Oke! Waktunya update!
Rayla: Horee! *loncat-loncat kayak orang kesurupan*
Gokudera: Woi! Ngapain ribut-ribut dari tadi sih?
Rayla: Eh, kamu balik ke sini lagi ya?
Cih! Dasar Mad Bomber.
Gokudera: Apa kata lu?! *siapin dinamit*
Kuh! Mau tarung ternyata. He he, oke, gue terima tantangan lu, tapi sebelum itu... TrueNaturePJ tidak memiliki Katekyo Hitman Reborn! dalam bentuk apapun.
Gokudera: Kapok.
*PJ njambak rambut Gokudera dan bergulat dengan seru, sampai Rayla taruhan PJ yang menang sama Tsuna, walaupun si payah nggak mau taruhan*
Tsuna nggak nyangka si cewek kasar yang namanya PJ itu tau namanya, apa dia sekarang sudah populer?
"Lu gak bakal populer walau pake cara apapun" kata PJ seolah membaca pikiran si payah.
Harapan Tsuna langsung pecah berkeping-keping, bahunya merosot dan wajahnya jadi lesu, udara di sekitarnya seketika jadi gloomy gitu.
"Eeeh... PJ kok kejam banget sih?" Rayla jadi maja gitu.
"Biarin, sifat gue emang gitu, gak bisa diubah" kata PJ.
"Hm... kok jadi ingat sama Hibari-san, ya?" Tsuna nggumam.
"APA? OH IYA, KAN ADA KYO-NII DI SINI!" PJ teriak histeris, tapi sayang sekali si PJ ini bukan fangirl, cuma menganggap sifat Hibari mirip sama sifatnya. "HARUS GUE TEMUIN TUH COLD-BLOODED HUMAN BEING!"
PJ langsung tancap gas nemuin Hibari, ninggalin Rayla sama Tsuna yang melongo nggak percaya.
"T-tadi dia b-bilang apa?" Tsuna nunjuk-nunjuk tempat PJ berdiri barusan sambil gemeteran gara-gara ngeri.
"PJ itu selalu nganggap... siapa namanya tadi?" kata Rayla, nyentuh pipi kanannya pake jari telunjuk(biar kelihatan imut and seolah-olah mikir).
"Hi-Hibari-san" Tsuna masih gemeteran.
"Iya, PJ selalu nganggap Hibari bagaikan kakaknya, soalnya sifat mereka rada-rada mirip" lanjut Rayla.
"Tapi, kan, Hibari-san paling ditakuti di seluruh Namimori" kata Tsuna.
"Nggak juga, PJ lebih serem" Rayla gemetar gara-gara mbayangin kayak gimana PJ kalo marah. "bisa-bisa Hibari takut juga."
"JUUDAIME!" terdengar teriakan cetar membahana badai. Apa kalian bisa nebak siapa yang teriak?
"Gokudera-kun!" balas Tsuna, kaget setengah hidup karena teriakan si right-handed man yang bagaikan guntur(walaupun kalah keras sama PJ).
"Anjrit! lu ngagetin gue!" seru Rayla(hah?).
"Gak usah gitu juga kalee..." balas Gokudera dengan gaya agak alay.
"maksud lu?" Rayla jadi agak serem sekarang.
Oh iya, lupa bilang ya kalo Rayla bisa punya kepribadian yang bertolak belakang banget. Rayla yang ceria kayak Feliciano Vargas dari fandom Hetalia(nah, ini apa lagi?) bisa jadi karakter yandere kapanpun dan dimanapun. Sementara si author yang super kece ini memang aslinya galak bin kejam, tapi masih punya jiwa tsundere, sob. Gile! 2 cewek ini asal mulanya jadi BF tuh gimane sih?
Anyway, balik ke topik utama.
Aku nggak nyangka Rayla-chan punya jiwa yandere,pikir Tsuna yang berusaha mengurungkan niat untuk facepalm.
"Tsuna..."
"HIIIEEE!" Tsuna langsung melompat dan mengalungkan lengannya di leher Gokudera karena shock.
"Ahaha, Tsuna kaget~" Yamamoto tertawa kecil karena niat jahilnya sukses bro.
"Wah, ngagetin aja lu!" Rayla mundur 2 langkah.
"eh... Juudaime bisa... nglepasin saya sekarang... saya... nggak bisa napas..." Gokudera sudah kelihat membiru karena kurang oksigen.
Spontan, Tsuna loncat mundur dari posisinya yang- bisa dibayangin sendiri, sob. Mukanya merah kayak tomat siap panen.
"Wah, si payah kayak kamu bisa juga ya meluk pacar sekuat itu" goda Rayla yang masih yandere. "Ngomongin soal panggilan si payah... PJ gimana ya..."
"Anjrit... Gue nyasar..." PJ mengurungkan niat facepalm di tempat.
Gimana ceritanya si author kece bisa nyasar? Gini ya, tadi kan dia lari-lari di tepi sungai, tapi ngeliat ada kucing nyangkut di pohon. Dasarnya PJ itu pecinta binatang, dia rela manjat pohon tinggi itu buat nyelametin si kucing. Pas dia sudah mau megang kucing itu, si kucing malah lompat dari dahan ke dahan buat turun, PJ jadi sweatdrop dan teriak-teriak soal kucing bego atau gak tau terima kasih, eh, dahan pohon yang diinjek itu patah. Si author jatuh gedebak-gedebuk dan bikin kepalanya benjol. Pas PJ lari-lari lagi, dia ngeliat ada anak kecil tersesat, jiwa tsundere langsung on, dia teriak-teriak soal anak kecil tersesat sambil jalan sana-sini bareng anak kecil itu. Habis orang tuanya dah ketemu, PJ nggak ngerti dia ada di mana alias NYASAR. Heuh, susah juga orang berjiwa tsundere.
"Okey, sabar bro... nggak akan ada apa-apa... tenang..." PJ tenang dikit dari stroke mendadak karena pusing tujuh turunan(?) gara-gara nyasar.
Tiba-tiba, kayak adegan film horror, ada yang megang pundak PJ. Refleks, PJ langsung hajar siapapun yang ngagetin dia, cuma untuk ngliat sosok yang lebih tinggi darinya, memakai seragam Namichuu dengan jaket hitam yang dibiarkan melambai-lambai terkena angin di bahunya, armband merah bertuliskan huruf kanji Jepang di lengan jaketnya... dan tonfa yang ada di kedua tangannya, salah satu menahan kepalan tangan PJ yang hampir mengenai kepalanya, sedangkan yang satunya dalam posisi siap menyerang.
"Kamikorosu"
Heuh... nasib sial untuk nyasar lagi padahal kita sudah nyasar ya...
Rayla: udah... gak usah nangis...
Nangis gundul-mu! Gue kagak nangis, woy!
Rayla: ya udah deh. Jangan lupa Review ya!
Tsuna: y-yang barusan i-itu... ng-nggak mungkin, kan?
Mungkin aja, sob.
