-Sorciere Gakuen-

*Ch 3*

Story by: Kiriko Alicia and Airi Shirayuki

Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp

Rating: T

Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len

Genre: Humor, Romance, Fantasy.

Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll), all in Normal PoV.

Summary: Rin Kagamine yang pintar dalam hal sihir. Len Kagirine yang bodoh dalam hal sihir. Tapi mereka memiliki satu kesamaan: Membuat para guru angkat tangan.

.

"Perkenalkan, namaku Lui. Hibiki Lui. Semoga kia bisa berteman baik dan mohon bantuannya!" Kata Lui sang anak baru.

"Len, ada sebangsamu tuh!" Rin menyenggol-nyenggol tangan Len.

"Entah kenapa firasatku tidak enak..."

.

.

.

~Chapter 3~

.

.

.

Lui pun mengobservasi murid-murid di kelas itu satu-persatu. Ia melihat Sukone Tei, sedang mengasah kapaknya yang berlumuran darah. Mengetahui Lui memerhatikannya, ia menoleh kearah Lui dan berkata dengan nada tajam, "Apa lihat-lihat? Mau jadi mayat hah?"

Lui langsung merinding disco (?) lalu mengelengkan kepalanya mantap. Ia pun melihat kearah murid lain, Shion Kaito. Sedang memakan es krim diam-diam dengan mulut belepotan waktu sang guru memperkenalkan dirinya.

Lalu ia melihat kearah Ring, sedang melihatnya dengan warna wajah yang sama dengan rambut Kasane Teto, teman disebelahnya (yang sedang menghitung roti perancis yang dibawanya dari rumah).

"EMAK! ROTI GUE HILANG SATU!" Pekiknya kecil. Lalu ia menoleh kearah teman disebelah kanannya, Ring yang sedang menarik-narik rambutnya dengan tatapan terus kearah depan.

"Gue serasa nge-fly Teto… Si Hibiki merhatiin gue tuh…"

Teto tidak menanggapi temannya yang sedang dimabuk cinta itu dan menoleh kearah teman disebelah kirinya, Kamiya Ted. Dan BINGO! Ted sedang makan roti Teto diam-diam.

"Ted sayang~ Apa yang sedang kaulakukan dengan rotiku hah?" Tanya Teto dengan sebuah senyuman mengerikan dan juga aura kegelapan yang menggebu-gebu, membuat Ted langsung mundur seribu langkah sampai menggaruk-garuk tembok di ujung kelas (?).

Lui tidak memerhatikan itu lagi dan kini perhatiannya teralihkan ke arah Rin yang sedang berbicara dengan Len di bagian belakang kelas. Hatinya serasa berbunga-bunga dan jantungnya dag dig dug kembang kucup (?).

"Jadi… Hibiki-san bisa duduk disebelah… Kagamine-san," Lanjut Kokone-sensei lagi sambil tersenyum ramah bagaikan malaikat. Lui mengangguk kecil dengan wajah tenang walaupun hatinya jauh berkebalikan.

"Omaigat! Omaigat! Tuhan berkehendak baik! Gua serasa nge-fly! Bisa duduk disebelah gebetan!"

Gila… Baru sehari aja belum, sudah nemu gebetan?

Lui pun berjalan dengan hati riang gembira. Lalu ia berhenti ketika ia sudah berada dihadapan Rin dan Len.

"Ada apa ya?" Tanya Rin sopan. Sedangkan Len hanya menatap Lui dengan sebuah deathglare, yang sama sekali tidak dipedulikan olehnya.

"Siapa namamu?" Tanya Lui.

"Aku? Namaku Kagamine Rin, yoroshiku."

"Kagamine Rin, nama yang bagus untuk putri yang cantik sepertimu," Ucap Lui, ngombal.

"E-Em… I-Iya… A-Apa maumu ya?" Tanya Rin, merasa risih dengan gombal gaje-nya Lui. Lui berdeham sedikit lalu mulai membuka mulut untuk berbicara.

"Rin-san, mau ngak jadi pacar gue?" Tanya Lui langsung to-de-poin dengan senyum malaikat yang membuat Ring langsung pingsan ditempat (?).

Rin cengo.

Len cengo.

Sekelas cengo.

Bahkan Kokone-sensei sendiri cengo dan langsung meratapi nasib di pojokan kelas, "Idih… Gue kalah sama murid sendiri…"

"Em… Ettou… Kamu-"

Sebelum Rin menyelesaikan omongannya, semua murid (min Len) langsung menyerbu bagaikan kerbau mengejar tebu.

"CIEEE! RIN PAKAI AKU-KAMU SAMA LUI!"

"OMAIGAT! OMAIGAT! HOT NEWS! HOT NEWS!"

"PASANG BERITA DI MADING SEKOLAH!"

"KYAAAAAA! CUTE COUPLE~!"

"Eh, tunggu! Rin kan memang lebih terbiasa pakai aku-kamu ke siapa saja kan?" Tanya seseorang yang pastinya adalah Len, tentunya tidak terima akan hal itu.

.

Krik

.

Krik

.

Krik

.

"Len… Kamu ngomong gitu karena kamu tuh cemburu ya?" Tanya Yukari memecah keheningan kuburan yang berada di kelas itu sekarang dengan wajah selidik.

"A-APA? EN-"

Namun, nasib Len kini sama seperti Rin. Belum selesai bicara, semuanya langsung menyerbu bagaikan kerbau mengejar tebu (?).

"KYAA! CINTA SEGITIGA!"

"TIDAAKKKKK! LEN-SAMA ITU MILIKKU!"

"CEPET! FOTO! FOTO! TRUS PASANG DI MADING SEKOLAH!"

"PUBLIKASIKAN! PUBLIKASIKAN!"

Kira-kira begitulah keadaan kelas sekarang. Rin hanya diam dengan wajah innocent karena kebinggungan (dan sedikit kesal karena teman-temannya membawa-bawa namanya sehingga mencemari kesucian namanya (?)). Len blushing berat, sedangkan Lui juga blushing, namun tidak separah Len.

"Tunggu dulu… Maksud kalian apa?" Tanya Rin dengan raut wajah sedikit kesal yang sontak membuat seluruh kelas menghentikan aksi gila mereka dan menatap Rin dengan pandangan tidak percaya.

"Rin… Memangnya tadi lu mau ngomong apa ke Lui?" Tanya Teto sambil memandang kearah Rin dengan ekspresi binggung. Sekelas langsung mengerubungi meja Rin

"Eh? Aku cuman mau tanya, siapa namanya. Karena aku tadi tidak terlalu mendengarkan," Jawab Rin sambil memiringkan kepalanya sedikit.

.

Krik

.

Krik

.

Krik

.

Sekelas langsung diam tidak bergerak seperti batu. Len langsung merasa gembira entah mengapa dan diam-diam menghela nafas lega.

Yukari yang melihatnya langsung tahu alasannya dan diam-diam tersenyum lebar dengan aura tidak enak dan membuat orang-orang disekelilingnya menjauh seribu langkah darinya.

"Gue bakalan jadi mak comblang nih dua anak! Fufufu…," Batin Yukari sambil ketawa ala mak lampir.

"A-A-A-A-A-A…," Lui sampai-sampai tidak tahu mau bicara apa. Mulutnya menganga dengan panjang 3 cm kebawah.

"Jadi… Namamu siapa, tadi?" Tanya Rin mengulangi pertanyaannya lagi. Lui meneguk ludahnya lalu memberitahukan namanya.

"Bagaimanapun juga, gebetan haruskan mengetahui nama kita bukan?" Pikir Lui. Lalu ia mengepalkan kedua tangannya.

"Namaku Hibiki Lui, calon kandidat suami Rin."

Semuanya langsung bertepuk tangan ria. Kecuali Len, Ring, dan Teto. Len tentunya sedang dibakar oleh api cemburu. Sedangkan Teto kini sedang berusaha menenangkan Ring yang kini tengah menggumamkan kalimat yang sama berulang kali.

"Awas kau Kagamine Rin…"

.

Alicia: Yey… Chap ini selesaii… Bagaimana ceritanya? X3

Kyoko: Ini balasan reviewnya~

.

-Eleanor Evangelina

Arigatou dukungan dan reviewnya ya~! Alice panggil kamu Eva ya! XD

-Sasulno

Arigatou sudah menunggu lanjutannya… Dan arigatou sudah me-review! X)

-Guest

Oke… Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! X3

-Ryuuna Hideyoshi

Mungkin biar Rin sekelas sama Len! #ditabok

Arigatou sudah mereview! X9

-Kurotori Rei

Ini sudah lanjut, arigatou sudah me-review! X3

-Hatsune Christine

Em… MiKai ya? Gomen… Sepertinya ngak ada… Karena ini main pairnya RinLen XC

Arigatou reviewnya, dan ini sudah lanjut! CX

-Kei-T Masoharu

Ha'i… Ini sudah lanjut, Kei, arigatou reviewnya! X3

.

Semuanya: REVIEW PLEASE XD