Child at the Snow

Disclaimer: Masami Kurumada

Author: Istar Fantasy

Chapter: 3

Setelah sebelumnya dia mendapat ide soal sumpah pocong serta usulan dari sang adik tuk melakukan tes DNA, membuat Hilda segera berpikir sambil mondar mandir, jumpalitan, moonwalk, salto , kayang bahkan sampai berputar dengan kepala dibawah.

"Hilda-sama kenapa anda malah Break dance ?" Teriak Bud tercengang.

"Bud… kalo sedang pusing, Hilda-sama emang suka break dance mendadak…!" Syd berbisik pelan ketelinganya yang tampak shock melihat kebiasaan Hilda saat pusing.

"Oke… aku mengalah pada ilmu pengetahuan…! Kalau dalam 24 jam tidak ada yang mengaku kita akan melakukan tes DNA…!" Putus Hilda pada akhirnya.

"Ngomong-ngomong Lala…!" Suara Fenrir memecah kepala Hilda yang baru saja mulai mereda.

"Ibunya Lala itu seperti apa sih…?" Tanya Fenrir mendekati gadis kecil itu.

"Ibunya Lala cantik loh…! Rambutnya merah seperti rambutnya Lala…! Wajahnya mirip bintang Hollywood Angeliana Jolie…! Kalo badannya Mirip sama JuPe…!" Itulah deskripsi yang diungkapkan Lala tentang ciri-ciri ibunya.

Asgardian (dalam hati): "Apa mendingan gue ngaku-ngaku jadi bapaknya aja ya…?" (tampang hidung belang)

"Lalu sekarang mama Lala dimana…?" Sekarang Freya yang bertanya.

"Mama dirumah sakit…!" Jawab Lala sedih.

"Loh kenapa…?" Hagen melompat kedepan gadis kecil itu bak seekor kodok.

"Keselek hak sepatu…!"

Gubrakkk…..

Semua orang langsung menjatuhkan diri kelantai.

Asgardian (dalam hati LAGI): "Gak jadi deh… kayanya Ibunya rada-rada…"

Deng… Dong…

Bunyi jam berdentang keras memenuhi segala penjuru ruangan menandakan saat ini tengah mencapai titik tengah malam yang merupakan titik terdingin dihari itu.

"Sudah selarut ini…! Masalah ini lebih baik kita bicarakan lagi besok…!"

"Sekarang Freya ayo kita tidur…! dan jangan lupa ajak Lala juga…! Sementara kalian Asgardian tidur disini saja… jangan ada yang masuk kekamar sebelum masalah ini selesai…!" Ancam Hilda.

Akibat ancaman dari Hilda, para Asgard warrior terpaksa bergumul didepan perapian semalaman dan tidak bisa merasakan hangatnya selimut nan lembut dikasur mereka yang empuk ditemani guling yang telah gak karuan (?).

"Teman-teman… sudah dech ngaku siapa bapak tu anak…?" Bentak Sieg fried yang tak terbiasa tidur kalau tidak ditempat yang nyaman.

"Yang pasti bukan gue…?" Bantah Alberich nyantai disofa.

Karena dia sangat pintar makanya begitu Hilda memberi perintah untuk gak boleh tidur dikamar dia segera menandai sofa sebagai wilayahnya dengan Air…
Bukan air seni (emangnya dia kucing)… tapi air liurnya…

Istar: "Berarti si Alberich ngejilatin sofa bekas duduk yang lain, bekas iler yang lain… iyakkk….!" (mual)

yang pasti yang lain jadi pada gak mau tidur disana.

"Bukan gue juga…!" Hagen juga membantah.

"Apalagi gue…!" Syd dengan suara melengking disudut ruangan juga gak mau dituduh.

"Gue apalagi…!"

Setelah itu untuk beberapa saat suasanya sedikit tenang hanya sesekali terdengar suara dengkuran yang berasal entah dari siapa.

"Dari analisa otakku yang cemerlang… aku rasa anaknya dia…!" Nunjuk keFenrir yang meringkuk tepat didepan tungku.

"Lah koq gue…?" Fenrir bangun tanpa melepas selimutnya.

"Dimana-mana pria jahat itu sering didebut "serigala"…!" Jelas Alberich gak mendasar.

"Tapi bukan berarti aku yang pencinta serigala juga disebut pria gak bener dong…! Itukan cuman istilah…!"

"Tapi menurutku pasti dia…!" Mime nunjuk keThor yang ketutup sama selimut hingga tampak seperti kasur yang digulung lalu ditutup selimut.

"Tampang dia itu dah mirip bapak-bapak brewokan…!" Ucapnya polos.

Beberapa menit kemudian.

Bud: "Gak Pasti dia…!" (nunjuk keSiegfried)

Syd: "Bukan… Dia…!" (Nunjuk keHagen)

SiegFried: "Dia…!" (Nunjuk keBud)

Thor: "Dia…!" (Nunjuk keSyd)

Fenrir (nyanyi): "Dia… dia… dia…!" (Gaya Afgan)

Akhirnya waktu semalaman mereka habiskan dengan saling menuduh satu sama lain dan tetap gak ada yang mau ngaku sebagai ayahnya Lala.

Mentari pagi sudah tiba, biarpun tak bisa menembus lapisan es dan menghilangkan hawa dingin disana, tapi setidaknya dapat memberi sedikit kehangatan setelah malam yang ekstrim tadi.

"Pagi semua…!" Salam hnagat dari Freya pada para Asgar warrior yang masih duduk depan perapian dengan muka kusut dan mata membengkak akibat begadang semalaman.

"Pagiiii… Huaaaa…!" Menguap bersama-sama.

"Freya-sama… Hilda-sama & Lala-nya mana…?" Tanya Alberich melongokan kepalanya dari Sofa.

"Lala masih tidur…! Kalo Kakak lagi benerin boneka Lala yang ru…"

Belum selesai Freya berbicara, Hilda datang dengan berlari sambil teriak Histeris.

"Semuanyaaaaaaaaaa…..!"

Hilda mempercepat laju kakinya semakin kencang dan melompat lalu menerjang dan menendang perapian hingga jebol.

"Hilda sama anda kenapa…?" Sieg Fried berdiri kaget, bahkan saking Kagetnya hingga mulutnya terperanga dan rahang bawahnya yang terbuka melebar nyaris menyentuh lantai. (mulutnya gede banget)

Bud (bisik-bisik): "Syd… ini juga kebiasaan Hilda-sama ya…?"

Syd: "Kalo yang ini gue juga baru tau…!"

setelah semua membatu akibat perbuatan Hilda barusan.

"Akhirnya aku tahu siapa ayahnya Lala…!" Perkataan Hilda sontak membuat para Asgardiannya terbangun dari kondisi membatunya.

"Ini…" Hilda menunjukan sebuah kertas yang terlipat dua ditangannya. "Kertas ini aku temukan dalam saku baju boneka minionnya Lala…!" Teriaknya lagi.

"Memangnya apa isi dari kertas itu…?" Alberich penasaran.

"Coba dengar…!"

Isi dari kertas itu adalah…
*Selamat ulang tahun untuk putri kami Lala yang berusia 1 tahun

dari

Mama Lilyan & Papa Mime…*

Semua: "Apa Mimeeeeee…?" (Histeris)

Mime: "A… A… Aku…?" (Kaget terbata-bata)

Fenrir: "Mime padahal wajahmu cantik bahkan lebih cantik dari Hilda… tapi ternyata kamu jantan juga…!" (Langsung ditonjok Hilda)

Sieg Fried: "Jadi kamu rupanya…!" (Bicara dengan mulut masih melebar kebawah)

Freya: "Mime kamu tega…!" (Nangis)

Hagen: "Apa hubungan kamu dengan Freya-sama…?" (Langsung nyekik Mime)

Hilda: "Ternyata Freya itu seleranya sama co yang berambut kuning pirang…!" (Ngebayangin Hiyoga & Hagen + sekarang ditambah Mime)

To Be Continue

Behind the scane

Istar: "What…. jadi Bapaknya itu Mime…?" (Ikutan histeris)

Fenrir: "Koq Authornya malah ikutan kaget…?"

Shaka: "Sesuai dengan hasil meditasiku…!"

Semua: "Yang bener…?" (Gak percaya)

Istar: "Apakah Lala itu benar-benar anaknya Mime…?"

Shaka: "Dan apakah prediksiku benar…? Kita lihat dichapter berikutnya…!"

Hagen: "Tunggu…! Rambut Shaka juga kuning pirang… jangan-jangan Freya juga suka sama dia…?"