Selamat membaca

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto-sensei

Pairing :GaaraFem!naruSasukeSakuraShikamaruIno (Author masih bingung^^)

Rated : T

Genre : Friendship, family, romance, hurt comfort

Warnings : Gender switch. Female!Naruto. Abal-abal. Cerita pasaran. Author baru. Masih Flashback

.

.

This is About Us!

Chapter 3 – Aku Cinta...

By KuramaMenma-chan

.

.

"Naru-chan!"

Tak butuh tenaga berlebih untuk sekedar menengokan wajahnya ke si pemanggil, gadis manis bersurai kuning ini sudah tau siapa yang memanggilnya. Yamanaka Ino, salah satu dari ke-lima sahabatnya. Sahabat? Ya, mereka sudah menjadi sahabat –yang secara sepihak diproklamirkan oleh 3 gadis berbeda surai dan disetujui oleh 3 laki-laki yang ada disana- saat mereka kerja kelompok dirumah Sakura 2 minggu yang lalu.

.
Flashback

.

"OY BANGUN SHIKAMARU!"

"Berisik Ino!"

"Sudahlah Ino, mungkin Nara sedang lelah"

"Tidak bisa Gaara-kun! Cuma dia yang belum mengerjakan tugasnya! Benar kan Sasuke-kun?"

"Hn"

"Tuh! Sasuke saja membenarkan perkataanku!"

"Oy Ino, memang kau mengerti apa yang Teme katakan tadi?"

"Ehehe tidak sih Naru-chan.. Cuma aku yakin kalau Sasuke-kun mengatakan 'YA!' tadi"

"Um sebenarnya tadi Sasuke-kun berkata 'Berisik! Jangan ganggu aku!' Ino-chan.."

"Eeeeeh darimana kau tau kalau si Teme berkata seperti itu Sakura-chan? Yang kudengar dia cuma berkata 'hn' saja"

"Yaa kau tau sendiri Naru-chan, Forehead memang yang paaaling mengerti Sasuke-kun"

"HEI! Siapa yang kau panggil 'Forehead' itu Ino-pig?"

"Tentu saja KAU nona merah muda!"

Dan pertengkaran itu berlanjut sampai kediaman Haruno yang tadi sepi menjadi ramai. Naruto, Ino dan Sakura memang sudah dekat terlebih dahulu semenjak perkenalan awal mereka didalam kelas. Kecuali 3 laki-laki yang bersama mereka tadi.

"Hhh berisik sekali. Kalian bertiga memang cocok bersahabat.."

Dan semua mata langsung tertuju pada sosok yang sedang berbicara. Eh? Bukannya tadi dia sedang tidur?

"Kenapa kalian menatapku? Hhh mendokuse ne..."

"Tidak Shika-kun! Kau benar-benar jenius!"

"Maksudmu apa forehead?"

"Bagaimana kalau kita saling menjadi sahabat saja?"

"Kita bertiga memang sudah bersahabat Sakura-chan"

"Ish bukan bertiga Naru-chan! Tapi ber-enam!"

"EEEEHHHHHHHHHH?"

"Ya, aku menyadari kalau kita ber-enam memang cocok. Naru-chan dan Shika-kun yang sama-sama pintar tapi suka tidur, Sasuke-kun dan Gaara-kun yang pendiam, Aku-dan Ino-pig yang cantik! Kita cocok kalau bersahabat!"

"AKU SETUJU FOREHEAD!"

"SAKU-CHAAAAN! Kok hanya kamu dan Ino-chan yang cantik? Memang aku tidak cantik?"

"Kau cantik kok Naruto"

"Ehehe aku sayang Gaara!"

"NARUTO!"

"TIDAK USAH PELUK-PELUK GAARA-KUN SEGALA DONG!"

"Ehehe maaf Ino-chan, Saku-chan!"

"(mendengus) *aaaa maafkan akuuuuuu :') aku tidak tau suara mendengus seperti apa;")*"

"HEH KENAPA KAU TEME?"

"Hn"

"GAH MENYEBALKAN!"

"Hahh mendokuse"

"JADI KALIAN SEMUA SETUJU SARANKU KAN?"

"SETUJU!"

"AKU JUGA!"

"Ya"

"Hhh mendokuse.. Baiklah"

"Hn"

"Aku tau itu artinya 'Ya' Sasuke-kun hihihi"

"DAN SEKARANG SEMUA SALING MEMANGGIL DENGAN NAMA PANGGILAN YA! TIDAK ADA YANG MEMANGGIL DENGAN MARGA! KAU SETUJU GAARA?!"

"Baik Ino, Sakura, Sasuke, Shikamaru, Naruto"

"Bagus! Hahaha"

.

.

"Tapi... apakah sebuah persahabatan diukur dengan persamaan seperti itu saja Saku-chan?"

"Tentu saja tidak Naru-chan! Tapi aku yakin, seiring berjalannya waktu, kita akan dekat. Bahkan sangat dekat sampai tidak ada yang bisa memisahkan kita!"

.

.

Dan mereka pun resmi bersahabat. Dengan keyakinan bahwa mereka akan semakin dekat seiring berjalannya waktu.. dan mereka percaya, bahwa keyakinan mereka pasti terbukti.

.

.

(Kembali ke Naruto dan Ino)

"Kau lihat Gaara-kun?" tanya Ino sambil duduk disebelah Naruto. Untuk sesaat mereka menikmati suasana sejuk taman sekolah yang sedang sepi ini.

"Mungkin sedang bersama Shika. Kau tau Ino-chan? Semenjak kejadian dirumah Saku-chan, Shika dan Gaara selalu bersama. Huh! Shika merebut Gaara dari aku!" dan jitakan 'penuh kasih sayang' pun menghampiri kepala kuning Naruto

"ITTEEEEE! Kenapa kau memukulku Ino-chan?" teriak Naruto sambil mengelus-elus kepala kuningnya. Sementara Ino? Tersenyum sangaaaaat manis (tapi yang dilihat Naruto adalah senyuman shinigami seperti senyuman Tsunade-baachan #nenek Naruto# jika beliau sedang marah) lalu menjawab pertanyaan Naruto.

"Naru-chan... Gaara-kun itu bukan milikmu saja! Jadi jangan kesal sama Shika ya!"

"Oy Ino-chan! Ini yang kesal itu sebenarnya aku atau kamu sih? Hufff" ujar Naruto sambil menggembungkan pipinya. Lucu.

Ino yang melihat pemandangan tersebut terkekeh geli, bagi Ino Naruto sudah seperti adik kecil yang harus dijaga. Tak lama kemudian Sakura datang menghampiri mereka berdua

"Naru-chan! Ino-pig! Sedang apa kalian?" lalu duduk disamping Naruto, ikut menikmati suasana taman

"Kita sedang membicarakan Gaara, Saku-chan.."

"Eeeeeeeh apa yang sedang kalian bicarakan?"

Lalu mengalirlah dengan lancar percakapan tentang Gaara, dan juga gosip-gosip terkini yang sedang heboh dibicarakan. Puas mengobrol, Sakura terdiam. Ya, Sakura dan Ino memang sudah menyatakan kalau mereka menyukai Gaara. Namun bagaimana dengan si imut berambut pirang ini? Mereka sahabat dekat bukan? Apa Naruto tidak memiliki perasaan sedikit pun kepada Gaara?

"Naru-chan, apa kau suka dengan Gaara?"

Pertanyaan bagus Sakura! Kau berhasil membuat dua orang disampingmu ini menolehkan wajah mereka – bahkan tubuh mereka ikut menoleh – kearahmu

"Ehhhh suka seperti apa maksudnya? Aku memang suka -sayang bahkan- dengan Gaara, namun tidak dengan perasaan khusus seperti kalian!" teriak Naruto gugup. Bukan gugup karena masalah perasaan, tapi kaget karena tiba-tiba dihadiahkan pertanyaan seperti itu.

"Oh hehe gausah panik gitu dong Naru-chan! Trus kamu sukanya sama siapa dong?" lanjut Sakura, masih penasaran sepertinya

"Um.. tidak ada!"

"Benarkah?" Ino tersenyum jahil, "Kamu suka sama Shikamaru ya?"

"Eh! Tentu saja tidak mungkin! Lagipula.. Shika kan.. umm.." melirik Ino, "Shika kan.. umm.." lagi-lagi melirik Ino, "Shika... TIDAK JADI DEH!" teriak Naruto

"EEHHHH ADA APA? Cepat beritahu kami Naru-chan! Kalau tidak... Tidak ada yang akan menemanimu makan ramen setiap hari!" Ancam Ino. Ya, Ino dan Sakura memang selalu menemani Naruto makan ramen setiap hari. Kenapa bukan Gaara? Karena Gaara selalu melarang Naruto makan makanan yang berlemak seperti ramen.

"Umm.. Etto... ETTOO... AH! KARENA SHIKA PEMALAS!" Teriak Naruto. Sudah tidak terhitung berapa kali dia teriak hari ini, salahkan kegugupannya yang hampir saja membocorkan rahasia seseorang.

"Hoo.. padahal sepertinya Shika suka denganmu loh Naru-chan.." Ino mendesahkan napas kecewa.

"Eh tau darimana kau Pig?" tanya Sakura, penasaran.

Ino terkikik geli, "Karena... Insting wanitaku! Hahaha tapi aku juga sebenarnya tidak yakin sih dengan instingku ini hehe"

Sakura –yang masih terlihat penasaran- bertanya –lagi- kepada Naruto, "Lalu bagaimana dengan Sasuke-kun?"

Deg.

Deg.

Deg.

"Naru-chan? Kau sakit? Wajahmu merah sekali!"

"Etto... tidak kok Ino-chan.."

"Ehhh benar ya tebakanku? Kau suka dengan Sasuke-kun?!"

"TIDAK SAKU-CHAAAN!"

"Terus kenapa wajahmu memerah?"

"ETTOOOOO... INI KARENA CUACANYA PANAS!"

"Kau bohong Naru-chan!"

"TIDAK MUNGKIN AKU SUKA DENGAN TEME ITU! Dan hentikan seringaimu itu Saku-chan! Kau membuatku takut!"

"Hahaha baiklah baiklah.. lalu kau suka dengan siapa?"

Deg.

Deg.

Deg.

"Aku suka dengan.. Kakashi-sensei.."

"BOHONG!"

Deg.

Deg.

"Hehehe.. sesungguhnya aku suka dengan... etto... Itachi-nii!"

"Walau terdengar mungkin, tapi kami tau kau bohong lagi Naru-chan!"

"Jujurlah pada kami kalau kau suka dengan Sasuke-kun! Benar kan?"

Deg.

Hening. Cuma terdengar gemerisik daun yang terjatuh dari pohon.

"Sepertinya benar hahaha"

"Oy Pig! Bantu aku untuk mendekatkan Naru-chan dan Sasuke-kun!"

"Pasti aku bantu Forehead!"

"Aku akan membantumu untuk semakin suka dengan Sasuke, Naru-chan!"

Lalu Ino dan Sakura tertawa terbahak-bahak. Membayangkan Naruto dan Sasuke yang selalu bertengkar tiba-tiba pacaran menjadi momen yang manis menurut mereka.

"Bukan"

Tawa mereka berhenti seketika. Mereka tau dan mengerti mengenai nada suara Naruto yang ini. Sepertinya memang bukan Sasuke orangnya.

Senyum seindah mentari itu muncul dari wajah imut Naruto, "Yang aku suka itu Sasori-senpai"

Sakura dan Ino terdiam. Terlalu takut untuk mengucapkan kalimat apapun.

"Sasori-senpai?"

"Ya.."

Sakura memberanikan diri untuk bertanya "Kenapa kau suka dengannya Naru? Kau tau kan ka—"

"Aku tau Saku-chan" lanjut Naruto dengan senyum 5 jarinya "Cinta itu kan buta hahaha"

Sakura dan Ino cuma bisa mengatupkan bibir mereka. Tidak tau lagi harus berkata apa.

"Sudah ya, aku mau ke kelas duluan" dan Naruto beranjak menunju kelasnya, meninggalkan Ino dan Sakura duduk termenung di taman

"Pig. Aku tidak mau Naru-chan dengan Sasori-senpai"

"Ya aku juga Forehead! Sasori-senpai itu jahat! Dia cuma berandal sekolah yang selalu memainkan hati wanita!"

"Pokoknya kau harus tetap membantuku untuk mendekatkan Naru-chan dan Sasuke-kun!"

"Tentu saja! Walaupun Sasuke-kun itu dingin dan angkuh, aku tau kalau dia lebih baik daripada Sasori-senpai!"

Dan mereka pun berjalan menyusul Naruto kedalam kelas.

Tanpa mereka sadari, tidak hanya mereka yang berada ditaman siang itu. Seseorang yang mendengarkan percakapan mereka dari balik semak-semak. Yang sejak awal, menjadi pendegar setia mereka saat mereka berbincang. Tanpa sadar, sosok itu mengepalkan kedua tangannya.

"Cih"

Dan sepertinya. Rencana Ino dan Sakura tidak akan berjalan mulus.

.

.

"Tadaima"

"Okaeri Naru-chan" sambut sosok yang sedang membaca buku diruang tamu, "Sini duduk sama Nii-san"

"Tidak Menma-nii.. Naru mau ke kamar dulu aja, mau mandi hehe" lanjut Naruto sambil terus berjalan kearah kamarnya. Menma terus menatap punggung Naruto sampai Naruto tidak terlihat lagi. Menma tau, ada sesuatu yang salah dengan Imotou tercintanya.

Naruto membaringkan tubuh lelahnya diatas kasur. Perasaan bersalah masih dirasakan olehnya. Dia tau membohongi sahabatnya itu tidak baik, namun dia cuma memiliki pilihan itu.

"Uchiha.. Sasuke?.." ucapnya lirih, teringat peristiwa 2 hari yang lalu. Peristiwa yang cuma dia dan Uchiha bungsu itu yang tau.

.

.

Flashback

.

.

"Namikaze Naruto"

Naruto melihat kebelakang,ditatapnya sosok yang memanggilnya tadi "Ada apa Sasori-senpai?"

Sasori tersenyum, senyum yang lumayan menawan untuk sosok yang jadi berandal disekolah. Naruto berfikir, kalau saja senpainya ini tidak bandel dan bukan berandalan, pasti fansnya banyak.

"Naru-chan.. boleh kupanggil begitu?" lanjutnya

"Ya, tentu saja. Ada apa senpai?"

"Kau manis sekali Naru-chan" dielusnya pipi harus Naruto, membuat Naruto melayangkan tatapan tidak suka terhadap perlakuannya

"Senpai hentikan! Dan ini wilayah Junior High School, kau seharusnya berada di wilayah Senior High School sekarang!" Ya, Sasori atau Akasuna Sasori memang berada di Konoha Senior High School yang kebetulan satu kelas dengan Nii-sannya yaitu Namikaze Kurama. Kurama memang berbeda 4 tahun dengan Naruto yang masih kelas 1 di KJHS. Kurama sudah kelas 2 di KSHS, sementara Menma 1 tingkat dibawah Kurama.

Sasori tertawa, dan lagi-lagi menyunggingkan senyumnya yang menawan "Wah kau perhatian sekali Naru-chan.."

Naruto cuma mendelik sebal, "Sebenarnya ada apa senpai?"

Sasori memegang lalu mencium ujung rambut Naruto yang tidak dikuncir, sungguh bukan perilaku yang wajar untuk dilakukan ke anak kecil membuat tubuh Naruto menegang karena takut.

"Kau tau Naru-chan? Ku—ah maksudku Nii-san mu itu jahat padaku.. dan aku tau kalau cuma kau yang bisa membalasnya. Ah maksudku.. aku akan menggunakanmu untuk membalasnya.. oh maafkan kejujuranku.. maksudku, mau kah kau jadi pacarku Naru-chan?" ujar Sasori.

Naruto terdiam, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sasori. Namun dia tau, hal itu tidak benar dan dia pun tau berdua dengan Sasori saat ini bukan momen yang baik. Naruto segera mengedarkan pandangannya kesegala arah, namun dia sadar kalau dia sedang berada di taman yang jarang dikunjungi siswa.

"Bagaimana Naru-chan?" tanya Sasori sambil mengecup buku-buku jari Naruto. Romantis, tapi tidak untuk saat ini.

"Kenapa kau diam hmm? Oh atau bisakah kuartikan diam mu itu dengan 'Iya?' hmm?"

Sasori merunduk dan mulai mendekatkan wajahnya ke Naruto. Dan benar-benar mengakui kalau Naruto memang anak yang manis dan cantik. Diusapkannya pipi Naruto dengan lembut. Hey sadar! Naruto masih kecil!

"Jauhkan tanganmu"

Suara datar itu terdengar. Dan Naruto tau betul suara siapa itu

"Oh? Adiknya Itachi?" seringai tipis muncul diwajah Sasori

"Hn"

"Apa dia pacarmu?" Sasori menunjuk Naruto

"Hn"

Sasuke langsung menarik tangan Naruto dan membawa Naruto pergi dari taman tersebut. Sasori menyeringai sadis, tak apa, Kurama masih bisa dibalas lain waktu. Sekarang dia akan bermain-main dulu dengan kedua orang yang menarik perhatiannya. Oh ya, dan Naruto benar-benar akan dia dapatkan untuk membalas Kurama.

'Lagi pula lawanku cuma anak kecil yang sombong' pikirnya, lalu melangkahkan kakinya menuju KSHS.

Sementara Sasuke terus membawa Naruto pergi, menghiraukan tatapan penuh tanya dari orang-orang sekitarnya mereka pun sampai ke atap sekolah.

"TEME! Kasar sekali sih tarikanmu!" Meringis pelan, Naruto melanjutkan, "Lihat! Pergelangan tanganku merah!"

"Hn"

"Teme kau dengar tidak sih perkataanku?!"

"Hn" dan dengan asyiknya Sasuke merebahkan dirinya

"Ish menyebalkan!" lalu Naruto duduk disebelah Sasuke yang sedang tiduran

Hening, tidak ada yang memulai percakapan

"Dobe jauhi dia"

Naruto kaget, suara Sasuke yang sedikit berat menggetarkan jantung kecilnya.

"Kenapa memangnya?" tanya Naruto

"Hn"

"Ish! Aku tidak mengerti apa yang kau maksud Teme!"

"Hn"

"Kalau kau tidak mau memberitahukannya, tidak usah bilang saja sekalian!"

Naruto bersungut, kesal dengan kelakuan si pantat ayam ini.

'Heran, kenapa Itachi-nii sangat menyenangkan dan hangat tapi adiknya menyebalkan seperti ini sih?!'

Naruto juga tidak habis pikir, apa yang membuat Sakura bisa memahami Sasuke dengan baik?

Bergelut dengan pikirannya, Naruto tidak menyadari kalau sedari tadi Sasuke menatapnya. Bibir tipis Sasuke terbuka, lalu terkatup kembali. Seakan ingin mengatakan sesuatu namun masih ragu.

Sasuke berdiri lalu berkata "Aku khawatir padamu Dobe, makanya aku menyuruhmu untuk menjauhinya"

Oke kita ulang. 'Aku khawatir padamu Dobe, makanya aku menyuruhmu untuk menjauhinya'

Hmm.. ayoo kita hitung... satu, dua, tiga,... sembilan kata ! wow! Uchiha Sasuke mengucapkan 9 kata di 1 kalimatnya! Woah keren! Amazing! Wowww! Mantap! Terharu! #oke abaikan#

Dan 9 kata itu membuat Naruto ternganga. Hatinya berdesir, ingin tau lebih dalam apa maksud dari kalimat tersebut namun terlalu sulit untuk menanyakannya.

"A..a... ap.." bahkan untuk mengatakan 'Apa' pun sulit untuk lidahnya bergerak

"Hn" ujar Sasuke lalu berjalan kebawah, dan Naruto tidak sempat mengejarnya.

Rona kemerahan menjalar menuju pipi halus Naruto. Dia tau, jantungnya yang berdetak kencang dan desiran halus didadanya ini pertanda apa. Dia tau tanda-tanda ini, tanda-tanda yang selalu disebutkan penulis cerita romantis di karya-karyanya. Sebuah rasa, yang ia persis itu kalau itu namanya cinta.

Ya, dia mencintai Uchiha Sasuke semenjak itu. Saat itu. Dengan peristiwa sesederhana itu.

.

.

Rona merah mulai menjalar lagi ke pipinya, mengingat kenangan itu bagai memakan ramen. Mau lagi dan mau lagi!

Berguling diatas kasurnya, dia melilhat foto didalam pigura kecil dimeja meajarnya. Foto mereka ber-enam, yang baru saja kemarin mereka berfoto sekarang sudah dicetak dan dipermanis dengan pigura oleh Naruto.

"Uchiha... Sasuke..." ucapnya lirih

"Uchiha... Naruto?" lalu kekehan geli keluar dari bibirnya. Hhh otaknya memang sudah dirasuki cerita-cerita romantis sejak kecil! Dan beginilah hasilnya.. Namikaze Naruto mengalami rasa cinta yang pertama kalinya. Rasa yang lumayan menyenangkan untuk anak seusianya.

Tok..tok..tok..

"Oy Naru! Ada Gaara dibawah!" teriak Kurama. Loh tumben pintunya diketuk terlebih dahulu, biasanya langsung masuk saja. Ternyata Kurama mendengar kekehan Naruto, dan Kurama takut kalau Naruto sedang bermain bersama hal yang ditakutinya –serangga-, ya mengingat Naruto sangat menyukai serangga.

"Yaa Ku-nii, suruh saja Gaara kekamar Naru!" balas Naruto, lalu terdengarlah bunyi langkah kaki menjauhi pintu kamarnya. Naruto merapihkan kasurnya, lalu teringat ucapan Sakura.

"Aku akan membantumu untuk semakin suka dengan Sasuke, Naru-chan!"

Naruto terkekeh lagi. Lucu juga percakapan dengan kedua sahabatnya siang tadi.

"Naru, aku masuk ya" Ujar Gaara sambil membuka pintu kamar Naruto. Membawa nampan berisi keripik rasa ramen kesukaannya dan juga 2 jus jeruk. Dia baru ingat kalau hari ini dia akan belajar bersama Gaara. Dengan senyum manis, Naruto mempersilakan Gaara duduk dan mulai membuka bukunya, 'tidak usah mandi lah, nanti malam saja hihihi' batinnya.

Naruto memang terlihat fokus dengan bukunya, namun tentu saja pikiran dan hatinya tertuju pada sasuke.

'Tidak usah membantuku untuk semakin suka dengan Teme, Sakura-chan Ino-chan! Karena aku memang suka dengan Sasuke.. tidak..

.

.

Aku Cinta Sasuke'

.

.

.

Perasaan yang terlalu dalam memang jika mengingat umurku yang belum dewasa. Namun, aku memang mencintai Sasuke.

.

.

Tbc.

.

.

WUAHHHHHH CHAPTER 3!

Terimakasih untuk para reviewer dan reader yang sudah mebaca cerita Author *membungkuk* *membungkuk memang sudah kebiasaan Author*

Duh maafkan author yaa jika ceritanya aneh =( huhu sedih bangettt maklum author masih pemula hehe

Untuk flashback pas mereka bersahabat itu sengaja ga pake keterangan siapa yang ngomong hehe. Pasti udah ketebak deehhhh siapa yang ngomong (bener gak? -,-)

Oh iya... untuk pair tersendiri mungkin disini ada beberapa hint pair ya hehehe tapiiiiiiiiiiiiiiii author belum bisa memastikan pair yang fix karena author pengen memasang-masangkan mereka sesuka hati author dulu hohoho^^

Kalau ada yang mau saran, masih dibuka dengan lebar looooh kesempatannya :3

Oh iya btw, author butuh char cewek nih untuk jadi antagonisnya... bingung bangeeet nih =( bantu-bantu yaa *membungkuk*

Bales review duluuu

Zielavienaz96 : Yess! Shikauthor selalu! *loh hihihi Author fansnya Shikamaru soalnyaa *kyaaaaa shika-kuuunnn :3* pantau terus yaaa fic ini

Choikim1310 : iya senpaiiii jadi ceritanya mau flashback flachback terus gituuuu baru deh cerita masa sekarangnya hehe. Itafem!dei? Boleeeh hahaha gimana kalau itafem!deikurama? *senyum licik* ohoho mohon maaf lahir batin juga senpai =) tetep ikutin fic ini yaaa

Aiko michishige : Wuw pasti dilanjut :3 makasih =)

Yona Namikaze : Boleh kok Yona-chan (boleh juga gak manggil gitu? ._.) waaaaaah makasih loooh ficnya dibilang keren ^^ terharu bangeeet uwuwuwuwu *membungkuk sambil nangis* salam kenal juga Yona-chan =)

Lovenaru : Ini udah dilanjut ehehe^^

Ah dan Author tetap membutuhkan dukungan untuk fic ini ;') jadi... kritik dan saran sangat diterima =))))))))))))))))))

^ Review Review Review Review Review Review Review Review Review Review Review ^