"Our Story" adalah sekumpulan oneshot/short story yang khusus kubuat untuk mainpair yang berada di grup yang disebutkan. Misalkan "Our Story: BAP ver"berarti mainpair yang kupakai terkhusus buat BAP. (mungkin ada dari grup lain, sebagai sampingan saja). Mainpair nya disesuaikan dengan kemauan author yang ngetik ya. Kalo request-an, bisa saya pertimbangkan, tp saya gak bisa janji :) (kecuali jika Miyu yang minta)

Ceritanya akan berlainan per chapternya. Ceritanya ada yg Oneshot/tidak berhubungan dengan cerita lain,ada yang berkaitan/lanjutan. Tapi saya utamakan untuk menjadi oneshot saja biar tidak membingungkan readers. Akan ada sekuel "Our Story" dari grup lainnya. Mohon dukungannya^^


My Present 2

Himkyu's Present

Jung Daehyun x Yoo Youngjae

Genre : Romance Humor

Disclaimer : BAP's cast are owned by TS, this fic by me (Himkyu as Miyu)

"Aku juga berterima kasih untuk seseorang yang telah membuat hari ulang tahunku kali ini tak akan terlupakan"

.

.

.

.

Hello! Mungkin kalian yang sudah mengikuti cerita Miyu, tidak asing dengan judul ini?(emang dibaca? TvT)

Ini adalah cerita yang pernah kupublish 2 tahun lalu (wow) lebih tepatnya pas ultah Daehyun di tahun 2014 (:D). Cerita ini akhirnya kukembalikan dan kumasukkan dalam list ! Waktunya bernostalgia (bagi yang sudah baca),dan selamat menikmati (bagi yang belum).

.

.

.

.

.


**Sebelumnya**

"HYUNG!" Tiba tiba suara Youngjae menggema di toko tersebut. Dan secara ajaib kepala para kerumunan itu menoleh ke satu titik. Sebuah mobil bercat merah. Yang tepat terparkir di depan toko.

Bagi BABY sudah mengira bahwa panggilan 'hyung' adalah panggilan Youngjae untuk yang tertua di BAP.( Antara Himchan atau Yongguk) Atau Managernya.

Melihat betapa konsennya para yeoja itu memandangi mobil merah di luar sana, kesempatan Youngjae untuk lari dari terkaman mereka. Ia langsung berlari keluar, dan masuk ke dalam mobil. "HYUNG! GAS!" teriak Youngjae setelah sampai di dalam mobil Yongguk. Membuat Yongguk yang asik mendengarkan lagu hip hop kesayangannya, musti tertunda. Ia langsung memasang kopling, dan menarik gas sekuat kuatnya. Sementara yeoja muda yang lengah tadi, berteriak semakin histeris karena ditinggali oleh Youngjae dan seseorang yang dipanggil 'Hyung' itu.

.

.

.

.

.


Himkyu Present :

My Present (special Daehyun's day)

Part 2


"Hahaha! Jadi kau terjebak di dalam toko itu?" Yongguk terpingkal menanggapi cerita Youngjae. Sementara namja manis di hadapannya malah mendengus kesal. Yongguk ternyata lebih kekanakan dari bayangan para fans, tegas-berwibawa- layaknya pemimpin.

Youngjae turun dari mobil Yongguk dan tak lupa membanting pintunya. Ia malas mendengar ledekan demi ledekan yang diberikan si tetuah BAP tersebut. Sedangkan namja di dalam mobil, malah memaki Youngjae karena seenak jidat membanting pintu mobil barunya.

Youngjae berjalan semakin masuk ke dalam pekarangan rumah yang dimaksudkan dalam alamat. Untuk sebuah belt, ia harus rela berpindah tempat seperti ini. Bahkan hampir dibawa pulang oleh para fans (?) tadi. Dengan agak ragu, ia lalu mengetuk pintu bercat merah muda tersebut. Kenapa sedari tadi ia harus dipertemukan dengan warna merah muda, sih?

"Nee!" suara lembut dari dalam menyapa setelah akhirnya si empu rumah membuka pintunya. Ia tersentak bukan main ketika berhadapan dengan Youngjae. Ya! Youngjae yang bukan temannya dan orang biasa saja. Yoo Youngjae sang vokalis BAP.

"Omoya~!" Ia membungkam mulutnya kaget. Bagaimana bisa seorang selebritis datang tanpa undangan ke rumahnya. "Youngjae oppa!"

Youngjae menggaruk tengkuknya tak gatal. Ia tau agak nekat memang datang ke rumah orang dengan statusnya sebagai idol. "Mi—mianhae menganggumu." Youngjae sekedar berbasa basi. Sedangkan gadis di hadapannya malah hampir menangis dan ingin histeris begitu. "A—aku mencari belt yang kau beli kemarin di toko Hongdae."

Gadis itu lebih relax sekarang. "Belt? Oh! Apakah belt seharga 36.000 won tersebut?" ia tampak membayangkan benda tersebut. Youngjae mengangguk antusias.

"Aku tak memilikinya lagi, oppa! Sudah kuberikan kepada ahjussi di persimpangan gang sana." Ucapnya seraya menunjuk pada persimpangan gang yang cukup jauh tapi masih dapat dilihat dari tempatnya berdiri. "Ayahku tidak menyukainya. Karena tak ada yang suka memakai ikat pinggang selain ayahku, akhirnya kuberikan saja pada ahjussi tersebut."

'Bahkan belt berharga mahal begitu, ia berikan secara Cuma Cuma? Kaya juga gadis ini.' Pikir Youngjae heran. Walaupun akhirnya ia mengangguk mengerti dan hendak pergi. Ia merasa khawatir jika berlama lama diri di hadapan gadis itu. Ia takut ada paparazzi yang mengawasi dan mengira tidak-tidak. Namun yeoja tersebut segera menahan Youngjae.

"Oppa! Bolehkan aku meminta tanda tanganmu?! Sebenarnya aku ngefans dengan Yongguk oppa, tapi tak apa kan?" ucap gadis itu bersemangat. Youngjae hanya tersenyum miris dan sempat melirik pada mobil Yongguk disana. Untuk apa capek capek membantu gadis ini meminta tanda tangan namja 'jahat' itu?

.

.

.

.

.

"Kau bahkan memberikan tanda tangan secara cuma cuma pada yeoja itu? Sedangkan fans kita sampai berdesak desakan demi meminta tanda tangan kita. Beruntung sekali yeoja itu. Sudah didatangin terus dikasih tanda tangan…."

Bla bla bla bla

Rasanya Youngjae ingin sekali menyumbat mulut Yongguk dengan paha Himchan (?) , karena masih sempat sempatnya perhitungan begitu. Mana sih julukan Leader Angel yang disandangnya? Bahkan karena diberikan tanda tangan untuk seorang yeoja itu saja , tak rela. Untung saja Youngjae tak bilang bahwa yeoja tersebut ngefans dengan Yongguk. Kalau iya? Mungkin ia akan mengomel lebih panjang,'bahkan kau tak bilang dia ngefans padaku? Kau pasti berencana merebut perhatian para fansku , ya kan…'

Mobil Yongguk semakin melambat, setelah akhirnya tak jauh juga sampai di persimpangan gang. Gang itu lumayan sempit dan agak kumuh. Loh? Bukankah gang ini yang ditunjuk oleh yeoja tersebut?

"Kau yakin?" akhirnya Yongguk selesai dengan pidato panjangnya, dan kali ini memandangi gang kumuh itu lama dengan tatapan herannya. "Siapa yang mau tinggal disini coba?"

Dan seperti biasa, Youngjae malah mengacuhkan ucapan Yongguk. Ia justru sudah berada di luar mobil, meninggalkan Yongguk yang masih tak sadar bahwa namja manis itu sudah tak berada di posisinya. Pastilah ketika ia menoleh, ia akan sangat terkejut ketika jok sampingnya kosong tanpa penghuni.

Youngjae agak menyipit agar lebih memperjelas pandangan nya di gang gelap tersebut. Syukurlah ada suara geretan, tak terlalu jelas juga, tapi ia memberanikan diri untuk masuk ke gang tersebut. Semoga tak ada tikus di dalamnya, karena ia benci dengan binatang perekat tersebut.

"Permisi~" Youngjae berjalan pelan hingga mencapai ujung lorong gelap tersebut. Sampai akhirnya ia menemukan sosok pria paruh baya entah sedang apa, sibuk dengan sebuah kereta dorong usang. Ia membelakangi, sehingga Youngjae tak dapat mengenalinya. "Permisi~" ulang Youngjae.

Panggilan kedua Youngjae menghentikan kegiatan pria tersebut. Ia terlihat akan menoleh.

Pandangan Youngjae tak sengaja menangkap sesuatu. Sebuah belt melingkar di pinggang paruh baya tersebut. Tapi kelihatan tidak cocok dengan pakaian compang camping pria tersebut.

Tunggu!

Compang camping?

Pria itu sudah menoleh. Wajahnya agak garang, tapi tak terlalu menyeramkan. Anehnya, penampilannya sangat berantakan dari atas ke bawah. Youngjae lumayan takut, namun ia segera menepis perasaannya tersebut. "Permisi~ boleh aku meminta belt ahjussi. Itu milik teman saya. Ia seharusnya memberikannya padaku." ucapnya berbohong. Siapa tau ucapannya dipercaya, dan ia akan mudah mendapatkannya tanpa harus dicurigai. Sesuatu hal yang sudah diberikan biasanya akan sulit dikembalikan.

"Ini?" ucap pria tersebut seraya melepas beltnya. Benar kan! Terlalu mudah! Ia menyodorkan belt tersebut kepada Youngjae. Dan namja manis itu menerimanya. Senyumnya mengembang melihat bentuk belt tersebut persis dengan yang Daehyun dambakan.

Tiba tiba, pria tersebut melihat ke arah sebuah foto di genggamannya. Lalu memandang Youngjae bergantian. Tak lama setelah itu, ia langsung menyunggingkan senyum lebar. "ANAKKU?!"

Youngjae terkejut! Dia menggeleng cepat memastikan pria tersebut, bahwa ia salah mengenalinya. Lagipula ayah Youngjae sedang tidak ada di Seoul. "Aku bukan anakmu,ahjussi." jelas Youngjae. Namun pria tersebut tak mau mengerti. Ia semakin mendekati Youngjae, dan bahkan merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Youngjae. "ANAKKU?!"

SH*T , DIA GILA! , pikir Youngjae dan mulai ancang ancang untuk kabur.

Laju kakinya pun segera beranjak melesat cepat hingga ia keluar dari gang tersebut. Dan sialnya, pria itu berlari mengikutinya. Untung saja mobil Yongguk tepat terparkir di depan gang. Jadi ia bisa langsung kabur ke dalamnya.

Sampai di pintu...

#Cekleekkk

#Ceklekk

"HYUNG!" Rupanya pintu mobil terkunci. Dan lebih parahnya, Yongguk tak ada di dalam mobil. Ia menoleh kesana kemari, dan akhirnya menemukan Yongguk berada di seberang jalan (dengan penyamarannya ,tentu saja) tengah melihat lihat papan menu yang terpajang di depan sebuah toko kue. Ia terlalu berkosentrasi, sambil menelpon. Bahkan tak menyadari teriakan demi teriakan Youngjae yang kini sedang main 'lari-larian' mengitari mobil Yongguk untuk menghindari pria gila tersebut. "HYUNG!"
.

.

.

.

.

.

Yongguk's Side

"Bagaimana kalau aku bawakan oleh-oleh kue tar? Kau pasti menyukainya kan, chagiya~?"

/Hah? Jadi kau mau aku OBESITAS?!/

"Eh? Bu—bukan begitu, chagiya~ Aku hanya melihat kuenya terlihat enak. Pasti kau akan sangat suka."

/Itu sih kau saja yang mau karena kau selalu saja gampang tergoda dengan makanan yang lewat di depanmu. SHIREO!/

"Terus kau mau oleh-oleh apa, chagiya~? Aku tak bisa pulang dengan tangan kosong, apalagi malam ini kita kan..."

/HAH?! DASAR KAU OTAK MESUM! PIKIRKAN SAJA YOUNGJAE SANAH!/

Pip Pip Pip

"Yak! Himchannn! Teganya kau melupakan rencana 'malam' kita" T.T ucap Yongguk merengek bahkan menangisi HP nya.

Namun tak lama kemudian,

"HYUNG!"

"OMOYA!" Yongguk hampir saja menjatuhkan HP nya ketika teriakan tersebut menggema hingga sampai di telinganya. Ia segera menoleh kesal, namun kerutan marahnya hilang seketika. Ia melihat sosok Youngjae tengah kejar kejaran dengan seorang pria berpakaian compang camping. Hah? Apa itu salah satu fans Youngjae?

Tapi ia tak mau pusing memikirkannya, karena ia berkonsen dengan mobilnya yang akan jadi korban si 'fans' youngjae tersebut kalau sedang kejar kejaran begitu. Enak saja mau menyentuh mobil kesayangan Yongguk!

Ia berlari menyebrangi jalan, dan mulai masuk ke mobilnya. Ia menekan klakson untuk menyadarkan Youngjae. Membuyarkan konsen Youngjae pada si 'pengejar' nya tersebut. Dengan peluh yang bercucuran,Youngjae segera masuk ke dalam mobil dan menguncinya dari dalam. "PALLIWA(cepatlah)!" bentaknya pada Yongguk. Sementara pria aneh itu malah mengetuk berkali kali jendela mobil bagian Youngjae. Yongguk justru memelototi Youngjae. "Beraninya kau memerintahku begitu.." geram Yongguk. Namun Youngjae tetap bersih keras. Ia semakin menyentak tak karuan kakinya membuat mobil Yongguk agar berguncang. "PALLIWA HYUNG!" dan keterkejutan Yongguk akan perilaku Youngjae, membuatnya harus segera menginjak gas secepat mungkin.

.

.

.

.

.

.

.

Daehyun sedari tadi terdiam saja. Ekspresinya terlihat murung. Bahkan matanya yang lurus memandang TV pun, sepertinya percuma karena ia pun tak menontonnya. Ia melamun , dan matanya sesekali melirik pada jam dinding, lalu ke TV kembali. Sementara Zelo dan Jongup yang tadinya konsen ke TV jadi ikut kebingungan dengan sikap aneh Daehyun. Akhirnya Zelo mengulurkan snack keripiknya yang setengah tersisa.

Namun...

Daehyun bahkan tak melirik keripik nya sama sekali?! Heol ~ Apa yang tengah ia pikirkan hingga ia tak bernafsu begini?

Zelo menurunkan uluran tangannya dan ekspresinya menandakan kekhawatiran pada sosok Jung Daehyun. Jongup melirik pada Zelo lalu pada Daehyun. "Ada apa?" ucapnya menyadarkan ketidaksadaran Zelo memandangi penuh kecemasan Daehyun.

Sementara itu, Zelo mendekatkan bibirnya ke telinga Jongup namun manik matanya masih tak lepas memandangi Daehyun, "Daehyun hyung tidak nafsu makan." Jongup langsung terkejut dengan ekspresi tak percayanya ,"wooo...Daebak~" itulah yang diutarakan kannya membuat Zelo mengangguk polos nan antusias. Ada ada aja perilaku mereka yang kelewat polos ini -_-

Tak lama kemudian Himchan yang habis dibuat kesal oleh Yongguk di telepon tadi, segera duduk di samping Daehyun. Berusaha ikut menyibukkan diri melamun di depan TV tanpa mengerti arti film yang sepertinya hanya Jonglo tau alurnya. Ia lalu melirik pada Daehyun. hmm~ Ada yang aneh dengan sang main vocalis itu. Biasanya dia sangat berisik dan menyebalkan serta ingin ditimpuk panci sekalipun.

Ah! Daehyun pasti sedang unmood karena tak ada yang ingat dengan ulang tahunnya. Akhirnya Himchan terkikik ketika memikirkannya. Namun ia membuat wajahnya seolah berpikir sebaliknya. Toh tak ada untungnya ia menyadarkan Daehyun bahwa Himchan sudah ingat ulang tahunnya. "Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Himchan berbasa basi.

Daehyun menoleh sebentar, lalu kembali menatap televisi dengan tatapan sayunya. Tuh kan! Kalau Daehyun sedang unmood, dia pasti seperti kucing hamil! Diam dan diam. Tapi kalau sudah diganggu, dia akan sangat aggresive! Benar benar seperti kucing hamil (?)

"Lagi memikirkan Youngjae , yah?" Himchan menahan tawanya. Ia hanya sekedar menggoda sebenarnya. Loh ? Bukankah memang kalau Daehyun diam begini itu bisa jadi karena tak ada Youngjae yang bisa ia ajak berantem?

"Iya..."

#Degg

Tunggu! Kenapa jadi serius begini, eoh? Himchan memandang tatapan sayu Daehyun. Seperti nya tatapan begitu memperlihatkan suatu gambaran bahwa Daehyun tengah 'mengharapkan' sesuatu. Bukan! Bukan karena ia menunggu Youngjae untuk diajak bertengkar! Himchan bisa membedakannya~ tatapan sayu seperti itu menandakan Daehyun sedang berharap 'lebih' dari soulmatenya tersebut. Hmm... Hadiah ulang tahun? Youngjae? Besok?

ATAU MUNGKIN ?!

Himchan melirik curiga pada Daehyun. Namun ia langsung tersenyum manis menanggapi ucapan namja di sampingnya seraya tangannya mengelus lembut punggung bidang Daehyun. Kenyamanan sikapnya layak seorang umma, membuat Daehyun ikut tersenyum kecil. "Sebaiknya kau beristirahat. Kau tampak lelah. Tak usah khawatirkan Youngjae."

Daehyun mengangguk lalu bangkit dari sofanya dan mulai melanjutkan langkahnya ke kamarnya. Mungkin hari ulang tahunnya, akan dihadiahkan tidur sampai siang. Entahlah~ ia sangat lelah sekali hari ini. Padahal BAP tak ada jadwal manggung apapun. Barulah ia akan berpikir untuk mengecek mention dari para fansnya besok siang. Dukungan mereka, membuat Daehyun bisa lebih tenang kali ini.

Tak berapa lama kemudian setelah Daehyun dipastikan telah sampai di ranjangnya….

#Ceklekk

"AKU PULANG MY HONEY BONEY HIMCHANNIEE~" suara husky nan menggoda itu mulai menggema. Memperlihatkan sosok Yongguk berlari cepat ke ruang tengah dengan senyum mengembangnya hendak mencari seseorang yang sangat ia rindukan seharian ini. Ia bahkan tak peduli dengan Youngjae yang kerepotan membawa semua tas belanjaan sendirian.

Himchan yang di ruang tengah justru mengacuhkan panggilan sayang tersebut, ia malah berseru, "ZELO~YA! MALAM INI KAU TIDUR DENGAN HYUNGDEUL SAJA YA!"

"Eh?"

"Eh?"

2 'eh' tersebut datang dari Zelo maupun Yongguk (yang sudah sampai di ruang tengah). Jongup bahkan yang terlalu asik dengan aksi robot robotan saling menembak satu sama lain di TV , harus sempat menoleh memandangi Himchan. Mengerjab polos, lalu kembali menjamahi perhatiannya pada TV.

"Malam ini, Jongup butuh teman tidur. Ia menganggu sekali ketika mendengkur. Mungkin kau bisa menenangkannya ketika tidur di sampingnya. Lagipula terakhir kali ia tidur di ranjangmu, ia bisa lebih tenang." Jelas Himchan. Membuat Yongguk dari tempat berdirinya mengerjab tak percaya, begitu Zelo yang hanya memutar bola matanya ke atas ke bawah seperti hendak berpikir. Jongup yang terpanggil pun, tak peduli jika hyungnya berpikir demikian tentang dia. Toh, dia nyaman saja jika memang Zelo menerima tawaran Himchan.

Tak lama berpikir, si magnae Zelo mengangguk antusias. "Aku mau,hyung!" ia lalu merangkul Jongup yang sedang serius menonton TV dan mencomot kripiknya sedari tadi. "Aku jadi punya teman tidur deh!"

Jongup pun tersenyum walau matanya tetap lurus kepada TV. Ia menyukainya….."terima kasih , hyung.." batin Jongup.

Sementara itu si Yongguk tercengok di tempat. Matanya lurus memandangi Himchan terus menerus seperti hendak menghakimi tindakan Himchan barusan. Apa-apaan ini?! Menambah penghuni ke kamar mereka?!

"Apa,eoh?" Himchan rupanya sudah bangkit dan hendak beranjak ke kamarnya. Ia merasa tak nyaman saja ditatap begitu oleh sang kekasih. Namun Yongguk langsung tersadar dan menginterupsi kepergian Himchan. "Himchannie~! Kenapa kau biarkan si Zelo masuk ke kamar kita!? Kenapa kau tak usir Jongup dan kita hanya ber….."

Himchan langsung menoleh dan memelototi Yongguk. "Kau teruskan kalimatmu, maka aku yang akan mengusirmu dari kamar!" lalu si namja manis itu kembali melangkah ke kamarnya.

"WAE, HIMCHANNIE~?!" Yongguk menghentakkan kaki menyusul Himchan. Wajahnya tengah merengek. Aigoo… Youngjae yang baru sampai di meja makan untuk menaruh belanjaannya saja, jadi terkesima memandangi pemandangan langka tersebut (?)"KAU MENGAMBEK?! BAGAIMANA DENGAN RENCANA MAL—"

"BANG YONGGUKKK!" teriak Himchan dari dalam kamarnya. Membuat Yongguk menghentikan langkahnya yang tinggal beberapa langkah lagi sampai ke dalamnya. Ia menunduk nurut, namun masih dengan ekspresi cemberutnya. "Gagal lagi." Pikir Yongguk. Bagaimana ia bisa sangat kalah dengan sang kekasih dan berhasil melumpuhkannya hingga membuatnya seperti anak 5 tahun yang dihukum oleh orang tuanya karena mendapat nilai jelek? Yupp… kelumpuhannya hanyalah Himchan.

Youngjae terkikik. Ia langsung membayangkan Daehyun….

EH? Youngjae langsung menepuk kepalanya bagai orang bodoh. "Pabbo! Apa yang kau pikirkan, eoh?!" Youngjae berdecak lalu mengeluarkan semua barang yang ia perlukan untuk merayakan ultah Daehyun besok. Ia lalu melirik pada jam dinding. Jam 9 malam. Tinggal beberapa jam lagi. Ia lalu mengeluarkan sebuah kotak berisi cheese cake buatannya feat ibu Daehyun, lalu mulai menata lilin di atas kue tersebut. Sentuhan terakhir kue itu adalah, memberikannya sebuah cream foam yang dibelikan Youngjae tadi, agar dapat menghiasi pinggiran kue tersebut dengan hiasan 'Kata-kata'.

Happy Birthday Pabo Daehyunnie~ Happy 22nd , old man! Kkkk

Youngjae menghisap bekas krim di jarinya. Lalu tersenyum. Ia membayangkan si Daehyun jelek (menurut Jae) akan meneteskan air liurnya memandangi creature terbaik buatan namja yang Daehyun sering panggil, 'Pipi Bakpao' dan 'Namja tembam' itu.

.

.

.

.

.

.

.

Serasa telah siang hari, sebuah cahaya menerangi ruangan kamar Daehyun. Namja yang tengah tertidur di ranjangnya, jadi terusik melanjutkan mimpi indahnya, dan mulai mengerjab lemah karena masih dikuasai oleh rasa kantuknya.

Sebuah lilin menyala tepat di depan matanya…

"SAENGIL CHUKAE HAMNIDA!"

Daehyun terkejut hingga hampir membentur tiang penyangga ranjang bertingkatnya (karena ia tidur di bagian bawah). Zelo , Jongup, maupun Himchan berada di samping ranjangnya dan mengulurkan sebuah kue cheese cake berukuran besar. Ia langsung memandangi jam dinding memastikan sesuatu. Rupanya masih jam 1 pagi! Tunggu? Ini hari ulang tahunnya?

Mata Daehyun seketika berbinar melihat hidangan di hadapannya. Namun ia juga hendak ingin menangis saking terharunya. "Kami minta maaf telah berpura pura tak tau tentang hari ulang tahunmu." Himchan nyengir. Sementara Zelo mengangguk cepat dengan senyum manisnya. Namun Jongup?

"Loh, bukankah Himchan hyung juga lupa? Aku saja—" #Happp

Zelo langsung mendekap mulut hyung tertua setahun darinya itu dengan tangannya. Membungkam si polos Jongup yang kini tak berdaya di tangan sang magnae. Seandainya Himchan tak sedang memegang kue, Ia yang akan melakukan aksinya. Bahkan ia akan menggeret keluar Jongup dari kamar kalau bisa…

"Terima kasih, hyung! *hiks*" Daehyun meneteskan airmatanya. Lalu ia meniup seluruh lilin yang menyala. "Tentu saja, Daehyun-ah~ Kau yang terbaik!" ucap Himchan. Dan Zelo mengusak surai Daehyun, menimbulkan suasana akrab layaknya kakak dan adik.

Daehyun memandangi kue tersebut lama. Bukan karena ia lapar ketika melihatnya. Namun tulisan yang terbentuk di kue tersebut menggunakan krim foam, membuatnya terkekeh. "Ini dari Youngjae?" ucapnya seraya menunjuk pada kue tersebut.

HimUpLo mengangguk. "Tentu saja~ kau kira kami bisa apa jika tak ada Youngjae yang membuat semua ide ini." Himchan menaruh kue itu di paha Daehyun. Tangannya terasa pegal jika memegangnya lebih lama. "Lagipula, ia juga tak hanya memberikan ini saja loh."

Daehyun mengembangkan seringainya. 'Hehh… Youngjae saja yang terlalu serius menanggapi ucapanku.' Pikir namja berkulit tan itu seraya menoel krim kue nya dan mengecapkannya di lidah.

#Ceklekkk

"Lihat siapa yang kubawa!" Yongguk menuntun seseorang dari balik punggungnya.

Dan betapa kagetnya Daehyun hingga membuat dirinya tak dapat konsen melanjutkan makan cheese cake nya. Ia langsung membulatkan mata dengan jari yang tak ia sadari masih terisap di mulutnya.

Youngjae berjalan dengan anggunnya, namun tentu saja dengan tundukan malu. Ia begitu cantik dengan balutan gaun 'snow white'. Rambutnya yang pendek, terhiaskan sebuah kuciran pita di samping. Pipinya terhiaskan blush on tipis, menampakkan sudut pipi tembamnya agar lebih terlihat. Dan bibir mungil yang disentuh lipstick pink. Tak terlalu ketara memang, namun penampilan seperti ini, sudah membuat seluruh penghuni di kamar itu langsung terkesima takjub. Youngjae begitu cantik!

"Aigoo~ Youngjae hyung! Itu benar kau?!" Jongup memandangi lama Youngjae lebih dekat. Sementara namja yang ia ajak bicara, berusaha menghindar dari pandangan namja bermata sipit itu. "Neomu yeppeo!" Zelo merentangkan tangannya hendak memeluk Youngjae. Namun Yongguk langsung menahannya. "Tak ada yang boleh menyentuh hasil karyaku, nee!"

"Hasil karyamu?" Himchan tiba tiba memandang selidik pada Yongguk. Namja yang dipandangnya malah mengeluarkan cengiran rahang khasnya. "Nee! Ini hasil karyaku, baby~! Bagaimana? Hasil karyaku cantik bukan?" ucapnya berbangga diri. Yup benar sekali! Rupanya Yongguk sedari tadi sibuk dengan menata dandanannya Youngjae. Ia lakukan itu, karena Youngjae memintanya. Walaupun sempat menolak, namun karena sedikit 'ancaman' , membuat namja yang sangat anti sekali dengan alat dandan tersebut dan hal hal berbau feminim, luluh juga.

Himchan tiba tiba bangkit dan raut wajahnya mulai menekuk. Tak ada balasan 'Terima kasih, sayang' atau 'Waa kau hebat, Gukkie~' yang diharapkan Yongguk setelah melakukan tugasnya. Raut apa itu? Ngambek lagi?

"Wae?" Yongguk dibuat takut oleh tatapan itu.

"Aku tak mau berkencan denganmu hari ini!" Himchan langsung berjalan pergi ke luar kamar. Ia kembali ke kamar tercintanya, dan justru membanting pintu kamarnya setelah itu. Yongguk terkejut bukan main atas respon yang diberikan kekasihnya. "HIMCHANNIE~ ?! APA SALAHKU LAGI?! BABY~ KUMOHON! MALAM INI KITA GAGAL 'MELAKUKANNYA', SEKARANG KAU MAU MENGAGALKAN RENCANA KENCAN DENGANKU?!" Yongguk ikut menyusul. Bahkan ia harus memohon mohon di depan pintu kamarnya yang biasa dihuni bersama Himchan dan Jongup. Berharap si penghuni yang mengambek di dalamnya, segera memaafkan –apapun kesalahan yang ia lakukan. Yang pasti, tak ingin rencana kencannya gagal begitu saja!

Jonglo mengerjab polos entah harus menanggapi apa 'peperangan' yang terjadi di antara kedua hyungnya tersebut. "Kita tak bisa tidur lagi dong, hyung." ucap si magnae. Jongup ikut mengangguk. Ya karena mereka sadari bahwa satu satunya tempat untuk mereka tiduri ya di tempat dimana himchan sedang melakukan 'ambekannya'.

"Bagaimana kita lanjutkan peperangan level ke 10? Aku akan mengalahkanmu kali ini, hyung!" Zelo berlari keluar menuju ruang tengah. Jongup melongok, "Yak! Tak akan kubiarkan itu terjadi, Zelo-ah!" begitu juga Jongup yang menyusul setelah itu.

Kembali pada yang masih berada di kamar. Youngjae masih menunduk malu. Ia sedikit melirik pada Daehyun yang tak berhenti menatapnya. Agak risih, namun apa daya…

"Tertawakan aku saja.." celetuk Youngjae. Membuat Daehyun tersadar kembali.

"Cih… aku mau saja! Memangnya aku lupa dengan tawamu yang langsung menggema melihatku memakai baju sailor moon saat ulang tahunmu?" Daehyun mengerucutkan bibir sebal.

"Tapi aku tak bisa! Karena kau terlalu cantik."

Pipi Youngjae memerah padam. Ia berusaha menunduk lebih dalam agar tak menampakkan wajah tembamnya yang mungkin sudah berwarna tomat merah. Tak akan berhasil juga blush on di pipinya untuk menutupi semburat indah tersebut. Daehyun terkekeh melihat kesalah tingkahan Youngjae. Got you! Menggemaskan, bukan?

"Lalu apa? Kau cuman berikan aku ini? Cih… terlalu gampang." Daehyun melipat angkuh kedua tangannya. Sementara Youngjae memelototi Daehyun. Enak saja perjuangannya berperang di dapur Ibu Daehyun , dan ikut kena marah pula. Serta menahan malu dengan memakai pakaian seperti ini , dibilang GAMPANG?!

Youngjae langsung melempar sebuah kotak ke arah Daehyun. Sontak Daehyun langsung tanggap menerimanya. "Apa ini?" ia membukanya perlahan.

"Belt dari Hongdae?" Daehyun meneliti bentuk belt tersebut secara seksama. Ia langsung memasang ekspresi penuh tanya pada Youngjae.

"Kau masih bilang GAMPANG?! Aku harus desak desakkan dengan pembeli di Hongdae. Ditambah penyamaranku ketauan, dan hampir membuatku mati ditempat. Lalu dikejar kejar oleh orang gila. GAMPANG HAH?! GAMPANG?!" Youngjae bertolak pinggang. Ia murka sekali jika saja Daehyun masih menggampangi semua perjuangannya. Untung saja Daehyun member BAP. Kalau tidak, ia sudah menghajarnya. Dan tak perlu khawatir dengan fans fans Daehyun yang seambruk di luar sana.

Daehyun terkekeh. Memang suka sekali namja bermarga Jung tersebut meledek dan menghancurkan mood Youngjae. Hei ! Itulah nasib sebagai sahabat seperjuangan,bukan?

Namun Daehyun langsung bangkit dari ranjanya. Ia lalu berjalan pelan menuju Youngjae. Membuat namja manis tadi, menanggapinya penuh kejutan. Ia langsung memundurkan langkahnya perlahan, diikuti semakin majunya Daehyun padanya. Tak lama setelah itu…. Ia harus terperangkap di tembok kamar, ditambah tangan kekar Daehyun kokoh berada di samping kepalanya. Posisi yang terlalu dekat untuk keduanya sekarang.

"A—apa yang kau lakukan?!" Youngjae tergagap. Ia habis pikir akan melakukan apa lagi untuk membalas tatapan menggoda Daehyun. Sialan! Pikiran mesum Daehyun kalau sudah lihat hal hal berbau 'cantik' pasti akan membuncah. Youngjae takut Daehyun seperti 'itu'.

"Aku menganggap semuanya gampang. Tentu saja~ karena masih ada hadiah 'tersulit' yang belum kuberitahu." Daehyun mengembangkan smirk nya. Dada Youngjae sesak seperti oksigennya direnggut habis oleh Daehyun yang mengambil semua di dekatnya.

"Sulit?" tanya Youngjae. Ia berusaha menetralkan pikirannya. Menetralkan perasaannya. Tapi selalu saja gagal.

"Yup! Sulit! Karena kau harus memilih antara 2 pilihan."

"Apa itu?"

.

.

.

.

.

.

"Maukah kau menjadi kekasihku?

2 pilihan…. Menerima atau tidak?"

#Degg #Deggg

Manik mata Youngjae membulat. Ia pandang tak percaya kedua mata Daehyun. Apa yang baru ia dengar tadi? Menjadi kekasih?

Daehyun menurunkan tangannya, dan beralih mengenggam tangan Youngjae kali ini. Tatapan memohonnya, senyum tampannya, meluluhkan hati Youngjae seketika. "Ini akan sulit, karena jika kau menerimaku, kau akan terjebak dengan cinta abnormal yang selama ini kupendam. Semua tanggapan aneh tentang kita. Dan aku sangat minta maaf jika melibatkannya. Tapi jika kau tidak menerimaku, maka kesulitan beralih padaku saja. Aku harus terjebak dengan cinta bodoh ini, berusaha melupakan perasaan ini, lalu menerimamu menganggapku aneh. Sekarang kau pilih?"

Youngjae terkekeh. "Kkkk~~ ini memang sulit."

Daehyun merasa bingung dengan tanggapan Youngjae. Namun namja manis di hadapannya beralih memandangi serius mata Daehyun. Lihat! Bahkan dengan sunggingan senyum manisnya. Baiklah~ jikalau Youngjae menolak Daehyun. Toh senyum itu akan menyembuhkan hati Daehyun yang rapuh.

"Akan sangat sulit jika setiap hari aku harus memanggilmu 'sayang' atau sejenisnya, menyiapkanmu makanan ketika sang monster lapar bangun dalam dirimu, dan harus tunduk ketika kau marah padaku, serta harus menjaga kesabaran agar tidak timbul pertengkaran. Aku harus melakukannya setiap hari jika aku menjadi kekasihmu. Dan bagiku…

Itulah yang kuinginkan."

Daehyun mendekap mulutnya. Dadanya bergemuruh senang.

"JINJAYO?! WOAAAA! GOMAWO , YOUNGJAE-AH~~!" Daehyun memeluk erat tubuh Youngjae , bahkan menggoyangkan tubuhnya dengan sangat antusias untuk menumpahkan seluruh perasaannya. Youngjae bahkan hampir sesak nafas mendapat tindakan tiba tiba Daehyun.

"Aku yakin eommaku akan sangat senang jika ia tau tentang hal ini." Ucap Daehyun dengan bahasa Busannya. Membuat Youngjae mengerjab polos. "Mwo?" menunjukkan ketidakmengertinya dengan bahasa daerah tersebut.

"Gwaenchanayo~ Aigoo… mulai sekarang, kau adalah Youngie~~ku." Ucap Daehyun dengan panggilan menggemaskannya seraya mengasak surai hitam Youngjae. Membuat Youngjae tersenyum hangat dan terkekeh pelan menanggapi sikap kekanakan Jung Dae— ani!

His lovely Daehyungie~ His boyfriend…

.

.

.

.

.

.

.

OMAKE!

"Saengil chukae hamnida! Saengil chukae hamnida!"

Para member BAP bernyanyi bersama BABY menyanyikan lagu Happy Birthday untuk ultah Daehyun hari ini. Sangat menyenangkan, dengan banyaknya service yang kali ini diberikan oleh para fans , seperti banner-lighstick yang terhiaskan nama Daehyun.

"Terima kasih atas semua hadiah yang kalian berikan Babydeul~ Ini berarti untukku!" ucap Daehyun dengan mikrofonnya. Suaranya kini menggema di setiap sudut ruangan.

"Tapi… aku juga berterima kasih untuk seseorang yang telah membuat hari ulang tahunku kali ini tak akan terlupakan." Daehyun melirik Youngjae yang berdiri di sampingnya. Namja manis itu rupanya masih larut dengan para fans, masih melambaikan tangan untuk setiap fans yang meneriaki heboh di tempat mereka.

#Happ

Daehyun memeluk Youngjae. Lalu …

Mencium keningnya.

Tepat di depan para fans.

Para fans terdiam sejenak melihat moment seperti itu.

Tak terkecuali Youngjae yang membeku di tempat.

"Terima kasih telah menjadi kesan terindah untuk hari ulang tahunku." Bisik Daehyun pada Youngjae. Membuat semburat merah kembali terbentuk di pipi tembam Youngjae.

"KYAAAAA~~!"

"DAEJAE~~!"

"OMOYAAAA~~~!"

Sorak sorai tak terelakkan antara para fans ditambah para pecinta DaeJae..

Tak dipercaya couple pujaan mereka hanya bisa dibayangkan dalam setiap imajinasi mereka,

Rupanya menjadi suatu KENYATAAN!

Mungkin teriakan menggema kali ini sanggup meluluh lantahkan gedung.

Kalau itu terjadi, mari berterima kasih pada sepasang kekasih baru,

Jung Daehyun dan Yoo Youngjae.

.

.

Sementara itu…

Yongguk cemberut pada Himchan di sampingnya. Namun Himchan masih mengacuhkannya, dan malah tertawa menanggapi tingkah para fans yang hampir pingsan dibuat Daejae.

Zelo yang berdiri di samping Yongguk, mulai membisikkan sesuatu. "Himchan hyung kenapa?"

Yongguk menatap sayu pada lantai panggung yang dipijakinya. "Ia bilang padaku, bahwa ia kesal."

"Aku tau itu hyung-_- Tapi kenapa?"

Yongguk menoleh pada Zelo. Dan balas membisik. "Riasanku lebih bagus dari hasil riasannya, jadi ia merasa kesal disaingi oleh hyung. Padahal riasanku cuman dandanan tipis!" Yongguk berbicara penuh kefrustasian. Ia menoleh pada Himchan, namun namja manis itu masih belum menoleh padanya. "sekarang aku harus kehilangan rencana kencanku! Rasa lelahku hari ini dipastikan tak akan sembuh! Karena hanya Himchan , satu satunya obatku ! HUAAA !" Sang leader rupanya tak dapat menguasai kendali emosinya yang begitu menyedihkan. Ia pun hanya bisa menangkupkan wajahnya agar para fans tak melihat ekspresi memalukannya. Bisa habis peringkat sebagai Namja Berkarisma yang disandang!

Dan lagi lagi, Himchan tak sadar dengan sikap ganjil kekasihnya yang berdiri tepat di sampingnya.

"Hahaha… hyungdeul yang aneh." Zelo tertawa.

Sementara seorang namja di sampingnya ,

Tengah terkesima akan tawa menggemaskan Zelo…..

.

.

.

.

.

.

.

.

END!


Would you appreciate my work with some review/like/fav/follow? Thanks! ^^v