Title : Love is Painful

.

.

Cast :

Lee Sungmin (namja)

Cho Kyuhyun (namja)

Lee Eunhyuk (namja)

Lee Donghae (namja)

.

.

Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI

Rate : T

Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, pasaran, so... don't like don't read ...okay...! no bash, for everything!

.

.

SUMMARY

Kita sama- sama mempunyai harapan. Tapi perbedaannya aku berharap kau akan selalu berada disisiku sedangkan kau berharap aku menghilang dari kehidupanmu. –KyuMin-

.

.

DISCLAIMER

Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME, orang tuanya masing-masing dan ELF, aku Cuma pinjam nama tapi Ide cerita murni milik author.

.

NO COPAS

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

.

.

.

^^HAPPY READING ^^

.

.

.

.

.

.

.

Love is Painful

Chapter 3

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun sudah sampai di kantornya. Terlihat para karyawan berjejer disepanjang jalan sampai diruangan Kyuhyun kemudian memberikan salam hormat pada atasan mereka itu.

Dilihat dari ekspresinya, dia sedang dalam mood yang buruk. Para karyawan pun jadi takut dan sebisa mungkin tidak melakukan kesalahan yang bisa memancing amarahnya

.

.

.

.

Kyuhyun sekarang sudah sampai diruangannya. Dia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan kerjanya. Jujur saja dia ke kantor bukan untuk bekerja tapi untuk menghindari Sungmin. Dia merasa jengah kalau harus menghabiskan waktu bersamanya

.

.

KYUHYUN POV

.

.

kenapa moodku jadi buruk begini. Seharusnya aku senang sudah berhasil membuatnya tersiksa. Tapi justru aku yang merasa sakit saat melihat air mata bodohnya itu. Hey, sadarlah Kyu. Ini kan yang selama ini kau inginkan, membalas sakit hati keluargamu dengan cara menyakiti putra kesayangan mereka.

Tapi kenapa ada perasaan tidak rela melihatnya sakit seperti itu, dan lagi kenapa jantung bodoh ini berdetak tidak karuan ketika mendengar langsung pernyataan cintanya dan ikut merasakan sakit ketika mendengar kata-kata menyedihkannya.

TIDAK, itu pasti bukan rasa sakit melainkan rasa kasihan saja melihatnya seperti itu. Yah, bagaimanapun aku tidak pernah menyakiti hati orang sebelumnya….

Pasti itu alasannya, bukan yang lain.…

Tapi, tunggu dulu. Kenapa aku seperti pernah melihat dia sebelumnya? Mata itu…. Mata itu kenapa seperti membuatku merasakan perasaan berbeda? Aku justru merasa ingin melindunginya, membuatnya bahagia dan tidak ingin membuatnya menangis.

Tidak tidak, ini tidak boleh terjadi. Ini sudah diluar rencana….

.

.

KYUHYUN POV END

.

.

.

Saat Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba- tiba pintunya dibuka seseorang tanpa permisi dan langsung masuk dengan tergesa- gesa.

"Kyu, kenapa kau datang ke kantor. Bukannya kau diberi cuti oleh presdir selama 2 minggu? Apa ada masalah yang mendesak?"

"Ck, bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk. Bagaimanapun aku ini atasanmu hyung jadi kau harus sopan denganku kalau kau masih mau tinggal lama di kantor ini" Kyuhyun tampak kesal dengan ulah orang yang masuk tanpa permisi keruangannya yang ternyata adalah Lee Donghae.

"hehehe, mian 'sajangmin'. Lagi pula siapa suruh kau tidak mengunci ruanganmu. Dan lagi, kau jangan memecatku, nanti aku makan apa kalau tidak bekerja" jawab Donghae masih membela diri dan sedikit menggoda Kyuhyun.

"alasan saja, lagian siapa suruh tidak mau bekerja diperusahaan sendiri dan malah magang di kantorku"

"sudah, sudah. kenapa jadi membahas ini…. Aku tadi langsung kesini ketika mendengar dari karyawan kalau kau datang ke kantor pagi ini. Aku kira ada masalah yang terjadi, jadi kau terpaksa datang ke kantor".

"aku memang ada masalah hyung, tapi bukan masalah kantor" kata Kyuhyun dengan nada ketus, sepertinya dia masih kesal dengan Donghae.

"apa ini ada hubungannya dengan Sungmin hyung?" mengabaikan kekesalan Kyuhyun, Donghae mencoba menebak masalah yang dimaksud sahabatnya itu.

"seperti itulah kelihatannya. Tadi malam aku marah padanya dan tadi pagi kami bertengkar. Tidak, lebih tepatnya akulah yang memberinya kata- kata kasar" Kyuhyun berbicara lagi sambil menegadahkan kepalanya ke langit-langit kamar.

"ya Tuhan…. Bagaimana bisa?" Donghae sedikit terkejut dengan perkataan Kyuhyun tadi.

Kyuhyun pun menceritakan semua kejadian tadi malam yang berlanjut tadi pagi antara dirinya dan Sungmin.

"Ya ampun Kyu, aku tidak menyangka kau tega melakukan itu pada Sungmin hiung" Donghae masih tidak percaya dengan cerita Kyuhyun tadi

"Itulah yang terjadi hyung, tapi entah mengapa aku juga merasa sakit disini ketika melihatnya menangis" Kyuhyun meremas dadanya sendiri, mencoba mengungkap perasaan aneh yang mendera tubuhnya.

"itu karena sebenarnya sikapmu itu sangat bertentangan dengan hati nuranimu. Aku tahu kau bukan orang jahat. Berhentilah Kyu sebelum api dendammu yang membara itu justru membakarmu…. Lupakanlah semuanya. Ini juga demi kebaikanmu" Donghae berusaha menasehati Kyuhyun

"maksud hyung?" Kyuhyun merasa tidak suka dengan perkataan Donghae tadi.

"kau tahu maksudku Kyu, kau bukanlah orang bodoh. Dan lagi, Sungmin itu adalah anak yang sangat baik. Aku rasa sangat tidak adil jika kau membalaskan dendammu pada orang yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa"

"Tidak bersalah?" Kyuhyun mendelik mendengar pernyataan Donghae tadi.

"Dia lahir dari keluarga Sendbil group, itu kesalahannya….!" kata Kyuhyun lagi dengan penuh penekanan dan sekarang berusaha menahan emosinya agar tidak meledak

"Susah berbicara denganmu Kyu, kau sangat keras kepala. Ya sudah, aku kembali keruanganku dulu, masih banyak laporan bulan ini yang harus aku kerjakan. Aku harap kau pikirkan kata- kataku tadi Kyu" Donghae menepuk pundak Kyuhyun kemudian berlalu dihadapannya. Entah apa yang dipikirkan pria itu, tapi dia merasa prihatin dengan sahabatnya itu dan juga….. Sungmin.

.

.

'Semoga kau tidak jatuh terlalu dalam Kyu dan justru membuatmu menyesal setelah semuanya terjadi' batinnya

.

.

.

.

.

.

.

"Hyukkie-ah… hiks…"

"Halo, hyung…. Kau kenapa? Kenapa suaramu seperti itu? Kau menangis?" Eunhyuk yang ditelpon Sungmin jadi khawatir saat mendengar suara hyungnya yang seperti menangis.

"Hiks…. Hiks….. ini sakit sekali Hyukie, aku tidak sanggup menahannya. Rasanya aku ingin mati saja" kata Sungmin lagi masih terisak.

"Hyung, kau ini bicara apa. Apanya yang sakit?" Eunhyuk yang tidak mengerti dengan perkataan Sungmin terus bertanya kepadanya.

"hiks…. Hiks…" Bukannya menjawab, Sungmin malah semakin terisak ditelpon membuat Eunhyuk semakin khawatir

"Berhenti menakutiku seperti ini. Katakan apa yang sebenarnya terjadi… ah, tidak, tidak, katakan sekarang kau ada dimana" Eunhyuk tampak frustasi mengetahui keadaan hyungnya sedang tidak baik.

"Aku ada di rumah"

"Baiklah, tunggu aku disana. Jangan kemana-mana dan jangan melakukan hal bodoh. Aku akan segera sampai dalam waktu 15 menit" Eunhyuk langsung mematikan sambungan telponnya dan menyambar kunci mobilnya. Dia benar- benar khawatir dengan keadaan hyungnya saat ini.

.

.

.

.

.

"mudah-mudahan dia tidak melakukan hal bodoh. Ya Tuhan… kenapa perjalanan ini terasa sangat lama"….

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ya ampun Kyu, aku tidak menyangka kau setega itu

Berhentilah Kyu sebelum dendammu itu justru membakarmu

kau tahu maksudku Kyu, kau bukanlah orang bodoh. Dan lagi, Sungmin itu adalah anak yang sangat baik

Aku rasa sangat tidak adil jika kau membalaskan dendammu pada orang yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa

.

.

"aish….., kenapa kata- kata Donghae hyung terus terngian ditelingaku. Benarkah tindakanku ini salah…. " Kyuhyun sekarang bermonolog sendiri. ya, setelah Donghae keluar dari ruangannya, entah mengapa dia terus memikirkan kata- kata sahabatnya itu. Sekarang dia bingung, apakah akan melanjutkan rencana balas dendamnya atau tidak.

"tidak, aku tidak boleh berhenti. Ini sudah setengah jalan dan juga kapan lagi aku bisa membalaskan dendam keluargaku kalau bukan sekarang. Sebagai penerus keluarga Cho, aku yang harus melakukan semua ini, membela harga diri keluarga karena appa sudah tidak bisa diandalkan" Kyuhyun lagi- lagi meyakinkan dirinya agar tidak berhenti.

"Kau tidak boleh merasa kasihan padanya. Ingat itu Cho Kyuhyun….. kau jangan pernah tertipu dengan tampangnya itu….."

Kyuhyun kemudian membaringkan tubuhnya di sofa dan berusaha untuk tidur, berharap pikirannya bisa sedikit tenang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sesampainya dirumah Sungmin, Eunhyuk langsung masuk ke dalam. Kebetulan rumahnya tidak terkunci. Tampak raut mukanya begitu cemas.

"Hyung…. Hyung….. kau dimana hyung?" Eunhyuk terus berteriak- teriak memanggil hyungnya sambil mencarinya di sekitar rumahnya berharap Sungmin dapat segera ditemukannya.

"Aish…. Kau sebenarnya dimana hyung, di ruang tengah tidak ada, di dapur maupun di kamar juga tidak ada" Eunhyuk yang sudah lelah mencari hyungnya di dalam rumah yang cukup besar itu hanya bisa menggerutu.

"hiks…. Hiks…." Sayup- sayup Eunhyuk mendengar suara isak tangis. Dia kemudian mencari sumber suara itu dan berhenti tepat didepan sebuah kamar.

"sepertinya ini adalah kamar tamu. Apa mungkin Sungmin hyung ada di dalam yah? Tapi untuk apa? Bukannya kamarnya dan Kyu ada dilantai dua"

Berbagai pertanyaan berkecamuk didalam pikiran Eunhyuk. Tak mau semakin penasaran, Eunhyuk segera membuka pintu kamar tersebut.

CKLEK….

"Omona….! Hyung, apa yang terjadi…." Eunhyuk langsung berteriak panic saat melihat hyungnya meringkuk diatas lantai sambil mendekap kedua lututnya. Keadaannya sungguh mengenaskan. Dia kemudian berjalan dengan tergesa kearah Sungmin lalu membantunya untuk bangun.

Mengetahui kedatangan Eunhyuk, Sungmin langsung bangun dan memeluk tubuh kurus Eunhyuk.

"Hyukkie-ah,,,…. Hiks…. Hiks….." Sungmin masih menangis dalam pelukan sepupunya tersebut. Untuk saat ini Eunhyuk membiarkan saja seperti itu. Dia belum tau apa yang terjadi pada hyungnya itu, yang pasti Sungmin butuh sandaran saat ini.

"sebenarnya apa yang terjadi padamu hyung dan dimana Kyuhyun, kenapa dia malah meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini?" Eunhyuk berusaha untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi namun Sungmin hanya menangis dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

'Kyuhyun? Dia yang membuatku seperti ini Hyukkie-ah, dia sudah menyakitiku terlalu dalam dan rasanya sungguh menyiksa'

Tentu saja itu hanya keluar dari hati Sungmin karena dia belum siap untuk mengatakan semuanya pada Eunhyuk.

"ya sudah kalau hyung tidak mau cerita. Aku mengerti kalau sekarang hyung belum bisa mengatakannya padaku, tapi hyung harus janji akan menceritakan ini semuanya padaku. Jangan memendam masalahmu sendiri…" Eunhyuk sekarang mencoba untuk memahami keadaan hyungnya.

Perkataan Eunhyuk tadi hanya dibalas anggukan oleh Sungmin.

.

.

.

.

.

.

.

KYUMIN

L I P

.

.

Eunhyuk sekarang berada disupermarket. Dia baru pulang dari rumah Sungmin setelah Sungmin tertidur. Seharian ini Eunhyuk hanya menemani Sungmin dirumahnya yang terus saja menangis dan sungguh itu membuatnya frustasi. Sungmin tidak mau makan, tapi Eunhyuk terus memaksanya karena takut hyungnya itu akan sakit. Sungmin akhirnya mau makan meskipun hanya sedikit.

Setelah pulang dari rumah Sungmin, dia kemudian singgah disupermarket untuk membeli beberapa persediaan makanan yang sudah habis di dirumahnya.

'Sebenarnya apa yang terjadi padamu hyung. Kau terus saja menangis dan tidak mau bercerita. Apa ini ada hubungannya dengan Kyuhyun?'

.

.

BRUKK

Eunhyuk yang melamun tiba- tiba menabrak seseorang.

"ah, maaf aku tidak memperhatikan jalan" Eunhyuk yang merasa bersalah langsung meminta maaf pada orang yang ditabraknya sambil membungkukkan badannya beberapa kali sebagai tanda penyesalannya.

"Gwenchana… eh, kau…. Kau Eunhyuk, sepupu Sungmin hyung kan?" orang yang tadi ditabrak ternyata adalah Donghae.

"ye? Iya saya…. Eh, Donghae-ssi?" Eunhyuk kaget setelah mengetahui kalau orang yang ditabraknya adalah Donghae.

.

.

Deg

Tiba- tiba Eunhyuk merasa gugup.

"Sedang apa disini?" Tanya Donghae basa basi, berusaha menghilangkan kecanggungan yang terjadi secara tiba- tiba.

"Aku sedang belanja beberapa kebutuhan rumah"

"oh, begitu rupanya. kalau begitu aku pergi dulu, silahkan dilanjutkan berbelanjanya" Donghae kemudian berbalik dan meninggalkan Eunhyuk,.

"ah,,, Donghae-ssi" Eunhyuk tiba- tiba memanggilnya

"ne?" Donghae yang merasa dipanggil menghentikan langkahnya lalu berbalik lagi kearah Eunhyuk

"itu, emm….. kalau tidak keberatan maukah kau minum kopi bersamaku. Ini juga sebagai bentuk permintaan maaf ku karena tadi telah menabrakmu" Eunhyuk tampak gugup saat mengatakan maksudnya.

Donghae yang melihat tingkah manis Eunhyuk jadi tersenyum. "bukan ide yang buruk…"

.

.

.

.

.

.

.

.

Sungmin berusaha membuka matanya. Rupanya dia baru bangun setelah kelelahan menangis. Disekelilingnya tampak gelap membuatnya sadar bahwa hari sudah malam. Dia kemudian mencari saklar lampu dan menyalakan lampu. Setelah ruangan itu menjadi terang, Sungmin kemudian melihat jam yang ada di dinding kamarnya.

'Sudah jam 09.15 malam. Aku lama sekali tertidur. Apa Kyuhyun sudah pulang?' Sungmin membatin.

'Hei Lee Sungmin….. apakah kau masih memiliki hak untuk mengkhawatirkannya? Meskipun kau masih berstatus istrinya, tapi kehadiranmu sungguh tidak diinginkannya' Sungmin seperti mendengar bisikan dikepalanya yang membuatnya kembali merasakan jantungnya seperti diremas.

"Ya, aku sadar kalau kehadiranku sungguh tidak diinginkannya dan sepertinya aku memang tidak akan bisa meraih hatinya" Sungmin tersenyum miris, tidak menyangka mimpi indah tentang kisah cintanya ternyata berakhir dengan sangat menyakitkan.

.

.

Dia kemudian beranjak dari kamarnya lalu pergi ke dapur. Tenggorokannya terasa kering.

Setelah sampai di dapur, dia kemudian menuju lemari es, mengambil air mineral lalu diminumnya. Setelah dahaganya hilang, dia kemudian kembali kekamarnya.

.

.

Langkahnya tiba- tiba terhenti saat melihat seseorang baru masuk ke dalam rumahnya. Rupanya itu adalah Kyuhyun yang baru pulang entah dari mana.

Tak mau bertemu dengan Kyuhyun, dia kemudian bersembunyi dibalik tembok sambil memandangi punggung 'suaminya' yang berjalan menuju lantai dua.

'suami,? Apakah aku masih bisa menyebutnya seperti itu?' batin sungmin.

Setelah Kyuhyun tidak terlihat lagi, Sungmin kemudian keluar dari persembunyiannya. Tapi hingga beberapa menit dia hanya berdiri di tempatnya sambil memandangi kamar Kyuhyun yang ada dilantai dua.

'Meskipun kau telah menorehkan luka dihatiku, meskipun aku merasakan sakit dan kesedihan hingga rasanya begitu sulit bagiku untuk bertahan, aku akan tetap tersenyum untuk memudahkan hatiku. Karena aku menciataimu sepenuh hatiku, dan sampai matipun kau akan selalu ada didalam hatiku Kyu' Batin sungmin.

T B C

.

.

.

.

.

.

.

.

Anyeonghaseyo (Bungkuk 45˚)…..

Aku kembali lagi membawakan lanjutan fic abal ini.

Sebelumnya aku mau minta maaf sama reader semua atas kesalahan saya di chap kemarin (CoPas 2 kali) yang membuat reader jadi bingung (Maklum, aku masih sangat abal…)

Ini karena pas aku CoPas, pertamanya loading jadi aku CoPas lagi…. eh ternyata malah tercopy 2 kali dan kesalahan aku yang lain, aku tidak edit lagi pas udah CoPas (langsung publish aja) jadi tidak diperiksa lagi.

Aku langsung publish tanpa edit karena waktunya mepet (maklum fic ini publish pagi2) karena aku juga harus siap2 untuk pergi kerja. Sekali lagi aku minta maaf…

.

.

Terus untuk , aku benar2 minta maaf (dari tadi minta maaf melulu) karena namanya tidak tercantum di chap kemarin. Aku bingung, padahal perasaan sudah aku tulis tapi ternyata namanya tidak tercantum, Cuma balasan reviewnya aja (lagi2 karena aku buru2 jadinya tidak terlalu diperhatikan)

.

.

.

.

Balasan untuk review chap 2 :

vey900128 : Silahkan chingu. Ini udah dilanjut

min : iya, chap ini double. Jeongmal mianhe… ini udah dilanjut…

Guest : iya, Kyu emang jahat (ditimpuk Sparkyu). Nanti bakal ketahuan kok siapa yang ketemu Kyu di bar

kkamjongwon : iya, chap ini double. Jeongmal mianhe… iya kayaknya ini broken kyumin

sissy : asah pedang buat apa chingu? Hehe, ini udah lanjut chingu

Winecouple : iya, kyu pasti menyesal udah menyakiti Bunny Ming

lee sunri hyun : iya, chap ini double. Jeongmal mianhe…. Ini udah dilanjut chingu

.

.

dan bagi yang punya akun, udah aku balas di PM masing2.

.

.

Special thanks :

WineKyumin137, Zen Liu, Cho Sungkyu, HeeKitty, gorjazsimba, sitapumpkinelf, vey900128, min, Guest, kkamjongwon, sissy, winecouple, lee sunri hyun, kyuminsaranghae (ada yang terlewat? Jeongmal mianhe…)

.

.

.

Dan akhir kata kalau fic ini masih layak untuk dilanjut, mohon review yaaa…

Annyeong….