[PILIHLAH]

Nah, panjang umur ni suara. Baru diomongin udah nongol, sayangnya kali ini aku sudah siap dengan segala pilihan. Maju lu!

[1. Miru-tan jatuh dari langit dan menimpamu]

[2. Seorang gadis cantik jatuh dari langit dan menimpamu]

"{-_-'}"

WHAT THE...

Jika aku tidak tau siapa itu Miru-tan mungkin aku akan bingung memilih, tapi karena aku tau siapa sebenarnya Miru-tan, aku akan memilih yang kedua, tapi.. ada kemungkinan yang kedua lebih buruk dari Miru-tan. Maksudku ayolah, sebuah suara dikepalaku akan memberikan gadis cantik untukku? JANGAN BERCANDA.

Tapi jika aku memilih yang pertama... Hiiiii, itu sama saja dengan kematian.

Tolong yang pertama.

*SINGGGG*

Hah? Seorang gadis benar-benar jatuh dari langit dengan kecepatan tinggi! Kali ini benar-benar untung diriku karena gadis itu mengarah tepat ke...HAH?!

"WHAT THE FU-..

*DUUAARRR*

.

.

.

Naruto and Highschool DxD Xover

Title : The Man Who Can Choose

Directed By : Masashi Kishimoto dan Ichie Ishibumi

Rated : M

Pairing : Naruto x ...?

Warning : Mainstream, Typos, Stress!Naru, Bahasa tidak baku, banyak kesalahan, newbie.

Summary : Aku, hanyalah manusia biasa yang menjalani kehidupan dengan normal sampai aku tau kalau didalam diriku tersimpan kekuatan yang sanggup memusnahkan seluruh alam semesta hanya dengan kehendakku.

.


.

Story Start!

Keesokan harinya dirumah Naruto, terlihat Naruto yang baru saja bangun dari tidurnya dilantai dua sedangkan gadis yang ditemuinya kemarin dia baringkan dikamar khusus tamu yang berada dilantai bawah. Setelah Naruto melakukan ritual pagi (mandi) dan berpakaian seragam, Naruto langsung turun bersiap untuk memasak sarapannya dan gadis itu. Walaupun Naruto laki-laki dia juga cukup pandai memasak, salahkan ibunya yang sangat tegas dengannya sehingga Naruto diajari pelajaran rumah tangga mulai dari memasak, mencuci, dan bersih-bersih.

'Kuharap gadis itu sudah bangun' Batin Naruto sambil berjalan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk dia berikan kepada gadis itu.

*TOK TOK TOK*

"Permisi. Apa kau sudah bangun?" Tanya Naruto setelah mengetok pintunya.

Sebenarnya Naruto risih sendiri. Ini'kan rumahnya kenapa dia malah terlihat seperti pelayan yang ingin membangunkan majikannya. Tapi kalau dia langsung nyelonong masuk dia bisa dicap sebagai penjahat kelamin kelas kakap.

*CKLEK*

Pintu terbuka dan munculah gadis yang kemarin sempat 'beradu' dengan Naruto. Sesaat setelah gadis itu membuka pintu, dia langsung membungkuk dihadapan Naruto. Naruto tentu saja terkejut.

"Maafkan saya yang lancang sudah merepotkan anda, tuan..." Ucap gadis tadi menggantunng. Naruto yang mengerti maksud dari gadis itu langsung membalas,

"Uzumaki Naruto, dan jangan panggil aku tuan. Umurku baru 17 tahun. Juga berhentilah membungkuk, kau membuatku canggung nona"

Setelah Naruto memperkenalkan dirinya, Naruto langsung masuk kedalam kamar itu dan meletakkan nampan tadi di meja yang berada di sebelah kasur. Sementara gadis tadi masih berdiri didepan pintu.

"Jadi, boleh aku tau siapa dirimu?" Tanya Naruto sambil duduk ditepi kasur. Gadis tadi juga langsung duduk dilantai. Melihat gadis didepannya duduk dilantai, reflek Naruto juga turun dan duduk dilantai.

"Maafkan saya Naruto-san. Nama saya Kanarin, Amakusa Kanarin. Saya akan menjelaskan semuanya nanti setelah Naruto-san pulang sekolah" Ucap gadis bernama Kanarin tadi sambil melihat jam dinding dikamar itu. Naruto juga ikut melihat jam itu yang menunjukkan pukul 07.46.

"WAAHHH, KAU BENAR! AKU BERANGKAT SEKOLAH DULU" Teriak Naruto menghilangkan suasana tadi yang sempat serius dan berlari keluar, tapi Naruto berhenti didepan pintu kamar dan menengok kearah Kanarin.

"Oh ya. Anggap saja rumah sendiri. Ittekimasu" Ucap Naruto kemudian kembali berlari keluar kamar.

"Itterasai" Balas Kanarin walaupun Naruto sudah meninggalkan rumah.

.


.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya Naruto sampai didepan pintu kelasnya. Narutopun mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang ternyata adalah sarung tinju dan langsung memakainya. BAGAIMANA BISA TU SARUNG TINJU ADA DISITU COBA?!

Naruto memakai sarung tinju tadi dan membuka pintu,

*SREKKKK*

terlihat masih belum ada guru di dalam kelas. Naruto mulai mengedarkan pandangan keseluruh kelas.

"Yo, Issei. Ayo kita bicara diluar. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu" Ucap Naruto tersenyum dari pintu sambil menyatukan kedua tinjunya berkali-kali setelah melihat sosok Issei didalam kelas.

"Gluk" Issei berusaha meneguk ludahnya. Walaupun Naruto memanggilnya dengan senyum yang lebar tapi entah kenapa aura yang dikeluarkannya seperti berkata 'Kubunuh Kau! '.

"Ha-ha'i" Balas Issei sambil berjalan pasrah kearah Naruto.

TIME SKIP

(Setelah 'Pembicaraan' antara Naruto dan Issei).

Semua murid sudah kembali kedalam kelas dan kelaspun dimulai dengan datangnya guru laki-laki yang cukup tua dan mulai mengabsen murid-muridnya satu-perrsatu.

"...Hyoudou Issei-kun" Panggil guru.

"Hadir, sensei" Balas Issei.

Sang guru sweatdrop setelah melihat wajah Issei yang dipenuhi oleh bekas cakaran.

"Hahh.. Berikutnya, Uzumaki Naruto-kun" Panggil guru itu lagi.

"Hadir, sensei" Balas Naruto.

Kali ini guru itu kembali sweatdrop lantaran melihat wajah Naruto yang dibagian matanya terdapat memar ungu melintang. Sekilas terlihat seperti ROBOCOP hanya saja warnanya ungu.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua. Mari kita lihat peristiwa sebelumya.

Flashback On

Saat ini Naruto dan Issei berada di lapangan belakang sekolah yang dekat dengan dojo klub kendo. Naruto sedang membunyikan tulang jarinya sehingga berbunyi 'ketek' eh, maksudnya 'kretek'. Walaupun Naruto menggunakan sarung tinju, tapi entah kenapa suaranya begitu keras membuat Issei yang mendengarnya jadi merinding sendiri.

"Sa-sabar, Naruto" Ucap Issei berusaha untuk adanya pengampunan nyawa'nya pada Naruto.

"APANYA YANG SABAR! KUPIKIR KEMARIN AKU AKAN MATI BERADA SATU RUMAH DENGAN GEROMBOLAN BINARAGA BANCI! UNTUNG SAJA AKU TIDAK DIPERKOSA OLEH MEREKA!" Teriak Naruto bersiap berjalan mendekati Issei yang berjarak 6 meter dari tempatnya.

[PILIHLAH]

'APAAN LAGI NI SUARA? NGGAK LIAT ORANG LAGI KESEL APA?' Batin Naruto kesal.

[1. Berlari terus ke depan dan berhenti jika kau menabrak sesuatu]

[2. Dihajar oleh seluruh klub kendo]

'Kok rasanya pilihan kali ini agak aneh, ya!? Firasatku nggak enak, nih' Batin Naruto mulai berpikir sejenak.

"Issei" Panggil Naruto pelan.

"Ya?" Balas Issei penasaran dengan Naruto yang tiba-tiba berhenti.

"Jangan lari" Perintah Naruto. Sesaat setelah mengucapkan itu, Naruto langsung berlari dengan cepat kearah Issei yang terkejut.

"MANA MUNGKIN AKU MAU!" Teriak Issei yang juga berlari menjauhi Naruto.

Akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaran jalur lurus antara Issei dan Naruto. Naruto terus mengejar Issei walau sebenarnya Naruto ingin menabrakkan dirinya pada Issei agar pilihannya selesai, sedangkan Issei terus berlari sambil menengok kebelakang.

"KUBILANG JANGAN LARI!" Teriak Naruto mulai kesal dengan Issei (walaupun emang sudah kesal daritadi).

"TIDAK BISA, TIDAK MAU, DAN TIDAK AKAN TERJADI" Balas Issei sambil berteriak juga.

Mereka terus berlari sampai Issei menabrak jendela kaca yang ada didepannya lantaran tdak melihat arah, sementara Naruto juga ikut menabrakkan dirinya kearah Issei yang setengah badannya sudah masuk bangunan yang tadi dia tabrak.

*PRANGGG*

Setengah badan Naruto dan Issei akhirnya masuk kedalam bangunan itu, sementara setengah badan mereka yang lain masih menyangkut di jendela.

"Gluk"

"Gluk"

Naruto dan Issei meneguk ludah mereka secara bersamaan dengan susah payah. Di depan mereka saat ini terlihat banyak murid perempuan yang sedang melepas pakaian mereka untuk mengganti baju seragam mereka dengan baju khusus kendo. Ternyata bangunan yang mereka tabrak adalah ruang klub kendo, dan jendela yang tadi mereka tabrak adalah jendela ruang ganti.

"KYAAAAAAAAAAAAA"

*BUK DAK DUK*

*KLONTANG GEDEBUK*

*CRASSHHHH*

"MEONGGGG"

Flashback Off

'Kalau begitu, APA BEDANYA PILIHAN PERTAMA DENGAN YANG KEDUA?!' Batin Naruto kesal setengah mati. Kenapa setengah? Karena setengah hidupnya sudah diambil oleh klub kendo.

Selain wajah Issei dan Naruto, tidak ada perbedaaan mencolok selama jam pelajaran berlangsung sampai waktunya pulang sekolah.

.


.

Hari sudah terlihat cukup sore. Naruto pulang kerumah dengan lesu. Bukannya menghajar Issei, malah dia yang dihajar oleh sekitar 16 murid apalagi matanya sudah jadi korban KDRK (Kekerasan Dalam Ruang Kendo). Tapi Naruto lihat sisi positif saja, setidaknya Issei juga babak belur.

Naruto sempat bingung tentang Issei, saat Naruto dalam perjalanan keluar sekolah, dia melihat Issei beserta gadis berambut pirang yang merupakan teman sekelasnya yang baru, kalau tidak salah Naruto ingat namanya Asia Argento. Tapi bukan itu yang membuat Naruto bingung melainkan wajah Issei yang terlihat seperti sedia kala. Apa jangan-jangan dengan kecepatan kilat Issei pergi ke Korea dan langsung operasi plastik.

'Hah, biarlah. Yang lalu biarlah hanyut bersama sempak naga' Batin Naruto nggak masuk akal, dan kemudian berhenti di depan pintu rumahnya.

"Tadaima" Ucap Naruto begitu memasuki rumahnya.

"Okaeri" Balas Kanarin sambil keluar dari ruang dapur masih dengan menggunakan pakaian yang tadi ditambah celemek berwarna pink yang sangat cocok ditubuhya.

Naruto sempat tercekat begitu melihat penampilan Kanarin.

"Naruto-san, saya baru saja membuatkan makan malam. Apa Naruto-san ingin makan dulu atau mandi terlebih dahulu" Tambah Kanarin.

'Ah, calon istri masa depan' Batin Naruto berkhayal.

"Ah, ya. Aku mau makan saja dulu" Balas Naruto sedikit canggung sambil menggaruk tengkuknya.

Mereka berdua pergi keruang makan dan makan dengan khidmat. Setelah selesai makan, Naruto tidak langsung beranjak dari tempatnya. Naruto terus melihat Kanarin yang sedang mencuci piring kotor.

"Nona Kanarin" Panggil Naruto serius begitu melihat Kanarin sudah selesai mencuci. Walaupun Naruto berusaha untuk serius tapi Kanarin harus menahan tawanya begitu melihat wajah serius Naruto dilengkapi memar ungu melintang dimatanya.

"Naruto-san. Jika kau ingin aku mengambilkan obat memar, aku akan mengambilkannya untukmu" Balas Kanarin sambil mengambil obat memar dan duduk didekat Naruto.

"Hehehehe" Naruto hanya nyengir nggak jelas. Ayahnya memang pernah bilang, walaupun fisiknya mengikuti ayahnya tapi tidak dengan sifat wibawanya. Justru dia mewarisi sifat ibunya yang agak keras kepala dan humoris.

Selang beberapa menit acara obat-mengobat sudah selesai. Sekarang Naruto dan Kanarin duduk disofa yang berada diruang tengah dengan posisi saling berhadapan.

"Jadi..." Naruto memulai percakapan.

"Jadi?" Kanarin malah balik bertanya sambil memiringkan kepalanya sedikit yang membuatnya terlihat makin imut.

'BUSET, DAH! NGGAK KUAT WOY! KEIMUTANNYA SUDAH OVERDOSIS. KARUNG MANA, KARUNG?' Batin Naruto berteriak seraya melambaikan tangan kekamera.

Naruto menggeleng cepat. Dia tidak mau besok jadi berita utama 'SEORANG SISWA SMA DITANGKAP KARENA MEMASUKKAN GADIS IMUT KEDALAM KARUNG UNTUK DIRINYA SENDIRI'. Tidak! Dia masih ingin merasakan angin kebebasan, jadi terima kasih.

"Ehem. Bagaimana kau bisa jatuh dari langit seperti itu?" Tanya Naruto.

"Ohh. Karena kau memilihku" Jawab Kanarin ringan.

Naruto sempat bingung. Bagaimana gadis didepannya tau soal pilihan itu.

"Saya disini untuk membantu Naruto-san menguasai Sacred Gear spesial yang ada didalam tubuh Naruto-san" Sambung Kanarin cepat.

"Apa? Sisir bibir?"

"Hihihi. Bukan Naruto-san, tapi Sacred Gear. Sacred Gear adalah artefak suci yang diciptakan Tuhan dan diberikan kepada para manusia terpilih. Ada banyak bentuk dan kekuatan dari Sacred Gear itu sendiri. Ada juga 13 Sacred Gear yang katanya bisa membunuh Tuhan itu sendiri" Jelas Kanarin.

Naruto hanya mangut-mangut, padahal jika otak bisa dilihat mungkin diotak Naruto sedang ada peringatan,

'YOUR INVENTORY IS FULL, DO YOU WANT TO DELETE ALL DATA?'.

Maklum, otak naruto RAM'nya Cuma 2 GB.

"Intinya?" Hmmm, ternyata Naruto mencari jalan aman daripada merusak RAM diotaknya.

"Suara yang ada didalam kepala Naruto-san adalah Sacred Gear. Tapi Naruto-san belum bisa mencapai tahap akhir yaitu Balance Breaker, jadinya Sacred Gear Naruto-san yang mengendalikan Naruto-san dengan memunculkan pilihan-pilihan aneh" Jelas Kanarin lagi.

"OHHHHHH"

Kali ini Naruto bisa memahami topik kali ini. Tapi yang dia bingung adalah katanya Sacred memiliki bentuk tersendiri, tapi mana Sacred Gearnya.

"Tapi kenapa aku tidak melihat bentuk Sacred Gear'ku ini?" Tanya Naruto.

"Sebelum saya menjawab. Kenapa Naruto-san bisa langsung percaya dengan yang saya katakan?" Bukannya menjawab, Kanarin malah balik bertanya.

"Oh. Ya jelaslah aku percaya! Bisa mendengar suara aneh dari umur 12 tahun membuatku langsung percaya hal-hal aneh yang lain, apalagi kau yang jatuh dari ketinggian 700 meter" Jawab Naruto.

"Jadi begitu. Baiklah, Sacred Gear Naruto disebut spesial karena 3 hal" Jawab Kanarin.

"3 hal?"

"Yap. Yang pertama Sacred Gear Naruto-san itu tidak memiliki bentuk. Kedua, hukum apapun tidak akan berpengaruh pada Sacred Gear ini, jika disuruh memilih hujan turun di gurun, bagaimanapun panasnya cuaca saat itu pasti hujan akan tetap turun" Terang Kanarin. Sementara Naruto jadi merasa bangga punya Sacred Gear ini.

"Oh, lalu yang ketiga?" Tanya Naruto penasaran.

"Yang ketiga, hukum apapun tidak bekerja pada Sacred Gear ini karena Sacred Gear ini adalah perwujudan kehendak Tuhan" Jawab Kanarin dan kali ini jawaban Kanarin membuat Naruto lebih kaget daripada sebelumnya.

"..Wow" hanya itulah respon Naruto saat ini.

[PILIHLAH]

"Dan juga saya bisa mendengar suara Sacred Gear Naruto-san" Ucap Kanarin setelah Naruto mendapat pilihan.

"Tolong ya" Balas Naruto pada Kanarin.

[1. Mendapatkan telepon dari Dewa kutukan]

[2. Mendapatkan telepon dari pacar]

"Eh, tunggu dulu. AKU BAHKAN TIDAK PUNYA PACAR!" Teriak Naruto.

"Tenang Naruto-san. Kenapa anda tidak memilih yang pertama saja. Pilihan pertama adalah langkah awal Naruto-san untuk dapat menguasai Sacred Gear ini" Ucap Kanarin sambil menatap Naruto.

"Baiklah. Yang pertama" Balas Naruto

'MAYBE IT IS THE WAY SHE WALK, STRAIGHT INTO MY HEART AND STOLE IT'

Sesaat setelah Naruto memilih, tiba-tiba saja handphone Naruto berbunyi. Naruto'pun mengangkat teleponnya, tidak lupa dengan sedikit mengeraskan volumenya agar Kanarin dapat mendengarnya juga. Oh, ya! Headphone Naruto sudah rusak setelah kejadian dengan klub kendo tadi pagi

"Moshi-moshi?" Ucap salam Naruto.

"Oh, Hallo juga my 'BF'" Kata seseorang dari seberang telepon. Dari suaranya yang sedikit berat dapat diketahui kalau yang bicara adalah seorang laki-laki.

'Buset! Ni orang maho, ya?' Batin Naruto setelah mendengar orang itu menyebut-nyebut kata BF.

"Aku masih normal" Balas Naruto datar dengan wajah sweatdrop begitu mendengar Kanarin sedikit tertawa dengan kata yang disebutkan orang itu.

"Waduduh. BF itu maksudku Best Friend, my friend" Balas orang itu.

"Terserah. Jadi apa benar kau dewa kutukan?" Tanya Naruto masih belum percaya dengan orang yang ada di telepon.

"Yap. Aku adalah dewa kutukan dan bisa dibilang aku dan Sacred Gearmu bekerja sama"

"Bekerja sama?" Tanya Naruto bingung kemudian melihat Kanarin. Sementara Kanarin yang dilihat oleh Naruto hanya sedikit mengangguk membenarkan.

"Yo'i. Aku akan memberikan you beberapa misi untuk bisa menguasai Sacred Gear itu. Total misi yang harus kau penuhi ada 12 missions" Jelas dewa kutukan itu sedikit mencampurkan bahasa.

"Oh. Hanya 12? That is Eazy" Ucap Naruto mencoba membalas dewa itu menggunakan bahasa seadanya.

"Pfftttt"

"HAHAHAHA"

Kanarin mencoba menahan tawanya begitu mendengar kata-kata Naruto yang menyebut nama produk deterjen. Berbeda dengan Kanarin, dewa yang mendengar itu langsung tertawa dari telepon.

Naruto jadi bingung. Memang apa yang salah dengan kata-katanya tadi?

"Na-, pfft. Naruto-san, yang benar itu easy, bukan eazy" Jelas Kanarin.

"Oh. Ehehehe" Naruto hanya cengengesan nggak jelas.

"Haduh, perutku sakit. Pokok'e koe musti iso ngebar'no iku misi" Kali ini dewa bicara lagi menggunakan bahasa yang lain.

Naruto cukup senang. Kalau bahasa yang ini dia juga bisa. Narutopun membalas dengan bangga

"Oh, enggeh"

"Ya sudah, kututup.. Eh! Aku baru ingat, kalau ikam kada kawa menyelesaikan 1 misi haja, kena ikam dikuasai Sacred Gear ikam. Selawasnya ikam bakalan dikuasai lawan Sacred Gear ikam" Ucap dewa yang menggunakan bahasa lain lagi.

Kali ini Naruto benar-benar bingung. Ni orang sebenarnya dewa atau transleter.

'Tadi Inggris, setelah itu Jawa, sekarang Kalimantan, nanti apa? Papua' Batin Naruto kesal. Dia memang bisa sedikit bahasa Kalimantan, tapi jika salah lagi dia pasti ditertawakan lagi.

"Ano..dewa, kayaknya Naruto-san kada mengarti pian pandir apa. Kawa kada pian gantiakan jadi bahasa yang normal" Ucap Kanarin merasa kasihan dengan orang didepannya.

Naruto menganga. Jadi Kanarin juga bisa bahasa asing.

"Okey okey. Dengar, jika kamu tidak bisa menyelesaikan 1 misi saja, maka Sacred Gear itu akan menguasaimu dan selamanya akan memberimu pilihan sampai kau mati. Kau paham?" Jelas dewa yang kali ini menggunakan bahasa yang normal.

"Ha-ha'i. Wakatta" Jawab Naruto begitu sadar dari acara menganga'nya.

"Ya sudah, Assalamualaikum" Ucap dewa mengakhiri percakapan.

TUT..TUT

Setelah panggilan ditutup Naruto memandangi Handphonenya dengan Sweatdrop.

"Sebenarnya dia itu dewa kutukan, orang maho, transleter, atau ustadz sih?" Tanya Naruto bingung.

"Dia memang suka seperti itu Naruto-san" Jawab Kanarin canggung.

"Biarlah, Hari sudah larut. Sebaiknya kita tidur" Kata Naruto melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 10 pas.

"Aku juga akan bertanya lagi tentang mu besok, Kanarin" Sambung Naruto sambil melihat Kanarin.

"Ha'i, Naruto-san" Balas Kanarin sambil berjalan menuju kamarnya.

Melihat itu Naruto juga pergi kelantai atas bersiap untuk tidur. Mereka berduapun akhirnya terlelap dalam mimpi mereka masing-masing tanpa mengetahui apa yang terjadi besok.

.

.

.

TBC

Yah mungkin itu saja ceritanya hari ini. Yang bingung siapa itu Kanarin, anggap aja Amakusa Kanade (Noucome) dalam versi gadis tapi rambutnya ungu gelap. Saya juga minta maaf karena tidak bisa membalas review reader secara langsung.

Saya juga minta maaf, word'nya masih belum panjang.

Tambahan, bagi yang tidak mengerti bahasa Kalimantan maaf, ya. Hehehe

Ini arti yang dikatakan Kanarin,

"Ano..dewa, sepertinya Naruto-san tidak mengerti anda bicara apa. Bisakah anda ganti menjadi bahasa yang normal?"

Aquarys, Out