Disclimer : Masashi Kishimoto

Warning : pemula, banyak typo, banyak salah, kalau ada yang salah mohon koreksinya dari teman teman semua yaaa *membungkuk*, cerita agak gak jelas, yasudah selamat menikmati saja :))

Hinata POV

Hari berganti dengan sangat cepat, tanpa ada seorang pun yang menyadari bahwa mereka semakin mendekati hari kematian mereka.

Setelah kejadian di pinggir sungai satu minggu yang lalu, Hinata dan Sasuke menjadi semakin dekat. Keduanya selalu menghabiskan waktu bersama saat matahari mulai tergelincir ke barat. Setiap sore Hinata datang kesana, begitu pula dengan Sasuke. Entah apa yang ada di pikiran Sasuke, namun, Hinata merasa bahwa ingatan tentang Naruto mulai mundur teratur dari kepalanya.

Mereka banyak menceritakan kisah hidup mereka satu sama lain. Ini juga pertama kalinya, Hinata mengetahui tentang masa lalu kelam yang dialami Sasuke langsung dari mulutnya sendiri. Bagaimana dia hidup sendirian setelah kakaknya membunuh kedua orangtua dan juga klan mereka sendiri. Bagaimana dia bertemu Naruto dan Sakura, juga Kakashi sensei. Mereka menjadi akrab dan Sasuke mengakui bahwa untuk pertama kalinya, hatinya terasa hangat saat bersama Naruto, Sakura dan Kakashi sensei. Dia mersasa memiliki keluarga lagi. Namun, semua itu harus dia tepis karena perasaan benci kepada kakaknya lebih mengambil alih hatinya. Yang ada dibenaknya saat itu hanyalah, mengenyahkan sang pengkhianat klan mereka dari bumi ini. Kakaknya sendiri.

Sasuke juga bercerita bagaimana dia memutuskan untuk meninggalkan desa dan berguru pada Orochimaru, dia meninggalkan hatinya juga disini, dia biarkan Sakura menggenggam hatinya erat. Namun, dia sadar bahwa hanya wanita bodoh yang tetap akan menunggu dirinya, ditambah lagi, Sasuke sering melakukan percobaan membunuh Sakura selama beberapa kali. Hatinya sudah sangat terselimuti dendam dan kebencian saat itu.

Semua cerita itu membuat Hinata tak dapat berkata apa-apa, tanpa terasa air mata meleleh membasahi kedua pipinya. Begitu berat beban hidup yang harus ditanggung oleh orang ini. Bahkan sekarang, saat dia berharap untuk dapat pulang ke desa setelah perjalanan penebusan dosa yang dia lakukan dua tahun lalu, dia mendapati wanita yang ia cintai, menikah dengan sahabatnya sendiri.

Sasuke menatap Hinata dengan heran.

"ma-maaf Uchiha-san, aku tak tau kenapa aku menangis, aku hanya merasa sangat sedih setelah mendengar ceritamu." Hinata berkata apa adanya.

"Aku memang pantas mendapatkannya. Setelah semua yang kulakukan. Sakura bukanlah wanita bodoh, Naruto-lah yang selalu ada di sisinya selama ini, yang selalu menghapus airmatanya. Jadi, aku tak akan pernah menangisi sesuatu yang tak akan pernah kudapatkan." Tatapan onyx itu menerawang.

Hinata menyeka airmatanya.

Gadis Hyuuga itu memandangi wajah pria disebelahnya, dari garis wajahnya yang keras, Hinata dapat melihat kesedihan, penyesalan dan kerapuhan.

Sasuke, berapa lama dia harus berpura-pura kuat dibalik tubuh rapuhnya itu ? dan selama ini, dia selalu memikul beban itu seorang diri.

Detik itu juga, Hinata mulai mengubah cara pandangnya kepada Sasuke Uchiha. Dia bukanlah mantan buronan menakutkan lagi, dia bukanlah orang yang akan tiba-tiba membunuhnya hanya karena salah bicara. Sasuke, memiliki alasan atas semua hal buruk yang telah dia lakukan. Dia hanyalah korban dari kejamnya pemerintahan pada masa itu.

"hanya karena masa lalumu buruk, bukan berarti kau juga gagal pada masa depanmu, Uchiha-san. Masa depanmu adalah sebuah buku kosong yang akan kau tulis sendiri ceritanya. Dan aku yakin, Uchiha-san yang sekarang, sudah dapat menulis dengan sangat baik. Nee ?" Hinata tersenyum.

Sasuke menatap wajah Hinata yang tersenyum dengan nafas terhenti.

Sasuke pun ikut tersenyum.

Dan Gadis salju itu bersumpah, itu pertama kalinya dia melihat sang Putra Uchiha tersenyum. Wajahnya sangat tampan saat dia tersenyum. Ayolah, semua orang tau bahwa Sasuke Uchiha memang sangat menawan. Rambut hitam sempurna, mata hitam segelap malam tanpa bintang, bulu matanya yang tebal, hidung mancung dan bibir sempurnanya, mampu meluluh lantakkan pertahanan gadis manapun. Namun, pria itu jarang menghiasi wajah tampannya dengan senyum. Maka Saat dia tersenyum, itu bukanlah suatu ketampanan lagi, melainkan mahakarya dari sang pencipta.

Detik itu juga, Sasuke baru menyadari, ada satu orang gadis yang tak pernah melihatnya. Yang tak pernah berteriak memanggil namanya. Gadis itu adalah Hinata Hyuuga. Dari dulu, matanya hanya tertuju kepada Naruto. Dan saat ini, Sasuke merasa sangat iri kepada Naruto. Dia mendapatkan segalanya. Dia mendapatkan apa yang tak dapat Sasuke miliki. Perasaan itu cukup mengganggu moodnya.

"Sasuke…"

Hinata memiringkan kepalanya mendengar pria itu menyebut namanya sendiri.

"panggil aku Sasuke , Hinata…" sekarang wajahnya sudah merona karena malu.

"eh… ba-baik uchiha-san…"

"kau tak mendengarkanku ya ?"

"ha-haii, sasuke-kun." Pipi Hinata yang chubby berubah merah. Lalu keduanya diam. Sasuke melihat ke langit, Hinata menunduk, jemarinya memainkan pinggir bajunya. Mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing.

Sasuke POV

Kepalaku berdenyut saat mendengar cerita tentang klan dan aturan dalam keluarga gadis disebelahku.

Aku mengetahui bahwa klan Hyuuga merupakan keturunan dari Hamura Otsutski. Mereka dianggap sebagai salah satu klan terhebat di desa Konohagakure.

Namun, yang baru aku ketahui adalah, ternyata klan mereka dibagi atas 2 cabang lagi. Yaitu keluarga utama (soke) dan keluarga cabang (bunke). Itu adalah sebuah system yang melindungi keluarga Hyuuga dari luar. Keluarga utama yang menjalankan, sementara keluarga cabang yang melindungi. Para anggota keluarga cabang diberi segel terkutuk pada saat usia mereka telah menginjak tuga tahun. Dan segel itu diberikan oleh keluarga utama. Segel ini memberikan anggota keluarga utama kendali mutlak atas keluarga cabang. Karena mereka dapat menghancurkan sel-sel anggota otak keluarga cabang dengan segel tangan sederhana, atau membiarkan mereka sakit untuk menghukum mereka. Segel ini juga memastikan bahwa byakugan hyuuga aman. Karena hal tersebutlah yang membuat beberapa anggota keluarga cabang memusuhi anggota keluarga utama.

Hal itulah yang membuat Neji ingin membunuh Hinata pada saat ujian Chunnin bertahun tahun yang lalu. Karena Neji ditakdirkan terlahir dari keluarga cabang, dimana dia harus tunduk pada keluarga utama. Ah, Hinata, ternyata masa lalumu tak jauh lebih baik dengan milikku. Bagian terbaiknya adalah, sekarang kau masih memiliki orang-orang yang peduli kepadamu.

"Hinata, tiga hari lagi aku akan ditugaskan dalam misi bersama Sai dan Shikamaru, apakah kau mau ikut bersama kami ?" apa yang ada di kepalamu itu sasuke bodoh ? kenapa tiba-tiba kau mengajaknya pergi dalam misi.

"apakah tidak apa-apa ? aku hanya akan menjadi beban untuk kalian." Gadis itu menatapku.

"jangan khawatirkan itu." sekarang aku tau kenapa Naruto memanggilku 'teme'. karena saat ini, aku benar-benar seperti pria brengsek yang sedang menggoda seorang gadis terhormat.

Hinata menatapku lagi. Apa yang ada dipikirannya saat ini ? aku menunggu jawaban dari mulutnya.

"baiklah sasuke kun, aku akan ikut dalam misimu."

Normal POV

"yo sasuke. Akhirnya kau datang." Kakashi menyambut sasuke dengan senyum dari balik masker dan tumpukan kertas di mejanya.

Pria stoic itu tak menjawab. Sasuke tau bahwa dia terlambat 15 menit dari waktu yang sudah ditentukan untuk berkumpul di kantor Hokage. Hari ini adalah hari terakhir briefing sebelum keberangkatan untuk misi esok hari.

Matanya menangkap beberapa teman disana. Termasuk Shikamaru dan Sai yang akan menjadi rekan satu timnya. Yang sedang duduk di kursi tamu ada blonde bermata biru berisik, kiba yang sedang memakan biscuit milik akamaru, Lee yang sedang mengobrol dengan blonde biru berisik itu (perpaduan keduanya benar-benar dapat menghancurkan gendang telinga seseorang), chouji yang sedang mengemil keripik, shino yang sedang duduk bersandar di kursi dengan memejamkan mata. Tampaknya mereka baru saja mendengarkan tugas untuk misi mereka juga.

Kakashi menjelaskan bahwa misi mereka kali ini adalah unuk menangkap seorang ninja pelarian dari desa sunagakure. Ninja pelarian itu cukup berbahaya karena dia memiliki jutsu rahasia yang dia curi dari markas kazekage di desa sunagakure. Perintahnya adalah, tangkap dia hidup-hidup di perbatasan konoha dan suna, lalu serahkan kepada ANBU dari desa suna. Ini adalah misi rank S. karena musuh adalah ninja yang tak dapat dipandang sebelah mata.

"ada yang ingin kalian tanyakan ?" kakashi menutup ceramahnya dengan bertanya kepada 3 shinobi hebat dihadapannya.

Sai dan shikamaru menggeleng. Lalu mereka melihat sasuke mengangkat tangannya.

"apakah aku boleh mengajak seseorang untuk ikut dalam misi ini ?"

Semua teman-temannya di ruangan itu berhenti melakukan aktifitas mereka. Lee dan Naruto bungkam seketika, kiba menghentikan kunyahan biscuit anjingnya, chouji juga mengalihkan pandangan dari keripik di tangannya, shino yang sedari tadi memang hanya diam saja, semakin menjadi hening tanpa suara.

Sasuke merasa kesal dengan semua tatapan mata memburu dari teman-temannya.

"siapa yang akan kau ajak dalam misi ini ?" kakashi tak kalah penasaran dengan murid-muridnya.

"Hinata Hyuuga"

Hening…

1 menit

2 menit

….

"sensei, kenapa kau malah diam saja ? apa jawabanmu ?" Sasuke mulai tak sabar.

"Sekarang apa lagi yang ingin kau rencanakan, Sasuke ?" Sai membuka mulutnya, tatapannya datar. namun siapapun tahu, terdapat ultimatum perang dari sorot mata miliknya.

"mengajak wanita dalam misi, merepotkan sekali…" Shikamaru berbicara sambil mengorek kupingnya.

"oy teme ! kenapa kau ingin mengajak Hinata bersamamu ? kau sengaja ya ingin membuatnya terluka ?" Naruto berdiri dari kursinya dan menunjuk nunjuk sasuke.

"dobe, diamlah!" sasuke geram.

"tenang semuanya. Sasuke, sebelumnya aku ingin bertanya, apa alasanmu untuk mengajak hinata dalam timmu ?" kakashi bersikap bijaksana.

Yang ditanya hanya diam. Mematung. Atau lebih tepatnya, kebingungan menemukan jawaban yang pas.

"kakashi Sensei, bisakah aku mendekat ke arahmu ?" sasuke bertanya.

"kemarilah."

Sasuke berjalan mendekati kakashi dan membisikkan sesuatu di telinganya. Teman-temannya menjadi kesal karena tak dapat mendengar apa alasannya untuk mengajak Hinata.

Namun, dengan sigap Shino melepaskan serangganya dan terbang ke dekat telinga kakashi.

Shino pun tersenyum.

Sasuke meninggalkan ruangan setelah kakashi mengizinkannya untuk membawa hinata.

Naruto mencak-mencak dan mengikuti Sasuke keluar ruangan. Dia ingin tau apa yang dibisikkan oleh sasuke di telinga guru kakashi.

"oh, begitu rupanya…" shino berbicara pada serangga kecilnya.

"hey Shino, jangan bilang, kau mendengar ucapan Sasuke dengan seranggamu itu ya ?" Kiba yang menyadari hal itu menarik kerah baju shino.

"apa apa apa apa itu ?" Lee sangat bersemangat.

"beritahu aku sekarang atau kau akan berakhir menjadi kuas lukisku." Tiba-tiba Sai sudah berada persis disebelah shino dan mengancamnya.

Akhirnya shino pun memberitahu kepada mereka apa yang dia dengar barusan. Tentu saja, tanpa ada Naruto disana.

Semuanya melongo.

"tunggu, aku curiga kalau dia itu bukanlah Sasuke." Lee menimpali.

"so so, bagaimana kalau itu adalah musuh yang menyamar menjadi dirinya ?"

"apapun itu, kuharap misi esok hari tak akan merepotkan dengan adanya Hinata disana." Shikamaru menguap dan bersiap meninggalkan ruangan hokage.

Sai hanya diam mendengar ucapan Shino. sekarang wajahnya berubah serius, seperti sedang memikirkan sesuatu. Dia mengekor dibelakang Shikamaru dan meninggalkan ruangan Hokage.

end of chapter 3

gomenne minna... kalau ceritanya agak gak jelas, lawakannya garing, pokoknya bisa bikin sakit mata, perut mules dan penyakit indra perasa lainnya... mohon bantuannya ya kalo ada yang salah dikoreksi.. review kalian adalah semangatku untuk menulis chapter chapter berikutnya..

arigatou gozaimasu...