KUROKO NO BASKET milik FUJIMAKI TADATOSHI

STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis

SETTING: The Kitchen of Kuroko

MAIN CHARACTER:

AKASHI SEIJUURO

KUROKO TETSUYA

GENERATION OF MIRACLES

READ AND REVIEW

~Happy Reading~

Kue sudah masuk kedalam panggangan, Akashi merasa lega karena tak ada lagi yang perlu dikerjakan—

"Ini belum waktunya lega Akashi-kun, sekarang kita akan membuat kue nastar." Kuroko mengeluarkan bahan-bahan baru dari dalam kulkas.

"A-apa katamu? Apa kita tidak bisa membuat satu kue saja Tetsuya? Lagipula kita kan sedang dalam pertandingan." Jawab Akashi lelah, pekerjaan didapur membuatnya capek lahir batin. Maklum anak papa.

Kuroko mikir-mikir sesaat, sejujurnya ia sendiri sudah lelah dan ingin istirahat.

"Baiklah nanti saja kita buat itu Akashi-kun, sekarang ayo kita istirahat selagi menunggu kue nya matang."

Akashi setuju lalu pergi keruang tengah apartemen Kuroko, sayangnya niat ingin bersantai mereka harus terganggu sejenak oleh kelakuan si trio pengacau rumah.

CKRISS !

"Kau serius sekali membacanya Daiki? Apa kau tadi sempat pulang kerumah dan kembali lagi kemari untuk membawa majalah idamanmu?"

"A-a-a-a-a-a—"

Mulut Aomine mengangga tak bisa mengeluarkan kata-kata setelah gambar hot Horikata Mai nya sobek terbelah dua didepan matanya. Tentu saja pelakunya adalah peliharaan manis Akashi Seijuuro—Gunting.

'Mati lah kau Aominecchi' Umpat Kise dalam hati, ia memilih pura-pura tidak melihat Aomine dengan fokus menonton acara di TV.

"A-aku tidak—i-ini aku temukan dikamar Tetsu kok." Ujar Aomine membela diri.

'Ternyata Mine-chin memilih cepat keneraka secara konyol'

Kraus.. Kraus..

Murasakibara pun ikut tidak peduli apa yang terjadi pada Aomine.

Akashi menoleh ke Kuroko dan dibalas gelenggan oleh yang bersangkutan.

"Apa kau pikir aku bodoh Daiki? IQ ku itu 100% terbalik denganmu."

Ckris..Ckriss..

Aomine semakin ngumpet dibalik sofa yang ditidurinya, Akashi yang berdiri dihadapannya terlihat seperti shinigami yang siap menebaskan sabitnya untuk memisahkan jiwa dari raga Aomine.

"Semoga kau diterima disisi-nya Aomine nodayo/Aominecchi/Minechin."

Ampun deh kenapa anggota kisedai sungguh kejam pada sesamanya, ah kecuali pada Kuroko mereka semua baik kok, selain menyangkut nyawa itu juga menyangkut sebuah perasaan 'terpendam' para pria beraura seme ini.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

Jeritan pilu itu bagai angin lewat bagi Kuroko, Kise, Midorima dan Murasakibara, sementara bagi Akashi itu merupakan musik yang indah. Oke jiwa physico mu kambuh bang abang.

"Akashi-kun, kue kita sudah matang." Suara malaikat menyahut. Penyiksaan pada Aomine pun dihentikan.

'Terimakasih Tetsu.' Aomine puja syukur dalam hati.

Terpaksa Aomine mencocol baju kaos milik ayah Kuroko karena bajunya sudah disobek-sobek oleh Akashi hingga kedalam-dalam(?), karena kalau pakai baju Kuroko gak muat dong.

Bunyi oven sudah berdenting, kue dalam panganggan sudah berubah menjadi kecoklatan namun tak merubah warna pekatnya terutama kue milik Akashi.

"K-kalian sebenarnya membuat apa nanodayo?"

Dua loyang berisi adonan kue yang sudah jadi berbaris rapat dimeja makan yang dikelilingi pria-pria tampan. Tapi, penampilan kedua kue tersebut tidak seperti kue bolu biasanya.

Milik Kuroko, bolu berwarna hijau dan ditengahnya ada garis coklat. Dari penampilan terlihat normal saja, tapi yang jadi masalah adalah—Baunya.

"A-ano Kurokocchi—" Kise tak berani melanjutkan kata-katanya setelah dideathglare Akashi. Sementara Aomine masih melongo melihat kue pertama yang akan mereka cicipi.

"Sepertinya enak, aku ingin memakannya segera." Sahut Murasakibara,tangannya yang panjang terjulur dari balik pundak Kuroko dan mengambil sepotong kue tersebut.

"Itadakimasuu~"

Satu potongan kue itu langsung diteguk Murasakibara. Kenapa tak dikunyah? Karena kue buatan Kuroko terlalu lembut seperti hatinya. Cieeee...

'Murasakibara sepertinya menikmatinya nodayo, sepertinya ini aman.' Batin Midorima. Tangannya ikut terjulur dan mengambil satu potongan.

Hap!

Midorima mengunyah pelan-pelan,

Hap!

Satu gigitan lagi Midorima mulai merasa ada yang jangal.

Hap!

Gigitan ketiga Midorima mulai merasa ingin memuntahkan makanannya segera, namun melihat deathglare dari Akashi, Midorima terpaksa meneguk kue berasa permen nano-nano(dayo) tersebut.

"O-oi Midorima, kenapa wajahmu pucat begitu?"

"Wajahmu mulai memburu seperti rambut Aominecchi-ssu" Kise panik dan langsung mengucang-guncang tubuh Midorima.

"Aku baik-baik saja nanodayo, aku permisi ketoilet sebentar." Jawab Midorima dengan wajah horor, kemudian ia pergi ketoilet layaknya sadako yang baru saja dikacangin penontonnya.

Glek.

Aomine dan Kise meneguk ludah memandangi kue milik Kuroko tersebut.

"Kenapa Aomine-kun dan Kise-kun belum memakannya? Jika tidak dicicipi kalian tidak akan bisa menilai kami." Sahut Kuroko datar, Kise Cuma angguk-angguk datar sambil senyum gak ikhlas.

'Baiklah demi cinta ku pada Kurokocchi'

Kise menguatkan hatinya, kemudian ia mengambil juga sepotong kue tersebut lalu mengunyahnya pelan. Tak ada perubahan berarti diwajah Kise, Aomine pun ikutan makan kuenya.

"A-ano Kurokocchi, apa saja yang sudah kau masukan dalam bahanmu –ssu?" Kise buka suara, ucapannya sedikit bergetar seperti menahan sesuatu. Sementara Aomine sudah tepar ditempat.

"Bahan-bahan bolu biasa kok, seperti telur, mentega, tepung dan aku menambahkan bahan lain untuk membuatnya enak."

Kata-kata terakhir Kuroko membuat Kise penasaran,

"Apa bahan lain itu Kurokocchi?"

"Satu bungkus asam jawa dan terasi Kise-kun."

Tuiinngggg.

Kise pun menyusul Aomine .

SKIP!(Ini adalah tanda cerita dilanjutkan disesi berikutnya—Menurut author.)

Karena tak ingin memperpanjang kejadian miris authorpun meneruskan cerita ini dibagian para kisedai mencicipi kue milik Akashi. Tak lupa para cowok-cowok ikemen ini meneguk ludah dan berdoa lebih dulu meminta ampunan dosa pada tuhan agar mereka tak dikirim keneraka setelah memakan kue milik Akashi. Mencicipi kue milik Kuroko saja sudah hampir menjadi tiket mereka menuju alam sana, apalagi—

"Tunggu apalagi, cepat cicipi kue ku dan beri nilai." Tegas Akashi dengan nada memerintah seperti biasanya.

"I-iya baik-ssu" Kise langsung sigap mengambil kue dan menelannya bulat-bulat. Midorima ikut mengambil tanpa suara, sesaat ia memandangi kue merah pekat itu lalu memasukkannya dalam mulutnya.

"Akachin, warnanya pekat sekali. Apa segini cintanya kau sama warna merah?" Murasakibara bertanya dengan polosnya.

'Aho, bukan itu yang seharusnya kau tanyakan Murasakibara, Hm—'

Aomine memandangi kue Akashi ditangannya, ia merasa sedang makan darah beku dari korban-korban penyiksaan Akashi yang dibunuh secara brutal dan mayatnya dipotong-potong lalu—Cukup dengan pikiran negatifmu itu Aomine!

"Aku membuat kuenya dengan cinta Atsushi." Terdengar so sweet tapi tidak bagi ketiga pemuda yang telah meneguk kue itu dan merasakan nikmatnya. Beberapa saat kemudian ambulan datang dan membawa ketiga pemuda itu kerumah sakit. Hanya butuh beberapa menit ketiga pemuda itu kembali lagi keapartement Kuroko dengan keadaan ngos-ngosan. Mereka terpaksa berlari dari rumah sakit yang jauhnya 2KM dari apartement Kuroko. Kenapa ? karena disaat mereka sedang enak-enaknya dirumah sakit tiba-tiba hp mereka berdering untuk menyampaikan pesan dari malaikat maut-.

Sampai kapan kalian akan tidur, aku dan Tetsuya sedang menunggu hasilnya. Cepat umumkan kemenanganku

Bunyi SMS itu ditambah dengan emot seringai dibawahnya.

Siapakah yang akan keluar jadi pemenangnya?

Silakan menunggu lanjutan dichap selanjunya.

TBC

Ah gomene minna-san, authorcchi tidak bisa menyelesaikan tepat waktu karena kesibukan di hari raya. Nee~ authorcchi balas review kalian nih..

Siucchi: Nee~ thks review nya siucchi, authorcchi punya banyak nama –ssu jadi suka binggungin. Hehe

Zhichaloveanime: Maklum semua anak GOM pada kelepek-kelepek ama aura ke-ukean Kuroko, tapi siapa sangka kalau Kuroko pengen jadi semenya padahal tenaganya mungkin gk cukup buat puasin Akashi—ups.

Nakako Anko : Wadduhh para juri terancam dua malaikat maut nih Xd

Maiyaa Shiori: Thks –ssu, ah biasa Akashi suka nganeh-nganeh –ssu *author digunting*.

AulChan12 : Thanks reviewnya, aku senang ceritaku banyak yg notice. Hehe

Nee~ dichapter tiga ini apa anda ingin REVIEW?