MY BUTLER
By: Hanazawa Arisachan
Kuroko no Basket (c) Fujimaki Tadatoshi Sensei
Midorima.S x OjouReaders!
Rate T
Warning! OOC, Gaje, Typo bertebaran,Tidak sesuai EYD, Rate bisa berubah seiring berjalannya cerita/?,
Ingat! Cerita ini saya buat murni dari otak saya sendiri. Tidak ada gunanya jika saya mengcopy cerita orang lain!
.
.
.
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
.
Chapter 3
[ Midorima.S x OjouReaders! ]
.
.
.
.
.
"Ojou-sama.. Tunggu sebentar..."
Pria berbadan besar dengan surai berwarna hijau keluar dari mobilnya menuju sebuah toko antik.
"Ngapain sih dia.. Mengulur waktu saja. Hari ini aku ada rapat jam delapan dan sekarang sudah setengah delapan."
Ucap seorang gadis bersurai [HairColor]. Dia mendengus melihat kelakuan butlernya yang suka mengulur waktu hanya untuk hal yang tidak penting.
"Ojou-sama.. Ambil ini."
Sang butlermemberi boneka beruang berukuran sedang kepada seorang gadis yang dipanggil ojou-sama olehnya tadi.
"Hah? Untuk apa?"
[Name] memegang boneka beruang tersebut.
"Itu adalah lucky item anda saat ini. Menurut Oha Asa [ZodiacSign] berada di peringkat ketiga. Jadi.."
Sang butler belum selesai berbicara langsung diputuskan oleh [Name].
"Aku tidak ingin mendengar ucapan itu lagi. Kau sudah mengatakannya berkali-kali. Cepatlah, aku ada rapat dikantor Otou-san. Ini jam setengah delapan sedangkan rapat dimulai jam delapan. Kita akan terlambat. Jalankan mobilnya sekarang!" perintah [Name]. "Baik Ojou-sama"
.
.
.
.
.
[Name] mulai mengemas kertas-kertas diatas meja lalu berdiri.
"Terimakasih atas kerjasamanya. Sampai bertemu lagi di rapat selanjutnya."
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan rapat. Lalu [Name] tersenyum dan pergi keluar menuju ruang kerja sementaranya.
DRAP DRAP DRAP
Suara langkah kaki dari sepatu pantofel milik gadis bersurai brownette memenuhi koridor menuju ruangan kerjanya.
BRAKK
"Ojou-sama.. Bagaimana rapatnya? Apa berjalan dengan lancar?"
Laki-laki berkacamata menuangkan teh kedalam cangkir saat mendengar suara pintu ditutup oleh seorang gadis yang menjabat sebagai majikannya itu.
"Yahh... Berjalan dengan lancar, tadi hampir saja aku terlambat.."
[Name] mendudukan pantatnya dipermukaan empuk bangku milik Otou-sannya itu lalu menikmati teh yang sudah disediakan oleh butlernya tadi.
"Midorima... Otou-san akan kembali kapan?"
"Tuan besar akan pulang lusa. Jadi Ojou-sama bisa menjalani hari-hari kuliah ojou lagi saat lusa'nanodayo."
"Akhirnya aku bisa kuliah lagi.."
Tanpa [Name] sadari pria berambut hijau itu tersenyum tipis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Name] PoV
"Akhirnya aku bisa kuliah juga"
Aku beranjak dari tempat dudukku dan keluar kelas.. Sungguh melelahkan duduk selama 6 jam. Tunggu.. sepertinya aku melihat sesuatu. Hijau? Mungkin aku salah lihat.. Bisa saja itu pohon.. Tidak mungkin kan Midorima berada disini. Kan dia butler. Pffftt.. Kenapa aku bisa melupakan hal itu... Sebaiknya aku harus segera pulang.
GREP
Eh? Siapa yang memegang tanganku? Lalu aku berbalik dan mendapatkan seseorang dengan surai hijau sehijau rerumputan dan pepohonan(?) memakai kacamata.
"Midorima? Kenapa kau ada disini? Bukankah seharusnya kau ada dirumah?"
Aku melepaskan genggaman tangan Midorima, dan samar-samar ku lihat pipinya sedikit merona..
Tunggu. Merona? Langka sekali bisa melihat Midorima merona.
"Aku disini juga kuliah'nodayo. Tuan besar menyuruhku untuk kuliah satu universitas sama denganmu tetapi dengan jurusan yang berbeda. Jangan salah paham. Bukan aku mau tapi tuan yang besar yang memaksa, jadi aku tidak bisa melawan keinginannya'nanodayo"
Dia menyesuaikan kacamatanya yang menurutku tidak melorot itu. Aku menaikan sebelah alisku.
"Terserah... yang penting kita harus segera pulang dan bantu aku mengerjakan tugas kuliah ini" ucapku sambil berjalan mendahuluinya.
~oooooo~
"Midorima... Apa kau mengerti tentang ini?"
Aku bertanya pada Midorima. Dan yang benar saja, dia menjawabnya dengan mudah. Aku kagum padanya. Aku tidak tahu kenapa dia bisa hebat dibidang sains. Sebenarnya aku menyukainya sejak lama. Tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia menyukaiku. Aku sangat sedih. Tapi aku harus berusaha untuk mendapatkan hatinya.
.
Hari-hari terus berlanjut... Jadwal kuliahku semakin lama semakin padat. Entah kenapa aku jadi merasa agak jauh dari Midorima sekarang. Padahal dia itu kan butlerku seenaknya saja meninggalkanku tanpa izin dari siapapun.. Aku menghela nafas berat. Hampir seluruh tempat di universitas sudah aku cari, tapi dia belum menunjukkan batang hidungnya. Tch.. Menyebalkan! Sebaiknya aku ke taman belakang universitas, siapa tau ada disana. Lalu aku melangkahkan kakiku untuk pergi ketaman belakang. Dan ternyata dugaanku benar. Dia ada disana.
"Midorima-"
Baru saja aku ingin memanggilnya, sudah datang perempuan yang tidak aku kenal. Siapa dia..
Normal PoV
[Name] mengumpat dibalik pohon dekat dua sejoli sedang bertemu itu.
'Apa yang mereka lakukan. Setidaknya aku menguping sedikit tidak apa.'
"Jadi, apa yang kau inginkan dariku'nodayo?" tanya Midorima dingin kepada gadis didepannya itu
"Etto.. Apa Midorima-kun menyukai [Name]-san?" tanya [Random Girl].
Hening beberapa saat, sampai akhirnya Midorima membuka pembicaraan lagi.
"Tidak"
JLEB!
'E-eh..? M-midorima-kun... tidak menyukaiku? S-sudah kuduga.. Midorima-kun tidak akan menyukaiku. Rasanya sangat menyesakkan dadaku.'
Lalu [Name] meninggalkan tempat itu. Tempat penuh kepahitan dan rasa sakit yang mendalam.
'Aku berpikir apasih... Sudah seharusnya kan seorang butler tidak mempunyai perasaan kepada majikannya.'
Dan disinilah [Name] berada saat ini. Tempat dimana menjadi taman hiburan untuk siapapun. Untuk menghilangkan rasa sedih sementara [Name] lebih memilih menaiki Bianglala di taman hiburan tersebut.
"Anginnya sejuk sekali. Pemandangan yang sungguh menakjubkan saat sore menjelang malam" gumam [Name].
Bagaimana tidak? Sekarang [Name] berada di puncak paling atas dari Bianglala itu. Dia bisa melihat seluruh kota dari Bianglala itu.
DRRT DRRT
Ponsel [Name] bergetar. "Sms? Siapa yang meng-sms ku?". Lalu [Name]membuka sms tersebut.
To: Ojou-sama
From: 081xxxxx
Subject: Khawatir
'Ojou-sama... Anda dimana? Apa anda baik-baik saja? Saya khawatir dengan anda. Bukan berarti aku peduli, aku hanya menjalankan tugasku sebagai butler'nodayo.'
"Tch... Apa yang megane itu pikirkan sih." [Name] mengabaikan sms itu dan kembali menikmati pemandangan malam hari.
.
"Midorima-san.. Dimana [Name]-sama? Kenapa dia belum pulang? Padahal ini sudah larut dan Ojou-sama belum kembali." Tanya Shurei. Maid terdekat [Name] setelah Midorima dengan panik.
Pasalnya [Name] belum kembali semenjak pagi. Semua maid sedang berkumpul diruang tamu. Mereka takut tuan besar akan marah karena anak semata wayangnya belum juga pulang kerumah.
"Ochitsuke Shurei. Aku akan segera mencarinya-"
DRAP DRAP DRAP
Semua mata tertuju ke asal suara langkah kaki tersebut. Seketika mereka membeku. Melihat keadaan nona muda pulang dengan keadaan lesu seperti kekurangan vitamin dan energi.
"O-ojou-sama.. Apa kau baik-baik saja?" Midorima mendekati [Name]. Dia benar-benar panik saat melihat majikannya pulang dengan keadaan kacau.
"Daijoubu... Aku hanya ingin istirahat"
Semua maid hanya terdiam saat [Name] berjalan menuju kamarnya.
.
.
.
Sudah 3 bulan [Name] dan Midorima tidak berhubungan kontak satu sama lain. Walaupun mereka bertemu tapi salah satu dari mereka enggan membuka pembicaraan. Sampai suatu saat..
"Kenapa kau membawaku kesini? Jelaskan."
[Name] melipat kedua tangannya. Menunggu penjelasan dari sang empu yang membawa dia menaiki bianglala. Pasalnya dia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh pria didepannya saat ini. Untuk apa dia membawa [Name] ke taman bermain hanya untuk menaiki bianglala?
"Aku ingin berbicara sesuatu."
"..."
Tidak ada tanggapan. Midorima hanya menghela nafas, lalu memulai pembicaraanya.
"Kenapa ojou-sama menjadi menjauhiku'nanodayo?"
"..."
"Ojou-sama... Siapa orang yang ojou cintai sekarang?"
"..."
"Aku akan memberitahunya sekarang. Aku tahu aku terlalu pengecut'nodayo. Setiap manusia pasti mempunya rasa cinta atau rasa suka kepada seseorang. Walaupun mungkin aku sudah telat atau belum, aku hanya ingin Ojou mengetahuinya. Bahwa aku... Mencintai ojou-sama.."
BLUSH!
Muka Midorima kini mulai merah padam. Dia melihat kearah a=lain untuk menutupi rona merah di pipinya. Sedangkan [Name]? Dia hanya membeku mendengar pernyataan Midorima. Dia tidak tahu harus berkomentar apa. Kristal bening keluar dari pelupuk mata [Name] dan membasahi pipi putihnya itu.
GREP
"S-sou ka... Aku mengerti."
[Name] melepas pelukan. Dan menghapus jejak air matanya dan mulai tersenyum.
"Aishiteru Shintarou."
"Aishiteru yo, [Name]."
Midorima tersenyum tipis dan mencium [Name] dengan tiba-tiba.
[Name] sempat membatu tetapi dia tetap merespon ciuman Midorima. Ciuman yang cukup panjang.
Midorima pun melepaskan ciumannya, dan mengecup puncak kepala [Name] lalu memeluknya erat.
.
.
.
.
.
OMAKE
.
.
.
[Name] duduk dibangku sambil memakan eskrim rasa [Favorite Flavour]. Midorima? Dia hanya disebelah [Name] sambil memegang kaleng sup kacang merah favoritenya.
"Ne-ne! Okaachan,, okaachan!" teriak anak kecil yang berdiri tidak jauh dari tempat Midorima dan [Name] duduki sambil menarik-narik baju wanita paruh baya itu.
"Nani Seita-kun?" wanita paruh baya yang dipanggil 'okaachan' oleh anak kecil itu menengok dan mengusap kepalanya.
"Bukankah itu onii-chan dan onee-chan yang tadi kita lihat sedang berciuman saat berada di bianglala?!" tunjuk anak kecil itu ke arah [Name] dan Midorima.
Midorima dan [Name] membeku seketika saat anak kecil berteriak dan berbicara seperti itu. Apalagi ini di tempat umum. Mereka berdua hanya menunduk menahan malu.
"Shhh... Seita-kun.. Tidak baik berbicara sembarangan.. Sebaiknya kita pergi naik wahana yang lainnya yuk?" tawar okaasannya sambil,memegang tangan mungil itu. Setelah mendapat persetujuan dari sang anak, akhirnya okaasannya bisa mengajak anaknya itu pergi ketempat lain.
"S-shintarou... Ini gara-gara kau.."
"Maaf Ojou-sama.. Aku tidak tahu jika ternyata ada orang yang melihat kita sedang melakukan itu'nodayo. Bukan berarti aku peduli atau apa"
"Tch... Terserah kau saja Shintarou.."
.
.
.
OWARI
Yo~ Minna-san~
Bertemu lagi dengan saya~ Ini chap 3 sudah keluar~
Yak~ Bagaimana ceritanya? Maaf ya kalau si TsundereMegane ini OOC T^T
Hontou ni Gomennasai *bows*
Etto... Untuk chapter depan sedang masa proses.. Hmm..
Maafkan author ya.. Sibuk sama urusan duta. Apalagi udah masuk sekolah, belajarnya juga udah normal.. Yah, berhubungan author adalah pendatang baru(amatiran). Jadi yah... begitulah. Jadwal masih berantakan, jadi belum bisa bagi-bagi waktu :'v
Ano satu lagi.. Saya ucapkan..
Arigatou minnatachi yang sudah setia pada baca/nunggu cerita aneh, gaje nan absurd ku ini/?
Anyways.. Sampai jumpa di chapter depan
Chapter Selanjutnya
Kise.R x OjouReaders!
.
.
Jangan lupa untuk RnR
Pertanda
Hanazawa Arisachan
