terkenal di China dan Jepang yang tiba tiba menghilang secara misterius. Tapi Kei masih ragu dengan spekulasinya karena nama Guo Jia itu sangat banyak di negri China ini. Maka dari itu, Kei pun mengambil amplop surat itu dan membaca alamatnya.
" Mungkin aku membutuhkan bantuan Ryuu untuk mencari alamat ini" Ujiar Kei sambil berdiri dari kursinya dan bersiap pergi ke kantor sahabatnya, Hikage Ryuu.
Hour 2 –End
[1]Pertanyaan pribadi, saya dan adik saya suka penasaran di Himuro mansion ma di Village nya di Fatal Frame 2 yang berbunyi : KOK BISA LILINNYA MASIH NYALA?. Akhirnya saya bikin aja kakak adik ini punya pertanyaan yang sama dengan kami wkwkwkkw.
[2]translitan bebas dari : Moon Flashlight
[3]Anda pernah main Fatal Frame II? Ya bayangkan aja deh batunya kaya batu yang buat para anak kembar melaksanakan ritual.
[4]Seperti biasa kebiasaan Fatal Frame pasti udah siang siang tiba tiba berubah jadi malem =3= (example? Fatal Frame II)
[5] Nggak tau deh gimana menjelaskan para hantu menyerang, jadi ngikut aja yang kaya di Fatal Frame geto wkwkwkwkw
[6] Ok saya sudah sampaikan ini diwarning, saya sampaikan lagi biar mengingatkan anda. Memang bakalan ada beberapa character dari game Dynasty warrior. Tapi saya cuman make characternya doang, untuk ceritanya nggak sama kaya 3kingdom! Dan ceritanya disini mereka SANGAAAAAT berbeda dari yang asli. Makanya kalau anda adalah seorang pecinta sejarah yang TIDAK SUKA alias TIDAK TERIMA sejarahnya saya acak.Ya nggak usah baca apalagi sok ngasih tau soal sejarahnya pake kata kata yang ndewo. Soalnya kalau anda gt, anda bukan kelihatan pinter tapisotoy.
[7] Kamera di Fatal Frame III
[8] YES! YES! Returning character disini adalah Kei Amakura, terus kenapa bisa umurnya bisa 27? Ya karena ini sudah setahun sejak fatal frame III. Dengan kata lain, kejadian di Fatal Frame V ini adalah tahun 1990~~ Oh ya sedikit informasi yang saya baca di cameralense wikia katanya Fatal Frame III yang endingnya paling bener yang ada kei ma mio nya gitu XD
[9] JANGAN PERCAYA INI! Ini hanya hasil imajinasi dodol dari author bernama Silvermoon Arisato. Sebenarnya saya nggak tau apa hubungannya Yuu dan Misaki tapi karena tahun lahir mereka yang KEBETULAN sama. Dan setelah saya lihat lihat mukanya LUMAYAN sama. Saya bikin aja jadi saudara kembar *kabur sebelum dihajar masa*
[10] Sesuai yang saya baca di Timeline Fatal Frame di Fatal Frame wikia, Dr. Kunihiko Asou mengirimkan benda-benda ciptaannya kepada Seijiro Makabe pada tahun 1875. Jadi saya bikin aja, Dr. Asou juga mengirimkan kamera itu ketemannya di China pada tahun yang sama tapi ngaur tanggalnya wakakkaka *buagh*
[11] refrence ke Himuro Mansion di Fatal frame I
Word form S.M.A : FINALLY, ITS FINISHED untuk chapter yang ini. Sorry nggak kelihatan misterinya sama sekali TT^TT dan maaf updatenya lama soalnya saya sedang sibuk dengan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen-dosen saya TT^TT. Okay, saya nggak bisa ngomong apa apa lagi selain, happy reading~
