YOU MUST BE MINE

Main Cast : Do Kyungsoo as D.O

Byun Baekyun as Baekhyun (GS)

Kim Jongin as Kai

Support Cast : Kim Joonmyeon as Suho ( Police )

Wu Yi Fan as Kris ( Police )

Other cast find by yourself

Genre : Romance, Thriller, School life

Rate : M untuk adegan kekerasan

Length : chaptered (END )

Chapter 3

Happy Reading ^^

Di Kantor Polisi Seoul

Kai sedang berada di ruangan Suho, dia menjelaskan tentang kronologi kejadian. " Saat itu, aku akan pergi ke rumah seorang teman, di tengah jalan aku melihat salah satu teman ku tengah di hajar oleh segerombolan murid berandalan dari sekolah lain " kata Kai.

" Membantu teman mu? Dimana dia sekarang? Apa dia ke rumah sakit? " tanya Suho.

" Entahlah, aku tidak melihatnya lagi saat kejadian itu berlangsung. Mungkin dia ketakutan " jawab Kai. Suho melihat seragam yang dipakai Kai,

" Kau dari SMA XOXO? " tanya Suho. " Ne.. Aku dari SMA XOXO " jawab Kai.

" Siapa teman mu yang dihajar oleh murid berandalan itu? " tanya Suho lagi.

" D.O, dia murid pendiam di sekolah ku. Dia sering sekali menjadi bahan ejekan di sekolah ataupun di sekolah lain " jawab Kai. Suho terkejut mendengar jawaban Kai.

" D.O? Jadi yang dihajar oleh murid berandalan tadi adalah D.O? " tanya Suho tidak percaya.

" Ne.. " jawab Kai.

Di rumah keluarga Kim

D.O sedang berada di kamarnya, dia membersihkan lukanya sendirian. Setelah lukanya diobati, dia mengambil ponselnya. Matanya tertuju pada nama kontak Baekhyun, dia pun memberanikan diri untuk menelepon Baekhyun. Terdengar suara nada sambung, jantung D.O berdegup dengan kencang. " Yeobosaeyo? " sapa Baekhyun di seberang sana.

" Yeo-yeo-yeobosaeyo.. Baekhyun-ah? " jawab D.O.

" Ne? Nuguseyo? " tanya Baekhyun.

" I-ini aku.. D.O.. " jawab D.O. " Ohh.. D.O-yah, wae? Apa ada sesuatu? " tanya Baekhyun, baru kali ini D.O meneleponnya.

" A-ani.. Aku.. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. " jawab D.O memberanikan diri.

" Mwondae? " tanya Baekhyun. D.O mengatur nafasnya,

" Nan johae.. " ucapnya sambil memejamkan matanya. Tidak ada jawaban dari Baekhyun, " Baekhyun-ah..? " D.O memastikan tepeonnya tidak terputus.

" Eoh.. D.O-yah, kau mengagetkan ku.. " jawab Baekhyun tidak menyangka D.O akan menyatakan perasaan padanya.

" Mianhae.. Tapi aku-aku memang benar-benar menyukai mu, Baekhyun-ah.. Aku menyukaimu.. " kata D.O lagi.

" D.O-yah.. Gomawo kau sudah menyatakan perasaan mu padaku.. Tapi, Kai sudah menyatakan perasaannya terlebih dahulu padaku.. Dan aku juga menyukainya.. Mianhae.. " jawab Baekhyun menyesal. D.O terdiam mendengar jawaban dari Baekhyun.

" Ka-Kai? " tanya D.O.

" Eoh.. Kai, aku sudah lama menyukainya. Dan dia ternyata juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku.. Mianhae, D.O-yah.. " jawab Baekhyun. Tanpa berkata apa-apa lagi, D.O menutup teleponnya. Tangannya menggenggam kuat, matanya memerah tak lama air matanya pun menetes. Tanpa berpikir panjang, D.O keluar dari rumahnya.

Di rumah Baekhyun

Baekhyun merasa bersalah pada D.O, dia tidak tega menolak D.O. Namun di sisi lain dia harus mengatakan yang sebenarnya. Baekhyun mencoba menelepon kembali D.O, namun ponsel D.O tidak aktif. Baekhyun berjalan menuju jendela kamarnya dan membuka jendela, " D.O-yah.. Mianhae.. " gumamnya. Saat akan menutup kembali jendelanya, mata Baekhyun menangkap bayangan D.O di depan rumahnya. " D.O? " kata Baekhyun, dia pun bergegas keluar rumah. " D.O-yah.. Kau di sini? " tanya Baekhyun, namun D.O tidak menjawab. " Ya! Ada apa dengan wajahmu? Siapa yang berbuat seperti ini? " tanya Baekhyun hendak menyentuh wajah D.O yang penuh luka. D.O segera memegang tangan Baekhyun dan mencengkeramnya kuat membuat Baekhyun kesakitan.

" D.O-yah.. Appo.. " rintih Baekhyun berusaha melepaskan tangan D.O.

" Shirreo! " jawab D.O dengan tatapan sinis lalu menyeret Baekhyun untuk mengikutinya.

" D.O-yah.. Apa yang kau lakukan? " tanya Baekhyun.

" Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, orang lain termasuk Kai pun tidak boleh mendapatkan mu " kata D.O sambil terus menyeret Baekhyun agar mengikutinya.

Di tempat lain

Sehun baru saja pulang dari game center, dia berjalan pulang sendirian. " Hmm.. Biasanya aku berjalan bersama si panda bodoh itu, sial! " umpatnya, meskipun terlihat kesal sebenarnya Sehun merasa sedih dengan kepergian Tao. Di tengah jalan Sehun melihat D.O sedang menyeret paksa Baekhyun, terlihat Baekhyun ketakutan dan menangis. Sehun menghentikan langkahnya dan mulai mengikuti D.O. Ternyata D.O membawa Baekhyun ke sebuah gudang kosong. Sehun heran kenapa D.O membawa Baekhyun ke sana, tanpa pikir panjang Sehun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kai.

Di Kantor Kepolisian Seoul

Kai masih berada di kantor polisi, dia melihat murid-murid berandalan yang tadi berkelahi dengannya. Suho dan Kris menemani Kai, Kris memberikan kopi panas untuk Kai.

" Minumlah.. Kau pasti shock " kata Kris.

" Kamsahamnida.. " jawab Kai lalu meminumnya.

" Kai-ssi, apa kau berteman baik dengan D.O? " tanya Suho.

" Hmm.. Kami tidak begitu dekat. Dia sangat pendiam dan jarang bersosialisasi " jawab Kai. Tiba-tiba ponsel Kai bordering.

" Yeobosaeyo? " sapa Kai. " Kai-yah.. Ada sesuatu yang aneh! " jawab Sehun di seberang sana sambil berbisik.

" Ya! Kenapa kau berbisik? " tanya Kai.

" Dengarkan aku dulu, mungkin ini keadaan yang berbahaya. Aku melihat D.O menyeret paksa Baekhyun, saat ini mereka berada di sebuah gudang kosong. Kemarilah, aku akan mengirimkan alamatnya padamu! Palli! " kata Sehun lalu menutup teleponnya.

" Ya! Ya! Sehun-ah! Ya! Aish.. " Kai terlihat bingung dengan laporan Sehun tadi.

" Ada apa Kai-ssi? " tanya Suho.

" Aku minta bantuan kalian.. BIsakah? " kata Kai.

Di sebuah gedung kosong

D.O mengikat Baekhyun dengan tali dan membungkam mulutnya dengan sapu tangan. Baekhyun terus menangis karena ketakutan. " Kenapa kau menangis? Kau takut? " tanya D.O lalu menghapus air mata Baekhyun. " Kau tahu berita tentang pembunuhan berantai yang dilakukan topeng badut? " tanya D.O lagi. D.O lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya,

TOPENG BADUT!

" kau tahu topeng ini kan? Ini milik ku, Baekhyun-ah.. " kata D.O, Baekhyun membulatkan matanya mendengar perkataan D.O. " Kau ingin mengatakan sesuatu? " tanya D.O lalu dia membuka sapu tangan yang membungkam mulut Baekhyun.

" Jadi kau? Pelaku pembunuhan berantai itu?! " tanya Baekhyun. D.O hanya mengangguk, " Kalau begitu.. Tao? " tanya Baekhyun.

" Benar, aku juga yang membunuhnya. Murid berandalan harus musnah dari bumi ini, Baek. Mereka hanyalah sampah yang tidak berguna! " jawab D.O tanpa merasa bersalah.

" Ke-kenapa kau melakukannya? " tanya Baekhyun.

" Karena mereka telah mengganggu ku, mereka meremehkan ku! " jawab D.O. " Bukan itu saja.. Aku juga telah membunuh kedua orang tua ku, hahahahaha..! " kata D.O lalu tertawa lepas.

" Dan saat ini, aku ingin membunuh mu.. Jika kau masih hidup, kau akan terus bersama Kai dan itu menyakitkan untuk ku. Jika kau mati, tidak akan ada yang bisa memiliki mu lagi. Adil kan? " tanya D.O lalu tersenyum dan membungkam mulut Baekhyun lagi.

Tak lama, Kai datang bersama Suho dan Kris. Sehun menunggu di tempat yang lumayan jauh dari gudang itu. " Dimana Baekhyun? " tanya Kai khawatir.

" Dia berada di dalam sana bersama D.O " jawab Sehun sambil menunjuk pada sebuah gudang tua.

" D.O? D.O yang membawa gadis itu kemari? " tanya Suho karena Kai tidak memberitahukan padanya.

" Ne.. D.O menyeret paksa Baekhyun " jawab Sehun.

" Kita harus ke sana! " kata Suho, Kris menghentikan Suho yang terlalu terburu-buru.

" Tenanglah, Capt.. Kita tidak boleh gegabah! " kata Kris.

" Tapi namdongsaeng ku ada di sana! " bentak Suho.

" Mwo?! Namdongsaeng?! " kata Kai dan Sehun serempak.

" Ne.. D.O adalah namdongsaeng ku " jawab Suho. Tiba-tiba pintu gudang itu terbuka, keluarlah D.O dengan menggunakan topeng badut.

" Topeng badut?! " Suho, Kai, Kris dan Sehun terkejut karena yang keluar dari gudang itu adalah si topeng badut.

" Apakah ada orang lain yang masuk ke dalam gudang itu? " tanya Suho pada Sehun.

" Tidak.. Aku hanya melihat Baekhyun dan.. " Sehun tidak meneruskan kalimatnya.

" Ja-jadi si topeng badut selama ini adalah.. D.O?! " kata Sehun lagi.

" Ini tidak mungkin.. Pasti dia adalah orang lain.. Tidak mungkin namdongsaeng ku yang.. " Suho tidak melanjutkan kalimatnya. Dia teringat dengan kejadian saat dia menemukan sebuah topeng badut di kamar D.O. Suho melihat topeng yang dipakai si Topeng Badut itu, dan topengnya ternyata sama. Suho seketika terdiam ketika mengetahui kenyataan bahwa pelakunya adalah namdongsaengnya sendiri. Kris menepuk pundak Suho, menenangkannya.

" Berarti Baekhyun dalam bahaya, kita tidak boleh tinggal diam " Kai hendak menuju gudang kosong itu, namun Kris menahannya.

" Terlalu bahaya kalau kita langsung ke sana, tenanglah.. " kata Kris.

" Capt, apa yang harus kita lakukan? " tanya Kris. Suho terdiam sejenak, lalu menatap Kris. " Kita harus menangkapnya! "

D.O kembali masuk ke dalam gudang, dia melihat Baekhyun masih menangis. D.O menghampiri Baekhyun, " Kenapa kau menangis, hah?! " bentak D.O yang membuat Baekhyun ketakutan. Dilihatnya D.O memegang sebuah pisau di tangannya, badan Baekhyun semakin gemetar. " Wae? Kau takut? " tanya D.O sambil menyentuh pipi Baekhyun dengan pisau yang dipegangnya.

SREETTTT..

PIsau itu berhasil melukai pipi Baekhyun hingga mengeluarkan darah. Baekhyun semakin menangis, " Kai-yah.. Tolong aku.. " kata Baekhyun dalam hati. BRAKKKK..! Tiba-tiba pintu gudang terbuka, Suho, Kris, Kai dan Sehun masuk. D.O terkejut karena melihat Suho ada di sana. " Lepaskan Baekhyun..! " bentak Kai. D.O bingung harus berbuat apa, dia pun membuka semua ikatan Baekhyun dan menyeret Baekhyun keluar.

" Ya! Jangan pergi! " teriak Kai dan Suho mengejar D.O yang menyeret kembali Baekhyun. D.O terus menyeret Baekhyun sampai ke atap gudang itu. Sebuah pisau berada di dekat leher Baekhyun, D.O mengancam membunuh Baekhyun. Suho dan Kai sampai di atap gedung,

" D.O-yah.. Lepaskan dia.. " kata Suho berhati-hati. D.O terkejut karena Suho sudah mengetahui identitasnya.

" Andwae! Aku tidak akan melepaskannya! " bentak D.O.

" Ka-Kai-yah.. " kata Baekhyun lirih sambil terus menangis. Kai mencoba mendekat,

" Jangan mendekat! Menjauhlah! " bentak D.O lagi.

" D.O-yah.. Jangan begini.. Ada apa dengan mu? " Suho berusaha menenangkan namdongsaengnya itu.

" Kau yang membuat ku begini, hyung! Kau yang membuat ku begini! " teriak D.O lalu menangis.

" Eomma dan Appa selalu membanggakan dirimu, mereka selalu membandingkan aku dengan mu! Mereka tidak pernah menghargai aku! Mereka tidak menganggap ku ada, hyung! " teriak D.O.

" Apa maksudmu, D.O-yah? Mereka sangat menyayangi mu.. " kata Suho.

" Tidak! Mereka hanya menyayangimu! Aku kesal dengan mereka, hingga akhirnya.. " D.O tidak meneruskan kalimatnya.

" Hingga akhirnya aku membunuh mereka! Aku yang menyebabkan mereka kecelakaan! Hahahahaha! " D.O tertawa lepas setelah melanjutkan kalimatnya.

" Mwo?! Kau membunuh Eomma dan Appa?! D.O-yah, michyeosseo?! " bentak Suho setelah mngetahui bahwa adiknya sendiri yang membunuh orang tua mereka.

" Eoh, aku memang gila, hyung! Wae?! Kau terkejut?! Kau tidak menyangka aku yang membunuhnya?! " kata D.O. " Dan sekarang.. Aku akan membunuh Baekhyun. Aku sangat menyukainya, aku mencintainya.. Tapi.. Dia sudah menjadi milik Kai! Dengar Kai, jika aku tidak bisa mendapatkan Baekhyun jangan harap kau bisa mendapatkannya! " D.O semakin mendekatkan pisaunya pada leher Baekhyun. " Jangan! " teriak Kai.

" Kai-yah.. Tolong! D.O-yah, jebal lepaskan aku.. " kata Baekhyun, namun D.O semakin kuat mencengkeram tangannya. Tiba-tiba saja D.O seperti merasa kesakitan, kepalanya serasa berputar. Dia pun melepaskan pegangannya pada Baekhyun dan memegangi kepalanya sendiri.

" Aaarrghh..! " teriaknya hingga dia terduduk. Baekhyun langsung berlari ke pelukan Kai,

" Gwaenchana? " tanya Kai khawatir. Baekhyun hanya mengangguk lalu memeluk Kai dengan erat. Suho menghampiri D.O yang tengah kesakitan sambil memegangi kepalanya.

" D.O-yah.. Gwaenchana? D.O-yah.. " Suho memegangi badan D.O.

" Hyung.. Sakit sekali.. " rintih D.O.

" Tenang D.O-yah.. Ambulans akan segera datang.. " kata Suho menenangkan.

Kini D.O sudah berada di Rumah Sakit, dokter memeriksa keadaan D.O yang tengah pingsan saat ini. Suho, Kai, Baekhyun, Kris dan Sehun menunggu di luar. Kai menggenggam erat tangan Baekhyun yang menyenderkan kepalanya di bahu Kai. Tak lama, dokter pun keluar.

" Uisa, bagaimana keadaan D.O? " tanya Suho.

" Sepertinya dia mengalami depresi, sebaiknya anda membawa saudara D.O ke Rumah Sakit Jiwa untuk pemeriksaan lebih lanjut " jelas dokter lalu pergi meninggalkan Suho.

" D.O-yah.. " gumam Suho, akhirnya Suho tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia pun menangis, Kris berusaha menenangkannya.

Beberapa bulan kemudian

Kai dan Baekhyun berada di rumah Sehun, mereka baru saja merayakan ulang tahun Sehun. " Seandainya Tao juga berada di sini.. " kata Sehun sedih.

" Sudahlah.. Kau harus mengikhlaskan dia pergi. Tao pasti sudah tenang di sana " Kai menghibur Sehun.

" Ne.. " jawab Sehun.

Tak lama Kai dan Baekhyun pun pulang. " Kai-yah.. Aku merasa kasihan dengan D.O.. Sebenarnya dia namja yang baik dan pintar.. Mungkin jika dia yang mengutarakan perasaannya terlebih dulu padaku, aku akan menerimanya.. " kata Baekhyun menggoda Kai.

" Ya! Apa maksudmu?! Jadi kau menyesal menerima ku, eoh?! " bentak Kai kesal.

"Aigoo~ Lucu sekali, hahahaha.. " kata Baekhyun sambil mengacak rambut Kai.

" Ya! Jangan mengacak rambut ku! Bukankah kita sudah menjadi sepasang kekasih? " tanya Kai sambil memegang tangan Baekhyun yang mengacak rambutnya.

" Lalu? " Baekhyun tidak mengerti.

" Begini seharusnya.. "

CHU~

tiba-tiba Kai mencium lembut bibir Baekhyun hingga membuat Baekhyun membelalakan matanya.

" Arra? " tanya Kai setelah melepaskan ciumannya.

" Ah~ Mwoya~ " Baekhyun memukul pelan Kai lalu mendahului Kai.

Di rumah sakit jiwa

D.O berada di sebuah ruangan tertutup, Suho menjenguknya. Sudah 2 bulan D.O menjalani perewatan di rumah sakit jiwa.

" D.O-yah.. " panggil Suho pelan. D.O menoleh dengan tatapan kosongnya. " Gwaenchana? " tanya Suho sambil menahan air matanya.

" Gwaenchana.. " jawab D.O sambil memainkan topeng badut di tangannya.

" Mianhae.. Ini semua demi kebaikan mu.. " Suho mengusap lembut kepala D.O.

" Hyung.. Saranghae~ " ucap D.O lalu tersenyum.

" Eoh.. Nado saranghae~ " jawab Suho dan air matanya pun menetes.

" D.O-yah.. aku tinggal dulu ne? Nanti pulang kerja aku akan kembali ke sini, arra? " Suho pamit pada D.O, dia kembali ke kantor polisi.

Sepeninggal Suho, " Aku.. Aku juga mencintai Baekhyun, hyung.. Aku sangat mencintainya.. " kata D.O lalu meneruskan kegiatannya memainkan topeng badut.

END

Annyeong haseyo readernim~ gomawo buat yang sudah fav/follow/review ff jelek ini. Akhirnya ff ini selesai juga walaupun sedikit ga jelas. Kkkk~

Tunggu ff saya yang lain juga ne? *deepbow