How Are You?

Chap 3

.

.

.

Flashback 7 years ago

Entah bagaimana hingga Sehun dan Kai saat ini terlelap diatas ranjang yang sama.

Setelah Sehun berhasil melayangkan tinjunya di wajah Kai, dia menangis dan malah mengucapkan terimakasih yang tidak dimengerti oleh Kai.

Kai kemudian terus memeluknya, hingga akhirnya Kai membawa Sehun untuk sekedar merebahkan badannya di ranjang yang menjadi saksi bisu "drama" mereka.

Mulanya Kai hanya memandangi wajah Sehun yang tampak sudah terlelap setelah kelelahan meluapkan seluruh emosinya pada Kai.

Tak lama setelah itu, Kai menyusul Sehun ke alam bawah sadarnya.

Kedua mata Sehun nampak mengerjap, dan terbuka, membiasakan diri dengan kondisi yang tak biasa dihadapannya.

Ia intens menatap wajah Kai yang terlelap di hadapannya.

Tangannya mulai bergerak untuk sekedar menyentuh rambut Kai yang hampir menutupi mata pemuda tan tersebut.

"Maafkan aku Kai, ini pasti sangat nyeri" tangan Sehun kemudian bergerak ke ujung bibir Kai yang terluka karena perbuatannya.

"Terimakasih untuk berhenti menyakiti Soojung" Sehun mulai bermonolog dengan Kai yang masih terpejam.

"Karena bila kau masih bersamanya padahal hatimu untuk orang lain, dia pasti akan lebih sakit" batin Sehun.

"Terimakasih juga sudah menemani Soojung, dia tampak bahagia sekali saat bersamamu" monolog lelaki albino itu kembali dilanjutkan.

Sehun kemudian mulai diam, tak terdengar kalimat keluar dari mulutnya. Ia hanya menatap pemuda yang berbaring tepat dihadapannya itu.

"Terimakasih juga sudah mau berteman denganku, menyapaku lebih dulu dan berada di sampingku" Sehun melanjutkan kalimatnya kembali.

"Kai…" suaranya terdengar lirih.

"Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu" Sehun menggerakkan jarinya di atas pipi Kai begitu lembut.

Hening kembali, tak ada suara terdengar. Sehun memandang ke arah jendela di kamar Kai. Langit mulai temaram, ia berpikir saatnya untuknya pulang.

Sebelum ia beranjak dari "kegiatan merebahkan tubuhnya sambil menatap wajah Kai" ia mendekatkan wajahnya pada wajah Kai.

Ia singkap helaian rambut Kai yang tersampir di kening pemuda yang masih terlelap tersebut.

"Chuu.." ia mencium kening Kai.

Kemudian yang terdengar adalah suara pintu yang tertutup.

Pemuda yang masih setia dengan pembaringannya itu membuka matanya perlahan. Ia menatap pintu yang baru saja tertutup.

Sejak tadi ia tak sepenuhnya berada di alam mimpi. Ia merasakan setiap belaian lembut Sehun pada wajahnya.

Dan ia dengan jelas mendengar sederet kalimat yang di ucapkan Sehun.

Badan Kai kemudian beringsut pada bantal yang semula menjadi sandaran kepala Sehun.

Ia hirup aroma Sehun yang tertinggal di bantalnya itu.

"Nado.." ia bergumam lirih sendiri.

"Aku juga menyukaimu.. Sehun-ah"

=.=


=.=

Setelah kejadian itu, Kai masih tetap diam bila bertemu Sehun. Tak ada inisiatif dari keduanya untuk memulai pembicaraan.

Banyak siswa siswi yang membicarakan keputusan Kai atas Soojung. Jika Kai menghampiri kelas Taemin, banyak tatapan yang ia terima.

"Apa dia sudah gila berani memutuskan Soojung?" perkataan itu yang sering ia dengar dari para siswa, namun selalu ia acuhkan.

"Sebenarnya seperti apa tipe gadis yang disukai Kai? Aku penasaran" beberapa siswi juga tampak sibuk dengan pemikirannya akan Kai, khususnya siswi yang mengagumi atlet renang tersebut.

Taemin selalu menemani Kai setelah insiden antara ia dan Soojung juga Sehun terjadi.

Taemin mengerti bahwa sebenarnya ada yang disembunyikan oleh sahabatnya itu.

"Apa kau sedang bertengkar dengan Sehun? Aku tak pernah lagi melihatmu ngobrol dengannya" rasa penasaran Taemin ia ungkapkan lewat pertanyaan.

Mulanya Kai diam, namun akhirnya ia tak dapat menyembunyikan hal itu dari sahabatnya.

"Beberapa hari yang lalu Sehun datang kerumahku" Taemin tampak menyimak apa yang dijabarkan oleh sahabatnya itu.

"Ia memukulku" Taemin tersedak saat mendengar penuturan Kai.

"Jadi bekas luka di sudut bibirmu itu karena pukulan Sehun?" Taemin tampak tak percaya, dia pikir Soojung yang menamparnya.

Kai hanya mengangguk.

"Lalu apa yang selanjutnya terjadi?" Taemin kembali meminum soft drink yang tadi membuatnya tersedak.

"Dia berterimakasih padaku karena sudah berhenti mengecewakan Soojung"

"Hah? Hanya itu? Dia memukulmu lalu berterimakasih?" Taemin tampak heran tak mengerti apa yang diceritakan oleh Kai.

"Jangan-jangan kau selingkuh lagi ya Kai?" Kai menatap wajah Taemin penuh tanda tanya.

"Kau ini kenapa hobi menuduhku berselingkuh sih? Aku bukan tipe orang seperti itu Taemin jelek!" kemudian yang terdengar adalah suara kekehan dari Taemin.

"Yang kudengar kau memutuskan Soojung karena kau menyukai orang lain? Wajar kan kalau aku punya pemikiran seperti itu"

"Kau dengar dari siapa berita seperti itu? Dan lagi aku tidak memutuskan Soojung, karena aku dan Soojung bahkan belum berpacaran, kami hanya sekedar dekat, dan aku mengatakan bahwa aku tak ingin memberikan harapan apa pun pada Soojung. Aku hanya senang bisa berteman dengannya"

Kai memberikan pembelaan diri panjang lebar.

"Kencan di taman hiburan, nonton bioskop bersama, bahkan hingga jalan-jalan di daerah Gangnam, kau hanya anggap itu sebagai sebuah pertemanan?" Taemin tampak menyudutkan.

"Kau sudah terlalu jauh memberikan harapan padanya Kai. Bahkan dia juga sudah menyukaimu sebelumnya. Kau benar-benar keterlaluan"

Tambah Taemin yang menurut Kai sekarang malah tampak seperti jaksa penuntut umum.

"Maka dari itu aku sungguh sangat bersalah pada Soojung dan Sehun. Sehun lah yang membantuku supaya aku bisa dekat dengan Soojung" Kai mencengkram rambut di kepalanya, frustasi.

"Ngomong-ngomong, bagaimana kau tahu kalau aku pernah ke Gangnam dengan Soojung?" Kai balik bertanya pada Taemin.

"Ada yang melihat kalian disana. Apakah kalian double date dengan Sehun juga? Aku dengar ia juga melihat Sehun dengan seorang gadis"

"Tidak, aku tidak double date dengan Sehun" jawab Kai tanpa memberi tahu alasan sebenarnya adalah untuk memata-matai Sehun.

"Ku dengar Sehun berjalan dengan seorang gadis Gangnam ya? Pantas saja sekarang Nari berkencan dengan Luhan sunbae" Taemin malah bergosip ria.

"Jeongmal? Kau benar-benar mengikuti gosip terkini Taem. Alih profesi ya?" Kai menyeringai.

"Kau saja yang kurang update. Hampir semua siswa tahu hal ini. Bukankah kau juga pernah menanyai Sehun tentang hal ini?" Temin membalikkan kaleng soft drink nya mencari tetes yang tersisa.

Kai jadi teringat tentang gadis yang dilihatnya bersama Sehun di Gangnam.

"Apa benar itu pacar Sehun?" batinnya dalam hati.

"Kai, daripada kau murung terus seperti itu, bagaimana kalau liburan musim panas nanti kau ikut aku ke Jepang?" Taemin membuyarkan lamunan Kai.

"Aku mau mengunjungi ayahku. Kau bisa mengunjungi keluargamu disana." Ajak Taemin kembali.

"Akan kupikirkan nanti, aku harus meminta izin orang tuaku dulu" Taemin hanya mengangguk mendengar jawaban Kai.

=.=


=.=

Liburan musim panas telah tiba. Kai mulai membereskan barang-barang yang akan dibawanya ke Jepang dengan Taemin. Padahal dia sama sekali belum minta izin pada ayah dan ibunya.

Saat ia sibuk merapikan barang bawaannya, dia menemukan buku mata pelajaran yang dipinjamnya dari Sehun beberapa minggu lalu.

Ia sekarang malah sibuk memandangi buku itu, lebih tepatnya melamunkan Sehun.

"Akhirnya, aku punya alasan untuk berbicara dengannya" batin Kai.

Kai kemudian langsung menuju rumah Sehun dengan sepedanya. Ia disambut oleh salah satu pekerja di rumah Sehun dengan ramah sesampainya ia disana.

Kai langsung mengarahkan langkahnya ke arah kamar Sehun ada di lantai atas.

"Sehun, boleh aku masuk?" Kai memberanikan diri bertanya setelah ia mengetuk pintu kamar Sehun beberapa kali.

Lima detik setelah Kai bertanya, pintu kamar Sehun terbuka dari dalam.

"Kai? A- ada apa?" Sehun tampak terkejut.

"Boleh aku masuk dan berbicara padamu di dalam?" Kai melongok ke dalam kamar Sehun.

Kini mereka berada di dalam kamar Sehun dengan suasana yang amat canggung.

"Eumm.. Maaf mengganggumu Sehun-ah. Aku hanya ingin mengembalikan bukumu" ia kemudian mengulurkan tangannya yang memegang buku tersebut.

"Maaf, aku terlalu lama meminjamnya. Hehe.." entah keberanian darimana Kai malah memberikan cengirannya.

"Aku bahkan lupa pernah meminjamkan buku ini padamu" Kai sangat senang Sehun mau menjawabnya.

Keheningan kembali melanda mereka.

"Kai.." Sehun tampak memulai pembicaraan kembali.

"Maafkan aku sudah memukulmu tempo hari" Sehun sedikit menunduk.

"A-ahh, a-aku juga minta maaf Sehun-ah. Aku lah yang bersalah" Kai tampak kikuk.

"Tadi malam aku bertemu dengan Soojung. Ia sempat menanyakanmu sebelum ia berangkat ke Amerika untuk menjenguk neneknya" Sehun kemudian menatap Kai.

"Ia bilang ia sudah bisa sedikit melupakanmu, walau terkadang ia masih merindukanmu. Sepertinya ia benar-benar menyukaimu Kai" tambah Sehun.

Kai hanya bisa diam. Ia tak tahu harus menjawab apa. Bahkan ia tak menyadari Sehun sekarang mendekat ke arahnya dan menatap ke arah bibirnya.

"Apakah lukamu sudah sembuh Kai?" jarak wajah Sehun dan Kai hanya beberapa centi, itu membuat Kai tampak begitu gugup.

"A-aahhh, jangan khawatir, itu hanya luka kecil" Kai kemudian mengalihkan pandangannya dari wajah Sehun, keringat dingin tiba-tiba membasahi tubuhnya.

"Eumm, sebagai permintaan maafku bagaimana kalau liburan musim panas ini kau ikut ke pantai denganku. Kau tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun, kita akan tinggal di penginapan milik pamanku. Semua aku yang tanggung, hehe.."

Kai hanya bisa melongo, ia tak menyangka Sehun akan mengajaknya ke pantai. Ia ingin sekali ikut, tapi bagaimana janjinya dengan Taemin. Ia begitu dilema.

=.=


=.=

"Apaa?! Kau tak diizinkan paman dan bibi Kim? Bagaimana bisa?" terdengar suara Taemin yang memekakkan telinga dari seberang telfon.

Kai kemudian sedikit menjauhkan gagang telfon dari telinganya.

"Maafkan aku, Taem. Keluargaku memiliki acara sendiri selama musim panas ini." Kai berbohong.

Dan Taemin percaya saja dengan yang diucapkannya. Entahlah, Taemin mungkin baru saja kena brainwash dari pemuda tan itu.

"Baiklah kalau begitu. Padahal lebih asik kalau kau ikut. Jangan rindukan aku selama aku liburan di Jepang ya Kai. Ku harap kau tak menyesal, haha.." setelah Taemin tertawa renyah sambungan telfon terputus.

Sebenarnya Kai sudah meminta izin kepada ayah dan ibunya sebelum menelfon Taemin. Kedua orang tuanya mengizinkan Kai untuk berlibur.

Namun, Kai meminta izin berlibur ke pantai bersama Sehun. Sepertinya ia mengkhianati persahabatannya dengan Taemin.

Kai tampak begitu menikmati perjalanan dan liburannya bersama Sehun di pantai. Sepertinya tak semenitpun ia berhenti tersenyum.

Apapun tingkah Sehun begitu menarik bagi Kai. Begitupun sebaliknya.

Kai terus menatap Sehun saat mereka berdua berjemur di tepi pantai. Wajah Sehun saat terkena sinar matahari begitu menarik baginya.

Untungnya Sehun memejamkan matanya untuk menikmati cahaya matahari di tepi pantai, sehingga ia tak menyadari tatapan Kai.

"Kau begitu manis Sehun-ah" tak sengaja Kai malah berguman seperti itu hingga samar-samar terdengar oleh Sehun.

"Kau mengatakan sesuatu Kai?" kini Sehun menatap Kai.

"A-ahh bukan apa-apa Sehun-ah." Wajah Kai memerah.

Sehun memajukan bibirnya, tampak begitu imut di mata Kai. Kai malah malah ber blushing ria.

Beruntung Sehun kemudian mengalihkan tatapannya dari Kai, ia tak menyadari wajah Kai yang seperti kepiting rebus saat ini.

Hanya desiran ombak dan hembusan angin yang mereka rasakan dalam diam sekarang. Mereka malah lebih tampak seperti pasangan honeymoon.

"Hun-ah, apakah gadis yang bersamamu di Gangnam itu adalah kekasihmu?" Kai memulai pembicaraan.

"Maksudmu Daeun? Ia teman baikku Kai, aku sangat dekat dengannya sama seperti Soojung. Hanya saja dulu kami pernah berpacaran selama beberapa bulan"

Kai membulatkan matanya mendengar pernyataan Sehun.

"Lalu bagaimana dengan Nari?" Kai bertanya kembali.

"Beberapa waktu lalu aku sempat dekat dengan Nari. Dia gadis cantik dan energik. Aku juga cukup nyaman jalan bersamanya, hanya saja mungkin aku dan Nari belum berjodoh. Nyatanya ia dengan Luhan sunbae sekarang. Haha.."

Sembari Sehun tertawa ia kembali sibuk mengoleskan sunblock ke sebagian area tubuhnya. Kai sekarang yang memajukan bibirnya. Seperti tak senang dengan jawaban Sehun.

"Apakah kau cemburu Kai?"

Kai tampak begitu terkejut dengan pertanyaan Sehun. Ia menatap Sehun heran. Kai rasa ia baru saja salah dengar.

Belum sempat ia meminta kejelasan kepada Sehun. Lelaki albino itu malah kembali tertawa dan berlari ke arah bibir pantai. Meninggalkan Kai dalam kebingungan yang amat besar.

Selesai liburan di pantai bersama Sehun, Kai masih saja memikirkan perkataan-perkataan Sehun untuknya. Semuanya seperti pernyataan cinta bagi Kai.

Kai akhirnya bertemu kembali dengan Taemin. Sahabatnya itu begitu baik memberikannya begitu banyak oleh-oleh untuk Kai dan keluarganya.

"Sepertinya kau jadi lebih hitam Kkamjong-ah?" Taemin menyadari ada perubahan pada warna kulit Kai.

Kai diam seribu bahasa tak menanggapi pertanyaan Taemin. Ia berpura-pura sibuk memakan oleh-oleh yang Taemin bawakan dari Jepang.

"Tentu saja,Taemin-ah. Ia kan baru berlibur dari pantai dengan Sehun-ah." Itu suara noona nya Kai.

Taemin kemudian memicingkan matanya pada Kai. Kemudian Kai hanya membalasnya dengan cengiran.

"Ngomong-ngomong, terimakasih oleh-olehnya ya,Taem" suara Kai dibuat seimut mungkin.

Ia kemudian berlari menuju kamarnya. Tak lama setelah itu Taemin menyusulnya, ia hendak memberikan oleh-olehnya yang lain pada Kai. Jurus Taekwondo.

=.=


=.=

"Tim teaterku akan pentas 1 minggu lagi, Kai. Aku benar-benar tak sabar" Sehun kemudian memasukkan kimbap ke dalam mulutnya setelah bicara.

"Aku boleh kan menonton pertunjukkanmu? Aku akan mengajak Taemin juga" Kai kemudian ikut menanggapi Sehun.

"Tentu saja boleh. Aku sangat senang kau mau menontonnya" Sehun tersenyum cerah ke arah Kai.

Sejak liburan bersama di pantai, mereka berdua tampak lebih akrab. Seperti saat ini, mereka menghabiskan waktu istirahat di kantin bersama.

Beberapa kali Kai juga menunggui Sehun latihan teater setelah pemuda tan itu selesai latihan renang. Mereka begitu sering menghabiskan waktu bersama, dan mereka menikmatinya.

Hubungan Kai dengan Soojung juga lebih baik dari sebelumnya. Lagi-lagi karena bantuan Sehun.

Kai dan Soojung sekarang seperti tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka sebelumnya.

Terkadang mereka tampak asik bercengkrama bertiga bersama Sehun.

Bahkan Taemin juga akhirnya bisa berteman dengan Soojung karena Kai sering mengajaknya untuk ikut mengobrol dengan mereka.

Tibalah dimana hari pementasan Sehun. Ia begitu tampil prima dan mengagumkan bersama tim teaternya.

Riuh tepuk tangan dari penonton mengiringi akhir pementasan. Penonton tampak puas dan senang dengan pertunjukkan yang baru saja disajikan.

Selesainya pementasan, para pemain kembali ke backstage dan merayakannya kecil-kecilan. Pelatih tim teater berencana menraktir mereka di restoran Jepang milik keluarganya.

Sebelum Sehun menyusul teman-temannya menuju restoran, ia menemui Kai yang sejak tadi menunggunya di dekat gerbang sekolah.

"Kai, maaf membuatmu lama menunggu" Sehun tampak tergesa menghampiri Kai yang sedari tadi sendirian.

"Tidak apa-apa Sehun-ah." Kai tersenyum melihat Sehun yang tampak kehabisan nafas karena berlari.

"Chukae, pertunjukkanmu tadi sangat bagus." Sehun sangat senang Kai memuji penampilannya dan teman-teman tim teaternya.

"Gomawo Kai. Aku senang kau mau datang" ia tersenyum begitu manis dihadapan Kai.

"Sebenarnya ada hal lain yang ingin kusampaikan padamu Sehun-ah"

Sehun kini tampak bingung melihat wajah Kai yang kini menunduk dan nada bicaranya yang sedikit berubah.

"Selama ini, aku menyukaimu Sehun. Ku rasa aku mencintaimu." Kai mulai melihat wajah Sehun yang tanpa ekspresi.

Kemudian hanya diam dan suara jangkrik (?) yang mereka dengar.

"Eumm, maukah kau menjadi pacarku.. Sehun?" Kai mengutarakan apa isi hatinya pada Sehun.

Kai berpikir bahwa ia akan di beri pukulan lagi oleh Sehun. Tapi Sehun tersenyum sumringah dan kemudian memeluknya.

Kai merasakan Sehun mengangguk di atas pundaknya. Tanda Sehun menerimanya.

Kai tampak begitu terharu, ia kemudian melepaskan pelukan Sehun untuk sekedar meyakinkan.

"Kau menerimaku?" Sehun kembali mengangguk mantap dan tersenyum manis.

Kai begitu senang pernyataan cintanya diterima oleh Sehun, ia kembali memeluk Sehun dengan begitu erat.

"Ahh, kau harus segera menyusul teman-temanmu ke restoran. Kajja!" Kai kemudian menarik tangan Sehun untuk menaiki sepedanya.

Sesampainya di depan restoran, Sehun tak lantas masuk dan meninggalkan Kai. Ia sempat memberikan kecupan di pipi kanan Kai.

"I love you my boy" Sehun kemudian berbisik di telinga Kai yang membuat Kai tampak seperti batu karena begitu terkejut dengan "aksi" Sehun.

"Aku akan menghubungi mu nanti" Sehun kemudian mengangkat ibu jari dan kelingkingnya lalu menggoyangkannya didekat area telinganya.

Ia melambai ke arah Kai sebelum sosok Sehun hilang dari pandangan Kai setelah memasuki restoran.

Kai hanya bisa terus tersenyum sambil memegangi pipi kanannya. Selama perjalanan pulang pun ia tak berhenti tersenyum.

Flashback End

=.=


=.=

"Untuk apa kau kemari…Sehun-shi?"

Hanya kalimat itu yang bisa Kai ucapkan pada Sehun yang saat ini berada dihadapannya.

Kenangan masa lalunya bersama pemuda dihadapannya saat ini baru saja berhenti berputar dari lamunannya. Bahkan ia berharap tak akan pernah bertemu dengan Sehun lagi.

Namun, pemuda ini tiba-tiba muncul di hari pentingnya.

Pemuda yang ditanya tak menjawab sepatah katapun. Ia hanya diam mematung melihat mantan kekasihnya begitu tampan dalam balutan tuxedo hitam.

Taemin dan Tao yang juga berada dalam satu ruangan bersama Kai, tak ada yang bersuara.

Mereka hanya bisa menonton pertunjukkan 2 insan manusia yang sebenarnya mungkin masih memiliki perasaan yang sama.

"Kai, aku dan Tao akan menunggu di luar." Taemin kemudian mengajak Tao untuk keluar dari ruangan itu.

Kai sama sekali tak mau menatap Sehun, karena semakin ia melihat wajah Sehun, semakin ia tenggelam dalam kesedihan tak berdasar.

"Aku hanya ingin meminta maaf padamu, Kai" Sehun memandangi wajah Kai yang datar saja.

Sekilas bagi Sehun wajah itu menggambarkan amarah terpendam.

"Aku benar-benar minta maaf Kai. Segala perbuatanku padamu di masa lalu, aku benar-benar khilaf. Maafkan aku, Kai. Meski ku tahu ini sudah sangat terlambat"

Tak mendapat respond apapun dari Kai, Sehun hanya bisa menunduk. Ia berpikir bahwa Kai benar-benar sudah tidak memperdulikannya.

Kai masih tetap diam dan acuh terhadap Sehun. Ia hanya menatap ke satu arah tanpa perubahan.

Kai ingin sekali menulikan pendengarannya, tapi hatinya seperti berkata lain.

"Selamat atas pernikahanmu. Berbahagialah selalu Kai"

Sehun kemudian berbalik untuk meninggalkan Kai. Ia benar-benar merasa tidak berguna. Kai bahkan menganggapnya tak ada.

Ia berjalan gontai, dadanya terasa begitu sesak. Tapi, paling tidak ia sudah meminta maaf kepada Kai. Itu hal yang membuatnya sedikit merasa lega.

Saat ia akan keluar, tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan itu dan menabrak Sehun. Buket bunga yang dipegang si penabrak jatuh ke lantai.

Sehun kemudian memungutnya bermaksud mengembalikan kepada si pemilik.

Tapi, betapa terkejutnya ia melihat orang yang ada dihadapannya saat ini, orang yang baru saja menabraknya.

Seorang gadis dengan gaun sleeveless putih tulang layaknya princess. Mahkota bunga menghiasi rambut ikalnya yang berwarna kemerahan lalu hanya diikat sederhana.

Tak salah lagi ini pasti Jiyoung, calon istri Kai. Ia begitu cantik dan anggun, Kai begitu beruntung mendapatkannya.

"Sumimasen. Aku tadi tidak hati-hati" ucapnya dalam bahasa Jepang, Sehun hanya mengerti kata pertamanya saja.

Jiyoung masih saja membungkuk berkali-kali di hadapan Sehun, hingga akhirnya Kai menghampiri calon wanitanya tersebut.

"Jiyoung-ah, kau tidak apa-apa?" Kai tampak sangat perhatian pada Jiyoung.

Sehun melihatnya, ada perasaan bergejolak didalam dadanya. Tatapan mata Kai hanya mengarah kepada Jiyoung, Sehun benar-benar dianggapnya tak ada.

Tangan Sehun kemudian terulur untuk memberikan buket bunga yang dipungutnya tadi.

Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Sehun, ia hanya sekedar memberikannya.

Jiyoung kemudian menerima buket bunga itu, ia tampak sibuk menatap Sehun.

"Dia orang Korea? Temanmu chagi?" Jiyoung bertanya pada Kai menggunakan bahasa Jepang.

Kai sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Jiyoung, sebelum akhirnya tiba-tiba Sehun membungkukkan badannya untuk memperkenalkan diri.

"Oh Sehun imnida"

Jiyoung menatap lekat ke arah Sehun, matanya membulat seperti menelusuri wajah Sehun.

Menyadari bahwa tingkahnya membuat Sehun bingung, Jiyoung kemudian kembali membungkuk.

"Jiyoung imnida" ia balik memperkenalkan dirinya pada Sehun.

Jiyoung sedikit-sedikit mengerti bahasa Korea, sehingga dia tahu bahwa Sehun baru saja memperkenalkan diri.

"Chukae. Aku turut senang atas pernikahan kalian" bohong besar bila Sehun memang memiliki perasaan itu.

"Ghamsahamnida" Jiyoung sebenarnya tak mengerti kalimat yang dikatakan Sehun, namun ia paham bahwa Sehun mengucapkan selamat.

"Aku permisi dulu" Sehun kemudian undur diri dari hadapan kedua calon mempelai.

Kai tampak benar-benar tak memperdulikan Sehun. Namun, nampak kesedihan tersirat di wajahnya.

Bahkan sekarang ia seperti orang sedang melamun, tak menyadari Jiyoung yang memperhatikannya sejak tadi.

Jiyoung kemudian menatap kepada sosok Sehun yang sudah menghilang begitu cepat.

"Pantas saja aku seperti pernah melihat wajahnya. Ternyata dia… Oh Sehun." Batin Jiyoung.

"Ya dia.. Oh Sehun. Aku tak salah lagi" Jiyoung meyakinkan hatinya sendiri.

"Kenapa kau harus menyembunyikannya dariku Kai? Kenapa?"

Tampaknya sang mempelai wanita mengetahui sesuatu yang tidak disadari sang mempelai pria.

Rahasia terbesarnya yang ingin ia pendam sangat dalam.

"Cinta itu bagaikan hukum atom. Ada saatnya harus memiliki. Ada juga saatnya harus melepaskan."

TO

BE

CONTINUE


Special thanks to:

sayakanoicinoe, flamintsqueen,

urikaihun, ItsChoiDesy,

jung oh jung, Guest,

Gigin, rinirhm30,

YoungChanBiased, elfs4482,

chensing, kaihunxo

and thankyou for people who give favourite and follow this story

sekali lagi saya minta maaf, chap ini panjang kyak chap lalu

dan endingnya bukan di chap ini, mungkin chap depan, or chap 5

Mind to review, favourite and follow again readers

Thankyou^^