Fanfiction

Disclaimer : Naruto milik pak Masashi Kishimoto. Saya Cuma pinjem karakternya doang buat bikin ni Fanfic.

Genre : Romance/Humor

Warning: OOC, Tijel, Gaje, Ancur, Ngaco, Alur kecepetan, Humor gak garing (Bantat?), dan yang jelek bertebar di mana – mana. XP

Chapter 3

Owh! Shit! Ini gila!

SASUKE'S POV

Dag…dig…dug…

Shit! Kenapa debaran jantung ini semakin menggila tatkala ia semakin mendekati tempat duduknya? Mengapa pula mataku tak bisa berhenti menatap sosoknya itu? Oh Kami-sama! Ada apa denganku?!

Darahku serasa berdesir. Tubuhku tersa panas. Apa – apaan ini? Apa aku sakit?

Setelah ia duduk, debaran jantungku seiring waktu mulai kembali tenang. Haaah…Mengapa ini? Ada apa denganku? Perasaan apa barusan itu?

Daripada memikirkan hal itu, lebih baik kuperhatikan saja penjelasan Yuichi-sensei. Huh!

END SASUKE'S POV

"Hai! Kupanggil Kau Sakura ya! Perkenalkan namaku Yamanaka Ino! Panggil Ino saja." Sapa Ino kepada Sakura yang baru saja menempati kursi di sebelahnya.

"Hai juga…Ino! Salam kenal ya…" Balas Sakura.

Ino hanya tersenyum. Sakura membalas senyumannya dengan senyum pula. Mereka lalu kembali memalingkan wajah mereka ke depan kelas yang dimana saat itu, Yuichi-sensei sedang menjelaskan pelajaran IPS.

SKIP TIME…

Kriiiiing…..

"Sakura! Ayo ke kantin yuk!"Ajak Ino – lebih tepatnya memaksa- sambil menarik tangan Sakura.

"Ya. Ayo." Sakura menyanggupi ajakan Ino. Saat ia akan bangkit dari kursinya, ia melirik ke arah kanan sebentar. Begitu melihat sesuatu, ia mengulum senyum lalu berjalan keluar kelas bersama Ino.

Yang tadi dilihat hanya membalas melihat sekali begitu Sakura sudah mulai melangkah keluar kelas.


"Hey, Saku! Kenapa kau tadi melirik ke bangku sebelah kanan?" Tanya Ino. Mereka sedang berjalan menuju kantin.

Sakura tak menjawab. Ia tampak melamun.

Tak ada respon membuat Ino sebal. Spontan ia menepuk bahu Sakura, "Hei!"

Sakura langsung tersentak. Ia gelagapan, "Ha..Hah…Eh…Ap…Apa?"

"Sakura…Kamu tuh jangan melamun napa! Lamunin apa hayoo?" Tanya Ino dengan nada menggoda Sakura.

"Eh..? Gak ada kok," Elak Sakura. Ino tak percaya. Tapia pa boleh buat. Malas berdebat dengan tema "Apakah yang dilamunkan oleh Haruno Sakura?" Ia lebih memilih hanya tersenyum dan menarik Sakura menuju kantin yang hanya berjarak 1 meter lagi(?).


"Sakura! Kau mau pesan apa?" Tanya Ino sambil memilah – milah makanan yang akan dibelinya.

"Hmm…Aku ingin French Toast dan minumannya milkshake strawberry saja," Sebut Sakura.

"Mbak, French Toast 2 sama minumannya milkshake strawberry dan lemon tea 1 ya," Pesan Ino kepada penjual.

"Ya. French Toastnya mau di tambah sirup maple apa susu kental manis aja?" Tanya penjual tesebut.

"Sirup maple aj Mbak. Kmu Saku?" Tanya Ino sambil melirik kearah Sakura.

"Sama."

Penjual tersebut hanya mengangguk. Ino dan Sakura duduk di sebuah bangku yang muat untuk 3-4 orang. Sembari menunggu pesanan…

"Sakura! Apa yang kau lamunkan tadi?" Tanya Ino memulai pembicaraan.

"Ti..tidak ada kok Ino." Elak Sakura.

"Jangan bohong padaku Sakura. Aku tahu kau berbohong."

Sakura bingung. Dari mana Ino tahu kalau dirinya berbohong? Apakah ia sebegitu mudahnya ditebak?

"Jadi, apa yang kau lamunkan? Jawab aku Sakura!" Ino semakin kepo. Ia ingiiiiiin tahu sekali apa yang di lamunkan oleh Sakura setelah melirik ke kursi sebelah kanannya di kelas. Pasalnya, arah kanan dari kursinya adalah kursi Uchiha Sasuke. Aneh? Ya.

"Apa jangan - jangan yang kau lamunkan itu…–Ino memutuskan ucapannya.

–Uchiha Sasuke?"

Spontan Sakura menatap Ino. Jawabannya tepat sekali!

"Ah…I..Itu…" Sakura belum sempat meneruskan ucapannya kerena penjual tadi mengantarkan makanan yang mereka pesan tadi.

"Ini Dek. 2 French Toast sama strawberry milkshake dan lemon tea 1."

"Makasih, Mbak." Ucap Ino dan Sakura. Penjual tadi hanya tersenyum lalu kebali ke tempatnya.

Setelah makanan datang, Ino tak bertanya kembali karena sangat sibuk denga French Toast yang super lezat ini. 'Haaah…Syukurlah!' Sakura membatin.


"Boleh kami bergabung?"

Sakura dan Ino segera menghentikan aktivitas makan mereka lalu memalingkan wajah mereka ke sumber suara tadi.

"Boleh. Gabung saja Naruto." Jawab Ino. Sakura hanya mengangguk.

Naruto segera duduk diikuti temannya.

"Hay! Namamu Sakura kan? Perkenalkan namaku Naruto! Salam kenal!" Sapa Naruto kepada Sakura.

Temannya mendengus. Naruto mendelik, "Apa – apaan kau Teme? Kau mengejekku ya?!"

Yang di sebut Teme kemudian menyahut, "Hn. Kau baka. Kau sudah tahu namanya tapi bertanya lagi. Baka Dobe."

"Apa kau bilang TEME?!" Naruto yang sudah tersulut emosinya langsung menunjuk muka sahabatnya yang dipanggil Teme. Yang ditunjuk hanya memasang wajah cueknya.

"Hn? Perlu kuulang?"

"KAU!" Naruto baru saja ingin membalas sahabatnya. Tetapi…

"STOOOP!"

Semua (Naruto, Ino, dan..Ehm…Teme*Panggil gitu dulu…) memerhatikan orang yang barusan berteriak, yaitu Sakura.

"Kalian bisa tidak bertengakar tidak siiih?! Tujuan kalian di sini untuk bertengkar?! Buang – buang waktu saja!" Sakura mengomeli yang ingin bertengkar tadi. Haha…

"Sakura benar! Naruto, kau jangan mudah tersulut gitu dong! Tak usah segitunya! Dan kau! Kau juga, Sasuke!" Sahut Ino membenarkan Sakura.

Naruto menundukkan kepalanya. "Maaf."

"Hn."

"Ah ya sudah. Sakura perkenalkan. Yang berambut spike itu Uzumaki Naruto dan yang di sebelahnya yang berambut emo itu Uchiha Sasuke."

"A…aa..ah…Iya." Sakura menatap Naruto dan Tem…Ehm… Sasuke. Naruto tersenyum lebar dan Sasuke hanya tersenyum tipis.

Sakura menatap penasaran kearah Sasuke. Sasuke menyadarinya lansung saja berkata, "Ada apa, Sakura?"

Sakura kaget. Ketahuan sedang memandang oleh orang yang dipandang memang wajar membuat malu.

"Eh? Ti…tidak ada apa – apa kok."

Sasuke kembali asyik menyeruput jus tomatnya. Naruto memakan ramennya dan Ino asyik memakan French Toastnya. Sakura? Kembali menghabiskan pesanannya.

KRIIIIIING…..

Bel berbunyi. Menandakan waktu pembelajaran akan dimulai kembali. Suasana kembali tenang. Murid – murid kembali ke kelas menunggu pelajaran berikutnya yang akan diajarkan.


GREEEK… Pintu digeser. Menampakkan seorang wanita paruh baya yang bisa kita kenali sebagai guru di KES.

"Permisi, anak – anak." Sapanya.

"Hari ini guru Bahasa Jepang, Riko-sensei sedang ada keperluan mendadak. Jadi, hari ini ia tidak mengajar."

Semua murid kelas 4-1 bersorak sorai. Ribut sekali.

"Anak – anak! Tenang semuanya! Karena Riko-sensei tak mengajar, maka kalian harus bekerja bakti membersihkan kelas kalian. Mengerti?" Ujar guru tersebut.

"Ha'i Sensei!" Ucap semuanya.

Guru tersebut pun melangkah keluar kelas. "Tapi jangan rebut ya!" Pesan guru tersebut sembari melangkah keluar kelas. Semuanya hanya mengannguk lalu mulai mengambil peralatan bersih – bersih dan mulai membersihkan kelas.


"Sakura! Tolong bersihkan jendela yang di sana ya!" Pinta Ino. Sakura segera mengambil lap dan mulai membersihkan kaca yang dimaksud oleh Ino. Karena kacanya terlalu tinggi, ia memakai kursi ketika akan membersihkan kaca tersebut.


'Fuuh…Selesai! Capek juga membersihkan kelas. Haah…"Sakura membatin.

Ketika Sakura akan turun, ia tak menyadari jikalau kaki kirinya sudah tak menapak di atas kursi. Keseimbangannya mulai goyah. Ia oleng dan ia pun terjatuh.

"Kyaaaa….!"

"Waaaaa!"

BRUK

Sakura terjatuh.

"Kyaaaaa!"

"Gyaaaa!"

"Suuuiit – suuuiit!"

"Cieeee….!"

"Cieee…Sakura!"

"Cieeee…Ehem….Ehem!"

Sakura membuka matanya. Yang pertama kali ia lihat adalah sepasang mata onyx yang kelam. Menatapnya dengan intens. Yang ia rasakan sekarang ia tak merasa sakit justru…empuk?

'Ehh? Apa tadi? Onyx? Mata? Empuk? Dan sesuatu yang menempel di bibirku? Kenyal? T..tunggu dulu…Ini kaaan?!'

Sakura mengerjapkan matanya. Berharap hanya mimpi. Tetapi ini kenyataan. 'Bohong Ah!'

"Hei! Kau! Minggir!" Seru seseorang di bawah Sakura.

Sakura segera bangkit dari posisinya. Ia bersimpuh sembari memegang bibirnya. Mukanya sudah semerah udang rebus.

"Cieeeee! Sakura! Kau berhasil merebut ciuman pertama Sasuke! Selamat!" Seru Ino. Sakura sedang memproses perkataan Ino. Berhasil diproses. Alhasi, wajahnya semakin memerah!

"Kyaaa! Sasuke!~~~" Seru para Fans Girl tak terima melihat pangeran pujaan mereka ternyata telah direbut first kiss-nya oleh Sakura, murid baru. Mereka memasang wajah sebal dan mengarahkannya kea rah Sakura yang masih merona hebat.

"TEMEEE!~~ Kau curang! Merebut ciuman pertama Sakura-chan! Atau jangan – jangan… kau suka Sakura-chan?" Sahut Naruto tiba – tiba membuat Sasuke terdiam dan Sakura semakin merona.

Sasuke segra bangkit . Kemudian berucap dengan keras, "Aku tak menyukainya Dobe! Lagipula itu hanya kecelakaan! Ciumannya tak berarti sama sekali bagiku!"

Semua terdiam. Tak ada yang menanggapi ucapan Sasuke. Ia kemudian melangkah keluar kelas.

Sakura yang tadi sempat merona hebat, kini terdiam. Ia sangat sulit mencerna kata – kata yang barusan terlontar dari Sasuke. Entah mengapa hatinya sakit mendengar Sasuke mengucapkan hal itu. Sejujurnya, ia agak merasa senang begitu tahu bahwa ialah orang pertama yang berhasil mencium Sasuke. Yang berhasil mendapatkan first kiss Sasuke. Akan tetapi… Hancur sudah…

Ia menggelangkan kepalanya guna menghapus pikiran dan kesedihannya akibat perkataan Sasuke tadi walupun ia tahu bahwa itu percuma.

SASUKE'S POV

BACK TIME

'Tinggal membersihkan bagian sini dan…Hn?! Tunggu! Sakura akan jatuh dan arahnya ke…'

"Kyaaaa….!"

"Waaaaa!"

BRUK

"Kyaaaaa!"

"Gyaaaa!"

"Suuuiit – suuuiit!"

"Cieeee….!"

"Cieee…Sakura!"

"Cieeee…Ehem….Ehem!"

'Aduuuuuuh! Sakit sekali!'. Memang benar sakit sekali. Punggungku berbenturan langsung dengan lantai.

'Hn? Ada Sesutu yang menempel dibibirku. Agak kenyal. Apa ini?'

Kubuka mataku. Mataku terbelalak. Sungguh! Yang pertama kulihat adalah wajah perempuan yang kuyakini itu adalah…Sakura! Ngapain ia berada di atasku? Tunggu! Atas? Berarti ia yang menindihku dan yang menempel di bibirku berarti…

'Haaah! Shit! Yang menempel di bibirku ternyata adalah…bibir Sakura! Berarti kami telah berciuman! Ciuman pertamaku direbutnya! Shit! Sial! Cepat menyikir dariku Sakura!' Gerutuku.

Bagus! Ia membuka matanya. Tuh kan! Reaksinya sama! Shock! Wajar! Cepat minggir dong!

"Hei! Kau! Minggir!" Seruku kepadanya.

Ia segera bangkit dan duduk bersimpuh. Wajahnya sudah semerah udang rebus.

"TEMEEE!~~ Kau curang! Merebut ciuman pertama Sakura-chan! Atau jangan – jangan… kau suka Sakura-chan?" Sahut Naruto tiba – tiba.

Aku terdiam. Haaah! Dasar baka Dobe! Seenaknya saja ia bilang aku suka Sakura?! Banyak orang tahu!

"Aku tak menyukainya Dobe! Lagipula itu hanya kecelakaan! Ciumannya tak berarti sama sekali bagiku!"

Semua terdiam. Aku langsung berjalan keluar kelas. Sebelumnya, aku sempat melihat wajahnya. Ia tampak kecewa dan…sedih. Entah mengapa aku merasa manyesal telah mengatakan itu kepadanya.

Aku memang bodoh!

Maafkan aku… Sakura.

END SASUKE'S POV


Pulang sekolah. Sakura berjalan gontai menuju gerbang sekolah. Ia ingin segera sampai di rumahnya dan melepas segala penat dan beban yang diterimanya hari ini.

Begitu sampai di gerbang sekolah, tangannya ditarik oleh sesorang.

"Hei! Lepaskan!" Rontanya

"Ssst… Diamlah Sakura."

Sakura mengalihkan pandangannya menuju orang yang menariknya dan ternyata…

"Ehh…K..k..kau…" Sakura tergagap.

Yang menarik Sakura hanya mengerutkan alisnya.

"K..k..kau… Sa…suke?"

Sasuke hanya mengangguk. Ia kemudian membawa lari Sakura. Sakura bingung ia akan dibawa kemana oleh Sasuke. Ia hanya mengikuti saja. Toh… tangannya juga ditarik oleh Sasuke.

Sampailah mereka di suatu tempat.

"Haaah…hah… Kenapa kau membawaku ke sini?" Tanya Sakura yang ngos – ngosan.

Sasuke terdiam. Ia kembali menarik Sakura.

"Hey! Jawab aku Sasuke!"

Sasuke tak menggubris omongan Sakura. Pikirannya hanya terfokus pada sesuatu.

'Pokoknya, aku harus melindunginya mulai saat ini. Dia seperti ini karena aku. Maaf ya… Sakura'

ANaR (Author Note and Room) (?) :

Haaai! Minna-san! Bertemu lagi dengan Hazu yang Gaje ini! Maaf ya lagi gak bisa kilat! Padahal dah janji… Huhuhu…. Hiks….

Gomenneeeee! Author lagi banyak tugas dari sekolah. Gomen lama update. :'(

Maaf yak lo fict sebelumnya gaje, abal, dll… Habisnya Author masih amatir. Nih masih SMP…. Gomennasai Minna-san. XC

Tolong kasih saran agar fanfict ini tidak mengecewakan ya… :'3

Owh ya. Makasih atas sarannya. Berkat kalian, Fict ini bisa terus berlanjut dengan gajenya (haha?)

Thanks for : hanazono yuri, sofi asat, .9, ravenpink, Dhezthy UchihAruno, dinda, MPA, dan Na.

Owh ya…. Saatnya balas Review! :3

hanazono yuri : Ni udah lanjutttt… :3 Makasih yaaa….

sofi asat : Hehehe… Udah di banyakin nih… Masih kurang ya? Di chap depan ya… Sudah lanjutttt :D

.9 : Already next! X3 Haha…

ravenpink : Already next! Sudah lanjut! Udah kilat belom? Beda 5 hari….Dhezthy UchihAruno : Makasih ya Dhezthy-chan! Mungkin bagi Sasuke hokum menjitak Anikinya itu di perbolehkan kali ya? 0_o . makasih sudah mengikuti Fict ini. Sudah lanjuuttt…. Udah kilat belum?

dinda : Sudah lanjuuutttt…. X3

MPA : Anu… kakak? Kmu kelas berapa ya? Yang di kelasku? Kamu siapa ya? Sorry… Habis gak ada namanya…. Gak terlalu panjang kok… Aku tunggu! Kalau sudah selesai beritahu ya! X3

Na : Boleh. Aku masih kelas 7. Makasih ya… Nanti akan aku coba kurangin note nya. Aku akan berusaha lagi.. Ikutin lagi ya…. Soalnya aku butuh bantuan buat benerin fict ini! Sudah lanjuttt niiih…. :D

Okeee! SUdah bals review! Sampai berjumpa lagi di chapter depan!

See you….

~*~Hazu~*~