Chap 2

Cast :

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Shim Changmin

Pair

YunJae HoMin

DESCLAIMER:

Mereka semua milik saya #plak

WARNING:

BOYS LOVE, Typo everywhere, Tidak masuk akal, POLIGAMI , dont Like dont Read

Dont WAR DiFF Daddy Tujuan Daddy membuat FF ini bukan untuk Ribut

Yang diblock itu artinya flashback ya ;)

xxxYunJaexxxHoMinxxx

preview

"Jongie hyung... waeyo?"

"Hiksss aku merindukannya Min-ahh sangat merindukannya " ucap Jaejoong

"..."

"Min... bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja? Hiks tanpanya?"

"Hyu-hyung,,, ak-aku... aku juga merindukannya... " Akhirnya Changmin ikut meneteskan air matanya.

Chap II

Namja bermata musiang itu masih saja terus fokus kelayar komputernya tidak peduli rasa nyeri yang mendera lambungnya, keringat dingan yang sudah keluar dari dahi namja tampan itu ia abaikan, matanya yang memerah dan kakinya yang mulai bergetar. Matahari sudah mulai muncul dijendela kantor tempat ia berkerja namun ia mengabaikan itu semua hingga ia berada dititik pertahanannya, bersama ia menekan tombl enter maka tubuh jangkung namja tersebut ambruk kebawah meja.

"Aku sudah memperingatkannya, tapi dia tetap saja tak mendengarkanku , apa dia mau bunuh diri huh? " terdengar suara gusar dari seseorang yang berdiri disisi ranjang pasien.

Yunho membuka matanya perlahan,

"Hee-heechul-ahh "gumam Yunho saat melihat sahabatnya ada disana.

"Kau! Namja sialan! Kau mau mati eoh? Kalau kau mau mati katakan biar aku yang membunuhmu" Ujar Heechul memukul bahu Yunho

Yunho meringis kecil

"Chullie Yunho sedang sakit chagia " kata Hangeng memeluk pinggang Heechul menenangkannya, ia tau kekasihnya itu sangat khawatir dengan Yunho yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu.

"Biar saja, biar dia mati sekalian " Grutu Heechul menghentikan pukulannya.

Yunho tersenyum tipis "terima kasih han hyung kalau kau tidak menghentikannya aku pasti akan masuk ke peti mati sekarang "

"YAKKKK bocah tengik!" seru Heechul

"stsss sudah sudah, kau juga Yun kau tau kan hyungmu ini sangat khawatir" ujar Hangeng

"ne hyung, mianhae.. aku tidak apa chullie-ahh " kata Yunho dengan suara lemah

"Tidak apa bagaimana? Asam lambung naik , dehidrasi , kurang tidur, tekanan darah menurun ! kau itu mau membunuh dirimu perlahan ya!" Heechul mendelikkesal kearah Yunho

Yunho lagi-lagi hanya tersenyum tipis.

"Kau makanlah dulu yun, sebentar lagi suster akan mengganti infusmu tubuhmu kekurangan cairan" Hangeng membuka tempat makanan Yunho yang berisi bubur, Yunho mengeritkan dahinya memandang bubur putih tersebut

"Tak adakah makanan lain hyung? " Tanya Yunho

"Makan saja bodoh ! jangan sakit kalau kau tak mau dibatasi makananmu" ujar Heechul judes

"Aku ingin bubur buatan Jong... "Yunho terdiam menggantungkan ucapannya sendiri

"Ya yun? Kau ingin apa?" Tanya Hangeng

Yunho menggeleng pelan "Tidak hyung, aku tidak ingin apa-apa"

Kriettt..
3 namja itu menoleh kearah pintu yang terbuka, Yunho terperangah melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya.

"Hai jae " sapa Hangeng

"Eh, e.. hai han hyung , hai chullie " sapa Namja yang ternyata adalah Jaejoong.

"Ah jongie, kau datang?" ujar Heechul mendekati Namja feminim itu.

Jaejoong tersenyum simpul kemudian sama sama berjalan kearah ranjang Yunho

"Hai Yun " sapa Jaejoong pada Yunho yang masih diam tak percaya kalau kekasih hatinya datang.

"Kau tampak kurus sekali Jung, apa yang kau makan selama dua minggu ini hm?" Jaejoong membuka kotak bekal yang ia bawa tadi.

Heechul dan Hangeng dengan kesadaran diri langsung keluar dari ruangan Yunho membiarkan mereka berdua.

"Jae.."

"Kau pasti tak mau makan bubur dirumah sakit ini kan? Aku membawakannya untukmu kau harus makan" Jaejoong mengambil meja lipat dan meletakannya disamping Yunho yang sbelumnya ia naikan ranjang tersebut seperti posisi duduk.

"Jae..."

"Kau tau , tadi aku hampir mati karena mendengarmu masuk rumah sakit.." Jaejoong mengambil piring dan mulai menyuapi Yunho dengan wajah menunduk sangat terlihat jelas dimata Yunho kalau namja yang ia cintainya ini sedang menahan tangis.

"Jae,," Yunho menyentuh bahu Jaejoong

Jaejoong menepis tangan Yunho "Buka mulutmu .." ujar Jaejoong dengan suara bergetar

"jongie.." Yunho masih tetap hendak menyentuh bahu Jaejoong

"Ck, cepat makan! Jangan banyak bicara" kata Jajejoong lagi dengan suara semakin lirih , bahunya bergetar dengan wajah semakin menunduk , Yunho menarik Jaejoong kepelukannya.

"Jongie-ahh aku tidak apa-apa.. sungguh aku baik-baik saja" Yunho memeluk Jaejoong erat , dan pecahlah tangisan yang sedari tadi Jaejoong tahan

"Aku dengar dari heechul kau bekerja terus menerus, makan tidak teratur jarang tidur hiks.. kau bodoh jung kau bodoh hiks " isak Jaejoong memeluk Yunho erat-erat.

"mianhae.. mianhae... "

"kalau kau kenapa kenapa kau fikir aku bisa tenang eoh? Kau fikir kau siapa bisa buat aku hampir mati karena khawatir seperti ini eoh? Hiks kau brengsek jung berengsek " Jaejoong memukul mukul dada namja musang itu tanpa tenaga,

"mianhae... " Yunho mengelus rambut halus jaejoong

"hiks , ne sebentar" Jaejoong mengambil handphonenya dan meletakkannya ditelinganya "nde minnie-ahh"

Yunho membelalakan matanya mendengar nama itu disebut

"Nde min, dia masih hidup"Jaejoong melirik Yunho dengan tajam meski matanya masih berair "Kau bisa datang, lalu membunuhnya, ya aku tunggu" Jaejoong menutup tlpnya

"Changmin?"

"Ya, Changmin dia akan datang dan membunuhmu " Jaejoong kembali menyuapi Yunho.

"Uhukkk uhukkk "Yunho langsung terbatuk mendengar ucapan Jaejoong dan Jaejoong segera memberikannya air putih

"Jongie.. kau tega sekali"

Jaejoong tak menjawab hanya menyuapi Yunho dalam diam

BRAKKK !

Pintu ruangan itu terbuka kasar, dan muculah namja tinggi dengan wajah merah dan langsung mendekati Yunho dan jaejoong kemudian

PLETAKKK

"Aduhhh !" terdengar ringisan Yunho saat kepalanya dipukul oleh Changmin, tidak terlalu kuat tapi terasa sakit.

"Kau mau mati? Kemari aku kabulkan keinginanmu" Changmin mengambil pisau buah yang ada dimeja nakas sebelah ranjang Yunho

"Ya ya ya changmin ya... kau jangan bercanda.. changmin-ahh itu pisau" Yunho menatap horor Changmin , namun changmin hanya bersringai dan mendekati Yunho dengan pelan , Yunho beringsut mendekati Jaejoong

"Ja-Jae to-tolong aku..."

"Rasakan itu..." ujar Jaejoong

"Kau memang cari mati Jung Yunho!"

Syutttt

Pisau itu menancap dikasur tepas sebelah Yunho . membuat Yunho menahan nafas. Perlahan mata yang penuh amarah itu berubah sendu memandang Yunho yang bertambah kurus.

"Kau tahu hyung, aku bisa saja menusukkan itu kekepalamu kalau kau masih berprilaku seperti ini!" ucap changmin

"Sudahlah min.. kau duduklah, nanti dokter akan ketempat ini kalau kalian masih ribut" Jaejoong menarik tangan changmin untuk duduk. Disampingnya dan mengambil pisau tadi.

Suasana menjadi hening tak ada satupun yang berbicara, hanya terdengar suara jam Yunho masih menunduk ketika 2 namja didepannya memandang tajam kearahnya.

"Kami sudah memutuskan!" Ucap Jaejoong

"Huh?" Yunho memandang Jaejoong dan Changmin bingung

"Kami memutuskan akan menerima lamaranmu," Kata Changmin membuat Yunho membelalakan matanya

"la-lamaran?"

"Selama dua minggu ini aku dan changmin berfikir kalau kami baik-baik saja tanpamu tapi ternyata pada kenyataannya tidak begitu." Jelas Jaejoong

"Dan melihat keadaanmu seperti ini, tak perlu kujelaskan lagi kondisimu" sambung Changmin

"Aku tak ingin melihat orang yang kucintai tersiksa, kalian berdua adalah orang terpenting dalam hidupku " Jaejoong meremas jemari Changmin dan Yunho

"Begitupun aku, Aku ingin kita bahagia. Tak peduli bagaimanapun jalannya" Ujar Changmin membalas remasan jari Jaejoong dan memegang tangan Yunho yang satunya.

Yunho yang masih terperangah masih tak percaya dengan kalimat yang dikeluarkan Jaejoong dan Changmin barusan.

"Ja-jadi kalian berdua bersedia menerimaku?"

"Ya , kami bersedia" Sahut Jaejoong dan Changmin berbarengan

Senyum Yunho langsung terpampang lebar, dengan cepat ia memeluk kedua namja tadi "Aku mencintai kalian, aku berjanji akan membuat kalian berdua bahagia" Ucap Yunho

"Nadho saranghae " Sahut keduanya.

~FLASHBACK OFF~

Jaejoong menggoyangkan spatulanya dengan lincah diatas penggorengan, pagi ini dia memasak lebih mengingat Changmin akan makan pagi disini. Sampai ada sebuah lengan melingkar dipinggangnya.

"Hey Yun, sudah bangun hm? Mandi sana" Ucap Jaejoong hafal sekali dengan tekstur lengan itu.

"Wangi sekali aku jadi tidak tahan " Yunho menenggelamkan wajahnya diceruk leher Jaejoong,

Jaejoong tersenyum tipis "Sebentar lagi nasi gorengnya matang, sabar"

"Bukan nasi gorengnya, tapi kau.." ucap Yunho lirih kemudian menghisap lembut kulit leher jaejoong, membuat Jaejoong menggeliat

"Enhh yunhhh aku sedang masak" desah Jaejoong

"Aku tahu." Yunho mengelus paha Jaejoong lembut dari luar celana Jaejoong.

Jaejoong menarik nafas dan mematikan kompornya lalu berbalik memeluk leher Yunho yang ia lihat hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan, melihat Jaejoong berbalik Yunho langsung mencium bibir mungil Jaejoong, berawal ciuman lembut samapai terdengar suara ciuman mereka didapur, setelah puas "memakan" bibir merah itu Yunho melepaskan perlahan

"Gomawo.." ucap Yunho

Jaejoong yang masih mengatur nafasnya tersenyum "Ne, mandilah sayang kau bau sperma, aku yakin minnie dikamar sedang terkapar" Ujar Jaejoong tertawa kecil

"Hm, salahmu tidak mau membantu Minnie " Kata Yunho menggigit Kecil telinga Jaejoong

"Aniya, bekas 2 hari yang lalu masih terasa aku tidak mau!" Jaejoong mengembungkan pipinya "Kau terlalu mesum Jung"

Yunho mengecup pouty Jaejoong "Itu kelebihanku chagia, kalau tidak mana bisa aku memuaskan kalian "Yunho meremas pantat Jaejoong lalu berlari kekamar.

"Yahhh Jung Yunho!"

Yunho terkekeh mendengar teriakan istri cantiknya itu dan masuk kekamar, ia memandang gundukan selimut diatas kasur, ia tersenyum melihat Changmin masih tertidur dengan wajah damainya, ia mendekat dan mengelus rambut Changmin pelan.

"Chagia... bangun.. " Yunho meniup mata Changmin lembut, membuat sang empunya menggeliat tak nyaman.

"Hei sayang... " Yunho mengecup leher Changmin hingga changmin membuka matanya

"Eunghh hyung.. apa yang kau lakukan emhh " risih changmin merasa geli dilehernya

"Ayo mandi chagi, ini sudah siang Jongie sudah masak untuk kita" ucap Yunho

"Enghh " Changmin menatap jam sudah menunjukan pukul 10 "haih ini gara-gara kau hyung!" Grutu Changmin dan saat ia endak duduk ia meringis "Shhh"

"Sakit sekali hm?"

"Ya sakitlah bodoh" Changmin melempar bantal kekepala Yunho "Lain kali kau harus merasakannya!" ujarnya kesal

"Hahahha maaf maaf " Yunho langsung menggendong Changmin, "sebagai permintaan maaf aku akan memandikanmu"

"Andwaeee kalau kau memandikanku bukan mandi! Yanga da kita akan sehaian dikamar mandi aku tak mauuuuu" ronta Changmin

"Aniya, aku janji kita hanya mandi"

"Janji?"

"Ne, aku janji " ujar Yunho bersungguh-sungguh

"Baiklah " Changmin memeluk leher Yunho.

xxxYunJaexxxHoMinxxx

Jaejoong meletakkan makanannya keatas meja dan melihat Changmin dipapah Yunho menuju meja makan, Jaejoong terkekeh.

"Yaaa jangan tertawa hyung! Ini salahmu juga!" Seru Changmin

"Maaf maaf minnie-ahh" Jaejoong mencubit gemas pipi Changmin "sebagai gantinya ini aku masakan nasi goreng kesukaanmu" Jaejoong menaruh nasi goreng dipiring dan meletakkannya didepan Changmin.

Changmin langsung memakannya "hyung masih sakit kah? " tanyanya

"Sudah sembuh lumayan tidak seperti kemarin," jawab jaejoong yang duduk dikursinya setelah menyiapkan makan Yunho

"Sepertinya setelah ini aku hyung yang harus kedokter" Ringis Changmin "Hyung kau tahan sedikit nafsumu itu, mengerikan sekali" glare Changmin ke arah Yunho

"Oh tidak bisa.. kalian berdua itu sangat menggoda" jawab Yunho santai

"Setidaknya kecilkan juniormu Yun" kata Jaejoong tak masuk akal

"Hei, kalian ini banyak mengeluh kalau sudah masuk juga kalian ingin meminta lebih terus " Kata Yunho dan sukses mendapatkan hadiah ketukan sendok dikepalanya dari Jaejoong dan Changmin.

TBC

ND :

Hallo daddy kembali

Jangan tanya kemana daddy hampir setahun ini :v , daddy terkena writer blok lagi setelah patah hati.

Berminat melanjutkan membaca? Dont forget to Review :* :*

Batam 18/08/2016 12:54 PM