xxXxx
Eye Kingdom
Author:: Kim Jongmi.
Cast :: Super Junior Member and Other.
Rate :: T.
Genre:: Fantasy, Romance, Hurt/Comfort.
Warning :: Gender-switch, OOC, AU, and Typos. Minjem kekuatannya anak-anak EXO, hihi. Semoga sesuai sama yang diharapkan deh.
Disclaimer :: This story is mine. Casts in here were their own. And casts in here I'm just borrow their name. So you easily imagine the story. Don't bash the casts. Last, Kim Jongwoon aka Yesung is MINE.
xxXxx
Ryeowook menoleh kebelakang dan melihat sesosok yeojya lain dengan pakaian serba hitam. Yeojya yang lebih tinggi darinya dengan wajah super manis dan imut itu memegang sebuah tiara layaknya mahkota kecil dengan beberapa batu-batu kecil berwarna putih berkelap-kelip ketika bias dengan cahaya.
Mata kelabu muda milik Ryeowook melirik kelima yeojya cantik yang sudah ia hafal betul wajahnya itu berlutut dan memberi hormat padanya. Sedangkan yeojya berpakaian serba hitam itu ikut berlutut tepat dihadapannya. Tiara itu berada dikedua tangannya.
"Selamat datang kembali, Puteri Lunar."
xxXxx
Chapter 3
xxXxx
"M-mwo?"
"Kami tidak akan berdiri sampai kau menyuruh kami berdiri." Canda Taemin.
Ryeowook semakin melongo, masih bingung apa yang terjadi dikamarnya ini. "Oh! Berdirilah!"
Taemin hanya cekikikan, sedangkan kelima pengawal itu hanya bisa menahan rasa ingin tertawanya. Kucing hitam itu sudah merubah wujudnya menjadi seorang yeojya cantik dengan wajah super mulus. Sedangkan Ryeowook masih memperhatikan yeojya manis sekaligus cantik itu lekat-lekat.
"Walaupun kaku, setidaknya aku sudah mencobanya," Bela Ryeowook pada dirinya sendiri. "Dan kau.. aku tidak menyangka kau semanis ini, Taemin-ah."
Taemin tersenyum penuh percaya diri. "Gomawo pujiannya. Oh ya! Sekarang kau ini Puteri Lunar, aku dan yang lainnya akan menghormatimu seperti kami menghormati Puteri Lunar yang dulu."
Ryeowook menaikan sebelah alisnya. "Jadi kalian akan memanggilku Puteri? Lalu aku harus bicara dengan formal pada kalian? Ah.. benar-benar tidak menyenangkan."
"Ne, mereka semuanya akan bicara formal padamu. Mereka hanya akan bicara tak formal padamu jika kau yang memintanya sendiri." Jelas Taemin.
Ryeowook melirik kelima yeojya itu tajam. "Jangan panggil aku Puteri Lunar atau Puteri disekolah. Dan jangan bicara formal padaku! Bicara seperti biasa, arraseo?!" Ryeowook menatap Taemin penuh kemenangan setelah kelima yeojya itu mengangguk takut-takut, sedangkan Taemin memutar bola matanya. "Sudah kubereskan. Lalu apa lagi?"
"Gerhana Bulan kita akan berangkat ke Lunar."
Kali ini semuanya terdiam. Sekalinya kau berangkat ke Lunar, kau tidak akan bisa kembali lagi ke Bumi kecuali dengan cara mati. Tidak akan bisa kembali lagi sesuka hati ke Bumi, peraturan ketat di Lunar. Sudah jelas apa yang dikatakan Taemin dengan kata lain.
Kita meninggalkan kehidupan Bumi dan berjuang di Lunar.
Ya, itu yang sebenarnya Taemin katakan.
xxXxx
Kelima yeojya yang berstatus pengawalnya itu sudah pulang kerumah masing-masing, begitu pula dengan Taemin yang memutuskan untuk kembali ke Lunar untuk sementara. Sekarang Ryeowook hanya bisa menatap dirinya dicermin sambil sesekali memegangi garis tegas matanya.
Yeojya mungil itu melirik sebuah kotak yang Taemin berikan padanya. Kotak dengan isi softlens itu mengganggu Ryeowook. Ryeowook tidak pernah memakai benda yang menurutnya mengerikan itu. Taemin memberikannya sebelum ia pergi tadi.
Menempelkannya dimata? Bukankah itu mengerikan?
Lagipula yeojya mungil itu menyukai warna baru dimatanya itu. Ia terlihat mempesona dengan warna mata kelabu itu. Lama-lama ia bosan menatapi perubahan dirinya itu dicermin. Ia memilih untuk melangkah ke balkon kamarnya dan melirik kesamping.
"Kyuhyun?" Tanya Ryeowook ragu.
Seorang namja berkulit pucat dengan terpaan sinar rembulan yang hampir penuh itu terlihat mempesona. Namja bernama lengkap Cho Kyuhyun itu menoleh dan tersenyum manis. Membuat hati Ryeowook berdegup lebih kencang. Tiba-tiba senyum Kyuhyun luntur, namja itu menatap lurus kedalam mata yeojya itu.
"Ah! A-aku memakai softlens, pasti kau bingung ya? Atau saking terpesonanya?" Goda Ryeowook canggung, hampir saja ia dicurigai.
Kyuhyun terkekeh. "Kau tampak aneh dengan warna mata seperti itu. Ganti warna softlens-mu, anak kecil."
Ryeowook mendengus. "Jangan panggil aku anak kecil, namja iblis. Aku suka kok dengan warna abu-abu, bukannya aku terlihat lebih menarik?"
Namja itu mengangguk. "Yah.. terlihat lebih manis sih. Tapi warnanya hampir serupa dengan warna soflens yang sering Leeteuk noona pakai. Kenapa bisa mirip ya?"
Kyuhyun tersenyum licik, namja itu menyindir Ryeowook tepat terhunus dihatinya. Ryeowook mulai kehabisan kata-kata untuk mengalihkan pertanyaan Kyuhyun. Sedangkan namja itu sudah cukup bukti kalau Ryeowook sudah tahu kalau dia itu Puteri Lunar. Warna mata menjelaskan semuanya.
"Kurasa hanya kebetulan sih." Ucap Kyuhyun menyelamatkan Ryeowook.
"Ne! Kurasa hanya kebetulan," Ryeowook tertawa sumbang, membuat Kyuhyun mau tak mau tersenyum mendengarnya. "Oh ya, Kyu. Aku ingin bertanya."
"Tentang apa?"
"Hm.. jika kau disuruh memimpin sebuah kerajaan, namun kau tidak tahu apa-apa tentang tata pemerintahan. Bagaimana? Apalagi kerajaan yang kau pimpin sudah berada diambang kehancuran. Kau akan melakukan apa?"
Kyuhyun berdeham. "Dengan sekuat tenaga, aku akan mencari cara untuk mengembalikan kejayaan kerajaanku. Aku akan mulai membangun tata pemerintahan sama seperti yang dulu dilakukan kerajaan itu dengan beberapa perubahan. Kehancurannya dalam arti apa?"
Ryeowook menopang dagunya dipagar pembatas balkonnya. "Kerajaanmu diserang oleh kerajaan lain. Penduduknya juga hampir tak bisa berbuat apa-apa karena ketakutan. Kau akan melakukan apa?"
"Aku akan membalas dendam ke kerajaan yang sudah menghancurkan kerajaanku, tentunya. Aku akan menghancurkan kerajaan itu sampai tak tersisa. Sampai sang pemimpin kerajaan itu bertekuk lutut memohon ampun padaku," Ujar Kyuhyun dengan wibawanya. "Kau bertanya seolah kau akan memimpin sebuah kerajaan, Ryeowook-ah."
Yeojya itu terkekeh. "Tidak mungkin aku memimpin sebuah kerajaan dengan tubuh semungil ini, kan? Bisa-bisa aku diinjak oleh pemimpin kerajaan lain."
Kyuhyun ikut tertawa. "Matjeo! Tapi kau bisa berlari dibawah kaki sang pemimpin dan menusuknya dari belakang jika kau memang jauh lebih kecil."
"Aku tidak sekecil itu, Cho Kyuhyun!"
xxXxx
Kibum dan Hyukjae berjalan santai menuju sebuah café dipinggir jalan Myeongdong itu. Sebelum meninggalkan Bumi terlebih Seoul, kedua yeojya cantik itu ingin merasakan sesuatu yang tak bisa mereka rasakan di Lunar. Di Lunar tidak ada café bukan?
Setelah pesanan keduanya sampai, kedua yeojya itu langsung menyantap makanannya. Karena Kibum memilih untuk menempati meja didekat jendela, dengan mudah keduanya menatap keluar café sembari menghabiskan pesanan mereka.
"Aku akan rindu Seoul." Keluh Hyukjae, yeojya manis itu menghabiskan seluruh umur hidupnya di Seoul. Bagaimana mungkin ia mampu terpisah untuk selama-lamanya dengan kota ini.
"Aku akan rindu semuanya yang ada di Bumi."
Hyukjae mengangguk setuju. Padahal dia sedang menyukai seorang sunbae disekolahnya. Dengan kenyataan seorang pengawal tidak boleh menyukai manusia Bumi, membuatnya sedikit frustasi. Semoga saja ia tidak kepincut dengan namja dari Artemis, karena itu juga dilarang.
Sedangkan Kibum, yeojya itu masih kalut tentang kedua orangtuanya. Appa dan ummanya terlalu pintar untuk dibohongi. Kibum takut kalau rekayasa kematiannya akan ketahuan appa dan ummanya. Kibum juga pernah bertanya pada ummanya, kenapa tidak memberikannya seorang adik lagi. Namun dengan lembut sang umma menjawab, kalau sudah punya satu anak sempurna, buat apa membuat yang satu lagi? Hidup Kibum terlalu datar memang.
"Kalian disini?"
Keduanya sontak menoleh kearah Sungmin yang baru datang bersama Leeteuk dan Heechul. Karena dimeja itu hanya ada empat kursi, terpaksa Leeteuk mengambil satu kursi dari meja lain yang kosong. Dengan seenak jidat Heechul menyeruput strawberry milkshake milik Hyukjae.
"Pencuri," Tukas Hyukjae kesal lalu menyeruput minumannya lagi. Membuat Heechul ingin menggetok kepala yeojya manis itu dengan ujung sepatu wedges-nya. "Sedang apa kalian disini?"
"Aku menjual beberapa barangku dan memberikan hasilnya ke panti asuhan. Lagipula aku tidak akan kembali lagi. Barang-barangku akan menjadi sampah, kan?" Cerita Sungmin, yang lain ikut mengangguk setuju.
"Kurasa aku juga perlu menjual beberapa barangku dirumah.." Gumam Leeteuk.
Heechul menggeleng. "Aku terlalu sayang untuk menjual barang-barangku. Apalagi koleksi sepatu dan baju terusanku. Astaga, rasanya aku ingin membawanya ke Lunar. Boleh tidak ya?"
Hyukjae terkekeh. "Kau ingin membawa semuanya? Pintu masuk Lunar pun tidak muat jika kau membawa semua barangmu, Heechul."
"Panggil aku eonnie! Aku ini lebih tua dibanding kau tahu! Dasar monyet kurang ajar."
"Tua kok bangga."
"Ya!"
"Geuman! Kalian itu kapan akurnya, sih?" Sontak Heechul dan Hyukjae terdiam mendengar ucapan dari Leeteuk. Pengawal Angel memang mampu membuat semuanya diam. Wibawa. "Perhatikan empat namja yang sedang bicara didepan toko baju disebrang jalan. Kurasa wajahnya familiar."
Semuanya menoleh kearah yang ditatap Leeteuk. Terlihat empat namja tampan dengan rambut yang berwarna hitam legam. Yang satu bertubuh tinggi dan berwajah oriental, yang satu berbadan besar dan kekar, yang satu berbadan tegap, dan satu lagi berbadan altetis. Dengan catatan yang digaris bawahi, semuanya tampan.
"Itu Siwon, kan?" Gumam Kibum.
Sungmin mengangguk. "Eung! Ta-tapi kenapa ia mengobrol dengan ketiga namja yang tampak aneh itu? Jangan-jangan Siwon ikut geng jalanan yang membawa senjata kemana-mana."
Hyukjae menatap Sungmin dengan wajah datarnya. "Lee Sungmin, apa wajah-wajah tampan seperti itu terlihat seperti anggota geng jalanan yang membawa senjata kemana-mana?"
Sontak semuanya tertawa geli, kecuali Hyukjae dan Sungmin. Namun objek yang ditatap masih sibuk bicara dengan serius. Sesekali mereka menatap serius kearah salah satu yang bicara, namun sesekali juga mereka menatap kebawah dengan wajah frustasi. Seorang namja lainnya berlari mendekat. Membuat Leeteuk membulatkan matanya.
"I-itu kan Kyuhyun!" Jerit yeojya berlesung pipi itu kaget.
"Kenapa sepupu Leeteuk eonnie bisa kenal dengan namja-namja itu? Tunggu! Berarti Kyuhyun juga kenal Siwon, ya?" Tanya Hyukjae kebingungan.
Heechul dan Sungmin masih terdiam, sibuk memperhatikan salah satu namja yang wajahnya tak asing bagi kedua yeojya itu. Heechul dengan namja yang berwajah oriental, sedangkan Sungmin dengan adik sepupu Leeteuk yang bernama Kyuhyun.
"Tampan ya.." Gumam Hyukjae sambil memperhatikan namja tegap disana.
"Ya! Kalian tidak boleh menyukai namja disini!"
xxXxx
Dimalam dimana Gerhana Bulan akan terjadi, semuanya berkumpul ditaman. Taman itu sepi sehingga aman jika ingin pergi ke Lunar saat ini juga. Taemin kembali merubah wujudnya kembali menjadi seorang yeojya. Sehingga mereka terlihar wajar jika berkumpul bersama.
Para pengawal sudah memakai pakaiannya masing-masing. Semuanya memiliki warna yang berbeda, semuanya sesuai elemen masing-masing. Leeteuk abu-abu tua, Heechul merah, Sungmin cokelat, Hyukjae biru agak tua, Kibum biru muda. Sedangkan Ryeowook memakai baju terusan berwarna putih dengan hiasan emas dibagian dadanya.
"Jangan panik, eung?"
Tiba-tiba tubuh mereka layaknya hologram yang akan menghilang. Makin lama tubuh mereka lenyap dari taman itu. Sedangkan lima namja yang memperhatikan dari jauh itu hanya bisa menatap kepergian yeojya-yeojya tadi dengan ekspresi yang berbeda-beda.
"Kematian mereka akan tersebar besok disekolah." Gumam Siwon lirih.
"Setidaknya mereka tidak benar-benar mati, kan? Lebih baik mereka kembali ke Lunar daripada aku harus menunggu selama 17 tahun lagi. Benar-benar membosankan." Keluh Kyuhyun.
"Ya! Kau seharusnya memberitahuku kalau ternyata kau sudah bertemu dengan yeojya-yeojya itu bodoh! Kau tidak tahu apa kalau aku susah payah mencari mereka!"
Kangin menempeleng kepala Kyuhyun tanpa perasaan. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menjulurkan lidahnya. Meskipun hati Kyuhyun layaknya hati milik raja iblis sekalipun, namja itu masih punya rasa tega pada keenam yeojya cantik itu jika bertemu dengan hyung-hyungnya.
"Kenapa kau menyembunyikan keberadaan mereka, Kyu?" Suara berat Hangeng menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. "Kenapa kau tidak memberitahu kami?"
"Belum saatnya aku memberitahunya. Akan lebih menyenangkan jika kalian yang bertemu sendiri dengan mereka." Ujar Kyuhyun sokbijak.
"Lalu Siwon? Kenapa tidak memberitahu kami juga?" Tanya Hangeng lagi.
"Ada beberapa hal yang masih meragukanku."
xxXxx
Ryeowook berjalan dengan langkah perlahan diistana besar itu sambil memperhatikan lorong-lorong disana. Disetiap lorong terpajang banyak lukisan dari jaman dahulu. Kebanyakan sih foto-foto Raja dan Ratu dari awal Kerajaan Lunar ini didirikan.
Namun langkahnya terhenti ketika mata kelabunya menemukan sebuah lukisan terbesar yang berada diujung lorong itu. Seorang namja tampan tinggi nan tegap dengan baju khas Raja Lunar berdiri dibelakang seorang yeojya cantik yang duduk disebuah kursi dengan baju khas Ratu Lunar yang tersenyum manis disana.
Raja Yoochun dan Ratu Junsu.
Perlahan senyum Ryeowook mengembang disana, namun perlahan menjadi senyuman kesedihan. Hatinya yang bergejolak ingin berteriak kesakitan itu membuatnya terpaksa membuat senyum pahit seperti itu. Wajar, pasti ia merasakan apa yang dulu pernah ia rasakan.
Setiap kepingan kenangan pasti akan berpengaruh pada dirinya walaupun ia tak ingat apa-apa. Contohnya sekarang ini, buktinya ia tidak pernah berhadapan langsung dengan kedua orangtuanya. Namun ia bisa merasakan rasanya kehilangan kedua orangtuanya yang sangat menyayanginya itu.
"Suatu saat lukisanmu dengan suamimu pasti akan dipajang disini."
Ryeowook menoleh, mendapati Taemin dalam tubuh kucingnya melangkah mendekat. Kucing itu berdiri disamping Ryeowook dan mendongak keatas, menatap lukisan Raja dan Ratu yang paling ia hormati. Taemin sangat menghormati keduanya karena Ratu lah yang menyelamatkannya dari kesengsaraan. Lalu memperkerjakan Taemin menjadi orang yang paling Ratu percayakan.
"Kalau aku memiliki seorang suami, berarti suamiku yang akan meneruskan tahta kerajaan ini?"
Taemin mengangkat bahunya. "Tergantung, jika suamimu memiliki tahta kerajaan juga kau akan ikut menjadi Ratunya dikerajaan miliknya. Namun jika suamimu memiliki namdongsaeng, tahta kerajaannya akan turun ke namdongsaengnya. Dan dia akan menjadi Raja Lunar."
Ryeowook mengangguk paham. "Namun jika ia tidak memiliki tahta apapun, otomatis ia akan menjabat sebagai Raja Lunar, ya?"
"Ne, tapi tidak boleh sembarang memilih Raja Lunar."
"Maksudmu?"
"Jika ia memiliki tahta, ia akan langsung menjabat menjadi Raja Lunar jika ia punya namdongsaeng. Namun jika ia hanya penduduk biasa, ia harus diseleksi dengan ketat oleh Raja Lunar. Raja akan tahu jika orang itu cocok atau tidak meneruskan kerajaan." Jelas Taemin lagi.
"Pernah ada calon Raja sebelumnya?" Tanya Ryeowook penasaran.
Taemin mendelik. "Maksudmu calon suamimu, kan?"
Kali ini Ryeowook nyengir dan mengangguk. "Ada tidak?"
"Tidak ada."
Kucing hitam itu menjulurkan lidahnya dan melenggang pergi meninggalkan Ryeowook. Taemin terkekeh, namun setelah itu ekspresi senangnya menghilang ketika Ryeowook sudah tak bisa melihat wajahnya lagi. Taemin tidak mau memperlihatkan wajah sedihnya pada Puteri itu.
Sedangkan Ryeowook hanya bisa geleng-geleng lalu melirik lukisan kedua orangtuanya lagi. Meskipun bukan orangtua yang pernah ia kenal sebelumnya, yeojya mungil itu bisa merasakan kehangatan senyum kedua orang itu.
"Bogoshipeoyo umma, appa.."
xxXxx
Istana itu mulai terlihat tanda-tanda kehidupan dari luar. Yang tadinya terlihat sepi dan gelap, sekarang sudah dihuni oleh enam yeojya dan satu kucing hitam. Pembantu kerajaan juga sudah mulai kembali ke istana untuk mengurus Puteri mereka.
Sekarang Ryeowook membuat peraturan baru pertama darinya, tidak boleh memanggilnya Puteri Lunar. Diganti dengan memanggilnya Puteri Ryeowook. Penduduk Lunar hanya bisa menaati peraturan terbaru dari yeojya mungil setengah gila itu meskipun enggan.
Para pengawal sedang belajar menggunakan kekuatan mereka bersama Taemin. Ryeowook baru diberi tahu kalau Taemin tidak memiliki kekuatan apapun, maka itu ia hanya bisa dijadikan tangan kanan Ratu. Karena untuk melindungi Ratu sebagai pengawal tidak akan mungkin.
"Puteri?"
Ryeowook menoleh, Leeteuk berdiri tak jauh darinya. "Latihannya sudah selesai?"
Leeteuk mengangguk dan menghampiri yeojya yang lebih muda darinya itu. Sedangkan Ryeowook kembali memperhatikan wilayah Lunar dari atap istana. Dengan jelas ia bisa melihat istana Artemis dari kejauhan. Wilayah Artemis sungguh gelap.
"Memperhatikan Artemis lagi, ya?"
Anggukan yang Leeteuk terima. "Aku heran kenapa benar-benar terpisah seperti itu. Padahal Lunar memiliki cahaya setidaknya, kenapa matahari begitu pilih kasih?"
Leeteuk terkekeh. "Bukan matahari yang pilih kasih. Namun kekuatan cahaya itu bukan hanya matahari yang memilikinya, tapi Puteri juga. Matahari tidak menyinari Artemis juga karena Puteri sendiri."
"Kenapa bisa begitu? Memangnya aku yang menginginkan kalau Artemis tidak bercahaya? Aku yang mengatur matahari agar tidak menyinari Artemis?"
"Bukan, bukan begitu. Memang Artemis itu tempat kutukan, dan yang bisa membuat Artemis kembali bersinar itu hanya Puteri Ryeowook sendiri." Jelas Leeteuk.
"Dengan cara apa?" Tanya Ryeowook penasaran.
"Entahlah, mungkin jika bertanya dengan Taemin bisa diketahui jawabannya."
xxXxx
Ryeowook baru saja ingin keluar untuk mencari Taemin, tapi karena terlalu sibuk mencari kebawah karena yang ia cari itu adalah seekor kucing Ryeowook menabrak Kibum yang akan kembali ke kamarnya. Untung saja keduanya tidak ada yang terjatuh.
"Puteri! Gwaenchana?" Tanya Kibum panik.
Ryeowook mengangguk dan tersenyum, tanda ia baik-baik saja. "Kibum-ah, kau lihat Taemin?"
Kibum mengangguk dan menatap kearah taman yang membatasi Artemis dengan Lunar. "Kurasa Taemin disana. Ada apa? Ada yang ingin Puteri bicarakan?"
Lagi-lagi Ryeowook mengangguk. "Ne, aku ingin bertanya tentang Artemis padanya."
"Bisakah Puteri memikirkan Lunar saja? Dari pertama datang kesini, kenapa yang Puteri tanyakan kebanyakan tentang Artemis? Ilmu tentang Artemis tidak menghasilkan apa-apa, Puteri Ryeowook." Ujar Kibum.
"Aku juga memikirkan Lunar. Aku mempelajari Lunar dan Artemis secara bersamaan, Kibum," Ryeowook berniat melenggang meninggalkan Kibum, namun ia menoleh pada yeojya bernama lain Snow itu. "Dan satu lagi, ilmu tentang Artemis akan mempermudah kita membaca taktik penyerangan ke Lunar. Bukankah itu membantu?"
Kibum menunduk, serba salah yang terlihat jelas diraut wajahnya. Yeojya cantik itu memilih untuk mengikuti Ryeowook dari belakang. Ia tak peduli kalau sampai Ryeowook marah karena terlalu dijaga ketat oleh pengawal-pengawalnya.
Bukankah itu tugas dari seorang pengawal?
"Psst!"
Sontak Kibum mencari-cari asal suara yang seperti memanggilnya tadi. Namun setelah berputar-putar mencari asal suara, ia menyerah karena tidak menemukan seorangpun. Mungkin aku salah dengar, pikirnya. Namun suara itu kembali terdengar.
"Kibum!" Teriak tertahan dari Hyukjae membuat yeojya cantik itu menghampirinya.
"Ya! Apa yang kau lakukan ditempat penuh kuda seperti ini?" Tanya Kibum sambil melirik kebelakang punggung Hyukjae, tempat dimana kuda tunggang diamankan.
"Kau ingin ikut aku tidak? Aku disuruh Taemin untuk menyerahkan ini ke Shins," Hyukjae memperlihatkan sebuah gulungan kertas pada Kibum. "Katanya penting."
Kibum menaikan sebelah alisnya. "Kenapa aku juga harus ikut?"
Dengan kesal Hyukjae memutar bola matanya. "Kalau kau tidak ingin ikut ya sudah. Aku hanya mengajakmu, loh. Yang lain tidak ada yang tahu."
"Lalu kita naik apa?"
"Kuda."
"Aku tidak bisa menunggangi kuda."
"Aish! Menunggangi kuda itu kegiatan kita dimasa lalu. Secara perlahan kita pasti akan bisa menungganginya sendiri jika sudah naik keatasnya. Keahlian sama juga dengan perasaan, Kibum-ah. Perlahan mereka sendiri yang akan mendatangi kita dan mengingatkan kita akan masa lalu kita di Lunar." Jelas Hyukjae panjang lebar.
Kibum mendesah, ia benar-benar tidak bisa menolak ajakan yeojya enerjik ini. Hyukjae tidak pernah bisa diam dari pertama datang ke Lunar. Matanya sungguh jelalatan dan kakinya tidak bisa diam. Disaat semuanya tidur, yeojya itu malah jalan-jalan disekitar istana.
"Keurae, aku akan ikut."
xxXxx
Seorang namja berwajah kekanakan itu berdiri disamping pembatas Lunar yang dibatasi oleh lapisan listrik yang dibuat oleh Raja dari jaman dahulu. Namja itu berdiri disana sambil mundar-mandir tak tentu arah, kebosanan. Entah sudah berapa lama ia disana.
"Mana hyung?"
Namja itu menoleh dan mendapati seorang namja lainnya yang memperhatikannya dari jauh, Choi Siwon. Namja itu hanya mengangkat bahunya dan kembali menatap ke wilayah Lunar. Matanya bersinar senang ketika apa yang ia tunggu akhirnya datang.
"I-itu!" Jerit namja itu senang.
"Shh! Jangan berisik, Donghae hyung."
Donghae hanya nyengir pada Siwon dan menatap kedalam wilayah Lunar dengan tatapan penuh harap. Begitupula dengan Siwon yang melipat tangannya bersedekap didadanya, ia berdiri menyender dipagar pembatas Artemis. Kadang salju dari Artemis keluar kewilayah tak bertuan ini.
"Donghae.."
Donghae tersenyum manis. "Kau bersama temanmu?"
Hyukjae mengangguk. "Namanya Kibum. Kibum-ah, ini yang namanya Donghae. Eh kau bersama Siwon?"
Kibum hanya bisa berdiri mematung berjarak dua meter dibelakang Hyukjae. Mata kelabu kebiruannya itu menatap lurus kearah namja atletis yang juga berada dibelakang Donghae. Berteman dengan penduduk Artemis? Ini kesalahan.
Yeojya kutu buku itu sudah membaca keseluruhan buku hukum Lunar. Ia sudah menghafal seluruhnya diluar kepalanya. Kibum sangat paham apa yang akan jadi hukumannya dan Hyukjae jika ketahuan bicara apalagi berteman dengan salah satu penduduk Artemis.
"Kibum-ah?" Panggil Hyukjae.
"Bisa aku bicara denganmu?" Pinta Kibum pada yeojya manis itu, sedangkan Hyukjae mengangguk dan melirik Donghae sebentar.
Kibum langsung menarik Hyukjae menjauh dari sana, sehingga kedua namja itu tidak bisa mendengar apa yang Kibum katakan pada Hyukjae.
"Kau.. menyukainya?" Tanya Kibum to the point.
"Eh? A-aniya, aku hanya berteman dengannya. Tidak masalah kan jika hanya berteman? Lagipula yang dilarang kan jatuh cinta. Aku kan tidak jatuh cinta." Bela Hyukjae.
Tentu ia berdusta. Sejak ia bertemu dengan Donghae yang menyusup ke istana, ia sudah bisa merasakan kalau namja itu berbeda. Ia sungguh menyukai Donghae. Jika ia tidak menyukai Donghae, Hyukjae tidak akan mau datang kesini untuk menemuinya.
"Awal jatuh cinta itu pasti dengan cara berteman lebih dulu, Lee Hyukjae! Jangan sampai kau terjebak dan akhirnya kau dihukum. Bicara dengan penduduk Artemis saja tidak boleh!"
"Peraturan dibuat untuk dilanggar, Kim Kibum. Terserahlah! Jika kau ingin pulang ke istana, sana pulang. Aku masih ingin disini," Hyukjae meninggalkannya dan kembali menghampiri Donghae. "Katakan pada Taemin kalau aku masih ada urusan."
"Urusan? Di Lunar? Ditempat yang kau tidak ketahui sama sekali, kau memiliki urusan?" Cibir Kibum, hanya agar Hyukjae mau kembali ke istana bersamanya. Bukan ingin mengajak Hyukjae berkelahi.
"Aku membencimu."
Bisikan sangat pelan dari Hyukjae seketika membuat Kibum membeku. Bukan, bukan karena kekuatannya yang mengubah titik beku suatu benda. Namun karena kata-kata tajam yang menusuk seketika. Hyukjae sudah ia anggap sebagai sahabat terbaiknya selain Ryeowook.
Tadi Ryeowook yang marah karenanya, sekarang Hyukjae yang membencinya. Kibum hanya bisa tersenyum pahit lalu meninggalkan tempat itu dengan kuda berwarna cokelat yang ia tunggangi tadi. Membuat Siwon dan Donghae yang melihat jadi ikutan bingung.
"Kenapa Kibum pergi?" Tanya Siwon mendekati Hyukjae, namun matanya tidak henti-hentinya menatap Kibum yang sudah hampir tak terlihat.
Hyukjae tidak menjawab. Yeojya manis ini tahu kalau Kibum mendengar bisikannya. Dan Hyukjae tidak peduli. Meskipun otaknya senang karena Kibum tidak lagi mengguruinya, tapi hatinya berkata kalau ia sudah mengecewakan sahabatnya sendiri.
xxXxx
"Bangun!"
Badai salju diluar istana Artemis itu makin lebat. Tak banyak berani keluar karena badai salju yang sering terjadi setelah Raja dan Ratu Artemis mati dibunuh beberapa waktu lalu. Nasibnya sama dengan Raja dan Ratu Lunar, mati ditangan orang yang sama.
Lihatlah sekarang Pangeran Max atau Pangeran Changmin yang babak belur. Ia sudah dihajar habis-habisan dari kemarin, dan sekarang ia dihajar lagi oleh sang pembunuh itu. Dengan patuh ia berdiri dan bersiap melayangkan bogemnya pada orang yang sudah membuatnya babak belur, namun sekejap mata ia sudah tersungkur lagi karena pukulan keras diperut ratanya.
"Lemah! Kau tidak cukup kuat untuk mendampingi Puteri Lunar! Pangeran macam apa kau, hah?!" Teriak sang pembunuh itu geram.
Pangeran Changmin mendongak, menatap mata dengan iris merah sang pembunuh yang begitu menghanyutkan. Indah, namun penuh kebencian dan amarah. Mata sayunya yang lebam benar-benar tak sanggup lagi menatap namja bengis itu.
"Bangun, Jung Changmin!" Perintah namja itu lagi.
"Bunuh aku! BUNUH AKU, KIM YESUNG!"
Ruangan itu menggema bukan main dengan teriakan dari Pangeran Max. Ruangan besar itu hanya ada Pangeran Max yang tersungkur, si pembunuh yang tak henti menghajar Pangeran Max, dan dua orang namja yang memakai jubah seperti sang pembunuh.
Kim Yesung, sang pembunuh tadi menatap Pangeran Changmin lekat-lekat. Bibir pucat itu dijilatnya, sehingga basah kembali. Salah satu ujung bibirnya terangkat, membentuk senyum licik yang membuat wajahnya terlihat sangat tampan.
"Pangeran macam apa kau, Changmin? Apa aku pernah mengajarimu untuk memohon disaat-saat terakhir kematianmu? Apa Ryeowook juga memohon padamu disaat-saat ia mati dulu?!" Jerit Yesung sambil menendang dada Changmin keras, sehingga punggung Changmin membentur dinding.
Entah, mungkin dengan kekuatan yang tersisa. Pangeran Changmin terkekeh, semakin lama tawanya semakin menggelegar. Membuat Yesung terdiam dan membiarkan namja itu tertawa sebelum ajalnya tiba. Toh nyawa Pangeran Changmin berada ditangannya.
"Aku mencintai Ryeowook, namun Ryeowook malah mencintaimu dan bersikukuh untuk menikah denganmu. Raja Yoochun dan Ratu Junsu tidak merestui kalian, mereka juga tidak mau jika aku menikah dengannya. Mereka tahu kalau kau itu iblis. Kau nekat membunuh keduanya–"
"Aku tidak membunuh mereka!" Potong Yesung.
Pangeran Changmin tersenyum walaupun sakit. "Kenyataannya kau membunuh mereka walaupun tak sengaja, Kim Yesung. Lalu kau dihukum dan dibuang ke Artemis lalu bertemu dengan kedua orangtuaku yang bersedia menarikmu ke istana karena kekuatan istimewamu. Lalu apa yang kau berikan pada keduanya? Kau malah membunuhnya?"
Yesung menatap singgasana Raja dan Ratu. "Aku butuh tahta."
"Butuh tahta untuk menikah dengan Ryeowook, karena dengan itu kau mampu menjabat sebagai suami serta Raja Lunar. Bukankah itu licik?" Tanya Pangeran Changmin dengan senyum penuh kemenangan.
"Kau brengsek, Changmin! Karena kau, aku tak sengaja membunuh Raja dan Ratu Lunar!" Yesung menarik kerah baju Pangeran Changmin yang penuh darah. "Semuanya-karena-kau-brengsek!" Ujar Yesung dengan tonjokan disetiap spasi kalimatnya.
"Hyung.."
Suara Kangin menyadarkan Yesung, sehingga ia berhenti memukuli Changmin. Pangeran Changmin itu sudah terkulai lemas dihadapan Yesung, tak berdaya. Kepalan tangan Yesung juga ikut kena darah dari luka lebam Changmin.
"Dimana yang lain?" Tanya Yesung sembari membersihkan tangannya dengan handuk kecil berwarna putih yang mulai kotor akan darah segar.
"Donghae dan Siwon sedang menuju kesini, sedangkan Kyuhyun masih menyiapkan taktik untuk menyerang Lunar besok." Jawab Kangin.
Yesung melirik Changmin yang masih berada dilantai dingin ruangan Raja dan Ratu Artemis. Hangeng menyerahkan jubah milik Yesung pada sang pemilik, sedangkan Yesung langsung memakai jubah itu. Langkahnya terhenti ketika ia ingin keluar, Yesung menatap Hangeng.
"Berapa persen lagi ia akan mati?"
"Lima belas persen kemungkinan hidupnya. Jika kau menginjak dadanya dengan keras sekali lagi, kuyakin ia akan mati saat itu juga." Jawab Hangeng pelan.
"Kalau besok?" Tanya Yesung lagi.
"Sama, jika kau tidak mengobatinya." Jawab Hangeng.
"Kalau begitu aku akan membunuhnya besok."
xxXxx
Taemin berjalan mondar-mandir didepan para pengawal Puteri itu dengan wajah senang. Dengan kenyataan kalau kelima yeojya itu sudah menunjukan peningkatan kekuatan mereka, sudah cukup mampu untuk melindungi Puteri.
"Kerja bagus. Namun Kibum dan Hyukjae harus terus bekerja sama, karena kekuatan Kibum bukan apa-apa jika tak ada air. Kecuali membekukan lawan." Jelas Taemin.
Kibum dan Hyukjae mengangguk serempak. Insiden kemarin masih membuat kedua yeojya itu tidak berbicara satu sama lain sampai sekarang. Membuat Sungmin, yang tidur satu kamar dengan mereka merasa jengah karena canggung.
Ryeowook berjalan mendekati barisan berjajar pengawalnya itu dan berdiri disamping Taemin. Kelima pengawal itu membungkuk hormat pada Ryeowook, sedangkan Ryeowook merunduk kecil. Kucing lainnya berjalan menuju kearah sini. Kucing abu-abu dengan warna mata kelabu pula.
"Itu siapa?" Tanya Heechul penasaran.
Taemin menoleh dan melotot. Taemin menatap Heechul dan tersenyum kecil. "Jangan dihiraukan. I-itu kucing istana juga, namun ia lebih sering–"
"Lebih sering apa?" Tanya kucing yang baru datang itu pada Taemin. Kucing dengan suara namja itu merunduk pada Ryeowook dan kelima pengawal lainnya. "Annyeonghashimnikka, Choi Minho imnida. Aku pengajar Puteri Lunar atau Puteri Ryeowook."
Ryeowook tersenyum. "Dia itu tutorku, aku memanggilnya Minho. Oh ya, asal tahu saja kalau Minho ini jodohnya Taemin loh."
Yang lain hanya bisa terkekeh, namun Taemin membuang wajahnya karena malu. "Aku juga bingung kenapa harus punya calon suami semesum Minho."
Minho melotot pada Taemin. "Jangan buka aibku, kucing manja!"
Taemin ikut melotot pada Minho. "Siapa yang manja, dasar mesum!"
BLARRR DUARRR
Suara bising benda hancur itu membuat semuanya menoleh kearah pintu masuk Lunar. Dengan jelas terlihat puluhan prajurit Artemis mendatangi Lunar dan menghancurkan beberapa rumah warga. Membuat para penduduk ketakutan dan berlari menjauh, beberapa ada yang bersembunyi.
"Aish, buat apalagi sih mereka datang?" Keluh Minho.
Ryeowook menatap Taemin kalut. "Lalu apa yang harus kita lakukan?! Kemana Shins?!"
"Heechul, kau berdiri didepan bersama Hyukjae dan Sungmin. Sedangkan Kibum dan Leeteuk berdiri dibelakang mereka. Sedangkan Ryeowook akan berdiri paling belakang," Suruh Taemin cepat dan kucing itu berubah menjadi sosok manusia, begitu pula Minho. "Kau dan aku berdiri paling depan."
"Aku mengerti, Taeminnie.." Ujar Minho.
"Lalu.. kita akan bertempur?" Tanya Leeteuk gugup.
"Jika mereka ingin bertempur, sebisa mungkin kita akan membujuknya agar tidak bertempur. Namun jika mereka melayangkan serangan pada Puteri Ryeowook, kita akan bertempur."
Ryeowook bergidik ngeri. Ia masih tidak mengerti dengan serangan yang dimaksud oleh Taemin. Bisa saja teman-temannya mati dipertempuran ini dan kembali lahir didunia. Dan seterusnya sampai siklus itu terus berlanjut. Namun Ryeowook memantapkan dirinya.
"Kita pasti bisa membawa Lunar menuju kejayaannya kembali, aku yakin itu."
xxXxx
Eye Kingdom
-To Be Continue-
Mian! Author telat update nih karena kemarin ide tiba-tiba menghilang lagi entah kemana. Dan chingu harus tau kalo author awal sudah bikin 8 halaman untuk chapter ketiga, namun kehapus secara sengaja karena ingin mengulang jalan ceritanya.
Jadilah lama kaya gini. Mianhaeyo chinguuu… dimaafin nggak nih? Maafin lah ya. ini udah dikasih chapter tiganya kok. Jangan timpuk author karena updatenya kelamaan ya hihi. Gimana? Puas nggak udah dikasih liat nih namja-namjanya. Puas lah apalagi Yesungnya keren abis wkwk.
Eh mian, karena author nggak bisa ngasih link baju buat yg mereka pake disini. Karena linknya error terus nggak bisa dibuka. Pokoknya bajunya kaya Sakura di Tsubasa Reservoir Chronicle. Kalo ada yang tau semoga gampang imaginenya hehe.
Lanjut! Balasan Review!
AngeLeteeuk: Hehe iya untuk Chap 2 emang cepet, tapi Chap 3 malah mampet hehe. Emang telat beberapa hari sih tapi gapapa kok hihi. Uwah, gomawo~ chingu juga keren udah mau review. Tadinya juga mau bikin series kaya sapphire blue, Leeteuk yg jadi Puterinya. Eh ubah ide jadi gini deh. Kalo Hangeng itu Tan. Iyaaa ini featuring DBSK dan Boyband lainnya seiring berjalannya cerita. Hanya cameo sih. Gomawo udah read n review!
dwihae: Iya gapapa kok hehe. Iya yang jadi Puteri Lunar itu si unyu Ryeowook hehe. Ini sudah lanjut, chingu dan berusaha update kilat! Hehe semoga terus penasaran sampe end ceritanya hehe. Gomawo udah read n review!
Ryeong Cloudy: Kyaaa~ *ikutan* uwah makasih pujiannyaaa hehe. Hum.. menurut chingu jahat apa nggak nih? Hehe. Yep! Yewook pasti bersatu hehe. Ini sudah lanjut chingu. Gomawo udah read n review!
SSungMine: Uwah selamat deh dapet seratus poin kalo bener tebakannya hehe. Hum sepertinya tidak jadi pake imagine bajunya mereka, karena error terus nih chingu. Mianhae. Sayangnya idenya kabur-kaburan terus nih chingu. Iya jarang banget! Jadi pengen nulis ginian deh hehe. Moment tiap couplenya mungkin di chap depan ditambahin dichap depan. Melting karena dikasih puppy eyes nih hehe. Gomawo udah read n review!
AnggiHaeHyukELF: Kyaa jadi seneng dipuji sama Haehyuk Shipper hehe. Semoga masih mau nungguin kelanjutannya deh. Iya kok official pair, tenang aja. Aku nggak suka crack kok hehe. Iya! Aku sampe tekor nih karena 5000 words haduh. Gomawo pujiannya chingu. Gomawo udah read n review!
: Iyaaa karena SailorMoon kan kartun sepanjang masa haha. Haduh jadi kurang kejutan ya kalo Ryeowook yang jadi Puteri Lunarnya? Hehe makasih pujiannya. Gomawo udah read n review!
zakurafrezee: Nulis nama chingu jadi pengen minum Oreo Frezee dari JCo deh haha *random* Iyaaa! Puterinya itu Wookie hehe. Loh? Emangnya Siwon kenapa chingu? Dia baik-baik saja kok.
Rochan: Hihi makasih pujiannya. Iya para ukenya itu pengawalnya si Ryeowook. Kekuatan Wookie itu Cahaya, chingu. Namja murid baru itu si Siwon. Ini sudah update! Gomawo udah read n review!
kinan lee: Uwah makasih pujiannya. Haha yaudah ngga apa-apa kalo ga sempet review yang penting di ff yang ini direview hehe. Campur? Masa sih? Padahal author ngga bikin gado-gado kok. Uwahhh pujiannya bikin senyum-senyum sendiri nih hehe. Ini sudah lanjut. Gomawo udah read n review!
Let's KT: Hai juga chingu yang sering review di ff abal punya author, lama tidak jumpa hehe. Puteri Lunarnya tadinya mau Teukie, eh jadinya Wookie hehe. Maklum pengen Yewook jadi main cast disini. Yang ngebunuh Raja dan Ratu Lunar itu Yesungie hehe. Okedeh gomawo udah read n review!
LeeVara: Uwah makasih pujiannya! Gomawo udah read n review!
Devi AF: Aduh jangan tiba-tiba bisu gitudong haha. Tanda tanyanya banyak? Coba dijawab sendiri hayo hehehe. Iya! Maincastnya Yewook hehe. Ini sudah update! Gomawo udah read n review!
Brigitta Bukan Brigittiw: Bunny Ming pengawal ketiga hehe dari urutan umur kok. Anak pindahannya Siwon oppa. Hehe makasih pujiannya nih jadi malu. Iyaaa Wookie jadi Puterinya. Iya SailorMoon banget kan? Cuma beda kok tenang aja. Oh, bukan planet artemis kok. Tapi wilayah Artemis yang ada di Eye Kingdom. Kalo Siwon itu sebenarnya ngeliatin Kibum, tapi yg sadar Wookie. Kalo Kyuhyun mah Cuma ngegodain doang kok, Kyuwook mah nggak bakal wkwk takut dia sama Ming nanti dikubur pake kekuatannya Ming. Ini sudah update! Gomawo udah read n review!
ryeofha2125: Uwah makasih pujiannya. Gomawo udah read n review!
Choi Haemin: Horeee sudah ditemukan! *ikut lirik Ryeowook yg lagi beraegyo bareng Ming* Ini sudah update, maaf lama yaaa. Gomawo udah read n review!
selvi yaswan: Ini sudah lanjut chingu. Hehe iyadong Yewook kan official hehe. Hoalah, Kyuwook hanya selingan kok hehe. Gomawo udah read n review!
Gureum gwa haneul: Aaa ini sudah update chap 3~ *kecup balik chingu* Iya haha tadinya diakan galau karena bukan pengawal eh taunya malah si Puteri. Iya emang mirip sengaja namanya dari situ hihi. Yap! Chingu bacanya penuh penghayatan ya? Sampe tau gitu. Kalau Artemis masih inget, kalau Lunar nggak. Iya tapi udah pada balik ke alam masing-masing hehe. Wookie itu emang udah mau pingsan pas didatengin lima pengawalnya, karena energinya terlalu menyerap jadi dia juga sadar kalau dia itu putrinya. Kebetulan dia ketemu Siwon, jadi gitu. Haha sedikit sudah diberitahu di Chap ini kenapa Yeye ngebunuh Raja dan Ratu Lunar. Ini sudah paling kilat! Mana Yesungienyaaa~ hehe Gomawo udah read n review!
jongwookie: Uweee kenapa chingu *kecup chingu* hehe. Uwah semoga penasarannya sampe ff ini abis deh hehe. Amin~ Gomawo udah read n review!
wonnie: Ini sudah lanjut chingu. Gomawo udah read n review!
Meymelli: Yeay Yewook is Real! Hehehe. Gomawo udah read n review!
dindaR: Jangan martabak dong. Kimbap deh kimbap hehehe. Nggak bisa, error terus ini. Siwon sama para seme tinggal di Artemis. Menurut kamu jahat nggak? Hehe. Gomawo udah read n review!
gengpetals: Haha ketahuan ya? Ah.. jadi ga seru ya ffnya? Ah cedih ah #plak Hayo! Jahat apa nggak nih mereka? Semoga penasarannya sampe ffnya end hehe. Ini sudah yang terkilat kok hehe. Gomawo udah read n review!
eternalclouds2421: Hehe kisah Yewook masih lama kok endnya, semangat ya nungguinnya. Hehe, Iya Yesungie agak jahat disini tapi itu semua karena Wookie juga sih. Silahkan! Haduh aku malah suka kalo di fave. Tapi kok kamu nggak pake akun? Gomawo udah read n review!
choi Ryeosomnia: Oalah iya gapapa kok tenang aja. Oalah hehehe emang agak mirip sih sama SailorMoon tapi nggak sama kok ceritanya. Ini udah lanjut chinguuu~ makasih udah read n review~
Balasannya selesai! Kayanya kalo dibalesin satu-satu agak kebanyakan nggak ya? Tapi author pengen kok balesin satu-satu, tapi apa kebanyakan ya? Haduh galau banget sih haha *jejelin kepala ke ketek yesungie biar dapet ide*
Oh ya, kalau masih banyak pertanyaan coba ngereview aja para silent reader. Sesekali sumbang review kan nggak dosa malah amal loh hehe. Oh juga author nerima kritik kok. Gapapa kalo mau kritik ke ff abal ini sumpah ngga marah kok. Paling ngapus ff ini hahaha *ketawa setan* *reader masukin gabus ke mulut author yang kebuka lebar* #keselek
Oh iya, author bentar lagi mau ke bandara soetta nih. Mau otw Bali buat liburan tahun baru. Sempet-sempetin update hehe. Kalau nanti author lama updatenya, maafin aja ya namanya juga sibuk hehehe. Udah deh itu aja daripada dipukulin karena banyak omong. Terus pantengin ff ini ya chingu. Semoga nggak ngecewain Chap yang ini. Gomawo udah read n review! *sebar tiket pesawat ke Seoul* \(^0^)/
