Holla!
Niatku ini mau jadi chapter terakhir. Soalnya cuma diniatin mau ada seleksi dan pengabaran aja. Tapi gak tau juga deh. Liat aja ya...
Selamat membaca...
Matahari beranjak naik, dan di sebuah rumah mungil, aktivitas pagi mulai berjalan.
"Harry, apa Al sudah mengirim surat?" tanya Ginny duduk di sofa.
Harry menggeleng. "bukankah ini masih terlalu pagi? Mungkin sekarang mereka masih sarapan di Aula Besar." katanya.
"dad ayo, aku sudah siap." ujar Lily menyandang tasnya.
Harry mengangguk lalu mengambil kunci mobil. "beritahu kalau ada surat dari Al." pinta Harry.
Ginny mengacungkan jempolnya yang berarti setuju. Harry dan Lily berjalan beriringan menuju mobil yang diparkir di garasi yang berada disamping halaman belakang.
Ginny kembali melanjutkan aktivitasnya membaca koran langganannya, Daily Prophet.
Tuk! Tuk!Ginny menengadah. Suara ketukan kaca terdengar di arah kamar Albus. Ginny berjalan menghampirinya dan menemukan Joy -burung hantu Albus- yang mengetuk-ngetuk kaca jendela.
"halo Joy, Al mengirim surat pagi. sekali." gumam Ginny membukakan jendela agar Joy bisa masuk. Ia membuka ikatan surat di kaki Joy kemudian membaca.
"Merlin! Albus masuk Slytherin? Dan semua orang tidak berbicara padanya?" ucap Ginny syok.
'aku harus memberitahu Harry soal ini' batin Ginny. Belum sempat ia keluar dari kamar Albus, Harry masuk menghampirinya.
"Ginny! Aku mencarimu dari tadi. Ternyata kau disini." kata Harry.
"ada apa?" tanyanya melihat Ginny yang wajahnya sudah lebih pucat dari Inferius.
Ginny menyerahkan surat Albus kepada Harry. Harry membacanya. Semakin kebawah, wajahnya semakin pucat.
"Albus... Slytherin?" Harry kehabisan kata-kata.
Ia menghelas nafas sangat panjang. "kuharap Albus baik baik saja." ujarnya penuh permohonan.
Tada!
sepertinya ini chapter terakhir. Aku emang sengaja buat endingnya kayang gini. Terkesan menggantung gitu. Tapi kalau ada yang gak suka bilang ya... tapi kan sedari awal udah kubilang, ini fic pertamaku. Jadi maaf kalau ceritanya jelek.
Peach! :)
