Trapped Soul Ch.3

Ryuuta : "Yo, Minna! Chapter 3 is here! Muahahahaha!" *bergaya ala Don Kanonji*

All except Ryuuta : *sweatdrop*

TenZan : "Ryuuta! Bales tuh review!"

Ryuuta : "woh, okey, okey! Sapa yang mo bacain?"

Mugen : "gw aja! Nih dari tasya27 lagi!"

Ryuuta : "Huwe~! Tasya-san bener lagi! Omedetou~! Sbagei reward-nya, aku bakalan dengerin apapun request dari Tasya-san! Kecuali yang berbau 'love', ya! Muehehehe..."

All except Ryuuta : *jawdrop*

Hichi : "ah... Ryuuta, kudenger chapter 3 ini, sedikit misterius. Kenapa?"

Ryuuta : "yupz! Kau benar sekali, Hicchi! Di chap. 3 ini, akan mengungkap kenapa Ichigo pingsan setelah mendengar kata 'lawang sewu'!"

Mugen : "Terus? Alesan gw nyengir-nyengir gak jelas itu apaan?"

Ryuuta : "ya itu juga bakal dibahas, n mungkin ni fict bakalan panjang, ya?"

All except Ryuuta : *ber-sweatdrop ria*

TenZan : "ya udah deh, daripada kelamaan, langsung aja baca chapter 3-nya, ya!"

Trapped Soul

By: Tobiagare Ryuuta

Pairing : Priest Ichi X Vampire Hichi (as friend)

Rating : T for Supranatural and Action

Disclaimer : Tite Kubo-Senpai

Warning : gaje, garing, OOC yg sangat jenius, ada OC 1 nyusul, first fict, friendship, no yaoi, no flame, and don't like don't read!

Chapter 3

"Baiklah, sekedar pengumuman nih, Hari jum'at nanti khusus kelas ini akan diadakan tour, jadi persiapkan diri kalian karena tour ini juga penting untuk ujian sejarah nanti."

"Lalu..." Lanjutnya. "Siapkan mental kalian sekuat mungkin, ya?"

"Me-memang kita akan kemana, Mugetsu-sensei?" Tanya Zangetsu. Mugetsu-sensei pun diam sejenak dan menyeringai.

"Lawang Sewu, Semarang, Indonesia." Tegas Mugetsu-sensei. Seluruh murid pun penasaran dengan tempat bernama 'Lawang Sewu' itu, kecuali Ichigo dan Zangetsu

"LA-LAWANG SEWU?" Teriak mereka berdua. Namun anehnya, setelah mengucapkan kata 'lawang sewu', Ichigo malah pingsan!

GUBRAAAK!

"I-Ichigo! Lo kenapa? Ichigo! Ichigo!" Teriak Zangetsu.

"Hei, Kurosaki! Kau baik-baik saja? Kurosaki!" Teriak Ishida bersamaan dengan semua murid. Suasana menjadi panik. Sementara Mugetsu-sensei... Dia hanya menyeringai.

"Cih, Nih orang bego banget sih! Pingsan pas jam pelajaran terakhir! Coba kalo kayak Inoue tadi pas di tengah pelajaran! Udah mah beratnya kayak kudanil lagi!" Gerutu Zangetsu yang sebenarnya tau kenapa Ichigo pingsan. Ichigo hendak dibawa ke UKS, namun Mugetsu-sensei tak mengizinkannya.

"Jangan dibawa ke UKS, kasihan dia kalo sampe sendirian di sekolah. Lebih baik masukkan dia ke mobilku. Aku akan mengantarnya ke apartemennya." Ucap Mugetsu-sensei, tiba-tiba Zangetsu menatapnya dengan tatapan seperti saat Mugetsu-sensei memeriksa buku PR-nya.

"Aku ikut, karna aku tau dimana kamar Ichigo."

"Baiklah, Zangetsu. Cepat bawa dia ke mobil!" Perintahnya. Lalu Zangetsu, Ishida dan Mugetsu-sensei menggotong Ichigo masuk menuju mobil Mugetsu-sensei yang lebih mirip mobil pengantar jenazah(?) Daripada daripada mobil yang normal.

"Ergh... Mugetsu-sensei..." Panggil Ishida.

"Ya, kenapa Ishida-san?"

"A-apa bener ini mobil anda? Mobilnya, lebih mirip dengan..." Gugup Ishida karena dia mengangkut Ichigo menuju 'mobil pengangkut jenazah' milik Mugetsu-sensei.

"Mirip dengan apa, Ishida-san?"

"Ah, ti-tidak. Mungkin hanya perasaanku saja, Mugetsu-sensei." Lalu mereka bertiga pun memasukkan Ichigo yang pingsan ke jok belakang mobil Mugetsu-sensei. Lalu mugetsu-sensei masuk ke jok pengemudi dan Zangetsu ke jok penumpang di sebelah Mugetsu-sensei.

"Kau mau ikut, Ishida-san?" Tawar Mugetsu-sensei

"Ah, tidak usah Mugetsu-sensei. Soalnya aku piket hari ini. Ja nee, Mugetsu-sensei, Tensa-san!" Pamit Ishida sambil buru-buru kembali ke kelas. Dengan segera Mugetsu-sensei menancap gas dan mengendarai mobilnya menuju apartemen Ichigo.

Sepanjang jalan, Zangetsu terus menatap curiga kepada Mugetsu-sensei. Sementara yang ditatap hanya santai memperhatikan jalan sambil mengemudi

'Orang ini... Kenapa dia bisa ada disini? Padahal menurut ouji-sama harusnya...' Batinnya

"Kenapa?" Tanya Mugetsu-sensei. "Apa kau berfikir kalo harusnya aku udah mati karna perang 100 tahun lalu, Tensa Zangetsu? Atau, Cure Priest?"

"!" Zangetsu langsung terkejut mendengar kata-kata Mugetsu-sensei. Mata biru sapphire-nya terbelalak. Dan mulutnya sedikit terbuka. 'K-kenapa dia tau apa yang gw pikirin? Terus, kenapa dia tau kalo gw Cure Priest? Padahal 'kan gw Cure Priest generasi ke-15!' Batinnya sekali lagi.

"Kau... Jangan seenaknya ngebaca pikiran gue cuma karena lo adalah Mugen Priest, Mugetsu!" Teriak Zangetsu yang sudah kesal karena pikirannya terus menerus dibaca oleh Mugetsu-sensei. Mugetsu-sensei hanya tersenyum dan mengaktifkan Auto-Pilot.

"Baik, baik. Aku menyerah. Aku akan mengatakan kenapa aku disini. Karena itu jangan bunuh aku dengan senjata di kantong celanamu itu." Ucap Mugetsu-sensei sambil menunjuk ke kantong celana seragam Zangetsu. Pertama Zangetsu menatap curiga Mugetsu-sensei. Tapi lama-lama ia menghilangkan pandangannya kepada Mugetsu-sensei dan membuang mukanya.

"Katakan apapun yang kau tau!" Acuh Zangetsu.

"Baiklah, tapi aku hanya akan mengatakan inti misinya saja ya!"

"Inti misi? Maksudmu?"

"Ya, aku disini karena tiga misi, yaitu..." Jelasnya sambil menunjukkan 3 jarinya ke hadapan muka Zangetsu. "Memecahkan misteri Lawang Sewu, membebaskan pangeran yang terkurung di sel inti disana, dan..."

"Membangkitkan ingatan Imouto. Kau juga tau kan kalo ingatannya itu harus dibangkitkan?"

Zangetsu sedikit kaget. Memang, tugas dari ouji-sama-nya adalah menjaga Ichigo hingga ingatannya kembali pulih, tapi ia belum bisa menerimanya karna waktunya yang terlalu cepat.

"...kupikir masih 1-2 tahun lagi, ternyata..." Ucap Zangetsu lesu. Mugetsu-sensei hanya menghela nafas dan kembali mengendarai 'mobil pengangkut jenazah'-nya secara manual.

~T.B.C~

Identitas asli Mugetsu-sensei dan Zangetsu terkuak! Dan siapakah 'pangeran' yang disebut oleh Mugetsu? Akan dibahas di chapter berikutnya!

Ryuuta : "Hore! Chap.3 fini~sh! Walopun idenya agak mentok dikit gara-gara ide bikin fict Kureiji no Yujin. Tpi akhirnya beres juga chap.3! Tpi kayanya chapter ini agak pendek, ya?"

TenZan : "Cure Priest, bukannya itu artinya pastor penyembuh, ya? Jadi, gw pastor yang lemah dong!"

Ryuuta : "Hah? Kata siapa?"

Hichi : "kok gw belom muncul juga?"

Ryuuta : "lo udah muncul tao! Nee, ada question lgi niih... Questionnya ada di atas, ya... Siapa 'pangeran' yang dimaksud Mugetsu-sensei? Yo, monggo dijawab! Hehe..."

Ichi : "...sekarang gw ngerti kenapa nih fict dikasih judul 'Trapped Soul', tapi napa yang 'trapped'-nya 'soul' gw?!"

Hichi : "woy, lo darimana aja Chi? Pantesan setengah sesi penutup chap.2 ma pembuka chap. Ini sepi. Yah, walau ada yang ribut bentar..." *melirik ke arah TenZan n Mugen*

Ichi : "gw abis balik ke rumah gw gara-gara bapak gw yang blo'onnya kaya si Patrick itu nelponin gw mulu, tapi anehnya gw nemu hollow ungu aneh ini di kamar gw lagi nari-nari break dance gak jelas gituh..."

Ryuutaros : "udah gw bilang gw bukan hollow! Gw imajin! Lo mao gw tembak ya? Gw gak denger jawaban lo!"

Ryuuta : *berbalik badan* "Kyaa~! Ryuutaros Gun Form Den-O! Taose yo! Kotae wa kitte nai!" *Bergaya Ala Gun Form Den-O*

All except Ryuuta : *jawdrop*

Mugen : "kok, jadi muncul tokoh Kamen Rider Den-O sih? Ya udahlah daripada nih sesi makin kaco, silahkan RnR-nya buat fict ini ya! Onegai-shimasu!"