Me, You and Us

Chapter 3 : Cerita Yang Terungkap

Cast:

-Byun Baekhyun as Son of Aphrodite

-Park Chanyeol as Son of Zeus

-Oh Sehun as Son of Poseidon

-Kim Jongin/Kai as Son of Hades

-Ahn Jaehyun

-Kim Jongdae as Son of Athena

-Xi Luhan as Son of Ares

-Do Kyungsoo as Son of Nemesis and other.

Genre:

Fantasy, Drama, Romance

WARNING!

YAOI! BL(Boys Love)!

If you dont like YAOI, my cast or my pair, you can close this page. Thanks.

Also Typo(s) and Age Switch

Play: EXO – Miracles In December

.

.

.

.

.

Chanyeol memasuki ruangannya. Matanya menangkap sebuah map ungu diatas mejanya. Sebuah seringai kecil terpatri di wajahnya.

Byun Baekhyun. Lahir pada 06 Mei 1992, usia 21 tahun. Memiliki sebuah toko bunga kecil di daerah Myeondong. Diketahui ia dibeli oleh CEO Ahn Corp, Ahn Jaehyun enam tahun yang lalu dan sekarang tinggal serumah dengannya.

Asal usul lainnya tidak terdeteksi.

Chanyeol mendecih. Tentu saja tidak terdeteksi. Data masa lalu para Demigod akan dihilangkan setelah mereka lima belas tahun, dimana kekuatan mereka sudah muncul dan mereka akan dipindahkan ke Perkemahan Demigod.

Tapi ada satu kata yang mengganggu Chanyeol. Dibeli. Apa maksudnya Baekhyun dibeli oleh Jaehyun? Setitik rasa marah menghinggapi hati Chanyeol. Baekhyun bukan barang. Bagaimana bisa ia dibeli?

Dan bagian tinggal serumah itu benar-benar membuat Chanyeol meradang. Bagus. Dibeli lalu tinggal serumah. Bagus sekali. Chanyeol sebentar lagi akan meledak.

"Byun Baekhyun.. Apa saja yang telah terjadi denganmu selama ini..?"

.

.

.

.

.

Baekhyun terperangah melihat siapa yang berdiri di ambang pintu tokonya. Orang itu tersenyum manis. Dengan santainya berjalan masuk dan memperhatikan sekeliling.

"Kau merawat bunga-bungamu dengan sangat baik, Baek" Pujinya sambil terus menatap pot-pot bunga yang tersusun rapi. Baekhyun terdiam. Tidak bisa mempercayai bahwa orang yang berdiri di depannya ini sungguh dia.

"Hei, kau ini tidak sopan sekali. Setidaknya sapalah aku setelah kita telah bertahun-tahun tidak bertemu. Susah-susah aku mencarimu selama ini. Atau kau tidak merindukan Hyungmu, hah?" Tanyanya dengan wajah terluka yang dibuat-buat. Mata Baekhyun berkaca-kaca. Dilepaskannya buket bunga yang setengah jadi itu lalu berlari menubruk tubuh tinggi dihadapannya.

"Bagaimana bisa.. Daewoo Hyung menemukanku..?" Tanya Baekhyun lirih. Daewoo tertawa keras. Tangannya mengusap pelan punggung Baekhyun.

"Aku ini Im Daewoo, apa pun bisa kulakukan" Pamernya dengan wajah pongah. Baekhyun dulu akan selalu berdecih atau berpura-pura memuntahkan sesuatu jika Daewoo mulai menyombong dengan wajah sombongnya yang khas itu, tapi sekarang alih-alih mengejek, Baekhyun hanya mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada Daewoo. Betapa dia merindukan pelukan hangat dari super hyungnya ini.

"Kau mengejutkanku, Baek. Kau, bocah usia enam belas tahun yang masih tergolong remaja labil, demigod yang belum dapat menguasai kekuatannya sendiri, kabur dari rumah. Aku begitu cemas, kau tau? Begitu banyak hal buruk yang mungkin menimpamu. Berminggu-minggu kuhabiskan mencarimu tapi kau seperti ditelan bumi, menghilang tanpa jejak.

Dan kau tau betapa terkejutnya aku saat Sehun menghubungiku kemaren dan mengatakan ia menemukanmu saat berada di pesta ulang tahun perusahaan Kai. Ah, tiga bedebah itu sungguh beruntung. Para dewa sepertinya sangat menberkati mereka. Padahal bila melihat tingkah mereka dulu, kukira paling hebat mereka akan menjadi tukang pukul para penguasa saja" Celoteh Daewoo tanpa henti. Baekhyun terkekeh mendengarnya. Dulu ia akan selalu membela Chanyeol, Sehun dan Kai bila Daewoo mulai mengeluh soal kelakuan mereka yang luar biasa bengal.

"Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran. Sehun bilang kau mempunyai hubungan dengan seseorang sekarang? Siapa?" Tanya Daewoo. Baekhyun menggigit bibir bawahnya gelisah. Baekhyun merasa gelisah dengan pertanyaan itu.

"Baekhyun.. Kau tidak berbohong padaku, kan? Katakan yang sebenarnya. Aku ini Hyungmu" Ucap Daewoo. Tangannya meraih kedua tangan Baekhyun. Meremasnya pelan, berusaha menyalurkan ketenangan dan kekuatan melaluinya.

Kedua belah cherry milik Baekhyun terbuka dan cerita Baekhyun pun mengalir seperti air di sungai deras.

Flashback

Hujan mengguyur hutan. Baekhyun mengeratkan mantel yang sedang dipakainya. Tas kecil yang berisi segala barang-barangnya dipeluknya makin erat. Baekhyun tidak pernah bersahabat dengan hujan dan guntur. Ditambah lagi saat ini kakinya sudah kebas karena dipaksa berjalan di tanah lembek yang dingin.

Baekhyun tersenyum bahagia melihat jalan raya yang terpampang di depannya. Mungkin dia bisa meminta tumpangan ke kota dengan orang-orang yang lewat nanti. Dia berdiri dibawah guyuran hujan, sedapat mungkin tetap bergerak agak badannya memanas. Dilihatnya kilatan cahaya di ujung jalan. Baekhyun segera melambaikan tangannya. Mobil truck pembawa sayur mayur itu melambat dan berhenti beberapa meter dari tempat Baekhyun berdiri. Baekhyun segera berlari mendatangi sang sopir, seorang paman berusia paruh baya berwajah ramah.

"Paman, aku.. Aku tersesat dari rombongan perkemahanku.. Bisakah paman membawaku ke kota bersama paman?" Pinta Baekhyun memelas. Paman itu sungguh baik hati. Ia mempersilahkan Baekhyun ikut serta dengannya dan meminjaminya syal hangat. Selama perjalanan Baekhyun tertidur karena sudah kelelahan.

"Nak, kita sudah sampai di kota terdekat, kau bisa turun disini kalau mau karena aku masih harus mengirim pasokan sayur ke Seoul, kau mau bagaimana?" Tanya Paman itu setelah menggoyang pelan bahu Baekhyun. Baekhyun berpikir. Ini kota terdekat dari perkemahan, akan sangat mudah bagi mereka menemukannya lagi jika dia berhenti disini.

"Ah? Begitukah? Tapi aku tidak kenal siapa pun disini. Bisakah aku ikut paman ke Seoul? Aku mempunyai Bibi disana yang mungkin bisa mengurusku" Ucap Baekhyun penuh dusta. Ia tau sudah banyak kebohongan yang dia ucapkan, tapi mau bagaimana lagi. Baekhyun tidak mau kembali ke perkemahan lagi.

"Baiklah kalau menurutmu begitu. Tunggu disini sebentar ya, nak. Paman mau menurunkan sayur ke pasar disitu dulu" Ucap Paman itu. Baekhyun menatap dari kaca jendela paman tadi menurunkan beberapa kotak berisi sayuran dan berbincang sebentar dengan para ibu-ibu pedagang disana.

Baekhyun menggigit bibirnya pelan. Seoul? Baekhyun tidak pernah kesana. Itu kota yang sangat besar. Bagaimana bisa dia bertahan disana?Tapi tekad Baekhyun sudah bulat. Yang nanti-nanti bisa dipikirkan besok hari saja. Yang jelas dia harus pergi sejauh mungkin dari sini.

Dan begitulah. Begitu sampai di Seoul, Baekhyun berterima kasih pada paman tadi dan pergi. Ia tidak punya tujuan dan uang di dompetnya hanya cukup untuk menghidupinya selama beberapa minggu. Hal pertama yang harus Baekhyun lalukan adalah mencari pekerjaan, lalu tempat tinggal.

Perut Baekhyun keroncongan. Ia ingat yang terakhir masuk ke perutnya hanyalah secangkir teh hangat yang dibelinya saat mampir di pasar dan itu juga sudah dua hari yang lalu. Ia berjalan masuk ke sebuah cafe sederhana. Baekhyun tidak mau boros, ia hanya memesan roti dan susu cokelat hangat. Si pelayan menatapnya sedikit heran.

"Hei, nak, apa yang terjadi denganmu? Kau terlihat sangat kacau" Tanyanya menyiratkan rasa kasihan.

"Aku.. Aku tersesat saat sedang berkemah dengan teman-temanku di hutan, aku ikut seorang supir truck ke sini. Aku tidak tau harus kemana karena aku tidak punya orang tua" Ucap Baekhyun. Ucapannya tidak sepenuhnya jujur tapi juga tidak sepenuhnya bohong. Si pelayan menatapnya iba.

"Kau tau, aku bisa menjadikanmu pelayan disini kalau kau rajin. Ada sebuah bilik di belakang yang bisa kau tinggali untuk sementara selagi kau mencari tempat tinggal yang layak. Bagaimana?" Tawar si pelayan tersenyum ramah. Baekhyun tergugu. Tidak menyangka ada begitu banyak kemudahan yang diberi untuknya.

"T-terima kasih! Sungguh terima kasih! Aku akan berusaha sebaik mungkin, aku janji" Baekhyun membungkuk berkali-kali. Si pelayan tertawa.

"Nah, kita sepakat kalau begitu. Aku Zhang Yixing, aku tinggal tidak jauh dari sini. Siapa namamu?" Tanya Yixing.

"Namaku Byun Baekhyun, usiaku baru enam belas tahun tapi aku akan bekerja sebaik mungkin"

Yixing begitu baik pada Baekhyun. Namja dengan lesung pipi yang manis itu memperkenalkan Baekhyun pada kekasihnya, Kim Junmyeon yang mengejutkannya ternyata seorang pengusaha di bidang industri. Sepasang kekasih itu membantu Baekhyun menemukan tempat tinggal dengan harga sewa yang sesuai dengan kemampuan Baekhyun.

Suatu hari Yixing sedang sakit sehingga tidak bisa bekerja di cafe. Ia menyerahkan tanggung jawab pada Baekhyun. Seperti biasa, cafe ditutup pukul sembilan malam. Baekhyun mengunci pintu cafe dan berjalan santai ke apartament Yixing untuk mengantar kunci cafe. Kamar kos yang disewanya tidak begitu jauh dari cafe dan rumah Yixing sehingga ia bisa menghemat uang bis.

Tapi malam itu Dewa sepertinya punya rencana lain untuk Baekhyun.

Sepacang tangan mencengkeram lengannya dengan erat. Menyeretnya memasuki sebuah gang sempit. Baekhyun berontak. Tiba-tiba ada tangan lain menyumpalkan sapu tangan ke wajah Baekhyun. Bau menyengat menyerang penciuman Baekhyun. Membuat kepalanya pening bukan main. Matanya perlahan-lahan menutup. Yang terakhir dilihatnya adalah cahaya buram dari lampu jalanan.

Tau-tau Baekhyun terbangun di sebuah ruangan kotor dan suram. Kepalanya berdenyut menyakitkan. Pandangannya buram. Baekhyun menggelengkan kepala pelan untuk mengusir rasa pening. Matanya membulat ketika menyadari pakaiannya telah dilucuti. Satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya hanya kemeja hitam polos sepanjang paha atasnya. Lebih terkejut lagi ketika ia merasakan tangannya terikat kebelakang. Baekhyun menatap sekelilingnya. Tidak ada siapa pun selain dia di ruangan sempit ini tetapi dapat didengarnya suara riuh rendah di luar sana.

Baekhyun menggerak-gerakan tangannya berusaha melepaskan ikatan yang melilit di pergelangan tangannya. Bukannya lepas, tali tambang yang liat itu malah menggores tangannya. Baekhyun meringis menahan perih.

Tiba-tiba pintu menjeblak terbuka. Seorang pria berbadan kekar mengerikan berdiri diambang pintu.

"Ikut aku, cepat!" Perintahnya. Baekhyun merasakan bulu kuduknya merinding. Tangan pria itu mencengkeram bahunya dan menyeretnya. Tau-tau Baekhyun sudah berada diatas panggung. Ada begitu banyak orang di ruangan besar itu. Suara-suara siulan dan godaan terdengar bersahut-sahutan membuat susana menjadi gegap-gempita.

"Nah, ini dia barang lelang kita yang selanjutnya. Lihatlah! Dia cantik sekali, bukan? Badannya juga mungil dan seksi sekali. Aku bisa menjaminnya untuk kalian dia sama sekali belum tersentuh! Akan memuaskan sekali bila dapat memilikinya, aku yakin sekali!" Ucap seorang pria yang memegang mic dengan nada menggoda.

Bola mata Baekhyun hampir keluar mendengar ucapan pria tadi. Lelang, katanya? Dia? Dia dilelang? Wajah Baekhyun memerah karena campuran rasa marah, malu dan sedih. Bagaimana bisa hidupnya jadi seperti ini? Jam berapa sekarang ini? Yixing Hyung pasti sudah khawatir sekarang karena ia belum mengantar kunci cafe. Pasti namja manis itu tengah sibuk meminta Junmyeon untuk mencarinya sekarang ini.

"Baik, kita mulai pelelangannya. Dua puluh juta, awal yang bagus, dua pulah lima, naik naik, ayo, yang paling tinggi yang akan mendapatkan si mungil ini" celoteh Si pembawa acara itu membuat ruangan semakin ricuh. Angka-angka dilontarkan, makin lama makin tinggi.

"Tujuh puluh lima juta, terus, sembilan puluh, nekat sekali, aku suka, ayo, satu, dua, seratus juta! Kudengar kau, tuan! Apakah terjual?! SEMBILAN RATUS JUTA! AYO! KALAHKAN DIA, KAWAN! DUA ! APAKAH BISA LEBIH TINGGI? DUA PRIA INI BERSAING KUAT TERNYATA!" Suara si pembawa acara menggelegar memenuhi ruangan. Baekhyun melihat seorang pria yang duduk di depan sedang melontarkan angka untuk menawar dirinya, berusaha mengalahkan saingannya yang duduk beberapa kursi darinya.

"APA?! LIMA MILIAR?! SATU, AYO SIAPA BISA MENAWAR LEBIH TINGGI?! INI SEMAKIN MEMANAS, BUKAN? APA MATAKU MENIPUKU? TUAN AHN YANG TERHORMAT IKUT MENAWAR! DUA RATUS MILIAR?! INI GILA! PRIA INI BERUSAHA MEMBUAT DIRINYA TIDAK TERSAINGI, TERNYATA! SATU, DUA, TIGA! DAN TERJUAL! PADA TUAN AHN! SELAMAT!"

Kejadiannya begitu cepat. Sangat cepat. Baekhyun tidak sempat memproses segalanya. Yang selanjutnya terjadi adalah tubuhnya lagi-lagi diseret ke belakang panggung, dimana seorang pria tinggi berwajah datar menunggunya disana. Si pria kekar tadi mendorong sedikit Baekhyun ke arah pria tinggi tadi lalu berjalan ke dalam kembali.

Itu dia. Ahn Jaehyun. Tuannya. Orang yang membelinya dengan harga dua ratus miliar.

"Bagaimana jika kau ikut aku dan kita bisa saling mengenal lebih jauh, hm?"

Itu dia. Awal hidupnya yang baru.

Baekhyun menghabiskan lima tahun hidupnya bersama Jaehyun. Memenuhi segala kebutuhannya. Pernah sekali Baekhyun begitu frustasi sehingga memutuskan kabur dari mansion mewah milih Jaehyun, tapi dalam waktu setengah jam, ia telah ditemukan oleh anak buah Jaehyun. Jaehyun murka. Pertama kalinya Baekhyun melihat pria itu memarahinya. Baekhyun mendapat sebuah tamparan dan malam panjang dimana Jaehyun melampiaskan emosinya melalui seks yang keras.

Dan selama malam itu berjalan, Baekhyun mendapatkan sebuah pelajaran.

Jangan melawan Tuanmu.

Dan tidak pernah lagi sejak hari itu, Baekhyun menolak Jaehyun, apa pun itu. Ia sudah membuang segala macam emosi dan perasaannya yang telah lama hancur.

Flashback end

Baekhyun menyeka air matanya yang menggenang. Ia tertawa miris.

"Aku hanya tidak bisa, Hyung. Jaehyun itu baik. Ia lembut padaku selama aku tidak melawan dia. Tapi aku tidak bisa melupakan mereka. Aku mencintai mereka semua. Dan cintaku inilah yang membuat mereka hancur. Hyung lihat sendiri bagaimana mereka berkelahi satu sama lain. Bagaimana mereka saling menghancurkan. Semua karena aku! Aku! Aku yang bodoh ini, yang tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri!"

Dan air mata Baekhyun tumpah kembali. Kali ini lebih kencang. Baekhyun bisa merasakan isakannya menjalar menggetarkan tubuhnya. Daewoo menatap iba pada Baekhyun.

"Aku sungguh minta maaf.." Lirih Baekhyun di tengah isak tangisnya. Daewoo mengusap punggung Baekhyun pelan.

"Kau tau, menangis mungkin tidak menyelesaikan masalah, tapi itu dapat membuatmu merasa lebih baik. Menangislah" Ucap Daewoo.

Dan untuk pertama kalinya setelah enam tahun yang telah berlalu, Baekhyun akhirnya dapat menangis dengan lega.

.

.

.

.

.

Chanyeol berjalan pelan ke ruang kerjanya. Sehun baru saja menelponnya, menceritakan bagaimana ia memberitau Daewoo tentang Baekhyun. Chanyeol baru saja ingin menghubungi Daewoo ketika matanya menangkap siluet seorang wanita sedang duduk di kursinya.

"Hallo, Richard" Sapanya. Senyum terukir di wajahnya.

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, menatap wanita itu penuh tanda tanya. Matanya menangkap sebuah map ungu sedang berada di tangan wanita itu.

Shit. Ini akan jadi rumit sekali nanti.

"Kau tau, aku bertanya-tanya tentang suatu hal karena membaca isi map ini.."

Chanyeol memutar bola matanya kesal. Wanita ini sungguh sangat senang bicara berputar-putar dan membuat segalanya menjadi berbelit membingungkan.

"Siapa dia, Richard?" Tanya wanita itu, foto Baekhyun yang tersenyum manis terpampang di depan wajah Chanyeol.

"Seseorang yang tidak perlu kau ketahui, Ti" Ucap Chanyeol. Tangannya merebut kembali foto Baekhyun.

"Oh, begitukah? Sayangnya aku sudah tau siapa dia" Letitia melambaikan map itu dengan senyum menantang tersungging di bibirnya.

"Kalau begitu lupakan saja tentang dia. Dan berhenti memasuki rumahku seenaknya" Tegas Chanyeol. Wanita itu terkekeh, mengusap rahang Chanyeol lembut.

"Ow, Richard, kau dan aku tau kalau kau tak pernah serius saat berkata seperti itu padaku" Bisiknya pelan. Mengecup pipi Chanyeol lalu melenggang pergi.

"Oh, dan satu hal. Aku sangat tertarik dengan si mungil di map itu. Kurasa, aku akan mengunjunginya suatu hari nanti"

Oh, masalah ini akan jadi ruwet sekali nantinya.

To Be Continue

Udah jelas kan gimana ceritanya Baek bisa ketemu sama Jae?

Lah siapa pula Letitia?

Uft.

Sampai bertemu chap depan^. Update jamaah malam ini bareng : PrincePink (Happy birthday kak Icha), Homonymous (di Wattpad), Sayaka Dini, Sigmame, Railash61, Purflowerian, Lolipopsehun, Cactus93, Brida Wu, ParkAyoung, OhLan94 (di Wattpad), RedApplee, Hyurien92

Oh,buat yang nanya, Yuri 02L, 14 tahun, domisili Kalimantan Tengah, Kuala Kapuas. Yang mau temenan sama Yuri bisa lihat di bio Yuri ya^

RnR juseyoo~