Ending
.
.
.
Sumarry: Aku hanya ingin melihatmu bahagia, disaat aku masih membuka mata untuk terakhir kalinya. Tersenyumlah untuk semua orang dan bahagia untukmu. Karena senyum dan bahagia mu untuk mereka adalah kebahagianku.
Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun and other cast. Disclaimer: Cerita ini milik saya, jika ada alur atau ide cerita mirip itu hanya kebetulan semata karena jujur saja cerita ini terlalu pasaran. Para cast milik Tuhan. Dan satu lagi ini BL.
Chapter 3 .
.
.
"Ck~ dasar menjijikan! Berani sekali mengumbar kemesraan didepan umum. Apa mereka tidak takut orang-orang memergoki, Dasar menyebalkan!"
"Arghttt~~ kenapa bayangan mereka berkeliaran diotaku. Minggir sana! Pergilah! Demi Tuhan ini bukan urusanku tapi kenapa bayangan Sungmin dipeluk pria lain berputar-putar terus dikepalaku dan sialnya hatiku sakit! Tidak boleh! Ini tidak boleh terjadi! Aku straight dan pacarku Hyuna yang sexy. Ah~ lupakan Kyuhyun!"
Pemuda yang mengumpat di chapter kemarin itu ternyata Kyuhyun, dia terus menggerutu diatas sepedanya sembari mengibas-ngibaskan tangan diatas kepalanya seolah sedang mengusir sesuatu, beruntunglah ini sudah malam jadi kelakuan Kyuhyun tak dilihat banyak orang.
.
.
.
2013 .
Hari ini adalah acara kelulusan dikampus tempat Kyuhyun, Sungmin dan Hyuna belajar. Tepatnya hari kelulusan mereka bertiga, Hyuna tampak cantik dengan seragamnya dan Sungmin pun sama. Para orang tua mulai berdatangan satu persatu untuk menyaksikan anak kebanggaan mereka masing-masing, termasuk orang tua Sungmin dan Kyuhyun yang datang bersama-sama.
"Sungmin-iee~ Omo~ kau manis sekali Nak!" Heenim datang menerjang Sungmin yang sedang mengobrol bersama Hyuna. Hyuna tersenyum melihat Ibu dari kekasihnya begitu bersemangat memeluk Sungmin dan merasa kasihan juga pada Sungmin yang sepertinya dipeluk terlalu erat. Poor Minie :*
"Omo Heenim, Sudah! Lihat Sungmin! Pelukanmu terlalu erat." Leeteuk tertawa renyah sambil membantu Sungmin lepas dari pelukan Heenim.
"Aigoo~ Mian sayang! Aku merindukanmu!" Ungkap Heenim sembari mengelus sayang pipi Sungmin "Nado Eommonim!" Sungmin tersenyum manis, Hyuna yang melihat interaksi keluarga itu mulai merasa tak nyaman tak sepatutnya Ia berada disini, sepertinya Ia harus pergi meski masih senang melihat keluarga ini berinteraksi.
"Ehem.. Maaf Sungmin, seperti nya aku harus pergi dulu. Aku akan menemui teman-temanku dulu."
"Ya Tuhan! Hyuna maafkan aku. Aku terlalu fokus pada orang tuaku dan mengabaikanmu, maafkan aku. Kemarilah aku akan memperkenalkanmu pada orang tuaku dan orang tua Kyuhyun."
"Tapi Sungmin Aku-"
"Eomma ini Hyuna! Gadis yang sering kuceritakan pada eomma. Dia cantik kan dan dia sangat baik." Sungmin membawa Hyuna kehadapan Leeteuk dan memperkenalkannya.
"Dan Hyuna ini Ibuku dan ini Ayahku. Appa ini Hyuna." Kemudian kepada Kangin, Orang tua Sungmin tersenyum pada Hyuna.
"Ne, Sungmin-ah. Dia cantik seperti yang kau bilang Nak. Hyuna-sii terima Kasih sudah mau berteman dengan Sungmin." Leeteuk tersenyum manis pada Hyuna dan itu membuat Hyuna mengaguminya.
"Aigoo~ Anak Appa tak pernah bercerita pada Appa kalau dikampus ini ada gadis secantik ini hahaha~" Kangin bergurau yang membuat Leeteuk menyenggol pinggangnya dan membuat putranya merengut. Sedang Hyuna semakin kagum dan haru melihat kehangatan keluarga Sungmin.
"Ah~ matta! Aku lupa lagi. Hyuna~ ini Heenim Eommonim dan Hankyung Abeoji orang tua Kyuhyun."
"Anyeong Ahjusi, Ahjuma."
"Ne nado anyeong, Hyuna-sii."
Hanya Hankyung yang menjawab sapaan Hyuna sedang Heenim hanya melihat sekilas, itu cukup membuat Hyuna terkejut dan merasa takut.
"Sungmin-ie~ Dimana Kyuhyun?" Heenim bertanya pada Sungmin.
"Ah~ aku tidak tau, eommonim. Hyuna-ya dimana Kyuhyun?" Sungmin malah balik bertanya pada Hyuna.
"Tadi Kyuhyun bilang dia ada meeting sebentar dan akan segera kesini Ahjuma." Hyuna menjawab dengan senyumannya.
"Ya Tuhan! Aku lupa satu hal lagi?" Semua orang mengalihkan pandangannya pada teriakan Sungmin dan itu membuat Sungmin menunduk malu dan meminta maaf pada semuanya dengan cengirannya.
"Apa lagi, Sayang? Kau ini kenapa harus sampai berteriak." Leeteuk bergerak lebih dekat pada anaknya sambil tertawa.
"Eomma~~ jangan tertawa."
"Aigoo~ kau sudah mau lulus tapi kelakuanmu masih seperti itu ckckck" Kangin mengomentari kelakuan anak satu-satunya itu.
"Eommonim, abeoji~ Hyuna ini kekasih Kyuhyun. Itu yang aku lupakan!" Tersenyum lagi, Ya Tuhan! *yg nulis nosebleed "Aku-"
"Dimana anak nakal itu! Aku kesini Bukan untuk menunggunya seperti ini, padahal ini hari kelulusannya tapi dia masih sibuk dengan pekerjaannya."
Ucapan Hankyung dipotong Heenim dengan sengaja dan itu membuat Hyuna merasa kalau Ibu Kyuhyun tidak menyukainya. Leeteuk yang melihat kelakuan sahabatnya dan melihat raut tidak enak Hyuna mencoba mencairkan suasana yang sempat kaku.
"Oh Hyuna-sii ternyata kekasih Kyuhyun. Wah~ beruntung sekali Kyuhyun mendapatkanmu, Nak." Leeteuk berucap sambil melirik Sungmin dan Sungmin membalasnya dengan senyuman.
Oh bertanya tentang Kyuhyun, Dia sedang bekerja dikantor tepatnya dikantor milik Ayahnya. Awalnya Kyuhyun hanya menggantikan posisi Ketua Tim di perusahaan Ayahnya itu yang sedang sakit, tapi ternyata itu membuat Kyuhyun tertarik lebih dalam dan Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk bekerja sekaligus belajar. Sekarang Ia sudah menempati posisi Direktur dan baru lulus kuliah. Bertanya kenapa Kyuhyun baru lulus kuliah sedangkan dia begitu pintar? Entahlah~ Hanya Kyuhyun yang tau, yang jelas Kyuhyun meminta pada pihak kampusnya agar Dia lulus bersama teman seangkatannya semua.
"Hai Semua~~ Maaf aku sedikit terlambat. Hai Eomma, Appa, Ahjuma, Ahjusi, Lee Sungmin dan Kau Sayang. Hmmm~ Aku merindukanmu." Itu Kyuhyun baru datang dengan style kemeja putih dan celana bahan warna hitamnya, khas sekali pegawai perusahaan dan tak lupa jas yg digenggamnya. Dia menyapa Orang tua nya, Orang tua Sungmin dan Sungmin dengan senyuman khasnya berbeda pada Hyuna, Kyuhyun menyapa dengan menyisipkan ciuman manis didahi gadis itu. Heenim memandang dingin sedang yang lainnya biasa saja termasuk Sungmin yang kupikir hanya sedang mencoba biasa saja.
"Acaranya sudah dimulai?" Kyuhyun bertanya sembari menyampirkan tangannya kepinggang Hyuna, sedang Hyuna bergerak tak nyaman melihat Ibu Kyuhyun yang memandangnya dingin.
"Belum Kyu, Mungkin sebentar lagi." Sungmin menjawab.
"Hm~ Baguslah." Tanpa melihat Sungmin, Kyuhyun malah mengelus rambut Hyuna dan menggoda gadis itu.
.
.
Acara kelulusan sudah dimulai. Berbagai acara sudah dilewati termasuk penghargaan dan sebagainya kini tiba giliran untuk berpoto, mengabadikan kenangan masa terakhir bersekolah yang tak akan terlupakan.
. "Chagie~ ayo kita berpoto?" Kyuhyun mengajak Hyuna berpoto.
"Oke, Chagie." Kyuhyun dan Hyuna asik berpoto sedang Sungmin hanya memperhatikan dari kejauhan. Ada bunga dan toga ditangannya tapi dia tak tampak ingin berpoto sama sekali. Sungmin hanya melihat dan terus melihat kedua benda itu dan kemudian melihat pada Kyuhyun dan Hyuna.
'Aku tidak tau perasaanku bagaimana? Tapi aku sakit hati melihat Kyuhyun terus bersama Hyuna, sakit hati saat Kyuhyun bahkan tak melihatku sama sekali, saat Kyuhyun mengabaikanku, saat Kyuhyun memandangku jijik semua hal itu menyakiti hatiku. Aku benci perasaan seperti ini yang bahkan tak pernah kurasakan pada Jungmo Hyung. Tuhan~ Aku tidak sedang jatuh Cinta kan? Aku mohon jangan lakukan itu! Jangan berikan anugrah Cinta suci seperti itu padaku, Aku merasa tidak pantas mendapatkannya. Aku tidak boleh jatuh Cinta pada Kyuhyun. Kyuhyun temanku, hanya temanku dan selamanya harus jadi temanku. Ingat itu Lee Sungmin' Sungmin memejamkan mata dan menyatukan kedua tangannya diatas dada dengan tak melepaskan bunga dan toga nya. Dia berdoa pada Tuhan dengan Khusuk.
.
"Sungmin-iee~"
"Ah~ Eomma! Kau membuatku terkejut."
"Kau sedang memikirkan apa? Kenapa tidak ikut berpoto dengan teman-temanmu eoh?"
"Tidak, Eomma. Aku tidak ingin merusak moment bahagia mereka. Aku hanya ingin berpoto dengan Eomma, Appa dan Jungmo Hyung- eoh Tunggu?! Jungmo Hyung tak datang pada pesta kelulusanku? Apa-apaan dia? Aku akan menelponnya." Sungmin mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan mendial nomor Jungmo, sedang Leeteuk tersenyum melihat tingkah anaknya dan ada perasaan sedih saat tadi mereka membahas mengenai poto dan moment kebersamaan teman Sungmin.
Leeteuk takut saat Sungmin bicara seperti itu, Leeteuk takut saat Sungmin tidak tersenyum dan Leeteuk takut kalau Sungmin tak bahagia. Semua akan Ia lakukan asal anaknya, anak satu-satunya bisa bahagia termasuk mengabulkan semua permintaan dari mulai menolak rencana Heenim, tetap bersikaf baik pada Kyuhyun, menerima tentang 'Hyuna kekasih Kyuhyun', Dan masih bersikaf seolah tidak ada hal yang menyakitkan atau menyinggung yang diperbuat Kyuhyun pada anaknya. Semua itu permintaan Sungmin dan Ia akan mengabulkannya, harapannya hanya Sungmin.
"Eomma kau melamun?" Sungmin mengibas-ngibaskan tangannya pada Ibunya.
"Eomma-yaa." Sungmin memeluk Ibunya dan mencium pipinya demi menyadarkan sang Ibu dari lamunannya.
"Eomma~~"
"Ahh...! Ya, Sayang! Wae?" Leeteuk tersadar dari lamunannya dan balas memeluk Sungmin.
"Jungmo Hyung ada praktek jadi dia tidak bisa datang. Aku kecewa tapi dia bilang dia akan datang dengan hadiah nanti malam."
"Begitukah? Jangan terlalu banyak meminta dan merajuk pada Jungmo, kasihan dia. Apalagi akhir-akhir ini dia banyak sekali pasien pasti sangat lelah." Leeteuk menasehati Sungmin.
"Tidak Eomma. Tapi aku hanya punya Jungmo Hyung selain eomma, appa, eommonim, abeoji, Kyuhyun dan Hyuna. Aku ingin Jungmo Hyung menyaksikan kebahagiaanku, bukan hanya menyaksikan seluruh kesedihan dan rasa sakitku. Dia selalu bilang dia ingin sekali melihat kebahagiaanku bukan hanya tangisanku. Aku sudah berdoa pada Tuhan agar Jungmo Hyung tak pernah lelah selalu bersamaku." Leeteuk tersenyum sedih dan membelai pipi Sungmin sayang.
"Nak~ kau menganggap Jungmo apa? Teman atau apa?"
"Bagiku dia pahlawan yang selalu siap dengan tabung oksigen ditangannya *tersenyum . Dia seperti Kakak yang tidak pernah kumiliki."
"Jika eomma menyuruhmu memilih antara Kyuhyun dan Jungmo, Kau memilih siapa?" 'Maafkan eomma, Nak' Batin Leeteuk.
"Aku- pilih. E-eoh kenapa eomma menyuruhku memilih? Lagipula Kyuhyun itu kan sudah punya Hyuna jadi tidak boleh eomma masukan kedalam pilihan seperti itu. Ya! Tidak boleh hehehe~" Nada garing diakhir sangat tak nyaman terdengar oleh Leeteuk, itu jelas menunjukan ada yang aneh.
"Memang kenapa?"
"Eomma jangan bahas itu disini. Lain kali kita bahas lagi, ini masih dikampus tidak baik kalau Kyuhyun tau. Ini semua gara-gara Jungmo Hyung! Awas kau Hyung!" Sungmin mengalihkan pembicaraan dan mengumpati Jungmo.
'Kau menyukai Kyuhyun sebagai seorang pria, Nak. Bukan sebagai teman! Eomma mohon jangan jatuh cinta pada Kyuhyun, eomma tidak ingin senyummu terenggut dan terenggut lagi oleh Kyuhyun'
Leeteuk menunduk dan mengusap matanya yang sedikit berair, mengetahui perasaan anaknya semakin membuatnya takut. Dari dulu dia memang tau bagaimana perasaan anaknya tapi dia terus mengingkarinya, dia terus berpikir anaknya belum mengenal cinta tapi hari ini dia bisa yakin bahwa anaknya memang menyukai anak sahabatnya itu. 'Ya Tuhan!'
"Eomma ayo berpoto~~~ untuk kenangan kita. Kalau kalian merindukanku kalian bisa melihat poto ini."
Sungmin datang dengan menggandeng Ayahnya.
"Memang kau mau kemana? Dasar nakal! Untuk apa berpoto jika setiap hari aku bisa melihatmu. Ada-ada saja." Nada suara Leeteuk bergetar tapi dia tersenyum manis.
"Ck~ Anak ini! Jangan buat Ibumu menangis. Jangan bicara yang tidak-tidak, Appa tidak menyukainya."
"Arra arra. Kajja~ Berpoto! say Cheessss!"
#jepret
Sungmin melihat hasil jepretan kamera nya.
"Eohh? Eomma kenapa wajahmu bersedih. Sudah ya? Maafkan aku! Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian berdua." Sungmin menghampiri Leeteuk dan membelai wajah sang Ibu, mencium pipinya dan memegang kedua tangan Ibunya. Kemudian berkata cinta pada orang tuanya sambil memeluk keduanya sayang.
"Permisi Sungmin-sii~ Boleh saya memotret kalian? Kalian keluarga yang manis."
Ada seorang pemuda yang memperhatikan keluarga kecil itu dan tertarik ingin mengabadikannya.
"Eohh? Tapi aku?"
"Ah~ saya Taemin, Juniormu dikampus ini. Salam kenal!" Pemuda itu membungkuk sopan.
"Ah~ salam kenal, Nak." Kangin mewakili menjawab.
"Ahjussi apa boleh?" Taemin kembali bertanya "Sungmin-iee?" Kangin melemparkan tatapannya pada Sungmin.
"Aku-"
"Pakai kameramu saja, saya akan membantu memotretnya saja Sunbae-nim. Tapi kalau kau keberatan juga tidak apa-apa, saya tidak memaksa." Taemin tersenyum.
"Pakai kameraku saja. Maaf Taemin-sii."
Sungmin menyerahkan kameranya pada Taemin.
"Gwenchanayo.. Cha~ kalian berposelah~"
"Tiga.. dua.. SATU... Cheeeerrss!"
.
. Selepas berpoto Kangin mengajak Taemin untuk bicara dan meninggalkan anak dan istrinya yang tengah melihat hasil jepretan Taemin agak jauh.
"Taemin-sii~ maafkan Sungmin ya? Dia pemalu makanya dia menolak kau poto. Maafkan dia ya?" "Gwenchanayo Ahjusi. Lagipula saya yang tidak sopan meminta untuk mengabadikan poto kalian di kamera saya padahal saya bukan siapa-siapa kalian. Jeoseonghae Ahjusi." Taemin merasa sungkan menerima permintaan maaf dari Ayah Sunbae nya ini, Dia yang bersalah dan tak sopan disini.
"Ah~ tidak apa-apa. Oh ngomong-ngomong untuk apa Taemin-sii memotret kami?"
"Saya mahasiswa jurusan fotografer dan saya ditugaskan untuk mengabadikan moment kelulusan tahun ini, itulah kenapa saya meminta untuk memotret kalian. Dan saya kagum melihat kebahagiaan kalian."
"Ah~ Taemin-sii aku mengerti. Aku minta maaf tapi Sungmin tidak-"
"Gwenchanayo Ahjusi." Taemin tersenyum tulus.
"Kalau begitu ahjusi pergi dulu ne? Semoga kau sukses, Nak." Kangin pergi meninggalkan Taemin. "Aku penasaran pada Sungmin Sunbae, Sepertinya apa yang dikatakan Jungmo Hyung memang benar. Maaf Hyung aku tidak berhasil."
.
.
.
-kring kring kring-
#klik
"Yeobo-"
-'Minie sayang datanglah kerumah, Nak?'
"Eommonim, ada apa memangnya?"
-'Kemarilah! Eomma merindukanmu!'
"Tapi eommo-"
-'Eomma menunggumu, sayang!'
"Eommo- #tiit tiit "Ck.. Heenim eommonim suka sekali memaksaku. Huftt~"
Sungmin melangkah lunglai menuju pintu keluar dan rumah Kyuhyun pastinya.
"Ah~ Eomma~ SUNGMIN PERGI KETEMPAT KYUHYUN DULU YA."
.
"Kenapa kau membawa gadis itu kemari?"
"Eomma~ aku ingin mendekatkan dia dengan keluarga kita."
"Kenapa harus seperti itu hah?" Heenim menatap Kyuhyun.
"Ya jelas, Eomma. Dia calon istriku dan sudah sepantasnya dia kuperkenalkan dan kudekatkan pada keluargaku." Kyuhyun menjawab santai.
"Apa? Calon istri? Jangan kau pikir eomma akan merestuimu dengan gadis itu, Kyuhyun!"
"Kenapa? Dia baik, cantik, pintar dan sopan. Apa yang kurang darinya, eomma?"
"Aku tidak menyukainya. Dimatamu dia terlihat seperti itu tapi tidak dimataku, bagiku calon menantuku hanyalah Sungmin. Selain dari nya, sesempurna apapun aku tidak akan memberikan restuku sedikit pun."
"Eomma jangan berteriak seperti itu. Bagaimana kalau Hyuna mendengarnya?" Kyuhyun mengatur nafasnya pelan.
"Aku tak peduli, dia memang harus mendengarnya kan?"
"Eomma bangunlah dari mimpimu dan lihatlah kenyataan bahwa aku straight! Aku bukan gay dan aku tidak menyukai Lee Sungmin sedikit pun. Cintaku hanya Hyuna dan aku hanya ingin hidup bersama nya, memiliki keluarga, anak dan hidup bahagia sebagai keluarga kecil bersamanya." Kyuhyun memegang tangan Heenim.
"Eomma kumohon restui kami?"
"Tidak Kyuhyun. Eomma tidak bermimpi. Bagiku hanya Sungmin, jika kau memang tidak ingin melakukannya tidak apa. Tapi jangan harap aku merestuimu." Heenim melepaskan tangan Kyuhyun.
"Jangan egois Eomma. Jika Eomma tetap ingin aku bersama Sungmin, apa eomma pikir aku akan bahagia? apa eomma ingin melihatku menderita?"
"Kau akan bahagia bersama Sungmin, Kyuhyun." Heenim berkaca-kaca.
'Apa? Eomma tau darimana? Eomma tidak tau kan apa yang kurasakan selama ini? Eomma tidak tau kan betapa risihnya aku, setiap saat harus memaksakan diri berada disekeliling Sungmin. Bersikaf seolah tidak ada yang terjadi, berusaha menerima dan memberikan kenyamanan pada Sungmin sedang aku sendiri bahkan merasa enggan. Apa eomma tidak memikirkan perasaanku?" Kyuhyun emosi. Wajahnya merah dan dia bangkit sambil menatap Ibunya.
"Apa specialnya Sungmin sampai-sampai kalian memperlakukanku seperti ini? kenapa Eomma tidak berpikir bagaimana perasaanku saat kalian terus memaksaku untuk berada disekitar Sungmin. Bagiku hanya Hyuna kekasihku dan orang yang kucintai." Kyuhyun merasa tidak yakin dengan jawabannya tapi dia terbutakan oleh emosinya.
"Hahaha~ kau! Mungkin aku memang Ibu yang jahat dan kejam karena memaksamu melakukan apa yang kumau, tapi satu hal Kyuhyun, jangan pernah menyesali keputusannmu." Tawa miris diawal entah mengapa terasa mengerikan bagi Kyuhyun.
"Pergilah~ Pergi bersama kekasihmu. Dan jangan pernah berharap aku merestuimu."
"Eomma~ aku mohon! Restui kami." Kyuhyun bersujud dihadapan Heenim.
"Apa yang kau lakukan, Kyuhyun? Bangun!" Heenim mengangkat Kyuhyun,namun Kyuhyun tetap bersujud.
"Aku mohon eomma!"
Sementara Hyuna yang mendengar pembicaraan antar Ibu dan anak itu hanya bisa terpaku dan terkejut dengan semua hal yang Ia dengar. Hyuna tidak sengaja mendengarkan, tadi Ia hanya ingin memanggil Kyuhyun karena terlalu lama Ia ditinggal sendiri diruang tamu. Hyuna tidak tahu harus apa, tubuhnya seperti dipaku dan tidak bisa bergerak. Dia melangkah sedikit berniat menghampiri Kyuhyun agar berhenti bertengkar dengan Ibunya biar bagaimanapun dia juga ikut bersalah disini. Hyuna tadi yang memaksa untuk bertemu orang tua Kyuhyun.
"Pergilah Kyuhyun bawa kekasihmu pergi dari sini. Sebentar lagi Sungmin datang, Eomma tidak ingin melihatnya terluka lagi." Heenim menutup matanya dan memijit keningnya.
"Memang kenapa kalau Sungmin kesini? Dia sudah tau tentangku dan kekasihku, jadi apa masalahnya."
"Jangan menyakitinya terlalu banyak Kyu, Eomma mohon." Heenim membuka mata dan menatap sendu pada Kyuhyun.
"Aku tidak menyakitinya, Eomma. Aku hanya sedang menunjukan beginilah seharusnya hidup. Lagipula aku tidak ingin membuat Sungmin salah paham dengan kebaikanku, Aku hanya melakukan apa yang eomma dan Leeteuk eomma minta padaku dirumah sakit dulu. Aku hanya menepati janjiku pada kalian tidak lebih dari itu." Tegas Kyuhyun.
"Kyuhyun kau benar-benar tidak menyukai Sungmin sedikitpun?" Heenim menatap kearah jendela Ruang makannya.
"Eomma apa perlu aku jelaskan lagi. Perasaanku tidak lebih dari sekedar teman." Kyuhyun mengernyit bingung 'Ada apa denganku?' batin Kyuhyun.
"Apa kau yakin Kyuhyun?"
"Aku yakin! Aku tidak akan pernah menyukai Sungmin."
"Arraseo!" Heenim menatap kosong kearah jendela. 'Maafkan eommonim, Sungmin-iee'
#Tranggg
Kyuhyun dan Heenim mengalihkan fokus mereka kearah suara berasal, ternyata disana ada Hyuna yang tidak sengaja menyenggol guci disana.
"Maaf. Maafkan aku."
"Chagie.. Gwenchanayo!" Kyuhyun memeriksa keadaan Hyuna dan mengangkat Hyuna berdiri. Hyuna melihat kearah Heenim yang sedang menatap lurus kearah jendela, dan disana dia dapat melihat seseorang menatapnya dan Ibu Kyuhyun sembari memberi isyarat menaruh telunjuk dibibirnya. Mengurai senyum Indah yang seolah berkata 'Aku baik-baik saja'. Hyuna melihat ada kesakitan pada tatapan matanya.
"Hyuna-ya apa ada yang terluka?" Kyuhyun memecahkan fokus Hyuna.
"Ani, Kyu. Aku ingin pulang. " Hyuna terbata-bata.
"Hyuna~ aku minta maaf."
"Tidak, Kyu. Harusnya aku yang minta maaf. Ahjuma Jeoseonghamnidda." Hyuna menunduk dalam.
"Aku harus pergi, Kyu!" Hyuna lekas pergi dengan sedikit berlari.
"Hyuna Tunggu!" Kyuhyun berteriak dan mengikuti Hyuna sebelum suara sang Ibu menghentikannya.
"Kyu~ Kau melukainya jika kau memilih pergi mengejar Hyuna?"
"Apa maksud eomma? Mian eomma,, aku pergi dulu."
Kyuhyun pergi mengejar Hyuna.
.
.
"Maafkan eomma, Sungmin-iee. Maaf hiks."
"Eommonim jangan menangis!" Heenim mendekati jendela dan menghampiri Sungmin yang sedari tadi ada disana.
"Maaf, Nak. Maaf."
"Kenapa harus minta maaf, eommonim? Aku justru senang dengan ini aku bisa tau apa yang sebenarnya Kyuhyun rasakan. Ternyata dia memang benar-benar tak nyaman berada disekitarku." Sungmin tersenyum, Sungmin tidak menangis sama sekali. Justru Sungmin malah mengusap air mata yang mengalir diwajah nyonya Cho.
"Eommonim berhenti menangis ne? Aku harus pulang. Ada Jungmo Hyung dirumah. Sampai Jumpa!" Sungmin berbalik pergi dan melambai, Heenim memperhatikan punggung itu dan menangis makin kencang. 'Tuhan! aku mohon!'
..
.
.
#kriet
"Oey~ Sungmin-iee.. darimana saja eoh?"
"Sungmin sayang~ Hyung sudah lama disini menunggumu." Sapa Jungmo ceria.
#bruk
"Ya Tuhan! Sungmin Apa yang terjadi denganmu?"
"Sungmin! Yak Sungmin!"
.
.
.
Tbc
Akhirnya chap 3 updateeee
Terima kasih but Yang udah berkenan review, maaf cerita nya kurang berkembang , penulisannya buruk dsb. Saya masih gaptek huhuhu
Ditunggu review kritik sarannya buat karya dan penulisan saya, jangan lupa RnR yaa
Yeorubun kamsahamnidda
Salam cinta
Vem^^
