Rikudou Sannin

Saat Naruto berjalan menuju Kuoh Academy ia melihat Issei berjalan dengan lesuh, dilihat dari raut mukanya tanpak seperti orang tidak mempunyai gairah hidup.

Naruto mengahampiri Issei untuk memberi salam selamat pagi yang hanya dibalas lambaian tangan yang tidak bertenaga.

"Issei, kau kenapa?, seperti ada yang kau pikirkan"

"Aku hanya tidak enak badan saja Naruto"

"Kau tampak sakit, sebaikanya kalau sakit tidak usah dipaksakan"

"Hehe... Tidak hanya kurang tidur saja"

Issei memandang Naruto dengan denyum dipaksakan, ia masih mengingat kejadian semalam dan hampir ke hilangan nyawanya untuk kedua kalinya, yah yang pertama dari pacar pertamanya yang seorang malaikat jatuh yang telah membunuhnya, meski kini dia sudah hidup kembali walaupun sekarang menjadi iblis.

Pulang Sekolah

Sesudah pulang,Naruto seperti biasanya bekerja sampingan untuk menghidupi dirinya.

Perjalanan Pulang ke Rumah

Naruto yang berjalan dengan santainya menuju apartemennya sambil menikmati hembusan angin malam yang menerpa kulit.

Di saat itu juga Naruto merasakan bahwa dia tidak sendiri ditempatnya.

Di sebuah pohon seseorang berambut pirang pucat sedang mengawasi Naruto yang sedang berjalan.

'Aku tidak merasakan aura apapun dari Naruto selain aura seorang manusia'

'Ternyata aku sedang diawasi Kibanya'

Naruto mempercepat langkahnya menuju apartemennya.

Di Grigory

Di sebuah ruangan, Azazel yang melihat Vali yang tidak sadarkan diri dari kemarin mulai khawatir, bukan tentang kondisi Vali karna Vali setengah iblis jadi cepat tapi tentang musuh yang meyerang Vali.

'Seberapa kuat musuh yang dihadapi Vali saat itu'

Azazel keluar dari ruangan itu menuju ke dunia manusia, Azazel yang memunculkan 6 pasang sayap gagak melesat menuju dunia manusia untuk menghadiri pertemuan 3 fraksi.

Di Surga

Seseorang dengan berambut pirang pucat dengan pakaian zirahnya menuju ke gerbang surga menuju dunia manusia untuk menghadiri pertemuan 3 fraksi.

Saat pria itu menuju gerbang surga dia dihentikan oleh seorang gadis dengan rambut sama pirangnya dengan tubuh sexy menghampiri pria itu.

"Michael-sama, tunggu!, aku ingin bicara"

"Ada apa Gabriel, aku sedang ingin menghadiri pertemuan 3 fraksi"

"Ehh, jadi siapa yang akan mendampingimu dipertemuan 3 fraksi, kalau tidak ada aku bisa mendampingimu"

Gabriel dengan wajah sedikit memerah sambil mengalihkan wajahnya ketempat lain dari wajah yang iya pandang tadi.

"Aku akan didampingi Irina, malaikat reinkarnasi itu"

"Apa ada yang lain"

"Ah, tiadak aku hanya khawatir saja"

Wajah Gabriel tambah memerah.

"Kalau begitu aku pergi dulu, jaga surga untukku saat aku pergi"

"H-ha'i, Michael-sama"

Michael kembali melanjutkan perjalanannya menuju dunia manusia.

Tempat Naruto

Naruto yang masih berjalan dengan santai tanpa mempercepat atau memperlambat menikmati hembusan angin malam, tiba-tiba merasakan membusan angin berhentik bahkan tidak merasakan aura satupun mahkluk disekitarnya.

'Sepertinya aku ke datangan tamu'

Terlihatlah sosok manusia memakai pakaian cina dengan tongkat disanggah dibahunya.

"Namaku Cao Cao, aku kesini ingin menawarkan padamu untuk begabung diorganisasiku"

'Ternyata dia Cao Cao salah satu anggota pahlawan'

"Kalau aku menolak"

"Aku akan memaksamu"

Cao Cao langung melesat ke Naruto dengan nenghunuskan tombaknya pada Naruto, Naruto yang mempunyai reflek yang baik berhasil menghindar ke kanan dari hunusan tombak Cao Cao.

'Cih, dia berhasil menghindar dari tombakku dengan mudah'

Cao Cao berbalik arah menuju punggung Naruto dengan menggerakkan tombaknya secara vertical.

Keluarlah cahaya dari tombak Cao Cao menyerupai bulan sabit menuju Naruto.

'Meyusahkan saja'

Naruto berbalik badan langsung berhadapan dengan cahaya bulan sabit menuju dirinya.

[Gakidou]

Cahaya tadi terserap ke sebuah kubah bulat yang mengilingi Naruto.

'Ini menarik'

"Kurasa sudah saatnya aku pergi, sampai jumpa Naruto, aku yakin kita akan bertemu kembali"

Cao Cao menghilang dalam lingkaran sihir yang berada dibawahnya.

'Sepertinya dia sudah pergi, sebaiknya aku bersiap-siap mengawal pertemuan 3 fraksi'

Naruto menghilang dari tempatnya berdiri meninggalkan kilatan hitam.

Pertemuan 3 Fraksi

Disebuah sekolah Kuoh Academy disalah satu ruangan terdapat banyak orang yang sedang mendiskusikan sesuatu terdapat Sirezch Lucifer pemimpin underworld dan Serafall Leviathan yang duduk disalah satu kursi yang dikawal keluarga Rias Gremory dan Sona Sitri, ada Azazel juga gubernur malaikat jatuh yang dikawal oleh Baraqiel salah satu jendral malaikat jatuh yang hanya menatap datar pertemuan ini tanpa mengalihkan pandangannya pada salah satu ratu Rias, Akeno yang adalah anak dari Baraqiel, dan sesosok malaikat dengan rambut pirang pucat serta baju zirah A.K.A Michael yang dikawal reinkarnasi malaikat, Irina.

"Karena semua sudah lengkap kita akan memulai pertemuan 3 fraksi diKuoh Academy"

Kini Sirezch memecah suasana dengan mengajukan pernyataan berikut.

"Aku ingin membicarakan, kenapa anak buahmu ingin membunuh Rias-chan dan Sona-chan serta keluarganya, Azazel"

Sirezch tampak serius dengan memandangi wajah Azazel.

"Maaf, karna kelalaian saya mengawasi anaka buah saya dapat akan menyebabkan perang Great War terjadi kembali, tapi kalau urusan dia meyerang kelompok iblis diKuoh saya tidak tahu, dan itu murni ke inginannya sendiri, Sirezch-san"

"Hei kau, anak buahmu hampir saja membunuh Sona-tan dan Rias-tan serta keluargannya, hanya bisa meminta maaf"

Kini Serafall mulai geram pada tingkah Azazel.

"Tenang saja yang terpenting mereka semua selamat"

Kini semuanya mulai menurunkan aura membunuhnya.

"Dan aku dengar utusan Tuhan suadah kembali"

Michael merubah topik pembicaraan.

"Dia juga yang menyelamatkan Rias-chan dan Sona-chan serta keluarganya terhindar dari maut"

Sirezch sekarang mulai tenang dengan ke datangan penyelamat Imotounya.

"Kami juga mencoba mencari keberadaannya, tapi sayangnya tak ada secuil informasi tentang keberadaannya"

"Bahkan pengawasan surgapun tidak dapat mendeteksi keberadaannya"

Michael menambahkan kata-kata Sirech.

Tiba-tiba semua mahkluk yang ada diruanggan itu tampak berhenti kecuali Sirezch, Serafall, Azazel, Baraqiel, Michael, Issei, Akeno dan Rias karna sebelum waktu berhenti Rias dan Akeno memegang tangan Issei.

"Sepertinya ini perkerjaan sacreg gear Forbidden Balor View, mungkin sekarang dia dalam bahaya"

Azazel dengan tenangnya memandang Rias yang mulai tegang.

"Gasper dan Koneko dalam bahaya, Onii-sama aku minta izin menyelamatkan keluargaku"

"Baiklah aku izinkan Rias-chan, tapi cepatlah kembali"

"Ha'i"

"Buchou, aku akan ikut membantumu"

"Ara, Buchou aku juga ikut"

"Tida, kau disini saja Akeno"

"Tunggu!, sebelum itu pakailah gelang ini Issei-kun dan pakainkan lagi pada setengah vampir itu"

Azazel memberikan 2 buah gelang kepada Issei.

"Ha'i"

Rias dan Issei pergi dari tempat pertemuan 3 fraksi untuk menyelamatkan keluarganya.

Sementara diluar gedung sekolah banyak peyihir bermunculan dari lingkaran sihir dilangit.

"Sepertinya kita kedatangan musuh, Baragiel kau tahu apa yang harus dilakukan"

"Ha'i"

"Akeno-tan, sebaiknya kau bantu Baragiel"

"B-baik, Leviathan-sama"

Akeno dan Baragiel keluar dari tempat pertemuan menghadapi para peyihir.

BLAARRR

Terjadi ledakan besar ditengah-tengah pertemuan 3 fraksi menghancurkan tempat pertemuan.

Asap ledakan mulai berangsur-angsur menghilang, menampakan sebuah kekkai yang dibuat oleh 3 pimpinan fraksi.

"Wah, wah, wah, ternyata kalian meyatukan kekuatan kalian"

Munculah perempuan berkulit tan memakai pakaian sexy ditengah-tengah pertemuan 3 fraksi.

"Kau!, Katerea Leviathan keturunan Maou lama"

"Lama tak berjumpa Serafall Leviathan, ternyata kau yang mengambil posisikunya, Serafall-chan, aku akan mengambil posisiku seharusnya darimu"

Katerea melesat menuju tempat Serafall, tetapi berhasil dihadang oleh Azazel.

"Biar aku saja yang melawannya"

"Tetapi kau pimpinan fraksi malaikat jatuh"

"Biarkan saja Sirezch, lagi pula aku sudah lama tidak bertarung"

Azazel memunculkan sacred gear buatannya, tampaklah armor berwarna emas melindungi tubuhnya dengan sayap yang lumayan besar dipunggungnya.

"Saatnya beraksi"

Azazel melesat dengan sayapnya menuju Katerea, adu pukulan, tendangan dan kekuatan tak terelakan dari pertarungan Azazel dan Katerea meninggalkan banyak kawah besar disekitarnya.

Rias dan Issei sudah kembali dari penyelamatanya membawa Koneko dan Gasper dalam kondisi pingsan digendongan Issei.

"Apa yang terjadi ini!"

"Para peyihir dan salah satu keturunan Maou lama meyerang tempat pertemuan 3 fraksi, Rias-chan, dan Azazel sedang melawannya"

Kini semua keluarga Rias, keluarga Sona dan Irina mulai kembali be

Akeno dan Baraqiel berhasil mengalahkan semua penyihir dan menutup lingkaran sihir tempat datangnya peyihir.

"Akeno-chan, maafkan ayah tidak bisa menjagamu saat kau dalam kesusahan"

"Siapa juga yang ingin dijaga olehmu, kemana dirimu saat para malaikat jatuh membunuh ibu,kemana"

Akeno mulai menangis terisak, mengetahui ayahnya sangat menyayanginya.

Baraqiel mulai memeluk Akeno yang masih menagis samvil mengelus rambut anaknya.

"Maafkan ayah, Akeno-chan, ayah akan tidak akan lari lagi, ayah akan selalu melindungimu Akeno-chan"

Tangisan Akeno mulai berhenti, Baraqiel mengusap sisa air mata Akeno.

"Mulai sekarang, ayah akan selalu ada untukmu, selalu menjagamu"

Kini Akeno mengembangkan senyum tulusnya pada ayahnya, Akeno dan Baraqiel pergi menuju tempat pertemuan 3 fraksi.

Kini Azazel berhasil mengalahkan Katerea yang tubuhnya penuh luka-luka disekujur tubuhnya.

"Hebat juga kau Azazel tapi ini baru pemanasan"

Kini diatas Katerea munculah lingkaran sihir, lingkaran sihir mengluarkan ular yang mulai bersatu dengan tubuh Katerea.

"Ini kekuatan naga Ouroboros yang tidak terbatas"

Azazel dan semua orang disana tampak terkejut karna peningkatan kekuatan Katerea meningkat drastis.

"Rasakan ini Azazel"

Katerea melesat menuju Azazel dengan cepatnya yang hampir tidak bisa dibaca pergerakkannya, memukul armor emas Azazel, Azazel terpental menabrak tanah dengan kerasnya meningalkan kawah yang cukup besar.

'Sial, dia bertambah kuat'

Saat semua orang sedang bersiaga dengan kekuatan Katerea, datanglah seseorang jatuh dari langit menghantam tanah dengan kerasnya,rambut pirang berkibar dihempas angin A.K.A Naruto dengan topeng rubah diwajahnya dengan mata berwarna ungu pola riak air memakai pakaian anbu dengan jubah putih dengan aksara api merah dibawahnya.

Semua orang tampak terkejut dengan kedatangan seseorang berambut pirang

"Oh ternyata datang lagi orang lemah, akan ku bunuh kau"

Katerea melesat menuju Naruto dengan tinjunya yang dilapisi aura hitam memukul Naruto.

'Dia ingin meyerangku secara lansung'

[Tendo : Shinra Tensei]

Katerea terpental terkena serangan seperti tekanan gravitasi.

"Awas kau manusia"

Terbuatlah lingkaran sihir didepan Katerea, dari lingkaran sihir itu keluar ribuan jarum senbon menghujani Naruto.

'Dia ingin bermain, baiklah akan ku buat pertunjukkan yang hebat'

[Rikudou no Jutsu]

Munculah 6 asap putih didepan Naruto, saat asap itu berangsur-angsur hilang nampaklah 6 klon Naruto dengan masing-masing 1 kemampuan.

[Gakidou]

Salah 1 klon Naruto menghisap semua jarum senbon kesebuah kubah bulat yang mengilinginya.

"A-apa, bagaimana bisa"

Katerea mulai panik karna semua serangannya malah dihisap.

"Sekarang girilanku"

[Shuradou]

Dari tangan salah 1 klon Naruto terbentuk sebuah meriam tangan yang menembakkan roket ke Katerea.

BLLAAARRRR

"ARRGGGHHHH"

Teriak Katerea terkena roket yang meluncur kearahnya.

Katerea hancur menjadi debu dihempas angin.

"Sepertinya sudah selesai"

"KAI"

Poff

Semua klon Naruto menghilang meyisahkan asap putih.

'D-dia b-berhasil mem-bunuh Katerea d-dengan mudah'

Azazel dan semua orang disana tampak terkejut dengan sosok dihadapan mereka.

"S-siapa kau"

Sirezch mulai memecah suasana.

"Aku..."

"Rikudou Sannin"

Naruto membalikkan tubuhnya menghadap semua orang yang ada dihadapannya dengan mata ungu dengan pola riak air meyala dikegelapan.

"R-ri-rikudou S-sannin"

Kini semua orang terkejut kecuali keluarga Rias dan Sona yang tampak terkejut walau hanya sebentar.

"Jadi kau utusanNya"

"Benar ini saya Michael"

"Kau sudah kembali kemana saja kau, disaat perang mencapai puncak"

"Saat itu saya mendengar kabar bahwa Tuhan telah meninggal, maka saat itu saya berhenti menjalankan tugas saya karna tidak ada yang membimbing saya"

"Tetapi kenapa kau muncul kembali pada saat ini"

"Saya mulai mengakui kesalahan saya, dan mulai kembali menjalankan tugas saya bukan sebagai penghancur tetapi pembawa keperdamaian"

"Ternyata pahlawan kita sudah muncul"

Kini diatas langit terbanglah seseorang memakai armor putih drngan sayap biru laut.

"Vali!, apa yang kau lakukan disini"

"Oh kau Azazel dan para pemimpin 3 fraksi dengan Sekiryuutei"

"Apa maksud mu"

Muncullah portal dimensi disamping Vali.

"Vali dimarkas sedang kacau cepatlah kembali"

"Sabar Cao Cao, aku ingin berpisah dengan senseiku dan Sekiryuutei"

"Sebenarnya aku Vali Lucifer, keturunan Lucifer dengan ini aku akan menjadi musuh kalian dengan bergabung diKhaos Brigade dan 1 lagi sampai jumpa Rikudou Sannin"

Vali memasuki portal dimensi bersama Cao Cao.

"Waktu ku sudah selesai saatnya aku pergi, sampai jumpa semuanya"

Naruto menghilang dengan kilatan hitam.

Disalah 1 gedung dikota Kuoh seorang sedang duduk dipinggiran gedung, rambut raven berkibar terhempas angin, mata merah pola 3 tomoe menyala dikegelapan malam, 6 pasang kerangka sayap dengan bulu berbentuk duri-duri dipunggungnya.

"Ternyata kau masih menjalani tugasmu dariNya, Uzumaki Naruto"

Bersambung...