"Jeremy, aku ingin bicara berdua denganmu."Ucap Aelita
"Baiklah."Ucap Jeremy
Aelita dan Jeremy bicara berdua
"Jeremy, aku ingin bicara tentangmu dan Rio."Ucap Aelita
"Silahkan bicara."Ucap Jeremy
"Baik. Kau dan Rio dulu berteman."Ucap Aelita
"Benarkah? Kenapa aku tidak tahu?"Tanya Jeremy
"Benar. Tadi Rio menceritan semuanya padaku dan teman2 yang lain. Kau tidak tahu karena kau hilang ingatan."Jawab Aelita
"Aku... Juga lupa dengan itu? Ternyata... Memori masa laluku sangat sedikit."Ucap Jeremy di dalam hati
"Aelita, tolong ceritakan sedikit tentang pertemanan kami."Ucap Jeremy
"Ok. Dulu, saat kau berumur 9 tahun, kau tersesat di Pulau ini. Kau sedang duduk di hutan. Rio menemukanmu dan kalian berkenalan dan akhirnya berteman. Kalian saling menolong dan melindungi dari serangan Xana. Tapi suatu hari, Xana datang dan ingin menyerang Rio. Kau datang melindungi Rio dari serangan Xana. Kau terkena serangan itu. Kau pingsan dan kata Rio, kau hampir mati."Cerita Aelita
"Teman2, hari sudah gelap. Kita tidur di mana?"Tanya Odd sambil melihat jendela di lantai atas
"Hmm... Mungkin di sini ada kasur."Jawab Jeremy
"Ok. Ayo kita cari!"Ucap Yumi
Lyoko Warrior mencari kasur di gudang itu
Skip time jam 22:49 PM di ruangan kecil
Di sana ada sebuah kasur. Dan Lyoko Warrior tidur di sana. Tapi Jeremy tidak ada di ruangan itu. Dia sedang ada di ruangan lain.
"Selamat malam!"Ucap Odd dan Ulrich
"Selamat malam! Mimpi indah!"Ucap Yumi dan Aelita
Jeremy masuk ke ruangan itu
"Eh, Jeremy datang!"Ucap Odd yang ingin berbaring di kasur
"Selamat malam, Jeremy!"Ucap Ulrich, Odd, Aelita, dan Yumi
"Selamat malam! Mimpi indah semuanya!"Ucap Jeremy
"Mimpi indah juga untukmu!"Ucap Aelita
Teman2nya pun mulai tidur.
Jeremy tersenyum dan segera berbaring di tempat tidur. Ia langsung tertidur karena sudah terlalu lelah.
In Jeremy's Dream
Di sebuah hutan
(Jeremy P.O.V)
Aku tersesat di hutan. Aku lelah dan duduk di bawah pohon.
Bagaimana aku keluar dari sini?
"Hai!"
Ada yang menyapaku. Aku menengok ke asal suara. Dan aku melihat seorang lelaki yang seumuran senganku, 9 tahun. Dia sedang menghampiriku
"Hai juga! Siapa kau?"
"Aku Rio David. Kau?"Tanya Rio
"Aku... Jeremy Belpois."
"Kenapa kau ada di sini?"Tanya Rio
"Aku tersesat."
"Oh... Ayo ikut aku!"Ucap Rio
Aku dan Rio pergi keluar hutan
Tiba2 bayangan hitam datang kehadapan mereka
"Kalian tidak boleh keluar!"
"Kau jahat sekali! Kami ingin pulang!"Ucap Rio
"Memangnya kau siapa?"Tanyaku
"Aku X."Jawab X
"X? Nama yang aneh."Ucapku
X menyerangku dan Rio dan kami melawannya dan terus melindungi satu sama lain. Hingga beberapa bulan kemudian...
Aku sedang berjalan2 sendiri. Aku melihat Rio yang ingin di serang X.
"Rio!"
Aku berlari ke arah Rio untuk melindunginya. Dan serangan sudah di keluarkan oleh X dan mengenai Rio.
Di ruangan kecil di gudang jam 01:21 PM
(Normal P.O.V)
Jeremy terbangun dari tidurnya
"Rio!"
Jeremy terlihat panik
Aelita terbangun dari tidurnya karena mendengar suara Jeremy. Dia memegang bahu Jeremy
"Jeremy, kenapa kau terbangun?"Tanya Aelita
"Aku bermimpi buruk. Rio... Di serang Xana!"Jawab Jeremy
"Sudahlah. Lebih baik kau tidur lagi. Ini masih malam."Ucap Aelita
Jeremy mengangguk
Aelita kembali tidur
"Rio, sekarang aku ingat padamu."Ucap Jeremy di dalam hati
Keesokan harinya di laut jam 09:10 AM
Jeremy berenang menelusuri laut yang luas untuk mencari Rio. Dia ingin meminta maaf padanya atas ketidak ingatanya padanya.
"Rio, di mana kau?"Ucap Jeremy di dalam hati
Tiba2 tangan Jeremy di tarik seseorang
Di gudang
Ulrich masuk ke gudang setelah pergi jalan2. Aelita menghampiri Ulrich
"Ulrich, kau melihat Jeremy?"Tanya Aelita
"Tidak."Jawab Ulrich
Odd datang menghampiri Aelita dan Ulrich membawa kertas
"Ulrich, Aelita, aku menemukan ini!"Ucap Odd sambil memberikan kertas yang di bawanya
Aelita mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada di kertas itu
"Teman2, aku pergi untuk bertemu dengan Rio. Kalau aku tidak kembali setelah jam 8 kalian tidak perlu mencariku. Karena aku pasti sedang berjalan2 dengan Rio.
Jeremy"
"Untuk apa dia bertemu dengan Rio?"Tanya Odd
"Mungkin dia ingin bicara dengannya."Jawab Aelita
Di Pulau terdingin yaitu Pulau Frosty
Di sebuah gua es
Jeremy memeluk dirinya karena kedinginan. Dan Xana sedang bicara dengannya
"Jeremy, setelah aku mengambil semua kekuatanmu, aku baru tahu. Kau memiliki salah satu kekuatan dari 5 Prajurit Kuno."Ucap Xana
"Apa?! Tidak mungkin!"Ucap Jeremy tidak percaya
"Ini benar, Jeremy. 5 Prajurit Kuno itu pernah mengalahkanku. Dan aku ingin balas dendam pada mereka. Tapi mereka telah tiada. Berarti... Selama ini aku mengincar orang yang benar."Ucap Xana
"Yaitu, kau!"Ucap Xana lagi
Jeremy terkejut mendengar ucapan Xana
"Kekuatanmu di wariskan dari salah satu dari Parajurit Kuno bernama Denny. Dia yang memimpin kelompok 5 Prajurit Kuno. Dia bertarung denganku bersama teman2nya, yaitu Shella memiliki medan energi, Cindy mamakai kipas sebagai senjatanya, Raihan memiliki panah, dan Kay memiliki katana yang tajam."Ucap Xana
"Jadi... Aku mendapatkan kekuatan itu bukan dari cermin di Istana aneh itu?"Tanya Jeremy di dalam hati
"Xana, aku ingin menghancurkanmu untuk selamanya. Tapi aku telah berjanji padamu. Lebih baik, kau lakukan sekarang!"Ucap Jeremy
"Ok. Jika itu maumu."Ucap Xana
Di gudang
Ulrich dan Odd sedang mengobrol
"Apa kita harus mencari Jeremy? Dia sudah terlalu lama di luar sana."Ucap Odd yang sedang duduk di kursi
"Ya. Kita harus. Ayo kita pergi!"Ucap Ulrich
Odd mengangguk
Di gua es di Pulau Frosty
"Apa ada kata terakhir?"Tanya Xana
"Pertama, jangan beritahu ini pada teman2ku. Kedua, aku pasti akan menghancurkanmu. Ketiga, aku ingin menyampaikan selamat tinggal untukmu, Xana! Kau telah bertarung denganku selama bertahun2. Dan aku akan mundur dari pertarungan ini."Ucap Jeremy
"Sudah?"Tanya Xana
"Sudah. Sekarang serang aku bagaimana pun caranya."Ucap Jeremy
Xana mempersiapkan diri untuk menyerang Jeremy
"Teman2, jika kalian menemukanku, jangan sedih."Ucap Jeremy di dalam hati
"Hentikan!"
Seekor burung biru kecil datang dan masuk ke gua es
Jeremy melihat ke asal suara itu.
"Li... Little Bird, apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Jeremy
Little Bird terbang dan hingga di bahu Jeremy
"Aku datang untuk membantumu! Kenapa kau tidak menghindar dari Xana? Kau ingin mati?"Tanya Little Bird "Aku memang ingin. Tapi, aku juga ingin menghancurkannya! Sebenarnya aku sudah mati beberapa tahun yang lalu! Dan seharusnya aku tidak hidup kembali! Temanku Rio telah menyelamatkan hidupku dengan mempertaruhkan kakinya untuk kehidupanku!"Ucap Jeremy
"Kau tidak boleh mati! Kau orang yang penting di antara teman2mu!"Ucap Little Bird
Xana kesal dan pergi dari gua es
"Apa pentingnya diriku? Diriku hanya menyusahkan mereka!"Ucap Jeremy sambil mengarahkan tangannya ke bahunya agar Little Bird hinggap di tangannya dan ia bisa melihat Little Bird. Little Bird terbang dan hinggap di tangan Jeremy. Dan Jeremy mengarahkan tangannya ke depan wajahnya
"Biar ku tunjukkan betapa pentingnya dirimu."Ucap Little Bird
Little bird mengusap wajah Jeremy dengan sayapnya
"Kau menyelamatkan teman2mu saat mereka di penjara oleh Xana. Tadinya kau jahat pada teman2mu. Tapi kau memperbaiki kejahatanmu sendiri dengan meminta maaf dan mengeluarkan kekuatanmu untuk mereka."Ucap Little Bird
"Jika kau tidak menjadi baik lagi, bagaimana mereka bisa bebas? Mereka akan mati karena letusan gunung api waktu itu!"Ucap Little Bird
"Dan masih banyak lagi kejadian lainnya. Itu salah satu kejadian yang membuktikan, kau yang terpenting di antara teman2mu dan diriku juga."Ucap Little Bird
"Sekarang, kau cari cara terbaik untuk mengembalikan kaki temanmu itu."Ucap Little Bird
"Aku sudah menemukan ide terbaik. Tapi aku tidak bisa melakukannya saat ini."Ucap Jeremy
"Apa idemu itu?"Tanya Little Bird
"Menggunakan kekuatan. Tapi sekarang aku punya sedikit kekuatan."Jawab Jeremy
"Bagaimana bisa kekuatanmu hanya sedikit?"Tanya Little Bird
"Xana telah mencuri semua kekuatanku. Dan teman2ku menggunakan senjata yang aku buat dengan kekuatanku untuk memberikan sedikit kekuatan."Jawab Jeremy
"Oh..."
"Little Bird,"
"Ya? Ada apa?"Tanya Little Bird
"Aku mohon maafkan aku. Aku tidak berpikir panjang tentang keinginanku untuk mati. Sekarang aku sudah sadar. Aku sudah tahu betapa pentingnya diriku."Ucap Jeremy
"Aku memaafkanmu, Jeremy."Ucap Little Bird
"Terima kasih!"Ucap Jeremy
"Sama2!"Ucap Little Bird
"Tolong jangan beritahu keinginanku mati pada yang lainnya."Ucap Jeremy
Little Bird mengangguk
"Sekarang, Xana masih ingin membunuhku. Dan dia tahu bahwa aku seorang Prajurit Kuno yang baru. Sekarang, yang ku butuhkan adalah kekuatan baru dan kekuatan lamaku. Dan teman2 ku membutuhkan Senjata Prajurit Kuno."Ucap Jeremy
"Di mana kita bisa menemukannya?"Tanya Little Bird
"Hmm..."Jeremy berpikir
"Aku tidak tahu di mana."Ucap Jeremy
"Mungkin kita bisa bertanya pada seseorang yang tahu tentang senjata itu."Ucap Little Bird
"Kelima Prajurit Kuno?"Tanya Jeremy
"Kau benar. Tapi itu tidak mungkin."Ucap Little Bird
"Ya. Lebih baik kita kembali."Ucap Jeremy
Little Bird menjadi besar
"Ayo, naik ke punggungku!"Ucap Little Bird
Jeremy naik ke punggung Little Bird. Mereka terbang keluar dari gua es dan kembali ke gudang
Di tepi pantai Pulau bersalju
Aelita dan Yumi menunggu Ulrich dan Odd yang menyelam di laut
"Apa mereka menemukannya?"Tanya Aelita
"Semoga saja mereka menemukannya."Ucap Yumi
Odd dan Ulrich keluar ke permukaan dan menghampiri Yumi dan Aelita
"Dia tidak ada."Ucap Odd
"Padahal kami sudah mencari kemana2 dan sudah bertanya pada Rio."Ucap Ulrich
"Teman2!"
Lyoko Warrior melihat sekitar pulau dan laut. Tapi tidak ada orang.
"Aku di atas!"
Lyoko Warrior melihat ke atas. Jeremy melambaikan tangannya di punggung Little Bird
"Jeremy!"
Little Bird mendarat di dekat Lyoko Warrior. Dan Jeremy turun dari pungung Little Bird.
"Terima kasih tumpangannya!"Ucap Jeremy
"Sama2, Jeremy!"Ucap Little Bird
Little Bird berubah menjadi kecil
"Dari mana saja kau?"Tanya Yumi
"Tadi, aku ke laut untuk bicara dengan Rio. Dan tanganku di tarik seseorang. Ternyata dia Xana. Dia membawaku ke sebuah Pulau yang dingin. Dan Xana menceritakan padaku tentang kelima Prajurit Kuno."Jawab Jeremy
"Bagaimana Xana tahu tentang kelima Prajurit Kuno?"Tanya Ulrich
"Karena Xana adalah musuh mereka di masa lalu!"Jawab Jeremy
"Apa?!"Lyoko Warrior terkejut mendengar kata2 Jeremy
"Aku tidak percaya! Tidak mungkin Xana adalah musuh mereka!"Ucap Odd
"Percayalah, Odd. Ini kenyataan."Ucap Jeremy
"Ok. Walaupun aku sedikit tidak percaya."Ucap Odd
"Sekarang, aku beri tahu nama2 anggota Prajurit Kuno. Ketua mereka, yaitu Denny adalah Prajurit yang hebat. Dia memiliki kekuatan yang sama denganku. Shella adalah gadis yang memiliki kekuatan yang sama dengan Aelita. Cindy adalah gadis yang memiliki senjata yang sama drngan Yumi. Raihan adalah lelaki yang mempunyai panah. Dan Kay, sama dengan Ulrich."Ucap Jeremy
"Wah, sekarang kita jadi tahu tentang semua Prajurit Kuno! Yang belum kita tahu hanya keberadaan senjatanya!"Ucap Odd
"Ya. Semoga saja kita mengetahui keberadaan senjata itu."Ucap Aelita
