MOB (MONEY-ORIENTED BOY)
.
.
Naroto : punya Om Kishi
Money : T. Andar
Warning! BL. YANG GAK SUKA JANGAN BACA. Ficnya ringan banget. Cocok untuk ngemil.
.
.
Balasan review. Yang log in blz nya lewat pm.
Guess : haduh, saya kurang tau masalah begituan sayang. yang pernah terjadi ma saya itu begini, 1. Internetnya Hp-nya di proteksi. 2. Kartu sim yang dipake gak mendukung. 3. Browsernya gak mendukung. (saya biasanya pake Bing / UC).
Kalo reader-san ada yang tahu, tolong infonya ya. Kenapa ffn gak bisa d buka d hp? Arigato.
Zie09 : makasih reviewnya. Saya nulisnya mood-mood an jadi kalo update cepet gak bisa. Hehe.
.
.
Happy reading...
.
.
Nagato nongkrong sama Itachi di sebuah taman , cuma berdua. Ditemani es krim rasa mocca di tangan masing-masing. Kog berasa so sweet ya?
"rasanya aneh ya..." ungkap Nagato.
"apanya?"
"biasanya kita kesini kan berlima, ini cuma berdua. Kayak mau kencan aja" Nagato menggusak rambutnya. Merasa aneh sama ucapanya sendiri.
Itachi gak nanggepin. Gak penting. Bentar lagi yang lain juga bakalan dateng.
"eh Chi, dulu Kyuubi pernah nanya. Kog kamu bisa gak akur sama Shisui itu gimana?"
Itachi mengernyit. "perasaan aku biasa aja sama Shisui".
"mana aku tau, Shisui yang ngomong gitu ke Kyuubi kog" Nagato mengedikkan bahu acuh.
Itachi mencibir. Dasar banci, masak masalah sepele gitu aja di ceritain sama pacarnya.
Cowok keriputan tapi tampan itu keinget sama kejadian beberapa waktu yang lalu.
Waktu itu Itachi sampe ngelayangin bogem ke muka Shisui. Gak tanggung-tanggung kena tepat di batang hidung. Gara-garanya, waktu turun dari bus dia jalan gontai menuju gerbang sekolah, tiba-tiba Shisui melaju kencang pake mobilnya dan dengan sengaja melintasi genangan air di pinggir jalan. Hasilnya...CPRAT!...air keruh itupun langsung muncrat ke celana Itachi. Jelas Tachi gak terima dong, orang pelakunya sengaja. Selain itu, Tachi kan paling gak bisa kalo disuruh mencuci sendiri pakaianya(pernah nyoba, tapi kelunturan semua gara-gara baju-bajunya dimasukin asal kemesin cuci). Sebab itulah dia sangat menghormati Ibu yang sudah bersedia mencuci pakaianya, dan gak bakal terima kalo ada yang sengaja ngotorin pakaianya.
Akhirnya, begitu sampai di sekolah Itachi langsung nyambangin kelasnya Shisui. Tanpa permisi langsung menghampiri meja sepupu-gak akur-nya.
Sementara itu, Shisui berlagak sok cuek, dia tetap asyik bercanda sama kawan-kawannya saat tiba-tiba...
BUGH
...kepalan tinju Itachi mendarat tepat di hidung Shisui.
Mungkin saking kagetnya, Shisui dan teman-teman cuma melongo, membiarkan Itachi pergi begitu saja.
Mungkin saat sadar hidungnya berdarah, Shisui bakalan nyesel gak bales nonjok Itachi.
Ctak!
"aduh!" Itachi mengusap kepalanya dan melototi Nagato.
"diajak ngobrol malah ngalamun!"
"apa?" Itachi gondok. Coba aja kalo ada Yahiko, pasti gak bakalan ada yang nyakitin dia. (di atas kepala Itachi muncul imajin dia selebrasi pake spanduk besar bertuliskan 'Yahiko is my hero'). Lebay ah Chi, inikan bukan fic YahIta.
"itu, tadi malem Kyuubi telpon. Dia muntah-mun..."
"dia hamil?" potong suara-suara di belakang Nagato.
Nagato nengok trus mendelik. "fuck, ganggu orang ngomong aja!" makinya.
"bahasa, pliss" Yahiko menjewer telinga Nagato.
"aduuuh aduuuh. Iya-iya. Ampun my King, ampuuunn..." nah, kalo YahiNaga, kayaknya iya deh.
"anak baik" Yahiko melepas jeweranya lalu mem-pukpuk kepala Nagato. Yang di-pukpuk masang tampang sebel. Sebel-sebel seneng gitu. Aw, tuh kan YahiNaga.
"laper nih, terusin ngobrolnya di kafe depan yuk" ajak Sasori.
... aaa ...
"jadi Kyuubi muntah gegara kue, bukan hamil?" Hidan memastikan.
"iya, bibi Kushina itu paling jago bikin kue rasa ajaib"
"masa sih? Coba kalo aku yang diminta memakannya. Pasti habis tanpa sisa, tanpa mual juga" ini Itachi yang ngomong, diantara mereka berlima yang paling cinta sama makanan manis ya dia.
"gak yakin deh Chi. Aku pernah nyoba, rasanya cabai rawit lo..."
Yang lain mangap.
"aku tarik deh kata-kataku..." Itachi menggusak rambutnya.
"yo semua..."
"KYUUBI?!" pekik Nagato sama Hidan.
"berisik!" hardik Sasori. "ngapain kamu disini Kyuu?"
Kyuubi dudukin pantatnya disebelah Sasori. Bangku mereka jadi penuh, genap enam orang. Kyuubi-Sashori-Nagato berhadapan sama Yahiko-Itachi-Hidan.
"tadi habis kencan sama Shisui" Kyuubi pasang senyum lebar trus nunjukin jaket barunya ke Nagato cs. "keren kan..." pamernya.
Semua memandang takjub. Iya keren, itu jaket limited edition lo. Harganya juga selangit.
"di beliin sama Shisui?" tanya Nagato.
"enggak" Kyuubi nyrobot lava cake-nya Itachi yang udah separuh dimakan. Trus tanpa permisi memakan itu kue dengan sendok bekas Itachi.
Semua mata terbelalak horror. Itachi memerah. Ini Kyuubi... Ah...
"INDIRECK KISS!" teriak Yahiko shock. Yang lain kaget, baru kali ini denger Yahiko teriak.
"eh?" Kyuubi menaikan sebelah alisnya. Lalu menatap sendok digenggamannya, natap Itachi. Balik ke sendok, Itachi lagi. Dan...
"HUWAAAAA...!" teriakan membahana Kyuubi sukses membuat pemilih kafe datang menghardik.
"Ky...Kyuu..." \ "I...Ta...Chi..."
Keduanya gagap barengan. Muka sama-sama merah merona.
"i...ini... Kuenya..." Kyuubi nyodorin ke Itachi.
"bu...buat... Kamu...aja..." suara Itachi kayak orang kecekik.
"ma...kasih..." jawab Kyuubi pelan. Malu-malu mau.
AHEM-AHEM-AHEM.
Deheman orang-orang sekitar bikin keduanya tambah nunduk dalem. Malu.
Terus ada yang siul-siul.
Cukup deh, Itachi menghela nafas. "cuma ekting kali Guys, gak usah tegang gitu liatnya" ucap Itachi santai.
"Hah?"
Kyuubi ngakak sampai mukul-mukul meja.
...AaaaA...
"ini jaket dari temen, temen SMP" terang Kyuubi.
"jangan-jangan dari selingkuhan ya?" tebak Hidan.
"dasar pak tua, dibilangin dari temen ya temen" Kyuubi gondik.
Hidan dongkol. Ini asli rambut putih dari lahir coy. "bilang aja temen tapi mesra! Dasar tukang selingkuh!"
"APA KATAMU!" Kyuubi muntab. Dia sudah berdiri siap nonjok Hidan.
Hidan juga berdiri siap bales kalo Kyuubi nonjok.
Yahiko ngambil jusnya Sasori dan Itachi.
BYUUURRR
Dua kepala basah kuyub.
"udah adem belum kepalany?" tanya Yahiko kalem, ditangannya ada dua gelas lagi. Milik Kyuubi dan Hidan.
"ee...eh...uu...udah...kok" jawab Hidan-Kyuubi terbata. Lalu keduanya duduk lagi. Ngibas-ngibasin rambut biar kering.
Nagato ketawa terhibur. Sasori-Itachi mrengut kezel.
"mentang-mentang gebetan, jus-nya gak jadi korban!" Sasori berseru tejem sambil nglirik jus-nya Nagato.
"Ha?" Nagato brenti ketawa.
"jus dia kan paling jauh!" bela Yahiko.
"hellleeeh. bilang aja sayang!" tuduh Sasori.
"apaan sih!" Yahiko berdiri, Ninggalin meja.
"mau kemana?" tanya Itachi.
"mau ganti jus kalian biar gak cerewet"
Dan tawa meledak sekali lagi.
Setelah tawa reda dan suasana udah kondusip, mereka menghabiskan hari minggu itu dengan ngobrol-ngobrol ringan. Dan sekali lagi saya kasih tau. JANGAN PERCAYA KALO COWOK GAK DOYAN NGEGOSIP. Apalagi kalo ada unsur makluk UKEis didalamnya.
"aku denger katanya Utakata-senpai lagi deketin kamu ya Chi?" tanya Kyuubi penasaran. Gosip ini lagi jadi trending topic di Konoha Gakuen.
"entah" jawab Itachi acuh.
"bener Kyuu" jawab Sasori. "kemarin Itachi dapet sekotak coklat dari senpai itu"
"apaan sih" Itachi melototin Sasori.
"serius Chi?" yang lain berseru barengan.
"gak tau siapa yang ngasih, coklatnya ada dimeja pagi-pagi" jelas Itachi.
"gak tau gimana?!. ada nama pengirimnya kok!" Sasori itu satu kelas ples satu bangku sama Itachi, yang lain beda-beda. "kan kertasnya kamu masukin saku!"
"tapi gak ada nama UTAKATAnya Sas" Itachi masih nyoba jelasin.
"tapi kan ada inisialnya Chi, 'U-XII A 2' gitu" Sasori gak mau kalah.
"terus...terus?" Kyuubi makin semangat ngikutin, maklum uke. "coklatnya diapain sama Itachi, Sas?"
"ya dimakanlah, mana gak bagi-bagi lagi!" Sasori nglirik sebel ke Itachi.
"kamu kan udah tak kasih dua potong Sas!"
Sasori mau bales ngomong, mulutnya udah kebuka. Tapi terintrupsi sama 'cie-cie an teman-temanya'.
"cieeeeee Itachi..." goda Nagato.
"ciieeeee Tachi-Tachi..." Kyuubi ini.
"ahem-ahem..." yang sok cool ini Yahiko, Leader sih dia. Jaga image.
"swiiiiwiiiittttttt...uhuk uhuk uhuk" Hidan sampe keselek saking semangatnya.
Itachi diam saja. Mukanya meraaaaaahhhhh banget. Yang namanya digoda, suka gak suka, cinta gak cinta, tetep aja malu. Iya kan?!
"kapan-kapan kalo U-XII A 2 nembak, jangan lupa traktiran ya Chi" sambung Sasori sambil senyum-senyum.
"ciiiieeeee Tachi malu..." Kyuubi noel-noel pipi Itachi yang memerah pake sendok kue. Tanganya gak nyampe.
Itachi masih diam. Mukanya makin merah.
"plese, udahan gues!" Yahiko nenangin temen-temennya. Kasian sama Itachi.
"sekali-kali godain Itachi... Ahem yang mau punya pacar... Ahem" Nagato lanjut aja. Gak peduli muka Itachi yang udah kaya pesakitan parah.
"Ciiiieeeee..."
"Cieeeee..."
"Cieeeee..."
"DIEM!" bentak Yahiko.
Diem semua.
Huek
Mata-mata melihat Itachi horror.
Yahiko cepet tanggap. Dia mapah Itachi yang udah nutupin kedua mulutnya, siap muntah. Dan berlalu ke toilet.
"dia...kenapa?" tanya Kyuubi.
"duh!, kami lupa!. Itachi suka muntah kalo malu banget" jelas Sasori.
"what the hell?" Kyuubi separu gak percaya, separuh pengen ketawa.
"yaahh... Emang kayak gitu. Ntar musti minta maaf sama Itachi kita"
Semua mengangguki ucapan Nagato.
Kyuubi masih gak percaya. Itachi itu,
Badan gedhe, cek.
Tinggi, cek.
Pinter, cek.
Keren, cek.
Pemaluu? Kok kayaknya sulit di cek.
"gak usah mikir yang enggak-enggak deh Kyuu, biar badanya udah proporsional bagus gitukan dia tetep bocah!" jelas Hidan, kayaknya dia tau deh yang dipikirin Kyuubi.
"Ha?" alis Kyuubi naik satu.
"dia lompat kelas sekali pas SMP" jelas Nagato.
"O..." Kyuubi manggut-manggut. "trus, kayaknya juga. Kalian jarang bully dia deh?"
"masak kamu gak ngrasa sih Kyuu, yang enak di bully kan Nagato sama Hidan" Sasori nyeringai ke dua sobatnya. Dibales plototan.
Kyuubi ngakak lagi.
"btw, cabut duluan ya. Ditungguin Naruto" Kyuubi beranjak, barusan dapet pesen dari adiknya.
"oke, ti-ati ya" senyumSasori ma Nagato.
"salam cinta buat Naruto" pesen Hidan.
"najis" sahut Kyuubi sadis. " jangan lupa, dua hari lagi Ultahku. Jangan sampe ada yang gak ngasih kado ya"
"aye-aye" jawab mereka sekenannya.
"Yahiko sama Itachi juga ingetin lo!, sekalian sampein maafku"
"iya-iya Kyuu. Bawel ih, pulang sana. Hush hush..."
... aaaa ...
Senin pagi.
Itachi bingung harus gimana, ternyata gosip yang di omongin temen-temennya waktu itu beneran. Dan sekarang ini dia lagi terjebak satu ruangan sama senpainya, Utakata. Dalem acara 'penyekapan' kalo Itachi bilang.
Tapi mungkin lain lagi dari pihak Utakata. "gimana Tachi-kun, keren gak aksiku?"
Itachi menaikkan sebelah alisnya. Masak dia yang baru nyampek sekolah, dibekap pake sapu tangan tanpa bius, trus di sekap di laboratorium bahasa ini dibilang keren?. Bagian mananya coba yang keren!.
"jadi rencananya gini Chi, kamu purak-puraknya diculik sama anak buahnya Utakata, disekap. Buat bayar utang emakmu, Utakata ceritanya mafia gitu. Eh ketika bertemu, kamunya malah jatuh cinta. Dan Utakatanya juga jatuh cinta ma kamu, endingnya Utakata nembak kamu, kamu nrima dia, end then, kalian bahagia selama-lamanya" terang Genma panjang lebar. Di tanganya ada sebuah kamera yang lagi di pause. Dan ini juga ngejelasin, kenapa tiba-tiba Itachi di serang oleh B dan Gyuki tadi.
Mereka bikin film, dokumentasi nembaknya Utakata ke Itachi. Pake bumbu drama ala view finder, biar tambah sedap. Ditambah happy end biar romantis, ala-ala dongeng disney gitu.
Si Uchiha anak selungnya Fugaku menghela nafas, lelah otak dia memikirkan orang-orang aneh di kehidupannya.
"oke, kita take untuk adegan nembaknya ya?!"
Kamera siap di tangan, Gyuki nglepas ikatan Itachi.
Utakata menghampiri Itachi. Langkah menapak pasti, mata terpaku pada pujaan hati.
Itachi keringat dingin.
Utakata berdiri tepat di depan Itachi, menggenggam kedua tangan Calon pacar, mengecupnya dengan penuh perasaan.
Keringat Itachi berjatuhan. Panic attack.
Mata si kakak kelas menatap sayang onix didepannya.
Itachi sampe lupa kedip juga.
Utakata tersenyum, "Will you be my lover?" berkata pake nada tergentle yang dia bisa.
Itachi menghela nafas. Keringet jatuh? udah. Panik? Udah. Gak kedip? Udah. Ini dia posisinya apa sih di Fic ini? Kok kayaknya di UKEin mulu. Ada-ada saja. Gak mau dia jadi uke lagi. di Fic yang lain kan dia udah rela ditusuk-tusuk.
Lagian dari tadi dia cuma berdiri tegak tanpa keringat apalagi panik kok. Datar aja tuh matanya, pas ditatap sunbainya dia juga biasa aja. Ini yang ngetik kayaknya Drama queen deh.
"ano, senpai. aku gak bisa" dia cowok lo, kalo iya ya IYA kalo enggak ya ENGGAK. simpel, gak bertele-tele.
Hening.
Akward.
Shock.
Itachi menggusak rambutnya.
BRAK!pintu labor terbuka paksa.
"ITACHI!"
Itachi bersyukur, teman-temannya memang yang terbaik.
...aaaaaa...
"sorry banget ya Chi, gara-gara kami salah kira, kamu gak jadi 'jadian' sama Utakata senpai" sesal Nagato. Dia denger info-nya, Itachi dibully sama kakak kelas. Se geng jadi panik semua. Gak taunya cuma ekting. Mana dia grudukan lagi nyerangnya. Malu banget.
"tanks guys, kalian nyelametin aku"
"kamu gak nyesel Chi?" tanya Hidan.
"gak, gak cinta juga"
...aaaaaa...
Di sebuah desa di pinggiran Konoho.
Shisui duduk mematung di bawah pohon beringin, pose santai. ada burung kecil hinggap di bahu, Senyum tampan terpatri di bibirnya. Sinar mentari sore sebagai backgroundnya.
"nah, senyummu sudah selesei. Shi-kun boleh merengut sekarang"
Shisui langsung merengut setelah suara datar itu terdengar. Bibirnya kaku dipake senyum hampir lima belas menit. Dan dia masih harus duduk mematung sampai waktu yang tidak ia ketahui.
Melelahkan.
Ini salah satu resiko punya kekasih seorang pelukis, apalagi kalo pelukisnya punya obsesi mencetakmu dalam kanvas.
Apakah Kyuubi hobi melukis?
Tidak! Ini bukan Kyuubi kog yang melukis. Trus, Kyuubi juga gak manggil Shisui pake Shi-kun. Kemanisan.
lagian Kyuubi kan pacarnya Shisui, bukan kekasihnya.
Ini kekasihnya Shisui yang lain dari pada yang lain.
Siapakah dia? Saksikan episode yang akan datang.
.
.
TBC.
.
.
Kyuubi dapet jaket limited edition dari temen SMPnya. Siapa sih?
Ceck it out!
.
.
Malem dimana Kyuubi diculik.
Mobil melaju dengan kecepatan yang bikin penumpangnya jantungan.
Ditengah rasa panik yang melanda Kyuubi, dia merapal napa-napa mantanya, "Izuna, Zetsu, Obito, Kisame, Genma, Kokou, Ginkaku, Juugo, aduh... Habis Juugo siapa ya... Habis yang lupa itu juga siapa... Haduh aku luba siapa lagi..." nah kan, Kyuubi bisa ngalihin perhatian. "lewatin ah, yang inget aja. Shukaku, Shisui, Ita...Eh? DIA BUKAN MANTANKUUUUUUU!" Teriak Kyuubi histeris.
Si pengemudi kaget. Mobil brenti mendadak.
Kyuubi terentak. Melotot ke draver.
"APA?" si pengemudi balik melotot.
Kyuubi ciut.
Helaan nafas terdengar, sabuk pengaman dilepas, pintu dibuka, si driver meninggalkan mobil. Tapi gak lupa dikunci.
Kyuubi panik, tengok kanan kiri. Mengidentifikasi lokasi.
Parkiran mini market.
Situasi? Sepi.
"ehh?" Kyuubi menajamkan penglihatan.
'Love-cchi Market-sshu'. Kyuubi mengernyit. Kog kayak nama marketnya kayak logat fandom sebelah sih?
tapi kayaknya market ini gak asing deh.
Pikir.
Pikir.
"aha! Inikan market dua blok dari rumah!" Kyuubi senyum bangga.
Cklik, Brak.
Kyuubi horror lagi. Ini penculiknya kog udah balik sih? Belum juga mikir rencana kabur.
Kyuubi ngliatin penculiknya yang 'cakep. Tapi. Serem'. Sebuah tisu basah mengusap hati-hati wajah si penculik. Terus berulang-ulang sampai gambar serem diwajah habis.
"KANKURO!" Pekik Kyuubi. Ini temen 'plek'nya Kyuubi waktu SMP di Suna. Anak wali kota yang mbangkang sama orang tua karena cintanya pada visual key.
"hehe..." penculiknya nyengir tampan.
"KAMU NGAPAIN NYUL...ukmm...urmmm...hwe...hepahin..."
"kamu gak brubah deh Kyuu, masih hobi teriak" Kankuro nglepasin bekapannya dimulut Kyuubi.
"jelasin!" tuntut Kyuubi.
"lagi Konser di Konoha, off air. Mau pulang ke hotel, eh nemu rubah liar dijalan..."
Kyuubi melotot.
"...yuk tak anterin pulang. Udah lewat tengah malem. Sayang kalo makluk fuckeble kayak kamu diculik orang"
BUGH.
Korek api melayang kemuka Kankuro.
Kyuubi melotot serem.
"gak usah melotot deh, faktanya kamu itu emang fuckabble kan"
Kyuubi mrengut parah. "gini-gini masih virgin tauk!"
"hwahahahahhaha"
"DIEM!"
mobil melaju dua blok kerumah Kyuubi. Mereka turun dari mobil.
"makasih ya dah dianterin"
"oke"
"pulang sana!" usir Kyuubi.
Blug.
Kyuubi mlotot, kurang ajar banget nih Kuro-kuro nglemparin jaket kemukanya.
Kankuro nyengir. "otanjoubi omedeto gozaimass" ucapnya ceria.
"hah?" Kyuubi gak faham.
"yaelah, dua hari lagi kamu tambah tua, Rubah pikun sialan"
"oh hehe... Aku lupa. Makasih. Mana hadiahnya?" Kyuubi nyodorin tangan. Jaket disampirin pundak.
"itu dipundakmu"
Kyuubi nenteng jaketnya. "ini?, kog gak dibungkus sih?!"
"kayak cewek aja pake dibungkus!" Kankuro mencibir, "aku balik ya, jaga baik-baik jaketnya"
"Jaket murah aja belagu banget!" cibir Kyuubi.
Sebelum mobil berjalan, Kankuro melongok dari jendela dan berkata. "iya kalo satu murah, kalo dua bisa ditukerin Mercedes lho, Bye" dan mobilpun melaju kencang dijalanan, meninggalkan Kyuubi yang mematung didepan gerbang.
Terimakasih sudah membaca.
