Title : Is It Really?

Chapter : 3

Author : Daiichi

Rating : PG

Fandom : Super Junior, OC, OFC

Pairing : Ryeowook X OFC (Kim Jang Mi)

Genre : Comedy, Crack, Romance, Supranatural, OOC

Disclaimer : They are not mine

Note : Special 4 oba-chan yg suka banget ma Wookie ^^ Yang baca dilarang protes :-P

=o=

"Aaaahh... Sungmin-hyung..ahh...pelan...," rintih seorang pemuda mungil dengan peluh bercucuran di wajahnya.

"Iya..ini udah pelan koq..," pemuda manis yang lebih tua mencoba menenangkan.

"Aaahh..shh..sakiiit...aah..."

"Tahan sebentar, Wookie-ah. Awww...jangan meremasku!"

"Aaahhhh... Sakit hyung... sshhh... Kenapa kamu kasar sekali? Ini kan pertamakalinya buatku. Yang kemarin aja bekasnya masih ada. Sakitnya juga belum hilang sekarang bertambah lagi," airmata mulai bercucuran membasahi pipi tirus si pemuda mungil bernama Ryeowook.

"Itu hukuman karena meremas punyaku!"

"Tapi sakit hyung. Hiks...aduh, kenapa darahnya gak mau brenti?," wajahnya mulai memerah.

"Nggak perlu pake meremas pantatku napa! Kubilang tadi sabarlah sedikit. Apa kau tuli? Kalo bawel terus gimana aku bisa konsentrasi mengobati lukamu?," Sungmin melotot kearah Ryeowook.

"Tapi kan nggak harus menjitak kepalaku hyung. Abisnya tadi aku kan gak tahan sakitnya. Jadi nggak sadar meremas pantatmu," Ryeowook mengerucutkan bibirnya sambil menahan buliran airmata yang entah mengapa tidak mau berhenti.

"Dasar cengeng! Bahkan semua mantan cewekku aja gak secengeng dirimu. Apa kamu ini benar-benar laki-laki hah? Masak cuma luka kecil di tangan aja gak bisa tahan? ," ternyata dibalik wajah manis Sungmin tersimpan mulut yang tajam.

"Hyung kan nggak ngerasain sendiri.," pemuda mungil itu mengelus kepalanya yang tadi mendapat jitakan manis dari Sungmin. "Tapi Sungmin hyung, ternyata pantatmu seksi juga hehehehe," Ryeowook tersenyum mesum.

CTAAKK..

Sebuah jitakan sekali lagi mendarat manis di kepala Ryeowook.

"Huwaaa...Yesung-hyung! Sungmin-hyung jahat...Huwaaa!," tangis Ryeowook yang tadi tertahan akhirnya pecah. Hingga suara tenornya itu hampir saja membuat tembok-tembok runtuh dan kaca-kaca pecah. Sementara makhluk yang dipanggilnya seolah tak terganggu, malahan berada di dunianya sendiri, membelai penuh kasih sayang si ddangko kura-kura peliharaannya di pojok ruangan.

"Ya..bisa nggak kau hentikan tangisan cemprengmu itu? Telingaku sakit tahu. Kenapa harus pake nangis sampai teriak-teriak segala? Nanti orang lain yang mendengar akan mengira aku mau memperkosamu," omel Sungmin.

"Hiks..kenapa hyung memarahiku? Kenapa menjitakku lagi? Siapa coba yang membuat tanganku terluka? Hiks...," Ryeowook mulai menghentikan tangisnya walaupun masih sedikit terisak. "Aku kan artis andalanmu. Harusnya kamu memperlakukanku dengan baik."

"Salah sendiri pegang-pegang propertiku!," Sungmin mengelus-elus sayang pantatnya yang tadi 'dinodai' oleh Ryeowook. "Kalau aku tak memperlakukanmu dengan baik, mana mungkin mau mengobati lukamu. Lagian semua ini kan untuk kebaikanmu," omel Sungmin lagi. Tapi tak lama kemudian wajahnya melembut ketika melihat muka Ryeowook yang hendak menangis lagi. "Baiklah, aku minta maaf sudah membentak juga menjitakmu. Lihat, lukanya gak berdarah lagi dan sudah kuperban," Sungmin tersenyum lembut sambil mengacak pelan rambut Ryeowook.

"Hiks...iya deh. Makasih hyung." Ryeowook mengelus-elus tangan kirinya yang terbalut kain perban. "Tapi, kenapa sih kau cuma bersikap lembut saja kalo sama cewek tapi padaku selalu kejam," protes Ryeowook.

"Tentu saja. Perempuan adalah makhluk paling lembut dan indah di dunia ini. Masing-masing memiliki keindahannya sendiri-sendiri yang akan memberi warna dunia. Diriku yang haus akan belaian ini, akan selalu membutuhkan mereka. Tanpa perempuan, hidupku terasa hampa," Sungmin mulai berpuisi ria bak seorang pujangga yang sedang dimabuk cinta.

"Hyung, kau membuatku mual..."

"Apa? Beraninya kau bilang mual karenamelihatku yang tampan, manis dan imut tingkat akut ini? Kamu pasti merasa iri padaku.."

"Ish..percaya diri sekali. Aku kasihan pada cewek-cewek yang naksir dirimu. Mereka semua tertipu dengan penampilanmu. Dibalik wajah polosmu tersimpan playboy cap kampung," Ryeowook mengejek Sungmin.

"Ck..kau gak akan mengerti karena belum pernah menjadi kekasihku dan gak bakalan akan pernah terjadi meskipun kau adalah manusia terakhir di dunia karena aku masih suka cewek apalagi yang seksi. Cewek manapun akan beruntung mendapatkanku. Tanya saja pada semua mantan pacarku. Apa aku pernah memperlakukan mereka dengan buruk?"

"Aku juga gak mau jadi kekasihmu hyung. Cewek di dunia ini kan masih banyak bahkan jumlahnya melebihi jumlah cowok. Kenapa aku harus bersamamu? Lagipula, mana mungkin hyung memperlakukan cewek dengan kasar karena kamu butuh mereka. Bahkan saat mau mencampakkan mereka pun kamu membohonginya dengan sikap manismu," ucap Ryeowook dengan sinis.

"Aku kan gak mau menyakiti perempuan. Saat mengajaknya berpacaran aja baik-baik, tentu saja kalo mutusin juga dengan cara yang baik dong," kilah Sungmin.

"Haish...sudahlah. Rasanya jadi semakin merasa mual mendengarnya karena aku bukan playboy kampung sepertimu. Aku ini kan cowok setia, beda denganmu," pamer Ryeowook dengan bangga sambil menepuk dadanya.

"Tentu saja kamu bukan playboy. Pacaran aja belum pernah apalagi ciuman atau melakukan 'itu'." ejek Sungmin dengan wajah polosnya. "masak penyanyi terkenal sepertimu gak laku sama cewek?"

"Bukannya gak laku hyung. Aku cuma pengen mencari cewek yang benar-benar cinta sejatiku," Ryeowook beralasan. Harga dirinya sebagai laki-laki sejati merasa ternodai karena dikatain nggak laku. Masak penyanyi papan atas seperti dirinya bisa tidak laku sama cewek?, "Sudahlah...aku capek. Latihan hari ini udahan aja ya hyung. Udah malam, aku juga mengantuk nih," pinta Ryeowook dengan wajah memelas.

"Tidak bisa. Kamu baru berlatih selama dua jam sedangkan jadwal latihanmu setiap hari adalah 5 jam. Jadi masih ada waktu 3 jam lagi."

"Ya..hyung! Kamu mau menyiksaku ya? Apa kamu sudah berubah menjadi ibu tiri dari Snow White? Aku ini kan penyanyi, bukan atlet beladiri. Kenapa memaksaku latihan martial art? Seumur-umur aku belum pernah melakukannya. Ini pertamakalinya bagiku dan kamu udah memaksa dengan kejamnya. Badanku sakit semua belum lagi luka-luka yang kudapat karena pukulan dan tendanganmu. Kalo kulitku gak mulus lagi, kamu harus tanggung jawab hyung!," protes Ryeowook pada Sungmin.

"Ck...jangan lebay deh! Kamu pikir main di film apa? Film romantis? Jelas-jelas ceritanya kamu berperan jadi detektif yang mengejar-ngejar pencuri kelas kakap internasional. Di film ini kamu harus melakukan adegan action, padahal kamu sama sekali gak bisa berkelahi. Akan sangat memalukan saat kamu syuting tapi gak bisa acting berkelahi."

"Mana kutahu kalo mau main di film seperti ini. Tahu begini kutolak aja deh."

"Bukankah sudah kutawarkan untuk membaca naskah filmnya tapi kamu menolak. Dan kamu...hft...hahahahahahahaha...," Sungmin ketawa setan hingga wajahnya merah padam.

"Ya..Lee Sungmin hyung, kenapa ketawa kayak orang gila? Apa kamu salah makan?," Ryeowook sedikit bergidik dengan tingkah Sungmin yang mendadak mirip orang kesurupan. Bisa-bisa dirinya ketularan, begitu yang dipikirkan Ryeowook.

"Bukan...hahahahaha...aku hanya teringat waktu itu kamu salah paham. Hahahaha... kamu mengira kalo peranmu dengan Kim Kibum waktu itu jadi pasangan kekasih hahahahaha...," Sungmin semakin tertawa dengan keras bahkan sampai memukul-mukul meja.

"Ya...itu semua salahmu karena tidak menjelaskan padaku. Walaupun aku gak membaca skenarionya, paling enggak kamu kan bisa menjelaskan inti cerita filmnya," Ryeowook merengut kesal. " Lagipula, waktu itu kenapa juga Leeteuk-ssi mengatakan kalo Kibum-ssi adalah pasangan mainku sedangkan Eun Hwa noona hanya orang ketiga dalam hubungan kami? Tentu saja yang mendengar perkataannya pasti bisa salah paham dan memikirkan hal seperti itu. Bahkan Kibum-ssi yang keliatan berwajah jenius itu juga berpikiran sama denganku bukan?"

"Itu kan hanya karena daya khayalmu saja yang terlalu aneh. Peran Kim Eun Hwa di film ini kan ceritanya cewek yang kamu sukai tapi dia malahan menyukai si pencuri Kim Kibum. Jelas aja Leeteuk hyung bilang kalo dia orang ketiga dalam hubungan kalian."

"Trus ngapain juga aku harus latihan beban? Badanku jadi pegal-pegal dan sakit semua!"

"Apa kamu nggak pernah liat film-film action? Biasanya aktor utamanya kan mempunyai bentuk tubuh yang bagus. Kostum yang kamu pakai nanti sangat keren. Sedangkan sekarang bentuk tubuhmu masih kerempeng dan tipis. Nanti jadi jelek dan terlihat aneh kalau kamu memakainya dengan bentuk tubuh papan cucianmu ini. Aku ingin badanmu sedikit berbentuk agar tampak bagus dan keren ketika memakai kostumnya nanti. Lagipula, mungkin setelah bentuk tubuhmu jadi bagus, kamu akan mudah mencari pacar," Sungmin menyeringai.

"Huft... Sejak kapan kamu mulai ketularan sifat setan sepupumu Kyuhyun itu?," Ryeowook mendengus kesal. "Memangnya bentuk tubuhmu bagus?"

"Tentu saja. Kalo nggak, mana mungkin banyak gadis yang menyukaiku," Sungmin menyombongkan diri.

"Tcih...aku yakin, bentuk tubuhmu pasti nggak beda jauh sama mukamu yang cantik itu hyung," cibir Ryeowook.

"Eits...jangan melihat penampilanku. Liat dulu baru komentar deh..," Sungmin langsung melepas kaos yang dipakainya hingga sekarang ia telanjang dada.

"Wow..hyung, hebat! Ternyata tubuhmu bagus...," Ryeowook terkagum-kagum ketika tubuh mulus Sungmin dengan abs yang mulai terbentuk terpampang di depan matanya.

"Tentu saja. Ini juga berkat latihan keras," pamer Sungmin.

"Aku ingin menyentuhnya...," jari-jari lentik Ryeowook bermaksud meraba permukaan abs Sungmin tapi buru-buru ditepis pemuda manis itu.

"Liat boleh tapi dilarang pegang!," Sungmin langsung menepis jemari lentik Ryeowook. Tapi belum sempat ia memakai kaosnya, sepasang tangan yang berukuran lumayan mungil menggrepe-grepenya.

"Betul kata Wookie. Lumayan bagus juga," kata suara bariton yang bersumber dari bibir mungil seorang pemuda bermata sipit bernama Yesung yang tiba-tiba saja muncul memeluk tubuh Sungmin dari belakang lalu menggerayanginya.

"Gyaaaaa!," teriak Sungmin dengan histeris bagaikan perawan yang hendak dinodai.

BRRAAAKKK...

Tubuh Yesung langsung terbanting dengan indahnya di lantai.

"Arrgh...," Yesung mengerang kesakitan karena punggungnya membentur lantai.

"Yesung-hyung. Masih hidupkah?," Ryeowook meletakkan jari didepan hidung Yesung untuk mengecek apakah kakaknya itu masih bernafas.

"Sepertinya senang sekali kalo hyung-mu ini mati ya? Aahh..sakit sekali punggungku," Yesung berusaha bangkit dari posisi tidak elitnya itu. "Kamu ini benar-benar sadis."

"Salah sendiri tiba-tiba muncul langsung menggrepe-grepe tubuh orang," Sungmin nampak kesal. "Ya sudah, urus hyung-mu dulu sana. Aku pergi dulu!"

"Ya..hyung! Latihannya gimana?," teriak Ryeowook sambil membantu Yesung berdiri.

"Besok lagi. Mood-ku sedang buruk!"

=o=

CLAAK..CLAAKK...CRAAKKK...

Bunyi itu berkali-kali terdengar. Suara pembantaian yang terdengar di pagi buta dari sebuah tempat yang tertutup di pinggiran kota Seoul, tepatnya distrik Dobong-gu. Darah bercucuran dan bau anyir tercium tajam. Dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi bersalah, si pelaku dengan ganas melakukan kegiatannya. Tapi tak lama kemudian ia menghentikan kegiatannya ketika indera penciumannya menangkap suatu aroma yang khas, bau dari kaumnya sendiri.

"Hmmm... Jadi sekarang anak itu ada dikota ini juga. Kelihatannya dia belum menemukan kami," Bibir seksinya menyunggingkan senyuman penuh arti dan kedua iris matanya yang semula berwarna cokelat berubah menjadi merah. "Sebenarnya sudah lama aku mencium keberadaan anak nakal itu. Apa Jang Mi sudah menyadarinya?"

"Ajusshi. Apa yang kau lakukan pagi buta begini? Kenapa ajussi menyembelih ayam-ayam itu sendiri? Seharusnya ajussi menyuruh saja salah seorang karyawan," suara lembut yang tentu saja bukan dari sesosok hantu melainkan dari seorang gadis bertubuh sintal berwajah manis sukses mengagetkan pria cantik yang tadi dipanggilnya ajusshi.

Benar, yang sedari tadi dilakukan pria cantik bernama Heechul memang benar sejenis pembantaian tapi ini legal koq. Karena yang dibantai alias disembelih adalah ayam-ayam potong dari peternakannya sendiri bukan makhluk yang lain apalagi yang berwujud manusia. Mulai dari menyembelih, mengumpulkan darahnya, membersihkan bulu-bulu, dan memotong-motong sesuai pesanan lalu mengemasnya dilakukan oleh Heechul sendiri. Entah mengapa beberapa hari belakangan ini jiwa pembunuhnya yang sudah lama terkubur lama mendadak bangkit kembali. Untung saja ia tidak membantai manusia atau musuh-musuhnya lagi, tapi menyalurkannya dengan cara membunuh ayam-ayam ternaknya bagaikan pembunuh berdarah dingin.

"Sedang ingin saja. Sambil melatih lagi kemampuan membunuhku. Lagipula, kerja karyawan-karyawan itu sering asal-asalan. Darah yang seharusnya kita kumpulkan kadang dibuang begitu saja," jawab Heechul tanpa menghentikan aktivitas kejamnya terhadap ayam-ayamnya itu. "Lalu, kenapa pagi-pagi buta begini kamu kesini? Bukannya masih nanti jam 6 ayam-ayam ini dikirimkan, dan itu bukan tugasmu yang melakukannya."

"Aku merasa haus. Persediaan darah di kulkas sudah habis, jadi aku kesini. Hari ini aku juga ingin mengantar sendiri ayam-ayamnya ke supermarket dan restoran Choi-ssi."

"Tumben kamu jadi rajin?," Heechul menghentikan kegiatannya dan menatap tak percaya pada keponakannya. "Ah...sepertinya ada yang ingin kau temui?," ia tersenyum sinis sambil menuangkan darah ke dalam gelas yang dipegang Jang Mi.

Gadis manis itu mengernyitkan dahi saat cairan merah di dalam gelas berpindah ke kerongkongannya. Ia memang benar-benar tidak menyukai rasanya tapi itu lebih baik daripada kehausan. "Kenapa ajusshi selalu tahu yang kupikirkan? Sama sekali nggak seru ah...," Jang Mi mengerucutkan bibir tipisnya.

"Nggak perlu membaca pikiranmu pun aku sudah tahu. Raut mukamu itu selalu bisa ditebak. Ck...apa kamu ini benar-benar putri dari salah seorang raja vampir hah? Sama sekali nggak mirip ayahmu," cibir Heechul dengan kejam.

"Ajusshi, kau kejam. Apa kau benar pamanku?," rengek Jang Mi dengan manja.

"Ish..hentikan suara manjamu itu! Membuatku merinding mendengarnya," Heechul berkata dengan ketus.

"Ugh...," Jang Mi hanya bisa memanyunkan bibir lagi mendengar kata-kata pedas pamannya Heechul.

"Kenapa kamu ingin mengantarkan sendiri ayam-ayamnya?,"Tanya Heechul. "Bukankah yang menerima barang pesanan itu biasanya karyawan bagian Gudang bukan Presdir-nya."

"Emang sih. Tapi, siapa tahu waktu aku mengantarnya bisa kebetulan bertemu," wajah Jang Mi merona merah bagaikan anak gadis yang mau dikawinkan.

"Apa orang yang bernama Choi Siwon itu tampan huh?," tanya Heechul lagi. "Bukankah kamu sudah tahu bahwa kamu tidak boleh jatuh cinta pada manusia, karena kita beda dengan mereka," Heechul menatap tajam keponakannya.

"Aku tahu ajusshi. Lagipula, aku hanya mengaguminya saja, bukan mencintainya koq... Hitung-hitung cuci mata," Jang Mi tersenyum tipis. "Ah..kamu belum bertemu orang yang bernama Choi Siwon itu sih. Dia bukan hanya tampan tapi sangaaaaat tampan!," kedua iris cokelat Jang Mi langsung berbinar-binar. "Tubuhnya tinggi, badannya kekar, hidung mancung, bibir seksi dan lesung pipinya itu...oh...kalo tersenyum semakin membuatnya lebih tampan lagi."

"Jadi, apa dia lebih tampan lagi dariku?," Heechul tersenyum aneh.

"Iya... Tentu saja kau kalah tampan dibanding dengannya ajusshi," jawab Jang Mi mantap dan lancar tanpa melihat ekspresi aneh di wajah pamannya itu. Jang Mi ini tampaknya lupa kalau Heechul paling tidak suka jika ada orang yang berkata bahwa ada orang lain yang lebih tampan darinya karena selama ini dirinya selalu dikatakan cantik. Apalagi sekarang yang mengatakan ada orang yang lebih tampan darinya itu adalah keponakannya sendiri. Harga dirinya sebagai pria sejati nan tampan merasa ternodai. Begitu sekarang yang terpikir dibenak Heechul. Ck...Jang Mi ini benar-benar keponakan yang polos dan jujur, walaupun kepolosan dan kejujurannya ini malahan sering menyakiti hati pamannya yang sensitif itu secara tidak sengaja.

"Begitu ya? Jadi dia lebih tampan dariku?"

CRRRAAAAAKK... KRRAAKKK..

Heechul memotong ayam di hadapannya dengan sekali tebas dan kekuatan penuh hingga gagang pisaunya terlepas dan talenan dibawahnya juga ikut terbelah menjadi dua.

"Omo...ajusshi. Kau hebat!," Jang Mi malahan terbelalak kagum dengan aksi yang baru saja dilakukan Heechul.

TBC