Sehun langsung mengalihkan pandangannya saat ia melihat Kai mengerling mengejek padanya sambil mengarahkan gerakkan tubuh Luhan dari belakang. Posisi seperti itu terlihat seperti Kai sedang memeluk Luhan dari belakang.
"Shitt!" Dalam hati Sehun mengumpat kesal dengan rahangnya yang menegang keras menahan gejolak amarah. Atau mungkin cemburu?
.
.
.
.
.
.
.
~~ Oh Zhiyu Lu ~~
Author : Oh Zhiyu Lu
Tittle : Are You My Private Guard?
Genre : BXB, Romance, Hurt/Camfort, Brothership
Rating : T (Suatu saat bisa jadi rated M)
Light : Chapter (2)
Cast : Sehun, Luhan and Member EXO
Other Cast : You can find in story
Disclaimer : God, Their parents, and SM Ent.
Oh Zhiyu Lu
Presant
.
.
.
.
.
.
.
© Are You My Private Guard ©
Masih di tempat yang sama, saat ini mereka semua tengah sibuk mengembangkan kemampuan mereka masing - masing. Ada yang bermain alat musik, melatih fokal serta menari. Namun ada juga sebagian dari mereka yang tengah bermalas malasan di atas sofa sambil memainkan gadget yang ada di tangannya.
Hingga kemudian seorang pria berumur yang menggunakan setelan jas pada tubuhnya diikuti pria lainnya yang hanya memakai kaus dan celana jeans datang memasukki ruang latihan tersebut. Mereka yang awalnya sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing, kini mulai mendekat ke arah dua pria tersebut dengan tenang.
"Ada apa sajangnim?" Suho yang bingung pun akhirnya angkat suara. Bertanya kepada seorang pria yang memakai setelan jas.
"Aku memiliki sebuah berita bagus untuk kalian." Ucapnya dengan sebuah senyuman yang dapat diartikan dengan perasaan bangga dan senang.
"Ehhh? Berita apa sajangnim?" Kini Baekhyun yang mulai tak sabar dengan berita –yang katanya- bagus itu pun bertanya. Sedangkan kesebelas anggota lainnya hanya memasang ekspresi bingung mereka masing – masing.
"Presdir telah menyetujui kalau kalian akan melakukan debut."
"MWOOOO?" Ruang latihan yang awalnya tenang kini menjadi ribut dengan suara kor mereka berdua belas. Sedangkan Lee Soo Man hanya menganggukkan kepalanya membenarkan hal yang tidak dipercayai oleh keduabelas pria – pria tampan yang ada di hadapannya kini.
"Hyung tolong cubit ak- Awww! Appo!" Jerit Baekhyun saat Lay mencubit lengannya dengan cukup keras.
"Kau sendiri yang minta dicubit."
"Tapi tak sekeras itu juga hyuuuung~~ Kau memiliki dendam terselubung padaku yahh?"
"Sudahlah! Sajangnim, kau tak bercanda kan? Kami semua akan debut?" Sekali lagi Lee Soo Man hanya menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan Xiumin yang masih belum percaya dengan apa yang dikatakannya tadi.
"Sebelumnya kalian akan membuat teaser secara individual atau bersama – sama. Jadwalnya nanti akan diberikan pada maneger kalian besok." Mereka semua mengangguk antusias menanggapi informasi yang diberikan oleh pelatih mereka.
"Baiklah. Aku mau pergi dulu. Banyak hal yang harus aku siapkan untuk debut kalian."
"Ne sajangnim. Gumawooo!" Jerit mereka dengan sangat antusias.
"Hati – hati di jalan sajangnim!" Dan jeritan Baekhyun menjadi penghantar Lee Soo Man keluar ruangan tersebut.
"Hyuuuung~ Kita akan debuuuttt!"
"Gege! Aku nanti masuk tipi!"
"Eomma~~ hikss,,, aku akan menjadi artis eomma."
Sang meneger hanya tersenyum melihat tingkah mereka semua. Ada yang berteriak, ada yang tertawa, dan bahkan ada yang menangis haru saat mengetahui berita bahagia tersebut. Tak ingin kalah, Chanyeol malah menelpon eommanya, memberitahukan bahwa dirinya akan menjadi artis,
"Semuanya!" Jerit sang meneger. Otomatis mereka semua langsung mengalihkan perhatian mereka pada sanga meneger yang tengah tersenyum senang. "Bagaimana kalau kita berpesta?"
"Setuju!""
Dan di sinilah mereka. Setelah menyetujui usulan untuk berpesta, mereka pun pulang ke apartemen mereka lalu memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan. Menikmati hidangan tersebut sesuka hati mereka untuk merayakan berita bahagia tersebut.
"Mari kita bersulang untuk kerja keras kalian selama ini, hingga akhirnya impaian kalian untuk debut terwujud." Mereka semua pun mengisi gelas mereka masing – masing dengan soju. Namun saat Sehun akan menuangkan minumannya, Luhan malah merebut botol tersebut terlebih dahulu. Membuat Sehun harus mengeluarkan tatapan tajamnya.
"Eeumm… kau belum cukup umur untuk meminum soju Sehun-ah. Lebih baik kau minum soda saja." Ucap Luhan ragu – ragu. Apa lagi tatapan tajam milik Sehun membuat Luhan hanya mampu menundukkan kepalanya.
"Aku dan Kai lahir di tahun yang sama, kenapa kau tak melarangnya saja?" Bentak Sehun yang sejak latihan tadi memang sudah menahan emosinya.
"Eihhh? Kau kenapa albino? Kau marah karena tadi aku ingin merebut ukemu? Kau cemburu?" Sindir Kai yang tak terima namanya dibawa - bawa dalam permasalahan mereka. Yahhh,,, sekalian ia juga ingin menggoda Sehun.
"Dia bukan ukeku! Dan aku bukan gay!" Sehun tak keberatan jika Kai menyebut Luhan sebagai ukenya, tapi entah mengapa ia tetap tak bisa menahan emosinya.
"Sudahlah Sehun! Kau harus menjaga ucapanmu, kami semua disini gay." Ucap Kris yang sebenarnya kurang senang dengan pernyataan Sehun.
"Lagi pula yang dibilang Luhan hyung ada benarnya. Kau masih belum cukup umur untuk mengonsumsi soju. Kau juga Kai. Kalian minum soda saja." Sang Maneger berusaha menengahi permasalahan mereka. Kalau tidak, masalah ini bisa merambat ke permasalahan lain yang lebih besar.
"Jika Luhan hyung berkata begitu, aku menurut sajalah." Kai pun mengasingkan minuman berisi sojunya dan mengambil sekaleng soda yang berada di atas meja. Dalam hati ia terkekeh geli melihat Sehun yang semakin berapi – api saat mendengar ucapannya.
"Lupakan masalah tadi. Mari kita bersulang untuk menyabut debut kalian."
"Cierrsss!"
Tingg
"Hahhhh…" Desah mereka secara bersamaan setelah berhasil menegak minuman mereka masing – masing.
"Baiklah, aku pulang dulu. Lanjutkan pesta kalian." Ucap sang manajer sambil beranjak dari posisi duduknya.
"Eihh hyung, kenapa cepat sekali? Kau bahkan belum menyentuh makananya sedikitpun. Setengah dari makanan inikan memakai uangmu."
"Aku tak bisa lama - lama Kris, istri dan anakku menunggu di rumah. Lagi pula ini sebagai hadiah dariku karena kalian telah berkerja keras."
"Huahhh… aku tak menyangka jika kau sebaik ini hyung." Gumam Chen sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Kau berlebihan Chen. Baiklah, aku pergi dulu. Selamat berpesta!" Ucap sang manajer sambil melambaikan tangannya, hingga akhirnya ia menghilang di balik pintu utama apartemen mereka.
"Selamat makan!" Teriak Baehyun dan Chanyeol bersamaan lalu mengambil beberapa makanan yang ada di atas meja dengan sumpit miliknya. Menyadarkan anggota lain bahwa jatah mereka tengah dalam kondisi yang terancam.
"Yaa! Hyung jangan ambil terlalu banyak. Aku juga mau yang itu!" Sergah Kai saat Baekhyun akan meletakkan bulgogi ke dalam piringnya dalam jumlah yang cukup banyak.
"Tenanglah Kai! Masih banyak bulgogi di dapur. Tinggal kau minta saja pada Kyungsoo."
"Eeee… ak-ku ambil sendiri saja." Ucap Kai gugup bersamaan dengan Kyungsoo yang menundukkan kepalanya.
"Hehh! Kalau kau suka Kyungsoo hyung bilang saja. Dasar hitam!" Umpat Sehun yang ingin balas dendam. Namun Kai tak memperdulikan ocehan Suhun dan terus berjalan menuju dapur. Sehun yang merasa pembalasan dendamnya tak berhasil hanya mengedikkan bahunya acuh lalu kembali meminum soda miliknya dengan tenang. Menimbulkan tatapan curiga oleh Lay.
"Sehunie! Aku tahu aku sangat pelupa, tapi seingatku orang pengidap maag, dilarang meminum soda."
Byuuuurrr
Spontas Sehun langsung menyemburkan soda yang masih tersisa di mulutnya. Matanya mendelik tajam ke arah Luhan yang secara tidak langsung telah memaksanya meminum soda.
"Aisshh Sehun! Itu bukan salah Luhan hyung. Masih mending kau meminum soda dari pada soju. Seharusnya kau berterimakasih karena ia telah melarangmu meminum soju." Ucap Kai yang baru saja kembali dari dapur.
"Lagi pula Luhan hyung juga tak tahu kau punya penyakit maag." Tambah Kyungsoo yang telah tersadar dari acara tersipunya.
"Kenapa kalian selalu saja membelanya?! Aku bahkan bisa mati gara – gara dia!"
"Jaga ucapanmu Oh Sehun! Kami di sini juga yang memaksamu agar meminum soda bukan soju. Jadi jangan bebankan semua padanya." Bentak Kris yang juga mempunyai andil dalam grup ini. Ia sedikit heran mengapa Sehun tak pernah bersikap baik pada Luhan. Ia seolah – olah selalu mencari kesalahan Luhan agar pria itu menjauh dari hidupnya.
"Teserah kalian! Aku lelah, mau tidur."
Braaakkk
Kesebelas pria yang ada di ruangan itu hanya mampu megehela nafas berat mereka. Terutama Luhan yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya takut.
"Uljima gege." Tao mengusap punggung Luhan saat menyadari jika bahu Luhan sedikit bergetar menahan tangis.
"Mian. Aku hikss membuat semuanya semakin bu-hikss-ruk." Tangisan Luhan semakin pecah saat mereka semua bergerak mendekatinya.
"Kyungsoo, kau sekamar dengan Sehun kan? Kau suruh dia minum obat maagnya." Kyungsoo pun menganggukkan kepalanya dan berlalu dari ruang santai menuju kamar Sehun.
"Aku membuat pesta hikss kita beran-hikss-takan."
"Sudahlah Lu! Kau tak usah mempermasalahkan itu. Lagi pula kita semua juga sudah lelah. Lebih baik kita tidur."
"Untuk malam ini, kau tidur di kamar Chanbaek dan Xiumin hyung saja, Dan Tao akan pindah ke kamarmu. Kalian tak keberatankan?" Orang yang bersangkutan pun hanya menganggukkan kepalanya. Perlahan mereka pun membubarkan diri dari ruangan tersebut.
~~ Oh Zhiyu Lu ~~
Tok tok tok…
"Masuk!" Dari balik pintu menyembullah kepala Kai yang membuat Sehun dan Kyungsoo penasaran. Lebih tepatnya Sehun yang penasaran, sedangkan Kyungsoo hanya menundukkan kepalanya, tak berani menatap keberadaan Kai di kamarnya.
"Kau mau apa?!"
"Eishhh,,, kau sinis sekali. Aku hanya ingin mengambil piyama Luhan hyung." Ucap Kai sambil berjalan mendekati Kyungsoo. "Eee… hyung, bisakah kau mengambilkan pakaian Luhan hyung?" Kyungsoo hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju lemari yang menyimpan pakaian Luhan.
"Dasar manja. Kenapa ia tak mengambil pakaiananya sendiri dari pada menyusahkan orang lain?"
"Tentu saja ia tak ingin bertemu dengan orang arogan sepertimu. Lagi pula aku sendiri yang menawarkan diri untuk mengambil bajunya. Malam ini dia akan tidur di kamar ke empat bersama Xiumin hyung dan Chanbaek, sedangkan Tao tidur di sini." Kai mengambil sepasang baju berwarna biru bermotif rusa yang diberikan Kyungsoo padanya. "Gumawo hyung." Setelah Kyungsoo mengangguk, Kai pun berlalu dari kamar tersebut meninggalkan Sehun dan Kyungsoo.
"Kau suka pada si hitam itu hyung?"
"Eung?" Kyungsoo menegakkan kepalanya saat ia merasa pertanyaan itu ditujukan padanya. Kedua tangannya bergerak gelisah saat merasa tatapan Sehun yang sedang menunggu jawabannya.
"Hahh,,, kurasa si hitam itu suka pada Luhan hyung." Ucap Sehun saat Kyungsoo tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Aku juga merasa begitu. Tapi, tolong rahasiakan hal ini. Jangan sampai ada yang tahu." Sehun hanya menganggukkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, begitu juga Kyungsoo yang ingin menyusul Sehun menuju dunia mimpi.
Ckleeekkk…
Saat membalikkan tubuhnya, ia melihat sebuah boneka panda raksasa memasukki kamarnya.
"Sehun, malam ini aku disuruh Suho hyung untuk tidur di sini menggantikan Luhan hyung." Ucap sosok yang berdiri di balik boneka tersebut. Namun sosoknya tak terlihat karena tertutup bonek raksasa tersebut.
"Hahh,,, bisakah saat berbicara kau menyingkirkan bonekamu itu hyung? Bahkan aku tak dapat melihat wajahmu saat kau berbicara."
Boneka tersebut di letakan ke bawah oleh pemiliknya hingga terlihatlah sosok Tao yang berdiri di sana sedang tertawa garing dengan apa yang telah dilakukannya.
"Bolehkan aku tidur di sini?"
"Terserah!" Sehun membalikkan tubuhnya membekalangi Tao, sedangkan pria bermata panda itu kembali menutup pintu dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur Luhan Beranjak menuju dunia mimpinya dengan tetap memeluk boneka pandanya.
~~ Oh Zhiyu Lu ~~
"Kau tak usah khawatir hyung, kami hanya sebentar saja." Ucap Baekhyun sambil memasang sepatu miliknya.
"Lagi pula Kyungsoo hyung, Lay hyung, Xiumin hyung dan Kai sebentar lagi akan pulang dari pasar." Ucap Chanyeol yang telah berdiri di samping Baekhyun.
Saat ini mereka sedang bersiap – siap akan pergi menuju restoran milik keluarganya Chanyeol. Saat Chanyeol memberitahukan pada ibunya ia akan melakukan debut, esoknya beliau menuyuruh seluruh anggota untuk berkunjung dan makan gratis di sana. Namun, dikarenakan sebagaian anggota lain memiliki aktivitas lain yang tak bisa di tinggal, dan juga mereka tak ingin menyia - nyikan makanan gratis, akhirnya makanan tersebut dibungkus dan dimakan di apartemen saja.
Dan hari ini, Chanyeol membawa Baekhyun untuk menemaninya ke restoran ibunya. Bukan tanpa alasan, ibunya sendiri yang memintanya untuk membawa Baekhyun ke sana. Katanya ia rindu ingin bertemu calon menantunya.
"Baiklah, kami pergi dulu hyung." Ucap Baekhyun yang kini tengah berdiri di ambang pintu bersama Chanyeol.
"Ne. Hati – hati ya!" Balas Luhan sembari mengantarkan kepergian duo happy virus itu. Setelah mereka menghilang di balik tembok, Luhan pun menutup pintu utama apartemen tersebut.
"Hahhhh…" Luhan menghembuskan nafas beratnya saat mengetahui hanya ada drinya dan Sehun yang ada di apartemen ini. Kris dan Suho berada di Gedung SM sedang mengurus teaser debut mereka, Chanyeol dan Baekhyun pergi ke restoran milik keluarga Chanyeol. Lalu Kai, Xiumin, Kyungsoo dan Lay pergi ke pasar membeli kebutuhan mereka sedangkan Chen menemani Tao pergi membeli tas Gucci keluaran terbaru di Gangnam Gu. Seharusnya anak itu pergi bersama Kris, tapi karena Kris ada urusan, maka terpaksalah Chen menemaninya.
Sedari tadi Luhan ingin mengajak Sehun untuk makan siang, namun anak itu tak kunjug bangun sejak pagi tadi. Saat dibangunkan Kyungsoo, Sehun bilang ia masih mengantuk.
"Ssshhh,,, appo~~" Saat melewati kamar Sehun, Luhan tak sengaja mendengar suara rintihan dari kamar tersebut. Karena penasaran, ia pun menempelkan kupingnya pada pintu kamar Sehun.
"Akhhh,,, hyung~~ Appo." Luhan yakin benar jika suara rintihan itu milik Sehun, maka dari itu ia langsung masuk ke kamar tersebut tanpa mengucapkan permisi terlebih dahulu.
"Sehun!" Luhan sungguh terkejut saat melihat Sehun sedang bergelung di dalam selimutnya sambil mencengkram perutnya. Wajahnya yang putih pucat kini menjadi pucat pasi dengan keringat dingin yang mengalir di sekujur tubuhnya. Bahkan baju kaosnya pun menjadi basah karena di banjiri keringatnya.
"Sehunie, kau kenapa?!" Luhan yang panik langsung berlari ke arah Sehun dan meletakkan kepala anak itu di atas pahanya. Tangannya terulur untuk mengelus surai kecoklatan milik Sehun.
"Appo~~"
"Sebentar aku akan mengambilkan obatmu dulu." Luhan pun beranjak dari posisinya dan berlari menuju dapur untuk mengambil segelas air hangat. Saat memasukki kamar, ia langsung membongkar laci milik Sehun, tempat biasa ia meletakkan obatnya. Setelah menemukannya, ia pun membantu Sehun untuk meminum obatnya.
Namun Sehun tetap meringis kesakitan sembari mencengkram bagian perutnya yang terasa perih. Luhan merogoh kantung celananya untuk mengambil Iphone miliknya. Setelah membuka aplikasi browser, ia langsung mengetik di pencarian untuk mencari tahu bagaimana memberikan pertolongan pertama untuk mengobati maag yang sedang kambuh.
Setelah menemukannya, ia pun mencari sebuah botol kaca dan mengisinya dengan air hangat lalu kembali ke kamar Sehun. Ia menelentangkan tubuh Sehun lalu menyingkap baju kaos milik Sehun.
Sebuah rona merah menjalar di pipi Luhan ketika ia melihat perut rata Sehun yang dihiasi abs yang sempurna. Namun Luhan langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran mesumnya. Bukan saatnya ia untuk mengelus abs milik Sehun.
Luhan meletakkan botol kaca tersebut di bagian perut Sehun yang sedari tadi dicengkramnya. Di blog tersebut mengatakan, Luhan harus meletakkan botol kaca tersebut di bagian perut yang terasa sakit. Setelahnya, Luhan menggerakkan botol kaca tersebut secara memutar.
Terus begitu hingga akhirnya Luhan melihat Sehun mulai tenang. Perlahan matanya mulai terpejam dengan deru nafasnya yang stabil. Mungkin Sehun sudah tertidur.
Saat Luhan akan menutup kembali baju Sehun, ia melihat sebuah tanda lahir di bagian bawah perut kirinya. Tanda lahir tersebut bentuknya seperti luka tusukkan. Namun tanda tersebut tidak dapat di katakan luka tusukkan, karena hanya sebuah garis berwarna kecoklatan. Dan hatinya mengatakan bahwa tanda lahir itu ada sangkut pautnya dengan kejadian di masa lalunya, tapi apa?
Luhan menggelengkan kepalanya lalu beranjak untuk mengambil baju piayama milik Sehun di dalam lemarinya. Luhan memasangkan piyama tersebut setelah ia membuka baju kaus Sehun yang telah basah karena keringatnya.
Soal tanda lahir itu, mungkin hanya perasaan Luhan saja. Ia yang terlalu berlebihan untuk mencari tahu keberadaan Sehun, pengawal pribadinya.
Luhan memandangi wajah teduh Sehun yang tengah tertidur. Entah mengapa hatinya bergemuruh sakit ketika ia memandangi wajah itu semakin intens. Sebuah perasaan rindu yang teramat besar menyeruak begitu saja. Tapi Luhan hanya dapat mengekspresikannya dengan setetes air mata yang jatuh dari kelopak matanya.
Ia kembali mendekatkan dirinya pada Sehun yang tengah tertidur di ranjangnya. Mendudukkan dirinya di atas lantai di sebelah ranjang Sehun. Tangannya terulur untuk meraih jemari Sehun. Meletakkan jemari kokoh itu di pipi kananya. Rasanya sama persis dengan kehangatan yang diberikan oleh Sehunnya yang dulu. Hangat dan nyaman.
Matanya terpejam untuk menikmati kehangatan yang diberikan oleh jemari tersebut. Walaupun nyaman, air mata tersebut tak mau berhenti mengalir dari matanya.
Hingga akirnya Luhan merebahkan kepalanya di atas ranjang dengan jemari Sehun yang masih bertengger di pipinya. Rasa nyaman yang di tawarkan oleh jemari tersebut merayunya untuk terbang ke dunia mimpi menyusul Sehun.
"Sehunie~~ Bogosipeo." Tanpa sadar, dalam tidurnya Luhan mengumamkan hal tersebut dengan pelan bagaikan sebuah bisikkan. Walapun terdengar seperti suara bisikkan, sosok yang ada disamping Luhan, masih mampu mendengarkan bisikkan tersebut dengan jelas. Bahkan air matanya menetes begitu saja dikarenakan sakit yang teramat sangat pada hatinya saat mendengarkan gumaman Luhan.
~~ Oh Zhiyu Lu ~~
Ckleeekk
Kyungsoo menutup pintu kamarnya dengan pelan, tak ingin membangunkan dua orang pria yang tengah tidur terlelap di dalam sana. Kini ia tengah memandang Suho dengan tatapan bertanya sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kau lihat sendirikan hyung?"
"Kyungsoo, kau tak bisa menyalahkan ini semua pada Suho. Ia hanya ingin semua anggota memiliki hubungan baik." Ucap Lay yang cukup iba melihat Suho hanya menundukkan kepalanya. Perasaan menyesal begitu kentara pada dirinya.
"Tak ada yang menyangka jika Luhan hyung akan menyukai Sehun." Ucap Baekhyun yang juga ikut menundukkan kepalanya seperti Suho.
"Aku melakukan ini karena yang kutahu Luhan hyung sangat ingin mempunyai seorang adik. Jadi aku pikir tidak mungkin ia menyukai Sehun. Lagi pula hanya pada Luhan hyung ia bersikap kasar." Suho berusaha menjelaskan alasan mengapa ia bersikukuh ingin mendekatkan Sehun dengan Luhan.
"Sudahlah! Ini bukan salahmu Suho. Yang perlu kita lakukan, kita harus membuat Luhan hyung melupakan tentang perasaanya tanpa membuat hubungan keduanya memburuk." Lerai Xiumin.
"Aku,,, hanya tak rela Luhan ge di sakiti seperti itu nantinya." Ucap Tao yang sedari tadi hanya terdiam di samping Kris dengan boneka pandanya yang sedari tadi terus ia peluk.
"Masalah Luhan hyung dan Sehun akan kita bahas nanti. Siapa yang punya ide, tolong beritahu. Sekarang kita siap – siap dulu untuk makan malam." Potong Kris dan mereka semua menganggukkan kepalanya mengiyakan perintah Kris, dan perlahan mereka membubarkan diri masing – masing.
~~ Oh Zhiyu Lu ~~
Setiap manusia bisa saja merencanakan apa yang akan mereka lakukan untuk hari esok. Manataya dengan sedemikian rupa agar mereka bahagia dengan kehidupan mereka dikemudian hari. Namun tetap saja, Tuhan memiliki andil besar dalam setiap rencana yang sudah umatnya susun.
Ia akan merombak rencana tersebut dengan caranya sendiri. Menyusunnya kembali demi kebaikkan umatnya. Bisa berarti sebagai jalan yang terbaik ataupun sebuah ujian untuk menguji umatnya, agar ia lebih matang menjalani hari esok.
Dan pria yang satu ini masih bingung, mengapa rencananya tak ada yang berjalan mulus sedikitpun. Bahkan ia merasa ini semakin buruk dari hari ke hari. Apa yang telah ia rencanakan dan doakan bersama kekasih tercintanya tak ada yang terkabul.
Apakah ini jalan yang terbaik?
Atau
Hanya ujian semata?
Hatinya mengatakan jika ini hanya ujian semata, agar cintanya kepada pria yang ada di sampingnya ini semakin kuat. Namun kenyataan mengatakan hal ini merupakan jalan yang terbaik. Ia harus meninggalkan kekasih mungilnya ini dan melupakan cinta yang selama ini ia rawat.
Sehun masih bingung dengan apa yang akan dilakukannya. Ia tak tau harus berbuat apa. Apakah ia harus meninggalkan Luhan, atau mempertahankan cintanya di depan orang itu? Jika ia mempertahankan Luhan, semuanya akan terasa sangat sulit untuk mereka jalani, dan jika ia melepaskan Luhan, mereka berdua akan sama sama tersakiti.
"Lu~~ aku harus apa?" Gumam Sehun sembari mengelus lembut pipi Luhan.
Sebenarnya, sedari tadi Sehun sudah terbangun dari tidurnya. Namun sangat sayang rasanya jika ia harus melewatkan wajah damai Luhan yang sedang tertidur.
Maka di sinilah Sehun. Dirinya sedang berbaring di kasurnya dengan jemarinya yang berada di pipi Luhan. Mengelusnya dengan lemubut, yang membuat Luhan semakin merasa nyaman dalam tidurnya.
"Eunghh~~" Sehun langsung menghentikan gerakkan tangannya ketika Luhan mulai tersadar dari tidurnya. Matanya ia pejam seolah - olah ia masih terbuai dalam mimpi indahnya.
Sehun sedikit merasa kecewa ketika Luhan melepaskan jemarinya dari pipi milik Luhan, itu berarti ia tak dapat merasakan kelembutan pipi itu lagi. Pria bermata rusa itu mengangkat kepalanya sembari mengucek kedua matanya dengan imut. Uhhh,,, rasanya ingin sekali Sehun memeluk Luhan dengan erat. Namun ia bisa apa?
Luhan keluar dari kamar tersebut ketika mendengar suara ribut – ribut yang berasal dari ruang tengah.
"Kau percaya sekali dengan artikel itu Tao. Itu hanya mitos semata tak lebih." Ucap Chen yang masih fokus dengan Iphonenya. Tak memperhatika Tao yang tengah merengut di pojok ruangan sembari menatap tablet yang ada di genggamannya.
"Bisa saja itu memang benar ada hyung."
"Jadi menurutmu, tanda lahir yang ada di bokong milik Kai itu apa?"
"Bisa jadi di kehidupan dahulu Kai itu eeee… dia… bokongnya… di… emmm… di gigit dinosaurus!" Pekik Tao ketika sebuah ide alternatife mencuat di fikirannya.
"Heiii! Kau fikir aku berenkarnasi saat zaman batu?!" Protes Kai dari arah ruang makan.
Luhan yang penasaran pun menekat ke arah Tao yang berada di pojok ruangan. Ia sedikit mengintip artikel yang terpampang di layar tablet milik Tao.
"Bornmark?"
"Ehh? Gege dari mana saja? Kenapa tidak kelihatan?" Tanya Tao yang baru menyadari kehadiran Luhan di sampingnya.
"Emmm,,, tadi ak-aku ketiduran di kamar Sehun saat menjaganya. Maagnya kumat kerena tadi malam ia minum soda."
"Jadi kau sedari tak kelihatan sedang menjaga Sehun?" Luhan mengangguk pada Kris yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Apa dia tidak memberontak saat kau rawatnya hyung?"
"Tidak. Mungkin perutnya sudah terlalu sakit, jadi ia tak perduli siapa yang merawatnya."
"Ahh,,, terimakasih Lu, kau sudah menjaga dongsaeng kami."
"Tidak masalah. Lagi pula ia juga dongsaengku." Ucap Luhan sembari tersenyum. Dalam hati mereka sedikit terenyuh dengan sikap Luhan yang mau berbesar hati menyimpan perasaanya agar Sehun tak semakin menjauhinya.
"Ohh,,, apa yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Luhan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Lihat ini ge!" Ucap Tao sembari memperlihatkan artikel tersebut pada Luhan. Luhan pun mengambil tablet tersebut dari tangan Tao dan membacanya secara perlahan. "Di artikel itu dikatakan bahwa, tanda lahir yang ada di tubuh kita itu merupakan sebuah luka yang kita alami di kehidupan kita yang dahulu ge."
"Jangan percaya hyung. Itu hanya mitos!" Sela Chen yang tak terima.
"Jangan memprofokasi Luhan gege!"
Fikiran Luhan melayang jauh saat ia memberikan pertolongan pertaman pada Sehun. Saat itu ia melihat sebuah tanda lahir di perut bawah bagian kiri Sehun, tepat di organ ginjalnya. Dan hal tersebut mengingatkan Luhan akan kehidupannya yang dulu.
Ketika itu ia di culik dan akan di jatuhkan ke lautan dari atas tebing. Namun saat itu Sehun datang dan berusaha menyelamatkanya dengan melawan beberapa pengawal Lay. Namun naasnya, perut bagian kiri Sehun tertusuk pisau, membuat ia harus istirahat total karena organ ginjalnya terkena ujung pisau tersebut.
Apa tanda lahir itu merupakan sebuah tanda jika Sehun yang saat ini bersamanya merupan Sehun pengawal pribadinya?
To Be Continue
Yaaaa… maafkan Zhiyu yang buat ini fanfic jadi makin aneh. Alurnya jadi lari entah ke mana mana. Tapi Zhiyu ngabuli permintaan reders. Sedikit di panjangin terus di up date lebih cepat.
Big Thanks to :
fitry sukma 39
Yunita love Kaisoo
PrincessJewelSh
pixoxo
ohdeerhunhan
Rly C JaeKyu
HyunRa
ZEN97
junia angel 58
AmbarAmbarwaty
Nevada Adhara
hunhanminute
lisnana1
HunHanina
hwangpark106
Hayashi Hana-chan
Xiaoluluu
EXiOh HunHan
Fuji jump910
KimberllyXiaouLu
RZHH 261220 II
2NEXO
Huang Zi Lien
ssnowish
zoldyk
Permintaan Zhiyu masih sama kok. Ga banyak, ga muluk muluk, Zhiyu Cuma pengen review dari kalian. Apa lagi ini bulan puasa, pahalanya berkali – kali lipat loh kalau bikin orang bahagia
Dan makasih buat reders yang udah mau nyempati diri untu mengtik review kalian di kolom review. Bikin Zhiyu semangat buat ngelanjutin ini, walaupun Zhiyu sadar ini fanfic ga ada bagus bagusnya dan masih banyak kurang di sana sini
See You in next chapter
.
.
.
Review Again, Please?
