Title : Want To Be With You

Cast : Oh Se Hun, Kim Jong In, Park Chan Yeol,

Byun Baek Hyun, D.O Kyungsoo.

Genre : Romance, Hurts

Length : Chaptered

Rate : T

Disclaimer : The original of my thinking

warning : yaoi, typo(s), sometimes crackpair,

AU,OOC.

Don't like don't read, no bashing no copas

.Enjoy this fic.


Pagi yang dingin, terlihat jongin dan mobilnya yang sudah berada dihalaman rumah sehun. Jongin menjemput sehun karna ajakan sehun yang ingin pergi ke kedai bubble tea untuk meminum bubble tea bersama.

Tinnn tinnn

Jongin membunyikan suara klakson mobilnya agar sehun tahu bahwa dirinya sudah datang.

Sehun yang mendengar suara klakson mobil langsung melihat keluar melalui jendela kamarnya, sehun tersenyum melihat jongin yang rela dipagi dingin seperti ini mau diajak untuk meminum bubble tea bersamanya.

Segera sehun beranjak keluar dari kamarnya, dan pamitan kepada sang eomma. Eomma sehun sangat senang, karna senyum sehun telah kembali seperti dulu. Eomma sehun belum tahu siapa orang yang telah membuat sehun kembali seperti dulu lagi.

Setelah pamitan dengan sang eomma, sehun pun langsung beranjak keluar. Sehun menghampiri jongin dengan sedikit berlari karna sudah tidak sabar ingin segera meminum bubble tea.

''annyeong jongin, pagi ini sangat dingin'' sapa sehun

''nado annyeong, ne dingin sekali'' balasnya

''kajja, aku sudah tidak sabar untuk meminum bubble tea kekeke''

''baiklah''

Sehun memang agak tidak sabaran kalau sudah urusan bubble tea.

Jongin segera melajukan mobilnya. Didalam mobil cukup hening, tidak ada percakapan diantara mereka. Sesekali sehun menoleh ke arah jongin dan memandangi wajah jongin walau hanya dari samping, yakk sehun tersadar kali ini bahwa jongin sebenarnya sangat tampan.

Jongin yang menyadari sedang diperhatikan oleh sehun langsung melirik sehun. Sehun yang tahu akan lirikan jongin seketika langsung mengalihkan pandangannya kembali kedepan, berpura-pura kalau ia tidak memperhatikan jongin melainkan memperhatikan yang lain. Namun sayang akting sehun tidak berhasil, jongin mengetahui apa yang sedang dilakukan sehun.

''aku tahu aku tampan, sehingga kau memandangiku terus ne'' sehun yang mendengar ucapan jongin, membuatnya kini salah tingkah.

''tidak usah salah tingkah seperti itu sehun-ahh'' ucap jongin santai dan masih tetap fokus menyetir.

''aku? Memperhatikanmu? Kau salah jongin, aku memandang keluar melihat-lihat disetiap jalan yang ada''

''usaha akting yang cukup bagus, namun sayang aktingmu tidak bisa membuatku percaya padamu''

''...'' sehun hanya diam, betapa pintarnya jongin bisa membaca tingkah laku sehun. Kini pipi sehun memerah, malu karna jongin mengetahui bahwa ia memperhatikannya.

Suasana didalam mobil kembali hening

Jongin menyalakan musik, memecahkan keheningan suasana. Jongin asik sendiri dengan lagu yang di setelnya, dan jongin pun mulai bernyanyi

I always knew this day would come

We'd be standing one by one

With our future in our hands

So many dreams so many plans.

Sehun terus memperhatikan jongin, melihat jongin bernyanyi itu membuat sehun merasa aneh

mendengar suaranya.

''jongin, apa menurutmu suaramu bagus?''

''tentu saja''

''tapi bagiku tidak''

''apa kau fikir kau bisa bernyanyi lebih baik dariku?''

Ciitttttttttttttttttttttt

Jongin mengerem mendadak, membuat sehun kaget dan diam seketika. Jongin melanjutkan ucapannya yang tadi

''sayangnya, kau tidak bisa bernyanyi lebih baik dariku kan. Kita sudah sampai, ayo turun'' jongin langsung turun dari mobil meninggalkan sehun didalam

''huh dasar, sombong sekali kau jongin'' umpat sehun didalam mobil yang kemudian keluar mobil untuk menyusul jongin.

Sebenarnya agak susah mencari kedai bubble tea pagi dingin seperti ini, untung saja sudah ada yang buka.

Kedua namja ini masuk ke dalam kedai tersebut, dilihatnya didalam kedai tersebut sudah banyak orang walaupun pagi dingin seperti ini. mungkin mereka penggemar bubble tea seperti sehun, sehingga pagi-pagi saja sudah berada disini.

''sehun, kau ingin rasa apa?''

''coklat, aku suka coklat''

''ne, bubble tea rasa coklat satu'' ucap jongin kepada pelayan kedai tersebut

''aihh, kenapa hanya satu? Apa kau tidak ingin itu?''

''tidak, ini untukmu. Aku hanya menemanimu''

Setelah mendapatkan bubble tea yang diinginkan sehun, mereka segera kembali ke mobil karna tak kuat dinginnya cuaca.

Sehun meminum bubble tea dengan lahap, yakk seperti orang yang sudah lama sekali tak meminum bubble tea.

Tidak tahu tujuan selanjutnya akan kemana, jongin segera melajukan mobilnya beranjak pergi. Jongin memutuskan untuk makan , karna ia lapar dan menurutnya cuaca seperti ini cocok untuk makan itu.

Sehun masih menikmati sang bubble tea. Sehun tidak banyak berbicara ia hanya menuruti jongin, tak peduli ia dibawa kemana oleh jongin karna sehun pikir selama ini jongin telah baik padanya bersedia menemaninya setiap saat. Jadi apa salahnya jika ia menemani jongin seperti jongin menemaninya?

.

.

.

Lagi-lagi didalam mobil terjadi keheningan

Dan lagi-lagi jongin memutar sebuah lagu yang tadi di setelnya, dan mulai bernyanyi sesuka hatinya

Always knew after all these years

There'd be laughter there'd be tears

But never thought that I'd walk away

with so much joy but so much pain

And it's so hard to say goodbye

''yakk jongin sepertinya kau suka sekali dengan lagu itu''

''tentu, ada kenangan dibalik lagu ini''

''kau sudah punya kekasih ne?''

''ini lagu favoriteku dengan seseorang yang special bagiku''

''...''

D E G

Mengapa? Ketika mendengar kalimat seseorang yang special yang keluar dari bibir jongin itu sangat membuat sehun gelisah. Apa jongin telah memiliiki kekasih?

Sebenarnya dengan sikap jongin yang selalu perhatian seperti ini, membuat sehun berpikir bahwa jongin telah memberinya harapan. Membuat sehun menaruh harapan lebih.

''kita sudah sampai, ayo turun. Aku lapar sekali''

Mereka telah sampai disebuah rumah makan yang tidak terlalu jauh dari kedai buble tea tadi.

Jongin memasuki rumah makan itu dengan segera, meninggalkan sehun dan menyuruhnya menyusul jongin kedalam, karna ia benar-benar sudah lapar.

Segitunya kah jongin jika lapar? Meninggalkan temannya begitu saja. Sehun agak jengkel dengan sikap jongin seperti itu, tapi apa boleh buat? Selama ini jongin selalu menurutinya, apa salahnya jika ia berbalik menurut kepada jongin walau ini menjengkelkan.

Ketika sehun memasuki rumah makan tersebut terlihat dengan matanya mendapati jongin yang sudah asyik menyantap ramyun disebuah meja. Cepat sekali namja itu mendapatkan apa yang ia mau.

''jongin cepat sekali kau mendapatkan apa yang kau mau'' ucap sehun sembari duduk disebelah jongin

''apa saja bisa kudapatkan dengan cepat jika ku mau, ini satu untukmu''

''aku tidak ingin makan''

''cuaca dingin, makanan ini hangat dan cocok untuk menghangatkan tubuh. Memangnya kau mau jika kau mati kedinginan?''

''baiklah'' akhirnya sehun mengalah pada jongin. Jongin selalu membuatnya kehabisan kata untuk membalas perkataan jongin

Ditengah asyik memakan , ponsel jongin berbunyi.

I always knew this day would come

We'd be standing one by one

With our future in our hands

So many dreams so many plans

Bukankah ini lagu tadi? lagu yang di setel jongin disaat didalam mobil. Segitunya kah dia menyukai lagu itu? 'batin sehun'

'yeoboseyo'

'nado yeoboseyo, jongin aku sudah sampai cepat jemput aku' terdengar sebuah suara disebrang sana

'ne ne, aku akan segera kesana'

Klik

Siapa yang menelpon jongin? apa orang yang special bagi jongin itu yang menelponnya.

''sehun-ahh, aku harus menjemput seseorang tapi sebelum itu aku akan mengantarmu pulang terlebih dahulu''

''kau ingin menjemput siapa?''

''seseorang yang ku bilang special tadi''

Yang benar saja, apa yang dipikiran sehun benar-benar terjadi. Lagu itu, orang itu sepertinya benar-benar special dimata jongin dan tentunya membuat sehun penasaran.

''apa aku tidak boleh ikut?''

''lain kali akan kukenalkan kau dengannya''

''ne''

Segera jongin beranjak dan membayar ramyun tadi.

Jongin menggandeng tangan sehun keluar, menuju mobil. Disaat ingin keluar pintu rumah makan tersebut mereka berpapasan dengan dua namja yang tidak asing lagi bagi sehun.

Ya, chanyeol dan baekhyun.

Lagi-lagi mereka bertemu, jelas nampak diwajah sehun tatapan kekecewaan pada namja tinggi tersebut. Jongin memperhatikan tatapan sehun, jongin dapat mengartikan tatapan sehun.

Jongin segera menarik tangan sehun keluar dari rumah makan tersebut, melewati chanyeol dan baekhyun yang hanya menatap dengan rasa bersalah pada sehun.

Sehun yang dituntun jongin hanya berjalan dengan menunduk menuju mobil. Tetapi kali ini sehun terlihat lebih tenang seakan-akan ia harus benar-benar melupakan chanyeol, seakan-akan ia tak pernah mengenali sosok chanyeol.

.

'klek' jongin segera membukakan pintu dan segera menyuruh sehun masuk.

''sehun''

''ne jongin?'' jawab sehun dengan pandangan lurus kedepan.

''kau tak apa kan?'' tanya kai meyakini sehun.

''aku memang kecewa jongin, sangat kecewa. Tapi hidupku masih panjang, masa depan yang indah menantiku. Aku tak ingin pupus begitu saja karna hal ini. aku tidak apa jongin'' jawab sehun sembari menarik ujung bibirnya, menghasilkan senyuman yang manis, yang kini menatap jongin.

Sehun tersenyum, hal yang sangat disukai oleh jongin.

Sehun bahagia, hal yang sangat diinginkan jongin.

'teruslah seperti ini sehun, tersenyum untukku. Bahagialah sehun'batin jongin

Jongin melajukan mobilnya bermaksud untuk mengantarkan sehun untuk kembali kerumahnya karna jongin harus segera menjemput 'seseorang' dibandara.

.

.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun yang memperhatikan chanyeol, entah kenapa membuat baekhyun heran. Karna sedari tadi chanyeol tidak memakan, melainkan hanya mengaduk dan menatap ramyunnya dengan melamun.

''yeollie'' panggil baekhyun berusaha untuk membuyarkan lamunan chanyeol. Tapi tetap saja chanyeol tak mendengar panggilan baekhyun. Baekhyun menghela nafas kecil dan mencoba memanggil ulang chanyeol.

''yeollie, apa kau mendengarku?'' kali ini panggilan baekhyun berhasil membuyarkan lamunan chanyeol. chanyeol yang kaget, sontak langsung menjawab baekhyun.

''ne''

''kau ini kenapa? Kau hanya melamun dan memainkan makananmu'' jelas baekhyun

''gwenchana, aku hanya sedang tidak nafsu makan'' jawab chanyeol bohong, namun baekhyun adalah orang yang tidak mudah untuk dibohongi. Baekhyun tau kalau chanyeol sedang berbohong padanya.

''aku tau kau memikirkan sehun'' perkataan baekhyun membuat chanyeol sontak langsung menatap baekhyun tajam.

''jangan sebut namanya lagi dihadapanku''

''tapi jelas kau memikirkannya, jadi tak salahkan jika aku menyebut namanya dihadapanmu'' jawaban baekhyun membuat chanyeol bungkam, karna chanyeol memang sedang memikirkan sehun.

''kau tidak bisakan menjawab perkataanku?'' tanya baekhyun.

''ayo pergi, aku sudah tidak ingin makan'' chanyeol berkata pada baekhyun sembari berdiri, dan berjalan meninggalkan baekhyun yang masih terduduk. Chanyeol berjalan keluar bermaksut untuk meninggalkan rumah makan tersebut.

Baekhyun merasakan apa yang chanyeol rasakan. Perasaan chanyeol, persis dengan perasannya saat ini. perasaan rasa 'bersalah'

Baekhyun segera membayar, dan beranjak jalan menuju keluar menyusul chanyeol yang pasti sekarang sudah berada didalam mobil.

'clek'

''yeollie'' panggil baekhyun yang hanya dijawab singkat oleh chanyeol

''ne''

''aku ingin bicara padamu'' pinta baekhyun

''bukankah sedari tadi kau berbicara padaku'' jawab chanyeol datar dengan pandangan lurus kedepan.

''bawa aku ketempat yang sangat tenang, kumohon'' chanyeol mendengar permintaan kekasihnya ini, chanyeol hanya menoleh menatap baekhyun lalu mengembalikan pandangannya kedepan dan segera melajukan mobilnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jongin telah sampai dihalaman rumah sehun.

''masuklah, istirahat. Begitu dingin cuaca, jangan keluar rumah ne, kau bisa sakit nanti''

''ne hyung'' jawab sehun tersenyum dan mengangguk pada jongin.

''kau memanggilku hyung?'' tanya jongin menahan tawanya.

''memangnya kenapa? Kurasa aku tak salah'' jawab sehun yang kini tertunduk malu dihadapan jongin

''haha sudahlah, sana masuk'' jongin terkekeh

''ne'' jawab sehun singkat

Ketika sehun ingin membuka pintu mobil, jongin menarik tangan sehun. Membuat sehun berbalik pada jongin.

~chup~

Jongin mengecup kening sehun cukup lama

''jangan sampai sakit ne'' ucapan jongin hanya diakhiri dengan anggukan dari sehun

Sehun segera keluar dari mobil, perasaannya yang sakit dan kecewa seakan telah benar-benar bangkit kembali karna hanya seorang jongin.

Sehun segera masuk setelah menatap mobil jongin yang kini telah melaju menghilang dari pandangannya.

.

.

.

.

.

Chanyeol sampai disuatu tempat yang diinginkan baekhyun. Mereka ke Sungai Han. Sungai yang memiliki pemandangan indah, menciptakan suasana tenang.

Baekhyun tersenyum senang, betapa tenangnya tempat ini.

Chanyeol menoleh pada baekhyun yang sedang tersenyum, membuat chanyeol juga ikut tersenyum kecil.

''yeollie'' panggil baekhyun membuka percakapan

''ne''

''apa kau tenang disini?'' tanya baekhyun

''tentu, tempat ini bisa menenangkan pikiranku. Melupakan masalahku sejenak''

Baekhyun mengerti ucapan chanyeol apa yang dimaksud dengan 'masalah'nya.

Baehyun menghela nafasnya panjang dan mulai mengucapkan sesuatu

''aku perusak kebahagiaan seseorang, betapa jahatnya aku merusak hubungan sepasang kekasih yang tengah berbahagia'' baekhyun mengucapkan dengan nada rasa sangat bersalah. air mata baekhyun yang kini mulai keluar dari pelupuk matanya membuat chanyeol menatap baekhyun dalam, dan menyeka air mata baekhyun dengan kedua tangannya yang kini dipipi putih baekhyun.

''tidak, aku sendiri yang memilihmu untuk menjadi kekasihku dan''

''cukup chanyeol! Jangan menyalahkan dirimu, jelas sudah aku yang mau begitu saja menjadi kekasihmu karna aku juga mencintaimu dan betapa bodohnya aku tidak memikirkan perasaan sehun hikss'' chanyeol memeluk baekhyun dalam dan baekhyun menangis sesegukan didalam dekapan chanyeol.

''sudah chagi sudah, aku memilihmu karna kau sebenarnya yang lebih dulu membuatku jatuh cinta padamu dari pada sehun'' chanyeol mencoba menenangkan baekhyun.

''lalu kau hiks anggap apa sehun selama ini hiks'' lagi-lagi baekhyun membuat chanyeol bungkam

Chanyeol memang mencintai keduanya, walaupun baekhyun yang lebih dulu sebenarnya membuat chanyeol jatuh hati pada baekhyun. Tapi disisi lain entah mengapa ia juga mencintai sehun, sudah terbiasa rasanya hari demi hari bersama sehun yang kini hanyalah masa lalu yang berakhir sangat menyakitkan bagi sehun.

Baekhyun kini mulai tenang, dan melepaskan pelukan chanyeol darinya.

''kembalilah pada sehun, sehun lebih pantas bersamamu dibanding aku yang bersamamu''

''kau salah byun baekhyun, sehun seharusnya mendapatkan yang lebih baik dariku'' jelas chanyeol

''kau bodoh chanyeol, kau tidak tahu bagaimana perasaannya''

Chup~

Chanyeol mengecup bibir byun dan melumatnya cukup lama. Baekhyun tidak membalas lumatan chanyeol, ia hanya diam saja apa yang dilakukan oleh kekasihnya padanya karna hatinya kini begitu sakit dan penuh rasa bersalah.

Chanyeol melepaskan ciumannya pada baekhyun, karna chanyeol menyadari baekhyun yang hampir kehabisan nafasnya.

''berhentilah berbicara seperti itu, aku mencintaimu''

.

.

.

.

Cukup lama perjalanan jongin menuju bandara.

Tapi kini ia akhirnya telah sampai dibandara tujuannya.

Masuk kedalam dan mencari orang yang telah menunggunya lama. Berharap ia tidak diceramahi oleh orang tersebut.

''jongin'' teriak seorang namja bertubuh mungil memanggil nama jongin dengan keras. Jongin menoleh mencari sumber suara tersebut yang ternyata berasal dari belakangnya dan tak jauh jarak darinya.

Jongin berlari menuju namja tersebut. Namja itu menatap jongin tajam, membuat jongin menunduk karna tatapannya.

''yakk lama sekali paboo'' ucap namja itu sembari mengetuk ujung depan kepala jongin.

''appo, mian aku tadi ada urusan. Masih untung kujemput'' keluh jongin

''kau bilang apa hah?''

''aissh kau ini bawel sekali, sudah ayo'' ajak jongin

''kemana?'' entahlah namja ini amnesia atau bodoh tapi pertanyaan namja ini membuat jongin sedikit jengkel.

''apa kau tidak rindu dengan ibumu? Atau kau sudah tak mempunyai ibu hah?''

''aissh kau ini berbicara keterlaluan sekali jongin, aku hanya bercanda'' jawab namja itu yang kini mempoutkan bibirnya.

''hh yasudah kajja'' ajak jongin

To Be Continue

Annyeong apa kabar? Mian lama, kemarin2 lagi busy^^

dan maaf kalau penulisan paragraf berantakan, itu karna mungkin pengeditan dari lagi eror/3 u.u

Keep reading ne and DEEP BOW to readers which already reading this. Tenkyuuuuuu:)

.please leave your review on this fic.

~WTBWY~