Chapter 3 Update! Happy reading ^.^

.

.

Chapter 3

"Wah, akhirnya selesai juga.."

Kris meregangkan tubuhnya setelah duduk selama dua jam di depan meja belajarnya, dan mengerjakan semua tugas sekolahnya. Lalu Kris menyangga kepalanya dengan kedua tangannya. Kris mencoba memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan cinta Tao.

Dinner sudah ditolak, mungkin karena Kris bertindak terlalu cepat. Tao pun belum menerima pernyataan cintanya. Mungkin ia harus memikirkan hal yang lebih kecil terlebih dahulu. Seperti...

Kris mengambil sticky notes berwarna kuning dan menuliskannya dengan kata-kata. Kris bukanlah orang yang romantis. Ia tidak bisa menuliskan kata-kata yang indah. Tapi ia tetap mencoba semampunya.

Setelah selesai menulis kata-kata di sticky notes, Kris tersenyum. Ia penasaran dengan bagaimana reaksi Tao setelah membacanya besok.

.

.

Pagi ini seperti biasanya Tao pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Langkahnya lebih pelan dari biasanya. Memikirkan Kris sepanjang malam memang tidak baik untuk kesehatan. Begitulah yang dipikirkan Tao. Bagaimana tidak, Tao terus saja menguap, matanya terasa berat, dan kepalanya terasa sedikit pusing akibat kurang tidur. Hari ini akan menjadi hari yang panjang bagi Tao.

Akhirnya Tao sampai di sekolah, lalu berjalan menuju lokernya. Tapi sesuatu yang berbeda disana. Sebuah sticky note berwarna kuning menempel tepat di loker milik Tao. Mata Tao langsung terbuka lebar saat membaca tulisan di sticky note itu.

Aku terus memikirkanmu setiap hari. Senyumanmu adalah semangatku.

Wo ai ni, my sweetie panda..

-Love, W.Y.F-

Tao sangat terkejut. Kenapa bisa ada sebuah kertas dengan kata-kata seperti itu bisa menempel di lokernya? Atau pengirimnya salah menempelkan sticky note ini? Tao segera melepaskan sticky note itu dari lokernya dan berlari menuju kelas. W.Y.F? Tao tidak mengenal siapa pengirimnya. Sebuah inisial yang asing bagi Tao.

Ketika sampai di kelasnya, Tao duduk di tempatnya, meletakkan tasnya dan kembali menatap sticky note kuning di tangannya. Ia bingung, apa ini dari Kris? Karena Kris tahu kalau Tao menyukai panda, dan dalam pesan yang di dapatnya terdapat kata-kata 'my sweetie panda.' Tao mengacak-acak rambutnya frustasi. Sampai Tao tidak menyadari bahwa sahabatnya sedari tadi duduk di hadapannya dan mengamatinya.

"Hey Tao! Kau kenapa?" Kai mulai angkat bicara.

"Ya! Kai! Kau mengagetkanku!" protes Tao.

"Jadi kau tidak sadar kalau sedari tadi aku mengamatimu?" Dan Tao menggelengkan kepalanya.

"Jadi.. Ada apa lagi hari ini?" tanya Kai dengan senyum. Sepertinya Kai benar-benar ingin tahu tentang perkembangan hubungan antara Tao dan Kris.

"Ini. Ada seseorang yang menempelkan ini di lokerku. Dan aku tidak tahu siapa pengirimnya." Tao memberikan sticky note itu pada Kai dan ia membaca isi pesannya.

Saat membaca isi pesan itu, Kai menunjukkan seringaiannya. Tao yang melihatnya menjadi penasaran. Mungkinkah Kai tahu siapa pengirim misterius itu?

"Kira-kira siapa pengirimnya Kai?"

"Apa aku harus membawanya kesini?" balas Kai masih dengan seringaiannya.

"Andwae! Katakan saja siapa orangnya?!" Tao mulai tidak sabar karena Kai tidak segera to the point.

"Wu Yi Fan."

"Wu Yi Fan? Siapa dia?"

"Ah, aku baru tahu kalau Kris hyung tidak pernah mengatakan nama aslinya padamu Tao," jawab Kai.

Akhirnya Tao tahu siapa pengirim sticky note itu. Dia adalah Kris. Dan Tao juga baru tahu nama asli Kris. Tao pikir 'Kris' itu nama asli karena memang Kris adalah murid pindahan dari Kanada. Tapi Tao melupakan satu hal bahwa Kris juga bisa berbahasa China, sama sepertinya. Itu berarti Kris juga berasal dari China.

"Arrgh! Kenapa aku babo sekali? Kenapa bisa aku baru menyadarinya?" ucap Tao sambil memukul-mukuli kepalanya. Sedangkan Kai, ia hanya diam dan memandang Tao dengan tatapan bingung.

.

.

Saat ini jam istirahat sedang berlangsung. Tao memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas. Tiba-tiba saja, namja yang tidak asing lagi bagi Tao masuk ke kelasnya dan duduk di kursi kosong di depan meja Tao. Namja itu duduk dan menatap Tao.

"Hai Tao," ucapnya dengan suara lembut. Sedangkan Tao merasa bingung kenapa bisa namja itu berada di kelasnya saat ini.

"Kenapa Kris ge bisa tau dimana kelasku?" tanya Tao sambil memiringkan sedikit kepalanya.

Kris tidak menjawab. Ia malah menatap namja berkulit tan yang baru saja ingin berdiri dari tempat duduknya. Menyadari ia sedang ditatap, Kai hanya bisa tersenyum canggung.

"Eung.. Aku tidak mau mengganggu, jadi aku pergi dulu. Nikmati waktu kalian!" Kai berlari dengan cepat keluar dari kelas.

"Ya! KAAIII!" teriak Tao pada Kai. Tapi sahabatnya itu sudah pergi dari hadapannya dan meninggalkan Tao sendiri bersama Kris.

Tao lalu kembali menatap Kris, kemudian ia ingat kembali pada sticky note yang ia temukan pagi ini. Tao mengambil sticky note itu yang ia selipkan di buku matematikanya lalu memberikannya pada Kris.

"Ini dari gege kan?"

"Ternyata kau tahu itu dariku ya. Apa kau suka?" jawab Kris santai. Pandangannya tidak pernah lepas dari namja manis dihadapannya.

"Hm.. Itu.. A-aku.. Kau curang ge, tidak pernah memberitahukan nama aslimu!" Tao mengalihkan topik pembicaraan. Ia mempoutkan bibirnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

Kris merasa sedikit kecewa karena Tao tidak menjawab pertanyaannya dan malah mengalihkan pembicaraan.

"Tapi kau sudah tau kan sekarang? Pasti Kai yang memberitahumu," jawab Kris seraya mengacak-acak rambut Tao.

Semburat merah tampak di kedua pipi Tao. Dan Kris menyadarinya. Melihat itu Kris tersenyum. Mungkin Tao sudah mulai menyukainya. Sedangkan Tao merasakan panas pada wajahnya. Ia merasa gugup saat Kris mengacak-acak rambutnya.

"Y-ya! Kau merusak tatanan rambutku ge!" protes Tao. Lalu membereskan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Tao, ayo kita ke kantin! Aku yang traktir!" ajak Kris.

"Hmm.. Tapi Tao sudah bawa... Ini! TA DAA!" Tao mengambil sebuah tepak makan yang berisi kimbab dari dalam tasnya.

Kris ber-sweatdrop ria lagi. Apa yang sudah ia pikirkan ternyata gagal untuk yang kesekian kalinya. Kris berdiri dari tempatnya dengan wajah menunduk. 'Sebaiknya aku pergi saja dan memikirkan rencana yang lebih baik,' pikir Kris.

"Loh, Kris ge! Kau mau kemana? Ayo makan bersama Tao!" panggil Tao saat melihat Kris mulai beranjak pergi.

Tiba-tiba Kris menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Kemudian duduk kembali di tempat yang sama seperti sebelumnya. Ia tidak menyangka kalau Tao akan mengajaknya makan bersama.

"Nah, kebetulan Tao juga membawa dua pasang sumpit. Ini, pakailah ge." Tao memberikan sepasang sumpit untuk Kris. Senyum sumringah pun terpancar dari wajah Kris. Mungkin ada bagusnya juga jika rencana Kris yang satu ini gagal.

"Tao, suapi aku," ucap Kris pelan.

Tao yang baru saja akan memasukkan kimbab kedalam mulutnya langsung terkejut mendengar ucapan Kris. Wajah Tao kembali memerah. Membayangkannya saja sudah membuat jantung Tao berdegup kencang.

"T-tapi Kris ge kan sudah ada sumpit sendiri!" balas Tao dengan gugup.

"Tao ya... hanya sekali saja..." Kris menatap Tao dengan wajah memelas. Tao jadi tidak enak melihatnya.

Dengan tangan yang gemetaran, Tao mengambil sebuah kimbab dengan sumpitnya, lalu menyuapkannya pada Kris.

"Sudah kan Kris ge? Tao m-mau makan dulu."

Tao kembali mengambil sebuah kimbab untuk dimakan olehnya. Tapi ia tidak berani menatap Kris. ia terus saja mencari sebuah objek untuk dipandang. Namun pada akhirnya Tao menunduk dan memandang sepatunya sendiri.

Kris ingin sekali mencubit pipi Tao saat ini. Melihat Tao yang salah tingkah membuatnya lebih terlihat cute. Dan jangan lupa dengan semburat merah yang terlihat jelas diwajahnya. kris ingin sekali mendapatkan hati Tao. Tapi ternyata itu sangat sulit.

.

.

Pelajaran sejarah sedang berlangsung di kelas Tao dan Kai. Semua siswa serius memperhatikan seonsaengnim yang sedang menerangkan pelajaran. Namun berbeda dengan Kai. Ia sibuk berkutat dengan ponselnya. Seseorang mengirimkan pesan untuknya.

From: Kris hyung

Kai, sepulang sekolah aku ingin bicara padamu. Penting!

To: Kris hyung

Tapi aku ada janji dengan Kyungsoo hyung.. Aku tidak bisa.

From: Kris hyung

Ini penting Kai! PENTING! Aku akan ke kelasmu setelah bel pulang berbunyi! Jangan mencoba untuk kabur!

Kai mengernyit setelah mendapat pesan dari Kris. Menurutnya, terkadang Kris bersikap seenaknya saja. Tapi mau bagaimana lagi, Kai tidak bisa menolak.

.

.

"Kai, kau tidak pulang?"

"Eung... A-aku.. Akan pulang sebentar lagi Tao. Kau duluan saja," jawab Kai. Tao mengangguk lalu berjalan keluar kelas.

Baru saja Tao meninggalkan kelas, Kris pun datang menghampiri Kai sambil berjalan mengendap-endap. Kai hanya tertawa karea melihat Kris yang berbeda dari biasanya. Cinta benar-benar bisa mengubah segalanya.

"Jadi, apa yang penting Kris hyung?" tanya Kai penasaran.

"Aku ingin bertanya beberapa hal tentang Tao."

.

.

Pagi ini Tao menerima sticky note berwarna kuning lagi. Namun dengan isi pesan yang berbeda.

Tao, kau tau. Panda itu memang sangat imut dan menggemaskan. Tapi menurutku, kaulah panda yang paling imut itu Tao.

-Love, your future boyfriend-

'Blush'

Pipi Tao memerah. Ini masih sangat pagi, tapi karena sticky note dari Kris ini membuat Tao salah tingkah. Dan yang paling membuat Tao salah tingkah adalah kata-kata 'your future boyfriend'. Tao bukannya tidak suka, ia hanya tidak tahu harus bagaimana dan melakukan apa.

Tao mengambil sticky note itu dari lokernya. Lalu ia membalikkan badannya dan ingin menuju kelasnya.

"Pagi Tao!"

"Aaaaa!" jerit Tao.

Bagaimana Tao tidak menjerit? Saat ia membalikkan badannya, tiba-tiba Kris ada di depannya dengan jarak yang sangat dekat. Kris terkejut dengan reaksi Tao. Ia tidak menyangka kalau Tao akan berteriak.

"Tao, kau tidak apa-apa?" tanya Kris cemas sambil memegang pundak Tao.

"Kris ge mengagetkanku!" ucap Tao dan mem-pout-kan bibirnya.

"Kenapa kau lucu sekali tao. Aku gemas melihatmu," Kris mencubit kedua pipi Tao gemas.

"Sakit Kris ge!" protes Tao sambil melepas cubitan Tao di pipinya. Kris hanya tertawa melihat kelakuan Tao. Tapi terkadang Tao merasa heran mengapa Tao bisa sepolos ini. Tapi ia tetap menyukai Tao.

"Tao, hari ini kau tidak ada janji kan sepulang sekolah?"

"Tidak ada ge. Memangnya kenapa? Sepertinya Kris ge sering sekali menanyakan hal itu. Apa Kris ge tidak bosan?" ucap Tao seenaknya.

GUBRAK! Bagaikan sebuah batu jatuh menimpa kepala Kris. Tentu saja ia tidak akan pernah bosan menanyakan hal yang sama. Memang karena inilah yang dia pikirkan. Ini adalah cara untuk mendapatkan cinta Tao. Tapi sepertinya Tao belum sadar juga dengan maksud Kris.

"Antarkan aku..."

"Kemana ge?"

"Nanti juga kau tau. Aku hanya tidak ingin ke sana sendirian," bohong Kris. Sebenarnya ia punya rencana, tapi tentu saja ia tidak mau mengatakannya, atau semuanya akan menjadi berantakan.

"Kenapa tidak bersama teman gege saja? Kenapa harus bersamaku?"

'Tentu karena aku ingin dekat denganmu Tao!' pikir Kris.

"Umm.. Teman-temanku sibuk semua," sekali lagi Kris berbohong.

"Ooh.. Baiklah. Aku mau!" jawab Tao dengan tersenyum.

Ingin rasanya Kris berteriak saat ini karena senang. Kris membayangkan seandainya Tao berkata seperti itu untuk menerima cintanya. Tapi mungkin Kris harus berusaha sangat keras untuk mendapatkan cinta Tao.

"Aku akan menghampirimu di kelas saat pulang sekolah nanti."

"Ok Kris ge!"

"Ehem ehem." Kai tiba-tiba saja muncul, melirik ke arah Tao dan Kris dengan seringaiannya.

Kris membalas Kai dengan tatapan tajamnya. Seperti mengisyaratkan Kai untuk pergi dan tidak mengganggu mereka. Sedangkan Tao hanya menatap kedua namja dihadapannya dengan penuh rasa heran.

"Kajja Tao! Kita ke kelas!" ajak Kai lalu merangkul pundak Tao. Tao hanya mengikuti saja, karena memang sebentar lagi pelajaran dimulai.

Tao dan Kai mulai berjalan menuju kelas meninggalkan Kris yang tetap diam. Tapi tatapannya masih tertuju pada Kai. Tao memang sudah sering menolak ajakan Kris, tapi kalau Kai yang mengganggu rencananya, itu membuatnya sangat kesal.

Ingin sekali Kris melemparkan sepatunya ke kepala Kai. Tapi ia tidak bisa melakukan itu di depan Tao. Tao pasti akan berpikir kalau dirinya adalah orang jahat yang telah menyakiti sahabatnya. Dan mungkin Tao tidak akan memaafkan dirinya. Jika hal itu terjadi, berarti Kris tidak akan pernah mendapatkan hati Tao.

Kris hanya bisa bersabar. Ya, demi mendapatkan cintanya ia harus bersabar.

.

.

*SKIP TIME*

"Kris ge, kita mau kemana? Kenapa kita ke mall? Gege mau belanja ya? Belanja apa ge?" tanya Tao panjang lebar tanpa jeda sedikit pun. Kris tertawa mendengarnya. Tao benar-benar seperti anak kecil yang penuh dengan rasa ingin tahu.

"Aniyo Tao. Kita akan ke sana!" tunjuk Kris ke sebuah bioskop.

"Wah bioskop! Tao belum pernah kesana! Kajja ge!" seru Tao lalu berlari-lari kecil menuju bioskop. Kris menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Tao. Benar-benar cute!

"Kau tunggu sebentar disini, aku ingin membeli tiketnya dulu ne?"

"Ne Kris ge!"

Sekitar lima menit menunggu, akhirnya Kris datang dan membawa dua tiket. Tao penasaran dengan apa yang akan mereka lihat nanti. Karena memang sejak tadi Kris tidak memberitahunya.

"Kris ge, memang kita mau melihat film apa?"

"Ini film baru yang sangat bagus! Kau pasti akan menyukainya!"

"Wah, jinjja?"

"Ne!"

.

.

Tao pikir yang akan mereka lihat adalah film aksi atau film sejarah atau pun film animasi yang dirilis baru-baru ini. Tapi ternyata salah. Saat ini Tao benar-benar ketakutan dengan apa yang dilihatnya.

Tao terus-terusan menutup matanya dengan kedua tangannya. Ia juga terus menggigit bibir bawahnya untuk mencegah agar ia tidak berteriak. Film yang mereka lihat ternyata adalah film horor, film yang paling dibenci Tao.

"Tao, gwaenchanhayo?"

Dengan cepat Tao menyingkirkan tangannya dari mukanya dan menatap Kris. ia mencoba untuk bersikap senormal mungkin.

"Gwaenchanha." Jawab Tao singkat.

"Kau yakin?" tanya Kris lagi.

"N-ne. Kau lihat Kris ge? A-aku baik-baik saja. Tuh, lihat Kris ge! Film nya sedang seru!" Tao mencoba mengalihkan perhatian.

Kris tahu sebenarnya Tao tidak baik-baik saja, tapi akhirnya ia kembali fokus pada film. Tao menundukkan kepalanya. Sebenarnya ia takut sekali, tapi tidak mau mengatakannya. Tao menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk tenang.

Setelah dirasa lebih baik, pelan-pelan Tao kembali menatap layar bioskop. Tepat saat Tao memandang layar, hantu tiba-tiba saja muncul dalam adegan dan Tao berteriak dengan sangat keras.

Kris terkejut, bukan karena filmnya, tapi karena saat ini Tao memeluk lengan kanannya dengan erat sambil menyembunyikan wajahnya di belakang punggung Kris. Kris menunjukkan seringaiannya. Ternyata benar apa yang dikatakan Kai waktu itu.

=FLASHBACK=

"Apa saja yang disukai Tao?"

Kai memandang Kris datar. Sudah sekitar 20 menit Kris bertanya padanya soal Tao. Sampai-sampai ia membatalkan acaranya bersama Kyungsoo.

"Tao suka panda, cake, sesuatu yang manis..."

"Kalau itu aku sudah tahu. Ada lagi yang lain?"

"Gucci." jawab Kai singkat.

"Gucci? Maksudmu brand terkenal itu?" Kris merasa heran. Barang-barang merk Gucci itu sangat mahal!

"Ne hyung. Tao sangat menyukai merk Gucci, apapun bendanya."

Kris mengangguk dan berpikir mungkin mulai sekarang ia harus sering-sering menyimpan uangnya. Kemudian Kris menuliskannya di buku yang sejak tadi berada di meja. Buku itu diisi dengan berbagai hal tentang Tao. Mulai dari tanggal lahir, warna kesukaan, makanan yang Tao suka dan hal-hal lain tentang Tao.

"Lalu apa yang tidak disukai Tao?" tanya Kris lagi.

"Film horor. Tapi bukan cuma film horor. Sesuatu yang berhubungan dengan hantu, Tao sangat membencinya. Bahkan bisa saja dia menangis saat mendengar atau menonton sesuatu tentang hantu," jelas Kai panjang lebar.

Kris kembali menuliskan hal itu di bukunya. Mungkin ini bisa menjadi rencana yang bagus.

=END OF FLASHBACK=

.

.

"Kris ge! Aku takut! A-aku ingin keluar saja!" Tao melepaskan pelukannya dari lengan Kris dan berlari keluar. Kris sebenarnya merasa sedikit kecewa karena Tao melepaskan pelukannya.

"Tao! Tunggu!" Kris mencoba mengejar Tao yang sudah lebih dulu keluar gedung bioskop.

Ketika mereka keluar dari bioskop, Kris baru menyadari kalau Tao menangis. Ternyata apa yang dikatakan Kai benar. Tao akan menangis jika menonton film horor. Kris mendekati Tao dan mengelus pundaknya. Tao menatap kearah Kris. Matanya terlihat sembab dan kedua pipinya basah karena air mata.

"Kris ge! Kau tahu? Tao tidak suka film horor! Kenapa Kris ge tidak bilang sebelumnya kalau kita akan menonton film horor!" bentak Tao. Tao terlihat sangat marah.

"Tao mianhae, aku tidak tahu kalau kau-"

"Sudahlah Kris ge! Tao mau pulang saja!"

Tao menyibak tangan Kris yang sedang mengelusnya. Ia berlari entah kemana dan meninggalkan Kris. Kris mencoba mengejar, tapi ternyata Tao lebih cepat larinya, berbeda dengan apa yang ia pikirkan.

Kris menyesal. Ia pikir saat Tao akan memeluknya saat ia menenangkannya. Tapi Tao ternyata Tao marah dan pada akhirnya meninggalkannya.

.

.

Tao membersihkan wajahnya yang masih basah dengan air mata. Matanya masih memerah dan ia pun masih sesenggukkan sehabis menangis.

"Kris ge babo! Jeongmal babo namja!" gumam Tao.

Setelah wajahnya kering dari air mata, Tao mengambil ponsel di saku bajunya dan mencari nomor kontak Baekhyun.

"Yeoboseyo?"

"Baekhyun hyung! Jemput aku... Aku tidak mau sendirian.." rengek Tao.

"Kau kenapa Tao? Sekarang kau ada dimana?"

"Aku di mall hyung... Times Square Shopping Center."

"Baiklah aku kesana Tao. Kau tunggu di depan, ne?"

"Ne hyung."

'Click'

Tao memutuskan sambungan teleponnya. Kemudian Tao keluar dari toilet dan menunggu Baekhyun di depan mall.

.

.

"Tao!" Baekhyun pun datang dengan raut wajah penuh cemas.

"Baekhyun hyung!" Dengan cepat Tao memeluk Baekhyun.

Baekhyun merasa heran kenapa Tao bisa seperti ini. Dan kenapa Tao bisa sendirian di tempat ini. Karena Tao memang tidak pernah pergi ke mall sendirian.

"Tao, ayo kita masuk dulu. Aku sudah memanggil taksi."

Tao melepaskan pelukannya dan mengangguk pelan. Kemudian mereka masuk ke dalam taksi dan menuju ke rumah Tao.

"Sejak tadi kau belum pulang Tao?" tanya Baekhyun sambil mengelus punggung Tao.

"..." Tao tidak menjawab. Ia hanya kembali mengangguk.

"Kenapa kau bisa disana? Apa kau bersama seseorang?"

"..."

"Katakan sesuatu Tao! Aku khawatir padamu!" ucap Baekhyun sedikit keras. Bukan untuk memarahi Tao, tapi karena ia memang khawatir dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

"A-aku bersama Kris ge tadi." Tao mulai angkat bicara. Suaranya masih sedikit serak sehabis menangis.

"Lalu?"

"Kris ge mengajakku menonton film. Dan ternyata itu film horor. Hwaa! Baekhyun hyung! Hantunya masih berkeliaran di pikiranku!" teriak Tao histeris.

"Ssshh.. Sudah jangan dipikirkan Tao. Itu hanya film. Mungkin Kris hyung tidak tahu kalau kau phobia pada film horor," ucap Baekhyun lembut. Tangannya masih terus mengelus punggung Tao.

"N-ne hyung.."

"Tapi aku benar-benar ingin tahu Tao. Apa kau menyukai Kris hyung?" Baekhyun memegang pundak Tao dengan kedua tangannya. Menatap serius namja manis di hadapannya.

"A-aku tidak menyukai Kris ge! Kris ge itu orang yang aneh!" balas Tao. Wajahnya terus saja menunduk, tidak berani menatap Baekhyun

Baekhyun memutar bola matanya mendengar kata-kata Tao. Ternyata sampai sekarang Tao belum mau mengakui perasaannya. Atau karena dia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri? Baekhyun pun tidak tahu. Meskipun dekat, terkadang Baekhyun juga tidak mengerti apa yang di pikirkan Tao.

.

.

TBC