Chapter 3
Yunho mengayuh sepedanya pelahan. Diaturnya nafasnya yang sejak tadi tidak teratur karena jantungnya yang tidak karuan. Ia berhenti ketika jalan mulai menanjak ke atas, diikuti dengan turunnya orang yang sedari tadi duduk di belakangnya.
"Apa.. capek?" Tanya Jaejoong, "Aku berat ya?"
"Hmm? Tidak kok."
"Yun. Nanti... mampir dulu ya? Biar kukenalkan ke Heechul hyung. Dia pasti senang."
"Ah.. Lain kali saja. Tidak enak dengan orang rumahmu."
"Baiklah. Tentang Summer Camp sekolah, apa kau ikut?" Tanya Jaejoong berusaha ceria
"Aku salah satu panitia kok."
Jaejoong kembali naik ke belakang Yunho ketika mereka sampai di ujung tanjakan. Matanya tertuju kepinggang Yunho yang kosong. Tangannya yang entah kenapa gemetaran tergerak naik. Ia menelan ludah sejenak kemudian memberanikan dirinya memeluk pinggang Yunho pelaha. Sedangkan Yunho? Syukurlah ia tidak membatu atau mereka pasti akan kehilangan keseimbangan dan jatuh dari sepeda. Ia semakin mengatur detak jantungnya, berharap mereka segera sampai atau ia bisa saja jantungnya meledak tiba-tiba.
"B.. Belok ke kiri. Rumahku di sana.." kata Jaejoong gagap.
Sesampainya di rumah, Jaejoong turun dari sepedanya, diikuti Yunho yang tersenyum padanya. Melihatnya, Jaejoong kembali tersenyum. Mereka dikagetkan oleh pintu rumah yang terbuka, diikuti sosok yang berwibawa muncul di daun pintu.
"A.. Appa.." panggil Jaejoong kaget, tak menyangka sang Appa berada di rumah
"Selamat sore, Ajusshi." Sapa Yunho membungkukkan tubuhnya.
"Sore." Jawab Tuan Kim sejenak lalu berjalan melewati mereka menuju ke mobilnya.
Tuan Kim melihat ke luar jendela dan melihat kea rah namja dan putranya yang sedang tersenyum. Tak terlihat ekspresi apa pun di wajahnya. Ia hanya terus memandang keluar tanpa mengatakan apa-apa hingga mobil itu meninggalkan rumahnya.
Jaejoong menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidurnya. Ia tersenyum mengingat sikap Yunho yang mulai hangat padanya. Entah kenapa Jaejoong merasa bahwa Yunho memang berbeda. Ia tidak pernah merasakan debaran kencang seperti apa yang ia rasakan pada Yunho ketika pria lain mendekatinya.
Apa aku memang jatuh cinta pada Yunho? Batin Jaejoong diikuti dengan wajahnya yang memerah
~YJS~
Beberapa hari berlalu dan kedekatan YunJae mulai terlihat. Akan tetapi masih saja banyak namja-namja yang gencar mendekati Jaejoong termasuk Yoochun dan Siwon, dua pangeran sekolah yang diidamkan para yeoja maupun uke di sekolah itu.
"Kim Jaejoong. Aku mau bicara padamu." Kata seorang namja imut saat Karam dan Taemin telah beranjak pulang bersama namjachingu mereka masing-masing.
Namja yang Jaejoong ketahui bernama Kim Junsu itu menatapnya dengan kesal. Jaejoong mengangguk dan menghela nafas. Ia baru tahu dari Karam bahwa Junsu adalah kekasih Yoochun tiga hari yang lalu. Jaejoong pun menyimpan barang-barangnya, mengambil tas dan keluar kelas bersama Junsu.
"Ada apa Junsu-ssi?" Tanya Jaejoong ramah.
"Aku tak mau basa-basi. Apa maksudmu merebut Yoochun?" Tanya Junsu kesal
"Aku tidak mengerti, Junsu-ssi. Aku dan Yoochun hanya teman."
"Jangan pura-pura. Aku tahu kau sering bersama Yoochun, dibonceng pulang." Bentak Junsu yang mulai terisak.
"Aku akui semua perkataanmu itu benar, Junsu-ssi. Tapi saat aku bersamanya, semata-mata karena aku hanya menganggap Yoochun sebagai temanku. Aku sama sekali tak berniat merebutnya. Apalagi aku tahu, Yoochun adalah kekasih temanku sendiri."
Junsu hanya terdiam. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Memang benar ia sering melihat Yoochun menggoda Jaejoong, akan tetapi ia jarang melihat Jaejoong mendekati pacarnya. Jaejoong hanya sering mendekati seseorang.
"Yun!" panggil Jaejoong ketika ia melihat Yunho bersepeda menuju gerbang, "Tunggu. Aku ikut."
Jaejoong kembali tersenyum pada Junsu, "Percayalah, Junsu-ssi. Aku permisi." Kemudian ia berlari menuju Yunho yang tengah menunggunya.
Junsu berpikir dalam diam. Ya. Ia hanya sering melihat Jaejoong yang gencar mendekati Yunho. Lalu kenapa ia memarahi Jaejoong? Yoochun , kekasihnya itu saja yang terlalu playboy. Ia mengerucutkan bibirnya kesal dan berlari menuju lapangan basket dimana Yoochun berada.
~YJS~
Jaejoong mengerucutkan bibirnya kesal saat tenda yang berusaha ia bangun terus saja rubuh karena kurang kuat. Junsu dan Karam mengumpat dengan cepatnya sedari tadi karena mereka belum juga bisa beristirahat.
"Kenapa tendanya bandel sekali sih?" kata Jaejoong kesal.
Yunho dan Changmin hanya tersenyum melihat tiga uke itu meneruskan pekerjaan mereka disertai umpatan yang tak ada hentinya. Mereka segera mengecek ulang semua persiapan hingga akhirnya berada di tenda Jaejoong, Junsu dan Karam (yang masih saja rubuh) dan membantu mereka. Junsu berdecak sebal. Kemana perginya si playboy sial itu?
"Gomawo Yunho ah.." senyum Jaejoong mengembang.
"Wae yo Su-ie?" Junsu berbalik saat namanya dipanggil dengan manisnya oleh suara familiar itu.
"Masih ingat padaku?" jawabnya kesal.
"Tentu saja baby."
"Hyung, bukannya tadi kau sibuk menggoda Tiffany?" ejek Changmin mendapatkan deathglare gratis dari Yoochun.
Junsu menggembungkan pipinya, menginjak kaki Yoochun keras dan berlalu dari hadapan YunJae MinRam, dikejar-kejar oleh Yoochun membuat mereka tertawa.
"Teman-teman mau berkumpul dan menyanyi di bukit atas. Ikut?" Tanya Yunho yang rasanya ditujukan pada Jaejoong.
"Ehem.. ehem.. Minnie, ayo ke atas. Nanti aku jadi nyamuk di sini." Ejek Karam.
Yunho hanya tertawa dan menarik tangan Jaejoong mengikutinya, disusul oleh MinRam yang berjalan di belakang mereka. Yunho membawa gitarnya dan duduk di bawah salah satu pohon di atas bukit. Jaejoong hanya mengikuti Karam dan duduk di sebelahnya.
"Yah Joongie! Duduk sana dong, sampingnya Yunho." Ledek beberapa siswa yang memang sudah menyadari kedekatan YunJae.
Jaejoong melirik kea rah Yunho yang sedang melihatnya, kemudian menggeser sedikit tempat duduknya. Seolah mengerti maksud Yunho, ia pun pindah ke sana, diikuti siulan dan teriakan nakal dari siswa lainnya.
"Nah teman-teman! Sekarang ayo kita rayakan dan sekaligus meresmikan pasangan baru di kelas kita, Yunho dan Jaejoong!" lanjut Yesung, si ketua kelas.
"Yuhuuu! Nyanyi dong Yun!"
Yunho hanya tersenyum dan terkekeh melihat wajah Jaejoong yang sudah semerah tomat di sampingnya. Ia mulai memetik senar gitarnya dan mengalunkan music indah disertai suara merdunya yang membuat para siswa dan siswi mengeluh tentang betapa beruntungnya Jaejoong, disuguhi music seromantis ini. Bahkan pasangan YooSu yang sempat rebut tadi, kini Junsu sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Yoochun sang kekasih.
~playing TVXQ (I Swear)~
Jaejoong berbaring melihat ke langit-langit tenda. Mereka baru menyelesaikan acara api unggun mereka satu jam yang lalu namun ia belum bisa terlelap.
"Belum tidur?" Tanya Junsu
"Hmm.. Aku tidak bisa tidur.."
"Kau beruntung, Jae." Kata Junsu, "Yunho pasti sangat menyayangimu."
Jaejoong terkekeh sejenak, "Yoochun juga saying padamu."
"Apa yang kuharapkan dari playboy seperti itu."
"Tapi ia sangat mencintaimu. Terlihat dari caranya memandangmu."
Kalau saja keadaan tenda tidak gelap, Junsu pasti sudah menenggelamkan kepalanya ke dalam selimut. Sejenak ia merasa terganggu dengan gerakan di sampingnya.
"MMm... Minnie.." igau Karam
Jaejoong dan Junsu keudian saling memandang dan terkekeh kecil mendengar igauan Karam.
"Aku cari udara segar dulu." Kata Jaejoong
Jaejoong pun keluar dari tendanya. Udara cukup dingin sehingga ia memeluk jaketnya erat. Samar-samar ia mendengar suara gitar didekat sungai kecil yang setahunya berjarak beberapa meter dari tenda mereka. Penasaran, ia pun berjalan ke sana dan mendapati Yunho, memetik gitarnya di malam yang sunyi.
"Jae? Belum tidur?"
Jaejoong menggelengkan kepalanya dan berjalan duduk ke sisi Yunho.
"Aku boleh duduk di sini kan?"Tanya Jaejoong
"Kenapa tidak. Tempat ini kan bukan milikku."
"Kamu..." Jaejoong menarik nafasnya, "Tentang ledekan teman-teman, apa tidak terganggu?"
"Apa kau merasa terganggu?" Tanya Yunho balik
"Tidak!"
Yunho hanya bengong melihat Jaejoong yang menjawab secepat kilat, lalu tersenyum kecil membuat Jaejoong menyadari sikapnya. Wajahnya memerah penuh.
"A.. aku.. kalau diejek dengan Yunho... tidak apa-apa."
"Benarkah?"
Anggukan imut Jaejoong pun kembali terlihat di mata Yunho. Ia tersenyum dan mengelus pipi Jaejoong lembut.
"Aku juga, tidak keberatan kalau bersama denganmu." Kata Yunho, tulus.
"Yun..."
Yunho pun mendekatkan wajahnya ke Jaejoong. Seolah tahu apa yang Yunho mau, Jaejoong menutup matanya untuk menutupi kegugupannya. Dirasakannya bibir Yunho menempel lembut di bibirnya. Hanya kecupan singat yang manis penuh cinta.
"Aku mencintaimu, Jae."
Air mata Jaejoong turun. Rasa haru melingkupi jantungnya. Ia memeluk Yunho erat membuat Yunho tersentak kaget. Yunho pun tersenyum dan membalas pelukan erat itu.
"Nado. Nado saranghae, Yunho yah.."
To Be Continued...
Annyeong semuanya...
Thank you atas review dari teman-teman di chap sebelumnya ya.
Ini baru awalnya. Belum sampai ke tengah klimaksnya cerita. Pasti sudah ada yang bisa menebak tentang masalah yang akan Yunppa dan Jaemma alami kan?
Bagaimana nutur kalian? Ripiu plis? ^^
Keep or delete?
