DEVIL
hyoukassi
hari ini berlangsung seperti biasanya, Jimin juga mempunyai jadwal kuliah pagi sehingga mau tidak mau dirinya harus segera bangkit dari tempat tidur empuknya.
saat sedang berdandan Jimin menatap bekas kemerahan di lehernya, walau tidak terlalu memerah Jimin khawatir mungkin saja ada orang yang curiga.
setelah meyakinkan diri, Jimin bergegas menuju kampus bersama Jungkook yang tiba-tiba mengirimkan pesan kalau ingin berangkat bersamanya. tidak mungkin Jungkook tau yang terjadi kemarin kan?
"sudah lama menunggu Kook?" ucap Jimin basa basi sambil berusaha menenangkan pikirannya.
"tidak kok. ayo berangkat nanti kita bisa telat" Jungkook terlihat bersemangat jadi Jimin menyimpulkan sampai saat ini dirinya masih aman.
sepanjang perjalanan didalam mobil Jungkook begitu hening tidak seperti biasanya, Jimin itu bisa kategorikan cerewet tapi Jungkook pikir teman pacarnya itu sedang punya masalah pribadi yang tidak perlu ia campuri.
ketika sampai Jungkook langsung memeluk lengan Jimin dan berkata,
"jika ada masalah kau bisa ceritakan padaku Jim. aku tau kau sering curhat pada Yoongi oppa tapi aku juga ingin menjadi semakin dekatmu"
jantung Jimin serasa ingin copot, Jungkook cukup peka dengan kegalauan yang sedang melanda dirinya. sebaiknya ia mulai menjaga ekspresinya dari sekarang sebelum orang lain menyadarinya.
dewi fortuna sepertinya sedang berpihak pada Jimin, sesosok perempuan berlari sambil meneriakan namanya dengan panik. itu Jin. sepertinya perempuan itu sangat khawatir pada Jimin.
"Park Jimin kau baik-baik saja kan? apa yang dia lakukan padamu?" Jimin langsung memeluk Jin erat dan tertawa canggung pada Jungkook.
"Jin aku baik-baik saja. kamu membuat Jungkook terkejut" Jin akhirnya sadar situasi yang sedang terjadi dan tersenyum pada Jungkook sedang Jungkook hanya menatap mereka kebingungan.
"hmm hari ini kalian berdua kelas bahasa ya? bagaimana kalo hari ini Jimin ikut bersamaku ke kelas matematika aku sangat membutuhkannya hehehe""boleh saja. aku tidak apa-apa sendirian kok, Yugyeom juga hari ini dikelas bahasa" Jungkook tersenyum dengan wajah polos yang berseri membuat rasa bersalah Jimin entah mengapa semakin terasa.
"nanti kita bertemu lagi ya" Jimin melambaikan tangan lalu segera berlari bersama bersama Jin yang sudah tidak sabaran. tanpa ketiga wanita itu sadari Yoongi menatap mereka dari kejauhan.
.
.
.
"benar kalian berdua hanya berciumankan tidak lebih?" tanya Jin penuh selidik, ia meragukan cerita Jimin kalau Yoongi hanya menciumnya tanpa melakukan hal yang lebih parah.
Jin cukup tau kalau Yoongi terkenal dengan mulutnya yang kotor sama seperti otaknya, sedikit aneh rasanya kalau lelaki itu tidak menyentuh Jimin lebih jauh.
Jimin terlihat gugup karena menutupi kebenaran yang terjadi sehingga hanya mengangguki pertanyaan Jin. rasa gugup Jimin bertambah bukan karena dosen yang sedang mengajar di depan sana tapi karena Jin memaksa dia masuk ke kelas matematika yang ada Taehyung didalamnya.
jujur saja Jimin sangat sangat menyukai lelaki itu. pertama kali Jimin menyukai lelaki itu saat dia menyanyikan sebuah lagu favorit Jimin dengan suaranya yang begitu menggoda tiga bulan lalu. melihat Taehyung dari jauh saja Jimin tidak kuat apalagi bisa sampai berkenalan langsung.
dilain pihak Jimin tidak sadar kalo teman Taehyung, Bogum sadar kalo sedari tadi ada yang menatap Taehyung dengan intens sejak awal kelas dimulai. lelaki itu berbalik dan melihat Jin yang asik bercerita pada Jimin yang melamun menatap Taehyung.
"Tae, jangan balik tiba-tiba okay. natural. barisan ketiga dari belakang, Park Jimin sedang menatapmu"
"Park Jimin?"
"Itu loh si cantik yang pernah digosipkan jadi pacar Yoongi sunbae"
Taehyung berbalik senatural mungkin seperti suruhan Bogum, dapat ia lihat Jimin yang terkejut segera mengambil buku secara acak untuk menutupi wajahnya secara cepat membuat barang-barang di meja mereka berjatuhan.
seluruh atensi kelas menuju padanya, Jin hanya meminta maaf sambil memaki Jimin pelan karena tingkahnya yang aneh itu. sementara Taehyung tertawa melihat tingkah imut si cantik tadi, Jimin ingin mati rasanya.
"hei Bogum, bukankah dia menarik?"
"tentu saja. semua orang berlomba ingin jadi kekasihnya. selain bisa mendapatkan pacar yang baik dan pintar kau bisa merasakan tubuhnya itu hehehe"
"haruskah aku mendekatinya?"
"coba saja kalau kau mau"
"ya lihat saja nanti"
.
.
.
setelah kelas berakhir Jimin segera menyelamatkan diri dari Jin, untung saja Namjoon datang menjemput Jin sehingga ia bisa kabur dengan cepat.
ketika hendak berlari menuju loker tangannya ditahan oleh seseorang. Awalnya Jimin kira itu Yoongi yang terkadang suka muncul tanpa pemberitahuan tapi ternyata itu Kim Taehyung. kejadian memalukan membuat Jimin ingin musnah saja dari muka bumi.
"hei, Park Jimin kan?"
"y- ya"
"aku Kim Taehyung" mereka berdua pun berjabat tangan, dalam hati Jimin sudah berteriak tanpa dikasihtau pun hampir semuanya tentang Taehyung telah ia ketahui.
"jangan sering melamun didalam kelas untung saja mood dosen Lee sedang baik kalau tidak nilaimu bisa dipotong" senyuman Taehyun membuat Jimin semakin jatuh cinta.
"apa kau sakit?" karena tak kunjung mendapat respon dari Jimin, Taehyung memegang pipi wanita itu sedekar memastikan suhu tubuhnya.
"a-aku baik-baik saja. sungguh" jantung Jimin semakin menggila sementara Taehyung terus menatapnya dengan intens.
fokus mata Taehyung sekarang tertuju pada leher Jimin yang kalau diperhatikan dengan baik terdapat bercak merah. Taehyung menyingkirkan pikiran kotornya itu, Jimin wanita baik-baik mana mungkin melakukan hal itu toh dia juga belum punya pacar.
"mau ke cafe denganku?"
"boleh!" ucap Jimin kelewat semangat membuat Taehyung tertawa dan mencubit pipinya.
"jangan terlalu imut rasanya aku ingin mencium mu. ayo jalan" wajah Jimin sudah merah sekali, membuat Taehyung yang sudah menggenggam tangannya merubah posisi menjadi memeluk pinggang rampingnya dan mulai menggoda.
Jungkook dan Yoongi yang tadi hendak menemui Jimin pun membatalkan niat mereka.
"apa Taehyung dan Jimin pacaran?"
"jangan bicara yang aneh-aneh" Yoongi segera berjalan meninggalkan Jungkook.
"oppa, kenapa kau marah sih? Taehyung cocok dengan Jimin kok. hei tunggu aku Min Yoongi"
Yoongi tau ini tidak seharusnya ia cemburu melihat kedekatan Taehyung dan Jimin, dirinya harus sadar kalau ia lebih berbahaya daripada sosok Kim Taehyung.
.
.
.
TBC
halo semuanya. setelah sekian lama saya balik lagi dari hiatus panjang. UN dan tes masuk PTN benar-benar menguras tenaga dan otak saya sehingga niat mengetik saya sampai ke titik nol. maaf jadi curhat hehehe
semoga masih ada yang menanti cerita saya ya. sampai jumpa di chapter depan~
