Tittle : 悲伤,爱情,友谊 (Hurt, Love, Friendship)
Chapter 3
RATE : T
CAST :
_Ryeowook (Wookie).Yeoja. Bendahara OSIS
_Yesung .Namja . Ketua OSIS
_Kyuhyun .Namja .Koordinator OSIS
_Sungmin (Minnie) . OSIS
_Eunhyuk .Yeoja. Anggota OSIS
_Donghae .Namja. Wakil OSIS . Sepupu Sungmin
_Siwon . Namja. Sekretaris OSIS
_Kibum . Yeoja. Sepupu Yesung
_Hangeng . Namja . Appa Wookie
_Heechul . Yeoja . Umma Wookie
_YunHo .Namja. Appa Kyu
_JaeJong . Yeoja . Umma Kyu
_Kangin . Namja. Appa Yesung
_JungSoo . Yeoja. Umma Yesung
_Jongjin . Namja. Dongsaeng Yesung
WARNING : Genderswitch, Gaje, Abal, Typo bertebaran dimana-mana. J
~Happy Reading~ n ~Remember for Review~
Pagi di hari minggu.
_Kediaman Keluarga Tan_
Sinar matahari pagi menyilaukan mata seorang gadis yang masih bergelut di selimutnya. Dibukanya matanya dengan sedikit paksaan. Terlihat Oppa nya sedang membuka tirai kamarnya.
"Oh, dongsaeng Oppa yang pemalas, ayo bangun dan mandi. Air mandi mu sudah disiapkan Kim Ahjumma." Kata Minho.
"Ini baru jam 7 Oppa. Apa Oppa tidak ke kantor?" Tanya Wookie sambil bangkit dari tempat tidurnya.
"Aiisshh, sepertinya kau ini kelewat senang dengan namjachingu barumu itu tadi malam sampai kau melupakan bahwa hari ini hari minggu. Jadi Oppa tak perlu kekantor." Kata Minho sambil mencubit hidung Wookie.
"Sana mandi, Oppa tunggu dibawah untuk sarapan." Kata Minho sambil berjalan keluar.
_Ryeowook's POV_
Semoga keputusan ku menerima Yesung-Oppa menjadi namjachingu ku tidak salah. Oppa benar, aku harus menghapus semua masa lalu ku. Hari ini akan ku ceritakan semua pada Yesung-Oppa. Tentang masa lalu ku dengan Kyuhyun, tentang Eonnie ku, tentang Umma-ku.
Kau tau, disaat kau benar-benar mencintai seseorang kau takkan tau alasan kenapa kau mencintainnya.
_Ryeowook's POV END_
"NONA WOOKIE KU TERCINTA, KEKASIH MU TERCINTA ALIAS YESUNGIE BABBO SUDAH MENUNGGU MU DIBAWAH UNTUK SARAPAN BERSAMA, LALU DIA AKAN MENGAJAKMU BERKENCAN. SEBAIKNYA KAU CEPAT TURUN NONA, KALAU TIDAK AKU YAKIN OPPA-MU YANG KEJAM JELEK SADIS DAN MEYEBALKAN ITU AKAN MELARANG YESUNGIE BABBO MEBAWAMU BERKENCAN. CEPAT TURUN!" Teriakan Tao menggelegar dirumah besar itu. Bagimana tidak, dia berteriak dari tangga ke arah kamar Wookie.
"Yak, kau pengawal babbo, berani sekali mengataiku, Minho melempar Tao dengan sendok makan.
"Aisshh. Tuan muda sadis, sakit tau." Keluh Tao sambil mengelus kepalanya.
"YAK KAU TAO BABBO. KENAPA BERTERIAK-TERIAK BEGITU EOH? KAU MENYEBALKAN! DAN KAU MENGATAI YESUNG OPPA KU BABBO, KAU MENGATAI MIN-OPPA KU JELEK SADIS DAN LAIN-LAIN. KAU SUDAH BOSAN HIDUP EOH?" Teriak Wookie tepat di telinga Tao setelah dia turun dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan.
"Galaknya kumat lagi, sepertinya dia sudah menjadi Wookie yang biasa." Minho menggumam.
Yesung hanya tersenyum melihat kekasihnya yang terlihat cantik dengan pakaian santai nya.
"Selamat pagi Appa, Oppadeul." Sapa Wookie sambil duduk di bangku nya, di samping Yesung.
"Kau cantik yeobo." Yesung berbisik ditelinga Wookie. Wookie hanya memerah.
"Janga bermesraan di depan meja makan, membuat mataku sakit saja." Kata Minho menyindir dongsaeng nya sambil mngerucutkan bibirnya.
"Benar kata Tao, Oppa nyebelin, kejam dan sadis, walaupun Oppa tampan sih." Kata Wookie disambut tawa seluruh peserta sarapan pagi itu.
"Sudah-sudah, ayo kita makan." Kata Hangeng menghentikan aktivitas pagi kedua kakak beradik itu.
_Skip Time_
Yesung membawa Wookie jalan-jalan di taman. Tentunya setelah Wookie susah payah merayu Appa dan Oppa nya untuk mengijinkan nya pergi tanpa pengawal. Mereka duduk di salah satu sudut taman.
"Kau senang kan yeobo?" Tanya Yesung sambil memperhatikan setiap inci wajah manis kekasihnya itu yang sedang memperhacukup sunyi itu.
"Ya Oppa. Aku senang. Gomawo sudah mengajak ku ke tempat ini." Kata Wookie sambil menatap wajah Yesung. Dia salah tingkah ketika sadar bahwa Yesung sedang memperhatikan nya dengan wajah yang sangat sulit dijelaskan.
"Oppa, kenapa melihatku seperti itu?" Wookie yang tak enak dipandang dengan tatapan aneh Yesung pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Tidak, hanya senang memandang wajah kekasihku yang snagat manis ini." Kata Yesung sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala Wookie.
"Oppa, ada yang ingin aku ceritakan pada Oppa." Kata Wookie sambil menggenggam tanga Yesung yang mengelus rambutnya itu.
"Hmm, ceritakan saja, Oppa akan selalu mendenngarkan mu." Kata Yesung tersenyum tulus kepada Wookie.
"Oppa, apa kau akan tetap mencintaiku jika tau aku ini bukan gadis sempurna seperti yang kau pikirkan? Apa Oppa mau menerima semua kekuranganku?" Kata Wookie yang ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi sangat serius.
"Kau tau Chagi, Oppa tidak pernah mencintaimu hanya karena kau cantik, kau kaya, kau terkenal. Oppa tidak tau apa alasan Oppa mencintaimu. Oppa hanya tau Oppa senang berada didekatmu dan jantung Oppa selalu berdetak kencang. Dan Oppa tak akan meninggalkanmu hanyya karena alasan bodoh. Bahkan Oppa tak akan pernah meninggalkanmu, karena kau segalanya untuk Oppa sekarang." Kata Yesung berusaha meyakinkan Wookie.
"Oppa, aku ini sakit. Aku hanya hidup dengan 1 ginjal ku. Dan apa Oppa tau karena kecelakaan yang menimpa ku, aku kadang sering mengalami sakit di sekitar punggung ku dan terkadang aku kesulitan bernapas, itu sebabnya 1tahun belakangan ini aku jarang beraktivitas diluar dan jarang ikut kalian kemana-mana. Karena Appa melarang ku, Appa khawatir dengan sekehatan ku." Kata Wookie dengan suara sangat pelan tapi masih bisa terdengar oleh Yesung. Yesung mendekap Wookie kedalam pelukannya.
"Oppa tau, tapi Oppa tidak peduli. Justru Oppa akan melindungimu." Jawab Yesung.
Wookie menghela nafas sesaat. Merasakan hangat nya tubuh Yesung yang sedang memeluknya.
"Oppa, soal Kyu.." Ucapan Wookie terpotong saat Yesung melepaskan pelukannya dan menatapnya dengan tatapan kaget.
"Kyu itu adalah kepingan masa lalu ku Oppa. Kyu laki-laki yang membuat ku menjadi Wookie dingin. Aku memang tak menyalahkannya atas perubahan yang terjadi denganku. Kyu adalah namja yang membuat ku membenci semua namja. Di masa lalu, aku pernah mencintainya. Dan bodohnya aku saat itu terus mencintainya padahal aku hanya selingkuhannya saja. Aku terus berpikir wanita seperti apa yang benar-benar dicintai Kyu, dan sepertinya aku telah mendapatkan jawaban nya kemarin dengan kejadian di sekolah, ternyata yeoja beruntung itu adalah Minnie, sahabatku. Dan parahnya lagi apa kau tau Oppa, dia di jodohkan dengan Eonnie ku oleh orangtua ku, Kyu sampai saat ini masih berstatus pacaran dengan Minnie, dan Kyu dan Eonnie mereka bertunangan tepat di malam saat aku mengalami kecelakaan. Saat itu adalah hari dimana Kyu mutusin hubungan kami, dia mengatakan dia bosan berhubungan dengan yeoja manja dan penyakitan seperti ku, Aku terpukul saat itu, sangat terpukul. Aku pulang kerumah larut malam menemukan Kyu sedang bermesraan dengan Eonnie ku, Umma memarahi ku habis-habisan mencaciku karena aku pulang larut malam. Lalu saat itu pikiran ku buntu, aku pergi dari rumah mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi, aku pergi ke sebuah bar, aku mabuk disana, lalu aku keluar dari bar dalam keadaan sangat mabuk dan mengendarai mobilku, dan saat memasuki sebuah terowongan aku kecelakaan. Aku.." Wookie menghentikan ceritanya, dia sudah terisak.
"Sstt, jangan lagi bercerita kalau kau tak sanggup mengatakannya. Tenanglah. Oppa mohon jangan menangis." Kata Yesung sambil membawa Wookie ke dalam pelukannya, memberi kehangatan.
"Oppa akan selalu mencintaimu, tidak peduli apapun yang kau lakukan dan apapun masa lalu mu, Oppa akan selalu mencintaimu." Yesung melepaskan Wookie dan menangkap pipi Wookie dengan kedua tangannya, menghapus jejak air mata disana. "Dengarkan Oppa ya. Mulai hari ini takkan Oppa biarkan mata ini menangis lagi. Oppa akan melindungimu selalu mencintaimu." Kata Yesung sambil tersenyum penuh arti.
"Gomawo Oppa." Kata Wookie sambil tersenyum.
"Kajja. Oppa akan mengajak mu kepantai. Mungkin Siwon Donghae dan Hyukkie sudah menunggu." "Ne Oppa."
_DI PANTAI_
Siwon dan pacarnya Bummie, Donghae dan monyetnya *plak* Hyukkie , dan Kyu dengan bunny nya Sungmin suda menunggu dipantai. Yesung tiba dipantai membawa Wookie keluar dari mobilnya dan berjalan menemui teman-temannya itu.
"Astaga Won, mata ku tak salah kan?"Hae menjerit histeris.
"Kau kenapa berteriak begitu ikan?" Bummie sepertinya kesal.
"Lihat" Hae menunjuk Yesung dan Wookie yang berjalan kearah mereka, tangan Yesung mmenggengam Wookie, sedangkan mata Wookie sibuk dengan ponsel dan tangannya satu lagi. Semua mengikuti arah tangan Yesung dan semua tersentak kaget.
"Maaf ya membuat kalian menunggu lama, aku habis dari taman tadi." Kata Yesung kepada teman-teman nya. Sementara mereka semua masih menatap Yesung dengan tatapan 'apa artinya ini Yesung' Sementara Kyu hanya berdelik kesal dan bosan.
"Chagi, berhenti memainkan ponselmu, katakan pada Min-Oppa-mu bahwa aku tak akan memakanmu." Kata Yesung menginterupsi Wookie yang daritadi hanya sibuk dengan onselnya tanpa mempedulikan sekitarnya.
"Hahahahah, ia Oppa." Wookie memasukan ponselnya ke saku celananya dan tatapan matanya bertemu dengan Kyu, dia langsung mengalihkan perhatiannya.
"Heii, kalian jadian kah?" Tanya Hae mewakili teman-temannya yang penasaran.
"Menurut mu?" Kata Yesung. Wookie hanya diam saja.
"Waw, ini akan menjadi berita besar di sekolah kita, seorang namja ketua osis yang babbo berpacaran dengan seorang yeoja bendahara osis yang dingin nya melebihi suhu kulkas." Kata Hae yang langsung mendapatkan glare dari Yesung.
"Hae-ah nyebelin." Wookie mendengus
"Chagi jangan ngambek. Hae, aku akan membunuh semua ikanmu kalau sampai Wookie-ku ngambek." Kata Yesung.
"Ahhhh, MEMBOSANKAN!" Kata Kyu yang dari tadi hanya diam.
"Ah, ayo kita main yuk." Ajak Minnie mencairkan suasana.
Para namja bermain air di pantai, sedangkan para yeoja hanya berkumpul dibawah sebuah pondok.
"Hmm.. Wook, kau jadian ya sama Oppa-ku?" Tanya Kibum. Kibum adalah sepupu nya Yesung.
"Iya, Bummie. Maaf bukan aku tak memberitahumu. Tapi itu kan baru saja." Wookie takut Bummie marah padanya.
"Tak apa-apa. Aku hanya kaget. Selama ini kau selalu bersikap dingin kepada semua orang." Jawab Bummie.
"Wookie, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Minnie dengan ekspresi serius.
"Hm, tentu saja. Kau sahabatku." Jawab Wookie smabil tersenyum.
"Apa namja yang membuatmu menjadi dingin itu adalah Kyu? Apa kau adalah kepingan masa lalu Kyu? Apa yang membuat mu kecelakaan adalah Kyu?" Tanya Minnie seperti menginterogasi.
Wookie tersentak, sekejap senyum pun lenyap dari wajahnya dan berganti dengan ekspresi dingin seperti biasa. Begitu juga dengan Hyukkie dan Bummie yang tak mengerti.
"..." Tidak ada jawaban.
"Jawab Wookie, kenapa tak berani menjawab eoh?" Suara Minnie meninggi seperti membentak. Hyukkie dan Bummie kaget melihat Minnie seperti itu, setau mereka Minnie selalu bersikap hangat kepada Wookie walaupun Wookie selalu judes padanya. Wookie tak bergeming. Masih terdiam.
"Apa kau takut aku tau bahwa kau adalah yeoja yikiraku tidak tau semang mau merebut Kyu dari ku dulu? Apa kau takut aku tau bahwa Kyu adalah tunangan Eonnie-mu? Apa kau takut kebusukan mu, Umma-mu, Eonnie-mu terbongkar?" Bentak Minnie tepat didepan wajah Wookie.
"Hentikan Min! Kau boleh memaki mencaci dan menghinaku, tapi tidak Umma-ku." Jawaban Wookie tegas dan terdengar menusuk.
"Kau pikir aku tidak tau semua kebusukan mu dan keluarga mu hah? Kyu sudah menceritakan semuanya padaku. Aku tidak habis pikir sahabatku seperti itu, menusuk ku dari belakang." Kata Minnie.
"HENTIKAN OMONG KOSONG MU ITU MIN, KAU JANGAN PERCAYA PADA KYU!" Wookie berteriak didepan Minnie.
PLAKK!
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Wookie, sudut bibirnya berdarah. Para namja yang mendengar teriakan Wookie dan melihat Min menampar Wookie segera mendekati para yeoja.
"Min, apa-apaan kau?" Bentak Hyukkie.
"Min, hentikan!" Yesung membentak Minnie dan menarik Wookie, diusapnya sudut bibir Wookie berdarah akibat tamparan Minnie tadi.
"Min kau keterlaluan." Bummie mencengkeram erat tangan Minnie. Tangan nya ditepis Kyu.
"Jangan menyalahkan Minnie-ku. Salahkan yeoja brengsek itu yang membentak Minnie-ku" Kata Kyu sakratis.
"Aa.. sepertinya ini hanya salah paham. Kalian jangan bertengkar ya." Siwon mencoba mencairkan suasana.
Yesung memasang wajah kesalnya dan mendeath glare Sungmin dan Kyu. Donghae hanya diam, sementara Bummie menatap Minnie dengan tatapan bencinya.
"Aku tidak apa-apa Oppa. Aku yang salah. Tadi aku berkata kasar kepada Sungmin. Mainhae, aku mengacaukan acara kalian. Aku akan menelepon Min-Oppa untuk menjemputku, tiba-tiba aku gak enak badan." Kata Wookie sambil mengeluarkan ponselnya.
Yesung menahan ponsel Wookie. "Oppa akan mengantarmu pulang. Tidak ada gunanya disinni." Yesung menarik tangan Wookie meninggalkan teman-temannya.
"Ayo Siwonnie, kita pulang, aku tak mau berdekatan dengan orang yang melukai perasaan sahabatnya sendiri seperti itu." Kata Kibum dengan suara tegas dan menarik Siwon meninggalkan Donghae, Enhyuk, Sungmin dan Kyuhyun.
"Kau hutang penjelasan dengan ku Lee Sungmin." Hyukkie berkata dengan sangat sakratis.
"Apa-apaan kau berkata seperti itu kepada Sungmin?" Kyuhyun memberikan tatapan tidak sukanya.
"Diam kau! Kau penyebabnya! Aku akan menghajarmu atas luka di bibir Wookie." Hyukkie hendak menampar Kyu tapi ditahan Hae.
"Hyuk, kita pulang." Hae menarik Hyuk menjauh meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun disana.
Setelah semuanya pergi, tangis Sungmin pun pecah.
"Apa aku salah Kyu? Aku hanya ingin yeoja itu mengakui semua kebusukan nya didepan teman-teman kita? Kenapa mereka malah menyalahkanku?" Sungmin terisak, Kyu memeluknya.
"Kau tak salah Minnie, mereka saja yang egois, kau tak butuh teman seperti mereka." Kyu menyeringai sambil berkata.
_Yewook's SIDE_
Di dalam mobil. Yesung menghentikan mobilnya disebuah rumah mewah, tapi itu bukan rumah Wookie.
"Oppa, kita mau kemana? Oppa bilang mau mengantarku pulang?" Tanya Wookie setelah diam seribu bahasa selama perjalanan pulang.
"Ini rumahku. Aku tidak mau membawa mu pulang dengan keadaan wajah kusut. Ayo kita masuk. Ku kenalkan pada Umma dan dongsaeng ku." Yesung membukakan pintu mobil untuk Wookie dan mengajaknya masuk.
Ting..tong.. Ting..tong..Ting..tong.. Ting..tong.. Ting..tong..Ting..tong..
"Aisshh, kemana sih Umma, lama sekali." Dengus Yesung.
"Yak sabar seben.." Ucapan Jungsoo terputus saat melihat anaknya datang membawa seorang yeoja.
"Umma lama deh." Kata Yesung nyelonong masuk sambil membawa Wookie.
"Tadi Umma memberesi kamar Jongjin yang sangat-sangat berantakan itu." Kata Jungsoo sambil tersenyum.
"Oya Umma. Ini yeojachingu-ku yang kuceritakan tadi pagi." Kata Yesung
"Annyeonghaseo Ahjumma, Ryeowook Imnida, Ahjumma bole memanggilku Wookie." Kata Wookie memperkenalkan diri.
"Aigoooo... Neomu Kyeopta.. Kau sangat manis. Sangat tidak cocok dengan anak babbo kepala besar ini." Jungso mencubit pipi Wookie sampai meringis kesakitan.
"Umma, kau menyakitinya." Yesung menatap tajam Umma-nya. Jungsoo melepaskan tangannya dari pipi Wookie.
"Hehehhe. Mianhe Wookie."
"Gweanchana Ahjumma." Wookie tersenyum.
"UUUMMMMAAAAAAAA, DIMANA PSP KU? DIMANA IPAD KU? DIMANA SEMUA GADGET KU?" Wookie kaget mendengar teriakan seorang namja dari lantai 2 rumah tersebut.
"Astaga anak setan itu benar-benar tidak tau situasi. Yesung, cepat kau mandi. Dan kau Wookie Chagi, ikut yuk keatas."
"Wookie baik-baik sama mandi dulu." Kata Yesung mencium pipi Wookie sekilas membuatnya bersemu merah. Lalu naik kekamarnya.
Wookie mengikuti Jungsoo masuk kelantai 2 menemukan seorang namja dengan wajah kesal menatapnya, Wookie kaget melihat betapa namja itu mirip dengan namjachingu nya, mungkin ini dongsaeng nya oppa, demikian Wookie berpikir.
"Semua gadget-mu Umma sita! Kau mau marah eoh? Lihat semua nilai-mu hancur sekali gara-gara semua gadget-mu itu." Jungsoo berjalan mendekat ke namja itu dan menjewer telinganya.
"Aaaa...anniii..Umma..ampun.. YESUNG-HYUNG TOLOOOOONNNGGG." Namja itu teriak lagi dan Wookie hanya senyum melihat keluarga bahagia ini. 'beda sekali dengan rumahku yang dingin' batinnya.
"Jin-ah, diamlah, teriakanmu membuat Umma menjadi tuli." Kata Jungsoo sambil melepaskan jewerannnya ditelinga namja itu.
"Emm.. Umma.. Ini kan Yeoja galak yang menghukum ku kemarin di sekolah karena terlambat. Kenapa dia disini?" Kata Jongjin tanpa mempedulikan perkataan Umma-nya.
"Sopanlah Jin. Dia yeojachingu hyung-mu." Kata Jungsoo.
"Tidak apa-apa kok Ahjumma."
"Hehhehe, Hai .. Jongjin-imnida." Kata Jongjin mengulurkan tangannya.
"Wookie imnida." Wookie tersenyum menerima uluran tangan Jongjin
Tiba-tiba Yesung muncul.
"Jangan kelamaan menyentuh tangan WookieChagi-ku Saeng. Kau harus sopan padanya, dia masih lebih tua darimu, panggil dia Noona." Yesung muncul dan berjalan mendekati kamar Jongjin.
"Sudah, kalian main sana, Umma akan menyiapkan makan malam kalian. Wookie bantuin yuk." Jungsoo berkata.
"Ne Ahjumma." Wookie mengikuti Jungsoo berjalan turun kelantai 1 menuju dapur. Meninggalkan Jongjin dan Yesung.
_Didapur_
"Wookie, malam ini makan malam disini ne." Tanya Jungsoo.
"Tapi Ahjumma.."
"Panggil Umma, Wookie, panggil saja Umma, toh nanti kau akan menikah dengan Yesungie. Dan kau tak perlu khawatir, nanti Umma akan menyuruh Appa untuk menelepon kerumahmu memberitahu kelurgamu, nanti setelah makan Umma akan menyurugh Yesung mengantarmu pulang, jadi Chagi tenang saja"Kata Jungsoo mutlak.
"Ne Umma, gomawo." Wookie tersenyum tulus, baru kali ini dia merasakan kasih sayang seorang ibu, walaupun bukan ibu kandung nya.
-Kediaman Keluarga Tan_
Hari ini Heechul dan anak kesayangannya Seohyun pulang kerumah, mereka heran mendapati rumah sepi.
"Mana anak sialan itu?" Tanya Heechul kepada salah satu pelayan.
"Nona Muda sedang keluar, Nyonya Besar." Jawab pelayan itu takut-takut.
"Kemana saja dia hari minggu begini keluyuran sudah sore belum pulang hah?" Terdengar suara Seohyun kali ini.
"Nona Muda.."
"Wookie keluar bersama temannya. Apa peduli Umma pada Wookie?" Belum sempat pelayan tersebut menyelesaikan kata-katanya Minho muncul dari halaman belakang bersama Hangeng, mereka baru saja selesai bermain golf. "Kalian masuk" Perintah Minho kepada para pelayan.
"Min, kenapa sih kau selalu membela dia, dia itu anak pembawa sial." Heechul terlihat kesal.
"Chullie, aku sedang tak ingin bertengkar, hentikan hujatan mu pada
"Chullie, aku sedang tak ingin bertengkar, hentikan hujatan mu pada Wookie." Hangeng membuka suara.
"Tapi Han, kita..."
'Helloooo..Helloooo...' Perkataan Heechul terpotong suara HP Minho.
'Nomor baru?' Batin Minho menatap ponselnya heran.
"Diangkat Min, siapa tau penting." Suara Hangeng menginterupsi, Heechul dan Seohyun hanya menatap mereka.
Klik!
"Yaboseyo"
"Yak Min-Hyung kau lama mengangkatnya, ini aku Yesung."
"Ya ada apa hmm? Kau tak bebruat macam-macam kan?"
"Aiishh Hyung, Wookie sedang dirumahku dan dia sedang memasak bersama Umma-ku, Umma ingin dia makan malam bersama dirumahku, boleh kan Hyung?"
"Nanti akan ku telepon balik ."
Tut.. Tut.. Tut..
Minho memutuskan telepon secara sepihak. Hangeng menatap nya dengan tatapan 'siapa dan ada apa Min' .
"Tidak ada gunanya kau menyayangi anak sialan itu Han, dia itu tidak berguna, lihat apa dia pernah membuatmu bangga? Dia tidak pernah bebuat apapun mencoba untuk mengangkat nama keluarga kita. Lihat, apa dia pernah muncul di TV? Bahkan aku yakin publik tidak tau kau punya anak bungsu. Lihat kedua anak kita, Min yang begitu terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses, Seo yang terkenal sebagai model, Tapi dia? Dia bahkan tak mau muncul di publik hanya dengan predikat sebagai anakmu. Bagaimana kau bisa menyayangi anak seperti itu Han." Heehul membuka suara.
"Dongsaeng-ku tidak begitu. Dia hanya tak hidup dibawah bayang-bayang kesuksesan Umma ataupun Appa. Apa Umma pikir kalau para investor itu tidak tau aku anak seorang pejabat Tan aku yakin mereka takkan mau bekerja sama denganku. Begitu juga dengan Seo, kalau bukan karena keterkenalan Umma, dia takkan bisa seperti ini." Minho yang sudah panas langsung menjawab Umma-nya dan berjalan meninggalkan Umma-nya menuju ke ruang kerja nya.
"Kita bicarakan itu nanti, aku sedang tak ingin berdebat, kau baru saja pulang, istirahatlah, kau juga Seo, jaga kesehatanmu." Hangeng berjalan menyusul Minho.
_Ruang Kerja Minho_
Terlihat Minho sedang duduk gelisah, di tangan nya segelas wine.
"Kau kenapa Min?" Tanya Hangeng mengagetkannya.
"Ah Appa. Aku hanya sedang berpikir. Aku tak mau dongsaeng ku pulang, kalau bisa aku ingin dia tak pulang sampai Umma dan Seo pergi lagi dari rumah, aku tak mau dia tertekan Appa. Appa tau kan keadaan kesehatannya." Minho semakin tak tenang.
"Apa rencanamu Min?" Tanya Appa-nya yang berhasil membaca pikiran anaknya kesayangannya.
"Tadi Yesung menelepon ku, katanya Wookie dirumahnya. Aku berencana menyuruh Wookie menginap disana. Disana ada Kim Ahjumma dan Kim Ahjussi, kita bisa lebih tenang, ada Yesung mengantar nya pergi sekolah, tinggal kirim Tao saja kesana untuk mengawasinya. Bagaimana menurut Appa?" Tanya Minho harap-harap cemas.
"Appa akan kesana, berbicara dengan Kangin Ahjussi-mu dulu." Jawab Hangeng
"Ne Appa." Minho hanya mengangguk.
_Kediaman Keluarga Kim_
_Ryeowook's POV_
Umma-nya Oppa baik sekali, dia memperlakukan ku seperti anaknya, aku sangat bahagia, betapa enaknya hidup Oppa dipenuhi cinta dari keluarganya, snagat bertolak belakang degan keadaan ku dirumah. Haiss, aku berharap aku bisa lebih lama merasakan kehangatan keluarga ini.
Ting.. Tong..
Suara bel mengagetkanku dari lamunan ku.
"Chagi, Umma buka pintu dulu, sepertinya Appa pulang, lanjutkan memasaknya Ne?"
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
Aku memasak sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
"Suara mu indah sekali yeobo." Suara baritone itu mengangetkanku, dan oh demi ddangkoma, Oppa seenaknya saja memelukku dari belakang disaat aku memasak begini.
"Oppa, jangan menggodaku, nanti masakan nya rusak bagaimana, aku bisa dimarahi Jungsoo-Umma." Aku berusaha melepaskan pelukannya tapi sia-sia.
_Ryeowook's POV END_
"Ehem.." Suara deheman seseorang membuat Yesung harus menghentikan aktivitas menggodanya dan suatu keuntungan bagi Wookie.
Yesung membalikkan tubuhnya, dia melihat Umma, Appa, Tao, dan oh Tan Ahjussi sedang menatapnya dengan tatapan 'jangan mesum' , Yesung jadi salah tingkah hanya menyengir. "Eh Appa, Ahjussi, kapan datang? Hehhehe. Mianhae Ahjussi, aku tadi udah menelepon Min-Hyung dan mengatakan bahwan Wookie makan malam dirumahku dan setelah makan malam aku akan mengantarnya pulang, Apa Ahjussi datang menjemput Wookie.?" Yesung nyerocos gag jelas sendiri.
Wookie baru menyelesaikan masakan nya kaget.
"Appa. Apa Appa datang menjemputku?" Tanya Wookie sambil berjalan mendekat ke Appa-nya.
"Ani Chagi, ada yang ingin Appa bicarakan dengan Ahjussi dan Ahjumma." Jawab Hangeng sambil mengelus kepala Wookie.
"Tao, kenapa kau membawa koper? Apa Appa dan Oppa memecatmu? Appa, jangan pecat Tao, aku hanya bercanda kemarin, Tao tidak menjahiliku, jangan pecat dia ya?" Wookie menatap Appa-nya dengan ragu-ragu.
"Aduh, kita jadi kacang." Kangin membuka suara.
"Eh, Ahjussi, apa Ahjussi mengingatku?" Kata Wookie.
"Tentu saja, kau anak Tan Hangeng yang gila itu kan?" Kangin mengacak rambut Wookie. "Tak ku sangka, kau akan menjadi menantu ku, menikahi anak ku yang babbo itu." Kata kangin sambil menunjuk Yesung. Yesung hanya mengerucutkan bibirnya.
"Eh ayo kita makan dulu, ngomong nya nanti saja setelah makan ya?" Jungsoo-Umma menginterupsi.
"Ayu Han, ikutlah makan bersama kami disini." Ajak Kangin.
"Sungie, panggil Jin-ah."
Yesung mengumpulkan seluruh nafasnya. Dengan 1 teriakan : "KIM JONGJIN BABBO. MAKAN MALAM ATAU PSP MU HYUNG BAKAR!"
"Astaga Oppa, kau jangan berteriak begitu." Wookie terkaget.
Yesung hanya nyengir sambil menggaruk tengkuknya, "Mianhae. Hehehehe"
Jongjin pun turun dan mereka makan bersama.
_SKIP TIME_
Disini lah mereka, di ruang keluarga kediaman keluarga Kim. Terlihat Hangeng, Kangin dan Jungsoo duduk bersama berhadapan dengan Yesung, Wookie dan Jongjin, sementara Tao berdiri disamping Tuan besarnya masih dengan kopernya.
"Jadi ada apa Oppa?" Kata Wookie membuka pembicaraan, perasaan nya mengatakan akan ada hal besar (?).
"Chagi, begini, tadi Appa sudah membicarakan dengan Kangin Ahjussi.."
"Dia akan memanggilku Appa juga mulai hari ini Han, kau ingat, dia ini menantuku." Kangin memotong pembicaraan Hangeng. Wookie dan Yesung merona mndengarkan itu. Jongjin sibuk dengan PSP-nya.
"Jangan memotong pembicaraanku Hyung." Kata Hangeng melanjutkan. "Jadi Wookie, Appa sudah mendiskusikan ini dengan Umma dan Appa mertua mu ini, untuk beberapa hari kedepan kau akan tinggal bersama keluarga Kim dirumah ini. Appa tidak mau mendengar penolakanmu." Kata Hangeng dengan lembut namun ada nada tegas yang tak mau dibantah disana.
Wookie tak bergeming, dia sudah tau apa maksud Appa-nya kalau begini. "Aku tau Appa, aku takkan membantah. Apa Umma dan Eonnie akan lama dirumah?" Tanya Wookie. Ada nada sedih disana, Yesung hanya menatap nya dengan tatapan iba.
"Appa tidak tau, Appa minta maaf tak bisa melindungimu." Hangeng mengecilkan suaranya, terbersit kesedihan disana.
"Hehehehe, aku tidak apa-apa kok Appa. Disini aku senang. Aku bisa memasak bersama Jungsoo-Umma, aku bisa menghabiskan waktu luang ku bermain dengan Jin-ah dan aku bisa lebih banyak mesra-mesraan dengan Yesung Oppa." Wookie memaksakan diri untuk tertawa.
"Nona Muda, aku ikut disini ya? Pleaseeeeeeeeeeee." Tao memasang wajah memelas.
"Eh Tao, kau jangan tanya padaku, tanya saja pada Umma dan Appa, mereka yang menanggung biaya makan mu nanti." Kata Wookie.
"Boleh ya Tuan Kim. Nyonya Kim?"
"Tao, tugasmu dirumah, temani Minho. Disini Wookie ada Yesung." Hangeng mendeath glare Tao.
"Hmm. Ahjussi tenang saja. Aku akan menjaga Tuan Putri dengan baik." Yesung membuka suara, menarik Wookie kedalam pelukannya. Wookie hanya tersenyum tipis.
"Ne Yesungie, mulai saat ini panggil aku Appa juga, dan tolong jaga Tuan Putri dengan baik, jangan berbuat yang 'iya-iya' atau kau akan digantung Min-Hyung di Namsan Tower. Tao, bawakan barang-barang Wookie yang di mobil." Perintah Hangeng. Tao pun berjalan keluar.
"Hyung, Noona, Aku pamit dulu, aku titip anakku ya." Hangeng berdiri dan pamit berjalan keluar. Tapi dia kembali lagi.
"Ada apa lagi Han?" Tanya Kangin.
Hangeng tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, memberikannya kepada Wookie. "Chagi, Appa tak tau berapa lama kau disini, ini uang jajan mu untuk 1 bulan. Appa pergi dulu, baik-baik disini." Wookie hanya tersenyum.
Tao masuk sambil membawa boneka Winnie the Pooh yang cukup besar."Nona Muda ini peliharaan mu." Kata Tao sambil menyerahkan boneka kesayangan Wookie.
"Gomawo Tao."
"Chagi, sementara tidur dikamar Yesungie saja ya, dan kau Yesungie sementara kau tidur di kandang Jongjin." Perintah Jungsoo mutlak. Perkataan pertamanya membuat Yesung ingin terbang ke langit lapisan kesepuluh (?) tapi kelanjutannya membuatnya ingin terjun bebas dari Namsan Tower, tidur di Kandang Jonjin.
"Terserah Umma saja." Yesung pasrah.
"UMMA ,aku tidak mau sekamar dengan Hyung, dia mengerikan, PSP ku bisa jadi makanan ddangkoma." Jongjin sedikit keberatan.
"Ddangkoma takkan memakan gadget sampah Jin-ah." Yesung berdelik.
"Kau kura-kura menyebalkan Hyung."
"Kau raja gadget yang gagap teknologi."
"YESUNG JONGJIN." Panggilan manis (?) Jungsoo terdengar sangat menyeramkan di telinga kedua anaknya.
"Ah, BabyWook, aku membawa kopermu." Yesung membawa koper Wookie memnuju kamarnya.
Wookie mengikuti Yesung naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar Yesung. Wookie bediri didepan itu , memperhatikan isi kamar itu. Kamar itu sangat rapi. Disudut kamar terdapat akuarium dan peliharaan nya Yesung, apalagi kalau bukan kura-kura. Wookie mengedarkan pandangan nya di meja belajar terdapat sebuah komputer, buku-buku tersusun rapi. Ada headphone menggantung disana, sebuah Ipad, sebuah laptop. Wookie menyerngitkan dahinya. Meratapi keanehan kekasihnya. Sudah punya komputer kenapa masih ada laptop dan ipad. Sungguh aneh!
"Chagi, ayo masuk." Suara Yesung menginterupsi.
"Kenapa menatapku dengan tatapan bingung?" Tanya Yesung saat belum menemukan jawaban.
"Haha, kau aneh ya Oppa. Isi kamar mu dipenuhi gadget. Apa kau dan Jongjin mengoleksi semua gadget terbaru itu?"Tanya Wookie penuh kebingungan.
"Itu semua punya Jin-ah. Saat dia bosan dengan gadget lama nya dan menginginkan yang baru dia akan melempar gadget lamanya kekamarku dan meminta Umma membelikan yang baru. Kau tak perlu heran, kau boleh memakai semua yang ada dikamar ini, anggap saja kamarmu. Kau istirahatlah. Oppa tak mau kau kelelahan."
"Ne Oppa. Oppa juga tidurlah, sudah malam."Wookie tersenyum.
"Ne, Good night and sleep tight my princess." Yesung mencium pucuk kepala Wookie.
"Good night My Prince." Wookie mengecup pipi Yesung.
Yesung berjalan meninggalkan Wookie dikamarnya. Didepan kamarnya langsung disambut Umma dan Appa. Yesung memandang mereka dengan tatapan 'ada apa? Apa aku berbuat salah? Apa kalian ingin membunuh ddangkoma?' *plak! Abaikan yang terakhir itu*
"Ada yang ingin kami tanyakan. Kita bicara di ruang keluarga" Pernyataan Kangin menjawab rasa penasaran Yesung. Yesung mengikuti langkah kedua orangtuanya menuju ruang keluarga.
"Ada apa Appa?" Tanya Yesung sambil mendudukan dirinya di sofa.
"Sebenarnya ini tentang Wookie. Appa tidak enak menanyakan nya kepada Han-Appa mu, walaupun dia sahabat Appa, Appa tak ingin menyinggung perasaannya begitu saja. Tadi Wookie dan Appa-nya sempat membahasa tentang Umma-nya. Ada apa dengan Wookie dengan Umma-nya? Kau namjachingu nya pasti dia sudah cerita padamu." Jelas Kangin panjang lebar.
"Hmm.. Hubungan Wookie dan Umma-nya sedikit tidak baik Appa. Wookie belum cerita banyak. Dia hanya memberitahu ku tentang Umma-nya memaksanya mendonorkan ginjalnya untuk Eonnie nya, Umma-nya yang tak pernah menayayanginya, Umma-nya selalu mencacinya. Kemarin saat aku dirumah mereka Wookie menangis dikamarnya dia tidak mau makan, Aku rasa dia sangat meinginkan kasih sayang seorang Umma. Aku heran dengan nya, dia tak pernah cerita apapun tentang hidupnya kepada kami semua." Yesung menjawab rasa penasaran Appa-nya.
"Kasihan sekali. Hal apa yang membuat Chulie membenci anak sebaik Wookie." Lirih Jungsoo. Sedangkan Kangin hanya tersenyum miris. 'kau tak tau Jungsoo, kau tak tau siapa Wookie dan bagaimana asalnya'
"Umma mengenal Umma-nya Wookie?" Tanya Yesung kaget.
"Tentu Chagi, siapa tidak kenal mantan model terkenal itu." Jawab Jungsoo.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari lantai 2.
"UMMA APPA HYUNG, CEPAT TOLONG WOOKIE NOONA."
"Astaga, itu suara Jin-ah, ada apa dengannya." Yesung berlari menuju lantai 2 begitu juga dengan Kangin dan Jungsoo. Sumber suaranya dari kamar Yesung, Yesung langsung masuk menemukan Wookie sedang meringis kesakitan memegang punggung nya sementara Jongjin hanya berdiri dengan wajah ketakutan.
"Sa..saakiitt.." Wookie meringis.
"Astaga Jin-ah apa yang kau lakukan eoh?" Yesung langsung memeluk Wookie.
"Wookie, Wookie kenapa, beritau Umma dimana yang sakit?" Jungsoo mendekati Wookie.
"Sa,,sakit Ummmma, punggung Wookie ssa..kit.." Wookie menahan sakitnya.
"Bagaimana ini Yesung? Appa bagaimana ini?" Jungsoo khawatir sekali.
Seketika Yesung teringat kata-kata Minho kemarin.
"Jin-ah, cepat buka koper Wookie bawakan ranselnya kemari."Perintah Yesung.
"Oopppaa..sa..sakitt seka..li Oppaa." Wookie memegangi punggung nya.
"Yesung, gendong Wookie, kita kerumah sakit sekarag." Perintah Kangin mutlak.
"Tidak Appa, itu tidak akan membantu. Jin-ah cepatlah!"
"Ini Hyung." Jongjin menyerahkan tas Wookie kepada Yesung. Yesung menidurkan Wookie di tempat tidur, dibukanya dan dicarinya seluruh isi tas nya dan akhirnya dia menemukan obatnya, dia mengambil air minum dimeja kecil samping tidur, mengeluarkan satu butir obat.
"Wookie, ayo minum obatnya." Yesung meminumkan obat itu.
Seketika Wookie kembali tenang, pipi nya basah karena air matanya, begitu juga Jungsoo yang kini dipelukan Kangin, dia sangat ketakutan melihat Wookie kesakitan. Dan Jongjin? Jangan ditanya lagi, wajahnya pucat, dia merasa bersalah pada Wookie-noona nya.
"Chagi, apa masih sakit?" Tanya Yesung mengusap kepala Wookie.
Wookie hanya menganggukan kepala sebagai jawaban. Wookie memejamkan matanya dan tertidur. Yesung menyelimuti Wookie dan berjalan keluar. Sudah jam 11 malam.
Diluar Umma dan Appa-nya sedang menyidang Jongjin.
"Jin-ah, jelaskan pada Umma apa yang kau lakukan pada Noona mu sampai dia kesakitan." Suara Kangin terdengar sangat tegas membuat Jongjin merinding ketakutan.
"Tadi ..."
_FLASHBACK ON_
Jongjin masuk kekamar Hyung-nya dan dia melihat Hyung-nya tertidur dalam selimut.
"Hyuungggg. Aku sedang browser dan aku menemukan bahwa ipad 4 akan segera dirilis. Ayo rayu Umma untuk membelinya untuk ku." Jongjin mengguncang-guncang punggung Wookie yang disangka tubuh Hyung-nya.
"Engghh.. Kenapa Jin-ah?" Tanya Wookie yang tidurnya terganggu oleh Jongjin dia memegangi punggungnya terasa nyeri.
"Eh Noona. Mianhae Noona. Mianhae. Aku kira Yesung-Hyung. Jeongmal Mianhae." Jongjin membungkukan badannya berkali-kali.
"Tidak apa-apa, kalau kau mau nanti Noona akan membelikannya untukmu." Kata Wookie tersenyum.
"Jinjja Noona?" Jongjin mngerjapkan mata nya tak percaya yeojachingun Hyung-nya yang baru dikenalnya ternyata begitu baik. Wookie hanya mengangguk.
"Ahh Gomawo Noona, jeongmal gomawo." Jongjin memeluk Wookie. Seketika Wookie tiba-tiba mendorong Jongjin dan memegang punggung nya dan meringis kesakitan.
"Noona, noona. Gweanchana?" Jongjin kaget melihat ekspresi Wookie.
"Jin-ah, panggil Yesung-Oppa. Palli. Sa..sakkit sekali." Wookie menangis.
Tanpa berpikir panjang, Jongjin langsung berteriak. "UMMA APPA HYUNG, CEPAT TOLONG WOOKIE NOONA."
_FLASHBACK END_
"Begitu Umma, Appa. Mianhae." Jongjin tertunduk.
"Kau keterlaluan Jin-ah. Apa yang ada dipikiranmu.."
Perkataan Kangin terputus saat Yesung datang dan memotong acara penyidangan Jongjin.
"Bukan salah Jongjin , Appa Umma. Jangan menyalahkannya." Yesung duduk disamping Jongjin.
"Yesungie, jelas-jelas saeng-mu ini keterlaluan, dia membuat Wookie kesakitan." Kangin berbicara sambil menunjuk-nunjuk Jongjin.
"Bukan salahnya Appa. Wookie kesakitan bukan karena Jin-ah. Percayalah. Di punggung Wookie dipenuhi luka bekas operasi. Setiap dia tertekan dan beraktivitas berlebihan itu akan membuatnya kesakitan seperti itu. Appa dan Umma boleh menanyakannya kepada Wookie besok pagi, jika tak percaya padaku." Kata Yesung berusaha meyakinkan Umma dan Appa nya.
"Bagaimana itu bisa terjadi Yesungie? Bagaimana kau bisa tau letak obatnya?" Tanya Jungsoo.
"Oppa-nya Wookie mengiriku pesan tadi, dia memberitahuku tentang itu." Yesung menjawab apa adanya.
"Sudahlah lebih baik Appa dan Umma tidur, ini sudah malam, ayo JongJin, kita juga harus tidur." Yesung berjalan meninggalkan kedua orangtua nya.
-Di Kamar Jongjin_
"Hyung, gomawo menyelamatkan ku dari amukan Appa tadi. Aku tak sengaja membuat Noona kesakitan" Jongjin mencoba mnejelaskan kepada Hyung-nya.
"Ne, bukan salahmu. Lain kali jangan bertingkah lagi saeng, kau hampir membuat jantung Hyung berhenti berdetak. Berjanjilah pada Hyung kau harus membantu Hyung menjaga Noona, Noona-mu sangat rapuh, dia mudah sakit." Yesung berata dengan sangat lembut kepada JongJin.
"Ne Hyung, kau tenang saja. Wookie Noona berbeda sekali dengan image nya disekolah yang terkenal sebagai Sunbae paling dingin."
"Tidur Jin-ah. Hyung tak mau mengobol lagi." Kata Yesung memejamkan matanya.
_Kediaman keluarga Tan_
"Lihatlah Han, anak kesayanganmu kelayapan dan tak pulang. Anak gadis macam apa ayng seperti itu? Ini sudah tengah malam tapi dia belum pulang juga." Heechul memulai pembicaraan nya dengan suaminya.
"Dia sudah menghubungiku, dia menginap dirumah temannya." Hangeng menjawab dengan asal saja.
'Kita lihat saja, dimana anak sialan itu kau sembunyikan dariku, aku tak akan puas menyiksa nya, dendam ini takkan habis. Anak ini yang sudah merusak kebahagiaan keluarga kita Han' Batin Heechul dengan seringaiannya.
#NP : 기억을 따라 (Memories) _ Super Junior
_↔TO BE CONTINUED↔_
Gomawo yang sudah baca ya^^
Oya, author kehilangan ide dan kreativitas untuk melanjutkan fic ini. Karena ide membuat fic ini hanya tiba-tiba saja muncul saat auhtor mengingat masa-masa auhtor menjadi panitia MOS dulu. Saat ini author tengah menunggu hasil SNMPTN untuk masuk perguruan tinggi, doakan author lolos test ya *Gak nanya* . Aneh ya? Hehehe~ ^^
Yang punya ide untuk membantu Author melanjutkan fic ini, PM aja auhtor
Review ya, dan jangan nge-bash author, nanti author jadi males mau lanjutin nih fic.
meyfa : Ne. Gomawo, akan saya lanjutkan secepatnya. Jangan bosan membaca, mereview dan memberi saran demi kelangsungan hidup fic ini.
viiaRyeosom : *Kyu tangkis pakai Sempak Hyukjae* Gomawo sudah membaca dan mereview^^ , akan terjawab seiring berjalannya waktu. Jangan bosan nungguin author update. Ohya, Fic mu yang Oh My Girl di update donk ! Aku suka sekali ceritanya.
yewookchild22 : Banyak sekali, author tak tau harus menjawab dari mana dan kemana dan bagaimana *AUTHOR TELMI* ..Gomawo uda baca dan review. Nanti di Chap 4 akan dijelasin semua permasalahan yang terjadi antara Hee dan Wook. Jangan bosan .
dwooonho : Wookie milik author *Dilempar ke empang oleh ELF* . Gomawo uda baca dan review. Jangan Bosan nunggu author update ya.
Ddhanifa aaolfa : Maafkanlah author yang khilaf ini. Bahasa Indonesia author memang agak payah *padahal bentar lagi uda mau jadi mahasiswi masih saja gitu* . Akan author usahakan tak salah lagi. Gomawo uda baca dan review. Jangan Bosan ya
Park min mi : Hehehe ~ Engga kok, disini Wookie disiksa dulu *dihajar ELF* nanti akan ada saat bahagianya. Gomawo udan baca dan Review.
kimryeowii : Nantikan saja , nanti di Chap 4 ada dijelaskan sebabnya, makanya jangan bosan baca dan review. Gomawo~
Lya Clouds : Mian, mian. Auhtor kehilangan kata-kata, entah bagaimana dan kenapa (?) . Akan Author usahakan lebih baik lagi. Gomawo
Khusus Chap ini, aku share lirik dan terjemahan bahasa inggris nya lagu Super Junior – Memories.
Di lagu ini, suara Yesung terdengar sangat merdu.
Check it Down :
saranghae tjanha uri hamkkehan manheun nal dongan
hamkke apahaetjanha seoroui irin juldo moreugo
neon eodi inneun geoni naui moksori deullijil annni
apeun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok
gaseumi nunmuri tto neoui gieogi
han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda
ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda
johahaetjanha jageun nae misoe useojwotjanha
hamkke ureosseotjanha naui nunmure apahaetjanha
jigeum eodi inneun geoni jichin nae moseubi boijil annni
apeun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok
gaseumi nunmuri tto neoui gieogi
han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda
ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda
naegero dorawa jullae maeil ne ireum bureumyeo jichin gidarim soge neoreul chaja hemaeneun najanha
sarangi nunmuri neowaui chueogi
han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda
ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda
English Translation
We used to love during the many days we were together
We used to hurt together- making each others pain our own
Where are you? Can't you hear my voice?
My pained heart is looking for you Is calling out to you- crazily
*My heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won t erase
And again today, I drench my empty heart
We used to like each other- you laughed at my smile
We used to cry together- you were pained by my tears
Where are you? Can't you see my tired body?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you crazily
*Repeat
Please come back to me- I call out your name every night
And in my exhausted waiting, I wander around and look for you
My love, my tears, our memories
Drop by drop, they are falling against my chest Though I cry and I cry, the memories won't erase
And again today, I drench my empty heart.
